• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK DI MUSIM TANAM KE DUA PADA TANAMAN KOLESOM (Talinum triangulare (Jacq.) Willd) DENGAN PEMANENAN BERULANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EFEKTIVITAS PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK DI MUSIM TANAM KE DUA PADA TANAMAN KOLESOM (Talinum triangulare (Jacq.) Willd) DENGAN PEMANENAN BERULANG"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kombinasi perlakuan pupuk organik
Gambar 2. Total produksi pucuk kolesom berdasarkan (a) bobot basah (b) bobot kering pada musim tanam  pertama dan musim tanam ke dua; MT: Musim Tanam

Referensi

Dokumen terkait

Kandungan protein pucuk kolesom layak jual pada umur 80 HST dipengaruhi oleh interaksi antara perlakuan dosis pupuk urea + KCl dan interval panen.Tabel 3 menunjukkan bahwa

Berdasarkan hasil 4 percobaan maka dapat disimpulkan bahwa usaha peningkatan produksi protein dan antosianin pucuk kolesom selama periode tanam 75 hari yang dapat

100 kg KCl/ha merupakan dosis standar yang dapat dijadikan sebagai pupuk dasar dalam budidaya kolesom karena dapat menghasilkan produksi pucuk kolesom yang lebih tinggi

Kandungan protein pucuk kolesom layak jual pada umur 80 HST dipengaruhi oleh interaksi antara perlakuan dosis pupuk urea + KCl dan interval panen.Tabel 3 menunjukkan bahwa

Perbedaan rata-rata curah hujan antara musim tanam pertama (CH tinggi) dan musim tanam ke dua (CH rendah) serta pengaruh dari pemberian pupuk kandang sapi pada

Gambar 24a dan 24b masing-masing secara berurutan menunjukkan bahwa kandungan gula pucuk yang diukur pada umur 30, 60, dan 90 HST pada kolesom yang

Secara keseluruhan, Kolesom memerlukan interval panen 15 hari dan frekuensi pemberian pupuk urea + KCl sebanyak 3 atau 5 kali dengan total dosis 150 kg urea + 150 kg KCl/ha

Beberapa hasil penelitian inovasi teknologi Pemupukan Organik pada Tanaman Kolesom, sebagai berikut: - Aplikasi pupuk kandang ayam 15 t ha merupakan dosis terbaik yang menghasilkan