w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005
TENTANG
PENGESAH AN IN TERN A TION A L COVEN AN T ON ECON OMIC, SOCIA L AN D CULTURAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTAN G
HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDON ESIA,
Menim bang : a . bahw a hak asasi m anusia m erupakan hak dasar yang secara kodrati m elekat pada diri m anusia, bersifat universal dan langgeng, dan oleh karena itu, harus dilind ungi, dihorm ati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau diram pas oleh siapapun;
b. bahw a bangsa Indonesia sebagai bagian dari m asyarakat internasional, m enghorm ati, m enghargai, dan m enjunjung tinggi prinsip dan tujuan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia;
c. bahw a Majelis Um um Perserikatan Bangsa-Bangsa, dalam sidangnya tanggal 16 Desem ber 1966 telah m engesahkan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial dan Budaya);
d. bahw a instrum en internasional sebagaim ana d im aksud pada huruf c pada dasarnya tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sesuai dengan sifat negara Republik Indonesia sebagai negara hukum yang m enjunjung tinggi harkat dan m artabat m anusia dan yang m enjam in persamaan kedudukan sem ua w arga negara d i dalam hukum , dan keinginan bangsa
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Indonesia untuk secara terus m enerus m em ajukan dan m elindungi hak asasi m anusia dalam kehidu pan berbangsa d an bernegara;
e. bahw a berdasarkan pertim bangan sebagaimana dim aksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d perlu m em bentuk Undang-Undang tentang Pengesahan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial dan Budaya).
Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 11, Pasal 20 ayat (2), Pasal 27 ayat (1), Pasal 28, Pasal 28A, Pasal 28B, Pasal 28C, Pasal 28D, Pasal 28E, Pasal 28G, Pasal 28I, dan Pasal 28J Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahu n 1945;
2. Undang-Und ang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri (Lem baran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nom or 156; Tam bahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nom or 3882);
3. Undang-Undang N om or 39 Tahun 1999 tentang H ak Asasi Manusia (Lem baran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 N om or 165; Tam bahan Lem baran N egara Republik Indonesia Nom or 3886);
4. Undang-Und ang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional (Lem baran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nom or 185; Tam bahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nom or 4012);
5. Undang-Und ang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (Lem baran N egara Republik Indonesia Tahu n 2000 Nom or 208; Tam bahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nom or 4026); Dengan Persetujuan Bersam a
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDON ESIA dan
PRESIDEN REPUBLIK INDON ESIA MEMUTUSKAN:
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENGESAHAN
IN TERNA TION A L COV EN AN T ON ECON OMIC, SOCIAL A N D CULTURAL RIGHTS (KOVENAN IN TERNASIONAL TEN TANG H AK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA).
Pasal 1
(1 ) Mengesahkan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights
(Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial dan Budaya) dengan Declaration(Pernyataan) terhadap Pasal 1.
(2) Salinan naskah asli International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights(Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial dan Budaya) dan Declaration (Pernyataan) terhad ap Pasal 1 dalam bahasa Inggris dan terjem ahannya dalam bahasa Indonesia sebagaimana terlampir, m erupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini.
Pasal 2
Undang-Undang ini m ulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang m engetahuinya, m emerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penem patannya dalam Lem baran Negara Republik Indonesia.
Disahkan di Jakarta
pada tanggal 28 Oktober 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDON ESIA,
ttd
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 28 Oktober 2005
MENTERI HUKUM DAN H AK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDON ESIA, ttd
HAMID AWALUDIN
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
PENJELASAN ATASUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005
TENTANG
PENGESAH AN IN TERN A TION A L COVEN AN T ON ECON OMIC, SOCIA L AN D CULTURAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTAN G
HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA) I. UMUM
1. Sejarah Perkem bangan Lahirnya Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial dan Budaya Sipil dan Politik.
Pad a tanggal 10 Desem ber 1948, Majelis Um um (MU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) m em proklam asikan Universal Declaration of Human Rights
(Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, untuk selanjutnya d isingkat DUHAM), yang m em uat pokok-pokok hak asasi m anusia dan kebebasan dasar, d an yang dim aksudkan sebagai acuan um um hasil pencapaian untuk sem ua rakyat dan bangsa bagi terjam innya pengakuan dan penghorm atan hak-hak dan kebebasan dasar secara universal dan efektif, baik d i kalangan rakyat negara-negara anggota PBB sendiri m aupun di kalangan rakyat di w ilayah-w ilayah yang berada di baw ah yurisd iksi m ereka.
Masyarakat internasional m enyad ari perlunya penjabaran hak-hak d an kebebasan dasar yang dinyatakan oleh DUHAM ke dalam instrum en internasional yang bersifat m engikat secara hukum . Sehubungan dengan hal itu, pada tahun 1948, Majelis Um um PBB m em inta Kom isi H ak Asasi Manusia (KHAM) PBB yang sebelum nya telah m em persiapkan rancangan DUHAM untuk m enyusun rancangan Kovenan tentang HAM beserta rancangan tindakan pelaksanaannya. Kom isi tersebut m ulai bekerja pada tahun 1949. Pada tahun 1950, MU PBB m engesahkan sebuah resolusi yang m enyatakan bahw a pengenyam an kebebasan sipil dan politik serta kebebasan dasar di satu pihak dan hak-hak ekonom i, sosial, dan budaya di lain pihak bersifat saling terkait dan saling tergantung. Setelah m elalui perdebatan panjang, dalam sidangnya tahun 1951, MU PBB m em inta kepada Kom isi HAM PBB untuk m erancang dua Kovenan tentang hak asasi m anusia: (1) Kovenan m engenai hak sipil dan politik; dan (2) Kovenan m engenai hak ekonomi, sosial dan bu daya. MU PBB juga m enyatakan secara khusus bahw a kedua Kovenan tersebut harus m em uat sebanyak m ungkin ketentuan yang sama, dan harus m em uat pasal yang akan m enetapkan bahw a sem ua rakyat m em punyai hak untuk m enentukan nasib sendiri.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Kom isi HAM PBB berhasil m enyelesaikan d ua rancangan Kovenan sesuai dengan kepu tusan MU PBB pada 1951, m asing-m asing pada tahun 1953 dan 1954. Setelah m embahas kedua rancangan Kovenan tersebut, pada tahun 1954 MU PBB m em utuskan untuk m emublikasikannya seluas m ungkin agar pem erintah negara-negara dapat m empelajarinya secara m endalam dan khalayak dapat m enyatakan pandangannya secara bebas. Untuk tujuan tersebut, MU PBB m enyarankan agar Kom ite III PBB m em bahas rancangan naskah Kovenan itu pasal dem i pasal m ulai tahun 1955. Meskipun pem bahasannya telah dim ulai sesuai dengan jad w al, naskah kedua Kovenan itu baru dapat diselesaikan pada tahun 1966. Akhirnya, pada tanggal 16 Desem ber 1966, dengan resolusi 2200A (XXI), MU PBB m engesahkan Kovenan tentang Hak-hak Sipil dan Politik bersama-sam a dengan Protokol Opsional pada Kovenan tentang Hak-hak Sipil dan Politik dan Kovenan tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial dan Budaya. Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial d an Budaya m ulai berlaku pada tanggal 3 Januari 1976.
2. Pertim bangan Indonesia untuk m enjadi Pihak pada International Covenant on
Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial dan Budaya)
Indonesia ad alah negara hukum dan sejak kelahirannya pada tahun 1945 m enjunjung tinggi HAM. Sikap Indonesia tersebut dapat dilihat dari kenyataan bahw a m eskipun dibuat sebelum d iproklam asikannya DUH AM, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sudah m em uat beberapa ketentuan tentang penghorm atan HAM yang sangat penting. Hak-hak tersebut antara lain hak sem ua bangsa atas kem erdekaan (alinea pertam a Pem bukaan); hak atas kew arganegaraan (Pasal 26); persamaan kedudukan sem ua w arga negara Indonesia di dalam hukum dan pem erintahan (Pasal 27 ayat (1)); hak w arga negara Indonesia atas pekerjaan (Pasal 27 ayat (2); hak setiap w arga negara.
Indonesia atas kehidupan yang layak bagi kemanusiaan (Pasal 27 ayat (2); hak berserikat dan berkum pul bagi setiap w arga negara (Pasal 28); kemerdekaan setiap pend ud uk untuk m em eluk agamanya m asing-masing dan untuk beribadat m enurut agam a dan kepercayaannya itu (Pasal 29 ayat (2); dan hak setiap w arga negara Indonesia atas p endidikan (Pasal 31 ayat (1) ).
Sikap Indonesia dalam m em ajukan dan m elindungi HAM terus berlanjut m eskipun Ind onesia mengalam i perubahan susunan negara dari negara kesatuan m enjadi negara federal (27 Desember 1949 sam pai dengan 15 Agustus 1950). Konstitusi yang berlaku pada w aktu itu, yaitu Konstitusi Republik Indonesia
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Serikat (Konstitusi RIS), m em uat sebagian besar pokok-pokok HAM yang tercantum dalam DUHAM dan kewajiban Pemerintah untuk m elindunginya (Pasal 7 sam pai dengan Pasal 33).
Indonesia yang kem bali ke susunan negara kesatuan sejak 15 Agustus 1950 terus m elanjutkan kom itm en konstitusionalnya untuk m enjunjung tinggi HAM. Undang-Undang Dasar Sem entara Republik Ind onesia (UUDS RI Tahun 1950) yang berlaku sejak 15 Agustus 1950 sam pai dengan 5 Ju li 1959, sebagaim ana Konstitusi RIS, juga m em uat sebagian besar pokok-pokok HAM yang tercantum dalam DUHAM dan kewajiban Pemerintah untuk m elindunginya (Pasal 7 sam pai dengan Pasal 33), dan bahkan sebagian sam a bunyinya kata dem i kata dengan ketentuan yang bersangkutan yang tercantum dalam Konstitusi RIS. Di sam ping kom itm en nasional, pada m asa berlakunya UUDS RI Tahun 1950, Indonesia juga m enegaskan kom itm en internasionalnya dalam pem ajuan dan perlindungan HAM, sebagaim ana yang ditunjukkan dengan keputusan Pemerintah untuk tetap m em berlakukan beberapa konvensi perburuhan yang dihasilkan oleh International Labour Organization (Organisasi Perburuhan Internasional) yang dibuat sebelum Perang Dunia II dan dinyatakan berlaku untuk Hindia Belanda oleh Pem erintah Beland a, m enjad i pihak pad a beberapa konvensi lain yang dibuat oleh Organisasi Perburuhan Internasional setelah Perang Dunia II, d an m engesahkan sebuah konvensi HAM yang dibuat oleh PBB, yakniConvention on the Political Rights of Women 1952 (Konvensi tentang Hakhak Politik Perem puan 1952), m elalui Und ang-Undang Nom or 68 Tahun 1958.
Dalam sejarah kehid upan bangsa Indonesia, upaya penegakan dan perlind ungan HAM telah m engalam i pasang surut. Pada suatu m asa upaya tersebut berhasil diperjuangkan, tetapi pada m asa lain dikalahkan oleh kepentingan kekuasaan. Akhirnya, disadari bahw a kehidu pan berbangsa dan bernegara yang tidak m engindahkan penghorm atan, penegakan dan perlindungan HAM akan selalu m enim bulkan ketidakadilan bagi m asyarakat luas dan tidak m em berikan landasan yang sehat bagi pem bangunan ekonom i, politik, sosial dan budaya untuk jangka panjang.
Gerakan reform asi yang m encapai puncaknya pada tahun 1998 telah m em bangkitkan sem angat bangsa Indonesia untuk m elakukan koreksi terhadap sistem d an praktik-praktik m asa lalu, terutam a untuk m enegakkan kem bali pem ajuan dan perlindungan H AM.
Selanjutnya Indonesia m encanangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) HAM m elalui Keputusan Presiden Nom or 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 1998-2003 yang kem udian d ilanjutkan dengan RAN
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
HAM ked ua m elalui Keputusan Presiden Nom or 40 Tahun 2004 tentang Rencana Aksi N asional Hak Asasi Manusia 2004-2009 dan ratifikasi atau pengesahan
Convention A gainst Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment, 1984 (Konvensi Menentang Penyiksaan d an Perlakuan atau Penghukum an lain yang Kejam, Tidak Manusiaw i, atau Merendahkan Martabat Manusia, 1984) pada 28 Septem ber 1998 (Undang-Undang Nom or 5 Tahun 1998; Lem baran N egara Republik Indonesia Tahun 1998 Nom or 164; Tam bahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nom or 3783). Selain itu m elalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1999, Indonesia juga telah m eratifikasi International Convention on the Elimination of A ll Forms of Racial Discrimination (Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskrim inasi Rasial).
Pad a tanggal 13 N ovem ber 1998, Majelis Perm usyaw aratan Rakyat (MPR) m engam bil keputusan yang sangat penting artinya bagi pem ajuan, penghormatan d an penegakan HAM, yaitu dengan m engesahkan Ketetapan Majelis Perm usyaw aratan Rakyat Republik Indonesia Nom or XVII/ MPR/ 1998 tentang Hak Asasi Manusia, yang lam pirannya m em uat "Pandangan dan Sikap Bangsa Indonesia terhadap Hak A sasi Manusia"(Lam piran angka I) d an "Piagam Hak A sasi Manusia"(Lam piran angka II).
Konsideran Ketetapan MPR Nom or XVII/ MPR/ 1998 tersebut m enyatakan, antara lain, "bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah mengamanatkan pengakuan, penghormatan, dan kehendak bagi pelaksanaan hak asasi manusia dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara" (huruf b) d an
"bahwa bangsa Indonesia sebagai bagian masyarakat dunia patut menghormati hak asasi manusia yang termaktub dalam Deklarasi Universal Hak A sasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa serta instrumen internasional lainnya mengenai hak asasi manusia"
(huruf c). Selanjutnya, Ketetapan MPR tersebut menyatakan bahwa Bangsa Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai tanggung jawab untuk menghormati Deklarasi Universal Hak A sasi Manusia (Universal Declaration of
Human Rights) dan berbagai instrumen internasional lainnya mengenai hak asasi manusia" (Lam piran IB angka 2). Sebagaim ana diketahui bahw a DUHAM 1948, Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, Protokol Opsional pada Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik serta Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya adalah instrumen-instrum en internasional utam a m engenai HAM d an yang lazim d isebut sebagai
"International Bill of Human Rights" (Prasasti Internasional tentang Hak Asasi Manusia), yang m erupakan instrum en-instrum en internasional inti m engenai HAM.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Majelis Perm usyaw aratan Rakyat Republik Indonesia telah m engesahkan perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Perubahan pertam a disahkan dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 1999; perubahan kedua disahkan dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2000; perubahan ketiga disahkan d alam Sid ang Tahunan MPR RI Tahun 2001; dan perubahan keem pat disahkan dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2002. Perubahan ked ua Undang-Undang Dasar 1945 m enyem purnakan kom itm en Indonesia terhadap upaya pem ajuan dan perlindungan HAM dengan m engintegrasikan ketentuan-ke1entuan penting dari instrum en-instrumen internasional m engenai HAM, sebagaim ana tercantum dalam BAB XA tentang Hak Asasi Manusia. Perubahan tersebut d ipertahankan sam pai dengan perubahan keempat Undang-Undang Dasar 1945, yang kem udian disebut dengan Undang-Undang Dasar N egara Republik Ind onesia Tahun 1945.
Sesuai dengan Undang-Undang Dasar N egara Republik Indonesia Tahun 1945 yang m engam anatkan pem ajuan d an perlindungan hak asasi m anusia dalam kehidupan berm asyarakat, berbangsa, d an bernegara serta kom itm en bangsa Indonesia sebagai bagian d ari m asyarakat internasional untuk m em ajukan dan m elindungi HAM, Indonesia perlu m engesahkan instrum en-instrum en internasional utam a m engenai HAM, khususnya International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial d an Budaya) serta International Covenant on Civil and Political Rights(Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik).
3. Pokok-pokok Isi Kovenan Internasional tentang H ak-hak Ekonom i, Sosial dan Budaya.
Kovenan ini m engukuhkan dan m enjabarkan pokok-pokok H AM di bidang ekonom i, sosial dan budaya dari DUHAM dalam ketentuan-ketentuan yang m engikat secara hukum . Kovenan terdiri dari pem bukaan dan pasal-pasal yang m encakup 31 pasal.
Pem bukaan Kovenan ini m engingatkan negara-negara akan kew ajibannya m enurut Piagam PBB untuk m em ajukan dan m elindungi HAM, m engingatkan individ u akan tanggung jaw abnya untuk bekerja keras bagi pem ajuan d an penaatan HAM yang diatur dalam Kovenan ini dalam kaitannya dengan individu lain d an m asyarakatnya, dan m engakui bahw a, sesuai d engan DUHAM, cita-cita um at m anusia untuk m enikm ati kebebasan sipil dan politik serta kebebasan dari rasa takut dan kekurangan hanya dapat tercapai apabila telah tercipta kond isi bagi setiap orang untuk d apat m enikm ati hak-hak ekonomi, sosial d an budaya serta hak-hak sipil dan politiknya.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Pasal 1 m enyatakan bahw a sem ua rakyat m em punyai hak untuk m enentukan nasibnya sendiri dan m enyerukan kepada sem ua negara, term asuk negara-negara yang bertanggu ng jaw ab atas pem erintahan Wilayah yang Tidak Berpem erintahan Sendiri dan Wilayah Perw alian, untuk m em ajukan perw ujudan hak tersebut. Pasal ini m em punyai arti yang sangat penting pada w aktu disahkannya Kovenan ini pada tahun 1966 karena ketika itu m asih banyak w ilayah jajahan.
Pasal 2 m enetapkan kew ajiban Negara Pihak untuk m engam bil langkah-Langkah bagi tercapainya secara bertahap perw ujudan hak-h ak yang diakui dalam Kovenan ini dan m em astikan pelaksanaan hak-hak tersebut tanpa pem bedaan apa pun. Negara-negara berkem bang, dengan m emperhatikan HAM d an perekonom ian nasionalnya, dapat m enentukan sam pai seberapa jauh negara-negara tersebut akan m enjam in hak-hak ekonom i yang d iakui dalam Kovenan ini bagi w arga negara asing. Untuk ketentuan ini, diperlukan pengaturan ekonom i nasional.
Pasal 3 m enegaskan persam aan hak antara laki-laki dan perem puan.
Pasal 4 m enetapkan bahwa negara pihak hanya boleh m engenakan pem batasan atas hak-hak m elalui penetapan dalam hukum , sejauh hal itu sesuai dengan sifat hak-hak tersebut dan sem ata-mata untuk m aksud m emajukan kesejahteraan um um dalam m asyarakat dem okratis.
Pasal 5 m enyatakan bahw a tidak ada satu ketentuan pun dalam Kovenan ini yang dapat ditafsirkan sebagai m em beri hak kepada negara, kelom pok, atau seseorang untuk m elibatkan diri dalam kegiatan atau m elakukan tindakan yang bertujuan m enghancurkan hak atau kebebasan m ana pun yang diakui dalam Kovenan ini atau m em batasinya lebih daripada yang d itetapkan dalam Kovenan ini. Pasal ini juga m elarang dilakukannya pem batasan atau penyim pangan H AM m endasar yang diakui atau yang berlaku di negara pihak berdasarkan hukum , konvensi, peraturan atau kebiasaan, dengan dalih bahw a Kovenan ini tidak m engakui hak tersebut atau m engakuinya tetapi secara lebih sem pit.
Pasal 6 sam pai dengan pasal 15 m engakui hak asasi setiap orang di bidang ekonom i, sosial, dan budaya, yakni hak atas pekerjaan (Pasal 6), hak untuk m enikm ati kondisi kerja yang ad il dan m enyenangkan (Pasal 7), hak untuk m em bentuk dan ikut serikat buruh (Pasal 8), hak atas jam in an sosial, term asuk asuransi sosial (Pasal 9), hak atas perlindungan dan bantuan yang seluas m ungkin bagi keluarga, ibu, anak, d an orang m uda (Pasal 10), hak atas standar kehidupan yang m em adai (Pasal 11), hak untuk m enikm ati standar kesehatan fisik dan m ental yang tertinggi yang dapat dicapai (Pasal 12), hak atas
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
pend idikan (Pasal 13 d an 14), dan hak untuk ikut serta d alam kehidupan budaya (PasaI1).
Selanjutnya Pasal 16 sam pai d engan Pasal 25 m engatur hal-hal m engenai pelaksanaan Kovenan ini, yakni kew ajiban negara pihak untuk m enyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenderal PBB m engenai tindakan yang telah diam bil dan kem ajuan yang telah dicapai dalam penaatan hak-hak yang diakui dalam Kovenan ini (Pasal 16 dan Pasal 17), penanganan laporan tersebut oleh ECOSOC (Pasal 18 sam pai dengan Pasal 22), kesepakatan tentang lingkup aksi internasional guna m encapai hak-hak yang d iakui dalam Kovenan (Pasal 23), penegasan bahw a tid ak ada satu ketentuan pun dalam Kovenan yang dapat ditafsirkan sebagai m engurangi ketentuan Piagam PBB dan konstitusi bad an-bad an khusus yang berkenaan d engan m asalah-m asalah yang d iatur dalam Kovenan ini (Pasal 24), dan penegasan bahwa tidak ada satu ketentuan pun dalam Kovenan ini yang boleh ditafsirkan sebagai m engurangi hak yang m elekat pada sem ua rakyat untuk m enikm ati secara penuh dan secara bebas kekayaan dan sum ber daya alam m ereka (Pasal 25).
Kovenan d iakhiri dengan ketentuan penutup yang m engatur pokok-pokok yang bersifat prosedural (Pasal 26 sam pai dengan Pasal 31), dan yang m encakup pengaturan penandatanganan, pengesahan, aksesi, dan penyim panan Kovenan ini, serta tugas Sekretaris Jenderal PBB sebagai penyim pan (depositary)(Pasal 26 dan Pasal 30), m ulai berlakunya Kovenan ini (Pasa! 27), lingkup w ilayah berlakunya Kovenan ini di negara pihak yang berbentuk federal (Pasal 28), prosedur perubahan (Pasal 29), dan bahasa yang digunakan dalam naskah otentik Kovenan ini (Pasal 31).
II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1
Ayat (1)
International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial dan Budaya) dan International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik) m erupakan dua instrum en yang saling tergantung dan saling terkait. Sebagaim ana dinyatakan oleh MU PBB pada tahun 1977 (resolusi32/130
Tanggal 16 Desem ber 1977), sem ua hak asasi dan kebebasan dasar m anusia tidak dapat dibagi-bagi d an saling tergantung (interdependent). Pem ajuan, perlindungan, dan pem enuhan kedua kelom pok hak asasi ini harus m endapatkan perhatian yang sam a.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Pelaksanaaan, pem ajuan, dan perlindungan sem ua hak-hak ekonom i, sosial, dan pudaya tidak m ungkin d icapai tanpa adanya pengenyam an hak-hak sipil dan politik.
(Ayat 2)
Apabila terjadi perbed aan penafsiran terhadap terjem ahannya dalam bahasa Indonesia, naskah yang berlaku adalah naskah asli dalam bahasa Inggris Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonom i, Sosial dan Budaya serta
Declaration(Pernyataan) terhad ap Pasal 1 Kovenan ini.
Pasal 2 Cukup jelas.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
KOVENAN INTERNASIONALHAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XX I) tertanggal 16 Desember 1966, dan terbuka untuk penandatangan,
ratifikasi, dan aksesi MUKADIMAH
Negara-Negara Pihak dalam Kovenan ini,
Menim bang bahw a sesuai dengan prinsip-prinsip yang diproklam asikan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, pengakuan terhadap m artabat yang m elekat dan hak-hak yang sam a dan tidak terpisahkan dari semua anggota keluarga m anusia m erupakan landasan dari kebebasan, keadilan dan perdam aian di d unia,
Mengakui bahw a hak-hak ini berasal dari m artabat yang melekat pada m anusia, Mengakui bahw a sesuai dengan Deklarasi Universal H ak Asasi Manusia, keadaan ideal dari m anusia yang bebas dari penikm atan kebebasan d ari ketakutan dan kem iskinan, hanya dapat dicapai apabila diciptakan kond isi di m ana sem ua orang dapat m enikm ati hak-hak ekonomi, sosial dan budaya, juga hak-hak sipil dan politiknya.
Menim bang kew ajiban N egara-N egara dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk m emajukan penghorm atan universal dan pentaatan atas hak-hak asasi dan kebebasan m anusia .
Menyadari bahw a individu, yang m em punyai kew ajiban terhadap individu lainnya dan pada m asyarakat di m ana ia m enjadi bagian, bertanggung jaw ab untuk m engupayakan pem ajuan dan penghorm atan hak-hak yang d iakui dalam Kovenan ini.
Menyetujui pasal-pasal berikut :
BAGIAN I Pasal 1
1. Sem ua bangsa m em punyai hak untuk m enentukan nasibnya send iri yang m em berikan m ereka kebebasan untuk m enentukan status politik kebebasan untuk m em peroleh kem ajuan ekonomi, sosial dan bud aya.
2. Sem ua bangsa dapat, dem i kepentingan m ereka sendiri, secara bebas m engelola kekayaan dan sum ber daya alam m ereka tanpa m engurangi kew
ajiban-w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
kew ajiban yang m ungkin tim bul dari kerjasam a ekonom i internasional berdasarkan prinsip saling m enguntungkan dan hukum internasional. Dalam hal apapun tidak dibenarkan suatu bangsa diram pas sum ber-sum ber hajat hidupnya.
3. Negara Pihak dalam Kovenan ini, term asuk m ereka yang bertanggung jaw ab atas adm inistrasi atas w ilayah-w ilayah Perw alian, harus m em ajukan hak penentuan nasib sendiri, dan m enghorm atinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
BAGIAN II Pasal 2
1. Setiap Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji m engam bil langkah-langkah, baik sendiri m aupun m elalui bantuan dan kerjasama internasional, terutama bantuan teknik dan ekonom i dan sejauh dim ungkinkan sum ber daya yang ada, guna m encapai secara progresif realisasi sepenuhnya hak-hak yang diakui dalam Kovenan ini dengan m enggunakan sem ua upaya-upaya yang m emadai, term asuk pem bentukkan langkah-langkah legislatif.
2. Negara Pihak pada kovenan ini berjanji untuk m enjam in bahw a hak-hak yang diatur dalam Kovenan ini akan dilaksanakan tanpa diskrim inasi apapun seperti ras, warna kulit, jenis kelam in, bahasa, agama, politik atau pend apat lainnya, asal-usul kebangsaan atau sosial, kekayaan, kelahiran atau status lain.
3. Negara-negara berkem bang, d engan m em perhatikan hak asasi m anusia d an ekonom i nasional, m ereka dapat m enentukan sam pai seberapa jauh dapat m enjam in hak-hak ekonom i yang diakui dalam Kovenan ini kepada w arga negara asing.
Pasal 3
Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji untuk m enjam in persam aan bagi laki-laki dan perem puan untuk m enikm ati hak-hak ekonom i, sosial dan budaya yang tercantum dalam Kovenan ini.
Pasal 4
Negara Pihak pada Kovenan ini m engenai bahw a m enikm ati hak-hak yang dijam in oleh Negara sesuai dengan Kovenan ini, Negara hanya d apat m engenakan pem batasan hak-hak tersebut sesuai dengan ketetapan hukum yang sesuai d engan sifat hak-hak tersebut, dan semata-mata dilakukan hanya untuk m eningkatkan kesejahteraan um um dalam suatu m asyarakat dem okratis.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Pasal 51. Dalam Kovenan ini tidak terd apat hal-hal yang boleh ditafsirkan sebagai m em berikan hak kepada suatu Negara, perorangan atau kelom pok, untuk m elakukan kegiatan atau m elaksanakan tindakan yang bertujuan untuk m enghapuskan hak-hak dan kebebasan yang diakui dalam Kovenan ini, atau pem batasan atas hak atau kebebasan tersebut lebih jauh dari pada yang diatur dalam Kovenan.
2. Tidak d iperbolehkan pem batasan atau pengurangan dari hak asasi m anusia yang m endasar yang telah diakui atau terdapat di suatu negara berdasarkan hukum , konvensi, peraturan atau kebiasaan, dengan alasan bahwa Kovenan ini tidak m engakui hak-hak tersebut, atau m engakuinya pada tingkat yang lebih rend ah.
BAGIAN III Pasal 6
1. Negara Pihak dari Kovenan ini m engakui hak atas pekerjaan, term asuk hak setiap orang atas kesem patan untuk m encari nafkah m elalui pekerjaan yang dipilih atau d iterim anya secara bebas, d an akan m engambil langkah-langkah yang tepat guna m elindungi hak ini.
2. Langkah-langkah yang akan diambil oleh Negara Pihak pada Kovenan ini untuk m encapai realisasi sepenuhnya hak ini harus m eliputi juga pedom an teknis dan kejuruan serrta program pelatihan, kebijakan, dan teknik-teknik untuk m encapai perkem bangan ekonom i, sosial dan budaya yang m antap serta lapangan kerja yang m em adai dan produktif dengan kond isi-kondisi yang m enjam in kebebasan politik dan ekonom i m endasar bagi perorangan.
Pasal 7
Negara Pihak pad a Kovenan ini m engakui hak setiap orang untuk m enikm ati kondisi-kondisi kerja yang adil dan m enguntungkan, dan m enjam in khususnya: (a) Im balan yang m em berikan sem ua pekerja, sekurang-kurangnya dengan:
(i) Upah yang adil dan im balan yang sam a untuk pekerjaan yang senilai tanpa pem bedaan apapun, khususnya kepada perem puan yang dijam in kondisi kerja yang tidak lebih rendah daripada yang d inikm ati laki-laki dengan upah yang sam a untuk pekerjaan yang sam a.
(ii) Kehidupan yang layak bagi m ereka d an keluarga m ereka, sesuai dengan ketentuan-ketentuan Kovenan ini;
(b) Kond isi kerja yang aman dan sehat;
(c) Kesem patan yang sam a bagi setiap orang untuk d ipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi yang tepat tanpa pertim bangan-pertim bangan apapun selain senioritas dan kemam puan.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
(d ) Istirahat, hiburan dan pem batasan jam kerja yang w ajar, dan liburan berkala dengan gaji m aupun im balan-im balan lain pada hari libur um um .
Pasal 8
1. Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji untuk m enjam in:
(a) Hak setiap orang untuk dapat m em bentuk serikat pekerja dan bergabung dalam serikat pekerja pilihannya sendiri, hanya tunduk/ taat pad a peraturan organisasi yang bersangkutan, untuk peningkatan dan perlindungan kepentingan ekonom i dan sosialnya. Tid ak ada pem batasan yang boleh dikenakan dalam pelaksanaan hak ini, kecuali yang telah ditetapkan oleh hukum dan yang d iperlukan dalam suatu m asyarakat dem okratis dem i kepentingan keam anan nasional m aupun ketertiban um um , atau untuk perlindungan hak hak asasi d an kebebasankebebasan orang lain;
(b) Hak setiap pekerja untuk m em bentuk fed erasi-federasi atau konfederasi-konfederasi nasional dan hak konfed erasi nasional untuk m em bentuk atau bergabung dengan organisasi serikat pekerja internasional;
(c) Hak serikat pekerja untuk bertind ak/ berfungsi secara bebas, tanpa adanya pem batasan kecuali yang telah ditentukan oleh hukum , dan yang diperlukan dalam suatu m asyarakat dem okratis dem i kepentingan keam anan nasional atau ketertiban um um , atau d em i untuk perlindun gan hak-hak asasi dan kebebasan orang lain;
(d ) Hak untuk m elakukan pem ogokan dapat dipergunakan/ dilaksanakan nam un harus sesuai dengan hukum negara yang bersangkutan;
2. Pasal ini tidak m enghalangi penerapan pem batasan yang sah. Para petugas Angkatan Bersenjata atau Kepolisian m aupun Para Pejabat Pem erintah untuk m elakukan pem batasan secara hukum atas pelaksanaan bagi anggota angkatan bersenjata atau polisi atau pejabat pem erintah.
3. Tidak ada satupun d alam Pasal ini yang m em berikan kew enangan pada N egara-Negara Pihak dalam "Konvensi Internasional Organisasi Perburuhan Internasional tahun 1948 tentang Kebebasan Berserikat d an Perlindungan Hak Berserikat" guna m engam bil langkah legislatif apapun yang m engurangi jam inan-jaminan yang diatur sedem ikian rupa pada Pasal 9 Konvensi itu.
Pasal 9
Negara Pihak dalam Kovenan ini m engakui hak setiap orang atas jam inan sosial, term asuk asuransi sosial.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Pasal 10Negara Pihak pada Kovenan ini m engakui bahw a:
1. Perlindungan atas bantuan seluas m ungkin harus diberikan kepada keluarga yang m erupakan kelom pok alam iah dan m end asar d ari satuan m asyarakat, terutam a terhadap pem bentukannya, dan sem entara itu keluarga bertanggung jaw ab atas perawatan dan pend idikan anak-anak yang m asih dalam tanggungan. Perkawinan harus dilangsungkan berdasarkan persetujuan yang sukarela d ari calon m em pelai.
2. Perlindungan khusus harus diberikan kepad a para ibu selam a jangka w aktu yang w ajar sebelum dan sesud ah m elahirkan. Selam a jangka w aktu itu para ibu yang bekerja harus diberrikan cuti dengan gaji atau cuti dengan jam inan sosial yang m em adai.
3. Langkah-langkah khusus untuk perlindungan dan bantuan harus d iberikan untuk kepentingan sem ua anak dan rem aja, tanpa diskrim inasi apapun berdasarkan keturunan atau keadaan-keadaan lain. Anak-anak dan rem aja harus dilind ungi dari eksploitasi ekonom i d an sosial. Pem anfaatan m ereka dalam pekerjaan yang m errugikan m oral atau kesehatan, atauu yang m em bahayakan kehidupan m ereka, atau yang sangat m ungkin m engham bat perkem bangan m ereka secara w ajar, harus dikenai sanksi hukum . Negara-negara juga harus m enetapkan batas um ur di m ana m em pekerjakan anak di baw ah um ur tersebut dengan im balan, harus dilarang dan dikenai sanksi hukum .
Pasal 11
1. Negara Pihak pada Kovenan ini m engakui hak setiap orang atas standar kehidupan yang layak baginya d an keluarganya, term asuk pangan, sand ang dan perum ahan, dan atas perbaikan kondisi hidup terus m enerus. N egara Pihak akan m engam bil langkah-langkah yang m em adai untuk m enjam in perw ujudan hak ini dengan m engakui arti penting kerjasam a internasional yang berdasarkan kesepakatan sukarela.
2. Negara Pihak pada Kovenan ini, dengan m engakui hak m endasar dari setiap orang untuk bebas dari kelaparan, baik secara individual m aupun m elalui kerjasam a internasional, harus m engam bil langkahlangkah term asuk program -program khusus yang diperlukan untuk;
(a) Meningkatkan cara-cara produksi, konservasi dan distribusi pangan, dengan sepenuhnya m em anfaatkan pengetahuan teknik dan ilm u pengetahuan, m elalui penyebarluasan pengetahuan tentang asas-asas ilm u gizi, dan d engan m engem bangkan atau m em perbaiki sistem pertanian sedem ikian rupa, sehingga m encapai suatu perkem bangan dan pem anfaatan sum ber daya alam yang efisien;
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
(b) Mem astikan distribusi pasokan pangan dunia yang adil yang sesuai kebutuhan, d engan m em perhitungkan m asalah-m asalah Negara-negara pengim por d an pengekspor pangan.
Pasal 12
1. Negara Pihak dalam Kovenan ini m engakui hak setiap orang untuk m enikm ati stand ar tertinggi yang dapat dicapai atas kesehatan fisik dan m ental.
2. Langkah-langkah yang akan diam bil oleh N egara Pihak pada Kovenan ini guna m encapai perw ujud an hak ini sepenuhnya, harus m eliputi hal-hal yang diperlukan untuk m engupayakan:
(a) Ketentuan-ketentuan untuk pengurangan tingkat kelahiran-m ati dan kematian anak serta perkem bangan anak yang sehat;
(b) Perbaikan sem ua aspek kesehatan lingkungan dan industri;
(c) Pencegahan, pengobatan dan pengendalian segala penyakit m enular, endem ik, penyakit lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan;
(d ) Penciptaan kond isi-kondisi yang akan m enjamin sem ua pelayanan dan perhatian m edis dalam hal sakitnya seseorang.
Pasal 13
1. Negara-negara Pihak pada Kovenan ini m engakui hak setiap orang atas pend idikan. Mereka m enyetujui bahw a pendidikan harus d iarahkan pada perkem bangan kepribadian m anusia seutuhnya dan kesadaran akan harga dirinya, d an m em perkuat penghorm atan atas hak-hak asasi dan kebebasan m anusia yang m endasar. Mereka selanjutnya setuju bahw a pendidikan harus m em ungkinkan sem ua orang untuk berpartisipasi secara efektif dalam suatu m asyarakat yang bebas, m eningkatkan rasa pengertian, toleransi serta persahabatan antar sem ua bangsa dan sem ua kelom pok, ras, etnis atau agama, dan lebih m em ajukan kegiatan-kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk m em elihara perd am aian.
2. Negara Pihak dalam Kovenan ini m engakui bahw a untuk m engupayakan hak tersebut secara penuh:
(a) Pendidikan dasar harus diw ajibkan dan tersedia secara cum a-cuma bagi sem ua orang;
(b) Pendidikan lanjutan d alam berbagai bentuknya, term asuk pendid ikan teknik dan kejuruan tingkat lanjutan pada um um nya, harus tersed ia dan terbuka bagi sem ua orang d engan segala cara yang layak, d an khususnya m elalui pengadaan pend idikan cum a-Cum a secara bertahap;
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
(c) Pendidikan tinggi juga harus tersedia bagi sem ua orang secara m erata atas dasar kem am puan, dengan segala cara yang layak, khususnya m elalui pengadaan pend idikan cum a-cum a secara bertahap;
(d ) Pendidikan m endasar harus sedapat m ungkin didorong atau ditingkatkan bagi orang-orang yang belum m endapatkan atau belum m enyelesaikan pend idikan d asar m ereka;
(e) Pengem bangan suatu sistem sekolah pada sem ua tingkatan harus secara aktif diupayakan, suatu sistem beasiswa yang m em adai harus dibentuk d an kondisi-kondisi m ateriil staf pengajar harus terus m enerus diperbaiki.
3. Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji untuk m enghorm ati kebebasan orang tua dan w ali yang sah, bila ada, untuk m em ilih sekolah bagi anak-anak m ereka selain yang didirikan oleh lem baga pem erintah, sepanjang m em enuhi standar m inim al pendidkan sebagaim ana ditetapkan atau disetujui oleh negara yang bersangkutan, dan untu k m em astikan bahw a pendidikan agam a dan m oral anak-anak m ereka sesuai dengan keyakinan mereka.
4. Tidak satupun ketentuan dalam Pasal ini yang dapat ditafsirkan sebagai pem benaran untuk m encam puri kebebasan individ u dan badan-badan untuk m endirikan dan m engurus lem baga-lembaga pend idikan sepanjang prinsip-prinsip yang dikem ukakan ayat 1 Pasal ini selalu diindahkan, dan dengan syarat bahw a pendidikan yang diberikan dalam lem baga-lem baga itu m em enuhi stand ar m inim um yang ditetapkan oleh Negara.
Pasal 14
Setiap Negara Pihak pad a Kovenan ini yang pada saat menjadi Pihak belum m am pu m enyelenggarakan wajib belajar tingkat dasar secara cum a-cum a di w ilayah perkotaan atau w ilayah lain d i baw ah yurisd iksinya, harus berusaha dalam jangka w aktu dua tahun, untuk m enyusun dan m enetapkan rencana kegiatan rinci untuk diterapkan secara progresif, dan dalam beberapa tahun yang layak harus m elaksanakan prinsip w ajib belajar dengan cum a-cum a bagi sem ua orang, yang harus d im asukkan dalam rencana kegiatan tersebut.
Pasal 15
1. Negara-negara Pihak pada Kovenan ini m engakui hak setiap orang: (a) Untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya;
(b) Untuk m enikm ati m anfaat dari kem ajuan ilm u pengetahuan dan penerapannya;
(c) Untuk m em peroleh m anfaat dari perlindungan atas kepentingan m oral dan m aterial yang tim bul dari karya ilmiah, sastra atau seni yang telah diciptakannya.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
2. Langkah-langkah yang harus d iam bil oleh Negara Pihak pada Kovenan ini untuk m encapai perw ujudan sepenuhnya d ari hak ini, harus m eliputi pula langkah-langkah yang diperlukan guna m elestarikan, m engem bangkan d an m enyebarkan ilm u pengetahuan dan kebudayaan.
3. Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji untuk m enghorm ati kebebasan yang m utlak diperlukan untuk penelitian ilm iah dan kegiatan yang kreatif.
4. Negara Pihak pada Kovenan ini m engakui m anfaat yang akan diperoleh dari pem ajuan dan pengembangan hubungan dan kerjasama internasional di bidang ilm u pengetahuan dan kebudayaan.
BAGIAN IV Pasal 16
1. Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji, sesuai d engan bagian dari Kovenan ini, untuk m enyam paikan laporan m engenai langkah-langkah yang telah diam bil, dan kem ajuan yang telah dicapai dalam pem atuhan hak-hak yang diakui dalam Kovenan ini.
2. (a) Sem ua laporan harus disam paikan pada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan m enyampaikan salinan kepada Dew an Ekonomi dan Sosial, untuk dipertim bangkan sesuai ketentuan Kovenan ini;
(b) Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa juga harus m enyampaikan salinan laporan atau bagian laporan yang relevan dari Negara-negara Pihak kovenan ini yang juga adalah anggota dari Badan Khusus, kepada Badan-Badan Khusus tersebut sepanjang laporan-laporan tersebut atau bagian darinya berhubungan d engan m asalah-m asalah yang m enjadi kew enangan dari Badan Khusus tersebut sesuai dengan instrum en konstitusinya.
Pasal 17
1. Negara Pihak pada Kovenan ini harus m em berikan laporan m ereka secara bertahap, sesuai dengan program yang ditetapkan oleh Dew an Ekonom i dan Sosial dalam jangka w aktu satu tahun sejak Kovenan ini m ulai berlaku, setelah berkonsultasi dengan Negara Pihak dan Badan Khusus yang bersangkutan. 2. Laporan d em ikian d apat m enunju kkan faktor-faktor dan kesulitan-kesulitan
yang m em pengaruhi tingkat pem enuhan kew ajiban-kew ajiban dalam Kovenan ini.
3. Apabila sebelum nya telah diberikan inform asi yang relevan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa atau pada suatu Badan Khusus oleh Negara Pihak pada Kovenan ini, m aka inform asi tersebut tidak lagi perrlu diberikan, tetapi cukup dengan m erujuk secara jelas pada inform asi yang pernah diberikannya tersebut.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Pasal 18Sesuai dengan tanggung jaw abnya m enurut Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang hak-hak asasi dan kebebasan m anusia yang m endasar, Dew an Ekonom i dan Sosial bersam a-sam a d engan Badan-bad an Khusus dapat m enyusun laporan tentang kem ajuan yang dicapai dalam m em atuhi ketentuan-ketentuan dalam Kovenan ini dalam hal-hal yang term asuk d alam ruang lingkup kegiatan m ereka. Laporan-laporan ini dapat m encakup hal-hal khusus dari keputusan dan rekom endasi terhadap penerapan tersebut yang telah disetujui oleh organ-organ yang berw enang.
Pasal 19
Dew an Ekonom i dan Sosial dapat m enyam paikan pada Kom isi Hak Asasi Manusia, laporan-laporan m engenai hak asasi m anusia yang disam paikan oleh Negara-negara Pihak sesuai dengan Pasal 16 dan 17, dan laporan-laporan m engenai hak asasi m anusia yang d isam paikan oleh Badan-Badan Khusus sesuai dengan Pasal 18, untuk dipelajari dan diberikan rekom endasi um um , atau sekedar untuk inform asi belaka.
Pasal 20
Negara Pihak pada Kovenan ini dan Badan-bad an Khusus yang terkait, dapat m enyam paikan tanggapan-tanggapan kepad a Dew an Ekonom i dan Sosial tentang rekom endasi sesuai dengan Pasal 19, atau m engenai rujukan terhadap rekomendasi um um tersebut, dalam setiap laporan Kom isi Hak Asasi Manusia atau dokum en yang dirujuk di dalam nya.
Pasal 21
Dew an Ekonom i dan Sosial dari w aktu ke w aktu dapat m enyam paikan kepad a Majelis Umum Perserikatan bangsa-bangsa, dan ringkasan dari inform asi yang diterim a dari Negara Pihak pada Kovenan ini d an Badan-Bad an Khusus, tentang langkah-langkah yang telah diam bil d an kem ajuan yang d ibuat yang telah dicapai dalam m em atuhi hak-hak yang d iakui dalam Kovenan ini.
Pasal 22
Dew an Ekonom i d an Sosial dapat m em inta perhatian badan-bandan Perserikatan Bangsa-Bangsa lainnya, badan perlengkapan dan Badan-badan Khusus yang bersangkutan untuk m em berikan bantuan teknis, tentang hal-hal yang tim bul dari laporan-laporan yang diatur d alam bagian ini, yang dapat m em bantu badan-bad an tersebut dalam m em utuskan kelayakan langkah-langkah internasional yang dapat m endukung penerapan Kovenan ini secara bertahap dan efektif, sesuai dengan kew enangannya m asingm asing.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Pasal 23Negara Pihak pada Kovenan ini setuju bahw a tind akan internasional untuk pem enuhan hak-hak yang d iakui dalam Kovenan ini m encakup m etode-m etod e seperti penandatanganan konvensi, penetapan rekom endasi, pem berian bantuan teknis serta penyelenggaraan pertem uan-pertem uan regional dan pertem uan teknis untuk keperluan konsultasi dan pengkajian, yang dilakukan bersam a dengan Pemerintah-pem erintah yang bersangkutan.
Pasal 24
Tidak ada satu hal pun ketentuan dalam Kovenan ini dapat ditafsirkan sedem ikian rupa sehingga m engurangi ketentuan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan konstitusi dari Badan-badan Khusus yang m enetapkan atas tanggung jaw ab m asingm asing bad an Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Khususnya, berkenaan dengan m asalah-m asalah yang diatur d alam Kovenan ini.
Pasal 25
Tidak ada satu hal pun dalam Kovenan ini yang d apat ditafsirkan sehingga m engurang hak-hak yang m elekat dari sem ua bangsa untuk m enikm ati d an m em anfaatkan kekayaan dan sum ber daya alam m ereka secara bebas dan penuh.
BAGIAN V Pasal 26
1. Kovenan ini terbuka untuk ditand atangani oleh setiap Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa atau anggota dari Bad an-bad an Khususnya, oleh Negara Pihak pada Statuta Mahkamah Internasional dan oleh Negara lainnya yang telah diundang oleh Majelis Um u m Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk m enjadi Pihak pada Kovenan ini.
2. Kovenan ini harus diratifikasi. Sem ua instrum en ratifikasi harus diserahkan pada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk disim pan.
3. Kovenan ini terbuka untuk diaksesi oleh Negara dengan m erujuk pada ayat 1 Pasal ini.
4. Aksesi akan berlaku denagn diserahkannya instrum en aksesi pad a Sekretaris Jend eral Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk disim pan.
5. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa harus m em beritahukan kepada sem ua Negara yang telah menandatangani Kovenan ini atau yang telah m elakukan aksesi, mengenai penyim panan setiap instrum en ratifikasi atau aksesi.
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
Pasal 271. Kovenan ini m ulai berlaku tiga bulan setelah tanggal d iserahkannya instrumen ratifikasi atau instrum en aksesi yang ketiga puluh lima untuk disim pan pada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.
2. Untuk setiap Negara yang m eratifikasi atau m elakukan aksesi atas Kovenan ini setelah disim pannya instrum en ratifikasi atau aksesi yang ketiga puluh lim a, Kovenan ini akan m ulai berlaku tiga bulan setelah tanggal disim pannya instrum en ratifikasi atau aksesi tersebut.
Pasal 28
Ketentuan-ketentuan dalam Kovenan ini berlaku bagi sem ua bagian dari Negara-negara federal tanpa pem batasan atau pengecualian.
Pasal 29
1. Negara Pihak pada Kovenan ini dapat m engusulkan perubahan dan m enyam paikannya pada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sekretaris Jenderal harus m em beritahukan setiap usulan perubahan tersebut kepada sem ua negara Pihak, dengan perm intaan untuk m em beritahukan pad anya apakah m ereka setuju d iadakan Konferensi Negara-negara Pihak untuk m em bahas dan m elakukan pem ungutan suara terhadap usulan tersebut. Dalam hal sekurang-kurangnya sepertiga dari Negara Pihak m enyetujui diadakannya konferensi, Sekretaris Jenderal akan m enyelenggarakan konferensi dibaw ah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Perubahan yang ditetapkan oleh m ayoritas Negara Pihak yang hadir d an yang m emberikan suara pada konferensi, harus d isampaikan pada Majelis Um um Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk m endapat persetujuan.
2. Perubahan-perubahan m ulai berlaku apabila disetujui oleh Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan diterim a oleh d ua pertiga m ayoritas Negara-negara Pihak Kovenan ini sesuai dengan prosed ur konstitusi m asing-m asing.
3. Apabila perubahan-perubahan telah berlaku, m aka perubahan-perubahan tersebut akan m engikat Negara-negara Pihak yang telah menerim anya, sedang negara Pihak lainnya m asih tetap terikat pada ketentuan-ketentuan Kovenan ini dan perubahanperubahan terdahulu yang telah m ereka terim a.
Pasal 30
Tanpa m engindahkan pem beritahuan yang dibuat m enurut Pasal 26 ayat 5, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa harus m enyam paikan sem ua Negara yang dim aksud dalam ayat 1 d ari Pasal tersebut hal-hal sebagai berikut;
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
w
w
w
.L
eg
al
ita
s.
or
g
(b) Tanggal m ulai berlakunya Kovenan ini sesuai dengan Pasal 27, dan tanggal m ulai berlakunya perubahan-perubahan sesuai dengan Pasal 29.
Pasal 31
1. Teks Kovenan ini yang dibuat dalam bahasa Cina, Inggris, Perancis, Rusia dan Spanyol, m em punyai kekuatan yang sam a, akan d isim pan pada arsip Perserikatan Bangsa-Bangsa.
2. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa harus m enyam paikan salinan resm i dari Kovenan ini pada sem ua Negara sebagaim ana dim aksud dalam Pasal 26.