• Tidak ada hasil yang ditemukan

pai 11 fundamentalisme islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "pai 11 fundamentalisme islam"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

FUNDAMENTALISME ISLAM

(2)

Fundamentalisme:

Pengertian dan asal-usulnya

Istilah ini muncul pertamakali di kalangan agama kristen di Amerika Serikat

 Kamus Besar Bahasa Indonesia: kata "Fundamental"

kata sifat yang memberikan pengertian "bersifat dasar (pokok); mendasar", diambil dari kata "fundament" yang berarti "dasar, asas, alas, fondasi".

 Dengan demikian fundamentalisme dapat diartikan

(3)

 Istilah fundamentalisme pada mulanya dipakai untuk

menyebut gerakan dalam agama Kristen Protestan yang menganut ajaran ortodoksi Kristen yang berdasarkan atas keyakinan-keyakinan mendasar tertentu. yaitu:

The literal inerrancy of the Scriptures (bahwa Kitab Suci secara harfiah sama sekali tidak mengandung kesalahan),

The second coming of Jesus Christ (bahwa Yesus akan turun kembali ke dunia),

The virgin birth (bahwa Yesus dilahirkan dari perawan Maria, bukan dari konsepsi tak ternoda atau immaculate conception), The physical resurrection of the body (bahwa Yesus

(4)

 Keyakinan yang sejalan dengan umat Islam hanyalah

tentang ketidaksalahan kitab suci.

 Secara sepintas keyakinan-keyakinan tersebut tidak

serta merta melahirkan sikap kaku tanpa kompromi

sebagaimana yang dicitrakan pada kelompok-kelompok yang disebut fundamentalis.

 Namun dalam perkembangannya keyakinan-keyakinan

(5)

Karenanya tidak sedikit kalangan umat Islam

yang merasa keberatan untuk memberikan sifat

"fundamentalis" ke dalam Islam, mengingat

ajaran Islam yang diturunkan kepada Nabi

(6)

Fundamentalisme Islam

 M Said al-asymawi membedakan penggunaan istilah

Fundamentalisme Islam antara: “activist political fundamentalism” dan “rationalist spiritualist

fundamentalism.

 M Abid al-Jabiri: istilah “muslim fundamentalis” pada

awalnya dicetuskan sebagai signifier bagi gerakan Salafiyah Jamaludin al-Afghani karena bahasa Eropa tak punya istilah padanan yang tepat untuk

menerjemahkan istilah “Salafiyah”.

 Hassan Hanafi, term “muslim fundamentalis” istilah

(7)

 Ali Syuaibi, Fundamentalisme yang dalam bahasa

arabnya disebut dengan istilah ushuliyah artinya kembali kepada al-Qur’an dan sunnah. Dari pengertian ini dapat dikatakan bahwa mayoritas umat Islam yang beriman bisa digolongkan sebagai fundamentalis (ushuliyun). Mereka tidak mengamini kekerasan dan tidak

mengimani terorisme karena keduanya bertentangan dengan al-Qur’an dan sunnah.

 ketika istilah fundamentalisme disematkan kepada

(8)

Karakteristik

Fundamentalisme Islam

 Cenderung melakukan interpretasi literal terhadap

teks-teks suci agama, menolak pemahaman konteks-tekstual atas teks agama, karena pemahaman seperti ini dianggap akan mereduksi kesucian agama.

 Menolak pluralisme dan relativisme.

 Memonopoli kebenaran atas tafsir agama.

 Mempunyai korelasi dengan fanatisme, eksklusifisme,

(9)

Fundamentalisme Islam

di Indonesia

 Istilah Islam fundamentalis sebagai sebuah kesatuan

dari berbagai fenomena sosial keagamaan kelompok-kelompok muslim yang sedemikian kompleks, lebih tepat digunakan sebagai titik tolak ketimbang sebagai sebuah penjulukan, labelisasi ataupun penyebutan yang mapan dan tidak berubah.

 Hal ini disebabkan karena definisi yang dibuat seperti

"Islam fundamentalis" tidak sepenuhnya mampu mendeskripsikan fenomena yang beragam atas

(10)

Kelompok Islam fundamentalis di Indonesia di antaranya adalah

 Front Pembela Islam (FPI),  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),

 Forum Komunikasi Ahlussunnah Wal Jamaah

(FKAWJ),

(11)

Ideologi Gerakan Fundamentalis

 Konsep Din wa Daulah (agama dan negara).  Kembali kepada al-Qur'an dan Sunnah

 Puritanisme dan keadilan sosial  Formalisasi syariat Islam

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Fenomena ziarah makam berkembang di masyarakat Islam di dunia sebagai muslim pendirian untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa di tempat yang tepat dan

Oleh karena itu, sebagai landasan pengembangan kurikulum pendidikan nasional dalam melaksanakan kurikulum sebagai titik tolak dalam proses belajar mengajar atau memberikan

Gerakan keagamaan yang sebenarnya secara prinsip juga telah mewabah pada beberapa kelompok muslim yang telah ada, namun belum sampai pada aksi menyerang bahkan

1) Pemakaian kitab kuning sebagai bahan ajar PAI. 2) Penambahan kegiatan keagamaan di luar jam pelajaran yang diorientasikan meningkatan kualitas keagamaan santri

Pada satu sisi, ia menegaskan keesaan Allah sebagai satu- satunya zat yang dipertuhan (al-lllah) oleh manusia, dan menjadi titik tolak dari seorang muslim dalam memandang

Pada satu sisi, ia menegaskan keesaan Allah sebagai satu- satunya zat yang dipertuhan (al-lllah) oleh manusia, dan menjadi titik tolak dari seorang muslim dalam

Menurut pendapat Madjid, ajaran tentang pluralisme agama ini tidak perlu diartikan sebagai kenyataan bahwa paham keagamaan orang-orang Muslim masih banyak yang

Tetapi, barangkali yang lebih penting lagi ialah bahwa perspektif semacam itu dapat dijadikan sebagai titik-tolak untuk melihat problema umat Islam di Indonesia dewasa ini