Tanggul Kolam Penampungan Lumpur Panas Akan Diperkuat
Oleh
Jum'at, 24 November 2006 19:57 - Update Terakhir Senin, 27 November 2006 19:10
Kolam penampungan lumpur panas atau pond yang berada di desa Kedungbendo dan Renokenongo akan diperkuat untuk mencegah luapan lumpur panas ke pemukiman warga desa. Penguatan tanggul ini dilakukan menyusul meledaknya pipa gas Pertamina juga untuk mengantisipasi luapan lumpur akibat musim hujan.
Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Pemerintah akan melakukan seluruh langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah lumpur panas Lapindo meluap ke perumahan warga disekitarnya. Hal tersebut dilakukan dengan menguatkan konstruksi tanggul di kolam
penampungan lumpur di kedua desa tersebut termasuk di pusat semburan lumpur dan sumur pemutus semburan (relief well) 2. Selain itu, dalam jangka pendek, tanggul disepanjang jalan tol akan dikuatkan agar lumpur tidak bocor dan meluas ke jalan tol. Sementara itu, usai mengikuti sidang kabinet terbatas kemarin, Menteri Purnomo menjelaskan bahwa daerah segitiga seluas sekitar 440 hektar yang meliputi ruas jalan tol km 38, jalur kereta api
Surabaya-Malang yang melintas di dekat pusat semburan lumpur serta daerah bagian selatan Sungai Porong dinyatakan sebagai daerah bahaya dan harus dikosongkan. Menteri Purnomo mengharapkan pengertian dan kerjasama masyarakat agar tidak terjadi dampak-dampak yang tidak diinginkan yang membahayakan keselamatan masyarakat.