Ass.. Rangkaian Informasi dari DIY dan Jawa Tengah/ terangkai dalam Fokus Hari Ini/ di kesempatan Sabtu/ 5 Desember 2009// Kali ini bersama saya.../ dan berikut Informasi selangkapnya...//
Dituduh Mengambil Pisang seharga 2 ribu, Seorang Kakek Ditahan Polisi
Sahabat MQ/ akibat dituduh mengambil setandan pisang/ seorang kekek asal dusun jering 8 Desa Sidorejo Kecamatan Godean Sleman berinisial –KS-/ menjadi tahanan titipan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan Sleman/ sejak kamis lalu// Dalam keterangannya KS mengaku/ pihaknya melihat pohon pisang di dekat sawah garapannya/yang menutupi jalan/ kemudian pohon tersebut ditebang/ untuk dibawa pulang// Namun karena telah dilaporkan oleh salah seorang tetangganya/ akhirnya HS meninggalkan sertandan pisang seharga 2 ribu rupiah tersebut di lokasi/ dan menyerahkan diri ke polsek setempat// Sementara itu/ Kepala satuan Reserse Kriminal Polres Sleman –Zulfam Effendi Lubis- menjelaskan sebagaimana dilaporkan Reporter MQ FM –Tria Haidar-/ penahanan tersebu/t telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku// Pihaknya khawatir/ jika tidak diamankan/ tersangka akan dihakimi massa/// Tria
Warga Menduga KS Mengidap Kleptomania
Sahabat MQ/ tindakan seorang kakek warga desa Jering 8 Desa Sidorejo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman berinisial KS/ yang mengambil setandan pisang milik tetangganya/ ternyata bukan kali ini saja terjadi// Ketua RT setempat –Suhadi- mengatakan/ sebelumnya KS pernah melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut/ pada tahun 2007// Bahkan/ KS pernah membuat surat pernyataan bermaterai/ yang intinya tidak akan mengulangi perbuatannya lagi// Namun/ baru-baru ini warga mengetahui KS melakukan hal yang sama/ sehingga warga merasa kesal/ dan melaporkan KS ke polisi// Sementara itu/ sejumlah warga juga mengaku resah/ dengan kelakuan KS// Meskipun benda-benda yang diambil/ nilai nominalnnya tidak seberapa// Mereka menduga/ KS mengidap kleptomania/ yakni gangguan kejiwaan yang suka mengambil barangbarang milik orang lain// Dilaporkan Reporter MQ Fm -Tria Haidar- Warga berharap/ KS akan jera setelah menjalani hukuman/ di balik jeruji penjara///
Perkara Kecil Dipidanakan, Cermin Kejengahan Masyarakat
Setelah Pengakuan UNESCO, Batik Mengalami Perkembangan Pesat
Sahabat MQ/ Saat ini Batik mengalami perkembangan yang cukup pesat/ pasca mendapatkan pengakuan dari UNESCO/ sebagai warisan bangsa Indonesia// Ketua dewan kerajinan Nasional Daerah –Dekranasda Kota Yogyakarta –Diyah Suminar- mengatakan/ pertumbuhan tersebut mencapai sekitar 20 hingga 30 persen// Baik dari omset/ perkembangan desain/ maupun kreativitasnya// Selain itu/ penggemar batik juga dating dari berbagai usia// Mulai orang tua hingga kalangan remaja// Untuk itu Diyah Sumilah menghimbau/ agar para pengrajin batik dapat memanfaatkan peluang tersebut/ dengan sebaik-baiknya// Di antaranya/ dengan memperluas pemasaran/ dan mengembangkan desain batik/ khususnya untuk kalangan remaja/ serta penggunaan batik/ di setiap kegiatan// Lebih Lanjut Diyah mengatakan/ batik Yogyakarta juga pernah surut/ karena masih dikategorikan sebagai symbol ritual semata// Padahal semestinya batik dapat dikembangkan lebih luas// Reporter MQFM –Izan el Hakim- melaporkan/ saat ini pengrajin batik di Yogyakarta berjumlah 272 pengrajin// Sedangkan produknya berupa kain/ pakaian/ dan aneka produk lainnya/// Izan
Gunungkidul Minim Advokasi Hukum Difabel
Sahabat MQ/ perlindungan atau advokasi terhadap hukum terhadap difabel di Gunungkidul/ saat ini masih kurang// Ketua Yayasan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Cacat Netra dan Tubuh Gunungkidul -Heriyantara mengungkapkan/ Pernah terjadi kekerasan perempuan difabel/ yang menyebabkan kehamilan di luar nikah/ namun pihak keluarga korban tak mengetahui langkah apa yang harus ditempuh// Korban kekerasan seksual ini/ hanya dibiarkan saja hingga anaknya lahir// Padahal apabila ada advokasi hukum/ tentunya penyandang cacat ini/ akan dapat melakukan tuntutan/ sesuai dengan pedoman hukum yang ada// Heriyantara menambahkan/ perhatian pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam bidang pendidikan dan kesehatan bagi penca/ masih sangat kurang// Padahal/ pendidikan merupakan hal dasar bagi penca/ untuk bisa mendiri dan berkembang// KR Jogja memberitakan/ pengajuan untuk dibukanya pendaftaran pendidikan non formal kepada Pemkab Gunungkidul/ sudah dilakukan// Namun/ hingga sekarang ini/ belum terealiasasi/// KR Jogja