• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI UD. EVIA CRAFTNPRODUCTION BANTUL YOGYAKARTA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DI UD. EVIA CRAFTNPRODUCTION BANTUL YOGYAKARTA."

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEGIATAN

PRAKTIK KERJA LAPANG (PKL)

DI UD. EVIA CRAFTNPRODUCTION BANTUL

YOGYAKARTA.

Oleh:

Afen Setiawan NIM : 130 500 040

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL HUTAN

JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA

SAMARINDA

(2)

Nama : Afen Setiawan

NIM : 130 500 040

Program Studi : Teknologi Hasil Hutan

Jurusan : Teknologi Pertanian

Lulus pada tanggal :

Penguji I,

Eva Nurmarini, S.Hut, MP NIP. 197508081999032002

Penguji II,

Dr. Ir. F. Dwi Joko Priyono, MP NIP. 195810171988031001 Pembimbing,

Ir. Andi Yusuf, MP NIP. 196210221998031001

Menyetujui/Mengesahkan,

Ketua Program Studi Teknologi Hasil Hutan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Eva Nurmarini, S.Hut, MP NIP. 197508081999032002

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang selalu melimpahkan rahmat dan kasih-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Laporan Praktik Kerja Lapang ini.

Penulis menyadari sepenuhnya dari segi teknis penulisan dan uji materi penulisan masih sangat jauh dari kesempurnaan dan juga penulis menyadari bahwa masih terbatasnya kemampuan yang dimiliki. Hal yang wajar jika dalam penyelesaian Laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini masih banyak mengalami hambatan dan masalah. Namun berkat bimbingan dan petunjuk serta dorongan dari berbagai pihak, sehingga Laporan Praktik Kerja Lapang ini dapat terselesaikan.

Untuk itu maka dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Ayah dan Ibunda tercinta yang telah mengasuh dan memberikan bantuan

yang sangat berharga kepada penulis, sehingga penulis mampu

menyelesaikan laporan ini dengan baik dan tepat waktu.

2. Bapak Suwardi selaku pemilik perusahaan dan rekan kerja di UD. Evia Craft Production yang tidak dapat disebutkan satu persatu, dimana sudah banyak memberikan pengalaman serta wawasan baru terutama tentang cara berfikir kritis dan mampu memberikan solusi terhadap kendala yang dihadapi suatu perusahaan.

3. Dosen Pembimbing, yaitu Bapak Ir. Andi Yusuf , MP yang telah membimbing dan memberikan saran sehingga membantu penulis dalam menyelesaikan penyusunan laporan ini.

4. Dosen Penguji, yaitu Ibu Eva Nurmarini, S.Hut, MP dan Bapak Dr. Ir. F. Dwi Joko Priyono, MP yang telah banyak memberikan saran untuk kesempurnaan laporan ini.

5. Ketua Program Studi Teknologi Hasil Hutan, yaitu Ibu Eva Nurmarini, S.Hut, MP

6. Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, yaitu Bapak Hamka, S.TP.,MP.,M.Sc 7. Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, yaitu Bapak Ir. Hasanudin,

(4)

penyempurnaan laporan ini. Penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat serta pengetahuan baru untuk adik-adik tingkat dan umumnya bagi Politeknik Pertanian Negeri Samarinda serta terlebih khusus bagi Program Studi Teknologi Hasil Hutan.

Samarinda, Mei 2016

(5)

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN PENGESAHAN ... i KATA PENGANTAR ... ii DAFTAR ISI ... iv DAFTAR TABEL ... ix DAFTAR GAMBAR ... x DAFTAR LAMPIRAN ... xi I. PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan Praktik Kerja Lapang (PKL) ... 2

C. Hasil Yang Diharapkan ... 2

II. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN ... 4

A. Tinjauan Umum Perusahaan ... 4

B. Manajemen Perusahaan ... 5

C. Lokasi dan Waktu Kegiatan Praktik Kerja Lapang ... 7

III. HASIL PRAKTIK KERJA LAPANG... 8

A. Persiapan Bahan Baku ... 8

1. Penggergajian ... 8

a. Tujuan ... 8

b. Dasar Teori ... 8

c. Alat dan Bahan ... 8

d. Prosedur Kerja ... 8

e. Hasil yang dicapai ... 8

f. Pembahasan ... 9

2. Pengawetan ... 9

a. Tujuan ... 9

b. Dasar Teori ... 9

c. Alat dan Bahan ... 9

d. Prosedur Kerja ... 10

e Hasil yang dicapai ... 10

f. Pembahasan ... 10

3. Pengeringan ... 10

a. Tujuan ... 10

b. Dasar Teori ... 10

c. Alat dan Bahan ... 11

d. Prosedur Kerja ... 11

e. Hasil Yang dicapai ... 11

f. Pembahasan ... 11

B. Pengolahan ... 12

1. Pembentukan ... 12

a. Tujuan ... 12

(6)

c. Alat dan Bahan ... 12

d. Prosedur Kerja ... 13

e. Hasil yang dicapai ... 13

f. Pembahasan ... 13

2. Pembubutan ... 14

a. Tujuan ... 14

b. Dasar teori ... 14

c. Alat dan bahan ... 14

d. Prosedur kerja ... 14

e. Hasil yang dicapai ... 15

f. Pembahasan ... 15 3. Penghalusan 1 ... 16 a. Tujuan. ... 16 ... 16 ... 16 ... 16

e. Hasil yang Dicapai.. ... 16

f. ... 17 4. Penghalusan 2 ... 17 a. ... 17 b. ... 17 c. ... 17 d. ... 17

e. Hasil yang dicapai.. ... 18

f. ... 18 5. Perangkaian... ... 18 a. Tujuan... 18 b. Dasar ... 18 c. ... 18 d. ... 18 e. ... 19 f. ... 19 C. Finishing ... 20 1. Pemberian Filler... 20 a. Tujuan ... 20 b. DasarTeori ... 20

c. Alat dan Bahan ... 20

d. Prosedur Kerja... 20

e. Hasil yang Dicapai ... 20

f. Pembahasan ... 21

2. Pendempulan 1 ... 21

a. Tujuan ... 21

b. Dasar Teori ... 21

c. Alat dan Bahan ... 21

d. Prosedur Kerja... 21

e. Hasil yang Dicapai ... 22

f. Pembahasan ... 22

3. Pengamplasan 1 ... 22

a. Tujuan ... 22

(7)

vi

c. Alat dan Bahan ... 22

d. Prosedur Kerja... 22

e. Hasil yang Dicapai ... 23

f. Pembahasan ... 23

4. Sanding Sealer 1 ... 23

a. Tujuan ... 23

b. Dasar Teori ... 23

c. Alat dan Bahan ... 23

d. Prosedur Kerja... 24

e. Hasil yang Dicapai ... 24

f. Pembahasan ... 24

5. Pendempulan 2 ... 24

a. Tujuan ... 24

b. Dasar Teori ... 24

c. Alat dan Bahan ... 25

d. Prosedur Kerja ... 25

e. Hasil yang dicapai ... 25

f. Pembahasan ... 25

6. Pengamplasan 2 ... 25

a. Tujuan ... 25

b. Dasar teori ... 25

c. Alat dan bahan ... 26

d. Prosedur kerja ... 26

e. Hasil yang dicapai ... 26

f. Pembahasan ... 26 7. Sanding Sealer 2 ... 26 a. Tujuan. ... 26 ... 26 ... 27 ... 27

e. Hasil yang Dicapai.. ... 27

f. ... 28 8. Pengamplasan 3 ... 28 ... 28 ... 28 ... 28 d. ... 28

e. Hasil yang dicapai.. ... 28

f. ... 28 9. Pewarnaan... ... 29 a. Tujuan.. ... 29 ... 29 ... 29 ... 29 ... 30 f. ... 30 10. Clear / Coating ... 30 ... 30 ... 30 c. Alat ... 30

(8)

... 31

e. Hasil yang dicapai... 31

... 31 C. Pengepakan ... 32 Pengepakan... ... 32 a. Tujuan.. ... 32 ... 32 ... 32 ... 32 e. Hasil ... 33 ... 33

IV. KESIMPULAN DAN SARAN ... 34

A. Kesimpulan ... 34

B. Saran ... 34

DAFTAR PUSTAKA ... 35

(9)

viii

DAFTAR TABEL

Nomor Tubuh utama Halaman

(10)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Tubuh utama Halaman

1. Plakat Penghargaan dan Dudukan Piala ... 6

2. Tempat Lilin Dan Nampan ... 6

3. Plakat Penghargaan Tugu Pedang ... 19

4. Plakat Penghargaan Tugu Layar Kotak ... 19

Lampiran Nomor Tubuh utama Halaman 1. Struktur Organisasi UD. Evia Craft Production ... 37

2. Lay Out Proses Produksi UD. Evia Craft Production ... 38

3. Pembelian kayu gelondong ... 39

4. Proses pembelahan kayu ... 39

5. Proses pemberian bahan pengawet ... 40

6. Proses memasukan kayu kedalam bak ... 40

7. Proses menyerut pinggiran kayu ... 41

8. Proses membelah kayu gergajian ... 41

9. Proses menyerut permukaan kayu ... 42

10. Proses pemotongan sesuai ukuran Panjang produk ... 42

11. Proses pembuatan pola ... 43

12. Proses membentuk kayu dengan mesin jigsaw ... 43

13. Proses pemberian profile ... 44

14. Proses pembubutan kayu ... 44

15. Proses mengamplasan sisi kayu ... 45

(11)

x

17. Proses menyatukan bodi dan dudukan ... 46

18. Proses pemberian filler ... 46

19. Proses pendempulan ... 47

20. proses pengamplasan produk mentah ... 47

21. Proses penyemprotan Sanding sealer ... 48

22. Proses pemberian warna kayu ... 48

23. Proses pemberian Clear ... 49

(12)

manusia. Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi

handycraft tidak hanya digunakan untuk skala pemakaian dalam rumah tangga

tetapi sudah mulai masuk industri dan diekspor ke luar negeri.

Untuk mengantisipasi tuntutan atau kebutuhan serta kemajuan di masa

yang akan datang, maka diperlukan upaya pembangunan industri handycraft

yang terampil dan berinovasi baik yang memiliki skala produksi besar, menengah

ataupun skala kecil (home industry).

Bahan baku kayu sudah semakin berkurang sehingga banyak

pabrik-pabrik kayu telah ditutup dan dikarenakan bahan baku tidak lagi mampu

mencukupi kebutuhan produksi, hanya sedikit perusahaan yang mampu

bertahan. Keadaan ini menyebabkan industri perkayuan tidak lagi dapat

diharapkan untuk mendukung perekonomian seperti dahulu.

Bahkan beberapa pabrik tidak lagi bisa menerima mahasiswa untuk

melaksanakan PKL di perusahaannya. Akan tetapi peluang lain masih terbuka

lebar dari sektor industri kerajinan, karena bahan bahan baku bisa dari kayu

dalam jumlah kecil, limbah kayu, dan bahan kayu dari limbah non kayu.

Kegiatan PKL yang dilaksanakan pada semester akhir merupakan salah

satu rangkaian utama pelaksanaan pendidikan di Politeknik Pertanian Negeri

Samarinda. Kegiatan PKL dimaksudkan agar para mahasiswa mendapatkan

pengalaman yang lebih nyata dalam dunia kerja bahkan boleh menjadi

gambaran untuk membuka peluang usaha baru untuk masa-masa setelah

(13)

2

Produk kerajinan merupan salah satu peluang usaha yang selalu

berkembang sehingga pengetahuan tentang proses pembuatan produk produk

kerajinan menjadi begitu penting dan menarik untuk dipelajari dengan tetap

disesuaikan dengan disiplin ilmu yang telah dipelajari sehingga mahasiswa

mendapatkan pengalaman dan pengertian sesuai dengan bidang keahliannya.

Usaha dagang (UD) Evia Craft Production Bantul Yogyakarta merupakan usaha

perdagangan yang tujuannya mendapatkan keuntungan dan mengembangkan

produk kerajianan.

Dengan pengalaman PKL di UD Evia Craft Production ini diharapkan para

mahasiswa mampu mengaitkan antar pengetahuan akademik teknologi hasil

hutan dengan pengetahuan praktis tentang kerajinan dan mampu menghimpun

data mengenai suatu kajian pokok dalam bidang keahliannya.

B. Tujuan Praktik Kerja Lapang (PKL)

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan praktik kerja lapang ini adalah agar

mahasiswa lebih memahami prinsip kerja kegiatan industri kerajinan kayu solid

dan industri kerajinan kayu lainnya, memiliki pengetahuan teknis dan

keterampilan praktis tertentu, pengetahuan untuk menambah kepercayaan diri,

melatih menggunakan daya nalar terhadap kegiatan di lapangan, disamping itu

juga memahami penggunaan alat sarana yang lainnya dalam tahapan industri

kerajinan kayu.

C. Hasil yang Diharapkan

Diharapkan setelah mahasiswa selesai melaksanakan Praktik Kerja

Lapang (PKL) ini dapat menambah pengalaman dan memperluas ilmu

(14)

kegiatan di lapangan, sehingga dapat membandingkan antara teori yang diterima

(15)

BAB II

KEADAAN UMUM PERUSAHAAN

A. Tinjauan Umum Perusahaan

1. Sejarah singkat UD. Evia Craft Production

Suwardi merintis usaha UD. Evia Craft Production sejak tahun 1989

dan mulai mengembangkan ke pasar ekspor pada tahun 2002. UD. Evia Craft

Production memiliki luas areal 0.575 Ha dan usaha dagang milik Suwardi ini

mengolah kayu sonokeling (Dalbergia latifolia) dan mahoni (Swietenia

mahagoni) menjadi berbagai macam kerajinan yang disukai konsumen lokal

maupun luar negeri. Sampai saat ini, ratusan model telah diproduksi UD. Evia

Craft Production dengan memperhatikan selera dan perkembangan pasar.

UD. Evia Craft Production mulai merambah pasar ekspor setelah bekerjasama

dengan salah satu pedagang (trader) di Yogyakarta.

Produk UD. Evia Craft Production telah mencapai puluhan jenis

dengan berbagai macam model. Untuk lokal, UD . Evia Craft Production

memproduksi berbagai jenis souvenir dengan berbagai bentuk. Sedangkan

untuk produk ekspor, UD. Evia Craft Production memproduksi berbagai

macam asesoris hotel. Sonokeling dan mahoni menjadi pilihan Suwardi

karena serat dan warna kayu yang disukai konsumen luar negeri. Untuk

mempertahankan tampilan kayu, Suwardi menggunakan cat waterbase

sehingga aman untuk produk peralatan makanan dan juga cat dengan

(16)

2. Struktur organisasi UD. Evia Craft Production terdiri dari:

a. Pemilik

b. Pembimbing

1. Kepala Bagian Persiapan Bahan Baku

2. Kepala Bagian Pengolahan

3. Kepala B agian Finishing

4. Kepala B agian Pengepakan

c. Sekretaris

d. Bendahara

e. Karyawan

Untuk lebih jelas dapat di lihat di lampiran pada gambar 3: halaman 37

untuk struktur organisasi UD. Evia Craft Production

3. Ketenagakerjaan

UD. Evia Craft Production memiliki jumlah karyawan sebanyak 17

orang, terdiri dari 12 orang laki-laki dan 5 orang perempuan.

Tabel 1. Daftar Jumlah Karyawan Menurut Tingkat Pendidikan

Pekerja Jumlah SD SMP SMA

Laki-laki 12 2 8 2

Perempuan 5 1 3 1

Jumlah 17 3 11 3

B. Manajemen Perusahaan

1. Bahan Baku

Suwardi selaku pemilik membeli bahan baku berupa potongan kayu

gelondong dengan ukuran 1-4 meter dengan harga Rp.1.000.000

2.000.000/Satu Truk kecil dari Wonosari, Piyungan dan Dling o yang letaknya

masih dalam wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Potongan

(17)

?

relatif lebih murah. Bahan kayu tersebut oleh pemilik dikombinasi dengan

bahan lain yaitu kertas, bambu, rotan, fiber, kaca dan lain-lain menjadi produk

bernilai jual tinggi.

2. Produk yang di hasilkan:

Untuk Lokal:

1. Plakat piagam/penghargaan

2. Dudukan piala

3. Rekal

4. Papan nama

Gambar 1: Plakat Penghargaan dan Dudukan Piala

Untuk ekspor:

1. Tempat lilin

2. Kotak perhiasan

3. Nampan

4. Mangkok

(18)

Gambar 2: Tempat Lilin dan Nampan

3. Pemasaran

Pemasaran produk kayu ini untuk pasar lokal ke Jogja, Magelang,

Semarang, Solo, Purwokerto, Bali, Jakarta dan Kalimantan. UD. Evia Craft

Production juga memasarkan produknya secara rutin bekerjasama dengan

beberapa pedagang (trader) keberbagai negara. Inggris, Amerika, Jepang,

Jerman, Australia dan negara-negara di ASEAN dari UD. Evia Craft

Production.

C. Lokasi dan Waktu Kegiatan PKL

1. Lokasi

Tempat Praktik Kerja Lapang (PKL) berlokasi di Dusun Cempluk, RT

02, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah

Istimewa Yogyakarta. Jarak dari Yogyakarta ke UD. Evia Craft Production

melalui jalan darat memakan waktu 1 jam atau 22 km.

2. Waktu

Kegiatan Prakt ik Kerja Lapang (PKL) di UD. Evia Craft Production ini

dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 3 Mei 2016 dengan waktu kerja mulai

pukul 08.00 WIB - 14.00 WIB, ada waktu istirahat pada pukul 12:00 13:00

(19)

BAB III

HASIL PRAKTIK KERJA LAPANG

A. Persiapan Bahan Baku

1. Penggergajian

a. Tujuan

Membelah log/gelondong menjadi beberapa bagian dengan

ukuran berbeda-beda sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

b. Dasar Teori

Kayu gelondong yang akan digergaji adalah kayu Sonokeling dan

Mahoni yang sudah dipilih oleh pekerja dari penggergajian itu sendiri.

Pekerja dari penggergajian akan memilih langsung kayu gelondong yang

ada, Panjang kayu yang akan digergaji adalah 1 - 4 meter, dengan kayu

berbentuk papan dan balok dengan ukuran tertentu.

c. Alat dan Bahan

1. Gergaji pembelah (circular saw)

2. Chain saw

3. Penggaris

4. Kayu Gelondong (Sonokeling dan Mahoni)

d. Prosedur Kerja

1. Pilih dan potong kayu gelondong yang akan digergaji yaitu kayu

Sonokeling atau Kayu Mahoni

2. Lalu gergaji sedikit pada kedua sisi kayu gelondong untuk

mengambil sisi lurus dan sisi rata pada kayu menggunakan circular

saw

3. Kemudian gergaji/belah kayu sesuai dengan ukuran yang telah di

(20)

e. Hasil yang Dicapai

Papan dan balok dengan masing-masing ukuran yang telah

ditentukan yaitu 1 x 15 x 100 cm, 2 x 15 x 400 dan 3 x 15 x 400 cm.

f. Pembahasan

Dari hasil penggergajian yaitu berupa papan dan balok dengan

ukuran yang berbeda. Sedangkan sisa penggergajian dan serbuk

gergajian yang tidak dipakai dapat digunakan untuk bahan bakar

pengovenan.

2. Pengawetan

a. Tujuan

Tujuan dari pengawetan kayu adalah untuk mencegah serangan

serangga/organisme maupun jamur perusak kayu.

b. Dasar Teori

Pengawetan/Pengobatan kayu adalah suatu proses memasukkan

bahan pengawet ke dalam (pori-pori) kayu sehingga menembus

permukaan kayu setebal beberapa mm ke dalam daging kayu. Dengan

tujuan meningkatkan daya tahan kayu terhadap organisme perusak kayu

sehingga dapat memperpanjang masa pakai kayu (Anonim, 1997). Bahan

pengobatan kayu, yaitu bahan kimia tunggal atau campuran yang dapat

mencegah kerusakan kayu terhadap salah satu atau kombinasi antara

pelapukan (decay), rayap (termite), binatang laut penggerek kayu (marine

borer), cuaca (weathering), penyerapan air dan reaksi kimia.

c. Alat dan Bahan

1. Sekop

(21)

??

3. Ember

4. Bahan Pengawet (Termikon)

5. Air

6. Kayu gergajian dengan ukuran 1 x 15 x 100 cm, 2 x 15 x 400 dan 3

x 15 x 400 cm.

7. Batu

d. Prosedur Kerja

1. Kayu gergajian dengan ukuran 1 x 15 x 100 cm, 2 x 15 x 400 dan 3

x 15 x 400 cm disiapkan yang akan diberi bahan pengawet

2. Bak di isi dengan air sebanyak 580 liter air

3. Obat dicampur ke dalam bak yang telah diisi air dengan 4 botol (400

ml) bahan pengawet, lalu aduk sampai bahan pengawet dan air

tercampur rata

4. Lalu dimasukkan kayu gergajian ukuran 1 x 15 x 100 cm, 2 x 15 x

400 dan 3 x 15 x 400 cm kedalam bak yang telah diisi air dan

dicampur obat sampai bak penuh, lalu dikasih batu/pemberat diatas

tumpukan kayu agar kayu tenggelam dalam air sehingga kayu

dapat menyerap obat secara merata, dan direndam selama 24 jam

e. Hasil yang Dicapai

Kayu lebih awet atau tahan lama dan terhindar dari serangan

rayap atau perusak kayu lainnya.

f. Pembahasan

Dengan pemberian obat pada kayu dapat mempertinggi hasil

produksi, dalam hal ini meningkatkan daya tahan kayu terhadap

(22)

dipakai lebih lama oleh konsumen atau bahkan dapat memenuhi

persyaratan untuk penggunaan tertentu yang lebih berarti.

3. Pengeringan

a. Tujuan

Tujuan proses pengeringan adalah untuk mengeluarkan kadar air

yang terdapat di dalam kayu. Kadar air kayu memberikan pengaruh besar

terhadap pemakaian kayu.

b. Dasar Teori

Pengeringan kayu adalah suatu proses pengeluaran air dari dalam

kayu hingga mencapai kadar air yang seimbang dengan lingkungan

dimana kayu akan digunakan tanpa menurunkan kualitas kayu tersebut.

c. Alat dan Bahan

1. Mesin Pengering

2. Sarung Tangan

3. Serbuk gergajian (bahan bakar)

4. Kayu pembatas/sekat dengan ukuran 1 x 2 x 3

5. Kayu Gergajian 1 x 15 x 100 cm, 2 x 15 x 400 dan 3 x 15 x 400 cm.

d. Prosedur Kerja

1. Kayu disiapkan yang sudah dikeluarkan dari bak perendaman

2. Kayu dimasukkan dan disusun ke dalam oven serta diberi

sekat/pembatas berupa kayu kayu kecil dengan ukuran 1 x 2 x 3 cm

antara kayu satu dan kayu yang lainnya, agar panas pada saat kayu

di oven bisa panas merata

(23)

??

4. Untuk kayu yang tidak terlalu basah dapat langsung di keringkan di

bawah sinar matahari langsung tanpa harus di oven, dengan cara

disusun di tempat yang terbuka dan diberi sekat/pembatas berupa

kayu kayu kecil dengan ukuran 1 x 2 x 3 cm antara kayu satu dan

kayu lainnya agar kayu dapat kering merata

e. Hasil yang Dicapai

1. Membebaskan kayu dari serangan jamur kayu

2. Menstabilkan dimensi kayu, sehingga kayu tidak akan lagi

mengalami perubahan bentuk, retak maupun pecah

3. Menjadikan warna kayu menjadi lebih cerah

4. Memudahkan kayu pada saat di berikan warna kayu

f. Pembahasan

Kayu di oven selama satu minggu untuk mengurangi kadar air

yang terdapat pada kayu karena jika kadar air pada kayu terlalu banyak

akan mempengaruhi proses pengerjaan kayu itu sendiri. Sementara

dalam proses pengeringan ini sendiri bahan bakar yang digunakan

adalah limbah berupa serbuk gergajian dari kayu Sonokeling dan

Mahoni yang tidak dapat digunakan lagi. Saat proses pengeringan

bahan bakar akan selalu ditambah agar suhu tidak berubah untuk

(24)

B. Pengolahan

1. Pembentukan

a. Tujuan

Pembentukan bertujuan untuk menentukan ukuran lebar, panjang,

dan tebal kayu yang akan dijadikan produk serta mengerjakan kayu

sesuai dengan model dan bentuk produk yang akan dibuat.

b. Dasar Teori

Pembentukan adalah proses melakukan perubahan bentuk pada

benda kerja dengan cara memberikan gaya luar sehingga terjadi

perubahan bentuk pada sebuah kayu yang akan dijadikan produk dan

menjadi lebih indah dan memiliki model sesuai dengan produk yang akan

dibuat.

c. Alat dan Bahan

1. Mesin planer

2. Mesin gergaji pembelah

3. Mesin ketam tangan

4. Mesin gergaji pemotong

5. Mesin jigsaw

6. Mesin router/profile

7. Mal/contoh produk

8. Kunci pas

9. Penggaris dan Siku

10. Spidol

11. Kayu gergajian dengan ukuran 1 x 15 x 100 cm, 2 x 15 x 400 dan 3

(25)

??

d. Prosedur Kerja

1. Pilih dan ukur kayu gergajian Sonokeling atau Mahoni sesuai

dengan ketebalan kayu pada contoh produk yang akan dibuat

2. Kayu gergajian diserut pada salah satu pinggirnya untuk mengambil

sisi lurus pada salah satu sisinya

3. Diukur panjang dan lebar unutuk dudukkan dan bodi sesuai contoh

produk yang akan dibuat

4. Kayu dibelah sesuai dengan ukuran lebar bodi dan lebar dudukan

produk yang telah ditentukan

5. Kedua permukaan diserut/dipasah pada masing-masing kayu yang

sudah dibelah

6. Kayu dipotong sesuai ukuran panjang bodi dan panjang dudukan

produk yang telah ditentukan

7. Untuk potongan kayu yang akan dijadikan bodi produk digambar

pada salah satu permukaannya dengan bentuk pola menggunakan

mal/contoh, sesuai dengan model produk yang akan dibuat

8. Kayu dipotong sesuai dengan bentuk pola yang telah digambar

menggunakan mesin jigsaw, jika pada bagian bodi hanya bagian

atas atau samping yang memiliki lekukan, untuk bagian yang lurus

pada bodi bisa dipotong menggunakan circular saw

9. Masing-masing dudukan dan bodi diprofile sesuai motif atau variasi

pada contoh produk yang dibuat, jika bodi dan dudukan perlu

(26)

e. Hasil yang Ingin Di capai

Kayu dengan berbagai model/bentuk dan ukuran sesuai dengan

contoh model yang dibuat.

f. Pembahasan

Pada proses pembentukan kayu harus memperhatikan prosedur

kerja agar proses membentuk kayu tidak terlalu memakan banyak waktu

serta faktor keamanan pada saat membentuk kayu tidak terlalu berisiko

kecelakaan.

2. Pembubutan

a. Tujuan

Untuk mengolah kayu menjadi silindris dengan model dan bentuk

produk yang akan di buat

b. Dasar Teori

Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang

sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian

dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan

sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut

gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak

umpan.

c. Alat dan Bahan

1. Mesin bubut

2. Gergaji pemotong

3. Circular saw

4. Ketam tangan

(27)

?? 6. Kunci pas 7. Jangka 8. Tukul 9. Penggaris 10. Paku 11. Oli

12. Kertas amplas no P. 100 dan P. 150/180

13. Kayu Sonokeling atau Mahoni

d. Prosedur Kerja

1. Mempersiapkan kayu Sonokeling atau Mahoni

2. Dipilih dan diukur lebar, tebal, dan panjang kayu Sonokeling atau

Mahoni yang akan dibubut sesuai dengan ukuran contoh produk

yang akan di buat

3. Dibelah atau diserut pada bagian pinggir kayu sehingga kayu

berbentuk persegi 8

4. Garis/titik tengah dicari pada kayu menggunakan jangk a, dan di

tandai dengan cara dilubangi dengan paku pada kedua ujung kayu

yang akan dibubut

5. Kayu dipasang pada mesin bubut, lalu diberi oli pada salah satu

ujung kayu agar mesin dapat memutar kayu dengan mudah

6. Kemudian kayu dibubut sampai bulat, lalu buat pola pada kayu

menggunakan jangka sesuai ukuran dan model produk yang akan

dibuat

7. Lalu bubut kayu sesuai dengan pola dan model contoh produk yang

(28)

8. Setelah selesai dibentuk kayu langsung diamplas dengan kertas

amplas no P. 100 untuk menghilangkan bagian yang kasar dan

serat yang menonjol pada kayu, kemudian diamplas lagi

menggunakan kertas amplas P. 150/180 untuk menghaluskan kayu

yang dibubut sehingga kayu menjadi halus dan rata

e. Hasil yang Dicapai

1. Tempat lilin 2. Mangkok 3. Gelas 4. Piala 5. Piring f. Pembahasan

Dalam menyiapkan kayu untuk dibubut, sebaiknya dipilih kayu

yang tidak cacat, (misalnya : retak, ada matanya, dimakan hama, kayu

bekasyang masih ada pakunya). jika memakai kayu cacat pasti hasilnya

tidak bagus dan berbahaya bagi yang membubut karena kayu dapat

terpelanting.

3. Pengamplasan 1

a. Tujuan

Untuk menghilangkan serat yang menonjol keluar dan bekas pisau

yang terdapat pada sisi kayu saat pemotongan dan pembelahan kayu

sehingga kayu halus dan rata.

b. Dasar Teori

Pengamplasan adalah kegiatan untuk mengikis atau permukaan

(29)

benda-??

benda menj adi lebih halus dengan cara menggosokkan salah satu

permukaan amplas yang telah ditambahkan bahan yang kasar kepada

permukaan benda tersebut.

c. Alat dan Bahan

1. Mesin amplas meja

2. Kertas amplas P. 150

3. Kayu (Sonokeling atau Mahoni)

4. Serbuk kayu halus

5. Lem korea (Alteco)

d. Prosedur Kerja

1. Bahan disiapkan yang akan di amplas

2. Jika terdapat lubang atau pecah pada sisi kayu sebelum dilakukan

pengeleman tutup dengan serbuk kayu yang halus lalu dilem,

untuk mengurangi kerusakan/cacat pada sisi kayu

3. Lalu amplas masing-masing sisi kayu yang akan dijadikan produk

serta lekukan yang terdapat pada kayu sehingga menjadi halus

dan rata

e. Hasil yang Dicapai

Sisi kayu menjadi halus dan rata tanpa meninggal serat yang

menonjol dan menghilangkan bagian yang kasar pada kayu.

f. Pembahasan

Pada proses ini yang perlu diperhatikan adalah kertas amplas

yang digunakan dan teknik mengamplas sisi kayu yang perlu dilakukan

(30)

4. Pengamplasan 2

a. Tujuan

Untuk menghilangkan serat yang menonjol keatas dan bekas

pisau saat kayu diserut/pasah pada permukaan kayu sehingga kayu

menjadi halus dan rata.

b. Dasar Teori

Pengamplasan adalah kegiatan untuk mengikis atau

menghaluskan permukaan benda kerja dengan cara digosokkan dan

membuat permukaan benda-benda menjadi lebih halus dengan cara

menggosokkan salah satu permukaan amplas yang telah ditambahkan

bahan yang kasar kepada permukaan benda tersebut.

c. Alat dan Bahan

1. Mesin amplas tangan

2. Kertas amplas P. 100

3. Kayu (Sonokeling atau Mahoni)

4. Serbuk kayu halus

5. Lem korea

d. Prosedur Kerja

1. Alat dan bahan disiapkan yang akan diamplas

2. Jika terdapat lubang atau pecah pada sisi kayu sebelum dilakukan

pengamplasan tutup dengan serbuk kayu yang halus lalu di lem,

untuk mengurangi kerusakan/cacat pada sisi kayu

3. Kedua permukaan kayu diamplas yang akan dijadikan bodi produk

(31)

??

saja, dan amplas permukaan kayu sesuai dengan arah serat

sehingga menjadi halus dan rata

e. Hasil yang Dicapai

Permukaan kayu menjadi halus dan rata tanpa ada serat yang

menonjol keatas.

f. Pembahasan

Pada proses ini yang perlu diperhatikan adalah kertas amplas

yang digunakan dan cara mengamplas permukaan kayu harus sesuai

dengan arah serat kayu agar mendapatkan hasil yang maksimal.

5. Perangkaian

a. Tujuan

Untuk menyatukan dan menggabungkan kayu satu dan kayu

lainnya untuk dijadikan produk.

b. Dasar Teori

Perangkaian adalah proses menyatukan satu jenis produk dengan

pelengkap produk yang di satukan dengan perakat sehingga berbentuk

suatu produk mentah.

c. Alat dan Bahan

1. Mesin bor tangan

2. Tukul

3. Paku

4. Tang

5. Lem korea

6. Kayu/produk

(32)

d. Prosedur Kerja

1. Bahan yang akan dirangkai disiapkan

2. Setiap dudukan direkatkan jika produk memiliki dua jenis dudukan

lalu dilem

3. Paku dipasang jika salah satu dudukkan memiliki tebal lebih dari 2

cm, kemudian potong bagian atas paku menggunakan tang

4. Bor bagian bawah bodi yang akan dijadikan produk untuk

disatukan dengan dudukan produk agar bodi produk tidak pecah

saat disatukan

5. Lalu bodi disatukan dengan dudukan yang telah di pasang paku,

lalu berikan sedikit bubuk kayu di antara bodi dan dudukan

kemudian di lem hingga rata agar tidak lepas

e. Hasil yang Ingin Dicapai

Produk mentah dengan berbagai model dan bentuk sesuai

dengan contoh produk yang di buat.

(33)

??

f. Pembahasan

Dalam perangkaian kayu harus dengan ketelitian pada proses pemasangan paku yang harus berada tepat pada bagian tengah dudukan kayu karena akan mempengaruhi proses selanjutnya

C. Finishing

1. Pemberian Filler

a. Tujuan

Untuk mengisi, menutup pori-pori, dan celah-celah yang terdapat

pada kayu.

b. Dasar Teori

Wood filler adalah pengisi pori-pori kayu yang memiliki daya isi ke

dalam pori-pori (pore filling ability) yang baik, mudah diamplas dan cepat

kering tanpa harus menunggu lama.

c. Alat dan Bahan

1. Kuas 2. Kaleng kosong 3. Air Nailer 4. Wood filler 5. Tinner 6. Kayu/produk d. Prosedur Kerja

1. Disiapkan tempat dan bahan yang akan diberi filler

2. Wood filler dicampur dengan tinner secukupnya lalu aduk sampai

(34)

3. Kemudian oles pada produk sampai merata, jika bagian depan

produk akan ditempelkan plat untuk bagian tengahnya tidak perlu

diberi filler

4. Lalu dijemur selama 5 menit sampai wood filler kering

5. Kemudian tembak dengan paku pada bagian produk yang belum

dipaku

e. Hasil yang Dicapai

Pori-pori pada kayu terisi penuh dan kayu tidak akan berubah

bentuk sehingga proses selanjutnya lebih maksimal.

f. Pembahasan

Pada proses pemberian filler perlu diperhatikan adalah keenceran

wood filler jika wood filler terlalu encer dan kental maka hasilnya kurang

maksimal.

2. Pendempulan 1

a. Tujuan

Untuk menutupi cacat dan kerusakan yang terdapat pada kayu

seperti lubang akibat gigitan serangga, pecah/retak, dan bagian kasar

pada saat kayu di olah.

b. Dasar Teori

Suatu kegiatan perbaikan terhadap permukaan dan sisi kayu dari

cacat alami maupun cacat teknis dengan menggunakan dempul.

c. Alat dan Bahan

1. Scrap

2. Kaleng kosong

(35)

??

4. Tinner

5. Produk mentah

d. Prosedur Kerja

1. Bahan disiapkan yang akan di dempul

2. Jika dempul terlalu kental tambahkan tinner secukupnya agar

dempul tidak terlalu kental, lalu aduk hingga rata

3. Bila terdapat retak dan lubang besar pada kayu tutup dengan

serbuk kayu dan dilem terlebih dahulu

4. Kemudian dempul dioles ke bagian yang cacat seperti lubang

bekas gigitan serangga, pacah/retak, dan bagian yang kasar

sampai kerusakan dan cacat yang terdapat pada kayu tertutup

rata

5. Lalu dijemur selama 5 menit sampai dempul kering merata

e. Hasil yang Dicapai

Kayu menjadi rata dan tidak terdapat cacat atau rusak pada kayu

yang akan dijadikan produk sehingga proses finishing kayu mendapat

hasil yang maksimal.

f. Pembahasan

Dempul yang digunakan adalah dempul yang memiliki kekentalan

dan warna dempul yang disesuaikan dengan warna dan jenis kayu.

3. Pengamplasan 1

a. Tujuan

Untuk menghaluskan kayu dan meratakan bagian kayu yang

didempul agar kayu menjadi rata dan tidak terdapat bekas bercak dempul

(36)

b. Dasar Teori

Pengamplasan adalah kegiatan untuk mengikis atau

menghaluskan permukaan benda kerja dengan cara digosokkan dan

membuat permukaan benda-benda menjadi lebih halus dengan cara

menggosokkan salah satu permukaan amplas yang telah ditambahkan

bahan yang kasar kepada permukaan benda tersebut.

c. Alat dan Bahan

1. Mesin amplas tangan (sander)

2. Kertas amplas no P. 150/180

3. Kayu/produk

d. Prosedur Kerja

1. Disiapkan bahan yang akan diamplas

2. Lalu diamplas produk dengan mesin sesuai dengan arah serat

kayu sehingga produk benar-benar halus dan rata tanpa

meninggalkan bercak bekas dempul

3. Kemudian diamplas secara manual pada bagian produk yang

terjangkau dengan mesin dan pada pinggiran kayu sampai halus

e. Hasil yang Dicapai

Dempul pada kayu menjadi rata dan kayu menjadi halus dan licin.

f. Pembahapsan

Pengamplasan pada kayu harus sesuai dengan arah serat kayu

(37)

??

4. Sanding Sealer 1

a. Tujuan

Untuk menutup dan merapatkan pori-pori yang terdapat pada kayu

sehingga membentuk suatu dasar yang padat, keras dan halus .

b. Dasar Teori

Sanding sealer merupakan sebagai alas untuk pengecatan kayu.

Untuk lebih menutup dan merapatkan pori -pori kayu, mencegah

peresapan top coat ke dalam kayu, serta mempunyai daya tutup pori-pori

yang besar, mudah diampelas, cepat kering, keras tapi fleksibel dan tidak

mudah retak.

c. Alat dan Bahan

1. Spet/spray gun 2. Kompresor 3. Selang 4. Sendok 5. kaleng kosong 6. Kayu/Produk mentah

7. Sanding sealer impra NC 141

8. Sanding sealer impra melamine 9. Tinner

10. Impra Hardener

d. Prosedur Kerja

1. Disiapkan alat dan bahan yang akan di berikan sanding sealer

2. Dicampur sanding sealer impra NC (nitrocellulose) 141 dengan

(38)

1 liter tinner (1:1). Jika menggunakan sanding sealer impra

melamine dengan komposisi = 1 liter sanding sealer impra melamine : 1,5 liter tinner (1:1,5) : Hardener secukupnya, lalu aduk

sampai bahan tercampur rata

3. Sebelum diberikan sanding sealer terlebih dahulu produk di

jemur/panaskan sampai kayu hangat

4. Kemudian disemprotkan sanding sealer ke produk dari bagian atas

ke bawah sampai merata, jika bagian depan produk akan

ditempelkan plat untuk bagian di tengahnya tidak perlu diberi

sanding sealer

5. Kayu/produk dijemur selama 5 menit sampai sanding sealer kering

e. Hasil yang Dicapai

Serat kayu tetap terjaga dan pori-pori kayu tertutup dan menjadi

rapat sehingga permukaan kayu lebih terlindungi.

f. Pembahasan

Yang perlu diperhatikan diproses ini adalah saat penyemprotan

sanding sealer yang harus rata, jika sanding sealer tidak rata maka

(39)

??

5. Pendempulan 2

a. Tujuan

untuk menutupi cacat dan kerusakan yang terlihat setelah kayu di

sanding sealer.

b. Dasar Teori

Pendempulan adalah suatu kegiatan perbaikan ulang terhadap

permukaan dan sisi kayu dari pengampelasan yang tak rata, dempul yang

tidak merata dan lubang kecil yang belum didempul.

c. Alat dan Bahan

1. Scrap

2. Kaleng kosong

3. Wood filler/Dempul

4. Kaypu/produk

d. Prosedur Kerja

1. Disiapkan bahan yang akan didempul ulang

2. Lalu produk dioles dempul pada permukaan kayu yang masih terlihat

lubang kecil, retak, kasar, dan tidak rata pada permukaan kayu

setelah dilakukan sanding sealer sampai tertutup rata

3. Lalu kayu dijemur sampai dempul kering merata

e. Hasil yang Dicapai

Kayu menjadi rata dan tidak terdapat cacat atau rusak pada kayu

yang akan dijadikan produk sehingga proses selanjutnya kayu mendapat

(40)

f. Pembahasan

Pada proses ini diperlukan ketelitian pada saat pemberian dempul

ulang pada bagian yang cacat atau bagian yang belum rata untuk

mendapatkan hasil yang maksimal.

6. Pengamplasan 2

a. Tujuan

Untuk meratakan dan menghaluskan dempul dan sanding sealer

pada kayu.

b. Dasar Teori

Pengamplasan adalah kegiatan untuk mengikis atau

menghaluskan permukaan benda kerja dengan cara digosokkan dan

membuat permukaan benda-benda menjadi lebih halus dengan cara

menggosokkan salah satu permukaan amplas yang telah ditambahkan

bahan yang kasar kepada permukaan benda tersebut.

c. Alat dan Bahan

1. Mesin amplas tangan (sander)

2. Kertas amplas no P 240

3. Kayu/produk

d. Prosedur Kerja

1. Disiapkan bahan yang akan diamplas

2. Lalu diamplas kayu dengan mesin sesuai dengan arah serat kayu

sehingga kayu halus dan rata tanpa ada bekas dempul yang

tertinggal

3. Kemudian diamplas secara manual pada bagian produk yang

(41)

??

e. Hasil Yang Dicapai

Kayu menjadi lebih halus, rata dan licin.

f. Pembahasan

Pengamplasan pada kayu harus sesuai dengan arah serat kayu

dan menggunakan kertas amplas yang telah di tentukan.

7. Sanding Sealer 2

a. Tujuan

Untuk mempertebalkan sanding sealer pertama dan sebagai cat

dasar pada kayu yang akan dijadikan produk.

b. Dasar Teori

Sanding sealer merupakan sebagai alas untuk pengecatan kayu.

Untuk lebih menutup dan merapatkan pori-pori kayu dan mencegah

peresapan top coat ke dalam kayu, serta mempunyai daya tutup pori-pori

yang besar, mudah diampelas, cepat kering, keras tapi fleksibel dan tidak

mudah retak.

c. Alat dan Bahan

1. Spet/Spray gun 2. Kompresor 3. Selang 4. Sendok 5. kaleng kosong 6. Kayu/produk mentah

7. Sanding sealer impra NC 141 8. Sanding sealer impra melamine 9. Tinner

(42)

10. Hardener

11. Kain

d. Prosedur Kerjaa

1. Disiapkan alat dan bahan yang akan di berikan sanding sealer

2. Dicampur sanding sealer impra NC (nitrocellulose ) 141 dengan

tinner, dengan komposisi= 1 liter sanding sealer impra NC 141 : 1

liter tinner (1:1). Jika menggunakan sanding sealer impra melamine,

dengan komposisi= 1 liter sanding sealer impra melamine : 1,5 liter

tinner (1:1,5) : Hardener secukupnya, lalu aduk sampai bahan

tercampur rata

3. Terlebih dahulu produk di jemur/panaskan sampai kayu hangat

supaya sanding sealer cepat kering

4. Sebelum disemprot dengan sanding sealer, kayu dibersihkan dengan

kain hingga bersih, kemudian semprotkan sanding sealer ke produk

dari bagian atas ke bawah sampai merata, jika bagian depan produk

akan ditempelkan plat untuk bagian di tengahnya tidak perlu diberi

sanding sealer

e. Hasil yang Dicapai

Sanding sealer pada kayu menjadi tebal dan rata.

f. Pembahasan

Yang perlu diperhatikan dalam proses ini adalah saat

penyemprotan sanding sealer yang harus tebal dan rata jika sanding

(43)

??

8. Pengamplasan 3

a. Tujuan

Untuk meratakan dan menghaluskan sanding sealer pada kayu

sebelum diberi warna.

b. Dasar Teori

Pengamplasan adalah kegiatan untuk mengikis atau

menghaluskan permukaan benda kerja dengan cara digosokkan dan

membuat permukaan benda-benda menjadi lebih halus dan rata dengan

cara menggosokkan salah satu permukaan amplas yang telah

ditambahkan bahan yang kasar kepada permukaan benda tersebut.

c. Alat dan Bahan

1. Kertas amplas no P. 360

2. Kayu/produk mentah

d. Prosedur Kerja

1. Siapkan bahan yang akan diamplas

2. Lalu amplas kayu/produk secara manual agar sanding sealer

menjadi rata dan halus

e. Hasil yang Dicapai

Sanding sealer pada kayu menjadi halus dan rata

f. Pembahasan

Pada proses ini kayu harus dihaluskan secara merata jika tidak

(44)

9. Pewarnaan

a. Tujuan

Untuk memberikan warna pada kayu serta untuk menyamakan

warna kayu jika kayu menggunakan warna natural.

b. Dasar Teori

Wood Stain adalah pewarna kayu dengan penampilan

warna-warna transparan yang cerah, tidak cepat pudar sehingga dapat

menonjolkan keindahan alami kayu. Sehingga kayu yang diberi warna

lebih indah dan menarik.

c. Alat dan Bahan

1. Spet/spray gun 2. Kompresor 3. Selang 4. Sendok 5. Kain 6. Kaleng kosong 7. Kayu/produk 8. Pewarna kayu 9. Clear dof/impra NC -141 d. Prosedur Kerja

1. Disiapkan bahan yang akan di berikan warna

2. Ditambahkan clear dof/impra NC -141 secukupnya kedalam

pewarna kayu yang sudah di tentukan agar warna tidak terlalu

(45)

??

3. Dijemur/dipanaskan kayu sampai hangat agar warna kayu cepat

kering

4. Sebelum disemprot dengan pewarna kayu harus dibersihkan

dengan kain sampai bersih, kemudian semprot warna kayu

keproduk dari bagian atas kebawah sampai merata, jika pada

bagian depan produk akan ditempelkan plat untuk bagian

tengahnya tidak perlu diberikan warna

e. Hasil yang Dicapai

kayu yang semulanya berwarna natural setelah diberi pewarna

akan menambah nilai seni tersendiri pada kayu yang akan dijadikan

produk.

f. Pembahasan

Pada proses ini penyemprotan warna harus rata dan tidak ada

bagian yang tebal dan tipis jika produk yang diberi warna tidak rata maka

hasilnya akan kurang maksimal

10. Clear/Coating

a. Tujuan

Untuk melindungi warna kayu dan untuk mengkilapkan warna

kayu

b. Dasar Teori

Clear/coating merupakan salah satu cara untuk memperindah dan

membuat finishing pada produk. Pada intinya, teknik ini adalah mengecat

produk mentah dengan menggunakan cat yang disemprot. teknik ini juga

sering diterapkan pada pintu dan jendela, dinding, serta bagian bangunan

(46)

c. Alat dan Bahan 1. Spet/spray gun 2. Kompresor 3. Selang 4. Sendok 5. Kaleng kososng 6. Kain 7. Kayu/produk mentah 8. Clear gloss 9. Clear Dof 10. Tinner 11. Hardener d. Prosedur Kerja

1. Disiapkan bahan yang akkan di berikan clear

2. Dicampur clear gloss dengan tinner, dengan komposisi= 1 liter

clear gloss : 1 liter tinner (1:1) : Hardener secukupnya. Jika

menggunakan clear dof, dengan komposisi= 1 liter clear dof : 1,5

liter tinner (1:1,5), lalu aduk sampai bahan tercampur rata

3. Terlebih dahulu kayu dijemur/dipanaskan sampai hangat supaya

clear cepat kering

4. Sebelum disemprot dengan clear kayu dibersihkan dengan kain

sampai bersih, kemudian semprotkan clear gloss atau clear dof

dari bagian atas ke bawah sampai merata, jika bagian depan

produk akan ditempelkan plat untuk bagian tengahnya tidak perlu

(47)

??

5. Untuk produk yang menggunkan clear gloss di keringkan pada

tempat yang teduh tanpa terkena sinar matahari langsung,

sedangkan produk yang menggunakan clear dof dapat dikeringkan

di bawah sinar matahari langsung

e. Hasil yang Dicapai

1. Menjaga kestabilan kayu dari pengaruh cuaca

2. Melapisi permukaan kayu

3. Mempertajam serat kayu

4. Mengkilapkan permukaan kayu

5. Menambah keawetan kayu

f. Pembahasan

Untuk pemberian clear pada kayu yang perlu diperhatikan adalah

takaran bahan clear dan tinner jika tidak sesuai takaran maka hasilnya

pun tidak maksimal.

D. Pengepakan

1. Pengepakan

a. Tujuan

Untuk menjaga kondisi barang agar tetap utuh dan tidak rusak

pada saat pengiriman produk

b. Dasar Teori

Pengepakan adalah bagian terluar yang membungkus suatu

produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan

dan benturan-benturan, terhadap benda lain. Setiap bentuk barang

(48)

dengan packing/pengepakan sejauh hal tersebut memang melindungi

isinya.

c. Alat dan Bahan

1. Gunting

2. Lakban besar ukuran 5 cm warna putih/transparan

3. Lakban kecil ukuran 1 cm warna putih/transparan

4. Kardus atau Box

5. Produk/kayu

6. Koran bekas

7. Foam packing

d. Prosedur Kerja

1. Disiapkan bahan yang akan di packing

2. Dibersihkan produk yang akan dipak dengan kain

3. Untuk produk lokal kayu dibungkus menggunakan koran bekas,

sedangkan untuk produk ekspor kayu dibungkus menggunakan

foam packing agar produk tidak rusak

4. Dimasukan dan disusun produk ke dalam box atau kardus dengan

rapi dan berikan pada celah-celah susunan produk dengan kertas

bekas sebagai ganjalan dan ditutup dan ditempelkan alamat

tujuan pengiriman pada permukaan box lalu diberi lakban agar box

atau kardus tidak terbuka atau rusak.

e. Hasil yang Dicapai

(49)

??

f. Pembahasan

Pada proses packing/pengepakan yg perlu di perhatikan adalah

pada saat menyusun barang di dalam box atau kardus harus benar-benar

(50)

1. Produk yang dihasilkan dari di UD. Evia Craft Production adalah: Plakat

piagam/penghargaan, Dudukan piala, Rekal, Tempat lilin, Kotak

perhiasan, Nampan, Mangkok, Piring, Gelas, Satu set teko, Vas bunga,

Tampat koran dari Bahan Baku kayu Sonokeling dan Mahoni berupa

potongan kayu gelondong yang didapat dari limbah industri mebel,

dengan tujuan pemasaran dalam negeri dan luar negeri.

2. Target produksi yang direncanakan dapat tercapai apabila ketersediaan

bahan baku mencukupi, kondisi mesin dalam keadaan baik dan sumber

daya manusianya disiplin, sehat dan tepat waktu.

3. Pada proses produksi, bahan baku yang ada dipergunakan semaksimal

mungkin sehingga limbah yang terbuang dapat diminimalisir.

B. Saran

1. Agar lebih memperhatikan keselamatan pekerja, karena efektivitas

produksi tergantung dari kondisi pekerja.

2. Pemanfaatan limbah harus lebih dioptimalkan karena selain agar tidak

menumpuk dan hanya dibakar, juga dapat memberikan pendapatan yang

menguntungkan untuk perusahaan.

3. Perawatan pada alat dan mesin harus diperhatikan, sehingga pemakaian

(51)

??

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1997. Pengawetan Kayu dan Bambu. Tim ELSSPAT. Puspa Swara. Jakarta.

Budianto, A, D. Sistem Pengeringan Kayu. Kanisius;1996. Ygyakarta.

Dumanauw, J, F. Mengenal Kayu. Kanisisus;2010. Yogyakarta.

Evia Craft:Kerajinan Kayu Mahoni dan Sonokeling. Edisi 26 Agustus 2011. Diunduh dari www.bantulbiz.com, 13 mei 2016.

Haygreen and Bowyer, 1993. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu (Suatu Pengantar). Diterjemahkan oleh Sujipto A. Hadikusumo. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Muchoyar, I dan Darmono. 1995. Pengetahuan Finishing dengan Bahan

Melamine. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Yogyakarta:

FPTK IKIP Yogyakarta.

Prasetyo, A, H. dkk.. 1999. Alat dan Bahan Finishing. PPG Teknologi. Bandung.

Prasetyo, A, H. dkk.. 1999. Finishing Cat dan Politur. PPG Teknologi. Bandung.

Siregar IZ, Yunanto T, Ratnasari J. Kayu Sengon. Penebar Swadaya; 2000.h.62-3. Semarang.

Sunaryo, A. 1995. Peningkatan Produktivitas Bagian Finishing Melalui Aspek Aplikasi. Pusat Pengembangan dan Pelatihan Industri Kayu (PPPIK-PIKA). Semarang.

(52)
(53)

??

Gambar 5: Struktur Organisasi UD. Evia Craft Production

BENDAHARA KEPALA PERSIAPAN BAHAN BAKU KEPALA BAGIAN PENGOLAHAN KEPALA BAGIAN PENGEPAKAN KEPALA BAGIAN FINISHING KARYAWAN W D />/< SEKRETARIS W D /D /E '

(54)

Gambar 6: Lay Out Proses Produksi UD. Evia Craft Production A. Persiapan Bahan Baku

Penggergajian Pengawetan Pengeringan Pembubutan B. Pengolahan Pembentukan Pengamplasan 1 Pengamplasan 2 Perangkaian C. Finishing Pemberian Filler Pendempulan 1 Pendempulan 2 Pengamplasan 2 Pengamplasan 1 Sanding Sealer 1 Pewarnaan Pengamplasan 3 Sanding Sealer 2 Clear/Coating D. Pengepakan

(55)

??

Gambar 7: Pembelian Kayu Gelondong

(56)

Gambar 9: Proses Pemberian Bahan Pengawet

(57)

??

Gambar 11: Proses Menyerut Pinggiran Kayu

(58)

Gambar 13: Proses Menyerut P ermukaan Kayu

(59)

??

Gambar 15: Proses Pembuatan Pola pada Kayu

(60)

Gambar 17: Proses Pemberian Profile

(61)

??

Gambar 19: Proses Mengamplas Sisi Kayu

(62)

Gambar 21: Proses Menyatukan Bodi dan Dudukan

(63)

??

Gambar 23: Proses Pendempulan

(64)

Gambar 25: Proses Penyemprotan Sanding Saeler

(65)

??

Gambar 27: Proses Pemberian Clear

Gambar

Gambar 5: Struktur Organisasi UD. Evia Craft Production
Gambar 6: Lay Out Proses Produksi UD. Evia Craft Production A. Persiapan Bahan Baku
Gambar 7:  Pembelian Kayu Gelondong
Gambar 9: Proses Pemberian Bahan Pengawet
+7

Referensi

Dokumen terkait

Proses pembaharuan nilai sel terjadi saat robot berada pada sel bernilai 2 dimana jalur pada sel tujuan selanjutnya yang bernilai 1 terhalang oleh dinding pada bagian timur.. Saat

Namun demikian semua proses ini tergantung pada aktivitas sistem retikuler, yang merupakan serabut-serabut saraf yang halus yang berada di sepanjang bagian tengah dari

Dalam kasus Anihilator, gate G mengikat sekuens untai signal x melalui proses migrasi cabang dengan segmen toehold berada di bagian tengah untai DNA tunggal.. Reaksi

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, selanjutnya dilakukan pembahasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan yang tidak sesuai pada anak balita di

Hal ini secara langsung akan mempengaruhi output proses belajar di keperawatan serta mempengaruhi terhadap pemberian asuhan keperawatan yang tepat sesuai dengan

Kontak Resmi WA : +62 819 3171 8989 Ijazah Asmak Sunge Rajeh. Keberadaan Ijazah Asmak Sunge Rajeh Sangat diburu para pencari ilmu dan pendekar di seluruh dunia. Setelah menemukan Ijazah Asmak Sunge Rajeh (ASR) dan mendapatkan keilmuan dari Ijazah Asmak Sunge Rajeh boleh dirasakan Keilmuan Tingkat tinggi. Karena kehebatan sangat dahsyat. Siap ditajrib, dicoba, ditest Keilmuan yang Mampu ditransfer jarak jauh dimanapun berada, kapanpun waktunya, dan mampu dimiliki oleh siapapun yang berkeinginan untuk memilikinya. Guru Ilmu Hikmah, pengamal ilmu hikmah, pemilik ilmu hikmah, Spiritualis, guru spiritual, Guru Supranatural, Pemilik Perguruan, Pemilik Padepokan, Pengasuh Perguruan, Pengasuh Padepokan, Pengasuh pondok, Guru Ilmu gaib,santri perguruan, pelajar perguruan, murid perguruan, siswa perguruan wajib menemukan Ijazah Asmak Sunge Rajeh. Dapatkan Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) secara sempurna dengan sanad yang shahih. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) merupakan keilmuan Asma yang sangat ampuh Jalan Pintas menjadi spiritualis sejati Asma yang sangat diburu oleh spiritualis di muka bumi Keampuhannya telah dibuktikan dan dirasakan oleh pemakainya diberbagai negara dimuka bumi ini merupakan raja dan mustikanya ilmu kesaktian. Kekuatan gaibnya sangat luar biasa, dan termasuk ilmu langka yang multi fungsi. Artinya, dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan. Tak heran jika ada yang berpendapat, bahwa Ijazah Asmak Sunge Rajeh (ASR) bagaikan mewarisi 10 macam ilmu kesaktian yang sangat ampuh. Hebatnya lagi, bersifat siap pakai, bisa langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk isim, gembolan, benda pusaka, jimat dan semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan beberapa kata khusus yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen dan untuk seumur hidup. bisa diamalkan oleh siapa saja baik muslim maupun non muslim. di dalam Ijazah Asmak Sunge Rajeh terkumpul bermacam macam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi, diantaranya: Ilmu Pawang Hujan (untuk mengusir mendung dan menghentikan hujan lebat, Ilmu Khulhu Sungsang (agar kebal dari berbagai macam serangan ilmu hitam), Aji Panglimunan (dalam keadaan terjepit dapat menghilang), Aji Pukulan Maut (musuh bisa muntah darah atau pingsan), Aji Tameng Baja (Kebal senjata tajam dan senjata api), Aji Tiwikrama (Saat dikeroyok oleh musuh bisa tampak seperti raksasa yang sangat menakutkan), Aji Macan Putih (Membuat lawan menjadi takut dan gemetar), Aji Gembolo Geni (Membakar tubuh mahluk halus), Aji Bandung Bondowoso (dapat mengangkat benda berat dan menangkis serangan musuh), Aji Pupu Bayu (Membuat lumpuh tenaga lawan),kebal,sakti,ampuh, dll. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) luar biasa ini merupakan salah satu ilmu gaib yang dimiliki oleh Nabi Khidir AS. (Balya bin Malkan), seorang nabi yang dipercaya telah ada sejak jaman Nabi Musa dan hingga sekarang masih dipercaya hidup serta diantara tugasnya adalah sebagai penjaga lautan. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) telah beliau turunkan kepada beberapa orang, yang dianggap pantas untuk mewarisinya. Insya Allah bisa dicoba setiap saat. Di antara Manfaat Asma Sunge Rajeh ASR dalam Asmak Sunge Rajeh ialah : * Mempengaruhi pikiran orang lain untuk berbagai tujuan positif. * Mengaktifkan daya pengasihan dan menerapkan puter giling. * Mendamaikan setiap persoalan rumit yang sedang dialami. * Keselamatan dalam pengeroyokan massal ataupun pengepungan. * Dapat menghentikan keluarnya darah akibat luka. * Penyembuhan diri sendiri dan orang lain. * Dapat menetralisir rumah dan tanah angker atau ada jin penunggu jahat. * Membuat pelarisan untuk toko, kedai dan sejenisnya. * Mempercepat jenjang karir dan menciptakan keberuntungan. * Bisa digunakan untuk mempengaruhi atasan ataupun majikan. * Membuang aura negatif dalam tubuh. * Dapat mengatasi berbagai masalah alam di lautan dan daratan seperti serangan ombak besar, terjangan badai, tiupan angin puting beliung, menjinakkan hewan buas di hutan, dan lain sebagainya. * Bisa dipakai untuk nagih hutang, dll * Terlindung dari ledakan bom atau serangan sedahsyat apapun. * Memiliki kekuatan pukulan tangan * Pengasihan umum dan khusus * Keberanian Luar Biasa * Kewibawaan Tingkat Tinggi * Merendam Amarah orang lain * Kekuatan Tangan Luar Biasa * Anti Pukulan Tangan dan Benda Tumpul * Kekuatan Fizik – Tidak Mudah Lelah * Meningkatkan Kekuatkan Ilmu Yang Ada * Melumpukan Kesaktian Ilmu Lawan * Selamat Dari Senjata Tajam, Senjata Api dan Lendakkan Bom * Selamat dari Kecelakaan Darat,Laut dan Udara * Menundukkan Musuh * Menagih Hutang agar lancer * Meluluhkan hati seseorang * Pulihkan Tanah yang “keras” * Pulihkan Tanah yang di tanam sihir/barang * Menangkal Sihir,Teluh,Tenung,Santet,Hipnotis dan Ilmu Gendam * Ditakuti/disegani segala macam mahkluk halus,jin,setan,hantu dan lain-lain * Mengobati orang kesurupan,terkena guna-guna, penyakit medis dan non-medis * Pagar Rumah, Kedai dan lain-lain * Menghentikan badai/rebut atau angina putting beliung * Menghentikan ombak yang ganas * Menjinakkan Haiwan yang ganas * Usir Tamu yang tak di undang atau rusuhan * Pawang Hujan – Usir Hujan/Mendung * Mendatangkan Hujan * Agar Di sayangi oleh majikan * Memudah proses kelahiran * Penglimunan * Mengisi Asma dan sejenisnya agar ampuh * Menghantam Musuh Jarak Jauh * Mengisi Kekuatan pada orang lain * Menetrulakan racun dan sejenisnya, baik di dalam makanan dan minuman * Mendapat kepercayaan dari orang besar * Memaksa pencuri agar mengembalikan barang telah di curinya * Menpertajamkan indera ke-enam * Menpengaruhi fikiran orang lain * Menutup Sesuatu Tempat Agar Sepi/Tutup * Sebagai ilmu keselamatan dan kekuatan kekebalan * Selamat dari senjata tajam dan tumpul serta senjata api di mana saja. * Kewibawaan dan menggentarkan musuh. * Membuat pemagaran gaib untuk tempat dan lain sebagainya. * Menangkal sihir, teluh, santet, hipnotis, gendam dan sejenisnya dan bisa membalikkan lagi kepada pengirimnya. * Dan Masih Banyak Lagi Khasiat lainnya Mengijazahkan juga Asma BERIKUT INI : ASMA SUNGE RAJEH (ASR) CIREBON (SEMUA TINGKAT ASMA SUNGE RAJEH (ASR) MADURA SELATAN (SEMUA TINGKAT) ASMA SUNGE RAJEH (ASR) BLORA, ASMA SUNGE RAJEH (ASR) MADURA UTARA, ASMA SUNGE RAJEH (ASR) SOLO ASMA SINGA RAJEH ASMA KAYU RAJEH / ASMA KAJUH RAJEH / ASMA KAJUK RAJEH ASMA GAJAH RAJEH ASMA GENI RAJEH ASMA TANAH RAJEH ASMA LAUT RAJEH ASMA BLEDUG AWU RAJEH ASMA NUR RAJEH ASMA LANGIT RAJEH ASMA RAJEH PETIR ASMA RAJEH KUBRO ASMA SHAHADAT RAJEH ASMA SINGKIR RAJEH ASMA RAJA IBLIS ASMA TASIK MIRING ASMA SUNGE RAJEH SUNAN KALIJOGO ASMA SUNGE RAJEH ACEH ASMA SUNGE RAJEH BAGHDAD ASMA RAJEH PAMUNGKAS DLL HUBUNGI USTADZ HABIB ALAMAT: Yogyakarta, 55000 Indonesia. Kontak Resmi WA : +62 819.3171.8989 [Tidak buka cabang] PERHATIAN : Hati-hati mempelajari keilmuan tanpa adanya Pengijazahan karena terbukti berakibat buruk terhadap kejiwaan anda. HATI-HATI!!! Terhadap oknum yang mengatasnamakan guru Asmak Sunge Rajeh. Kontak resmi hanya yang tertera di laman