Tutup Tahun, ITN Malang Beri
Kado Servis Gratis
Di penghujung tahun 2017, Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) D3 ITN Malang mengelar “Servis Gratis” untuk kendaraan sepeda motor. Bertempat di samping gerbang masuk Kampus II ITN Malang, kegiatan diselenggarakan dua hari Sabtu-Minggu (23-34/12).
Kegiatan rutin dari HMM D3 ini ibarat kado bagi warga Malang yang melintas di depan Kampus II ITN. Ini merupakan bukti eksistensi mahasiswa Teknik Mesin D3 dengan mengadakan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami ingin mengenalkan bahwa lulusan Teknik Mesin D3 ITN siap terjun ke dunia kerja. Sehingga jurusan dan himpunan Teknik Mesin D3 dikenal masyarakat,” terang Aprio Cahyono, Ketua Pelaksana.
Terbukti, selama 2 hari sekitar 75 sepeda motor berhasil diservis oleh para mekanik. Mekanik yang bertugaspun tidak sembarangan. Setidaknya ada empat mekanik, yang masing-masing dibantu oleh satu orang mekanik.
Tutup Tahun, ITN Malang Beri Kado Servis Gratis
“Sebelumnya mekanik kami uji dahulu di lab. Jadi mereka benar-benar ahli di bidangnya,” ungkap Aprio.
Menurut mahasiswa semester 3 ini, pelayanan hanya difokuskan pada servis ringan, seperti servis karburator, rem, lampu serta pergantian oli. “Tapi kalau ada yang minta ganti onderdil, kami akan bantu carikan,” tambahnya.
Kegiatan ini diapresiasi oleh masyarakat. Menurut mahasiswa asli Blitar ini, terdapat pula warga yang sengaja datang untuk menserviskan sepeda motornya. “Masyarakat umumnya menghendaki kegiatan servis gratis bisa diadakan sesering mungkin,” tandasnya. (mer/humas)
ITN Malang Uji Kekuatan Beton
Siswa SMK
Beberapa siswa SMK terlihat mencampur pasir, semen, dan bahan-bahan pembuat beton secara hati-hati. Sesekali mereka terlibat diskusi dengan teman satu tim. Kali ini mereka tidak hanya sekedar praktek melainkan sedang mengikuti kompetisi Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) 2017 tingkat nasional bagi siswa SMK. Kegiatan yang digelar di Lab Beton ITN ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) ITN Malang, Kamis (21/12).
Mereka dengan cekatan mengaduk material pembuat beton dengan alat-alat yang sudah disediakan oleh panitia. Setelah bahan-bahan tercampur kemudian adonan beton dilakukan uji slump atau kekentalan beton. Baru setelah itu dimasukkan dalam cetakan beton.
“Hari ini peserta melakukan mixing. Nanti setelah dicetak dan didiamkan selama 28 hari, baru hasilnya akan dilakukan uji kuat tekan,” jelas Febri Setiawan Ketua Pelaksana LKTB 2017.
ITN Malang Uji Kekuatan Beton Siswa SMK
Kegiatan rutin yang sudah digelar kali ketiga ini menurut Febri nantinya bisa menambah dan memperluas ilmu pengetahuan siswa terhadap teknologi beton.
Di sini peserta diharuskan punya inovasi. Bagaimana membuat beton bermutu tinggi dengan biaya yang murah. “Yang dinilai dari segi kuat tekan beton dan harga per Mpa (kekuatan tekan beton),” katanya.
Dia menambahkan bahwa kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dan mengenalkan dunia teknik sipil kepada siswa SMK. “Dengan LKTB maka akan terbentuk kompetisi yang sehat. Peserta juga bisa mengukur pemahaman teknik sipil yang selama ini mereka pelajari,” tutupnya. (mer/humas)
Game Sederhana Angkat Peran
Ibu
Beragam perayaan digelar di berbagai tempat untuk memperingati moment hari ibu, mulai perayaan meriah sampai yang sederhana. Begitu pula perayaan hari ibu dari Rukun Ibu Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Sebuah game sederhana telah disiapkan oleh panitia dalam pertemuan rutin Rukun Ibu, Jumat (22/12). Game dimulai dengan peserta diminta mencari secarik kertas di bawah tempat duduk masing-masing.
Seketika suasana gedung pertemuan Rukun Ibu di Kampus I ITN Malang ini heboh. 10 orang terpilih secara acak dengan masing-masing pertanyaan yang tertulis dalam secarik kertas di bawah kursi yang mereka duduki.
Secara bergantian mereka membaca dan menjawab pertanyaan tersebut. “Apa yang paling ibu sukai dari anda ?” Begitu kalimat yang tertulis di kertas milik ibu Irma. “Kecerewetan saya, karena di rumah akan ramai dan hidup karena kecerewetan saya,” jawab bu Irma spontan disambut applause dari para ibu. Sedangkan ibu Titik Poerwati harus menjawab pertanyaan seputar anak. “Apa yg harus dilakukan ibu ketika anaknya tidak mau belajar ?”. “Saya akan memberi motivasi kepada anak dengan memberi reward,” ungkap Sekretaris Prodi PWK ini.
Pujian dan komentar positif terlontar dari ibu-ibu yang hadir. Pertanyaan seputar peran seorang ibu dan anak ini diharapkan bisa mengingatkan posisi wanita baik sebagai ibu sekaligus seorang anak. (mer/humas)
Terbitkan BNI Taplus Muda
Co-Brand, KC Brawijaya Sinergi
dengan ITN Malang
Memasuki usia kerjasama ke-30, hubungan ITN Malang dan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Cabang (KC) Brawijaya kian harmonis. Ini terungkap saat dilakukan kesepatan berkaitan dengan perealisasian penerbitan dan pengelolaan kartu identitas mahasiswa BNI Taplus muda co-brand dan payroll gaji karyawan pada Rabu (20/12).
“Ini merupakan momentum yang luar biasa bagi kami. Tidak terasa ITN Malang sudah bermitra dengan BNI KC Brawijaya sejak tahun 1988. Memasuki usia 30 tahun ini hubungan semakin ke sini semakin mesra,” ungkap Suryarini, SE.MM., Pemimpin BNI KC Brawijaya.
Menurut wanita asli Surabaya ini, BNI siap menjadi bagian ITN Malang yang sedang berbenah. Sekarang ini menurutnya BNI sedang transformasi ke era digital. “Mudah-mudahan kita bisa bermitra dalam memasuki era digital secara smooth,” harapnya. Dengan kerjasama ini BNI akan merealisasikan kartu mahasiswa sekaligus sebagai BNI Taplus Muda Co-Brand yang berfungsi sebagai kartu identitas dan BNI Card. “Kartu ini tidak hanya sebagai ID mahasiswa dan ATM, tapi juga sebagai kartu akses masuk ke perpustakaan,” jelasnya.
Terbitkan BNI Taplus Muda Co-Brand, KC Brawijaya Sinergi dengan ITN Malang
Fungsi kartu juga memudahkan mahasiswa dalam pembayaran SPP dengan virtual account. “Teman-teman dari keuangan ITN juga dipermudah. Tidak lagi kesulitan menelusuri dari siapa dana pembayaran yang masuk. Karena saat membayar SPP sistem akan mengunci nama dari kartu ID,” bebernya.
Suryarini menjelaskan, di era digital ini BNI juga mengeluarkan kartu Combo untuk para pegawai. Kartu yang sudah digunakan oleh pegawai BNI ini merupakan ID pegawai berbasis TapCash.
“Sifatnya nge-taq, kartu tidak perlu digesekkan (ke alat absen) hanya ditempelkan saja. Selain sebagai kartu masuk (ke ruangan, perpustakaan dll) kartu ini juga berfungsi sebagai uang elektronik pengganti uang tunai yang dapat di isi ulang,” paparnya sembari menunjukkan kartu BNI miliknya.
Saat ini TapCash dapat digunakan untuk pembayaran pada merchant-merchant kerjasama BNI. “TapCash BNI sementara berisi nominal 1 juta. Di Malang bisa digunakan di semua Jatim Park serta beberapa pusat oleh-oleh. Nanti kalau ITN menghendaki bisa kami fasilitasi untuk karyawan,” pungkasnya. (mer/humas)
Tingkatkan Pelayanan, ITN
Malang Kerjasama dengam Bank
Negara Indonesia (BNI)
ITN Malang mempererat jalinan kerjasama dengan beberapa bank sebagai upaya peningkatan fasilitas. Salah satunya dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Cabang (KC) Brawijaya pada Rabu (20/12).
Rektor menyatakan BNI merupakan mitra lama ITN Malang yang hubungannya harus selalu dijaga. Bersama-sama dengan ITN, BNI diharapkan bisa memfasilitasi kebutuhan baik untuk mahasiswa, dosen maupun karyawan.
“Kami berharap BNI bisa mengakomodir dalam bentuk sebuah program terhadap kegiatan-kegiatan ITN,” kata Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., rektor ITN Malang saat memberikan sambutan. Sesuai dengan harapan rektor kerjasama ini berkaitan tentang penerbitan dan pengelolaan kartu mahasiswa BNI Taplus muda co-branding dan payroll gaji pegawai.
Tingkatkan Pelayanan, ITN Malang Kerjasama dengam Bank Negara Indonesia (BNI)
Rektor berharap, kartu identitas mahasiswa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai KTM namun juga bisa berfungsi sebagai Automatic Teller Machine (ATM), serta sebagai kartu perpustakaan bahkan suatu ketika bisa untuk kartu absen.
Pelayanan BNI sendiri akan dikhususnya kepada mahasiswa ITN Malang Kampus 2. “ITN juga sudah bekerjasama dengan CIMB Niaga untuk Kampus I. BNI yang sudah ada duluan tetap memberi dan meningkatkan pelayanan di Kampus II,” tambah rektor.
Kedepanya rektor menginginkan kerjasama dengan BNI tidak hanya sebatas pelayanan kepada civitas akademika. Bersama-sama ITN, BNI bisa memberikan kontribusi dalam hal lain seperti Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan, pengabdian kepada masyarakat, penelitian dll. (mer/humas)
Warga dan Wisatawan Ikuti
Pelatihan Pembuatan Sabun
Cuci Piring
Umumnya kegiatan pelatihan diselenggarakan di dalam ruangan dengan tempat duduk yang nyaman, namun kali ini ada pelatihan pembuatan sabun pencuci piring di pantai. Tentu saja yang mengikuti pelatihan selain warga sekitar ada juga wisatawan yang kebetulan berwisata di pantai tersebut.
Pelatihan pembuatan sabun pencuci piring ini merupakan kegiatan dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) S1 ITN Malang. Mereka menggelar pelatihan di Pantai Clungup yang merupakan kawasan konservasi Mangrove (Clungup Mangrove Conservation), di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Sabtu 16 Desember 2017 yang lalu.
Galuh Wahyu Wicaksana, Ketua HMTI menerangkan, ini merupakan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami ingin mengajak masyarakat terbiasa dengan sikap produktif dan tidak konsumtif. Dengan tindakan kecil seperti pembuatan sabun pencuci piring sendiri yang ekonomis dan higienis,” paparnya kepada humas ITN, Senin (18/12).
Warga dan Wisatawan Ikuti Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring
Mahasiswa semester lima ini menuturkan, selain sebagai pengabdian kepada masyarakat kegiatan ini juga bertujuan untuk merekatkan ikatan persaudaraan antar mahasiswa. “Selain untuk berinteraksi sosial antar mahasiswa Teknik Industri, kami berharap mahasiswa juga bisa berinteraksi sosial dengan masyarakat,” terangnya.
Sebelumnya HMTI ITN sudah melakukan penanaman mangrove di area Pantai Clungup Mangrove Conservation, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan sabun pencuci piring.
“Bahan pembuatan sabun kami sediakan dan hasilnya dibagi-bagikan kepada warga yang mengikuti pelatihan,” tandasnya. (mer/humas)
Mahasiswa ITN Malang Semangat
Konservasi Mangrove
Biasa berkutat di kampus dengan basic teknologi bukan berarti mahasiswa tidak mengindahkan lingkungan. Begitu pula mahasiswa teknik yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) S1 ITN Malang. Demi kecintaan terhadap kelestarian alam, mereka mengadakan bakti sosial dengan menamam mangrove di Pantai Clungup, pada Sabtu 16 Desember 2017 yang lalu. Pantai Clungup sendiri berada di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
“Lokasi pantai masih sedikit jumlah tanaman mangrove dan sangat berpotensi terkena abrasi pantai. Untuk itulah kami ingin berkontribusi menanam mangrove,” aku Galuh Wahyu Wicaksana, Ketua HMTI kepada humas ITN Malang, Senin (18/12). Pantai Clungup merupakan kawasan konservasi Mangrove (Clungup Mangrove Conservation), yang secara swadaya sudah dikelola oleh masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ini memudahkan mahasiswa ITN Malang mendapatkan bibit mangrove dari masyarakat sekitar.
Mahasiswa ITN Malang Semangat Konservasi Mangrove
Dengan semangat sekitar 40 mahasiswa ITN ini menanam mangrove di pantai seluas kurang lebih 100 m2. Mungkin tidak luas dan tidak banyak mangrove yang mereka tanam, namun peran serta mahasiswa dalam pelestarian lingkungan perlu diapresiasi. Mereka tidak hanya bisa menikmati indahnya pantai namun juga berusaha menjaga pantai tersebut.
“Perlu peran aktif dari mahasiswa dan masyarakat untuk peduli lingkungan. Jadi tidak hanya bisa menikmati saja namun juga ikut menjaga,” katanya.
Mahasiswa asli Lumajang ini menyatakan, HMTI akan ikut memantau hasil penanaman mangrove yang telah mereka tanam. “Kami akan sosialisasikan kemajuan penanaman mangrove kepada peserta baksos. Semoga peran serta kami (pelestarian lingkungan) tahun ini bisa berlanjut ditahun-tahun mendatang,” ujarnya. (mer/humas)
Ajak Kembangkan Kreatifitas
Pelajar SMK, ITN Malang Gelar
Lomba Gambar Teknik
Sebanyak 30 siswa dari 15 tim pelajar SMK dari jurusan Teknik Gambar Bangunan beradu kreatifitas dalam perencanaan desain bangunan rumah tinggal pada Senin (18/12). Selama 6 jam mereka harus membuat desain rumah tinggal satu lantai dengan detail, mulai tampak samping, tengah, sampai gambar melintang. Lomba Gambar Teknik (LGT) kali pertama digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) ITN Malang ini merupakan rangkaian kegiatan Education of Civil Engineering (ECIVE) 2017 yang mengusung tema ‘Kreatif dan inovatif dalam perencanaan rumah tinggal’.
Febri Setiawan Ketua Pelaksana mengatakan, Lomba Gambar Teknik nantinya akan menjadi ajang tahunan bagi HMS ITN Malang mengingat antusiasme peserta yang tinggi meskipun baru kali pertama diadakan. “Sebelumnya HMS tiap tahun sudah mengadakan Lomba Kuat Tekan Beton tingkat nasional. Untuk itu tahun ini kami tambah dengan Lomba Gambar Teknik tingkat nasional juga,” terangnya.
Mahasiswa semester 5 Teknik Sipil ini menyebutkan ada tujuh kriteria penilaian yang harus diperhatikan oleh para peserta diantaranya, urutan gambar, keindahan, format dalam garis, kelayakan gambar, sampai gambar harus bisa direalisasikan. “Peserta harus bisa mendesain gambar menggunakan AutoCad dan yakin gambar tersebut bisa direalisasikan. Jadi tidak hanya
menggambar saja namun harus berpotensi bisa direalisasikan dalam bentuk bangunan,” ungkapnya.
Lomba Gambar Teknik yang juga diikuti oleh siswa SMK luar Malang seperti dari Bojonegoro, Kediri, Sidoharjo bahkan Madiun ini selain untuk mengenalkan dunia teknik sipil kepada siswa, juga bertujuan memberi ilmu dan wawasan. “Kami ingin memberi motivasi, edukasi, sehingga kompetensi siswa meningkat, khsusunya tentang perkembangan pembangunan,” tambahnya.
Dari hasil perlombaan mahasiswa asli Malang ini mengungkapkan, kemampuan masing-masing tim berbeda-beda. Ini bisa dilihat dari hasil desainnya, biasanya pelajar yang pernah mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) hasil desainnya lebih bagus dan lebih detail. “Nah, yang belum punya pengalaman hasil desainnya biasanya lebih sederhana dan simpel,” tandasnya.
LGT tingkat SMK ini memperebutkan piala bergilir Rektor ITN Malang dan uang pembinaan sebesar 2 juta rupiah untuk juara pertama, 1,5 juta rupiah untuk juara dua, dan juara tiga akan mendapat uang pembinaan sebesar 1 juta rupiah.
Selain Lomba Gambar Teknik, dalam ECIVE 2017 juga akan diselenggarakan Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) Nasional untuk tingkat SMK dan Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) Nasional untuk tingkat universitas. Untuk LKTB tingkat SMK akan dilakukan mixing (pencampuran) besok hari Kamis 21 Desember 2017 di L a b o r a t o r i u m H i d r o l i k a , s e d a n g k a n L K T B t i n g k a t universitas testing day akan dilakukan tanggal 13 Januari 2017 mendatang. (mer/humas)
Persatuan Mahasiswa Mesin
Malang (PM3) adakan Pelatihan
SolidWorks di ITN Malang
Sekitar 40 mahasiswa teknik dari berbagai perguruan tinggi belajar SolidWorks di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Pengenalan software SolidWorks untuk proses desain dan perancangan serta simulasi menjadi kebutuhan mahasiswa khususnya teknik mesin, teknik sipil dan teknik industri. Seperti yang diungkapkan oleh William Habibie San Saputra Ketua Pelaksana Pengenalan SolidWorks Persatuan Mahasiswa Mesin Malang (PM3), SolidWorks di bidang teknik mesin digunakan untuk membantu proses desain dan simulasi alat, komponen mesin atau bangunan. Software ini juga sangat membantu dalam mendalami mata kuliah Computer Aided Engineering (CAE) dan Computer Aided Manufacturing (CAM).
“Ini (SolidWorks) sangat dibutuhkan dalam dunia kerja khususnya untuk perancangan. Jika peserta sudah memiliki dasar maka akan lebih mudah nantinya untuk mengembangkan,” terang mahasiswa semester 5 Universitas Merdeka ini kepada humas ITN, Sabtu (16/12).
SolidWorks adalah salah satu software yang digunakan untuk merancang part permesinan atau susunan part permesinan, dengan tampilan 3D untuk mempresentasikan atau tampilan 2D untuk gambar proses permesinan. Solidworks banyak digunakan untuk merancang roda gigi, mesin mobil, casing ponsel dan lain-lain. Pelatihan SolidWorks yang dipandu oleh Fadillah Nur Rahman, Asisten Mechanical Drawing UB ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Malang namun juga luar Malang seperti, UMM, UM, UNMER, ITN, POLINEMA, PoliWangi (Politeknik Negeri Banyuwangi), Unmuh Jember, dan UYP (Universitas Yudharta Pasuruan).
Khoiratul Ken Arifah, pembawa acara (MC) memaparkan, kegiatan PM3 kali ini memang sengaja diadakan di ITN Malang. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan tempat. “Tiap kali PM3 ada kegiatan memang berpindah-pindah, agar semua institusi mendapat kesempatan menjadi tuan rumah,” terangnya. Mahasiswi Teknik Mesin D3 ITN Malang ini menuturkan, bahwasanya PM3 merupakan gabungan dari 10 institusi perguruan tinggi se-Malang. 10 institusi tersebut antara lain, ITN UNMER, UMM, UM, UB, Unisma, Widya Karya, Polinema dan UWG Malang dan UNIGA. (mer/humas)
Tingkatkan
Kualitas
Institusi,
Pendidikan,
Penelitian dan Pengabdian
Masyarakat Harus Imbang
Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menegaskan kepada seluruh dosen ITN untuk selalu menyeimbangkan antara pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Ini sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka tugas dosen tidak hanya mengajar atau meneliti terus menerus. Namun harus berimbang diantara ketiganya,” terangnya saat membuka seminar ‘Kurikulum Pendidikan Tinggi Berdasarkan SN-Dikti dan KKNI, Pengembangan Metode Pembelajaran dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Online’ di Hotel Sahid Montana, Sabtu (16/12).
Kegiatan seminar sendiri menurut rektor untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada dosen berkaitan dengan pengajaran serta penyusunan rencana pembelajaran secara online. “Sumber
daya dosen kami tingkatkan, bagaimana menambah kemampuan mengajar yang baik, memberi nilai dan mengevaluasi, dan sebagainya,” tambahnya.
Tingkatkan Kualitas Institusi, Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Harus Imbang
Dengan begitu diharapkan dosen termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi pengajaran, penelitian dan pengabdian yang nantinya berdampak pada peningkatan Indeks Prestasi Dosen (IPD). “Dosen sebagai pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi perlu kami perhatikan. Karena tiga peran pendidikan tersebut menjadi tolak ukur nilai kualitas dari sebuah institusi perguruan tinggi,” kata dia.
Sejauh ini menurut rektor, Indeks Prestasi Dosen ITN Malang terus meningkat. Tahun 2011 – 2016 tercatat 2,8 IPD, sekarang sudah menjadi 3,2. Dalam IPD maka akan dilakukan penilaian terhadap kinerja dosen, dengan evaluasi tiap semester secara internal. Indeks ini akan memberikan informasi sejauh mana
kinerja seorang dosen dalam melaksanakan fungsinya.
Selain itu di hadapan peserta seminar dengan nara sumber Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc, dosen sekaligus mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), pria asal Lombok ini menceriterakan peringkat yang telah dicapai oleh ITN Malang. ITN saat ini sudah menduduki peringkat ke 70 dari kurang lebih 4.500 PTN-PTS se-Indonesia. Sementara di tingkat institut ITN menduduki peringkat ke empat.
“Kalau dilihat dari institut, ITN peringkat ke empat setelah ITB, IPB, dan ITS. Ketiganya merupakan institut negeri, jadi kalau dilihat dari institut swasta maka ITN berada di posisi pertama se-Indonesia,” ujarnya sembari bercanda.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Dr. Ir. Kustamar, MT, (Wakil Rektor I), Dr. Ir. Julianus Hutabarat, MSIE, (Wakil Rektor II), Dr. Eng. Ir. I Made Wartana, MT., (Wakil Rektor III), Prof. Dr. Abraham Lomi, (Direktur Pasca Sarjana). (mer/humas)