• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PKR 1100778 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PKR 1100778 Chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Yuanita Sari, 2015

PENGARUH TATA RUANG KANTOR TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA SUKABUMI

Uni versitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

1.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan seperti yang dijabarkan sebagai berikut :

1. Gambaran tata ruang kantor di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, yang terdiri dari 5 indikator yaitu: 1) Perancangan tata ruang; 2) Penempatan perlengkapan kantor; 3) Penempatan pegawai; 4) Lingkungan fisik; dan 5) Penggunaan ruang, Kelima indikator tersebut berada pada kategori cukup berkualitas. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap indikator dari tata ruang kantor sudah menceminkan situasi yang cukup berkualitas. Berdasarkan indikator yang menjadi kajian dalam penelitian ini, diketahui bahwa indikator Penempatan Pegawai memiliki tingkat persentase cukup minimum dimana pegawai masih belum sesuai antara ukuran ruangan dengan jumlah pegawai , sedangkan indikator lingkungan fisik memiliki tingkat persentase kategori cukup maksimum.

(2)

95

Yuanita Sari, 2015

PENGARUH TATA RUANG KANTOR TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA SUKABUMI

Uni versitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Tata ruang kantor mempunyai pengaruh positif terhadap motivasi kerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan dan analisis data bahwa tata ruang kantor yang terdiri dari indikator 1) Perancangan tata ruang; 2) Penempatan perlengkapan kantor; 3) Penempatan pegawai; 4) Lingkungan fisik; dan 5) Penggunaan ruang, memiliki pengaruh yang cukup kuat antara variabel tata ruang kantor terhadap motivasi kerja pegawai, dengan analisis korelasi berada pada kategori cukup kuat.

1.2Implikasi dan Rekomendasi

1. Berdasarkan penelitian, variabel X (tata ruang kantor) memiliki hasil yang menunjukan kategori cukup berkualitas. Namun masih terdapat indikator yang rendah atau cukup minimum dari tata ruang kantor yaitu indikator penempatan pegawai. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kepala dinas, dengan adanya perhatian dari kepala dinas mengenai penempatan pegawai yang masih belum sesuai antara ukuran ruangan dan jumlah pegawai yang seharusnya sehingga pegawai dapat merasa nyaman dalam bekerja.

(3)

96

Yuanita Sari, 2015

PENGARUH TATA RUANG KANTOR TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA SUKABUMI

Uni versitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Referensi

Dokumen terkait

evaluasi hasil belajar memiliki tingkat persentase terendah. Gambaran efektivitas proses pembelajaran di SMK Pasundan 3 Bandung,. yang diukur oleh 3 dimensi yaitu:

Gambaran keterampilan manajerial kepala sekolah SMK Daarut Tauhid Bandung ditunjukkan oleh hasil penelitian didapat bahwa keterampilan manajerial yang terdiri dari

1) Gambaran variabel Disiplin Belajar menunjukan tingkat disiplin belajar pada kategori sedang. Dalammeningkatkan disiplin belajar adalah dengan pihak sekolah

Gambaran tingkat kemampuan berpikir kritis siswa di SMK Negeri 11 Bandung, yang terdiri dari lima dimensi yaitu memberikan penjelasan sederhana, membangun

Pengaruh Stres Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemerintah Kota Sukabumi.. Universitas

1. Kelima indikator tersebut berada pada kategori cukup efektif. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap indikator dari efektivitas penggunaan media pembelajaran

1) Gambaran secara umum kompetensi pegawai yang dimiliki oleh pegawai PT. Cahya Abadi Parahyangan dapat dikatakan efektif, hal ini terlihat dari analisis deskriptif tentang

guru yang cukup tinggi. Dari lima indikator tersebut, terdapat satu indikator indikator dengan skor tertinggi, yakni kemampuan kerja. Sedangkan indikator dengan