• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTERISTIK DERMATITIS KONTAK ALERGI (DKA) DI RSUP DR. KARIADI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KARAKTERISTIK DERMATITIS KONTAK ALERGI (DKA) DI RSUP DR. KARIADI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

KARAKTERISTIK DERMATITIS KONTAK ALERGI (DKA) DI

RSUP DR. KARIADI

LAPORAN HASIL

KARYA TULIS ILMIAH

Disusun untuk memenuhi sebagai persyaratan guna mencapai gelar Sarjana Strata-1 Kedokteran Umum

AULIA DIAN ADIANI 22010110130165

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

TAHUN 2014

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya penulis dapat

menyelesaikan laporan akhir karya tulis ilmiah yang berjudul “Karakteristik Dermatitis Kontak Alergi (DKA) Di RSUP. Dr. Kariadi Semarang”. Penulisan karya

tulis ilmiah ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai

gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Dalam

kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang

telah memberikan bantuan dan bimbingan dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini,

yaitu:

1. Rektor Universitas Diponegoro yang telah memberikan kesempatan kepada

penulis untuk belajar dan meningkatkan ilmu pengetahuan serta keahlian.

2. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang telah memberikan

sarana dan prasarana sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah

dengan baik dan lancar.

3. dr. Muslimin Sp. KK selaku dosen pembimbing yang telah menyediakan

waktu, tenaga, dan pikiran dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.

4. dr. Asih Budiastuti Sp. KK (K) selaku dosen penguji yang telah menyediakan

waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengarahkan penulis.

5. dr. Retno Indar Widayati, MSi, Sp. KK selaku ketua penguji yang telah

memberikan saran dan arahan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.

6. Bagian Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

7. Orang tua, Bambang Sugiono dan Agustina Purbandini, beserta adik, Aditya

Dwiki Adiono, Avrilea Ariadi, dan Boyke Zuli Wicaksono Pamungkas yang

senantiasa memberikan dukungan moral maupun material kepada penulis.

8. Teman seperjuangan, Danisa Diandra Safarina dan Khumayroh Rachmawati

Buana, beserta sahabat, Ira Anggraini, Irsalina Savira M.F Ayu Maharani, B.P

Damayanti, Gupitasari Syahbi Syagata, Sekar Cattleya, Merinta Bella yang

telah mendukung dan memberikan sumbangsih pikiran dalam penyusunan

(5)

v

9. Teman-teman angkatan 2010 Kedokteran Umum Universitas Diponegoro dan

pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu atas segala bantuan

sehingga karya tulis ilmiah ini dapat diselesaikan.

Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan pada laporan ini. Oleh

karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang dapat menambah

kesempurnaan laporan ini. Akhirnya, semoga laporan karya tulis ilmiah ini dapat

bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan almamater pada khususnya.

Semarang, 7 Juli 2014

(6)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAHAN ... ii

LEMBAR KEASLIAN PENELITIAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

1.2. Rumusan Maasalah ... 4

1.3. Tujuan Penelitian ... 4

1.4. Manfaat Penelitian ... 5

1.5. Orisinalitas ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10

2.1. Definisi ... 10

2.2. Epidemilogi ... 10

2.3. Etiologi ... 12

(7)

vii

2.5. Gejala dan Gambaran Klinis ... 20

2.6. Predileksi ... 21

2.7. Diagnosis ... 23

2.8. Diagnosis Banding ... 24

2.9. Penatalaksanaan ... 27

2.10. Prognosis ... 31

BAB III KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP ... 32

3.1. Kerangka Teori ... 32

3.2. Kerangka Konsep ... 33

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN ... 34

4.1. Ruang Lingkup Penelitian ... 34

4.2. Jenis Penelitian ... 34

4.3. Populasi dan Sampel ... 34

4.4. Data yang dikumpulkan ... 35

4.5. Cara Pengumpulan Data ... 35

4.6. Pengolahan dan Analisa Data ... 35

4.7. Cara Kerja ... 36

4.8. Alur penelitian ... 36

4.9. Definisi operasional ... 37

4.10. Etika penelitian ... 39

4.11. Conflict of interest ... 39

4.12. Jadwal penelitian ... 39

(8)

BAB VI PEMBAHASAN ... 68

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ... 77

(9)

x

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Daftar orisinalitas ... 10

Tabel 2. Hapten yang menyebabkan DKA ... 16

Tabel 3. Diagnosis Banding ... 26

Tabel 4. Klasifikasi steroid topikal berdasarkan potensi ... 30

Tabel 5. Distribusi kesesuaian diagnosis berdasarkan terjadinya DKA ... 41

Tabel 6. Distribusi pasien DKA berdasarkan jenis kelamin ... 41

Tabel 7. Distribusi pasien DKA berdasarkan usia ... 42

Tabel 8. Distribusi pasien DKA berdasarkan stadium klinis ... 43

Tabel 9. Distribusi pasien DKA berdasarkan lokasi ... 44

Tabel 10. Distribusi pasien DKA berdasarkan terapi ... 46

Tabel 11. Distribusi pasien DKA berdasarkan terapi terhadap std klinis ... 46

Tabel 12. Distribusi pasien DKA berdasarkan steroid topikal ... 48

Tabel 13. Distribusi pasien DKA berdasarkan steroid topikal terhadap std klinis 50 Tabel 14. Distribusi data steroid topikal berdasarkan lokasi tangan, kaki dan wajah ... 52

Tabel 15. Distribusi data steroid topikal berdasarkan lokasi leher, dada dan perut ... 53

Tabel 16. Distribusi data steroid topikal berdasarkan lokasi penis dan scrotum ... 53

Tabel 17. Distribusi pasien DKA berdasarkan steroid sistemik ... 55

(10)

Tabel 20. Distribusi pasien DKA berdasarkan antihistamin terhadap std klinis .. 57

Tabel 21. Distribusi pasien DKA berdasarkan antibiotik topikal ... 59

Tabel 22. Distribusi pasien DKA berdasarkan antibiotik topikal terhadap std klinis ... 60

Tabel 23. Distribusi pasien DKA berdasarkan pelembab ... 61

Tabel 24. Distribusi pasien DKA berdasarkan pelembab terhadap std klinis ... 62

Tabel 25. Distribusi pasien DKA berdasarkabn politerapi terhadap std klinis ... 64

Tabel 26. Distribusi pasien DKA berdasarkan kompres Nacl terhadap std klinis 65 Tabel 27. Distribusi pasien DKA berdasarkan penyebab ... 66

(11)

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Kerangka Teori ... 33

Gambar 2. Kerangka Konsep ... 34

Gambar 3. Alur Penelitian ... 37

Gambar 4. Grafik pasien DKA berdasarkan usia... 42

Gambar 5. Grafik pasien DKA berdasarkan stadium klinis ... 43

Gambar 6. Grafik pasien DKA berdasarkan lokasi ... 45

Gambar 7. Grafik pasien DKA berdasarkan terapi terhadap std. klinis ... 47

Gambar 8. Grafik pasien DKA berdasarkan steroid topikal ... 49

Gambar 9 Grafik pasien DKA berdasarkan steroid topikal terhadap std. klinis .... 51

Gambar 10. Grafik pasien DKA berdasarkan steroid topikal terhadap lokasi ... 54

Gambar 11. Grafik pasien DKA berdasarkan steroid sistemik terhadap std klinis 55 Gambar 12. Grafik pasien DKA berdasarkan antihistamin ... 56

Gambar 13. Grafik pasien DKA berdasarkan antihistamin terhadap std klinis ... 58

Gambar 14. Grafik pasien DKA berdasarkan antibiotik topikal... 59

Gambar 15. Grafik pasien DKA berdasarkan antibiotik topikal terhadap std klini60 Gambar 16. Grafik pasien DKA berdasarkan pelembab ... 62

Gambar 17. Grafik pasien DKA berdasarkan pelembab terhadap std klinis ... 63

Gambar 18. Grafik pasien DKA berdasarkan politerapi terhadap std klinis ... 64

Gambar 19. Grafik pasein DKA berdasarkan kompres Nacl terhadap std klinis .. 65

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.Ethical Clearance ... 75

Lampiran 2. Daftar Catatan Medik ... 76

Lampiran 3. Hasil Analisis data penelitian ... 80

Lampiran 4. Dokumentasi Penelitian ... 89

(13)

xiii

ABSTRACT

Background: Allergic Contact Dermatitis (ACD) is an inflammatory skin disease with acute, sub acute, and chronic stages. This disease usually begins with an itch and erythema that is caused by an exposure to allergen. Based on studies, ACD cases increase each year.

Objective: To determine the characteristics of ACD in RSUP Dr. Kariadi during 2012 - 2013.

Methods: This study used a descriptive method with a cross-sectional retrospective approach. 174 samples were taken from a number of patients with ACD in RSUP Dr.

Kariadi Semarang spanning from January 1st, 2012 until December 31st, 2013. The

collected data from medical records secondary data provided the number of ACD patients, age of patients, sex, skin disease location, and therapy. Then, editing, coding, and processing were done in a statistically descriptive way, measuring the span of each variable and graphs were made for each characteristic.

Result: The result of this study is the increasing number of ACD from 2012 to 2013. Properly diagnosed ACD that matched the criteria was 100%. The highest number of patients with ACD was within the > 30 years old age group (58.6%). Women suffered ACD more than men (66.1%).The most commonly apparent location for the disease was around the face of the patient (37.4%). Housewives were the most common type of occupation to suffer from ACD (44,2%). Most applied therapy was antihistamines (77.0%) and topical steroids (71.3%).

Conclusion: The number of ACD patients increased from the span of January 1st,

2012 - December 31st, 2013. ACD distribution was more commonly found in women.

The highest number of patients with ACD was within the > 30 years old age group. Housewives were the most common type of occupation. The most visible lesion was in the face area. The pattern of therapy given depends on the degree of severity and the location of ACD lesions.

(14)

ABSTRAK

Latar Belakang : Dermatitis Kontak Alergika (DKA) adalah penyakit keradangan kulit yang ada dalam keadaan akut, subakut dan kronik. Penyakit ini ditandai dengan rasa gatal dan eritema yang disebabkan oleh pajanan suatu alergen. Berdasarkan studi, kejadian penyakit ini meningkat setiap tahunnya.

Tujuan : Mengetahui karakteristik DKA di RSUP. Dr. Kariadi pada periode 2012 – 2013

Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross – sectional retrospektif. Sampel yang digunakan adalah 174 yang diambil dari jumlah populasi pasien DKA di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode 1 Januari 2012 – 31 Desember 2013. Data yang dikumpulkan dari data sekunder berupa catatan medik meliputi jumlah pasien DKA, umur penderita, jenis kelamin, lokasi kelainan kulit, terapi. Kemudian dilakukan pengeditan, pengkodean, diolah secara statistik deskriptif menghitung sebaran tiap variable dan dibuat grafik untuk setiap karakteristik.

Hasil : Hasil penelitian ini adalah meningkatnya jumlah DKA dari tahun 2012 dan 2013. Diagnosis DKA yang sesuai dengan kriteria (100%). Kelompok usia tertinggi pada > 30 tahun (58,6%). Jenis kelamin yang paling banyak adalah perempuan (66,1%). Pekerjaan yang paling banyak didapatkan pada ibu rumah tangga (44,2%). Terapi yang paling banyak digunakan adalah antihistamin (77,0%) dan steroid topikal (71,3%).

Simpulan : Angka kejadian pasien DKA mengalami peningkatan periode 1 Januari 2012 – 31 Desember 2013. Distribusi kejadian DKA pada pasien perempuan lebih banyak. Distribusi kejadian DKA terbanyak pada kelompok umur >30 tahun. Pekerjaan paling banyak adalah ibu rumah tangga. Lokasi lesi terbanyak adalah di daerah wajah. Pola terapi yang diberikan bergantung pada derajat keparahan dan lokasi lesi DKA.

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 1 menunjukkan yaitu Distribusi pasien dermatitis kontak alergi berdasarkan jumlah penderita di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof.. Distribusi pasien

Jenis kelamin subyek penelitian adalah jenis kelamin yang tercantum dalam catatan medik atau kartu identitas.. -

Fase sensitisasi juga dapat memungkinkan terjadi pada. kelenjar getah bening setempat melalui saluran

Metode : Penelitian deskriptif dengan metode cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari catatan medik pasien preeklamsia berat di RSUP dr Kariadi

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data rekam medik usia penderita VAP dan lama rawat inap di ICU RSUP Dr.Kariadi Semarang selama

Dengan menggunakan catatan medik penderita Tb paru yang mempunyai catatan medik lengkap yang dirawat di bangsal Penyakit Dalam RSUP dr.

Karakteristik penderita diabetes melitus adalah kelompok umur 55-64 tahun, jenis kelamin perempuan, asal daerah kota Padang, memiliki riwayat keluarga diabetes melitus,

Dari hasil penelitian penderita Dermatitis Kontak Alergi (DKA) berdasarkan jenis pekerjaan berisiko dan tidak berisiko menunjukkan bahwa beberapa jenis pekerjaan