“FILSAFAT CHINA”
isukandy@yaho o.comKontrak Kuliah:
1. Tujuan Instruksional
› Memahami cara manusia Timur (China) melihat dunia & dirinya dengan metode dan pemahaman yang berbeda dengan cara Barat
› Membuka wawasan bahwa Filsafat China tidak bisa disamakan begitu saja dengan tradisi China. › Meskipun ajaran Konfusius dominan dalam pemikiran China, ia bukan satu-satunya Filsuf di China. › Melihat & mengenal pemikiran filosofis lain, seperti Mozi, Dao, Han Fei Zi, Zhuang Zi, dll. 2. Tujuan Umum
› Supaya mengenal bahwa Filsafat Timur secara umum tidak kalahnilainya & menariknya dari Filsafat Barat.
› Sebagai bekal bagi petugas Pastoral untuk dapat membedakan mana ajaran & pandangan filosofis China dengan tradisi China.
› Melihat lebih mendalam bahwa Filsafat China juga dapat dipakai sebagai sarana yang tepat dalam menjelaskan pokok-pokok iman.
› Mewaspadai kerancuan inkulturasi yang dilakukan oleh sekelompok orang Thionghua dalam Liturgi Gereja.
SEJARAH FILSAFAT CINA
KISAH PENCIPTAAN
Asal mula semesta diperkirakan dimulai th 2229000 sm, dengan seorang proto manusia: Pan Gu sebagai pencipta. Awal mulanya semesta bagai sebuah telur.
Kemudian ia bangun dari tidurnya dan memecahkan telur tersebut. Bagian atas=Langit; bawah=bumi. Ia pun mati; dan bagian-bagian tubuhnya menjadi pelbagai bentuk dunia.
Kesimpulan: Tidak ada Tuhan di sini, yang ada hanya seorang proto-manusia. Mitos ini jelas beda dengan mitos dari dunia Barat/kuno lainnya. Asal mula dunia tidak berasal dari barang-barang dunia. Jadi, seluruh eksistensi dunia berasal dari Pan Gu.
Soal berikutnya: Kalau ada dewa-dwei, darimanakah? Tidak jelas: Miwa – Feminim.
TOKOH UTAMA PERTAMA:
1. Fu Xi (2.852sm): yang mengajar musik & tulisan...
2. Shen Nong: mengajarkan agrikultur, menciptakan pasar, dagang, obat-obatan verbal.
3. Huang Di: mengajarkan seni perang, menciptakan magnet & roda, membangun observatorium, menyusun kalender serta membagikan tanah.
4. Yao: teladan dalam sikap penuh sopan santun, benar dan adil.
5. Shun: menyusun standar timbangan – jarak, mengatur pengairan, mengorganisir pembagian negara dalam provinsi, terkenal dengan bakti pada orang tua. Pendiri dinasti Shun.
SITUASI MASYARAKAT SAAT MUNCULNYA PEMIKIRAN FILOSOFIS
Perkembangan filsafat sistematis dari Laozi & Kongzi (Konfusius) bertepatan dengan pencarian baru: berkaitan dengan peranan politik & tata sosial baru.
Terjadi perang antarnegara (403-221 BC), bertepatan dengan musim semi & musim gugur (antara 700an-200an BC). Perang ini menyebabkan kekacauan yang luar biasa, merosotnya moralitas manusia.
Raja Zhou tidak punya kuasa politik sama sekali.
Dinasti Han berkuasa ± 400 th. Masa ini terjadi perubahan gelar: penguasa disebut Adipati, dengan maksud untuk menyejajarkan dengan Raja Zhou. Pada masa ini juga mulai menggunakan barang-barang besi, khususnya sebagai senjata perang.
Berkembang pula ratusan sekolah pemikiran/filsafat.
Pedagang mempunyai kuasa politik. Jadi, Penguasa=pengusaha.
Namun, anehnya pada masa perang seperti itu, banyak orang tidak mau menjadi tentara. Mereka malah mengembangkan dunia pemikiran dan seni-sastra. Di sini dimunculkan suatu aturan untuk raja; yang akhirnya dilanggar raja sendiri & raja itu dihukum mati. Ini menandakan terbentuknya suatu sistem hukum. Kesimpulan: periode ini adalah masa transisi, ketidakpastian & perbedaan, sekaligus masa perpecahan hebat. Ingat
kejamnya tentara Qin, yang memusnahkan seluruh manusia di suatu kota.
“FILSAFAT CHINA”
isukandy@yaho o.comPEMBAGIAN PERIODE:
1. Periode Klasik (6-2 sm): dengan para tokoh sebagai berikut:
› Confucius (menyoroti soal moral), Mencius (menyatakan dasar manusia=baik; pentingnya latihan/belajar – pendidikan yang terus-menerus), Xunzi
› Laozi, Zhuangzi, Mozi
› Legalis, Logis, Yin-Yang (2 kekuatan kosmis)
› Li Shi Ming – dinasti Hang (awal masuknya Budhisme). 2. Periode Munculnya Budhisme..
3. Periode Neo Konfusianisme.
BAGAIMANA FILSAFAT CINA?
Tidak mencari definisi umum Filsafat China, karena dipengaruhi sejarah, sosial, politik, dan kultural. Ciri-ciri umum Filsafat China menyangkut:
› Konsep pokok Filsafat China › Pedagogi Tradisional China
› Perekaman pemikiran-pemikiran filosofis
KEBIASAAN BERFILSAFAT
Sejak kecil sudah diwajibkan menghafalkan: › SISHU (四書) = EMPAT KITAB
GREAT LEARNING 大學
Berasa dari satu bab Kitab Ritus (LIJI 禮 記 礼 记). Terdiri dari satu teks Confusius & Sembilan bab Komentar dari ZENG ZI 曾子, murid Confusius. Berisi banyak pemikiran filosofis & politis. Pemerintah, pengolahan diri, penelitian menjadi kata kuncinya.
DOCTRINE OF MEAN 中庸
Terdiri dari 1 BAB LIJI . Berasal dari ZISI 子思, cucu Konfusius, berfokus pada jalan utama mendapatkan keutamaan sejati melalui jalan Dao [道].
ANALECTS 論語
Berisi catatan tentang percakapan Confusius & para muridnya, menyangkut banyak hal: moral, keutamaan, kemanusiaan, pengolahan diri, dll.
MENCIUS 孟子
Koleksi percakapan Mencius dengan pemimpin negara. Berbeda dengan Confusius yang ringkas & padat, doalog Mencius panjang dan mendetail. › SANZIJING (三字經) = Kitab Tiga Kata oleh WANG YINGLIN (王應麟, 1223-1296) dan/atau OU
SHIZI (區適子, 1234-1324) dari Dinasti Song:
1 人之初 = sewaktu lahir
性本善 = manusia pada dasarnya baik
性相近 = pada awalnya sifat mereka sama
習相遠 = lama-kelamaan sifat berbeda
2 苟不教 = bila dilalikan & tidak diajar
性乃遷 = sifat mereka merosot
教之道 = cara benar untuk mengajar
貴以專 = dengan penuh perhatian
› DIZIGUI (弟子规) = Aturan seorang murid
› 弟子规 aturan seorang murid
› 圣人训 berdasarkan ajaran orang bijak
› 首孝弟 pertama-tama menjadi anak
› 次谨信 kemudian hormat dan dipercaya
›
泛爱众 juga mengasihi semua orang
› 而亲仁 dan dekat kepada mereka yang berbudi & berhati baik.
› 有余力 bila masih ada kekuatan
› 则学文 tekun menuntut ilmu
› PUISI = TANGSHI 300 唐詩三百首
› Dinasti Tang (618-907) Puncak Keemasan Kebudayaan.
› Li Bai “DALAM KEHENINGAN MALAM”
› Kisah-kisah Kepahlawanan Perang Musim semi-gugur Kisah Tiga negara
Kisah Yuefei
Kisah-kisah kepahlawanan dari setiap Dinasti dll
› DARI AGAMA MENUJU FILSAFAT (KOSMOLOGI)
tidak berbeda dengan filsafat Yunani: Konsep dewa-dewi, interaksi manusia dengan dunia supranatural, dll. SHANGDI (上帝) = Tuhan diakui eksistensinya, tetapi tidak berurusan dengan manusia. Juga bukan pencipta
dunia.
Sering disebut dan dikena dengan nama TIAN 天 = HEAVEN/LANGIT.
Dunia dilihat sebagai suatu sistem organis yang saling berhubungan, dengan pusatnya manusia人. Ada hubungan spiritual antara fenomena dunia & kehidupan manusia à ada irama kehidupan & kosmis. Bencana alam merupakan reaksi dari terganggunya harmoni. Jadi, bukan soal baik & buruk.
Manusia dapat menilai irama kosmis melalui “ramalan” = membaca tanda zaman.
› Kulit kura-kura (1700-1100 BC): dilihat dari bentuk goresan, didahului dengan upacara penyucian diri. Dipakai oleh raja.
› Dinasti Zhou (1122-256 BC) memakai buku YIJING (易 经) = Kitab Perubahan. Tidak melulu dipakai untuk urusan politik. Tahu mengambil keputusan moral disebut : “Bijaksana” = Keselarasan jiwa manusia dengan jiwa kosmos.
Dari YIJING muncul konsep YIN (陰) & YANG (陽), yaitu pada zaman Dinasti Han (207-9). KESIMPULAN:
› Dunia adalah keseluruhan organis (langit, bumi, manusia) dalam keteraturan. › Unsur dasar dari eksistensi kosmos bukan materi, tetapi energi (YING & YANG).
› Orang bijak dapat “MEMBACA” irama kosmis karena pikirannya bersatu dengan kosmos.
› Alam spiritual & materi tidak terpisah, melainkan satu. Karena itu, orang mati & orang hidup bisa saling berkomunikasi.
›
› KONSEP DASAR KOSMOLOGI CINA DAO 道
QI 气 YIN 阴 YANG 阳
YIN 阴 & YANG 阳
Kosmologi Cina didasarkan pada kepercayaan akan hukum kosmik atau pola kosmik.
Pola kosmik ini bukan saja sumber segala eksistensi, tetapi juga sebagai aturan yang mengendalikan seluruh perkembangan kosmos.
› DAO 道
› 1. DAO
Semesta dilihat sebagai “organisme yang penuh dalam dirinya yang berfungsi menurut pola yang inheren pada dirinya sendiri.
Pola ini secara umum disebut Dao道 oleh para filsuf perdana.
Dao sebagai suatu pola yang teratur dalam dirinya sendiri, tidak diciptakan dan tidak diadakan, dia ada dari semula.
Maka pencapaian Dao menjadi tujuan akhir yang dicari oleh semua filsuf Cina = mencapai kesatuan dengan asal mula eksistensi.
›
› 2. Makna
Menurut analisa Bryan Van Norden: kata dao mempunyai beberapa makna yang berhubungan: › Makna original = jalan (kata benda yang berarti jalan)
› Menjadi = jalan = jalan yang benar melakukan sesuatu (sebagai terminus moral yang menyatakan cara yang benar melakukan sesuatu)
› Konsep linguistik dari cara menjalankan sesuatu, atau “memberikan arti linguistik” (dipakai sebagai kata kerja yang berarti “berkata”)
› Entitas metafisik yang bertanggungjawab atas cara sesuatu bertindak (dipakai dalam konotasi ontologis yang menunjuk asal mula semesta.)
Dalam konteks Kosmologi Cina, Dao dipakai untuk “entelechy yang merangkum segala sesuatu”, yaitu kekuatan pemberi hidup yang bertanggung jawab atas penciptaan segala sesuatu.
Dao dalam arti ini dipakai dalam Yijing dan ajaran Laozi (pencetus Daoisme)
Dao di sini mengendalikan seluruh semesta sejak ada. Karena itu Dao dipahami sebagai aturan kosmos, Cara/Jalan Ada segala sesuatu.
Jadi Dao = › Jalan › Kebenaran › Realitas › Prinsip kosmis ›
› 3. Dao dan Manusia
Dalam bahasa Mandarin dikenal kata dao (Jalan) li (Prinsip/Aturan). Bila digabung menjadi 道 理 = pengertian atau kebenaran.
Di bawah pemahaman holistik kosmis, aturan kosmik juga mengatur hidup manusia.
Karena itu Dao memiliki konotasi moral, sebagai jalan yang benar yang berhubungan dengan urusan dunia manusia.
Karena Dao adalah “jalan yang benar”, maka Dao menjadi “Jalan yang harus diambil” Ajaran Confusius:
Dao adalah prinsip moral tertinggi manusia
Bahasa harus menunjukkan realitas (kebenaran), dan sebagai kebenaran berarti menggambarkan Jalan.
Laozi menolak pandangan pembakuan makna semantik Dao:
道可道非常道,名可名非常名。
› dao ke dao fei chang dao, ming ke ming fei chang ming. ›
›
QI
气
(
氣
)
Dao sering dimengerti sebagai irama atau pola dari aliran qi Qi bukan semata-mata:
› Energi
› Uap air › Udara › 1. Sifat qi
Memiliki makna: uap yang memberi kekuatan, menyegarkan, dan menjadi sumber hidup. Qi bersifat dinamis, senantiasa berubah, ada mendahului materi.
› 2. Qi dan semesta
Kondensasi qi membentuk materi.
Segala sesuatu terdiri dari qi, dan tingkatan kemurnian qi menentukan level eksistensi Manusia memiliki unsur qi termurni; unsur qi hewan kurang murni.
› 3. Aliran qi
Qi tidak mempunyai kehendak sendiri, dan karena itu ciptaan bukan hasil dari yang direncanakan. Qi memuai dan memadat, namun tidak pernah berhenti atau hilang.
Qi meliputi semesta. Dkl seluruh semesta merupakan totalitas qi dalam gerakan abadi dan perubahan terus menerus.
Maka kosmos dilihat terdiri dari kekuatan sejumlah besar qi yang tidak memiliki pemikiran/kesadaran dalam dirinya sendiri.
Qi terdiri dari dua bagian: YIN 阴 dan YANG 阳
›
› YIN 阴 & YANG 阳
Yin & Yang menunjukkan secara bersamaan perbedaan fisik maupun simbolik. Konsep tentang perbedaan bukan pertentangan
› 1. Perbedaan Fisik
Pada tingkat fisik, yin yang saling bersaing sekaligus juga saling melengkapi.
Yin qi dan yang qi merupakan dua kekuatan/energi yang saling bertentangan, dan menyebabkan qi selalu mengalir
Kedua unsur ini juga saling melengkapi, karena eksistensi keduanya tergantung satu sama lain. Keduanya tidak bisa yin sama sekali, atau juga sebaliknya.
Kerjasama/pertentangan antara kedua unsur ini menjadi penyebab perubahan, pertumbuhan, kemerosotan, dsb.
Yin-Yang bukan polarisasi antara baik dan buruk, terang dan gelap, dsb yang bergelut mencapai yang tertinggi.
Membentuk keharmonisan tertinggi.
› 2. Perbedaan Simbolik (Metafora)
Yin menggambarkan wanita, lemah, gelap, basah, dingin, api, dst. Yangmenggambarkan pria, kuat, terang, kering, panas, air, dst.
› 3. Sifat-sifat Yin-Yang Yin-Yang saling bertentangan
› Tidak mungkin membicarakan yin-yang tanpa menunjuk pada pertentangan antara keduanya.
Yin-Yang mempunyai akar yang sama
› Karena yin-yang muncul begitu saja dari satu gerakan, mereka saling terkait sebagi bagian dari satu keseluruhan. Interaksi keduanya melahirkan hal-hal baru.
Yin-Yang saling mengtransformasi.
› Setiap pasang ada surut, demikian juga dengan eksistensi lainnya. › Ying senantiasa mengandung potensi yang, dan yang untuk Timur. Yin-yang saling seimbang.
› Yin-yang adalah keseimbangan dinamis. Karena mereka muncul bersamaan, maka mereka akan selalu seimbang.
›
› KONSEP TENTANG MANUSIA
Berakar pada semangat religius dalam mencari kesejahteraan masyarakat, perhatian para filsuf Cina dipusatkan pada:
› Bagaimana memimpin negara › Bagaimana bertingkah laku
› agar tidak mengacaukan aturan kosmis atau menyimpang dari Dao. Jadi kelihatan sekali tendensi humanistik pada perkembangan filsafat Cina.
Humanisme adalah suatu sistem pemikiran yang memfokuskan diri pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat manusia, didasarkan pada nilai-nilai, bukan pada otoritas supranatural
Para pemikir kuno Cina memiliki kerinduan menemukan cara terbaik dlm: Mengambil keputusan politik terbaik
Menyelesaikan persoalan sosial Bertingkah laku dengan pantas ›
Dua bidang utama Filsafat Cina:
› Sosial-Politik: Hampir semua filsuf zaman dahulu berupaya mencari struktur sosial politik terbaik dan pedoman moral bagi penguasa dan rakyat
› Etika: sebagai tanggapannya, tindak tanduk dalam struktur sosial, pemerintah, dan masyarakat harus sesuai dengan tata aturan kosmik.
Pemikiran para filsuf berakar kuat pada kosmologinya, yg banyak ditemukan dalam filosofi Yijing:
› Tidak didorong melulu oleh upaya pencarian intelektual akan pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri
› Dengan background bahwa Dao (prinsip utama) mengendalaikan alam semesta dan manusia, menyelidiki alam sebagai sarana pencapaian pengetahuan Dao atau prinsip utama
A.C.Graham: Dalam padangan Barat, Filsafat Cina pra-Budhisme adalah kedangkalan epistemologi. Sebaliknya bagi orang Cina, tujuan mencari sesuatu di balik banyak hal adalah menemukan, bukan sesuatu yang lebih dari apa yang tertangkap indera, melainkan menemukan Jalan/Cara yang tetap di balik perubahan2 dan pertentangan2 cara hidup dan pemerintahan, yang diperoleh melalui pendidikan sebagai Jalan/Cara para raja bijak
Berakar pada semangat religius dalam mencari kesejahteraan masyarakat, perhatian para filsuf Cina dipusatkan pada:
› Bagaimana memimpin negara › Bagaimana bertingkah laku