Sejarah Lahirnya Islam di Indonesia
Islam merupakan salah satu agama besar di dunia saat ini. Agama ini lahir dan berkembang di Tanah Arab.
Pendirinya ialah Muhammad. Agama ini lahir salah satunya sebagai reaksi atas rendahnya moral manusia pada saat itu. Manusia pada saat itu hidup dalam keadaan moral yang rendah dan kebodohan (jahiliah). Mereka sudah tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran nabi-nabi sebelumnya. Hal itu menyebabkan manusia berada pada titik terendah. Penyembahan berhala, pembunuhan, perzinahan, dan tindakan rendah lainnya merajalela.
Islam mulai disiarkan sekitar tahun 612 di Mekkah. Karena penyebaran agama baru ini mendapat tantangan dari lingkungannya, Muhammad kemudian pindah (hijrah) ke Madinah pada tahun 622. Dari sinilah Islam berkembang ke seluruh dunia.
Muhammad mendirikan wilayah kekuasaannya di Madinah. Pemerintahannya didasarkan pada pemerintahan Islam. Muhammad kemudian berusaha menyebarluaskan Islam dengan memperluas wilayahnya.
Setelah Muhammad wafat pada tahun 632, proses menyebarluaskan Islam dilanjutkan oleh para kalifah yang ditunjuk Muhammad.
Sampai tahun 750, wilayah Islam telah meliputi Jazirah Arab, Palestina, Afrika Utara, Irak, Suriah, Persia, Mesir, Sisilia, Spanyol, Asia Kecil, Rusia, Afganistan, dan daerah-daerah di Asia Tengah. Pada masa ini yang memerintah ialah Bani Umayyah dengan ibu kota Damaskus.
Pada tahun 750, Bani Umayyah dikalahkan oleh Bani Abbasiyah yang kemudian memerintah sampai tahun 1258 dengan ibu kota di Baghdad. Pada masa ini, tidak banyak dilakukan perluasan wilayah kekuasaan. Konsentrasi lebih pada pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban Islam. Baghdad menjadi pusat perdagangan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Setelah pemerintahan Bani Abbasiyah, kekuasaan Islam terpecah. Perpecahan ini mengakibatkan banyak wilayah yang memisahkan diri. Akibatnya, penyebaran Islam dilakukan secara perorangan. Agama ini dapat berkembang dengan cepat karena Islam mengatur hubungan manusia dan TUHAN. Islam disebarluaskan tanpa paksaan kepada setiap orang untuk memeluknya.
Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia
Sejarahmencatat bahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam persebaran agama dan kebudayaan Islam. Letak Indonesia yang strategis menyebabkan timbulnya bandarbandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh.
a. Peranan Kaum Pedagang
Seperti halnya penyebaran agama Hindu-Buddha, kaum pedagang memegang
peranan penting dalam proses penyebaran agama Islam, baik pedagang dari luar Indonesia maupun para pedagang Indonesia.
Para pedagang itu datang dan berdagang di pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir. Malaka merupakan pusat transit para pedagang. Di samping itu, bandar-bandar di sekitar Malaka seperti Perlak dan Samudra Pasai juga didatangi para pedagang.
Mereka tinggal di tempat-tempat tersebut dalam waktu yang lama, untuk menunggu datangnya angin musim. Pada saat menunggu inilah, terjadi pembauran antarpedagang dari berbagai bangsa serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling memperkenalkan adat-istiadat, budaya bahkan agama. Bukan hanya melakukan perdagangan, bahkan juga terjadi asimilasi melalui perkawinan.
Di antara para pedagang tersebut, terdapat pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang umumnya beragama Islam. Mereka mengenalkan agama dan budaya Islam kepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Maka, mulailah ada penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam. Lama-kelamaan penganut agama Islam makin banyak. Bahkan kemudian berkembang perkampungan para pedagang Islam di daerah pesisir.
Penduduk setempat yang telah memeluk agama Islam kemudian menyebarkan Islam kepada sesama pedagang, juga kepada sanak familinya. Akhirnya, Islam mulai berkembang di masyarakat Indonesia. Di samping itu para pedagang dan pelayar tersebut juga ada yang menikah dengan penduduk setempat sehingga lahirlah keluarga dan anak-anak yang Islam.
kuat akhirnya membentuk sebuah pemerintahaan Islam. Dari situlah lahir kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara. b. Peranan Bandar-Bandar di Indonesia
Bandar merupakan tempat berlabuh kapal-kapal atau persinggahan kapal-kapal dagang. Bandar juga merupakan pusat perdagangan, bahkan juga digunakan sebagai tempat tinggal para pengusahaperkapalan. Sebagai negara kepulauan yang terletak pada jalur perdagangan internasional, Indonesia memiliki banyak bandar. Bandar-bandar ini memiliki peranan dan arti yang penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia.
Di bandar-bandar inilah para pedagang beragama Islam memperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduk setempat. Dengan demikian, bandar menjadi pintu masuk dan pusat penyebaran agama Islam ke Indonesia. Kalau kita lihat letak geografis kota-kota pusat kerajaan yang bercorak Islam pada umunya terletak di pesisir-pesisir dan muara sungai.
Dalam perkembangannya, bandar-bandar tersebut umumnya tumbuh menjadi kota bahkan ada yang menjadi kerajaan, seperti Perlak, Samudra Pasai, Palembang, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, dan Tidore. Banyak pemimpin bandar yang memeluk agama Islam. Akibatnya, rakyatnya pun kemudian banyak memeluk agama Islam.
Peranan bandar-bandar sebagai pusat perdagangan dapat kita lihat jejaknya. Para pedagang di dalam kota mempunyai perkampungan sendiri-sendiri yang penempatannya ditentukan atas persetujuan dari penguasa kota tersebut, misalnya di Aceh, terdapat perkampungan orang Portugis, Benggalu Cina, Gujarat, Arab, dan Pegu. Begitu juga di Banten dan kota-kota pasar kerajaan lainnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam memiliki ciri-ciri yang hampir sama antara lain letaknya di pesisir, ada pasar, ada masjid, ada perkampungan, dan ada tempat para penguasa (sultan).
c. Peranan Para Wali dan Ulama
Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Di samping sebagai pedagang, para pedagang Islam juga berperan sebagai mubaligh. Ada juga para mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agamanya. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Pola ini memakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikan pesantren-pesantren sebagai sarana pendidikan Islam.
Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo (9 wali). Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan. Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan wali tersebut adalah seperti berikut.
(1) Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
(2) Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.
(3) Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.
(4) Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.
(5) Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat. (6) Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.
(7) Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
(8) Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.
(9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.
3. Kapan dan dari mana Islam Masuk Indonesia
Masuknya Islam ke Indonesia menimbulkan berbagai teori. Meski terdapat beberapa pendapat mengenai kedatangan agama Islam di Indonesia, banyak ahli sejarah cenderung percaya bahwa masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-7 berdasarkan Berita Cina zaman Dinasti Tang. Berita itu mencatat bahwa pada abad ke-7, terdapat permukiman pedagang muslim dari Arab di Desa Baros, daerah pantai barat Sumatra Utara.
Abad ke-13 Masehi lebih menunjuk pada perkembangan Islam bersamaan dengan tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Pendapat ini berdasarkan catatan perjalanan Marco Polo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.
Bukti yang turut memperkuat pendapat ini ialah ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai, Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 1297.
Jika diurutkan dari barat ke timur, Islam pertama kali masuk di Perlak, bagian utara Sumatra. Hal ini menyangkut strategisnya letak Perlak, yaitu di daerah Selat Malaka, jalur laut perdagangan internasional dari barat ke timur. Berikutnya ialah Kerajaan Samudra Pasai.
Di Jawa, Islam masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Dilihat dari namanya, diperkirakan Fatimah adalah keturunan Hibatullah, salah satu dinasti di Persia. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makam Malik Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822 H atau 1419 M. Agak ke pedalaman, di Mojokerto juga ditemukan ratusan kubur Islam kuno. Makam tertua berangka tahun 1374 M. Diperkirakan makam-makam ini ialah makam keluarga istana Majapahit. Di Kalimantan, Islam masuk melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama Sultan Syarif Abdurrahman pada abad ke-18. Di hulu Sungai Pawan, di Ketapang, Kalimantan Barat ditemukan pemakaman Islam kuno. Angka tahun yang tertua pada makam-makam tersebut adalah tahun 1340 Saka (1418 M). Jadi, Islam telah ada sebelum abad ke-15 dan diperkirakan berasal dari Majapahit karena bentuk makam bergaya Majapahit dan berangka tahun Jawa kuno. Di Kalimantan Timur, Islam masuk melalui Kerajaan Kutai yang dibawa oleh dua orang penyiar agama dari Minangkabau yang bernama Tuan Haji Bandang dan Tuan Haji Tunggangparangan. Di
Kalimantan Selatan, Islam masuk melalui Kerajaan Banjar yang disiarkan oleh Dayyan, seorang khatib (ahli khotbah) dari Demak. Di Kalimantan Tengah, bukti kedatangan Islam ditemukan pada masjid Ki Gede di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M.
MACAM-MACAM HUKUM ILMU TAJWID
MACAM-MACAM HUKUM ILMU TAJWID
A. Hukum Bacaan Nun Mati/Tanwin
1. Idzhar halqi
Idzhar halqi adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu huruf halqi. Huruf halqi ada enam, yaitu اه, غ , ع , خ , ح , ا cara membacanya harus jelas, tidak mendengung, dan tidak samar-samar.
Contoh : ميظع باذع وه نا
اريخ ةرد قلع نم
يه ملس متنا نا
2. Idhgham Bighunnah
Idhgham Bighunnah adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari empat huruf, yaitu و ,م, ب , ي. Adapun cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam suara huruf tersebut dengan mendengung.
Contoh : نيهم ءام لمعي نم
ىرشبو ىده نيرصن نم
3
. Idhgham Bilaghunnah
Idhgham Bilaghunnah adalah apabils ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari huruf dua, yaitu ل dan ر. Cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam huruf tersebut tanpa mendengung.
Contoh : كل ريخ هندل نم
ميجر ناطيش قيهر نم
4. Iqlab
Iqlab adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan ba’ (ب). Cara membacanya yaitu suara nun mati/tanwin diganti dengan suara mim mati ( م) dengan merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh : اديعب لل ن ذبنيل
ريصب عيمس ديعب نم
Ikhfa’ adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf, yaitu .ك, ق, ف, ظ, ط, ض, ص, ش, س, ز, ذ, د, ج, ث, ت cara membacanya suara nun mati/tanwin dibaca samar-samar dengan sengau dihidung.
Contoh : اديهش ءيش كلبق نم
ىظلت اران بصن اف
لصف لوتل هدنع
B. Hukum Bacaan Qalqalah
1. Pengertian Qalqalah
Qalqalah secara bahasa berarti getaran suara. Adapun secara istilah qalqalah berarti menyembunyikan huruf yang bertanda sukun (mati) dengan suara yang lebih ditekan lagi dari makhraj hurufnya. Jumlah huruf qalqalah ada 5, yaitu ط , ق,د ج , ب , yang bisa disingkat dengan دج بطق
2. Macam-macam Qalqalah
a. Qalqalah Kubra
Qalqalah kubra berarti salah satu huruf qalqalah berharakat mati/sukun tidak asli yang disebabkan adanya waqaf. Cara membacanya harus lebih jelas dan
memantul.
Contoh : طسقلاب بيرم هيلا
جاجا حلم ديدج قلخب
قيرحلا باذع
b. Qalqalah Sughra
Qalqalah sughra berarti apabila salah satu huruf qalqalah berharakat sukun (mati) asli bukan karena waqaf. Cara membacanya juga harus jelas dan memantul.
Contoh : لبق نم برقت و
نولعجيو هفطن نم
لدعلاب بتاك
C. Hukum Baca’an Lam
Lam mufakhamah adalah apabila lam ل dalam lafal هللا didahului oleh harakat fathah atau dlommah, maka harus dibaca tebal.
Contoh : هللا ةمحر هللا ديهش هللا لوسر
2. Lam Muraqqah (( قيقرت
Lam muraqqah adalah apabila lam ل dalam lafal هللا didahului oleh harakat kasrah, maka harus dibaca tipis. Semua lam yang terdapat dalam lafal هللا harus dibaca tipis.
Contoh : هلل دمحلا هللا دنع نم هللا مسب
D. Hukum Baca’an Ra’
3. Ra’ Mufakhamah (( ميخفت
Ra’ mufakhamah adalah ra’ yang dibaca tebal. Ra’ dibaca tebal apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1) Ra’ berharakat fathah
Contoh : هري ارش ةرذ لاقثم لمعي نمو
2) Ra’ berharakat dlommah
Contoh : حتفلاو هللارصن ءاج اذا
3) Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat fathah atau dlommah.
Contoh : ميهيمرت لسراو
4) Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah, tetapi bukan kasrah asli dari perkataanya.
Contoh : ةيلرم ةيلار كبر ىلا يعجرا
5) Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, tetapi sesudah ra’ ada salah satu huruf isti’la yang tidak berharakat kasrah. Huruf isti’la ada 7, yaitu.ظ , ق , ط , غ , ض , ص , خ
Contoh : داصرمل ابل كبر نا ساطرق ةقرف
1. Ra’ Muraqqaqah (( قيقرت
Ra’ muraqqaqah adalah ra’ yang dibaca tipis. Ra’ dibaca tipis apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
Contoh : قلخام رش نم قساغ رش نم
b) Apabila sebelum huruf ra’ ada huruf ya’ sukun
Contoh : ريشبو ريذن رهش فلا نم ريخ
c) Ra’ berharakat sukun yang didahului huruf berharakat kasrah. Namun setelah ra’ sukun bukan huruf isti’la.
Contoh : داتو ا ىذ نوعرفو
2. Jawaazul Wajhaini
Dalam hukum jawaazul wajhaini ra’ boleh dibaca tarqiq atau tafkhim. Hukum jawaazul wajhaini bisa terjadi apabila ada ra’ sukun yang didahului huruf berharakat kasrah dan sesudahnya ada salah satu huruf isti’la yang berharakat kasrah.
Contoh : هلرع نم صرحب
E. Hukum Bacan Mad
1. Pengertian mad
Kata mad berasal dari bahasa arab ادم – دمي – دم yang berarti memanjangkan. Sedangkan menurut istilah, mad berarti memanjangkan bacaan huruf hijaiyah sesuai dengan sifat dan syaratnya masing-masing.
2. Macam-macam Mad
a. Mad Thabi’i
Mad thabi’i adalah bacaan huruf hijaiyah yang dipanjangkan secara biasa, atau sering disebut mad pokok (mad asli). Cara membacanya yaitu dipanjangkan satu alif (2 harakat). Disebut mad Thabi’i apabila terdapat hal-hal berikut :
1. Jika ada ا jatuh sesudah harakat fathah. Contoh : اح ,او ,ان ,ام ,اس
2. Jika ada و jatuh sesudah harakat dommah. Contoh : وح ,وو ,ون ,وم ,وس
3. Jika ada ي jatuh sesudah harakat kasrah. Contoh : يح ,يو ,ين ,يم ,يس
b. Mad Far’i
Mad far’i adalah semua mad selain mad thabi’i, karena bersumber dari mad thabi’i maka disebut mad far’i yang mempunyai arti mad cabang.
Adapun mad far’i ini ada 13 macam :
Mad wajib muttashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata. Panjang bacaaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh : ءافنح , ءوس , ءيجو , ءامسلاو
2) Mad Jaiz Munfashil
Mad jaiz munfashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah tetapi tidak dalam satu kata. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).
Contoh : ك انيطعا انا كاردا امو نيذلا اهياي
3) Mad Layyin
Mad layyin adalah apabila ada salah satu huruf hijaiyyah yang berharakat fathah sebelum wawu sukun atau ya’ sukun.
Contoh : فذخ نم بير
مويلا يل
4) Mad ‘Aridl Lis Sukun
Mad ‘Aridl Lis Sukun adalah jika ada bacaan mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah hidup yang dibaca mati/tanda waqaf. Panjang bacaanya yaitu : 1 alif (2 harakat) atau 2 alif (4 harakat) atau 3 alif (6 harakat).
Contoh : نورصني نيعتسن
ميحرلا شوف نم
5) Mad ‘Iwadl
Mad ‘iwadl adalah apabila ada huruf hijaiyah yang berharakat fathah tanwin yang dibaca waqaf diakhir kalimat. Panjang bacaanya 1 alif (2 harakat).
Contoh : اميحر اروفغ dibaca اميحر اروفغ
اريصب اعيمس dibaca اريصب اعيمس
6) Mad Badal
Mad badal adalah apabila ada 2 buah huruf hamzah dan huruf hamzah yang pertama berharakat sedangakan huruf hamzah yang ke-2 disukun (mati), maka hamzah yang ke-2 diganti dengan :
- ا jika hamzah yang pertama berharakat fathah
- و jika hamzah yang pertama berharakat kasrah
Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat)
Contoh : مدﺄﺄ menjadi مدا
يتؤا menjadi يتوا
نامئا menjadi ناميا
7) Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi
Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bertasydid dalam satu kata. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh : نيلاضلا و هخاصلا ةماطلا
8) Mad Lazim Mukhafaf Kilmi
Mad Lazim Mukhafaf Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bersukun. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh : ن آن
9) Mad Lazim Mutsaqqal Harf
Mad Lazim Mutsaqqal Harf adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat salah satu/lebih dari huruf :
م ,ك ,ي ,ل ,ع ,ص ,ق ,ن yang bisa disingkat dengan lafal مكيلع صقن. Adapun panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat). Mad ini juga bisa disebut dengan
( عبشم يفرح مز دم ).
Contoh : ملا ق ن ص
10) Mad Lazim Mukhafaf Harf
Mad Lazim Mukhafaf Harf adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat satu/lebih dari huruf :رهط يح yaitu ر , ه , ط , ي , ح . Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
Contoh : رلا مح سي هط
11) Mad shilah
أ . Mad Shilah Qashirah
Mad Shilah Qashirah adalah apabila ada kata ganti (ha’ dlomir) yang didahului dengan huruf yang berharakat ( ̶ )/ ( ̶ ). Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
ب . Mad Shilah Thawilah
Mad Shilah Thawilah adalah apabila ada mad shilah qashirah yang bertemu dengan hamzah. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).
Contoh : ءاشامب ا هل هدلخأ هلام
12) Mad Thamkin
Mad thamkin adalah apabila ada huruf yang bertasydid dan berharakat kasrah bertemu dengan sukun. Panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat) dan penempatan bacaanya pada tasydid serta mad thabi’inya.
Contoh : نييبنلا نم نييلع متييح
13) Mad Farqi
Mad farqi adalah bacaan panjang yang membedakan antara pertanyaan atau bukan.
Contoh : نييثن ا ما مرح نيركذلا مكل نذا هللا لق
F. Hukum Bacaan Mim Sukun
1. Ikhfa’ Syafawi
Ikhfa’ syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf ba’ (ب ). Cara membacanya yaitu merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh : هب ما هللاب مصتعا
2. Idzhar Syafawi
Idzhar syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf hijaiyah yang selain ب dan م, yaitu : ,ذ ,ر ,ز ,س ,ش ,ص ,ض ,ط ,ظ ,ع ,غ ,ف ,ق ,ك ,ل ,ن ,و ,ه ,ي ء ,ث ,ت ,خ ,ح ,ج ,د. Adapun cara membacanya yaitu harus jelas, tidak mendengung dan juga tidak samar-samar.
Contoh : و مهيلع اهيف مهل مهبر ىلا مهنا
ريغ مهيلع تمعنا نوعجار مهو
3. Idhghom Mimi
Idhghom mimi yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan huruf mim (م). Cara membacanya yaitu dengan cara merapatkan bibir dan mendengung.
BELAJAR MEMAHAMI DASAR-DASAR BAHASA ARAB SEDERHANA (Bag.3)
Assalamu 'alaykum waro(h)matullahi wabarokaatuh, Bismillah, Al(ha)mdulillah, washsholaatu wassalaamu 'alaa Rosuulillaah wa 'alaa aalihi wa ash(haa)bihi ajma'iyn, waba'du.
Ikhwaniy wa akhwatiy fllah ro(hi)ymakumullahu jamiy'an insyaa Allah, ketahuilah bahwa kita hidup di dunia ini tidak akan lama, kita hanya memiliki sedikit sekali kesempatan untuk berbekal dengan bekal taqwa, yang kelak akan kita
perhadapkan kepada Robb kita, yakni Dzat yang telah menciptakan kita, Dzat yang di genggaman-Nya lah segala kekuasaan, Allah 'Azza wa Jalla. Kita patut bersyukur kepada-Nya bahwa kita masih memperoleh sedikit kesempatan dari-Nya untuk kembali melakukan hal-hal yang Allah ridhoi, sehingga kelak segala aktiftas kita yang mengandung manfaat dapat menambah perbendaharan bekal kita yang akan ditimbang di atas mizan Allah untuk dibandingkan kadarnya dengan amalan-amalan buruk kita, untuk itu marilah kita senantiasa berdo'a dan saling mendo'akan serta berharap agar kiranya kelak Allah akan menjadikan aktiftas belajar bahasa arab kita ini sebagai amalan yang bisa menambah beratnya timbangan kebaikan kita sekaligus sebagai penghapus keburukan-keburukan kita selama ini.
Baiklah teman-teman ro(hi)ymakumullah, marilah kita melanjutkan materi pelajaran kita, yakni materi yang ketiga, namun sebelumnya kami ingin kembali
mengingatkan sekaligus memastikan bahwa teman-teman sekalian masih ingat dan tidak begitu mudahnya melupakan kutipan sya'ir dari Al-Imam Asy-Syaaf'i
ro(hi)ymahullahu ta’aala agar kiranya setiap pelajaran yang kita terima bisa dengan mudah kita fahami karena terdapat keberkahan dari Allah 'Azza wa Jalla padanya insyaa Allah.
Bismillah Ar-Ro(h)man Ar-Ro(hi)ym.
Robbanaa zidnaa 'ilman war-zuqnaa fahman.
AL-(HI)WAAR (Percakapan)
Zaynab : Assalamu 'alaykum. Maryam : Wa 'alaykumussalam. Zaynab : Masaa-ul khoyr?.
(Ucapan selamat untuk waktu dzhuhur ke atas). Maryam : Masaa-un-nuur.
(Jawaban dari ucapan Masaa-ul khoyr). Zaynab : Masmuki?
(Siapa namamu?)
Maryam : Ismiy Maryam, wa anti masmuki?
(Nama saya Maryam, dan anda, siapa nama anda?). Zaynab : Ismiy Zaynab.
(Nama saya Zaynab) Maryam : Maa mihnatuki? (Apa profesi anda?)
Zaynab : Anaa Mudarrisa(tun), wa anti maa mihnatuki? (Saya seorang Guru -wanita-, dan anda, Apa profesi anda?) Maryam : Anaa Mudarrisa(tun) aydhon.
(Saya juga seorang Guru -wanita-).
Zaynab : Fiy ayyi mar(ha)la(tin) tata'allamiyna? (Di tingkatan manakah anda mengajar?).
Maryam : Ata'allama fy mar(ha)la(ti)l-ibtidaa-iyya(ti). (Saya mengajar di tingkatan Sekolah Dasar).
Wa fy ayyi mar(ha)la(tin) tata'allamiyna anti? (Dan anda, di tingkatan mana anda mengajar?).
Zaynab : Ata'allama fy mar(ha)la(ti)l-mutawassitho(ti). (Saya mengajar di tingkatan Sekolah Menengah). Maryam : Hal laki athfaalun?
Maryam : Anaa u(hi)bbu 'amaliy aydhon. (Saya juga mencintai pekerjaan saya).
1. Idzaa = Apabila.
12. Innamaa = Sesungguhnya / Hanyalah. 13. Baabun = Pintu.
Kata ganti, yakni di dalam istilah tata bahasa arab disebut DHOMIYR secara garis besarnya terbagi 3, yakni:
1. Dhomiyr Gho-ib (Kata ganti orang ketiga).
Yakni kata ganti yang digunakan untuk menunjuk seseorang yang menjadi objek pembicaraan kita.
- Huwa = Dia (lk) / Huwa yatakallam (Dia sedang berbicara)
- Humaa = Mereka berdua (lk)/(pr) / Humaa yatakallamaani (Mereka berdua sedang berbicara)
- Hum = Mereka -jamak- (lk) / Hum yatakallamuuna (Mereka sedang berbicara). - Hiya = Dia (pr) / Hiya tatakallam.
- Humaa = Mereka berdua (pr)/(lk) / Humaa tatakallamaani (Mereka berdua sedang berbicara).
- Hunna = Mereka -jamak- (pr) / Hunna yatakallimna (Mereka sedang berbicara).
2. Dhomiyr Mukhoothob (Kata ganti orang kedua).
- Anta = Anda (lk) / Anta tatakallam (Anda sedang berbicara)
- Antumaa = Kalian berdua (lk)/(pr) / Antumaa tatakallamaani (Kalian berdua sedang berbicara)
- Antum = Kalian -jamak- (lk) / Antum tatakallamuuna (Kalian sedang berbicara). - Anti = Anda (pr) / Anti tatakallamiyna (Anda sedang berbicara)
- Antumaa = Kalian berdua (pr)/(lk) / Antumaa tatakallamaani.
- Antunna = Kalian -jamak- (pr) / Antunna tatakallimna (Kalian sedang berbicara)
3. Dhomiyr Mutakallim (Kata ganti orang pertama).
Yakni kata ganti yang digunakan untuk menunjuk diri sendiri ketika kita berbicara. - Anaa = Saya (lk)/(pr) / Anaa atakallam (Saya sedang berbicara)
- Na(h)nu = Kami (lk)/(pr) / Na(h)nu natakallam (Kami sedang berbicara)
TOLONG AGAR BETUL-BETUL DIPERHATIKAN DAN DIPELAJARI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA, JUGA SEDIKIT DIANALISA TENTANG PERUBAHAN-PERUBAHAN BENTUK DAN BUNYI KATA KERJA UNTUK SETIAP DHOMIYR PADA CONTOH DI ATAS. INI SANGAT PENTING UNTUK MEMUDAHKAN KITA LEBIH MEMAHAMI MATERI-MATERI
SELANJUTNYA INSYAA ALLAH.
Baiklah ikhwaniy wa akhwatiy, kita cukupkan pelajaran kita pada kesempatan kita kali ini, semoga bermanfaat dan berberkah bagi kita semua, dan sebelum kita benar-benar mengakhiri maka terlebih dahulu kami sampaikan kepada teman-teman yang ingin membaca kisah yang menarik insyaa Allah mengenai "KAYFA ASHBA(H)TA?" maka melalui media ini kami mengundang ikhwan dan akhwat semuanya untuk membaca note terbaru kami yang berjudul "KAYFA ASHBAHTA?" -Semoga
bermanfaat-ILALLIQOO' FIY AD-DARSU AR-ROOBI' (Sampai jumpa di pelajaran ke empat), INSYAA ALLAH.
AL(HA)MDULILLAH… Sub(haa)naka Laa 'Ilma Lanaa Illaa Maa 'Allamtanaa Innaka Anta Al-'Aliym Al-(Ha)kiym.
Teman-teman jangan lupa pelajaran ini diulang-ulang sampai lancar, sedapat mungkin coba untuk dihafalkan, lakukan kegiatan latihan bercakap tersebut bersama orang lain.
NB:
HA/H yang cara penulisan kami di dalam kurung -(HA)/(H)- adalah huruf HA yang cara penyebutan/makhrojul hurufnya dibaca tipis/dingin, contoh: AL(HA)MDULILLAH. Sedangkan HA/H tanpa tanda kurung adalah huruf HA yang cara
penyebutan/makhrojul hurufnya dibaca tebal/sedikit ngebas, contoh: HAADZAA.
TA' MARBUTHAH, namun jika dibaca mati, maka cara membacanya seperti membaca huruf HA' SUKUN (mati).
Jika dari teman-teman ada yang masih merasa bingung, silahkan ditanyakan, insya Allah jika saya bisa jawab maka akan saya jawab tanpa ada niatan menggurui, hanya sekedar berbagi, jika saya tidak mampu jawab maka akan saya upayakan untuk menanyakan kepada orang2 yang insya Allah lebih faham tentang kaidah bahasa arab, atau mungkin saja ada di antara teman-teman yang lain mampu memberikan penjelasan maka kami persilahkan untuk membantu teman-teman yang lainnya.
Jika ada yang benar dari catatan ini, maka itu semua mutlak datangnya hanya dari Allah 'Azza wa Jalla, adapun jika terdapat kekeliruan, cacat, dan sebagainya yang buruk-buruk, maka itu dari diri saya pribadi sebagai manusia biasa yang mungkin saja khilaf/tersalah dalam pengetikan catatan ini, untuk itu sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar2nya atas segala kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian materi ini.
Semoga Allah 'Azza wa Jalla memberkahi kita semua (orang2 yang berusaha mempelajari bahasa Al-Qur'an) serta memberikan pahala yang besar dan tiada terputus kepada para penyusun materi yang kita manfaatkan ilmu mereka. Dan semoga Allah 'Azza wa Jalla senantiasa memudahkan kita semua dalam
mempelajari dan memahami bahasa arab, bahasa para Ash-(haa)bul Jannah, bahasa Al-Qur'an al-kariym. Amin.
SUB(HAA)NAKALLAHUMMA WABI(HA)MDIKA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAYKA.
Wa shollallahu 'alaa Nabiyna Mu(ha)mmad wa 'alaa aalihi wa sho(h)bihi ajma'iyn. Wa aakhiru da'waana 'anil(ha)mdulillahi Robbil 'alamiyn.
Oleh : sahabatku Imam Auliya
- Catatan Imam Auliya-
Assalamu 'alaykum. mhn maaf yg sebesar-besarnya wahai sdr(i)ku. snggh kmi tlh trsalah dlm cnth prckpn tersbut. krnanya skali lg km mhn maaf. perhtknlah
Pada waktu itu adik-adik diajari bagaimana menarik kesimpulan dari beberapa premis berdasarkan pola-pola tertentu, diantaranya modus ponens, modus tollens dan silogisme.
PENALARAN DEDUKTIF
Pada penalaran deduktif adik-adik dituntut kemampuan untuk menarik sebuah kesimpulan (konklusi) dari fakta-fakta yang telah disediakan pada soal. Fakta-fakta tersebut berupa premis, pernyataan atau proposisi.
KONKLUSI (Penarikan Kesimpulan)
Pada tes konklusi atau penarikan kesimpulan yang perlu ditekankan adalah tes ini bukan menguji kemampuan berbahasa Indonesia. Akan tetapi lebih dari itu, tes konklusi atau penarikan kesimpulan ini menguji kemampuan anda dalam mengolah fakta yang tersedia pada soal untuk kemudian menarik kesimpulan yang tepat.
SILOGISME KATEGORIAL
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya berbentuk kategorial.
Contohnya: Bila S adalah himpunan subyek, dan P adalah himpunan predikat maka ada empat bentuk kombinasi dari term proposisi:
Semua S adalah P. Tidak ada S adalah P. Sebagian S adalah P. Sebagian S bukan P.
Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term), dan middle term ini tidak pernah ditulis pada kesimpulan.
Contoh:
Premis Mayor : Semua tumbuhan memerlukan air. Premis Minor : Akasia adalah tumbuhan.
Kesimpulan : Akasia memerlukan air.
Untuk rangkuman materi yang lebih lengkap silahkan download pada tautan berikut ini:
Kali ini
Ikubaru's Blogzia
akan membahas mengenai Tips dan Cara Mudah Mengerjakan Soal
Tes Potensi Akademik dengan materi Tes Analogi Kata. Mungkin bagi yang sudah pernah
mengikuti SBMPTN tahun lalu sudah melihat bagaimana soalnya dan mungkin sudah tahu
bagaimana triknya. Perlu diingat nih, Tes Analogi ini merupakan Tes yang paling sering diujikan
dalam gelaran SBMPTN.
Dalam Tes Analogi Kata ini menguji kemampuan kalian dalam ber-Logika Ria. Tes Analogi ini
juga dipakai dalam menguji kemampuan seseorang dalam mencari kata-kata yang setara dan
saling berhubungan. Jadi dalam Tes ini yang diuji ialah Kemampuan Bahasa (Verbal) dan daya
nalar kalian dalam menjawab soal TPA Analogi Kata.
Soal-soal yang keluar dalam TPA Analogi kata ini bermacam-macam, bisa saja mengenai
Sinonim atau Antonim atau juga mengenai Fungsi dan Asosiasi Kata. Namun, dalam beberapa
soal TPA terakhir banyak keluar tipe soal seperti:
1. Urutan
2. Definisi
3. Ukuran
4. Golongan
5. Habitat
6. Sebab-Akibat
7. Sifat Objek
8. Fungsi Objek
9. Asosiasi Objek
10. Media
11. Urutan
12. dll
Soal TPA Analogi Kata juga tiap tahunnya beragam bentuknya. Hal ini dikarenakan tiap
tahunnya beragam kemampuan orang yang diujinya, namun jangan khawatir tipe soal TPA
Analogi Kata ini takkan keluar dari koridor rujukkan pembuatan soal.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya diatas bahwa Tes Analogi ialah mencari Hubungan Kata
yang pas dengan Kata yang lainnya, misal
A : B = C : D
Sudah ada gambaran mengenai Soal TPA Analogi Kata ini, kita bahas dulu yuk!! Sebelumnya kita harus tahu dulu Apa Jenis Hubungan Katanya.
Nomor 1 ialah Hubungan Kata Jenis Sebab-Akibat, jadi Penyebab Buta ialah diakibatkan karena Kurang Penglihatan, Penyebab Kelaparan ialah karena Kurang Makanan
Nomor 3 ialah Hubungan Kata Jenis Asosiasi, jadi Hutan ialah Kumpulan Pohon, sedangkan Armada merupakan Kumpulan Kapal.
Nomor 4 ialah Hubungan Kata Jenis Makhluk, Alat Nafas, Habitat, jadi Ikan bernafas dengan Insang
dan Hidup di Laut, maka Manusia bernafas dengan Paru-Paru dan Hidup di Darat
Bagaimana gampang kan? Banyak berlatih saja pasti kalian bisa sob, optimis selalu !!
TIPS DAN TRIK
1. Kenali dulu Jenis dan Tipe Soalnya, karena langkah ini dapat memudahkan kita dalam
mengerjakan soal.
2. Jangan terpaku pada Pilihan Jawaban, karena banyak jebakan sehingga kita harus
berhati-hati
3. Fokuskanlah pada Analogi Kata yang ada, misal A : B = C : D, maka fokuskanlah pada A
dan D, maka kalian akan menemukan tipe soalnya.
4. Sebagaimana dengan Soal TPA lainnya, soal ini juga dpaat membuat kita merasa
penasaran, hingga dapat menghabiskan waktu. Oleh karena itu, maka jangan sampai
terlalu terlena dengan soal ini. Dalam mengerjakan satu soal kita hanya bisa mengerjakan
dalam waktu 10-20 setik saja.
5. Yang ga kalah penting ialah, Rajinlah Latihan soal-soal TPA, khususnya soal Analogi ini,
semakin kita rajin maka semakin cepat kita meng-ANALOGI-kan kata yang ada.
Contoh Soal TPA SBMPTN dan Cara Mengerjakannya
Kumpulan contoh soal Tes Potensi Akademik (TPA) dan cara mengerjak atau pembahasannya dengan benar untuk tes SBMPTN dan Mandiri. Berikut merupakan soal Tes Potensi Akademik untuk SBMPTN yang mungkin sering di keluarkan pada soal-soal SBMPTN nantinya. Di bawah adalah contoh soal-soalnya, pahami dengan seksama supaya paham dan bisa ingat pada waktu tes SBMPTN nantinya.
1. Contoh Soal TPA Analogi
PANGGUNG : AKTOR =
A. Perpustakaan : Dosen
B. Keamanan : Polisi
D. Musik : Konduktor
2. Jika 8x + 4 = y, Maka 6y =…
A. x
B. 48x + 24
C. 8x + 10
D. 6x
jawaban
6y = 6 (8x + 4) = 48x + 24
Kunci : B
3. Soal Deret TPA
Bagi Kamu penggila soal TPA, maka jangan sampai salah menjawab soal deret huruf yang satu ini ya (50 dari 100 masih salah menjawab) Suatu seri huruf terdiri dari C B A D E F I H G J K L O....
Seri selanjutnya adalah:
A. MN
B. NM
C. OM
D. MO
Suatu seri huruf terdiri dari C B A D E F I H G J K L O....
Seri selanjutnya adalah:
A. MN
B. NM
C. OM
D. MO
Pembahasan
Kunci : B
4. Dani termasuk tiga siswa yang termuda di kelasnya. Ada 26 siswa yang lebih tua dari pada Dani dan satu yang seusia dengannya. Berapakah siswa yang ada di kelas Dani?
A. 28
B. 29
C. 30
D. 31
Pembahasan
Dani termasuk tiga siswa yang termuda di kelasnya (3)
Ada 26 siswa yang lebih tua dari pada Dani (26)
Satu yang seusia dengannya (1)
Jumlahkan 3 + 26 + 1 = 30
Kunci : C
5. Pada tahun 1998 Yanto berumur tujuh windu. Tahun berapakah Yanto dilahirkan?
A. 1991
B. 1954
C. 1942
D. 1990
Pembahasan
1 windu = 8 tahun
1998 - (7 x = 1942
Kunci : C
6. Jika mengatur kembali huruf-huruf dalam EMNDA, maka akan memperoleh nama:
A. Benua
C. Provinsi
D. Negara
E. Samudera
#Jawaban
Kota (MEDAN)
#Kunci : B
7. Manakah berikut ini tidak memiliki kesamaan dengan lainnya?
A. Ungu
B. Jingga
C. Lembayung
D. Jernih
#Pembahasan
Ungu,Jingga,Lembayung = warna
Jernih bukan warna
8. Orang BODOH : ILMU =
A. orang miskin : dermaga
B. orang mengemis : lapar
C orang menganggur : kerja
D. orang bekerja : gaji
E. orang kaya : harta
Penyelesaian
Orang BODOH memerlukan Ilmu
Sama Dengan
ORANG MENGANGGUR memerlukan KERJA
9. Nasabah : Uang : Bank =
A. Pelit : Makanan : Gudang
B. Orang Tua : Anak : Ibu
C. Anak : Kelereng : Rumah
D. Bekerja : Tenang : Hidup
E. Murid : Buku : Perpustakaan
Penyelesaian
Analogi adalah persaman atau persesuaian antara dua tanda atau dua hal yang berlainan.
Nasabah menabung uang di Bank, murid membaca buku di Perpustakaan.