• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelebihan dan Kekurangan Otonomi Daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kelebihan dan Kekurangan Otonomi Daerah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Kelemahan dan Kelebihan Otonomi Daerah

Dalam proses perwujudan otonomi daerah, otonomi daerah itu memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan. Kelebihan

menggunakan otonomi daerah yaitu:

a. Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat pemerintahan. b. Dalam menghadapi masalah yang amat mendesak yang

membutuhkan tindakan yang cepat, sehingga daerah tidak perlu menunggu intruksi dari Pemerintah pusat.

▸ Baca selengkapnya: kekurangan dan kelebihan tv

(2)

e. Mengurangi kemungkinan kesewenang-wenangan dari

Pemerintah Pusat.

f. Dari segi psikologis, desentralisasi dapat lebih

memberikan kewenangan memutuskan yang lebih

besar kepada daerah.

g. Akan memperbaiki kualitas pelayanan karena daerah

lebih dekat dengan masyarakat yang dilayani.

h. Sebagian keputusan dan kebijakan yang ada di daerah

dapat diputuskan sendiri tanpa adanya campur tangan

pemerintah pusat. Hal ini menyebabkan pemerintah

daerah lebih aktif dalam mengelola daerahnya.

(3)

Di samping kebaikan tersebut di atas, otonomi daerah juga

mengandung kelemahan sebagaimana pendapat Josef Riwu

Kaho (1997) antara lain sebagai berikut ini:

a. Karena besarnya organ-organ pemerintahan maka struktur

pemerintahan bertambah kompleks, yang mempersulit

koordinasi.

b. Keseimbangan dan keserasian antara bermacam-macam

kepentingan dan daerah dapat lebih mudah terganggu.

c. Dapat mendorong timbulnya daerahisme atau

provinsialisme.

d. Keputusan yang diambil memerlukan waktu yang lama,

karena memerlukan perundingan yang bertele-tele.

e. Dalam penyelenggaraan desentralisasi, diperlukan biaya

yang lebih banyak dan sulit untuk memperoleh

(4)

f. Pertahanan dan keamanan daerah akan diserahkan langsung kepada pemerintah daerah, yang menyebabkan pertahanan tersebut kurang memadai di beberapa daerah.

g. Pemerintah daerah berwenang penuh atas keluar masuknya dana yang ada di pemerintahannya, menyebabkan pemerintah daerah menjadi sewenang-wenang dalam penarikan biaya yang tidak perlu.

h. Pada daerah khusus, euforia yang berlebihan dimana wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi. Hal ini terjadi karena sulit dikontrol oleh pemerinah pusat.

i. Pemda ada yang mengatur daerahnya dengan menetapkan Perda yang bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan di daerah.

(5)

Dari semua kekurangan dan kelebihan otonomi

daerah di atas, dapat disimpulkan sebagai

berikut:

Pemberian kewenangan yang diberikan oleh

pemerintah pusat kepada pemerintah daerah

(hubungan kewenangan) termasuk dengan

kekurangan dan kelebihannya adalah sebagai

konsekuensi logis untuk tercapainya maksud

dan tujuan pemberian otonomi kepada daerah,

serta untuk imbalan terhadap kewajiban dan

(6)

Dengan adanya otonomi daerah para pelaksana tingkat

daerah akan lebih mudah mengambil keputusan. Hal ini

secara tidak langsung telah mendidik para pengambil

keputusan pada tingkat bawah untuk bertanggung-jawab

atas keputusan yang diambil. Selain itu, dengan adanya

otonomi daerah akan terbangun kesadaran publik bahwa

mereka memiliki pemerintahan dan bukan pemerintahan

yang memiliki masyarakat, karena rakyat merupakan

konsep kebangsaan, yaitu kedaulatannya berada di

tangannya. Dan biasanya daerah lebih mampu melihat

persoalan yang mendasar pada daerah masing-masing,

jadi otonomi daerah akan membuat daerah itu lebih

(7)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permasalahan di seputar otonomi daerah yang tidak kunjung selesai dan bahkan telah memunculkan ide beberapa daerah untuk melepaskan diri dari wilayah Indonesia. Perimbangan keuangan antara pusat dan daerah dinilai kurang adil pembagiannya, karena ternyata daerah hanya memperoleh sebagian kecil dari potensi yang dimilikinya. Di sisi lain pemerintah daerah juga diperhadapkan pada berbagai tantangan baik internal maupun eksternal. Tantangan internal

yang dihadapi oleh pemerintah antara lain adalah lemahnya

sumber daya aparatur pemerintah daerah, sementara masyarakat telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, sehingga

tuntutan terhadap pengelolaan pemerintahan daerah yang sangat demokratis akan mewarnai perjalan pemerintahan itu sendiri. Sedangkan secara eksternal pemerintah daerah

(8)

Daerah suka ‘kebablasan’ dalam mengatur

daerahnya. Suka membuat peraturan daerah

yang aneh-aneh demi mengisi kas daerah. Hal

mana yang berdampak pada kesejahteraan

(9)

Berdasarkan keuntungan dan kerugian

tersebut, adapun saran terhadap otonomi

daerah, yaitu berkaitan dengan hal-hal yang

dibutuhkan untuk keberhasilan otonomi

daerah adalah perlu kepemimpinan yang kuat

pada tingkat pertama dengan visi yang jelas.

Selain itu otonomi daerah memerlukan

profesionalisme dalam pemerintahan serta

memerlukan solidaritas kolektif antara

(10)

Selain itu di sisi lain, berbagai masalah dan tantangan

tersebut tidak dapat dihindari oleh pemerintah daerah di

Indonesia masa depan. Karena itu, agar menjaga pemerintah

daerah tetap eksis dan survive dalam kompetisi global, maka

tidak ada jalan lain selain harus melakukan reformasi.

Reformasi pemerintah daerah dalam memasuki abad 21

mempunyai makna perubahan dan pembaruan atas berbagai

kelemahan yang menimbulkan permasalahan-permasalahan

masa lalu dan juga sebagai langkah antisipatif dalam

menghadapi tuntutan perubahan global yang sarat dengan

berbagai tantangan yang kesemuanya menunjukkan adanya

arus balik kekuasaan pusat ke daerah. Karena itu, salah satu

sasaran reformasi pemerintah daerah adalah untuk

Referensi

Dokumen terkait