PENYELESAIAN AUDIT
JASA ASSURANCE DAN NON
ASSURANCE
KELOMPOK 6 :
Emilia Diana - SA 1301010
PEKERJAAN LAPANGAN
Prosedurnya adalah :
1. Review Peristiwa Subsequent Event
adalah peristiwa atau transaksi yang terjadi setelah tanggal neraca tetapi sebelum diterbitkannya laporan audit yang mempunyai akibat yang material terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan tersebut.
2. Memahami Risalah Rapat
Risalah rapat pemegang saham, dewan komisaris, dan sub komitenya, seperti komite keuangan dan komite audit, dapat memuat hal-hal yang mempunyai signifikansi audit
3. Mendapatkan Bukti Mengenai Litigasi, Klaim, dan Penilaian.
4. Mendapatkan Surat Representasi klien.
Adalah Surat yang dibuat klien yang ditujukan kepada KAP, yang berisi pernyataan dari manajemen perusahaan.
5. Prosedur Analitis
Prosedur analitis juga disyaratkan dalam penyelesaian audit sebagai review keseluruhan (atau akhir) atas laporan keuangan. SAS 56, Analytical
Procedures (AU 329.22), menyatakan bahwa tujuan dari review
keseluruhan adalah untuk membantu auditor menilai kesimpulan yang dicapai dalam audit dan dalam mengevaluasi penyajian laporan keuangan secara
MENGEVALUASI TEMUAN
1. Membuat Penilaian Akhir Atas Materialitas Dan Risiko Audit
1) Salah saji yang belum dikoreksi yang secara spesifik diidentifikasi melalui pengujian substantif atas rincian transaksi dan saldo (dikenal sebagai salah saji yang diketahui) 2) Proyeksi salah saji yang belum dikoreksi yang diestimasi melalui teknik sampling
audit.
3) Estimasi salah saji yang dideteksi melalui prosedur analitis dan dikuantifikasi oleh prosedur audit lainnya.
2. Mengevaluasi Kelanjutan Usaha
AUDITOR
3. Melakukan Review Teknis Atas Laporan Keuangan
Sebelum mengeluarkan laporan audit atas klien yang merupakan perusahaan terbuka, review teknis juga harus dilakukan atas laporan itu oleh partner yang bukan anggota tim audit.
4. Merumuskan Pendapat Dan Menulis Naskah Laporan Audit
Auditor perlu memisahkan temuan-temuan dengan mengikhtisarkan dan
mengevaluasinya untuk tujuan menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan. Tanggung jawab akhir atas langkah-langkah ini terletak pada partner yang melakukan penugasan itu
Sebelum mengambil keputusan akhir tentang pendapat, biasanya diadakan suatu konferensi dengan klien
5. Melakukan Review Akhir Atas Kertas Kerja
KOMUNIKASIKAN TEMUAN
DENGAN KLIEN
1. Mengkomunikasikan Hal-hal Yang Berkaitan dengan Pengendalian Internal
2. Mengkomunikasikan Hal-hal yang Berkenaan dengan Pelaksanaan Audit, antara lain :
1) Kebebasan dari salah saji
2) Metode Akuntandi yang dipergunakan
3) Penyesuaian Audit yang berpengaruh terhadap lap. Keuangan. 4) Konsultasi dengan akuntan lain
5) Pembahasan dengan manajemen
6) Ketidaksepakatan dengan manajemen dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama melakukan audit.
3. Menyiapkan Surat Manajemen
TANGGUNGJAWAB
SETELAH AUDIT
1. Peristiwa Kemudian Antara Tanggal dan Penerbitan Laporan
Interval waktu antara satu sampai tiga minggu, Auditor tidak bertanggungjawab apabila ada peristiwa yang material, tetapi
apabila diperlukan harus diperiksa maka auditor harus memeriksa, dan atas persetujuan dari manajemen juga.
2. Ikhtisar Tanggung Jawab Auditor dalam Penyelesaian Audit
3. Penemuan Fakta yang Ada Pada Tanggal Laporan
Auditor tidak mempunyai tanggung jawab untuk menemukan fakta yang ada setelah audit (tetapi tidak diketahui) pada tanggal laporan audit. Namun, SAS 1,Subsequent Discovery of Facts Existing at the Date of the Auditor’s Report (AU 561), menunjukkan dalam AU 561.04 bahwa jika :
(1) Auditor menyadari adanya fakta tersebut dan
JASA ASSURANCE
DAN NON ASSURANCE
A. Assurance Services (Jasa Penjaminan)
Adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Salah satunya Jasa Atestasi yaitu jenis jasa penjaminan yang dilakukan profesi akuntan publik atau auditor independen dengan menerbitkan suatu laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan tentang keandalan pernyataan tertulis yang dibuat oleh pihak lain.
Ada tiga bentuk jasa atestasi, yaitu:
1. Audit atas Laporan Keuangan Historis
2. Penelaahan (Review) atas Laporan Keuangan Historis 3. Jasa Atestasi Lainnya, antara lain :
Penilaian risiko kecurangan dan tindakan ilegal Sertifikasi ISO 9000
Audit lingkungan
B. Non-Assurance Services (Jasa Bukan Penjaminan)
Adalah jasa yang diberikan oleh akuntan publik atau auditor
independen yang didalamnya ia tidak memberikan suatu
pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan.
Jenis jasa bukan penjaminan adalah jasa akuntansi dan
pembukuan, jasa perpajakan, dan jasa konsultasi manajemen.
Tujuan utama jasa assurance adalah meningkatkan mutu
informasi, sedangkan tujuan utama penugasan konsultasi manajemen adalah memberikan rekomendasi kepada