Pop Culture dan Kepentingan Nasional: Hanryu
Kuntara Ajie Pratama – Binus UniversityHanryu atau Korean Wave merupakan sebuah fenomena populernya pop culture Korea Selatan di Asia yang kemunculannya dimulai pada tahun 1990an. Terjadinya Hanryu diawali dengan liberalisasi media yang terjadi pada akhir 1980an dan kemunculan berbagai produser media atau musik lokal Korea Selatan salah satunya yang masih bertahan dan populer hingga saat ini yaitu SM Entertainment. Kemudian munculnya berbagai serial drama televisi Korea yang menjadi populer di berbagai negara Asia, hal tersebut terjadi salah satunya dikarenakan oleh kesesuaian kebudayaan yang diangkat dalam cerita di serial tersebut dengan kebudayaan negara-negara Asia lainnya, selain itu adanya trend keseriusan para produsen media Korea untuk menciptakan serial drama yang memiliki kualitas yang baik dan gencar untuk mempromosikan kebudayaan Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan sendiri mendukung penuh industrialisasi kebudayaan lokal untuk mempromosikan pariwisata dalam negeri Korea, salah satunya industri hiburan dimulai pada tahun 1999 presiden Kim Dae Jung yang melakukan alokasi besar untuk anggaran industri kebudayaan Korea Selatan. Pemerintah Korea sendiri sudah melakukan alokasi anggaran sebesar 0.6% dari total anggaran negara untuk industri tersebut, dan meningkat menjadi 1.15% pada tahun 2003. Dukungan penuh pemerintah Korea Selatan membuat industri hiburan mereka menjadi semakin kuat dan penyebab berkembangnya industri tersebut bukan hanya disebabkan oleh keseriusan produsen media dan dukungan penuh pemerintah saja, akan tetapi industri hiburan lokal mereka sendiri menjadi trendsetter bagi masyarakat lokal mereka.
Industri music Korea dan Asia maupun dunia, sampai para Boyband dan Girlband yang menjadi sangat popular saat ini seperti Super Junior, G-Dragon dan SNSD.