• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU MADURA 2020 . pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BUKU MADURA 2020 . pdf"

Copied!
298
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Amir Hamzah
    • Yudho Bawono
    • Yan Ariyani
    • Netty Herawati
    • Bani Eka Dartiningsih
    • Eko Kusumo
    • Teguh Hidyatul Rachmad
    • Surokim
    • Allivia Camellia
    • Dinara Maya Julijanti
    • Bangun Sentosa D. Hariyanto
    • Iqbal Nurul Azhar
    • Yuliana Rakhmawati
    • Triyo Utomo
    • Millatul Mahmudah
    • Iskandar Dzulkarnain
    • Syamsul Arifin
    • Masduki Fachrur Rozi
  • Pengajar:
    • Dr. Drs. Ec. H. Muhammad Syarif, M.Si.
    • Bapak Surokim, S.Sos, M.Si.
  • Sekolah: Universitas Trunojoyo Madura
  • Mata Pelajaran: Ilmu Sosial
  • Topik: Membumikan Madura Menuju Globalisasi
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2018
  • Kota: Bangkalan

I. Prolog: Membumikan Ilmu Sosial di Madura: Menakar Tantangan dan Harapan

Prolog ini menggarisbawahi pentingnya membumikan ilmu sosial di Madura dengan menyoroti tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Penulis mengemukakan bahwa ilmu sosial di Indonesia sering kali terjebak dalam pengaruh teori Barat yang tidak relevan dengan konteks lokal. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan pendekatan yang lebih kontekstual dan berbasis lokal dalam ilmu sosial. Prolog ini berfungsi sebagai pengantar untuk memahami pentingnya penelitian dan diskusi tentang masyarakat Madura dalam kerangka ilmu sosial yang lebih luas.

II. Penyelesaian Sengketa Harta Keluarga: Oleh 'Oréng Seppo' di Madura

Artikel ini membahas peran 'reng seppo' dalam menyelesaikan sengketa harta keluarga di Madura. 'Reng seppo' adalah figur yang dihormati dalam masyarakat yang memiliki kemampuan untuk memberikan nasihat dan menyelesaikan konflik. Penulis menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari budaya Madura. Melalui pendekatan budaya, penyelesaian sengketa dapat dilakukan dengan cara yang lebih damai dan harmonis, memperkuat hubungan keluarga dan komunitas.

III. Pernikahan Dini pada Remaja Etnis Madura Ditinjau dari Perspektif Psikologis Perkembangan Remaja

Tulisan ini mengeksplorasi fenomena pernikahan dini di kalangan remaja Madura dari sudut pandang psikologis. Penulis menjelaskan bahwa pernikahan dini dapat mempengaruhi perkembangan psikologis dan sosial remaja. Dengan memberikan wawasan tentang dampak pernikahan dini, artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pemahaman tentang hak-hak remaja dalam konteks budaya Madura.

IV. Perempuan Madura dalam Bayang-bayang Mantan Suami: Penyesuaian Pasca-perceraian di Madura

Artikel ini membahas tantangan yang dihadapi perempuan Madura setelah perceraian. Penulis menyoroti aspek sosial dan budaya yang mempengaruhi penyesuaian perempuan pasca-perceraian, termasuk stigma sosial dan tekanan ekonomi. Penelitian ini penting untuk memahami peran perempuan dalam masyarakat Madura dan bagaimana mereka dapat diberdayakan untuk mengatasi tantangan tersebut.

V. Interaksi Nilai Budaya dan Relijiusitas Islam terhadap Kebahagiaan Pasangan Etnis Madura

Tulisan ini mengkaji hubungan antara nilai budaya Madura dan relijiusitas Islam dalam konteks kebahagiaan pasangan. Penulis menemukan bahwa nilai-nilai budaya dan agama saling berinteraksi dan mempengaruhi kebahagiaan individu dan pasangan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya memahami konteks budaya dalam studi kebahagiaan dan kesejahteraan sosial.

VI. Mitos dan Tantangan dalam Perkembangan KB Vasektomi di Madura

Artikel ini membahas tantangan yang dihadapi dalam pengembangan program Keluarga Berencana (KB) vasektomi di Madura. Penulis mengidentifikasi mitos dan stigma yang menghalangi penerimaan metode ini. Dengan memberikan informasi yang akurat dan relevan, artikel ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang KB dan mendukung program kesehatan reproduksi.

VII. Menakar 'Kejantanan' Blater: Sosok Penjaga Stabilitas Keamanan dan Pembangunan Wilayah di Madura

Artikel ini menganalisis peran 'blater' dalam menjaga stabilitas keamanan di Madura. Penulis menunjukkan bahwa meskipun sering dipandang negatif, 'blater' juga berfungsi sebagai agen penghubung antara masyarakat dan aparat keamanan. Penelitian ini penting untuk memahami dinamika sosial dan keamanan di Madura.

VIII. Tradisi Remo Madura dalam Perspektif Komunikasi Budaya

Tulisan ini membahas tradisi Remo sebagai bentuk komunikasi budaya di Madura. Penulis menekankan bahwa tradisi ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan nilai-nilai dan norma-norma sosial. Melalui kajian ini, penulis berharap dapat meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Madura.

IX. Terjebak Nostalgia: Beberapa Fakta Historis-Sosiologis yang Menjadikan Area Pelabuhan Kamal Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan Layak untuk Dipertimbangkan sebagai Destinasi Wisata Pesisir - Urban Kekinian

Artikel ini mengeksplorasi potensi wisata di Pelabuhan Kamal dengan mempertimbangkan faktor sejarah dan sosial. Penulis berargumen bahwa pengembangan pariwisata di daerah ini dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Penelitian ini penting untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

X. Integrasi Komunikasi Pariwisata di Madura

Tulisan ini membahas pentingnya integrasi komunikasi dalam pengembangan pariwisata di Madura. Penulis menyoroti bagaimana komunikasi yang efektif dapat meningkatkan citra dan daya tarik wisata Madura. Dengan memahami aspek komunikasi, diharapkan pengembangan pariwisata dapat berjalan lebih lancar dan efektif.

XI. Memposisikan Kembali Peran Kyai dan Pesantren dalam Membangun Pariwisata di Madura

Artikel ini mengkaji peran kyai dan pesantren dalam pengembangan pariwisata di Madura. Penulis menunjukkan bahwa pesantren dapat berkontribusi dalam membangun pariwisata yang berbasis pada nilai-nilai lokal dan budaya. Penelitian ini penting untuk mengintegrasikan pendidikan agama dengan pengembangan ekonomi lokal.

XII. Culture on a Plate: Culinary Branding Bebek Madura

Tulisan ini membahas branding kuliner Bebek Madura sebagai bagian dari identitas budaya. Penulis menekankan pentingnya kuliner sebagai daya tarik wisata dan potensi ekonomi. Dengan mengangkat kuliner lokal, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai budaya Madura.

XIII. Alasan dan Tujuan Pedagang Madura Membentuk Kelompok di Tempat Perantauannya

Artikel ini mengkaji fenomena pembentukan kelompok oleh pedagang Madura di perantauan. Penulis menganalisis motivasi dan tujuan di balik pembentukan kelompok ini, serta dampaknya terhadap jaringan sosial dan ekonomi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang adaptasi sosial dan ekonomi masyarakat Madura di perantauan.

XIV. Lokalitas dan Masyarakat Imajiner: Potret Kearifan Kehidupan Sosial Petani Madura

Tulisan ini mengeksplorasi kehidupan sosial petani Madura dan kearifan lokal yang mereka miliki. Penulis menyoroti bagaimana kearifan lokal dapat berkontribusi dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini penting untuk memahami hubungan antara budaya dan praktik pertanian di Madura.

XV. Lusmin: Media Informasi Masyarakat Madura

Artikel ini membahas peran Lusmin sebagai media informasi bagi masyarakat Madura. Penulis menyoroti pentingnya akses informasi dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan partisipasi publik. Dengan memahami peran media, diharapkan masyarakat dapat lebih terlibat dalam proses pembangunan.

XVI. Menenggang dan Berbagi Kebaikan di Ruang Publik Media Digital: Membumikan Netiket di Madura

Tulisan ini membahas pentingnya etika komunikasi di ruang publik digital di Madura. Penulis menekankan perlunya kesadaran akan netiket untuk menciptakan lingkungan online yang positif dan konstruktif. Penelitian ini penting untuk meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat Madura.

XVII. Inisiasi Pembangunan Komunikasi Masyarakat Kepulauan Timur Madura Melalui Keterbukaan Informasi, Open Mindset, dan Media Lokal

Artikel ini mengeksplorasi inisiatif pembangunan komunikasi di kepulauan Timur Madura. Penulis menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dan pola pikir terbuka dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini penting untuk mendorong pengembangan komunikasi yang lebih efektif di daerah terpencil.

XVIII. Peran Penerjemah Terhadap Globalisasi Budaya Madura

Tulisan ini membahas peran penerjemah dalam proses globalisasi budaya Madura. Penulis menyoroti bagaimana penerjemah dapat membantu memperkenalkan budaya Madura ke dunia luar. Penelitian ini penting untuk memahami dinamika budaya dalam konteks global.

XIX. Epilog: Ilmuwan Sosial Madura, Kontribusi dan Tantangan ke Depan

Epilog ini merangkum kontribusi ilmuwan sosial Madura dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Penulis menekankan pentingnya penelitian berbasis lokal untuk memahami dan memecahkan masalah sosial. Dengan mengedepankan perspektif lokal, diharapkan ilmu sosial di Madura dapat berkembang lebih baik.

Referensi Dokumen

  • Mengkonsumsi (Di) Madura ( Raditya Ardhie )
  • Carok ( Wiyata Latief )
  • Pengantar Sejarah Indonesia Baru ( Kartodirjo Sartono )

Gambar

Gambar 3.1. Persentase Perempuan Pernah Kawin Usia 20-24Tahun menurut Usia Perkawinan Pertama, 2013-2015
Gambar 3.2. Persentase Perempuan Pernah Kawin Usia 20-24
Gambar 1. Ilustrasi sosok Blater
Gambar 1.1. Modal Dalam Konsep Bourdieu Antara Bhighaldengan Blater
+7

Referensi

Dokumen terkait