Nama : Bayun Duto Suryono NBI : 1311700071
Mata Kuliah : Hukum Tata Negara (B)
SOAL
Membuat tanggapan kritis dari buku Prof. Dr. Jimly
Asshiddiqie SH. berjudul
PERKEMBANGAN-PERKEMBANGAN TENTANG KONSTITUSI DAN
KONSTITUSIONALISME DALAM TEORI DAN PRAKTIK.
JAWABAN
A. saya disini akan memkritisi buku Jimly Asshidiqie dari bab A tentang Terminologi dan Pengertian, menurut jimly constitution adalah tentang seperangkat prinsip-prinsip atau nilai dan norma dasar yang mengatur mengenai apa dan bagaiamana suatu sistem kekuasaan dilembagakan dan dijalankan untuk mencapai tujuan bersama dalam wadah organisasi.
Dalam ketatanegaraan, konstitusi adalah sebuah kesepakatan yang sangat tinggi sehingga menurut saya dalam masalah perjanjian indonesia sudah baik, kemudian Konstitusi adalah fundamental atau dasar dari sebuah negara dalam menjalankan sistem
ketatanegaraan sehingga negara dapat diposisikan dalam negara dalam keadaan bergerak dalam hal ini konstitusi cakupannya sangat luas.
Pada penyelenggaraan kekuasaan ada berbagai macam bentuk organisasi organisasi disini ada 2 macam yaitu, organisasi
kenegaraan serta bentuk usaha atau organisasi kemasyarakatan dalam hal ini organisasi ada berbagai macam yaitu ada Ormas (Organisasi masyarakat), ada Orneg (Organisasi Negara), ada Orbis (Organisasi Bisnis).
melakukan pungli kepada pengusaaha, akan tetapi di era ini juga ada beberapa ormas non negara yang memiliki legalitas jelas seperti NU, Muhammadiyah, Persit, FPI dan lain sebagainya.
Sehingga dapat saya simpulkan disini bahwasanya Konstitusi dapat juga berupa Ormas sehingga sebenarnya bila membahas
konstitusi sebenarnya jangkauannya sangat luas akan tetapi dalam buku buku jumly ini hanya membahas konstitusi dalam hal
penyelenggaraan kekuasaan negara sehingga dalam hal ini Prof jimly mengerucutkan apa itu konstitusi dalam hal penyelanggaraan
kekuasaan negara.
B. Saya disini juga akan mengkritisi tentang Perkembangan dan Konstitusi Politik Ke Ekonomi Dan Sosial, Jadi begini awal mula ide konstitusi itu berasal dari Amerika dengan istilah “Articles Of Confederation” dalam hal ini juga mengatur hubungan antara warga negara denga organisasi negara didalam konstitusi amerika tidak terdapat sedikitpun tentang perekonomian karena sudah diatur tersendiri diluar konstitusi begitu pula amerika juga memisahkan antara politik dan agama menurut saya politik dan agama bila digabungkan malah akan kacau karena jelas sekali bahwa politik ini sangat kotor sekali apapun bisa dilakukan sedangkan agama bersifat suci (bersih) mungkin ini juga yang melandasi mengapa amerika memisahkan antara agama dan politik karena dianggap sangat sensitif contohnya saja seperti indonesia dimana seorang gubernur jakarta bisa dipenjarakan karena dia menyinggung soal agama dalam berpidato di kepulauan seribu.
Dalam perekonomian amerika juga ada pemisahan antara kaum buruh, kaum produsen dan kaum pengusaha yang menurut saya disini bisa saja terjadi ketimpangan sosial yang bahkan bisa saja menjadi sebuah tindakan kriminal karena adanya pembagian kelompok masyarakat industri.
Akan tetapi Prof Jimly mengatakan wajar bila ada struktur masyarakat industri yang hidup ditengah dinamika ekonomi pasar seperti itu apabila jika berkembang pengertian bahwa “ Yang perlu diatur oleh negara, bukanlah persoalan ekonomi,melainkan hanya persoalan politk.
Dalam buku ini salah satu alasan mengapa perekonomian tidak dimasukkan dalam konstitusi di amerika adalah karena amerika membiarkan agar tumbuh sendiri sesuai dengan dinamika ekonomi pasar sesuai dengan cara pandang prinsip kapitalisme.
Dalam hal ini ada satu negara yang pertama kali memberikan tempat tentang perekenomian masuk ke dalam konstitusi yaitu adalah negara jerman ide ini memuat pasal-pasal kebijakan ekonomi negara terinspirasi dari konstitusi uni soviet tahun 1919 sejak itu lah negara komunis terbentuk kalo prof jimly mengatakan ini adalah konstitusi ekonomi.
Dalam hal ini semenjak komunis mengalami kebangkrutan mayoritas eks komunis mengubah pahamnya menjadi paham demokrasi karena mengikuti pola konstitusi yang dirumuskan oleh amerika.
Seiring dengan berjalannya waktu mulai munculah pandangan-pandangan baru yang mencerminkan kebutuhan yang
mencerminkan konstitusi sebagai sumber rujukan dalam perumusan kebijakan ekonomi.
Lalu kesimpuannya adalah menurut hemat saya disini adanya permasalahan ekonomi sebaiknya ada dalam perumusan konstitusi agar negara disini turut membantu masyarakat dalam perkenomian yang justru disini akan membantu perekonomian negara agar tidak kolaps serta dapat mensejahterkan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Disini juga Prof jimly membahas tentang konstitusi sosial yang terdengar sangat aneh bahkan belum ada sarjana yang
mengembangkan pemikiran ke arah konstitusi sosial yang sebenarnya jelas landasan teorinya yaitu diambil dari teori Rod Macdonald yang dikutip dalam buku “Canadian Indigeneus Constitution”(1963).
Sebenarnya sangat disayangkan sekali apabila teori ini kurang diminati oleh para sarjana karena teori konstitusi sosial ada tendensi untuk berkembangnya suatu sistem ketatanegaraan yang untuk kedepannya bagaimanapun teori ini pasti berguna apalagi di indonesia ini karena indonesia memiliki banyak suku dan budaya yang berbeda sehingga konstitusi sosial penting untuk merekatkan hubungan sosial antar masyarakat indonesia karena konstitusi ini menitih beratkan kepada hubungan antara hubungan-hubungan sosial dalam masyarakat.
Sumber hukum daripada konstitusi sosial dapat dilihat berupa Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Hukum Sipil) yang dapat digambarkan juga sebagai konstitusi sosial yaitu naskah yang mendokumentasikan hubungan antara warga dengan norma-norma masyarakat madani yang dibentuk.
konstitusi sosial adalah wujud daripada hukum perdata itu sendiri yang disamakan oleh Prof Rod Mcdonald yang menjadikan
konstitusi sosial sebagai salah satu teori dalam ketatanegaraan. konstitusi sosial adalah sebuah konstitusi yang mengatur hubungan antar masyarakat satu dengan masyarakat lainnya (Sosial), konstitusi sosial yang dinyatakan oleh Prof Rod Mcdonald sangat penting juga pada era sekarang ini karena teori ini untuk menjawab berbagai tantangan perkembangan subjek hukum.
Dalam pergaulan antar warga masyarakat atau norma versus demokrasi berasal dari kata demos dan kratien atau kratos yang berarti kekuasaan oleh rakyat dalam buku Prof jimly juga dibahas beberapa sistem pemerintahan yaitu ada demokrasi yang sudah saya jelaskan diatas lalu ada monarchy yang kekuasaan berada ditangan raja dan ratu yang dipilih berdasarkan garis darah atau keturunan dalam monarchy (Monarki).
Raja Dan Ratu dianggap sebagai titisan dewa atau sebagai titisan tuhan didunia lalu ada Teokrasi yang dimana raja dan ratu sebagai pemimpin negara sekaligus gereja atau masjid dan ada sistem pemerintahan bernama “Theocracy” “Theos” berarti Tuhan “Crachy” berarti kekuasaan dan terakhir adalah kedaulatan hukum atau nomokrasi yang dipahami sebagai sistem kekuasaan tertinggi pada aturan bukan pada subjek (orang) atau objek (benda) prinsip nomokrasi ternyata juga tercermin dalam istilah Rule Of Law, Not Of Man yang dipakai oleh negara yang menganut sistem common law.
Dari beberapa konsep sistem pemerintahan tersebut ternyata Prof Jimly mengembangkan juga “ecocrachy” atau kekuasaan lingkungan dimana alam sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dengan bertumpu kepada sikap dasar anthropocentrisme yaitu, yang menempatkan manusia, khususnya manusia sebagai individu-individu yang diidealkan bersifat bebas dan otonom sebagai pusat kehidupan. Maka dengan ini kesimpulannya adalah dari berbagai sistem pemerintahan diatas semuanya baik tergantung dimana sistem tersebut diterapkan akan tetapi pada gagasan ekokrasi yang digagas oleh Prof. Jimly ini sangat baik untuk dampak lingkungan yang akan terjadi bila gagasan ini dapat masuk dalam konstitusi tidak kalah dalam bersaing dengan kepentingan-kepentingan lainnya padahal ekokrasi ini seharusnya yang diutamakan karena menyangkut lingkungan dimana subjek hukum melakukan kegiatan sehari-hari.
Prof Jimly bahwasanya etika dan hukum itu sejajar dan saling mengisi bukan lebih tinggi mana antara kedua hal tersebut karena menurut beliau yang melanggar etika belum tentu melanggar hukum tetapi yang melanggar hukum sudah dapat dipastikan melanggar etika.
Serta didalam kedua hal tersebut etika dan hukum ada juga sebuah nilai-nilai agama yang juga tidak dapat terlepas dari etika dan hukum maka dalam membicarakan konstitusi tidak boleh menafikan adanya norma hukum etika didalamnya karena itu ada didalam UUD terkandung pengertian norma hukum konstitusi dan norma etik konstitusi.
Selain itu pancasila juga sebagai salah satu sumber hukum juga merupakan sumber hukum etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Maka dari itu konstitusi memliki bahasa yang bersifat normatif dan legalistik untuk memberikan batasan kekuasaan terhadap pemerintah.
Dengan seiring perkembangan zaman banyak sekali muncul praktik konstitusi salah satunya adalah “Judicial Review” yang muncul melalui putusan Mahkamah Agung dalam perkara
Marburry, Versus Madison pada tahun 1803. Terlepas dari judicial review sebenarnya semua orang berhak menafsirkan apa yang dimaksud dengan konstitusi akan tetapi penafsiran mereka tidak mengikat karena yang hanya final dan mengikat hanya pada putusan Mahkamah Agung bila di Amerika dan Mahakamah Konstitusi bila di Indonesia.
Berkenaan dengan konstitusi maka UUD hanya bersifat garis besarnya saja tanpa diperinci secara rigit seperti pada KUHP. D. Pancasila Dan Etika Kehidupan Berbangsa
Saya disini akan mengkritisi dengan judul seperti diatas,
Indonesia merupakan negara majemuk yang didalamnya ada berbagai ragam agama, suku, ras dan budaya, dengan adanya demokrasi modern banyak sekali terjadi beberapa pertentangan-pertentangan terutama pada UUD NRI 1945 serta pada Pancasila yang seharusnya Pancasila dapat mempersatukan bangsa akan tetapi disini seharusnya
kepentingan yang bertentangan tersebut harusnya disingkirkan dahulu melihat landasan filosofi bangsa indonesia ini yang hanya bisa
mempersatukan kita ya pancasila oleh karena itu maka wajib hukumnya kita menjaga UUD NRI dan Pancasila ini dari berbagai kepentingan yang dilakukan berbagai pihak dengan tujuan untuk memecah belah bangsa yang majemuk ini.
Karena adanya krisis etika yang melanda bangsa ini sehingga munculah beberapa pertentangan-pertentangan yang dilakukan banyak subjek hukum. Krisis etika ini bila saya sebutkan ada beberapa yang menurut saya ini masih sangat marak terjadi sampai sekarang yaitu, KKN (Korupsi,Kolusi,Nepotisme) pada suatu penyelenggaraan negara terutama dalam perekrutan tenaga kerja dan beberapa kasus juga sudah banyak terutama pada lingkungan peradilan sendiri banyak terjadi suap antara Penasihat hukum dengan Hakim melalui Panitera Pengadilan yang memliki etika yang sangat kurang.
Sehingga bila sudah seperti ini kebanyakan orang-orang juga pada ikutan gila kalo tidak gila ya tidak dapat ( ini yang lebih bahaya lagi) kerusakan etika dan moral ini yang malah membuat bangsa ini semakin hancur karena perbuatan-perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ketika membahas etika dan moral saya teringat dengan perkataan dari seorang mantan Hakim Agung periode tahun 2000-2018 Artidjo Alkostar beliau pernah berkata “Saya bukan sok moralis, Tapi karena saya merasa lemah, jadi saya harus menjaga jarak dengan godaan-godaan”. Dari perkataan beliau ini lah insyaallah membuat para mahasiswa untuk menentang keras perbuatan KKN serta tetap menjaga integritas sebagai mahasiswa fakultas hukum.
Kemudian yang terakhir dari saya adalah menyangkut etika dalam penegakan hukum yang berkeadilan yang dimaksudkan untuk menumbuhkan tertib sosial,ketenangan dan keteraturan hidup dengan mengutamakan pada keadilan meskipun ditataran S1 didoktrin untuk menjadi seorang yang normatif akan tetapi hati nurani tidak berbohong bahwasanya hukum harus mementingkan keadilan terlebih dahulu agar dapat ditegakkannya supremasi dan kepastian hukum yang sejalan dengan adanya upaya untuk mencapai sebuah keadilan bagi seluruh rakyat indoneisa yang terdapat pada sila ke 5 dalam pancasila.
Akhir kata dalam kesimpulan paling terakhir menurut hemat saya buku ini sangat baik sekali untuk dibaca oleh mahasiswa, akademisi maupun para pemerhati atau penyuka perkembangan konstitusi dalam sistem
ketatanegaraan karena buku ini banyak memuat tentang teori terutama teori dari Prof. Rod Mcdonald teori konstitusi lingkungan serta adanya berbagai macam sistem pemerintahan seperti demokrasi,monarki,teokrasi dan namokrasi serta memuat banyak pengertian konstitusi akan tetapi dalam kenyataannya konstitusi luas sekali cakupannya akan tetapi penulis dapat memudahkan pembaca dalam memahami apa itu konstitusi.