• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Pengelolaan Laboratorium Biologi Di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMS.

N/A
N/A
Info

Unduh

Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Pengelolaan Laboratorium Biologi Di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMS."

Copied!
8
11
0
Menampilkan lebih banyak ( Halaman)

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Laboratorium memiliki arti penting dalam perkembangan pengajaran dan perkembangan kurikulum yang semakin kompleks. Keberadaan laboratorium juga berperan dalam kemajuan lembaga pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, dan pesantren. Pengadaan laboratorium disetiap lembaga pendidikan adalah keniscayaan dan keharusan untuk meningkatkan mutu dari lembaga pendidikan itu sendiri. Dari sinilah lembaga pendidikan dituntut untuk mengoptimalkan penggunaan laboratorium khususnya di perguruan tinggi.

(2)

Program studi pendidikan Biologi ini bertujuan menghasilkan sarjana pendidikan yang berkompeten. Untuk mencapai tujuan tersebut, program studi pendidikan Biologi membekali mahasiswanya dengan mata kuliah kelompok kompetensi utama (MKU) dan mata kuliah pilihan (MKP) untuk pengembangan. Sistem perkuliahan yang dilaksanakan selain tatap muka di kelas juga dilaksanakan di ruang laboratorium Biologi, laboratorium Komputer, dan green house (Pamflet PS Pend Biologi FKIP UMS, 2013).

Laboratorium Biologi yang terdapat di program studi pendidikan Biologi terletak di dua tempat terpisah yaitu di lantai III gedung E (Lab I,II, dan III), green house, kebun botani, laboratorium KJT dan laboratorium Pangan Gizi.

(3)

Pengelolaan laboratorium merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas, laboratorium harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Sebagus apapun suatu laboratorium tidak akan berarti apabila tidak ditunjang oleh pengelolaan laboratorium yang baik. Pengelolaan laboratorium hendaknya dijalankan berkaitan dengan unsur-unsur dalam pengelolaan (Susilowati, 2012).

Unsur-unsur pengelolaan laboratorium yang paling pokok ada 6 unsur yaitu: 1) perencanaan, 2) penataan, 3) pengadministrasian, 4) pengamanan, 5) perawatan, 6) pengawasan. Unsur-unsur pokok tersebut menjadi dasar peningkatan dan pengembangan laboratorium sebagai fungsi pengelolaan. Tujuan dari unsur-unsur pengelolaan laboratorium tersebut adalah untuk lebih meningkatkan hasil penelitian, kemitraan usaha dan kepedulian terhadap masyarakat, serta kemampuannya sebagai income generating unit yaitu produk lembaga pendidikan seperti sekolah maupun perguruan tinggi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas (Decaprio, 2013).

(4)

orang yang terlibat harus memiliki kesadaran untuk mengatur, memelihara dan mengusahakan keselamatan kerja. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya, sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penanganannya bila terjadi kecelakaan.

Pengelolaan laboratorium dikatakan baik apabila pengelolaaan laboratorium tersebut sudah sesuai dengan standar minimal pengelolaan laboratorium yang telah ditentukan. Keberhasilan pengelolaan laboratorium yang baik sangat berpengaruh terhadap kualitas suatu laboratorium. Selama ini belum diketahui bagaimana kualitas pengelolaan laboratorium Biologi di program studi pendidikan Biologi apakah pengelolaannya sudah baik atau belum, padahal hal tersebut sangat penting bagi program studi untuk meningkatkan pengelolaan laboratorium Biologi. Kualitas pengelolaan laboratorium Biologi dapat diketahui melalui evaluasi personal laboratorium meliputi siswa/mahasiswa sebagai praktikan, tenaga administrasi, laboran, dosen pengampu praktikum dan kepala laboratorium. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang pengelolaan laboratorium Biologi di program studi pendidikan Biologi FKIP UMS.

(5)

SMA Negeri 3 Demak telah baik dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran Biologi. Olufunke (2012) yang berjudul “Effect of Availabillity and Utilization of Physics Laboratory Equipment on Students’ Academic

Achievement in Senior Secondary School Physics”, hasil penelitiannya adalah

pemanfaatan yang optimal dari peralatan laboratorium fisika efektif dalam pengajaran fisika.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian untuk mengetahui tentang pengelolaan laboratorium Biologi, dengan judul penelitian “PENGELOLAAN LABORATORIUM BIOLOGI DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UMS”.

B. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terarah maka perlu dibatasi permasalahannya sebagai berikut :

1. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa, tenaga administrasi, laboran, dosen pengampu praktikum, dan Kepala laboratorium Biologi.

2. Objek penelitian ini adalah pengelolaan laboratorium Biologi di program

studi pendidikan Biologi FKIP UMS.

3. Parameter pada penelitian ini adalah pengelolaan laboratorium Biologi

(6)

C. Perumusan Masalah

Bagaimana pengelolaan laboratorium Biologi di program studi Pendidikan Biologi FKIP UMS?

D. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengelolaan laboratorium Biologi di program studi pendidikan Biologi FKIP UMS.

E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Dalam penelitian ini memiliki manfaat secara teoritis yaitu diharapkan dapat memperjelas mengenai pengelolaan laboratorium Biologi di program studi pendidikan Biologi FKIP UMS.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti

Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan mengetahui pengelolaan laboratorium Biologi di program studi pendidikan Biologi FKIP UMS.

b. Bagi Program Studi dan Dosen

(7)

F. Definisi Operasional

a. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan adalah program pendidikan di peguruan tinggi yang berbasis pada pendidikan untuk mencetak para pendidik/guru.

b. Laboratorium adalah tempat sekelompok orang yang melakukan berbagai macam kegiatan penelitian (riset), pengamatan, pelatihan, dan pengujian ilmiah sebagai pendekatan antara teori dan praktik dari berbagai disiplin ilmu.

c. Laboratorium Biologi adalah sarana pendukung proses belajar mengajar,

baik yang bersifat rutinitas maupun eksidental berupa suatu tempat yang digunakan untuk percobaan dan pengematan yang berhubungan dengan ilmu Biologi.

d. Pengelolaan laboratorium adalah suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal.

e. Mahasiswa adalah seseorang yang menimba ilmu di Perguruan Tinggi. f. Laboran adalah tenaga kependidikan yang bekerja di laboratorium dan

membantu proses penelitian, praktik, dan eksperimentasi di laboratorium g. Dosen adalah pendidik profesional dengan tugas utama

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil angket diperoleh dari 83 mahasiswa dengan menggunakan teknik stratified sampling untuk mengetahui pendapat mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMS tentang

Dengan menerapkan Odoo modul purchase management pada RSMB maka proses pengajuan permintaan barang, proses validasi invoice, serta proses pembuatan dan peninjauan

[r]

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pra Nikah Pada Remaja Di Indonesia.. Jurnal Ilmiah Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi,

[r]

Tabel 6 Hasil Pengujian Black Box Testing Quiz Input/ Event Proses Output/ Next Stage Hasil Peng ujian Tombol “Mulai” kesoal.addEventListener(MouseEvent.C LICK, lanjut);

Pasal 1 butir 16, pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan Pasal 1 butir 16, pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan atau

Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa Pendapatan Nasional, Inflasi dan Suku Bunga Deposito berpengaruh signifikan terhadap Konsumsi Masyarakat dalam jangka

„Dalam peneitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama. Alasannya yaitu bahwa segala sesuatunya belum mempunyai bentuk

Berdasarkan jurnal yang dikemukakan oleh Dewiani, 2015 senyawa plisa karida dalam kurma (β -glukan) memiliki aktifitas sebagai antikanker yang diinduksikan ke dalam

Strategi positioning yang disarankan adalah ZESTEA diposisikan sebagai teh hijau kemasan siap minum ( ready to drink – RTD) dengan rasa teh yang nikmat, mantap dan pas

[r]

Menurut penuturan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lebak (2009), dari keseluruhan jalan Kabupaten, hanya 20 persen saja yang layak pakai selebihnya rusak ringan hingga berat. Untuk

Anne gets at least 3 candies, while Beth and Chris each get at least 2.. This large cube is then broken up into its 64

Visi Program Studi Visi Program Studi Magister Pendidikan Biologi adalah menjadi program studi yang mandiri dan terkemuka dalam bidang Biologi dan Pendidikan Biologi,

Kegiatan penyulaman bibit yang ada di persemaian bermaksud agar jumlah bibit yang diperlukan untuk penanaman jumlah bibit cukup selain itu agar bibit untuk penanaman

Kegiatan pelatihan instrument musik tradisional Minangkabau di MAN 2 Gunung Padangpanjang adalah memperkenalkan alat musik tradisi Minangkabau pada generasi

Calon induk yang dipilih adalah ikan sehat, sirip dan ekor lengkap dan siap mijah (matang gonad); dari aspek manajemen menunjukan perusahaan menggunakan struktur organisasi

Kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2008 dan materi utama yang diberikan adalah tentang pemanfaatan bakteri sebagai agen hayati serta

ERA MEDIA INFORMASI/Ir.. ERA

Analisis Keterampilan Abad Ke-21 (21 st Century Skills) Mahasiswa Pada Perkuliahan Teknik Dan Manajemen Laboratorium Program Studi Pendidikan Biologi Fkip

Ada berbagai macam mikroskop, yang sering digunakan dalam kegiatan pembuatan preparat mikroskop cahaya, baik yang berlensa okuler tunggal atau yang dikenal dengan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa yang mengambil mata kuliah biologi dasar terhadap pengelolaan laboratorium biologi di Program Studi Pendidikan Biologi