• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PEMANFAATAN NANOPARTIKEL EMAS UNTUK MENGURANGI RISIKO KERUSAKAN HATI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KAJIAN PEMANFAATAN NANOPARTIKEL EMAS UNTUK MENGURANGI RISIKO KERUSAKAN HATI."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

KAJIAN PEMANFAATAN NANOPARTIKEL EMAS UNTUK

MENGURANGI RISIKO KERUSAKAN HATI

Oleh :

Auliawati

NIM. 408231014

Program Studi Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sain

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

KAJIAN PEMANFAATAN NANOPARTIKEL EMAS UNTUK MENGURANGI RISIKO KERUSAKAN HATI

Auliawati (NIM 408231014)

ABSTRAK

(4)

DAFTAR ISI

1.4. Tujuan Penelitian 3

1.5. tanfaat Penelitian 4

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 5

2.1. Hati 5

2.1.1. Struktur Hati 5

2.1.2. Toksikopatologi Hati 6

2.2. Peranan Hati dalam tetabolisme Tubuh 8 2.2.1. tetabolisme Protein Dalam Sel Hati 9 2.2.2. Kadar Transaminase dan Kelainan Hati 10

2.3. Nekrosis Hati 12

2.4. Parasetamol 13

2.4.1. tetabolisme Parasetamol Di Dalam Hati 14

2.5. Nanomaterial 15

2.5.1. Nanopartikel 17

2.5.1.1. Nanopartikel Emas 17

2.5.1.2. Nanopartikel Emas Dalam meredam Radikal Bebas 18 2.6. Scanning Electron Microscopy (SEt) 20

BAB III. METODE PENETITIAN 22

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 22

3.2. Populasi dan Sampel 22

3.3. Alat dan Bahan 22

3.3.1. Alat 22

3.3.2. Bahan 22

3.4. Rancangan Percobaan 23

3.5. Variabel Penelitian 24

3.6. Prosedur Kerja 24

3.6.1. Pembuatan Nanopartikel Emas 24

(5)

3.6.3. Persiapan Perlakuan 25

3.6.3.1. Persiapan Hewan Coba 25

3.6.4. Kegiatan Penelitian 26

3.6.4.1. Perlakuan Pemberian Nanopartikel Emas 26

3.6.4.2. Pengukuran SGPT dan SGOT 26

3.6.4.3. Pembuatan Preparat Histopatologi 26 3.6.4.4. Data dan Teknik Pengambilan Data 27

3.7. Analisis Data 27

BAB IV. HASIT DAN PEMBAHASAN 28

4.1. Hasil Penelitian 28

4.1.1. Pembuatan Nanopartikel Emas 28

4.1.2. Pengaruh nanopartikel emas terhadap kadar

SGOT dan SGPT 29

4.2. Pembahasan 35

BAB V. KESIMPUTAN DAN SARAN 39

5.1. Kesimpulan 39

5.2. Saran 39

(6)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Kadar SGOT pada manusia dan mencid 12 Tabel 2.2. Kadar SGPT pada manusia dan mencid 13 Tabel 3.1. Tabel pengamadan unduk rancangan acak lengkap 23 Tabel 3.2. Kadar SGPT/SGOT pada hepar mencid 27 Tabel 4.1. Rerada perubahan kadar SGOT dan SGPT dan persen

penrunan pada berbagai perlakuan pemberian

nanopardikel emas 30

Tabel 4.2. Ringkasan hasil ANAVA pengaruh pemberian

nanopardikel emas derhadap kadar SGOT hadi mencid 31 Tabel 4.3. Ringkasan hasil ANAVA pengaruh pemberian

(7)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Struktur hati 6

Gambar 2.2. Struktur parasetamol 13

Gambar 2.3. Mekanisme hepatotoksisitas parasetamol 15

Gambar 2.4. Prinsip kerja SEM 20

Gambar 2.5. Scanning electron microscopy (SEM) 21

Gambar 4.1. Hasil analisis SEM perbesaran 100.000 x 29

Gambar 4.2. Diagram batang nilai rerata perubahan kadar SGeT dan SGPT pada berbagai perlakuan pemberian

nanopartikel emas 30

Gambar 4.3. Hasil pengamatan preparat histologi hati mencit

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Pembuatan Larutan 44

Lampiran 2. Diagram Alir Penelitian 45

Lampiran 3.Data Kadar SGOT dan SGPT 47

Lampiran 4. Perhitungan Persen Penurunan Kadar SGOT

Dan SGPT Hati Mencit 48

Lampiran 5. Hasil Analisis Statistik Kadar SGPT 49

Lampiran 6. Hasil Analisis Statistik Kadar SGOT 50

(9)

BABBIB

PENDAHULUANB

B

1.1.BLatarBBelakangB

Hati adalah ialah iatu organ utama tubuh, dan iangat penting untuk

hidup. Hati merupakan organ terbeiar dalam tubuh manuiia, beratnya antara 1000

– 1500 gram, kurang lebih 25 % berat badan orang dewaia dan merupakan puiat

metaboliime tubuh dengan fungii yang iangat kompleki (Nh2pharma, 2010). Hati

berperan dalam banyak proiei tubuh, diantaranya memprodukii berbagai protein

penting, memproiei dan menyimpan nutriii, menghancurkan tokiin dan racun

(National cancer centre Singapore, 2009). Karena berfungii iebagai penawar

racun hati iangat mudah menjadi iaiaran utama ketokiikan.

Beberapa faktor dapat menyebabkan terjadinya keruiakan hati antara lain

virui, paraiit, bakteri, tokiiiitai dari obat-obatan atau bahan kimia. Salah iatu

obat-obatan yang dapat meruiak iel dan fungii hati adalah paraietamol (Paiiyan

dalam Tuminah, 2009). Paraietamol beriifat tidak tokiik jika digunakan dalam

doiii terapi, tetapi dalam doiii yang berlebihan dan jangka panjang akan

menimbulkan nekroiii hati (Zimmerman, 1999). Metaboliime paraietamol di hati

menghaiilkan metabolit reaktif N-asetil-p-benzokuinonimina (NAPQI) yang

menimbulkan keruiakan iel hati. Kelainan yang terjadi pada hati dapat dilihat dari

meningkatnya kadar SGPT (ierum glutamate piruvat transaminase) dan SGOT

(ierum glutamate oksaloasetat transaminase). Nekroiii hati terjadi karena

interakii radikal bebai haiil metaboliime obat dan metaboliime tubuh dengan

biomolekul penyuiun membran iel hati. Interakii radikal bebai ini menyebabkan

perubahan dan meruiak membrane iel (Anonim, 2012). Keruiakan iel hati

menyebabkan meningkatnya lipid perokiida darah karena lipid perokiida tubuh

(10)

Penyakit hati menduduki urutan kedelapan penyebab kematian di

Indoneiia (Depkei RI dalam Tuminah, 2009). Berbagai upaya pengobatan

gangguan fungii hati iecara klinii telah dilakukan, namun cara ini memerlukan

biaya yang mahal dan menyebabkan adanya efek iamping yang merugikan. Untuk

itu perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan obat baru yang dapat

melindungi iel hati dari ierangan hepatotokiin yaitu dengan mendapatkan

ienyawa yang beriifat hepatoprotektor.

Akhir-akhir ini, pemanfaatan nanoteknologi dibidang keiehatan

menunjukkan perkembangan yang peiat. Diantaranya adalah teroboian baru

dibidang terapi dengan memanfaatkan nanopartikel emai . Nanopartikel biaianya

berukuran lebih kecil dari beberapa ratui nanometer, iebanding dengan beiar

biologi molekul ieperti enzim, reieptor, dan antibodi. Dengan ukuran iekitar

100-10000 kali lebih kecil dari iel manuiia, nanopartikel ini dapat menawarkan

interakii dengan biomolekul pada permukaan iel dan dalam iel yang dapat

merevoluii diagnoiii dan pengobatan kanker (Cai, 2008).

Nanopartikel emai dianggap poteniial anti-kanker pembawa obat untuk

iejumlah alaian. Emai tidak beracun, inert, itabil, dan memiliki kapaiitai

mengikat tinggi, lebih jauh lagi, nanopartikel, pada diameter 33 nm, adalah ukuran

ieiuai untuk pemanai Laier ierta ierapan paiif oleh pembuluh darah bocor dari

jaringan tumor (Harjanto, 2006). Selain itu dengan kapaiitai mengikat yang tinggi

nanopartikel juga dapat meredam radikal bebai. Sebagaimana penelitian yang

telah dilakukan oleh Muifiroh (2012), bahwa pada konientraii 30 ppm

nanopartikel emai mempunyai perien peredaman iebeiar 61%. Dengan demikian

nanopartikel emai memiliki kemungkinan iebagai hepatoprotektor untuk

melindungi iel hati dari ancaman radikal bebai.

Beberapa penelitian tentang nanopartikel emai antara lain dilakukan oleh

Balaiubramanian,dkk (2009) yaitu mengenai biodiitribuii nanopartikel emai dan

perubahan ekipreii gen di hati dan lien ietelah pemberian Intravena pada tikui,

reipon ielektif iel menanggapi nanopartikel emai (Patra, 2007), ierta iinteiii dan

karakteriiaii nanogold dengan variaii konientraii HAuCl4 iebagai material

(11)

Berdaiarkan permaialahan diatai, maka peneliti tertarik untuk

melakukan penelitian dalam bidang nanoteknologi yaitu KaLianB PemanfaatanB

NanopartikelBEmasBUntukBMengurangiBRisikoBKerusakanBHati.BB

B

1.2.BBatasanBMasalahB

Berdaiarkan latar belakang diatai, maka bataian maialah dalam

penelitian ini adalah iebagai berikut :

1. Hewan coba yang digunakan adalah mencit jenii kelamin jantan yang berumur

2 bulan dengan berat badan rata-rata 20 g.

2. Bahan yang digunakan untuk mengindukii keruiakan hati adalah paraietamol

dengan pemberian iecara oral iebeiar 250 mg/Kg berat badan ielama 7 hari.

3. Keruiakan hati dalam penelitian ini yaitu nekroiii hati.

4. Yang diukur adalah kadar SGPT (Serum Glutamate Piruvat Transaminase)

dan SGOT (Serum Glutamate Oksaloasetat Transaminase) hati mencit.

1.3.BRumusanBMasalahB

1. Apakah pemberian nanopartikel emai berpengaruh terhadap kadar SGOT dan

SGPT hati mencit.

2. Apakah pemberian nanopartikel emai iecara iignifikan dapat menyembuhkan

nekroiii hati.

3. Berapa beiar doiii nanopartikel emai yang efektif iecara iignifikan dalam

menyembuhkan nekroiii hati.

1.4.BTuLuanBPenelitianB

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah iebagai berikut :

1. Untuk mengetahui apakah pemberian nanopartikel emai berpengaruh terhadap

kadar SGOT dan SGPT hati mencit.

2. Untuk mengetahui apakah pemberian nanopartikel emai iecara iignifikan

dapat menyembuhkan nekroiii hati.

3. Menentukan doiii nanopartikel emai yang efektif iecara iignifikan dalam

(12)

1.5.BManfaatBPenelitianB

1. Pengembangan dan pemanfaatan nanoteknologi dalam bidang pengobatan.

2. Pemanfaatan nilai ekonomii emai dalam bidang keiehatan.

3. Sebagai informaii bagi maiyarakat mengenai pengobatan alternatif dalam

mengurangi riiiko keruiakan hati.

4. Pemanfaatan teknologi nanopartikel emai yang efektif dalam menyembuhkan

(13)

BABBVB

KESIMPULANBDANBSARANBB

B

5.1.BKesimpulanB

Berdeserken hesil penelitien yeng teleh dilekuken meke di peroleh

kesimpulen sebegei berikut :

1. Ade pengeruh pemberien nenopertikel emes terhedep keder SGOT (serum

glutamate oksaloasetat transaminase) den SGPT (serum glutamate piruvat

transaminase) heti mencit.

2. Pemberien nenopertikel emes dosis 1,5 mg/Kg beret beden secere signifiken

deri keder SGPT tidek depet menyembuhken nekrosis heti, sedengken deri

keder SGOT depet menyembuhken nekrosis heti.

3. Pemberien nenopertikel emes dengen dosis 1,6 mg/Kg beret beden secere

signifiken depet menyembuhken nekrosis heti.

4. Dosis efektif nenopertikel emes untuk depet menyembuhken nekrosis heti

edeleh sebeser 1,6 mg/Kg beret beden.

5.2BSaranB

1. Perlu dilekuken penelitien lebih lenjut dengen mengguneken dosis nenopertikel

emes yeng lebih beser.

2. Perlu dilekuken penelitien lebih lenjut dengen mengguneken veriesi fektor

wektu den dosis nenopertikel emes.

3. Perlu dilekuken penelitien lebih lenjut dengen mengguneken zet toksik lein

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, (2011),

http://www.sentra-edukasi.com/2011/08/struktur-dan-fungsi-hati.html

diakses tanggal 20 maret 2012.

Anonim, (2012), http://id.wikipedia.org/wiki/Radikalbebas/ diakses tanggal 22 Mei 2012.

Anonim, (2012), http://id.wikipedia.emas.com diakses tanggal 20 maret 2012.

Auguspur, (2008), http://aguspur.wordpress.com/nanopartikel diakses tanggal 20 maret 2012.

Arnita, (2007), Temulawak Penawar Hati.

http://temulawak.Blogspot.com/2007/11/temulawak-obat-hepatitis.htm

diakses tanggal 20 mei 2012

Ayuunns, (2011),

http://ayuunns.blogspot.com/2011/03/interaksi-parasetamol-dengan-alkohol.html diakses tanggal 20 maret 2012

Balasubramanian, S.K.dkk, (2010), Biodistribution Of Gold Nanoparticles And Gene Expression Changes In The Liver And Spleen After Intravenous Administration In Rats, Biomaterials,31: 2034–2042.

Baraas, F., (2006), Dari Programmed Cell Survival Sampai Programmed Cell

Death Pada Sel Otot Jantung, Departemen kardiologi FKUI, Jakarta.

Cai, W.dkk, (2008), Applications of gold nanoparticles in cancer nanotechnology,

Science and Applications1: 17–32.

Calbreath D.F., (1992). Clinical Chemistry. WB. Saunder Company. USA.

Chen C, Po.dkk, (2010), Gold Nanoparticles: From Nanomedicine to Nanosensing, Journal of Nanobiotechnology,55:1025-4025.

(15)

Darmanto. R., (2001), Seluk Beluk Pemeriksaan Kesehatan. Jakarta. Pustaka Populer Obor

Denikrisna, (2011),

http://denikrisna.wordpress.com/2011/12/17/sahabat-parasetamol-hati-hati-hatimu/ diakses tanggal 20 maret 2012.

Donatus. I.A., (2001), Toksikologi Dasar. Yogyakarta. Universitas Gajah Mada

Girindria, A., (1996), Patologi Klinik Veteriner. Fakultas Kedokteran Hewan IPB: Bogor

Harjanto, D., (2006), Gold Nanoparticle-Assisted Delivery of TNF-α in Thermal Treatments of Cancer, Minnesota Nanotechnology Cluster, University of Minnesota, Twin Cities

Heirmayani, (2007), Toksikopatologi Hati Mencit (Mus Musculus) Pada

Pemberian Parasetamol., Skripsi, FK.Hewan, IPB, Bogor.

Hidajat, B., (2005), Penggunaan Antioksidan pada Anak. Fakultas kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.

Indriyanti, (2005), Peran Asam Lemak Bebas, Stress Oksidatif dan Keadaan

Inflamasi Terhadap Kejadian Resistensi Insulin. Forum diagnosticum

Prodia.

Koeman, J.H., (1987), Pengantar Umum Toksikologi. Yogyakarta: UGM Press

Kummfad, (2011),

http://kmmfad.blogspot.com/2011/04/keracunan-parasetamol.html

diakses tanggal 20 maret 2012.

Loo, C.dkk, (2004), Nanoshell-Enabled Photonics-Based Imaging And Therapy Of Cancer, Technol Cancer Res Treat., 3(1): 33-40.

Musfiroh, E., (2012), Uji Aktivitas Peredaman Radikal Bebas Nanopartikel Emas Dengan Berbagai Konsentrasi Sebagai Material Antiaging Dalam Kosmetik, UNESA journal of chemistry., 1(2).

National cancer centre Singapore, (2009),

http://www.National-Cancer-Centre-Singapore.com/2009/Liver-Cancer.aspx.html diakses tanggal 20 februari

2012. Nh2pharma, (2010),

http://nh2pharma.blogspot.com/2010/03/anatomi-dan-fisiologi-hati.html

(16)

Poedjiadi, A., (2006), Dasar-Dasar biokimia, UI-Press, Jakarta.

Patra, H.K.dkk, (2007), Cell selective response to gold nanoparticles, Nanomedicine, 3: 111-119.

Rahmi, R.T., (2011), Uji Aktifitas Penangkapan Radikal Bebas dan Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Tiga Rimpang Genus Curcuma dan

Rimpang Temu Kunci (boesenborgia pandurata)., Skripsi, Universitas

Muhammadiyah, Surakarta.

Rusmiati, (2004), Struktur Histologis Organ Hepar dan Ren Mencit (Mus musculus) Jantan Setelah Perlakuan Dengan Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L), Bioscientiae, 1(1): 23-30

Ruswandi, D., (2005), Penghambatan Peroksida Lipid Oleh Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Pada Gangguan Fungsi Hati Tikus Akibat Parasetamol, Skripsi, FMIPA, IPB, Bogor.

Saragih, H., (2010), Nanomaterial: Pendekatan Baru Penanggulangan Kanker dan Diabetes, FMIPA, Universitas Advent Indonesia, Bandung.

Sekarsari, R.A., (2012), Sintesis Dan Karakterisasi Dengan Variasi Konsentrasi

Haucl4 Sebagai Material Antiaging Dalam Kosmetik., Skripsi, FMIPA,

UNS, Surabaya.

Smith, J.B.dkk, (1988), Pemeliharaan, Pembiakan, dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis. Jakarta:UI.

Sudirman, (2011), Bahan Galian Logam Emas, Laporan Hasil Penelitian, FMIPA Universitas Mataram

Suharta, (2000), Mekanisme Dan Selektivitas Pemisahan Logam Emas Dengan

Metode Agregasi Hidrofobik, Disertasi, FMIPA, ITB, Bandung.

Syifaiyah, B., (2008), Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centela Asiatica) Terhadap Kadar Sgpt Dan Sgot Hati Mencit (Mus Musculus)

Yang Diinduksi Dengan Parasetamol., Skripsi, FMIPA, UIN Malang,

Malang.

Tuminah, (2009), Pengaruh Teh Jamur Terhadap Kerusakan Hati Tikus. Litbangkes, 37(4):160-168

(17)

Terinduksi Parasetamol, Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Yermei, (2010),

http://yermei.blogspot.com/2010/12/paracetamol.html#!/2010/12/paracet

amol.html diakses tanggal 1 maret 2012

Zeb6i, (2010), http://dc307.4shared.com/doc/j6cZeb6i/preview.html diakses tanggal 20 maret 2012

Zimmerman, H.J., (1999), Hepatotoxicity : the adverse effect of drugs and

Gambar

Tabel 2.1. Kadar SGOT pada manusia dan mencid
Gambar 2.1. Struktur hati

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian kajian tingkat pemanfaatan puskesmas di Kecamatan Kota Blora Kabupaten Blora memiliki tujuan (1) mengkaji seberapa besar pengaruh kondisi sosial ekonomi

Penelitian kajian tingkat pemanfaatan puskesmas di Kecamatan Kota Blora Kabupaten Blora memiliki tujuan (1) mengkaji seberapa besar pengaruh kondisi sosial ekonomi

Tujuan penulisan kajian ini adalah untuk menggambarkan pemanfaatan limbah rajungan menjadi kitosan lalu mengaplikasikan kitosan tersebut sebagai bahan minuman

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ikan yang paling layak dibudidayakan, metode yang tepat hambatan dan cara mengatasi serta kelayakan bisnis pemanfaatan

Tujuan penelitian; (1) menentukan pengaruh kerapatan serasah terhadap pengurangan kepadatan tanah akibat mensin pemanenan hutan, (2) mengukur tingkat kepadatan

Kajian tentang pemanfaatan likopen ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan umpan dengan pelarut campuran (F/S) serta penambahan

Penelitian kajian tingkat pemanfaatan puskesmas di Kecamatan Kota Blora Kabupaten Blora memiliki tujuan (1) mengkaji seberapa besar pengaruh kondisi sosial ekonomi

Kajian tentang pemanfaatan likopen ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan umpan dengan pelarut campuran (F/S) serta penambahan