MENGENAL PEWARIS NABI
Bebas
90
0
0
Teks penuh
(2) PERSEMBAHAN Nabi Suci Muhammad Saw. bersabda:. . ﹰﺔﻠﻴ ﻫ ﺎﺘ ﹰﺔ ﺟﻴ ﻣ ﺕ ﻣﺎ ﻪ ـﺎﹺﻧﺯﻣ ﻡ ﻣﺎ ﻑ ﹺﺇ ﻌ ﹺﺮ ﻳ ﻢ ﻭﹶﻟ ﺕ ﻣﺎ ﻦ ﻣ “Barang ng siapa yang mati kok tidak me mengetahui ngetahui Imam zamannya, maka m matilah ia seper ti mati jahiliyah.” hiliyah.”. . ﹰﺔﻠﻴ ﻫ ﺎﺘ ﹰﺔ ﺟﻴ ﻣ ﺕ ﻣﺎ ﻌـ ﹲﺔ ﻴ ﺑ ﻪ ﻘـ ﻨﻋ ﻓﻰ ﺲ ﻴ ﻭﹶﻟ ﺕ ﻣﺎ ﻦ ﻣ “Barang g siapa yang mati kok tidak mempunyai mempunyai sumpah setia di pundaknya, punda maka mati-lah ia seperti perti mati jahiliyah.”. __________________. 2. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(3) DAFTAR ISI PERSEMBAHAN ........................................................................................................................... ................................ ........................... 2 DAFTAR ISI ................................................................ ................................................................................................ .................................. 3 KATA PENGANTAR ................................................................................................ ................................ .................................................... 4 PERISTIWA MENCENGANGKAN .............................................................................................. .............................. 5 Hadits Ats-Tsaqalain ................................................................................................ ................................ ................................................... 7 Pentingnya Hadits Tsaqalain ................................................................................................ ................................ ....................................... 9 Hadits al-Ghadir .......................................................................................................................... ................................ .......................... 9 Pelarangan Penulisan Hadits................................ ................................................................................................ ...................................... 13 Penggunaan Analogi (Qiyas) ................................................................................................ ................................ ..................................... 13 ADA IMAM YANG MA’SHUM PEMILIHAN PEMIL TIADA ALASAN .............................................. ................................ 16 Wilayah Spiritual ...................................................................................................................... ................................ ...................... 16 IMAM KETURUNAN NABI IBRAHIM AS. ................................................................ ............................................... 21 Nabi Ibrahim as. Harus Hijrah ke Hijaz ................................................................ ..................................................... 21 Nabi Ibrahim as.. Harus Menyembelih Puteranya ................................................................ ....................................... 22 Imamah adalah perjanjian Ilahi................................................................................................ ................................ .................................. 23 Siapakah Yang Zalim Itu? ................................................................................................ ................................ ......................................... 24 PENAFSIRAN YANG TIDAK TEPAT (Pertama)................................................................ ........................................ 43 1. Seluruh orang mukmin; yang dimulai dari para sahabat hingga ke kita sekalian sekalian. .................... 43 PENAFSIRAN YANG TIDAK TEPAT (Kedua) ................................................................ .......................................... 55 ISYARAT NABI SAW. TENTANG KE IMAMAHAN IMAM ALI AS. ................................ ...................................... 73 AHLUL BAIT PEMERSATU UMAT .......................................................................................... .......................... 80 HABAIB BUKAN AHLUL BAIT ................................................................................................ ................................ ................................ 84 Yang termasuk dari Ahlul Bait itu adalah: ................................................................ ................................................. 84 Yang termasuk uk dari ‘Itrah Ahlul Bait itu ialah: ................................................................ .......................................... 85 Adapun Dzurriyyah Ahlul Bait itu ialah: ................................................................ ................................................... 85 PENUTUP ................................................................ ................................................................................................ .................................... 90. 3. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(4) KATA PENGANTAR. ﺑﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻟﺮﲪﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pembaca yang budiman. Setelah kita membahas tentang apa dan Siapa Sang Pewaris Nabi, dan menme getahui Peristiwa pelantikan Imam Ali as. sebagai pengemban tugas berat yang diamanatkan anatkan oleh beliau Saw. kepadanya, kep nya, maka pada jilid yang kedua ini, kita ingin mengetahui tentang: -. Ada peristiwa apa setelah acara pelantikan pela tersebut?. Benarkah para sahabat habat mengikuti pesan pesan-pesan esan Nabi Saw. tersebut?. Mengapa yang menjadi Sang Pewaris Nabi Saw. mesti harus h rus dari keluarga Nabi?.. Di samping itu, pada kesempatan ini, kita akan bahas juga persoalan apa perbedaan antara Ahlul Bait dengan para Habaib. Apakah para Habaib juga A Ahlul bait?. ait?. Sebab, banyak umat Islam yang salah mengerti tentang masalah m ini. Sehingga, banyak nyak umat Islam yang menjadi korban. Mereka menganggap, bahwa setiap Habaib adalah sebagai orang yang suci, yang sudah pasti dijamin m masuk sorga karena hubungan gan darah dengan dengan Nabi Saw. sehingga karenanya, mereka bebas untuk berbuat apa saja, sekalipun bertentangan dede ngan syari’at. Bena Benarkah demikian?. Selamat membaca dan memahaminya. Wassalamu’alaikum wr. wb. Penulis. (Ustadz Moh. Sulaiman Marzuqi). __________________. 4. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(5) PERISTIWA MENCENGANGKAN Ada satu kejadian yang mendebarkan hati dan membuat bulu kuduk kita berdiri, bahkan akan selalu teringat sampai sampai mati. Yakni, setelah peri peristiwa Ghodir Khum ini selesai, maka tersiarlah berita itu ke seluruh penjuru penj ru negeri. Ka Karena yang mendengar harus arus menyampaikan berita ini kepada kepada yang tidak men mendengar. Begitu juga kita seharusnya, harusnya, menyampaikan meny berita ini terutama kep pada keluarga kita sendiri. Pada waktu itu, ada seseorang yang bernama Harits bin Nu’man al al-Fihri. Setelah ia mendengar ndengar berita tersebut, ia segera mendatangi Rasulullah Saw. de dengan mengendarai ontanya. Setibanya di hadapan beliau, ia pun turun dan be bertanya kepada da beliau: “Ya Muhammad!, anda telah menyuruh kami bersaksi ba bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa anda adalah a Rasul-Nya, Nya, dan kami men menerimanya. Lalu alu anda menyuruh kami mengerjakan mengerjakan lima kali shalat sehari, dan kami menerimanya, dan juga anda menyuruh kami menunaikan men naikan zakat, dan kami juga menerimanya. Dan anda menyuruh kami melaksanakan m laksanakan ibadah haji, dan kami menerimanya erimanya juga. Namun anda belum juga merasa puas dengan semu semuanya itu, sehingga anda mengangkat lengan sepupu anda (Ali), dan me mengutamakannya di atas kami semua. Dan anda pun berkata: “Barang “B rang siapa yang mengakui aku sebagai pimpinannya, maka Ali adalah pimpinannya nya juga”. Nah!, apakah kah ini dari anda sendiri ataukah dari Allah!?.” Nabi Saw. menjawab: “Demi Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia, sungguh ini ketentuan dari ri Allah ‘Azza Wa Jalla!.” Mendengar hal itu, maka pergilah al-Harits al Harits menuju ontanya sambil berkata sinis: “Wahai Tu-han!, han!, jika apa yang dikatakan Muhammad itu benar, maka tturunkanlah hujan batu dari langit atas kami, atau datangkanlah adzab yang pedih bagi kami!.” Maka seketika itu, Allah Swt. melemparinya melemparinya dengan batu yang mem nembus ubun-ubun nya hingga duburnya, sehingga sehin ga ia jatuh terkapar dan mati sebelum mencapai ontanya. Na’udzubillahi Na’udzu min dzalik. Demikianlah, suatu kejadian yang amat sangat terlalu mengerikan, bagi orang yang ingkar akan benarnya hak Imam Ali sebagai Imam, Pemimpin, Pemi dan Khalifah fah setelah Nabi Saw. Maukah anda mengalami nasib seperti Harits bin Nu’man itu?. Kami yakin seyakin-yakinnya, seyakin bahkan embahnya yakin. Walaupun diberi langit dan bumi beserta isinya, isinya, pasti anda tidak bakal mau mengalami me nasib seperti Harits bin Nu’man yang kurang ajar itu. “Ya Allah, Ya Tuhanku!; Jadikanlah aku dan pembaca beserta keluarganya, tentara-tentara Nabi-Mu Mu dan Ahlul Baitnya; Menjadi pendukung serta penolon penolongnya. Amin, Ya Rabbal ‘Aalamiin.” Peristiwa yang mengerikan erikan ini banyak diceritakan diceri oleh para a ulama’ di ant antaranya adalah:. 5. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(6) 1. Al-Hafidz Hafidz Abu ‘Ubaid al-Harawi al Harawi dalam kitab tafsirnya berjudul: ““GhariibulQur’an”, yaitu:. = ﻳ ﹺﺮﺪ ﻐ ﺺّ ﺍﹾﻟ ﻨ ﹺﻟ ﺪ ﺣ ﺎﺍ ﹸﺓ ﺍ ﹾﻟﺠﺭﻭ = ()ﺹ. ﷲ ِ ﻮ ﹸﻝ ﺍ ﺳ ﺭ ﺑ ﹶﻠ ﹶﻎ ﺎ ﹶﻟﻤ:ﻥ ﻗﹶﺎ ﹶﻝ ﺁﺐ ﺍﹾﻟ ﹸﻘﺮ ﻳﻩ ﹶﻏ ﹺﺮ ﻴ ﹺﺮ ﺴ ِ ﺗ ﹾﻔ ﻲﻱ ﻓ ﺭ ﹺﻭ ّﻱ ﺮ ﹺﻭ ﹺ ﻬ ﺪ ﹶﺍ ﹾﻟ ﻴـ ﺒﻋ ﻮ ﺑﻆ ﹶﺃ ﻓ ﹸ ﺎﹶﺍﹾﻟﺤ. ﺓ ﺪ ﺑ ﹺﻦ ﹶﻛ ﹾﻠﺙ ﺍ ﺤﺎ ﹺﺭ ﺑ ﹺﻦ ﺍﹾﻟﻀ ﹺﺮ ﺍ ﺑ ﹺﻦ ﺍﻟﻨﺮ ﺍ ﺎﹺﺑﺗﻰ ﺟﺩ ﺁ ﻼ ﻲ ﺍ ﹾﻟﹺﺒ ﹶﻚ ﻓ ﻟﻉ ﺫﹶﺍ ﻭ ﺷﹶﺎ ،ﺑ ﹶﻠﻎﹶ ﺎﺧ ﹴﻢّ ﻣ ﺮ ﻳﺪ ﹶﻏ. ﺓ ﻼ ﹶﻭﹺﺑﺎﻟﺼ ﷲ ِ ﻮ ﹸﻝ ﺍ ﺳ ﺭ ﻚ ﻭﹶﺍﻧ ﷲ ُ ﻪ ﹺﺇﻻﱠﺍ ﺪ ﹶﺃ ﹾﻥ ﹶﻻﹺﺇﹶﻟ ﻬ ﺸ ﻧ ﷲ ﹶﺃ ﹾﻥ ِ ﻦ ﺍ ﻣ ﺎﺗﻨﺮ ﻣ ؛ ﹶﺃﺪﺤﻤ ﻣ ﻳﹶﺎ:ﻱّ ﹶﻓﻘﹶﺎ ﹶﻝ ﺪ ﹺﺭ ﹺ ﺒﻌ ﹶﺍﹾﻟ ﻪ ﺘ ﹾﻠﻚ ﹶﻓ ﹶﻔﻀ ّﻤ ﻋ ﻦ ﺑﺍ ﻊ ﻀ ﺖ ﹺﺑ ﻌ ﺭ ﹶﻓ ﻰﺣﺘ ﻚ ﻟﺽ ﹶﺫﺍ ﺮ ﺗ ﻢ ﹶﻟﻚ ﹸﺛﻢ ﻨ ﻣ ﺎﺓ ﹶﻓ ﹶﻘﹺﺒ ﹾﻠﻨ ﻛﹶﺎﺍﻟﺰﺞّ ﻭ ﺤﹺ ﺍﹾﻟﻮ ﹺﻡ ﻭ ﺍﻟﺼﻭ :ﷲ ِ ﻮ ﹸﻝ ﺍ ﺳ ﺭ ﹶﻓﻘﹶﺎ ﹶﻝ.ﷲ ؟ ِ ﻦ ﺍ ﻣ ﻭ ﻚ ﹶﺃ ﻨ ﻣ ﺷ ﹲﺊ ﻬﺬﹶﺍ ؛ ﹶﻓﻮ ﹶﻻﻩ ﻣ ﻠﻲ ﻌ ﻩ ﹶﻓ ﻮ ﹶﻻ ﻣ ﺖ ﻨ ﻦ ﹸﻛ ﻣ ﺖ ﻭ ﹸﻗ ﹾﻠ ﻨﹶﺎﻋ ﹶﻠﻴ. ﺃ ﹾﻥ ﹶﻛﺎﹶﻥ ﻬﻢ ﺍﹶﻟﻠﱠ:ﻮ ﹸﻝ ﻳ ﹸﻘ ﻮ ﻫ ﻭ ﻪ ﺘﺣ ﹶﻠ ﺭﺍ ﺪ ﻳـﻳ ﹺﺮ ﺮ ﺟﺎﹺﺑ ﻮﻟﱠﻰ ﹶﻓ.ﷲ ِ ﻦ ﺍ ﻣ ﻫﺬﹶﺍ ﺃﻥﱠ ﻫ ﹺﻮ ﻪ ﹺﺇﻻﱠ ﺍﹶﻟ ﻱ ﹶﻻ ﺬ ﺍﻟﱠﻭ ﺎﻴﻬ ﺻ ﹶﻞ ﹺﺇﹶﻟ ﻭ ﻤﺎ ﹶﻓ.ﻴ ﹴﻢ ﻟﺏ ﹶﺃ ﻌﺬﹶﺍ ﹴ ﻨﹶﺎ ﹺﺑﻤـَﺎ ِﺀ ﹶﺃ ﹺﻭﺍﹾﺋﺘﻦ ﺍﻟﺴ ﻣ ﺭ ﹰﺓ ﺠﺎ ﺣ ﻨﺎﻴ ﻋ ﹶﻠ ﺮ ﻄ ﻣ ﺎ ﹶﻓﹶﺄﺣﻘ ﺪ ـﺤﻤ ﻣ ﻮ ﹸﻝ ﻳ ﹸﻘ ﺎﻣ. . ﻪ ﺘ ﹶﻠﻭ ﹶﻗ ﻩ ﺑ ﹺﺮﺩ ﻦ ﻣ ﺝ ﺮ ﺧ ﻭ ﻪ ﺘﻣ ﻫﺎ ﻋﻠﹶﻰ ﻂ ﺴ ﹶﻘ ﹶ ﺠ ﹴﺮ ﹶﻓ ﺤ ﷲ ﹺﺑ ُ ﻩ ﺍ ﺎﺭﻣ ﻰﺣﺘ. Telah diriwayatkan yatkan dalam kitab tafsir: “Ghoribul-Qur’an”. “Gh Qur’an”. Berkata ia: Ketika Rasulullah Saw. selesaii berpidato di Ghodir Khum, dan tersebarlah b berita tersebut keseluruh penjuru, datanglah seorang laki laki-laki yang bernama nama Jabir bin Nadlar bin Harits bin Nu’man al-Fihri, Fihri, maka berkatalah ia: “Ya Muhammad!, kamu telah mem merintahkan kepada pada kami dari Allah, untuk unt bersaksi bahwa sesung gguhnya tiada Tuhan selain Allah, dan kamu ad adalah Rasul-Nya. Nya. Dan kamu perintahkan kepada kami untuk shalat dan berpuasa, berhaji, dan mengeluarkan mengelu rkan zakat, maka kami penuhi semua itu. Kemudian kamu tidak puas dengan yang demikian itu. Sehingga kamu mengangkat kat anak pamanmu itu, dan kamu melebihkannya atas kami. Dan kamu berkata: “Barang arang siapa yang mengaku aku sebagai sebagai pemimpinnya, m maka Ali adalah pemimpinnya juga!.” Maka, apakah ini dari kamu sendiri atau dari Allah!?.” Bersabda Rasulullah ah Saw.: “Demi yang tiada tuhan kecuali Allah, sesungguhsesunggu nya ini dari Allah!.” Maka berpalinglah Jabir bin Nadlar bin Harits bin Nu’man untuk menuju ke kendaraannya, sambil dia berkata: “Ya Allah!. Seandainya apa yang dikatakan M Muhammad itu benar, maka hujanilah hujani kami dengan gan batu dari langit, atau datangkan pa- da kami adzab yang pedih!.” Maka tidaklah ia sampai kepada kendaraan-nya, kendaraan nya, sehingga Allah Swt. mele melemparinya dengan batu, maka jatuhlah batu atas kepalanya dan keluar dari duburdubu nya. Dan matilah ia!.” Peristiwa ini dicatat catat oleh para ulama’, di antaranya ant adalah:. 6. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(7) 1. Imam an-Naqas Naqas Abu Bakar al-Maushuli al Maushuli di dalam kitab tafsirnya yang be bernama Syi- fa’ush-Shudur. Shudur. 2. Imam Tsa’labi an-Naisaburi Naisaburi dalam kitab k tab tafsirnya yang bernama al al-Kasyfu Wal-bayan. iskani dalam kitabnya kita nya yang bernama Du’atul Hudaah 3. Syeikh al-Hakim al-Hiskani ila adaa’i haq-qil maulah. lah. 4. Imam al-Qurthubi Qurthubi dalam kitab tafsirnya yang bernama Tafsir al al-Qurthubi. 5. Syeikh Sibthu Ibnul Jauzi dalam kitabnya yang berjudul Tad Tadzkiratulkhawas hal. 19. 6. Syeikh Ibrahim bin Abdillah Abdil al-Yamani al-Washabi Washabi asy Syafi’i dalam kitabkita nya yang berjudul al-Iktifa’ Iktifa’ fi fadlli Arba’atil Arba’atil-Khulafa’. 7. Syaikhul Islam al-Khumawini Khumawini dalam kitabnya yang bernama Faraidus Si Simthin bab ke XIII. 8. Syeikh Syihabuddin Ahmad Daulah Abadi di dalam kitabnya kitabnya yang bernama be Hidayatus Su’adah. Syarbini di dalam kitab tafsirnya yang berjudul asy asy-syirojul9. Imam Asy-Syarbini 324 Munir Juz IV halaman 324. 10. Syeikh Abu Shu’ud al-Imadi Imadi al al-Hanafi di dalam lam kitab tafsirnya pada juz VIII hal. 292. dul al-arba’in al fi 11. Sayyid Jamaluddin asy--Syirazi dalam kitabnya yang berjudul manaqibi Amiril ril Mukminin h hadits yang ke 13. 12. Syeikh Zainuddin Abdur Ra’uf bin Tajuddin T bin Ali al-Hadadi Hadadi al al-Manawi alQahiri asy-Syafi’i Syafi’i dalam kitabnya yang bernama Faidul Qadir Fi Syarhil JaJ mi’ish-Shaghir Shaghir Juz VI hal hal. 218. 13. Syeikh Ahmad ad bin Fadlil Baktsir al-Makki al asy-Syafi’i Syafi’i di dalam kitabnya yang berjudul Washi-latul latul Ma’al fi ‘aqdi manaqibil man ‘Aal. 14. Al-Faqih Syeikh Abdullah dullah bin Syeikh Bin Abdullah bin Syeikh bin Abdullah al-’Aidrus al-husaini al-Yamani Yamani dalam kita kitabnya yang ber-judul judul al al-Khulashah Juz II halaman 225. 15. Syeikh Burhanuddin al-Halabi asy-Syafi’i dalam lam kitabnya yang berjudul S Sirah al-Halabiy-yah yah Juz III halaman 302. 16. Sayyid Mahmud bin Muhammad al al-Qadiri al-Madani Madani dalam kitabnya yang berjudul as-Siratus Siratus Sawiy fi Manaqibi ‘Alin-Nabiyy. ‘Alin 17. Syeikh Syamsuddin al-Hafni Hafni asy-Syafi’i asy da- lam kitabnya yang berjudul Sy Syarah al-Jami’ush Jami’ush Shaghir Li Suyuti Juz II hal 387. 18. Dan lain lain.. Hadits Ats-Tsaqalain Berkenaan dengan Imamah, maka persoalan yang mendasar adalah dari a aspek spiritualnya. Para a Imam adalah adal para pemimpin spiritual setelah lah Nabi Saw. Mereka mengenal dan mengakui Islam secara spiritual. Mereka ma’shum seperti Nabi Saw. Seorang Imam mempunyai wewenang yang mutlak atas agama. Tidak ada alasan bagi adanya kesalahan kesa atau penyimpangan yang disengaja engaja pada apa yang dikatakannya. katakannya. Dan Itulah yang dimaksud dengan ma’shum (suci dari dosa). Nabi Saw. telah bersabda:. 7. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(8) . ﻰ ﺗﺮ ﺘ ﻋ ﻭ ﷲ ِ ﺏﺍ ﺎﻛﺘ :ﻴ ﹺﻦ ﻢ ﺍﻟﺜﱠ ﹶﻘ ﹶﻠ ﻴ ﹸﻜ ﻓ ﻙ ﺗﺎ ﹺﺭ ﺍﹺﻧّﻰ “Sesungguhnya aku tinggalkan pada kalian dua kepercayaan ya yang berat (tsa1 qalain); Kitabullah dan keturunanku.” Lalu, bagaimana dengan gan hadits berikut ini?:. . ﻰ ﺘﺳﻨ ﻭ ﷲ ِ ﺏﺍ ﺎﻛﺘ :ﻴ ﹺﻦ ﻢ ﺍﻟﺜﱠ ﹶﻘ ﹶﻠ ﻴ ﹸﻜ ﻓ ﻙ ﺗﺎ ﹺﺭ ﺍﹺﻧّﻰ “Sesungguhnya aku tinggalkan pada kalian dua kepercayaan yang berat (ts (tsaqalain); Kitabullah ah dan Sunnahku.” diPerlu diketahui, bahwa menurut referensi referensi, lebih dari 200 Kitab yang dapat d percaya telah meriwayatkan, bahwa Nabi Saw. bersabda: “Aku “Aku tinggalkan di ana tara kalian dua kepercayaan yang berat; Kitabullah dan keturunanku.” Beliau meng-ungkapkannya dengan an bentuk seperti ini di berbagai berbagai kesempatan dan tempat. Akan tetapi, kita juga tidak dapat menolak, bahwa pada beberapa kek sempatan beliau telah berkata, bahwa beliau meninggalkan dua hal yang berh berharaga: Kitabullah dan Sunnahnya. Ada suatu ketetapan antara keturunan turunan Nabi Saw. dan Sunnahnya. Oleh karenanya, karenanya, Sunnahnya dijelaskan oleh keturuna keturunannya. Kita tidak dapat merujukkan rujukkan masalah-masalah masalah masalah kita, baik kepada keturunan beliau saja maupun kepada Sunnah beliau saja, karena secara man man- diri, kedua hal ini sama-sama sama tidak ada. Keturunan Ketu Nabi-lah lah yang menguraikan dan mem memeli-hara hara Sunnah beliau. Bila Nabi menyebut ketu-runannya ketu runannya bersamaan dengan Kitabullah, maka maksudnya bahwa Sunnah beliau dapat diperoleh dari keturuketur nan beliau. Di samping itu, pernyataan pernya beliau: “Aku tinggalkan kan di antara kalian dua kepercayaan yang berat; Kitabullah dan keturunan ku”, itu adalah merupamerup kan Sunnah beliau juga. Jadi, pada satu tempat Nabi Saw. telah bersabda: ““Aku tinggalkan di antara kalian dua kepercayaan yang berat; Kitabullah Kitabullah dan Sunna Sunnahku”, akan tetapi pada tempat yang y lain beliau menggunakan ungkapan kapan yang lain. Jika dalam sebuah kitab hadits dits tertulis dalam satu bentuk, maka dalam dua ra ratus kitab lainnya tertulis lis dalam bentuk yang lain. Penguraian agama merupakan ruh yang yang sesungguhnya dari Imamah. Sebab, Islam adalah suatu agama yang luas dan terang. Persoalannya, Perso lannya, apakah ajaran ajaranajaran an Islam itu terbatas pada prinsip-prinsip prin dan peraturan-peraturan peraturan umum yang tersebut dalam al-Qur’an Qur’an saja dan yang selanjutnya selanjutnya diuraikan sert serta dijelaskan melalui perkataan-perkataan perkataan Nabi Saw.?. Apakah Islam hanya itu saja?. Tiada keraguan, raguan, bahwa wahyu Ilahi berhenti berhenti setelah Nabi Saw. wafat. Dan Islam sempurna. Tetapi, apakah setiap pasal dalam Islam sudah diungkapkan semu semuanya saat itu?. Atau, seberapa berapa banyakkah persoalan hukum yang berada ber dalam perlindungan dan penjagaan Imam Ali as. dan telah diumumkan diumumkan kepada umat serta dijelaskan kan secara bertahap?. Karenanya, hadits ini membuktikan akan kema’shuman kema’shuman para Imam, karena Nabi Saw. telah menunjukka menunjukkan kepada umat Islam untuk membawa wa agama mem 1. Shahih Muslim jilid VII halaman 122.. 8. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(9) reka dari dua sumber, Kitabullah dan keturunannya. Karena Kar na salah satu dari dua sumber ini, yakni al-Qur’an, Qur’an, adalah suci dan bebas bebas dari segala kekel kekeliruan, maka sumber yang lainnya pun harus arus suci. Mustahil Nabi kok meminta m inta kepada para pengikutnya kutnya agar memperoleh agama dari orang yang mempunyai kemungkinan berbuat kesalahan.. Pentingnya Hadits Tsaqalain qalain Berkenaan dengan masalah Imamah, jangan sampai kita tidak tahu menahu keutamaan dari hadits ini. Kit Kita bisa mempertanyakan kan kepada se setiap ulama’, bahwa apakah Nabi Saw. telah mengucapkan mengucapkan hadits ini atau tidak?. Jika ia be berkata bahwa Nabi tidak mengucapkannya, maka hadapkanlah kepadanya beber beberapa kitab yang kami rujuk. Sebenarnya, mereka pada umumnya tidak dapat mem nyangkal eksistensi tensi hadits ini. 2 Karena itu, katakanlah padanya: “Nabi Saw. telah mengangkat al al-Qur’an sebagai wewenang no. 1 dan keturunan beliau sebagai wewenang no. no. 2. Nah, sekarang katakanlah kepada kami, siapakah “keturunan” “ket Nabi itu?”. Perlu diketahui, bahwa mereka tidak berbeda pendapat mengenai ket keturunan Nabi Saw. Namun, mereka lebih sering mengambil sumber dalam p periwayatan hadits dari para sahabat lainnya ketimbang ke Imam Ali as. Bahkan kan ketika mereka mengutip Imam Ali as, mereka manganggapnya hanya sebagai pembawa hadits Nabi biasa, dan bukan sebagai seorang yang berwenang atasnya. Inilah ane anehnya!.. Hadits al-Ghadir Sebagaimana kita fahami, bahwa seseorang yang berwenang atas suatu ag agama, pasti juga sebagai bagai pemimpin dari agama itu. Dan Nabi Saw. secara jel jelas menunjuk Imam Ali untuk itu. Hadits al-Ghadir al di atas adalah lah merupakan contoh deklarasi seperti ini. Suatu deklarasi yang dinyatakan oleh Nabi Saw. pada k kesempatan Haji Wada’ da’ di suatu tempat yang disebut Ghadir Khum. Haji ini adalah haji terakhir yang dilaksanakan ilaksanakan Nabi Saw. Dengan segala kemungkinan, beliau tidak dapat lagi melaksanakan haji lebih daripada sekali setelah penaklu penaklukkan Mekkah, tetapi beliau melaksanakan sekali Umrah sebelum Haji Wa Wada’nya. Pada suatu kesempatan patan dalam haji ini, beliau mengerluarkan me uarkan undangan kepada s semua Muslimin untuk menghadiri Haji ini. Ketika mereka semua berkumpul, b beliau menyampaikan khotbah bah pada kesempatan yang ya berbeda-beda, beda, di Masjidil Haram, di ‘Arafah, di Mina, di luar Mina dan di Ghadir Ghadir Khum. Setelah menyemeny butkan beberapa rapa pokok yang lain, tterakhir hir di Ghadir Khum beliau menyebutkan menye. 2. Beberapa orang telah membuat selusin penyalahgunaan atas hadits ini. Mereka selalu menggunakannya sebagai penpe dahulu untuk meriwayatkan penderitaan para keturunan Nabi (ahlul bait). Mereka menduga, bahwa k ketika Nabi Saw. berkata, bahwa beliau meninggalkan dua hal yang berat: al-Qur’an al Qur’an dan keturunannya, maka yang ia maksudkan adalah hanya ke- duanya ini saja yang mesti dipegang dengan de rasa ta’zim yang tinggi. Pada- hal, yang beliau maksudkan adalah, bahwa beliau meninggalkan dua we- wenang, yang kepadanya segala persoalan keagamaan dan sosial dikembalikan. PaP da bagian akhir dari hadits ini Nabi berkata: ta: “Selama kalian mentaati mereka, maka kalian tidak akan tersesat.” Jadi persoalannya ada lah “ketaatan”. Nabi Saw. telah menyatakan, men bahwa para keturunannya sa- ma dengan al-Qur’an. al Beliau sendiri mengatakan, bahwa al-Qur’an Qur’an adalah “tsaqal” yang besar dan keturunan beliau adalah “tsaqal” yang kecil.. 9. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(10) suatu topik pik yang diberi tekanan yang sa sangat ngat besar. Inilah kesempatan yang tterakhir, untuk membacakan cakan ayat ini:. . ﻪ ﺘﺎﹶﻟﺖ ﹺﺭﺳ ﻐ ﺑﻠﱠ ﺎﻌ ﹾﻞ ﹶﻓﻤ ﺗ ﹾﻔ ﻢ ﺍ ﹾﻥ ﹶﻟﻭ ﻚ ّﹺﺑﻦ ﺭ ﻣ ﻚ ﻴ ﺍﹶﻟ ﻧ ﹺﺰ ﹶﻝﺂ ﹸﺍﻠّ ﹾﻎ ﻣ ﺑ ﻮ ﹸﻝ ﺳ ﻬﺎ ﺍﻟﺮ ﻳﺂ ﹶﺍﻳ “Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan, berarti kamu tidak menyampaikan menyampa kan amanah amanah-Nya.” 3 Nabi Saw. banyak menyebutkan nyebutkan prinsip-prin prinsip prin sip Islam dan berbagai m masalah yang berhubungan gan dengannya dalam khotbah-khotbahnya khotbah khotbahnya yang disampaikan di Arafah, Mina dan Masjidil Haram. Pada semua kesempatan penting ini, beliau me-nguraikan masalah-masalah masalah yang penting. Tetapi di Ghadir Khum, yang beb liau sampaikan adalah kalimat maklumat yang bila tidak disampaikan, maka s segala yang telah beliau kerjakan akan menjadi men sia-sia. sia. Sebelumnya beliau berkaberk ta: “Tidakkah kah aku lebih dekat kepadamu ketimbang dirimu sendiri?.” Beliau merujuk kepada ayat al-Qur’an Qur’an yang mengatakan:. . ﻢ ﺴ ﹺﻬ ِ ﻧ ﹸﻔﻦ ﹶﺍ ﻣ ﻦ ﻴ ﻣﹺﻨ ﺆ ﻤ ﻭﻟﹶﻰ ﺑﹺﺎ ﹾﻟ ﹶﺍﹺﺒﻰﺍﹶﻟﻨ ”Nabi itu lebih dekat kepada orang-orang orang orang yang beriman ketimbang diri mereka 4 sendiri.” Selanjutnya beliau berkata: “Apakah aku tidak lebih berwenang atasmu kek timbang diri kamu sendiri?”. Mereka Mere yang hadir berkata: “Ya Rasulullah, lullah, engkau lebih berwenang”. Kemudian Nabi Saw. mengumumkan: mengumu. . ﻩ ﻮ ﹶﻻ ﻣ ﻠﻰ ﻋ ﻬﺬﹶﺍ ﻩ ﹶﻓ ﻮ ﹶﻻ ﻣ ﺖ ﻨ ﻦ ﹸﻛ ﻣ “Barang siapa yang akau sebagai Maula’nya, maka inilah Ali Maula’nya juga.” Jadi, Imam adalah merupakan kemurahan kemurahan Ilahi, hal ini sebagaimana ken kenabian (Nubuwwah), karenanya, pers persoalan oalan Imamah berada di luar kon kontrol manusia. Seorang Imam tidak dapat dipilih dengan keputusan manusia. Seperti se seorang Nabi, ia ditunjuk oleh peraturan perat Ilahi. Orang-orang yang mengingkari keberadaan para ra Imam dan segala karakter mereka, sama saja telah merendahkan Islam. Sebab, ketika diutus ke suatu tempat, seorang pakar selalu menyertakan perlengkapan tekhniknya. Bila s sebuah negara, mengirim girim suatu perlengkapan teknik, misalnya pesawat Phantom Pha atau pesawat tempur ke suatu negeri yang orang-orangnya orang tidak dak memiliki pepe ngetahuan tentang ng peralatan itu, maka pasti se selalu lu disertai dengan para ahlinya. Yang tentu saja dalam hal perlengkapan angkatan bersenjatanya tidak sesedersesede hana seperti mengirim tekstil. Nah, sekarang bagaimana pendapat pe dapat kita tentang Islam yang datang dari ari Allah Swt.?. Apakah kita menganggapnya menganggapnya sebagai sesuatu ses 3 4. QS. al-Maidah ayat 67. QS. al-Ahzab ayat 6.. 10. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(11) yang sederhana?, sehingga tidak diperlukan adanya para pakar?. Ataukah me menganggapnya sebagai sesuatu yang rumit sehingga ketika ketika disodorkan selalu dise disertai dengan para pakarnya yang mendidik atau melatih masyarakat dari saat pep nerimaan sampai mereka memiliki penget pengetahuan atasnya?. Mungkin ada yang berkata, bahwa Hadits:. . ﻩ ﻮ ﹶﻻ ﻣ ﻠﻰ ﻋ ﻬﺬﹶﺍ ﻩ ﹶﻓ ﻮ ﹶﻻ ﻣ ﺖ ﻨ ﻦ ﹸﻛ ﻣ “Barang ang siapa yang aku sebagai Maula’nya, maka inilah Ali Maula’nya juga.” Hanya berarti, bahwa Nabi Saw. berkata: “Barangsiapa rangsiapa yang menjadi sah sahabatku, maka dia sa-habat habat Ali juga.” Iya, jika hadits ini hanya mengandung pengertian seperti itu, maka tidak pe perlu Nabi mengum-pulkan pulkan umat di Ghadir Khum, kalau hanya untuk meminta m mereka bersahabat dengan Imam Ali as. Apalagi, beliau juga menambahkan: “Tidakkah aku lebih berwenang atas kalian ketimbang diri kalian sendiri?.” Dan perlu dicatat, bahwa kata maula’ tida tidak k pernah digunakan dalam penge pengertian teman atau sahabat. Namun sayang, para anggota dari Ahlul Bait Nabi telah ditundukkan dan d dibuat sama sekali tidak efektif. Memang, berbagai pelayanan mereka tidak be bermanfaat sebagaimana mestinya, namun kehadiran mereka secara luar biasa efektif dalam pemeliharaan warisan wari Islam. Yang tentu saja, para ra penguasa sela selanjutnya dan juga para politikus menyimpangkan arah mereka yang s sesungguhnya. Sehingga, Ahlul Baitpun pun tidak da dapat meberikan berikan pelayanan dalam bidang itu; namun demikian, mereka eka sangat melindungi dan menjagai menjagai warisan spiritual Islam dan warisan sang Nabi. Warisan ini tetap aman, bahkan setelah sedikit demi sedikit merosot dan padamnya kekhalifahan Islam. Penyimpangan pemerintahan dari arah yang sebenarnya, telah telah mengubah m lembaga kekhalifahan han menjadi kulit semata. Formalitas-formalitas Formalitas formalitas luarnya tetap utuh, namun ruh ketakwaan, keju-juran, keju keadilan, keikhlasan, hlasan, cinta, persamaan dan perlindungan ilmu pengetahuan tidak ada, ilmu yang benar dihin dihinakan dan dikucilkan, khususnya usnya selama Bani Umayyah berkuasa. Hanya satu hal yang d dibesar-besarkan, besarkan, yaitu adat kebiasaan pra Islam dan penyombongan diri para lleluhurnya. Akibatnya, lembaga-lembaga lembaga lembaga politik dipisahkan dari keagamaan. DenDe gan kata lain, orang-orang orang yang mewakili warisan warisan spiritual Islam tidak diizindiizin kan untuk ambil bagian dalam berbagai urusan politik; pol dan orang rang-orang yang melaksanakan kekuasaan kuasaan politik jauh dari ruh Islam, dan hanya memb membawakan formalitas-formalitas formalitas luar saja. Seperti, Seperti, shalat berjama’ah, penunjukkan par para pejabat bat untuk melaksanakan berbagai tugas Islam dan lain sebagainya. Mereka adalah para khalifah dan amirul mukminin yang hanya dalam nama saja. BahBa kan akhirnya, dualitas ini hilang, dan formalitas-formalitas luarpun pun hilang. Ba Bahkan bentuk pemerintahan Islam lam kembali seperti pra-Islam. pra Islam. Spiritualitas dan ke keagamaan sama sekali di pisahkan dari lembaga lembaga-lembaga lembaga politik. Dari sini, hemb hembusan terbesar yang menyentuh Islam dimu dimu-lai lai dari saat agama dan lembaga polipol. 11. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(12) tik saling terpisah pisah satu sama lain. Walau W semasa Abu Bakar dan Umar agama dan lembaga politik masih berjalan, ber sehingga batas-batas batas tertentu tetap berjaberja lan bersama, namun benih-benih benih pemisahannya terlihat pada masa itu juga. P Pada masanya, Umar berulang kali membuat kesalahan dan Imam Ali mengorekmengore sinya. Beruntung untung sekali Imam Ali sebagai s gai penasehat tetapnya. Pemisahan agama dan lembaga politik sebagai ancaman terbesar, para pendukung Islam ingin menjaganya bersama-sama. sama. Hubungan antara kedua hal ini adalah seperti h hubungan antar ruh dan jasad. Jasad dan ruh serta serta kulit dan inti harus tetap mem nyatu. Kulit lit diperlukan untuk melindungi inti agar tetap utuh. Islam menaruh kepentingan kepada lembaga politik, pemerintah, hukum-hukum hukum hukum politik, dan jjihad, hanyalah untuk melindungi lindungi serta men menjaga jaga warisan spiritualnya, yakn yakni tauhid, keutamaan nilai-nilai nilai spiritual sp ritual dan moral, keadilan sosial, persamaan dan menghargai perasaan manusia. Jika kulit ini dipisahkan dari intinya, maka iintinya akan hancur dan kulitnyapun tidak akan ada manfaatnya lagi. l gi. Tindakan berani yang dilakuka dilakukan n para Imam merupakan perlindungan terh terhadap warisan Islam dari lembaga kekhalifahan kekhalif han sebagaimana adanya. Imam yang pertama kali mengambil tindakan ini adalah Imam Imam Husain as. Kebangkitannya memperjelas bahwa Islam berarti ketaqwaan, mengenal menge Allah lah dan pengor pengorbanan diri demi keridhaan-Nya, Nya, bukan nilai-nilai nilai nilai yang diperkenalkan oleh Bani Umayyah. Sekarang mari kita lihat, apa arti dari warisan spiritual Islam itu?, dan b bagaimana para Imam melindunginya ?. Para Imam pertama sekali mendesak siapa saja s untuk berbuat at apa apa-apa yang baik dan menjauhi apa-apa apa yang buruk. Contoh Co toh yang paling luar biasa mengenai tindakan seperti ini adalah kebangkitan Imam Husain as. Yang kedua, para Imam memberi perhatian kepada penyebarluasan ilmu pengetahua pengetahuan. Contoh atas tindakan ini adalah lah sekolah Imam Ja’far Shadiq, yang mana sekolah ters tersebut menghasilkan ulama’-ulama’ ulama’ terkemuka, terkemuka, seperti Hisyam, Zurarah dan Jabir J Ibnu Hayyan. Hal yang sama juga tersedia dalam Nahjul Balaghah, Shahifah Sa Sajjadiyah dan Perbantahan bantahan para Imam, khususnya dialog-dialog dia dialog Imam Ali ar ar-Ridha as. Semua Imam di atas menunjukkan menunjukkan ketaqwaan praktis, kezuhudan, keped kepedulian sosial dan kebajikan. Setiap malam mereka lalui dengan berib beribadah kepada Allah dan menolong orang-orang orang miskin dan lemah. Mereka Mer ka memiliki sifat sifat-sifat pemaaf maaf yang mulia, cinta kasih dan kerendahan hati. Pandangan mereka me mengingat- kan umat akan kwalitas-kwalitas kwalitas moral dan spiritual ritual yang diajarkan oleh Islam dan Rasulullah. Imam Musa al-Kadzim al Kadzim as. mengawasi dari dekat sekitar istana Harun al-Rasyid. Rasyid. Imam Ali Ali Ridha as. ketika menjadi putra mahkota menemen gaskan:. . ﻯ ﹾﻘﻮﺍﻻﱠ ﺑﹺﺎﻟﺘ ﻴ ﹶﻠ ﹶﺔ ﻀ ﻭ ﹶﻻ ﹶﻓ .ﺪ ﺣ ﺍ ﻭﻭﹾﺍ ﹸﻻﻡ ﺪ ـﺍﺣﺏ ﻭ ﻭﹾﺍ ﹶﻻ ﺪ ﺣ ﻭﺍ ﺏﺍﹶﻟﺮ “Tuhan semua mua orang sama, bapak mereka sama sa dan ibu mereka eka pun sama. TiT dak ada yang lebih bih utama dari yang lainnya nya kecuali berdasarkan ketaqwaan.”. 12. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(13) Beliau makan an bersama tukang cukur dan satpam satpam serta dengan bebas be berbaur dengan mereka.. Pelarangan Penulisan Hadits Memang, telah menjadi fakta sejarah, bukan cerita yang dibuat dibuat-buat, bahwa pada awal Islam, setelah Nabi Saw. wafat, umat tidak dibolehkan menulis hadits. Hal ini diakui oleh para sejar sejarawan wan baik Muslim maupun non Muslim. Bahkan para orientalis yang paling simpatis pun mengatakan, bahwa Umar tidak me membolehkan penulisan hadits dits karena rasa khawatirnya kalau-kalau kala kalau hadits akan mengalihkan perhatian umat dari al-Qur’an, al yang Umar inginkan kan menjadi satu satusatunya sumber hukum. Ini adalah fakta sejarah dan bukan dugaan yang d dibuat-buat. Selama Umar berkuasa, tidak ada seorangpun yang berani berspekulasi unu tuk menulis hadits-hadits hadits Nabi serta dapat menunjukkan menunjukkan penulisa penulisannya kepada orang lain. Penyebaran hadits melalui lisan tentu saja diperbolehkan. dip bolehkan. Situasi ini berlangsung sung sampai masa Umar bin Abdul Aziz, yang menjadi khalifah pada tat hun 99 H. dan wafat 101 H.. Beliau memerintahkan, rintahkan, bahwa hadits hadits-hadits Nabi harus dikumpulkan kumpulkan dan dicatat dalam bentuk bentuk tulisan. Perlu diingat, bahwa s segera setelah mengikuti perintah Umar bin Abdul Aziz ini, orang-orang orang orang yang b biasanya menyebarkan melalui lisan, kemudian melaksanakan tugasnya melalui tulisan. Sementara itu, sebagian bagian dari hadits-hadits hadits dits itu sendiri telah banyak yang hilang. Kitapun tahu, bahwa peraturan hukum Islam yang tersebut dalam al al-Qur’an sangatlah singkat. Kebanyakan hanyalah menyebutkan hukum itu secara umum saja. Misalnya, al-Qur’an Qur’an memberikan tekanan yang besar kepada penunaian sha-lat. lat. Akan tetapi, tidak menyebutkan, misalnya: “Tegakkanlah “Tegakkanlah shalat, rrukuk dan sujudlah!.” Bahkan kan tidak disebutkan dise bagaimana cara-cara cara mela melakukan shalat. Demikian juga halnya yang berka berkaitan dengan ritus-ritus ritus haji. Secara pribadi, memang Nabi Saw. menunaikannya. Jika hadits-hadits hadits hadits Nabi tidak berbentuk praktis seperti sekarang ini, maka darimana umat Islam dapat mengenal te tentangnya?. Apakah Nabi Saw. mempunyai kesempatan untuk mengutarakan s semua ajaran Islam?. Karena tekanan yang keras terhadap beliau ketika di Me Mekkah selama 13 tahun dan situasinya nya yang begitu ketat, jumlah orang-orang orang orang yang m maSaw. secara rasuk Islam pun tidak lebih dari 400 orang. Mereka menemui Nabi Saw ya hasia. Sekitar 70 keluarga yang merupakan separo atau bahkan kan lebih dari ju jumlah keseluruhan umat Islam pada saat itu, harus hijrah ke Ethiopia. Dari segi s ini, Madinah adalah tempat yang paling baik. Akan tetapi, begitu banyak tan tanggung jawab lainnya yang berada di pundak Nabi. Kendati beliau b liau bekerja laksana wakguru di sepanjang hari selama 23 tahun, tentunya beliau tidak mempunyai wa tu yang cukup untuk memberikan semua tentang ajaran Islam. Khususnya, mengingat kenyataan, bahwa Islam adalah sandi yang lengkap tentang kehid kehidupan manusia, apalagi lagi berkenaan dengan zaman kita sekarang ini.. Penggunaan Analogi (Qiyas). 13. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(14) Sebagai akibatt dari keadaan di atas, berkenaan berkenaan dengan berbagai peraturan atau hukum Islam, lam, mereka menghadapi begitu banyak kesulitan yang berkaitan dengan hal-hal hal yang bersifat praktis. praktis. Mereka menemui berbagai persoalan te tentang hal-hal hal yang tidak tersebut dalam al al-Qur’an. Qur’an. Mereka memeriksa sekump sekumpulan hadits yang mereka miliki, liki, tetapi tidak tidak juga mereka temukan jawabannya. j Lantas apa yang mereka lakukan?. Untuk memecahkan masalah ini, mereka terpaksa menggunakan gunakan analogi (qiyas), yang berarti mengembangkan me gembangkan dasar-dasar dasar dari beberapa keserupaan mengenai peraturan yang ada secara tekstual, k kepada suatu kasus yang tidak ada dalam al-Qur’an al Qur’an dan Sunnah. Misalnya, kita meng mengatakan, bahwa dalam kasus asus ini Nabi memberikan perintah perin tertentu tentu dengan alasan seperti ini dan itu, kemudian karena kare alasan itu juga ada dalam kasus sus yang lain, maka perintah yang sama juga mesti digunakan digun kan dalam kasus yang lain ini. Seba Sebagaimana dapat dilihat, kesimpulan kesimpulan-kesimpulan an analogis hanya didasarkan kep kepada kemungkinan-kemungkinan kemungkinan saja. Dan masih banyak lagi hal-hal hal hal yang tidak ada dalam hadits-hadits hadits Nabi Saw. Selama S lama masa Abbasiyah, dunia Islam secara besar-besaran besaran berkembang pesat. Banyak negeri-negeri negeri negeri yang ditaklukkan. Ak Akibatnya, setiap hari muncul masalah-masalah masalah baru ru yang tidak ditemukan pepe mecahanya dalam al-Qur’an Qur’an dan Sunnah. Walhasil, penyimpulan anal analogis pun menjadi praktek umum. Mereka terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pe per5 tama, memandang qiyas dengan penuh kecurigaan. kec Diceritakan, takan, bahwa Imam Malik bin Anas terpaksa menggunakan proses ini hanya dalam dua hal. Kelo Kelompok lainnya, yang juga termasuk Abu Hanifah, menggunakan men gunakan qiyas dengan skala yang lebih luas. Abu Hanifah mengatakan, bahwa perkataan-perkataan perkataan perkataan yang d disi-fatkan fatkan kepada Nabi Saw. tidak dapat dipercaya sepenuhnya. Ia mengat mengatakan, ia hanya menemukan lima belas hadits Nabi N bi yang dapat dipercaya. Dalam berbagai kasus lainnya, ia terpaksa menggunakan meng qiyas. Imam am Syafi’i mengambil posisi pertengahan. Dalam beberapa pa hal ia bersandar be kepada hadits-hadist hadist Nabi dan dalam hal lainnya menggunakan q qiyas. Dan hasilnya, ia menciptakan kan semacam kitab campuran tentang hukum. Suatu hari Abu Hanifah pergi ke tempat pemangkas rambut. Janggutnya ttelah bercampur, hitam dan putih. Tetapi jumlah rambut yang putih tih lelbih banyak dari yang hitam. Ia meminta kepada pemangkas rambut itu untuk mencabuti rambut yang putih. Pemangkas itu berkata: “Jika rambut yang putih putih d dicabuti, maka ia akan tumbuh buh lebih banyak lagi.” l Abu Hanifah berkata: “Jika demikian, cabut saja rambut yang hitam, karena analogiku mengatakan, mengat kan, bahwa jika ramram but yang putih akan tumbuh lebih banyak bila di cabuti, cab ti, maka hal yang sama juga akan terjadi pada rambut yang hitam.” Demikianlah D mikianlah Abu Hanifah, yang juga menggunakan kesimpulan esimpulan yang serupa dalam masalah-masalah masalah masalah fiqih. Hal itu terjadii akibat dari pemikiran yang keliru, ke bahwa al-Qur’an Qur’an dan SunSu nah dianggap tidak cukup dalam menyuguhkan segala peraturan hukum h yang diperlukan. Pemikiran seperti ini sama sekali keliru. Kita telah menerima sejumseju lah hadits-hadits dari Nabii Saw, baik secara langsung maupun maupun melalui Ahlul Bait Nabi, bahwa jika merujuk kepada prinsip-prinsip prinsip prinsip (ushul) yang ada, maka sama sekali tidak perlu kita dengan terpaksa menggunakan penyi penyimpulan5. Tokohnya adalah Ahmad bin Hanbal bal dan Malik bin Anas.. 14. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(15) penyimpulan analogis ogis atau qiyas. Nah, dari sudut pandang religius, inilah ruh dari Imamah itu. Islam bukanlah suatu keyakian atau doktrin semata. Setelah ideologi Islam diucapkan oleh sang pendirinya, maka Islam hanya memerlukan suatu daulah untuk tuk melaksanakan ideologi ttersebut. but. Islam adalah sandi yang lengkap yang harus selalu dimengerti kedu udukannya.. __________________. 15. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(16) ADA IMAM YANG MA’SHUM PEMILIHAN TIADA ALASAN Dari sudut pandang kepemimpinan dan pemerintahan, rintahan, Imam Ali as ada adalah pengganti Nabi Saw. Imam Ali as. sesuci sesuci Nabi Saw. dan telah di program pro oleh beliau au sebagai penggantinya. Kedudu Kedudukannya tidak dapat digantikan gantikan oleh siapapun. Maqamnya sangat luar biasa, seperti maqam N Nabi bi Saw. Oleh karena itu, tidak perlu ada pemilihan, konsultasi atau hal-hal hal lain yang sejenis tentangnya. tangnya. Nabi sebagai agai utusan Allah adalah sekaligus sek gus sebagai pemimpin. Siapapun tahu, bahwa beliau adalah manusia super yang mempunyai hubungan dengan dunia Ilahiah, karena itu, selama beliau ada, ada maka tidak ada alasan menyangkut kut pemilihan atau seleksi. Demikian juga halnya setelah beliau wafat, karena beliau telah m menunjuk juk kedua belas pengganti untuk memperkuat Islam dan menguraikan Islam dengan suatu cara yang bebas dari dari segala kekeliruan. Dengan ada adanya atau hadirnya orang-orang orang seperti iniorang-orang ini orang yang berkemampuan menjelaskan s segala ajaran Islam maka tidak ada alasan untuk melakukan pemilihan. Beral Beralasankah memilih orang lain bila ada seseorang yang secara mutlak suci dari dosa dan sangat berkemampuan serta terdidik t dalam segala hal?. Di samping itu, ketika Imam Ali ditunjuk sebagai Imam dalam pengertian yang telah kita bahas, tentu saja kepemimpinan duniawi juga menjadi haknya. Masalah Imam bukan masalah pemerintahan duniawi yang sederhana. Akan k keliru bila kita bertanya, apakah Islam menginginkan suatu pemerintahan yang d didasarkan atas penunjukkan atau suatu pemerintahan yang didasarkan atas pep milihan?. Persoalannya tidak semudah itu. Harus diakui, bahwa ketika ada se seorang Imam yang ma’shum, maka tidak ada seorangpun seorangpun yang dapat mengklaim untuk menduduki kekuasaan dengan cara yang sama seperti s perti Nabi Saw.. Ketika Nabi Saw. telah menunjuk Imam Ali as. sebagai Imam, maka dengan d demikian, merupakan hak istimewa baginya untuk menjadi seorang pengua penguasa. Di sam ping itu, pada beberapa kesempatan Nabi menjelaskan, menjelaskan, bahwa Imam Ali as. adaad lah pengganti beliau sebagai pemimpin p umat Islam.. Wilayah Spiritual -. -. Apa ciri khusus dari maqam Nabi Saw?. Apakah yang diturunkan runkan kepadanya hanyalah terbatas kepada perintah perintahperintah Ilahi hi dan prinsip-prinsip prinsip prinsip fundamental serta ajaran ajaran tamb tambahan atas Islam saja?. Apakah ilmu beliau terbatas kepada realitas re litas Islam?. Ataukah ada juga ilmu lain yang diturunkan Allah lah kepada beliau?. Berkenaan dengan ketakwaan, apakah keung keunggulan beliau liau terb terbatas hanya pada kema’shumannya shumannya dan keterhindarannya keterhindara dari dosa saja?. Pertanyaan yang serupa rupa juga muncul sehubungan sehubungan dengan para Imam.. Iya, walau mereka tidak menerima wahyu dari Allah, namun mereka mener menerima ilmu Islam, yakni melalui Nabi Saw., dan ilmu mereka mereka bebas dari kemungk kemungkinan salah, sebagaimana ilmu Nabi Saw. sendiri. Sehubungan dengan ketakwaan,. 16. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(17) para Imam juga ma’shum hum (suci dari dosa). Persoalannya Persoalannya adalah, apakah Nabi atau Imam yang selain memiliki ciri-ciri ciri ini juga memiliki ciri-ciri ciri khusus lai lainnya atau kualitas-kualitas kualitas yang ada pada pribadinya?. Selain ilmu religi, apa ada c cabang ilmu lain yang dianugerahkan kepadanya?. k padanya?. Benarkah bahwa riwayat riwayatriwayat tentang berbagai perbu perbuatan tan yang dilakukan oleh para pengikutnya itu di ditujukan kepada tiap-tiap Imam am selama masa hidupnya?. h dupnya?. Sekarang, Imam zaman mengetahui, mendengar dengar dan melihat segala sesautu yang terjadi jadi di dunia. Dalam hal ini tidak ada perbedaan pendapat antara Imam yang masih hidup dan Imam yang telah lah wafat. Sebagaimana ketika kita berziarah ke makam makam Imam Ali as. dan memberi salam kepadanya, tindakan ini dilakukan seakanakan kita sedang mem manggil seseorang yang masih sih hidup di dunia ini. Ketika kita memberi salam kek padanya, maka ia mendengar dan melihat kita. Dan ini merupakan manifest manifestasi dari wilayah yah spiritual. Sebagaimana para Sufi mengatakan, bahwa dalam d setiap zaman pasti ada seorang manusia sempurna yang mereka sebut sebagai Qutub. Dengan demikian, berarti dalam setiap zaman pasti ada seorang Imam, dan d dialah yang mempunyai wewenang keagamaan, dan ia pasti seorang manusia sempurna (insan kamil). Mungkin ada yang bertanya: tanya: Imamah adalah kepemimpinan tertinggi yang meliputi berbagai urusan dud niawi dan ukhrawi. Dengan bukti yang jelas, bahwa Imamah adalah memang hak eksklusif dari Imam Ali as. Ak Akan tetapi, mengapa pa beliau mundur ketika umat menawarkan nawarkan diri untuk mengambil bai’at kepada beliau setelah terbunu terbunuhnya Utsman?. Memang, ketika umat datang kepada beliau untuk mengikrarkan sumpah s setia mereka kepada pada beliau, beliau mengatakan: “Biarkanlah aku u sendirian dan ccarilah orang lain, karena kita sedang menghadapi situasi sit asi yang banyak sisinya.” Ungkapan yang sangat menakjuban memang!. Namun, maksudnya adalah: bahwa situasinya sangat ngat begitu rumit, dan diperlukan untuk mempelajarinya dari berbagai sisi.. Karenanya, selanjutnya selanjut beliau berkata: “Suasana mendung dan rute telah berubah melebihi pengenalan.” Dan terakhir beliau berkata: “Jika aku memimpin kalian, aku akan mengikuti cara yang aku ketahui dan tidak akan bertindak k sebagaimana yang kalian kehendaki.” kehe Kata-kata kata beliau ini menunjukkan, bahwa beliau sangat menyadari, bahwa sejak masa Nabi Saw. wafat, situasi telah memburuk sedemikian rupa dan k kemudian mengalami suatu perubahan yang besar. Beliau mengambil me gambil posisi cukup jelas. Beliau menginginkan agar umat memberi beliau suatu usaha, bahwa mem reka akan mengikuti beliau liau sesuai dengan sumpah su setia (baiat)) mereka. Beliau tidak mengatakan: bahwa Khalifah beliau akan ditolak jika mereka tidak mengimeng krarkan sumpah pah setia kepada beliau. Yang beliau kehendaki adalah adalah suatu janji yang tulus bahwa mereka akan memberi beliau suatu dukungan pantang munmu dur dan mentaati perintah-perintah perintah beliau. Apa sebabnya?. Iya, semua sejarawan sepakat, bahwa Umar sebelum meningmenin gal telah menunjuk enam anggota dewan bagi penyeleksian penggan gantinya. Imam. 17. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(18) Ali a.s. sendiri merupakan salah seorang dari anggota tersebut. te sebut. Akan tetapi, tiga orang dari dewan ini menarik diri demi kepentingan tiga yang lainnya. Z Zubair menarik diri demi kepentingan ngan Imam Ali a.s.; Thalhah menarik diri demi kepe kepentingan ingan Utsman, dan Sa’ad bin Abi Waqqash demi kepentingan kepenti gan Abdurrahman bin ‘Auf. Di antara tiga orang yang tersisa, Abdurrahman Abdurra man bin ‘Auf berkata: bahwa ia tidak ingin dicalonkan. Sekarang tinggal dua orang yang tersisa. Bersamaan dengan itu, al-Qur’an Qur’an mempunyai mempun gaya tersendiri. Al-Qur’an Qur’an selalu berkecimpung dengan masalah-masalah da alam lam bentuk prinsipil, dan tidak individual. Dengan sendirinya, ini merupakan suatu keutamaan al-Qur’an. al Qur’an. Ketika ayat, “Pada hari ini telah Kulengkapi bagimu agamamu” diturunkan, orang-orang orang kafir kecewa, karena mereka reka selalu mengatakan, bahwa selama orang itu masih hi hi- dup (Nabi), maka tak ada yang dapat dilakukan; akan tetapi, segera s setelah dia wafat, maka segalanya nya akan menjadi beres. Namun, harapan yang terakhir inipun g gagal, sebab mereka melihat, bahwa wa Nabi saw. telah mengambil langkah untuk memast memastikan keberadaan umatnya, nya, yakni telah menunjuk me seorang pengganti ganti baginya, s sehingga keberadaan umatnya nya takkan terputus. Di samping itu, selama hari-hari hari hari terakhir dari kehidupan Nabi Saw. Saw., beliau khawatir akan masa depan pengikut beliau, beliau, dan rasa takut itu diungkapkan diun oleh al-Qur’an dengan kata-kata: kata: “Dan takutlah kepada-Ku”.. Menurut riwayat, se seorang budak Aisyah h yang bernama Abu Muzaibah ber berkata: kata: “Selama hari hari-hari terakhir kehidupan beliau u , suatu kali aku melihat beliau keluar dari rua ruangan, dan di tengah malam itu beliau pergi ke kuburan Baqi. Pada diriku aku berkata, bahwa tidak akan aku biarkan beliau sendirian. Maka aku ikuti beliau. Dari jjarak yang cukup jauh aku melihat beliau sedang berdoa kepada Allah agar me mengampuni orang-orang orang yang dikuburkan disitu. Aku dengar beliau berkata: “Beruntunglah kalian telah pergi dan meraih kes keselamatan. Saat-saat saat yang buruk telah dekat seperti potongan-potongan tongan malam yang gelap.” Riwayat ini menunjuk menunjukkan, bahwa Nabi Saw. menggamba menggambarkan peristiwa-peristiwa peristiwa yang paling buruk akan segera datang, dan tidak syak lagi, bahwa perselisihan mengenai khilafah mer merupakan salah satu darinya. Mungkin ada yang bertanya: tanya: Kenapa al-Qur’an Qur’an tidak menyebutkan nama Imam Ali Al as. ?. Iya, pertama, al-Qur’an Qur’an mempunyai gaya tersendiri tersendiri untuk menggambarkan berbagai macam masalah dalam bentuk prinsip. Kedua, Nabi Saw. dan Allah Swt. tidak menyebutkan beliau secara jelas, karena A Allah dan Nabi bi tahu, bahwa bagaimanapun juga, persoalan an khilafah akan disimpangkan disim kan dan disalahtafsirkan demi kepentingan diri mereka sendiri. Sebagaimana Sebagaim perkataan-per perkataan Nabi sendiri juga disalahtafsirkan. tafsirkan. Maka dari itu, ayat al-Qur’an al Qur’an pun yang secara jelas telah menyebut Imam Ali juga disalahtafsirkan. di Nabi Saw. berkata: “Ali ini adalah maula’nya dia yang maula’nya aku.” aku.” Adakah yang lebih jelas dari ini?. Bagaim Bagaimanapun juga, banyak perbedaan antara pelanggaran pelan garan atas suatu ayat yang menye menyebut Imam Ali pada hari yang sangat dekat dengan hari wafatnya wafa nya Nabi Sa Saw. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan:. 18. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(19) ﻀﻠﱡﻮﺍ ﺗ ﺎ ﹶﻻﺎﺑﻛﺘ ﻢ ﺐ ﹶﻟ ﹸﻜ ﺘﺏ ﹶﺍ ﹾﻛ ﺎ ﹴﻜﺘ ﻮﻧﹺﻰ ﹺﺑ ﺘﹾﺋﻪ ﻗﹶﺎ ﹶﻝ ﺍ ﻌ ﺟ ﻭ (ﹺﺒ ﹺﻰّ )ﺹ ﺑﹺﺎﻟﻨﺘﺪﺷ ﺎ ﺍﺱ ﻗﹶﺎ ﹶﻝ ﹶﻟﻤ ﺎ ﹴﻋﺒ ﺑ ﹺﻦﻋ ﹺﻦ ﺍ. ﻂ ﻐ ﹸ ﺮ ﺍﻟﻠﱠ ﻭ ﹶﻛﹸﺜ ﺍﺘ ﹶﻠ ﹸﻔﻮﺧ ﺎ ﻓﹶﺎﺒﻨﺴ ﺣ ﺏ ﺍﷲ ﺘﺎﻛ ﺎﺪﻧ ﻨ ﻋ ﻭ ﻊ ﺟ ﻮ ﻪ ﺍ ﹾﻟ ﺒ )ﺹ( ﹶﻏ ﹶﻠﹺﺒﻰﺮ ﹺﺇﻥﱠ ﺍﻟﻨ ﻤ ﻋ ﻩ ﻗﹶﺎ ﹶﻝ ﺪ ـﺑﻌ. ﺔ ﹺﺯﻳ ﹶﺔ ﹸﻛﻞﱠ ﺍﻟﺮ ﹺﺯﻳﻮ ﹸﻝ ﹺﺇﻥﱠ ﺍﻟﺮ ﻳ ﹸﻘ ﺱ ﺎ ﹴﻋﺒ ﻦ ﺑﺝ ﺍ ﺮ ﺨ ﻉ ﹶﻓ ﺯ ﺎﻨﻯ ﺍﻟﺘـﺪﻋﻨ ﻰﺒﻐﻨ ﻳ ﻭ ﹶﻻ ﻋﹺﻨّﻰ ﻮﺍﻮﻣ ﻗﹶﺎ ﹶﻝ ﹸﻗ . ﻪ ﺎﹺﺑﻛﺘ ﻦ ﻴ ﺑﻭ ﷲ ِ ﻮ ﹺﻝ ﺍ ﺳ ﺭ ﻦ ﻴ ﺑ ﺎ ﹶﻝﺎﺣﻣ. Ibnu ‘Abbas berkata: a: “Ketika Nabi bertambah keras sakitnya, beliau berkata: “Bawalah kemari kertas, supaya aku dapat menuliskan sesuatu agar kamu tidak lupa nanti.” Kata Umar bin n Khaththab, “Sakit Nabi bertambah berta bah keras. Kita telah mempunyai Kitabullah (al-Qur’an); Qur’an); cukuplah itu!.” i Para sahabat (yang hadir ketika itu) berselisih pendapat, dan menyebabkan terjadinya suara gaduh. 6 Berkata Nabi: “Saya harap kalian semua pergi!. Tidak pantas kalian be bertengkar di dekatku!.” Ibnu ‘Abbas lalu keluar dan berkata: “Alangkah malangnya, terhalang mencatat sesuatu dari Rasu-lullah.” lullah.” (HR. Imam Bukhari).. ﺏ ﺨﻄﱠﺎ ﹺ ﻦ ﺍﹾﻟ ﺑﺮ ﺍ ﻤ ﻋ ﻢ ﻴ ﹺﻬ ﻓ ـﺎ ﹲﻝﺖ ﹺﺭﺟ ﻴ ﺒﻰ ﺍﹾﻟﻓﷲ )ﺹ( ﻭ ِ ﻮ ﹸﻝ ﺍ ﺳ ﺭ ﺮ ﻀ ﺣ ﺎﺱ ﻗﹶﺎ ﹶﻝ ﹶﻟﻤ ﺎ ﹴﻋﺒ ﺑ ﹺﻦﻋ ﹺﻦ ﺍ ﺐ ﺪ ﹶﻏ ﹶﻠ ﷲ )ﺹ( ﹶﻗ ِ ﻮ ﹶﻝ ﺍ ﺳ ﺭ ﺮ ﹺﺇﻥﱠ ﻤ ﻋ ﻩ ﹶﻓﻘﹶﺎ ﹶﻝ ﺪ ﻌ ﺑ ﻮ ﹶﻥ ﻀﱡﻠ ﺗ ﺎ ﹶﻻﺎﺑﻛﺘ ﻢ ﺐ ﹶﻟ ﹸﻜ ﺘ ﹶﺍ ﹾﻛﻫ ﹸﻠﻢ ( )ﺹﹺﺒﻰﹶﻓﻘﹶﺎ ﹶﻝ ﺍﻟﻨ. ﻦ ﻣ ﻢ ﻬ ﻨ ﻤ ﺍ ﹶﻓﻤﻮ ﺼ ﺘﺧ ﺖ ﻓﹶﺎ ﻴ ﺒﻫ ﹸﻞ ﺍﹾﻟ ﻒ ﹶﺍ ﺘ ﹶﻠﺧ ﷲ ﻓﹶﺎ ِ ﺏﺍ ﺎﻛﺘ ﺎﺒﻨﺴ ﺣ ﺁ ﹸﻥﻢ ﺍﹾﻟ ﹸﻘﺮ ﺪ ﹸﻛ ـﻋﻨ ﻭ ﻊ ﺟ ﻮ ﻪ ﺍﹾﻟ ﻴ ﻋ ﹶﻠ. ﺮ ﻤ ﻋ ﺎ ﻗﹶﺎ ﹶﻝﻮ ﹸﻝ ﻣ ﻳ ﹸﻘ ﻦ ﻣ ﻢ ﻬ ﻨ ﻣ ﻭ ﻩ ﺪ ﻌ ﺑ ﻀﻠﱡﻮﺍﹾ ﺗ ﻦ ﺎ ﹶﻟﺎﺑﻛﺘ (ﷲ )ﺹ ِ ﻮ ﹸﻝ ﺍ ﺳ ﺭ ﻢ ﺐ ﹶﻟ ﹸﻜ ﺘﻳ ﹾﻜ ﺍﺑﻮّﻮ ﹸﻝ ﹶﻗ ﹺﺮ ﹸﻘﻳ. ﷲ ِ ﺪ ﺍ ﻴ ﺒﻋ ﺍ ﻗﹶﺎ ﹶﻝﻣﻮ ﻮ ﷲ )ﺹ( ﹸﻗ ِ ﻮ ﹸﻝ ﺍ ﺳ ﺭ ﷲ )ﺹ( ﻗﹶﺎ ﹶﻝ ِ ﻮ ﹺﻝ ﺍ ﺳ ﺭ ﺪ ﻨ ﻋ ﻑ ﻼ ﺘ ﹶﺧ ﻻ ﻭﹾﺍ ﻮ ﻐ ﻭﺍ ﺍﻟﻠﱠﺎ ﺍﹶ ﹾﻛﹶﺜﺮﹶﻓ ﹶﻠﻤ ﺐ ﺘﻳ ﹾﻜ ﻦ ﹶﺍ ﹾﻥ ﻴ ﺑﻭ (ﷲ )ﺹ ِ ﻮ ﹺﻝ ﺍ ﺳ ﺭ ﻦ ﻴ ﺑ ﺎ ﹶﻝﺎﺣﺔ ﻣ ـ ﹺﺯﻳـ ﹶﺔ ﹸﻛﻞﱠ ﺍﻟﺮ ﹺﺯﻳﻮ ﹸﻝ ﹺﺇﻥﱠ ﺍﻟﺮ ﻳ ﹸﻘ ﺱ ﺎ ﹴﻋﺒ ﻦ ﺑﹶﻓﻜﹶﺎ ﹶﻥ ﺍ. . ﻢ ﻄ ﹺﻬ ﻐ ﻭﹶﻟ ﻢ ﻓ ﹺﻬ ﻼ ﺘ ﹶﺧ ﺍ ﻦ ﻣ ﺏ ﺎﻜﺘ ﻚ ﺍﹾﻟ ﻟﻢ ﺫﹶﺍ ﻬ ﹶﻟ. Dari Ibnu ‘Abbas r.a., ia berkata: “Ketika sakit Nabi Saw. bertambah keras, sewaktu beliau akan meninggal, banyak orang berada berada di rumah beliau; di ant antaranya terdapat Umar bin Khaththab. Nabi Saw. bersabda: “Kemarilah, aku bac bacakan kepada kalian suatu wasiat, hendaklah kalian tulis, agar kalian k lian tidak sesat sepeninggalku.” Lalu kata Umar: “Tampaknya sakit beliau tambah keras. Buka Bukankah kita telah mempunyai al-Qur’an?. -Qur’an?. Qur’an?. Cukuplah bagi kita Kitab Allah itu!.” Orang Orangorang yang berada di sekitar beliau ketika itu berbeda pendapat, lalu mereka berbe tengkar. Ada yang mengatakan: kan: “Mendekatlah “Me dekatlah kepada beliau, supaya dibacakan 6. Mereka berbeda pendapat, ada yang setuju Nabi membacakan wasiat nya yang penghabisan untuk dituliskan, dan ada pula yang tidak setuju, karena katanya sudah cukup dengan kitab al-Qur’an al saja.. 19. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(20) oleh beliau wasiat yang harus kamu tulis!.” Dan ada pula yang sependapat de dengan Umar, sehingga mereka reka menjadi ribut dekat Rasulullah Saw. Lalu beliau be bersabda: “Pergilah kalian dari sini!.” Kata Ubaidillah, Ibnu ‘Abbas mengatakan: bahwa: kerugian gian yang amat besar (bagi kaum Muslimin), mereka reka gagal men menuliskan pesan terakhir Rasulullah Saw. tersebut, karena mereka bertengkar dan rribut di dekat Nabi Saw. yang sedang sakit keras.” Sehingga, dengan maksud mencela umat Islam atas peristiwa-peristiwa peristiwa peristiwa terbuterb ruk di periode awal Islam, seorang Yahudi berkata kepada Imam Ali pada masa kekhalifahannya: “Segera setelah ka kamu mu mengubur Nabimu, mulailah kamu bers berselisih tentang beliau.” Namun, Imam Ali memberikan jawaban yang menarik. Beliau berkata: “Kami tidak berselisih tentang beliau. Yang kami perselisihkan hanya alah perintahperintah yang kami terima dari beliau. Akan tetapi, kakimu tetap basah dengan air laut ketika kamu berkata kepada Nabimu: “Tunjuklah bagi kami Tuhan yang ser serupa dengan Tuhan-tuhan tuhan para penentang penent kami.” Oleh karena itu Nabi abimu berkata: “Sesungguhnya kalian adalah orang-orang orang yang jahil.” Maka, begitu banyak perbedaan yang ada antara ant ra apa yang terjadi atas kaum Muslimin dan apa yang terjadi atas kaum Yahudi. Dengan kata lain, kaum Mu Muslimin n tidak berselisih tentang Nabinya N sendiri. Mereka hanya berselisih tentang arti dan makna perintah-perintah perintah Nabi Saw. Oleh karena itu, dapat dapat dij dijelaskan kepada mereka dengan ngan mengatakan: bahwa mereka (para sahabat) menyalahp menyalahpahami apa yang telah Nabi katakan. Namun ada persoalan tentang perbe perbedaan antara menyalahpahami atau menyalahtafsirkan suatu perkataan Nabi dengan atau tidak tahu antara mengubah ayat al-Qur’an al yang begitu jelas.. __________________. 20. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(21) IMAM KETURUNAN NABI IBRAHIM AS. Pembaca yang budiman. Konsep Imamah telah lah ada tidak saja selama masa setelah wafatnya Nabi Saw., akan tetapi ia telah ada sejak kemunculan pertama para Nabi dan akan tterus ada hingga Hari Kebangkitan. Namun, para Imam pasti berasal dari ketur keturunan Nabi Ibrahim as. Sebagaimana al-Qur’an al menga-takan:. ﻰ ﻗﹶﺎ ﹶﻝ ﺘﻦ ﹸﺫ ﹺﺭّﻳ ﻣ ﻭ ﺎ ﻗﹶﺎ ﹶﻝﺎﻣﺱ ﹺﺇﻣ ﺎ ﹺﻠﻨﻚ ﻟ ﻋ ﹸﻠ ﺎﻰ ﺟ ّ ﻗﹶﺎ ﹶﻝ ﹺﺇﻧﹺﻬﻦ ﺗﻤﺕ ﹶﻓﹶﺎ ﺎﻠﻤ ﻪ ﹺﺑ ﹶﻜ ﺭﺑ ﻢ ﻴ ﻫ ﺍﺑﺮ ﺘﻠﹶﻰ ﹺﺇﺑﺫ ﺍ ﻭﹺﺇ. ﻦ ﻴ ﻤ ﻟﻯ ﺍﻟﻈﱠﺎﻬﺪ ﻋ ﺎ ﹸﻝﻳﻨﹶﻻ. “Dan ingatlah, ketika ibrahim diuji oleh tuhannya tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), gan), lalu Ibrahim Ibra menunaikannya. Allah berfirman: man: “Sesunggu “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu seorang se Imam bagii seluruh manusia.” Ibrahim berbe kata: “Dan dari keturunanku?.” ku?.” Allah berfirman: “Janji-Ku “Janji Ku tidak mengenai orang yang zalim.” 7. Nabi Ibrahim ahim as. Harus Hijrah ke Hijaz Al-Qur’an Qur’an telah menyebutkan sejumlah cobaan yang dihadapi oleh Nabi IbraIbr him as. Cobaan itu temasuk perjuangan melawan Namrud dan an antek-anteknya yang menceburkannya ke dalam api, dan beberapa peristiwa peri tiwa yang akan datang sesudah h peristiwa itu. Salah satunya adalah beliau menerima suatu perintah yang mengherankan, yang tidak dapat dilaksanakan oleh siapa pun. Beliau yang sudah berusia lanjut dan tidak mempunyai anak, untuk pertama kalinya me mempunyai seorang anak dari isterinya yang yang bernama Hajar, ia melahirkan ketika Ibrahim berusia tujuh puluh delapan tahun. Tiba-tiba, Tiba tiba, Nabi Ibrahim menerima perintah rintah dari Allah Swt. agar pergi ke Siria untuk mengambil isteri dan anaknya, lalu pergi ke Hijaz dan membawanya ke Masjidil Haram dan kemu kemudian menempatkannya di situ dan lalu mening mening-galkannya. Perintah ini tidak-lah lah sesuai dende gan logika apapun, un, kecuali ketundukan dan peng penghambaan baan total. Hal itu beliau lakukan, karena beliau yakin betul, bahwa ini adalah merupakan peri perintah Ilahi yang diterimanya ya melalui wahyu. Beliau as. berseru pada Tuhannya:. ﻠﹶﻮ ﹶﺓﻮﺍ ﺍﻟﺼﻴﻤ ﻘ ﻴﻟ ﺎﻨﺭﺑ ﻡﹺ؛ﺤﺮ ﻤ ﻚ ﺍﹾﻟ ﺘﻴ ﺑ ﺪ ـﻋﻨ ﻉ ﺭ ﹴ ﺯ ﻯ ﺫ ﻴ ﹺﺮ ﺩ ﹶﻏ ﺍﻰ ﹺﺑﻮ ﺘﻦ ﹸﺫ ﹺﺭّﻳ ﻣ ﺖ ﻨ ﺳ ﹶﻜ ﻰ ﹶﺍ ّﺂ ﹺﺇﹺﻧﻨﺭﺑ. .. “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian dari ketur keturunanku di lembah-lembah lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman t tanaman di dekat rumah. 7. Q.S. al-Baqarah ayat 124.. 21. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
(22) Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat.” 8. Nabi Ibrahim as. Harus Menyembelih Puteranya Put Yang lebih mengherankan dari peristiwa ini adalah peristiwa penyembelihan puteranya di Mina. na. Untuk mengenang penyerahan diri yang luar biasa ini, pa para jamaah haji mengorbankan kambing kambing atau domba. Hal ini mereka hanya melak melaksanakan apa yang ang diperintahkan oleh Allah kepadanya, kepadanya, mereka tidak dapat mempertanyakan kenapa dan untuk apa?. Setelah Setelah dua atau tiga kali bermimpi seolah-olah olah ia sedang menyembelih puteranya, maka Nabi Ibrahim Ibr him as. menjadi yakin bahwa itu adalah h perintah Allah untuknya. Ibrahim Ibrahim menceritakan mimmi pinya kepada puteranya. Dan sang putera dengan rela menyetujui apa yang d dikatakannya, bahkan ia berkata: “Ayah, lakukanlah apa yang diperinta diperintahkan. Allah menghendakimu mu agar mendapatiku dalam d bersabar.” Al-Qur’an Qur’an melukiskan suatu gambaran yang menakjubkan, tatkala keduanya keduanya berserah diri dan Ibrahim membaringkan atas pelipisnya. pisnya. Akhirnya, Akhirnya, ketika Nabi Ibrahim as. telah benarbenar benar yakin dan hendak memotong kepala puteranya, dan Ismail ttidak merasa ragu bahwa kepalanya akan dipisahkan, maka Allah Swt. berfirman: be firman:. .ﺎﺅﻳ ﺖ ﺍﻟﺮ ﹾﻗﺻﺪ ﺪ ﻢ ﹶﻗ ﻴ ﻫ ﺍﺑﺮﺂ ﹺﺇﻩ ﹶﺍ ﹾﻥ ﻳ ـﺎﻳﻨ ﺩ ﺎﻭﻧ “Dan Kami panggillah gillah ia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya sesungguhnya kamu telah memenuhi mimpimu itu.” 9 Sebenarnya, Allah Swt. tidak berkehendak untuk untuk memotong Ismail. Yang Dia kehendaki adalah bahwa Dia ingin melihat Ibrahim dan Ismail menunjukkan nunjukkan k ketaatan sepenuhnya kepada kehendak-Nya, kehe Nya, dan faktanya mereka melaksanakan. Secara jelas al-Qur’an Qur’an mengatakan, bahwa Allah Swt. memberi memberi Nabi Ibrahim seorang anak dalam lam usianya yang lanjut. D Dikatakan, katakan, bahwa ketika para malaikat menghampirinya dan berkata ata padanya pada bahwa ia akan dikaruniai niai Allah seorang anak, istrinya berkata:. ﻦ ﻴ ﺠﹺﺒ ﻌ ﺗﺁ ﹶﺍ ﻗﹶﺎﹸﻟﻮ.ﺐ ﻴ ﺠ ﻋ ﹺ ﻰ ٌﺀ ﺸ ﻫﺬﹶﺍ ﹶﻟ ﺍﻥﱠ .ﺎﻴﺨ ﺷ ﻰ ﻠ ﻌ ﺑ ﻫﺬﹶﺍ ﻭ ﺯ ﻮ ﺠ ﻋ ﺎﻭﹶﺍﻧ ﺪ ـﻰ َﺀﹶﺍﻟﻳﻠﹶﺘﻭ ﺎﺖ ﻳ ﹶﻗﺎﹶﻟ. .ﺖ ﻴ ﺒﻫ ﹶﻞ ﺍﹾﻟ ﻢ ﹶﺍ ﻴ ﹸﻜ ﻋ ﹶﻠ ﻪ ﺗﺮﻛﹶﺎ ﺑﻭ ﷲ ِ ﻤ ﹸﺔ ﺍ ﺣ ﺭ ِﻣ ﹺﺮ ﺍﷲ ﻦ ﹶﺍ ﻣ. “Sungguh mengherankan, kan, apakah aku akan melahirkan seorang seorang anak padahal aku adalah seorang rang perempuan yang tua dan suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini suatu peristiwa yang sangat aneh. Para m malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran heran tentang firman Allah?; Rahmat dan berkah-Nya Nya dicurahkan atas kamu, wahai Ahlul A Bait.” 10 8. Q.S. Ibrahim ayat 37. QS. Ash-Shaffat ayat 102. 10 QS. Huud ayat 72-73. 9. 22. Miftahul Huda (Kunci Chaya) Ciptakan Manusia Sejati Berteladan Nabi dan Pewaris ewaris Suci Catatan: ketika anda menemukan sesuatu hal yang ganjil atau ada sesuatu yang belum anda fahami. Dianjurkan untuk mengkonsultasikannya kepada kami Jalan Raya Cadas-Kukun No1.Kota Bumi. Pasar Kemis.. Tangerang. Banten..
Dokumen terkait