• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANGGARAN DASAR dan Cara Hidup Saudara-Saudari Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus Assisi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANGGARAN DASAR dan Cara Hidup Saudara-Saudari Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus Assisi"

Copied!
242
0
0

Teks penuh

(1)

ANGGARAN DASAR

dan Cara Hidup Saudara-Saudari Ordo Ketiga Regular

Santo Fransiskus Assisi

&

KONSTITUSI

Kongregasi Suster

Santo Fransiskus Charitas (FCh)

2019

(2)
(3)

DAFTAR ISI

ANGGARAN DASAR DAN

CARA HIDUP SAUDARA-SAUDARI ORDO KETIGA REGULAR

SANTO FRANSISKUS ASSISI ...7 Paus Yohanes Paulus II Sebagai Maklumat

yang Tetap ...9 Kata-kata Santo Fransiskus untuk

Para Pengikutnya ... 12 PASAL 1

Demi Nama Tuhan! Inilah Anggaran Dasar dan Cara Hidup Saudara-Saudari

Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus ... 15 PASAL 2

Mereka yang Ingin Menganut Cara Hidup Ini ... 18 PASAL 3

Semangat Doa ... 21 PASAL 4

Hidup dalam Kemurnian demi Kerajaan Allah .... 25 PASAL 5

Cara Mengabdi dan Bekerja ... 27 PASAL 6

Hidup dalam Kemiskinan ... 29 PASAL 7

Hidup dalam Persaudaraan ... 31 PASAL 8

Ketaatan Penuh Cinta Kasih ... 33

(4)

PASAL 9

Hidup Rasuli ... 36

Ajakan dan Berkat ... 39

KONSTITUSI KONGREGASI SUSTER SANTO FRANSISKUS CHARITAS (FCh) 2019 DECRETUM ... 42

DEKRET (KEPUTUSAN KEPAUSAN) ... 44

Promulgasi Uskup Agung Palembang ... 46

Penggunaan Konstitusi Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas ... 47

Daftar Singkatan ... 51

BAB I Identitas Kongregasi ... 53

Dasar Kongregasi... 55

Profesi Religius ... 59

Tujuan Kongregasi ... 59

BAB II Formasio ... 63

Unsur-unsur Formatio... 63

Para Formator ... 65

Tahapan Formatio ... 69

BAB III Semangat Doa ... 83

Hidup Doa ... 83

(5)

Kontemplasi ... 86

Doa Kosmik ... 87

Ekaristi ... 87

Devosi ... 88

Tradisi Sehat ... 88

Hidup dalam Pertobatan ... 90

Pelaksana Firman ... 91

Kurban dan Latihan Rohani ... 91

BAB IV Hidup dalam Kemurnian demi Kerajaan Surga ... 93

BAB V Cara Mengabdi dan Bekerja ... 97

BAB VI Kemiskinan Injili ...106

Kemiskinan ...106

Pengelolaan Harta Benda ...113

BAB VII Persaudaraan ...120

Persaudaraan dengan Keluarga Fransiskan ...130

BAB VIII Ketaatan Penuh Cinta Kasih ...131

Ketaatan ...131

Kapitel Umum ...136

(6)

Pemimpin Umum ...143

Dewan Pemimpin Umum ...159

Sekretaris ...165

Ekonom ...167

Komunitas ...169

Pelayan Persaudaraan ...171

Pemimpin Karya ...175

Pemutusan Hubungan ...178

BAB IX Hidup Rasuli ...184

BAB X Ketentuan Penutup Daya Pengikat Konstitusi Ini ...188

Keterangan Istilah ...191

Indeks Istilah ...200

Referensi ...241

(7)

ANGGARAN DASAR

dan Cara Hidup Saudara-Saudari Ordo Ketiga Regular

Santo Fransiskus Assisi

(8)
(9)

PAUS YOHANES PAULUS II Sebagai Maklumat yang Tetap

Sama seperti pada masa yang lalu, demikian juga pada zaman ini cita-cita hidup fransiskan

1

tetap memikat banyak orang, laki-laki maupun perempuan, yang haus akan kesempurnaan injili serta merindukan kerajaan Allah. Dengan berpegang pada teladan Santo Fransiskus dari Assisi, para anggota Ordo Ketiga Regular berusaha mengikuti Yesus Kristus, dengan hidup dalam persekutuan sebagai saudara, berkaul secara resmi untuk menepati nasihat Injil ketaatan, kemiskinan dan kemurnian, serta membaktikan diri pada berbagai jenis karya kerasulan. Untuk lebih mewujudkan cita-cita hidup, mereka tekun menjalankan kebiasaan berdoa, membina cintakasih sejati di antara mereka serta menjalankan pertobatan yang benar dan pengingkaran diri secara kristen.

Semua unsur cita-cita hidup fransiskan tersebut serta pertimbangan-pertimbangannya tercakup dengan jelas dalam “Anggaran Dasar dan Cara Hidup Saudara- saudari Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus” dan

1 “FRANCISCANUM VITAE PROPOSITUM” adalah kata-kata

pertama dari surat peneguhan ini, dan dengan demikian menjadi

judul pengenal surat resmi atau bulla ini.

(10)

semuanya yang dengan tepat diuraikan di situ selaras dengan semangat fransiskan yang sejati; maka, dengan seluruh wewenang apostolik kami, kami memutuskan, menyatakan dan memaklumkan bahwa Anggaran Dasar ini memiliki kekuatan yang pasti serta bobot yang menentukan untuk menjelaskan bagi saudara- saudari makna hidup fransiskan yang sejati. Tentu saja dengan tetap mempertimbangkan segalanya yang sudah dimaklumkan oleh para pendahulu kami mengenai hal itu pada masa pontifikat mereka, yaitu Leo X dan Pius XI, dengan Konstitusi Apostolik “ Inter Cetera ” dan “ Rerum Condicio” .

Kami tahu bahwa “Anggaran Dasar dan Cara Hidup”

ini telah dihasilkan dengan gemilang sebagai puncak kesepakatan yang diinginkan, setelah menempuh proses penyegaran secara tekun dan cermat, dengan diskusi dan penelaahan bersama, dengan saran dan penelitian mendalam. Maka kami yakin sepenuhnya bahwa dalam waktu singkat akan diperoleh dengan secukupnya buah dan hasil pembaruan yang diinginkan.

Selanjutnya kami memerintahkan, agar keputusan

kami ini mulai berlaku sejak saat ini dan mempunyai

kekuatan yang mengikat, kini dan selanjutnya, dan

segala hal yang bertentangan dengan keputusan kami

ini dicabut.

(11)

Diberikan di Roma, pada Takhta Santo Petrus, dengan meterai Cincin Nelayan, pada tanggal 8 Desem- ber tahun 1982, dalam Tahun Kelima Kami memangku jabatan Paus.

Augustinus Card. Casaroli

Prefek untuk Urusan-urusan Umum Gereja

(12)

KATA-KATA SANTO FRANSISKUS UNTUK PARA PENGIKUTNYA Semua orang yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatan

dan mencintai sesamanya seperti dirinya sendiri, serta membenci tubuh mereka dengan cacat dan dosa-dosanya, dan menyambut tubuh dan darah Tuhan kita Yesus Kristus, serta menghasilkan buah- buah pertobatan yang pantas:

Oh betapa bahagia dan terberkatilah mereka itu laki-laki maupun perempuan, apabila hal-hal itu mereka lakukan dan terus lakukan dengan tekun;

karena Roh Tuhan akan ada pada mereka dan akan memasang tempat tinggal dan kediaman-Nya pada mereka; maka mereka menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang karya-Nya mereka laksanakan; dan menjadi mempelai, saudara dan ibu Tuhan kita Yesus Kristus.

bdk. Mrk 12:30

bdk. Mat 22:37.39

bdk. Luk 3:8

bdk. Yes 11:2

bdk. Yoh 14:23 bdk. Mat 5:45

bdk. Mat 12:50

(13)

Kita menjadi mempelai-Nya bila jiwa yang setia disatukan dengan Tuhan kita Yesus Kristus oleh Roh Kudus.

Kita menjadi saudara-Nya, bila kita me- laksanakan kehendak Bapa di surga.

Kita menjadi ibu-Nya, bila kita mengandung Dia di dalam hati dan tubuh kita karena cinta ilahi dan karena suara hati yang murni dan jernih; kita melahirkan Dia melalui karya yang suci, yang harus bercahaya di depan orang lain sebagai contoh.

Oh betapa mulia, kudus dan agungnya mempunyai Bapa di surga! Oh betapa kudus, menghibur, indah dan mengagumkan mempunyai mempelai yang demikian!

Oh betapa kudus dan mesranya, betapa menyenangkan, menyejukkan dan menenteramkan, manis, sedap dan patut diinginkan melampaui segalanya mem- punyai saudara dan anak yang demikian:

Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah mempertaruhkan nyawa-Nya untuk domba- domba-Nya dan berdoa kepada Bapa, kata- Nya: ‘Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku.

bdk. Mat 12:50

bdk. 1Kor 6:20

bdk. Mat 5:16

bdk. Yoh 10:15

(14)

Dan firman yang telah Engkau sampaikan kepada-Ku, telah Ku-sampaikan kepada mereka; dan mereka telah menerimanya dan percaya benar-benar, bahwa Aku datang dari-Mu dan mereka tahu bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka bukan untuk dunia.

Berkatilah dan kuduskanlah mereka dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka.

Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk mereka yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka, agar mereka dikuduskan menjadi satu sama seperti Kita. Dan Aku mau, ya Bapa, supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama dengan-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku di dalam kerajaan-Mu.’

Amin.

bdk. Yoh 17:6-24

Srt Brm I,1

(15)

PASAL 1 Demi Nama Tuhan!

Inilah Anggaran Dasar dan Cara Hidup Saudara-Saudari Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus

1.

Cara hidup saudara-saudari Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus ialah: menepati Injil suci Tuhan kita Yesus Kristus, dengan hidup dalam ketaatan, tanpa milik dan dalam kemurnian.

Sebagai pengikut Yesus Kristus menurut teladan Fransiskus, mereka wajib mengerjakan hal-hal yang lebih banyak dan lebih besar dengan menepati perintah dan nasihat Tuhan kita Yesus Kristus;

dan mereka harus menyangkal dirinya sebagaimana mereka masing-masing telah janjikan kepada Allah.

bdk. AngKlar I:1

bdk. AngTBul I:1

bdk. AngKlar VI:1 2SurBerim 36

2SurBerim 39 bdk Mat 16:24

2SurBerim 40

2.

Saudara-saudari dari ordo ini, bersama semua

orang yang mau mengabdi Tuhan Allah

di dalam Gereja yang kudus, katolik, dan

(16)

apostolik hendaknya bertekun dalam iman dan pertobatan yang sejati.

Mereka mau menghayati pertobatan injili ini dalam semangat doa dan kemiskinan serta kerendahan hati. Hendaklah mereka menjauhkan diri dari segala kejahatan dan bertekun dalam yang baik hingga akhir;

sebab Putra Allah sendiri akan datang dalam semarak keagungan-Nya dan berkata kepada semua orang yang telah mengenal dan menyembah, serta mengabdi kepada- Nya dalam pertobatan, ‘Mari, hai kamu yang diberkati Bapaku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak awal dunia dijadikan.’

AngTBul XXIII:7

AngTBul XXI:9

bdk. Mat 25:34 AngTBul XXIII:4

3.

Saudara-saudari berjanji untuk taat dan hormat kepada Sri Paus dan Gereja Katolik.

Dengan semangat yang sama hendaklah mereka menaati orang-orang yang telah ditetapkan untuk melayani persaudaraan.

Di mana pun mereka berada dan di tempat mana pun mereka berjumpa, hendaklah mereka saling menerima dan saling meng- hormati secara rohani dan penuh perhatian.

bdk. AngKlar I:3 bdk. AngBul I:2

bdk. AngKlar I:5 bdk. AngBul I:3

AngTBul VII:15

(17)

Hendaknya mereka membina persatuan dan

persekutuan dengan semua anggota keluarga

fransiskan.

(18)

PASAL 2 Mereka yang Ingin Menganut Cara Hidup Ini

4.

Mereka yang didorong ilham ilahi untuk menganut cara hidup ini dan datang kepada saudara-saudara kita, hendaklah diterima dengan ramah-tamah.

Pada waktunya hendaklah mereka di- hadapkan kepada para minister, yang ber- wewenang untuk menerima mereka ke dalam persaudaraan.

bdk. AngTBul II:1

AngBul II:1

5.

Para minister harus memeroleh kepastian bahwa calon-calon sungguh-sungguh meng- anut iman katolik dan sakramen-sakramen Gereja.

Jika mereka memenuhi syarat, maka hendaklah mereka diterima ke dalam hidup persaudaraan.

Selanjutnya hendaklah dijelaskan dengan teliti kepada mereka segalanya yang termasuk hidup injili itu, terutama firman Tuhan ini:

bdk. AngKlar II:2 bdk. AngBul II:2

bdk. AngKlar II:7

(19)

‘Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah dan juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.’

Dan: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, Ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’

Mat 19:21; Luk 18:22

AngTBul I:2-3 Mat 16:24

6.

Lalu dengan bimbingan Tuhan, hendaklah mereka memulai hidup pertobatan, dengan menyadari bahwa kita semua harus menjalankan pertobatan terus-menerus.

Sebagai tanda pertobatan dan pembaktian diri kepada hidup injili, hendaklah mereka mengenakan pakaian yang sederhana dan hidup bersahaja.

bdk. Was 1

bdk. AngTBul

II:14

(20)

7.

Setelah masa percobaan itu berakhir, hendaklah mereka diterima ke dalam ke- taatan dengan berjanji akan selalu menepati cara hidup dan anggaran dasar ini.

Hendaklah mereka menyingkirkan segala kekhawatiran dan kecemasan, berusaha mengabdi, mencintai, menghormati dan menyembah Tuhan Allah dengan hati murni dan budi yang jernih.

AngBul II:11

Pth XVI bdk. AngTBul XXII:26

8.

Hendaklah mereka selalu menyediakan di dalam hati kediaman dan tempat tinggal bagi Dia, yaitu Tuhan Allah Mahakuasa, Bapa dan Putra dan Roh Kudus; dengan demikian mereka bertumbuh dalam cinta kasih yang menyeluruh dengan hati yang tak terbagi, sementara mengarahkan dirinya terus- menerus kepada Allah dan sesama.

bdk. 2SurBerim 48

bdk. Yoh 14:23

AngTBul XXII:27

(21)

PASAL 3 Semangat Doa

9.

Di segala tempat, pada setiap saat dan setiap waktu, hendaklah saudara-saudari dengan sungguh-sungguh dan rendah hati menyimpan dalam hati dan mengasihi, menghormati, menyembah, mengabdi, memuji dan memuliakan, meluhurkan dan menjunjung tinggi, Allah yang kekal, mahatinggi dan mahaluhur, Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

Hendaklah mereka menyembah Dia dengan hati yang murni karena kita harus selalu berdoa tanpa jemu-jemu ; sebab Bapa mencari penyembah yang demikian itu.

Dengan semangat yang sama hendaklah mereka merayakan ibadat harian dalam persekutuan dengan Gereja seluruhnya.

Mereka, laki-laki dan perempuan, yang telah dipanggil Tuhan untuk hidup kontemplatif, hendaklah menyatakan bakti kepada Allah dengan sukacita yang diperbarui setiap hari.

bdk AngTBul XXIII:11

Luk 18:1

bdk AngTBul

XXII:29-30

(22)

Hendaklah mereka dengan rajin me- laksanakan cinta kasih yang dinyatakan bagi dunia oleh Bapa yang telah menciptakan kita, menebus kita serta akan menyelamatkan kita

karena belas kasihan-Nya semata-mata. bdk. AngTBul XXIII:8

10.

Saudara-saudari bersama semua makhluk- Nya hendaklah memuji Tuhan, raja langit dan bumi.

Hendaklah mereka mengucap syukur kepada-Nya karena dengan kehendak-Nya yang kudus dan melalui Putra-Nya yang tunggal bersama dengan Roh Kudus, Ia telah menciptakan segala sesuatu yang rohaniah dan jasmaniah, dan kita diciptakan-Nya menurut citra dan persamaan-Nya.

bdk. NyaMat 3 bdk. Mat 11:25

bdk. AngTBul XXIII:1

11.

Agar saudara-saudari membentuk diri sepenuh-penuhnya sesuai dengan Injil Suci, maka hendaklah mereka merenungkan di dalam hati dan melaksanakan firman Tuhan kita Yesus Kristus, firman Bapa, serta firman Roh Kudus, yang adalah roh dan hidup.

Yoh 6:63

bdk. 2SurBerim 3

(23)

12.

Hendaklah mereka turut serta dalam kurban Tuhan kita Yesus Kristus dan menyambut tubuh dan darah-Nya dengan amat rendah hati dan penuh hormat. Baiklah mereka ingat firman Tuhan ini: Siapa makan daging-Ku, dan minum darah-Ku, mempunyai hidup yang kekal .

Hendaklah mereka sebanyak mungkin menyatakan segala hormat dan pujian kepada tubuh dan darah mahakudus Tuhan kita Yesus Kristus dan kepada nama tersuci serta firman-Nya yang tertulis; dalam Dia, segala sesuatu yang ada di surga dan di bumi diperdamaikan dan dipersatukan kembali dengan Allah Yang Mahakuasa.

Yoh 6:54 bdk. AngTBul XX:5

bdk. SurOr 12

2SurRoh 1

bdk. Kol 1:20 SurOr 13

13.

Setiap bersalah, janganlah saudara-saudari menunda-nunda menghukum dirinya dalam batin melalui penyesalan, dan secara lahiriah dengan pengakuan dan pemulihan nyata.

Hendaklah mereka menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan.

Pth XXIII:3

2SurBerim 25

(24)

Mereka juga harus berpuasa, tetapi hendaklah mereka berusaha menjadi orang sederhana dan rendah hati.

Janganlah mereka menginginkan sesuatu yang lain kecuali Penyelamat kita; dengan penumpahan darah-Nya sendiri sebagai kurban dan persembahan di altar salib untuk dosa-dosa kita, sambil meninggalkan teladan bagi kita, agar kita mengikuti jejak-Nya.

2SurBerim 32

2SurBerim 45

bdk. AngTBul XXIII:9

bdk.1Ptr 2:21

bdk. 2SurBerim

11-13

(25)

PASAL 4

Hidup dalam Kemurnian demi Kerajaan Allah

14.

Saudara-saudari hendaknya ingat, betapa unggulnya kedudukan yang diberikan Tuhan Allah kepadamu karena Ia telah menciptakan dan membentuk engkau sesuai dengan gambar Putra-Nya yang terkasih menurut badan; dan sesuai dengan keserupaan-Nya menurut roh.

Setelah diciptakan dengan perantaraan Kristus dan dalam Kristus, mereka memilih cara hidup ini, yang didasarkan pada firman dan teladan Penebus kita.

Pth V:1

bdk. Kol 1:16

15.

Dengan mengikrarkan kemurnian demi kerajaan Allah, mereka hendak memusatkan perhatian pada perkara Tuhan, dan tidak berbuat hal lain kecuali mengikuti kehendak Tuhan dan berkenan kepada-Nya.

Hendaklah mereka melakukan segalanya sedemikian, sehingga dari karya mereka memancarlah cinta kasih kepada Allah dan kepada semua orang.

bdk. Mat 19:12 1Kor 7:32

AngTBul

XXII:9

(26)

16.

Hendaklah mereka ingat, bahwa karena pemberian rahmat yang istimewa itu, mereka dipanggil untuk menyatakan dalam hidup mereka misteri Gereja yang mengagumkan, yaitu misteri persatuan Gereja dengan Kristus,

mempelai ilahi. bdk. Ef 5:23-25

17.

Hendaklah mereka terutama mengamati teladan Santa Perawan Maria, bunda Allah dan Tuhan kita Yesus Kristus.

Hal ini hendaklah mereka lakukan sesuai de- ngan perintah Santo Fransiskus, yang amat menghormati Santa Maria, putri dan ratu, perawan yang menjadi Gereja.

Baiklah mereka ingat bahwa Perawan Maria yang tak bernoda menyebut dirinya hamba Tuhan; teladannya hendaklah mereka ikuti.

SalMar 1

Luk 1:38

(27)

PASAL 5

Cara Mengabdi dan Bekerja

18.

Sebagai orang miskin, saudara-saudari yang mendapat dari Tuhan anugerah untuk mengabdi dan bekerja, hendaknya menjalankan pengabdian dan pekerjaannya dengan setia dan bakti.

Dengan demikian mereka mengenyahkan pengangguran musuh jiwa itu.

Akan tetapi hendaklah mereka menjalan- kannya sedemikian, sehingga semangat doa dan kebaktian yang suci tidak mereka padamkan; kepadanya harus diabdikan hal- hal lainnya yang duniawi.

AngTBul VII:8

bdk. AngKlar VII:1-2

bdk. AngTBul VII:1 AngBul V:1-2

19.

Sebagai upah kerja mereka hendaknya menerima apa yang merupakan kebutuhan hidup, baik bagi diri sendiri maupun bagi saudara-saudarinya.

Hal itu pun harus dengan rendah hati seperti seharusnya bagi hamba-hamba Allah dan

penganut kemiskinan yang tersuci. bdk. AngBul V:3-4

(28)

Sedangkan segalanya yang masih tersisa hendaklah mereka membagikannya kepada orang-orang miskin.

Jangan sekali-kali mereka ingin berada di atas orang lain, tetapi sebaliknya mereka harus menjadi hamba dan bawahan semua orang karena Allah.

bdk. AngBul II:5

1Ptr 2:13 bdk. 2SurBerim 47

20.

Saudara-saudari hendaklah murah hati, suka damai dan tidak berlagak, lembut dan rendah hati, sopan santun dalam berbicara dengan semua orang sebagaimana pantasnya.

Di mana pun mereka berada atau bepergian di dunia, janganlah mereka berselisih, bertengkar mulut dan menghakimi orang lain; tetapi hendaklah mereka tampak bersukacita dalam Tuhan dan riang gembira serta penuh rasa terima kasih sebagaimana mestinya.

Hendaklah mereka menyalami orang dengan salam ini: Semoga Tuhan memberi engkau damai.

AngBul III:11

bdk. AngBul III:10

AngTBul VII:16

bdk. Was 23

(29)

PASAL 6

Hidup dalam Kemiskinan

21.

Saudara-saudari harus berusaha mengikuti kerendahan dan kemiskinan Tuhan kita Yesus Kristus.

Dia, sekali pun kaya melampaui segala- galanya, mau memilih kemiskinan di dunia ini, bersama Bunda-Nya, perawan yang amat berbahagia; dan Dia telah mengosongkan diri-Nya sendiri.

Hendaklah mereka ingat bahwa dari segalanya di dunia ini, tidak ada yang perlu kita miliki kecuali -seperti kata rasul- makanan dan pakaian, dan cukuplah itu untuk kita.

Hendaklah mereka benar-benar waspada terhadap uang.

Mereka harus bersukacita apabila mereka hidup di tengah orang jelata dan yang dipandang hina, orang miskin dan lemah, orang sakit dan orang kusta serta pengemis di pinggir jalan.

AngTBul IX:1

2SurBerim 5 Flp 2:7

bdk. 1Tim 6:8 AngTBul IX:1

AngTBul VIII:11

AngTBul IX:2

(30)

22.

Mereka yang sungguh-sungguh miskin dalam roh, tidak membuat sesuatu pun menjadi miliknya sendiri, atau mempersengketakannya dengan orang lain; tetapi mereka hidup di dunia ini sebagai pendatang dan perantau.

Itulah keluhuran kemiskinan yang tertinggi, yang menetapkan kita men- jadi ahli waris dan raja kerajaan surga, membuat kita miskin akan harta benda, tetapi membubung tinggi dalam keutamaan-keutamaan.

Itulah yang hendaknya menjadi bagian kita yang mengantar kita ke negeri orang- orang hidup.

Dengan melekat sepenuh-penuhnya ke- padanya, kita untuk selamanya tidak mau memiliki sesuatu lainnya di bawah kolong langit, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus.

bdk. Pth XIV

bdk. AngKlar VIII:1-2

bdk. AngTbul VII:13 bdk. 1Ptr 2:11

bdk. Yak 2:5

Mzm 142:6

bdk.

AngBul VI:1-6

(31)

PASAL 7

Hidup dalam Persaudaraan

23.

Demi cinta kasih Allah, hendaklah saudara- saudari saling mengasihi, sesuai dengan firman Tuhan: ‘Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.’

Hendaklah mereka menunjukkan dengan perbuatan bahwa mereka saling mengasihi.

Yang satu hendaknya dengan leluasa me- nyatakan kebutuhannya kepada yang lain, agar yang lain itu mencari dan memberikan apa yang diperlukannya.

Berbahagialah mereka yang dengan kasih yang besar mengasihi saudaranya yang sakit, yang karenanya tidak mampu membalas budi baiknya, sama seperti kalau saudaranya itu sehat sehingga dapat membalas budi mereka.

Hendaklah mereka mengucap syukur kepada Pencipta untuk segala-galanya.

Hendaklah mereka ingin berada dalam keadaan sebagaimana Tuhan menghendakinya, entah sehat, entah sakit.

Pth IX:3

Yoh 15:12

AngTBul XI:5-6

AngTBul IX:10

Pth XXIV

AngTBul X:3

(32)

24.

Jika terjadi bahwa suatu waktu hubungan antara mereka menjadi keruh karena kata-kata ataupun karena tingkah laku seseorang, maka hendaklah mereka segera minta maaf dengan rendah hati, sebelum mereka menghunjukkan persembahan doanya di hadapan Tuhan.

Jika seorang sungguh-sungguh tidak meng- indahkan cara hidup yang telah diikrarkannya, maka hendaklah orang itu dinasihati oleh minister atau oleh saudara lainnya, yang mengetahui kesalahannya.

Akan tetapi mereka tidak boleh mem- permalukan dan mencelanya, sebaliknya mereka mesti menaruh belaskasihan sedalam- dalamnya.

Mereka hendaknya menjaga, jangan sampai mereka gusar dan gelisah karena dosa mereka, sebab kegusaran dan kegelisahan menghalangi cinta kasih dalam diri mereka sendiri dan dalam orang lainnya.

AngKlar IX:7-8

bdk. Mat 5:24

bdk. AngKlar IV:5

bdk. AngKlar IX:1

SurMin 15

AngBul VII:3

(33)

PASAL 8

Ketaatan Penuh Cinta Kasih

25.

Karena teladan Tuhan Yesus yang meletakkan kehendak-Nya dalam kehendak Bapa, hendaklah saudara-saudari ingat bahwa mereka telah menolak kehendaknya sendiri demi Allah.

Dalam semua sidang yang mereka adakan, hendaklah mereka pertama-tama mencari kerajaan Allah dan kehendak-Nya ; dan hendaklah mereka saling menasihati agar dapat lebih baik menepati anggaran dasar yang telah mereka janjikan dan dengan setia mengikuti jejak Tuhan kita Yesus Kristus.

Mereka tidak boleh bertindak sebagai penguasa atau tuan, khususnya di antara mereka sendiri.

Hendaklah mereka dengan sukarela saling melayani dan saling menaati karena cinta kasih rohani. Itulah ketaatan sejati dan suci Tuhan kita Yesus Kristus.

bdk. 2SurBer- im 10

AngBul X:2 Was 37 bdk. AngKlar III

Mat 6:33

bdk. Was 34

bdk. AngTBul I:1

AngTBul V:9

AngTBul

V:14-15

(34)

26.

Mereka wajib selalu mempunyai seorang sebagai minister dan hamba seluruh persaudaraan; dan mereka wajib menaatinya dalam segala hal yang harus mereka tepati sesuai dengan janjinya kepada Allah dan tidak bertentangan dengan suara hati serta anggaran dasar ini.

AngBul VIII:1

bdk. AngKlar X:1-3 AngBul X:3

27. Mereka yang menjadi minister dan hamba saudara lainnya, hendaklah mengunjungi dan dengan rendah hati serta penuh kasih menasihati serta meneguhkan hati mereka.

Di mana pun saudara-saudari berada, dan mereka tahu serta yakin, bahwa mereka tidak dapat menepati anggaran dasar secara rohani, mereka harus dan dapat menghadap ministernya.

Minister harus menerima mereka dengan penuh kasih dan ramah, dan bersikap akrab terhadap mereka sedemikian rupa, sehingga mereka itu dapat berbicara dan berlaku di depan mereka sebagai tuan di depan hambanya; sebab memang beginilah semestinya para minister mesti menjadi

hamba semua orang. bdk. AngBul

X:1-6

(35)

28.

Tak seorang pun boleh menganggap jabatan pelayanan sebagai miliknya sendiri, tetapi pada saat yang telah ditetapkan haruslah ia melepaskan tugas jabatan tanpa bantahan

sedikit pun. bdk. AngTBul

XVII:4

(36)

PASAL 9 Hidup Rasuli

29.

Saudara-saudari hendaknya mencintai Tuhan dengan segenap hati, dengan se- genap jiwa dan dengan segenap akal budi dan segenap kekuatan, serta mencintai sesamanya seperti dirinya sendiri.

Hendaklah mereka meluhurkan Tuhan dalam pekerjaan mereka, sebab untuk itulah Ia mengutus mereka ke seluruh dunia, yakni menjadi saksi suara-Nya dengan perkataan dan perbuatan dan untuk memberitahukan kepada semua orang, bahwa tak ada yang mahakuasa selain Dia.

bdk. Mat 22:37.39 bdk. Mrk 12:30 bdk. Tob 13:6

bdk. 1SurBerim 1:1

bdk. Tob 13:4

bdk. SurOr 8-9

30. Sebagaimana mereka mewartakan damai sejahtera dengan mulut, demikian hendaklah mereka mempunyai damai sejahtera dalam hati dengan lebih melimpah.

Kemarahan siapa pun jangan dibangkitkan

dan jangan menjadi batu sandungan untuk

siapa pun.

(37)

Sebaliknya mereka hendaknya membangkit- kan kedamaian, kebaikan hati dan kerukunan dalam semua orang karena kelembutan hati mereka.

Sebab saudara-saudari dipanggil untuk me- nyembuhkan yang terluka, membalut yang patah dan memanggil kembali yang tersesat.

Di mana pun mereka berada, hendaklah mereka ingat, bahwa mereka telah me- nyerahkan diri dan memasrahkan tubuh- nya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Maka demi cinta kasih kepada-Nya mereka harus siap menyerahkan diri kepada musuh, baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan; sebab Tuhan berfirman:

‘Berbahagialah orang yang dianiaya karena melakukan kehendak Alah, karena merekalah yang punya kerajaan surga.’

31.

Demi cintakasih, yang adalah Allah, saudara-saudari, entah mereka itu berdoa entah melayani atau bekerja, agar berusaha merendahkan diri dalam segala-galanya;

tidak memegahkan diri, tidak berpuas-puas diri, dan tidak meninggikan diri dalam batin

Sah XIV:58

Mat 5:10

AngTBul XVI:10-

12

(38)

atas perkataan dan perbuatan baik, bahkan atas kebaikan mana pun yang dikerjakan atau dikatakan dan dilaksanakan oleh Allah sewaktu-waktu dalam diri mereka atau melalui mereka.

Pada setiap tempat dan dalam keadaan apa pun haruslah mereka mengakui bahwa semuanya yang baik adalah milik Tuhan Allah Yang Mahatinggi penguasa segala sesuatu.

Dari Dialah berasal semua yang baik, maka kepada-Nya mereka harus bersyukur.

AngTBul XVII:5-6

bdk. AngTBul

XVII:17

(39)

Ajakan dan Berkat

32.

Hendaknya semua saudara-saudari mem- perhatikan bahwa yang harus mereka inginkan melampaui segala-galanya ialah memiliki Roh Tuhan serta karya-Nya yang kudus.

Hendaklah mereka selalu patuh dan tunduk pada kaki Gereja Kudus, dengan tetap teguh dalam iman katolik, mereka menepati kemiskinan, kerendahan hati serta Injil Suci Tuhan kita Yesus Kristus yang telah mereka janjikan dengan sebulat hati.

Siapa menepati semuanya ini, semoga di surga dipenuhi dengan berkat Bapa Yang Mahatinggi, dan di bumi dilimpahi dengan berkat Putra-Nya yang terkasih, bersama Roh Kudus Penghibur serta semua balatentara surga dan semua orang kudus. Aku, Saudara Fransiskus, hambamu yang kecil ini, sedapat mungkin meneguhkan berkat yang amat suci itu untuk kamu, lahir dan batin.

bdk. AngBul X:8

bdk. AngBul XII:4

Was 40

(40)
(41)

KONSTITUSI

Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas

2019

(42)

CONGREGATIO

PRO INSTITUTIS VITAE CONSECRATAE ET SOCIETATIBUS VITAE APOSTOLICAE Prot. N. DD 205 bis-1/90

DECRETUM

Sorores Regionis Indonesianae Instituti v.d. “Con- gregatie Charitas”, iuris dioecesani, cuius domus prin- ceps in dioecesi Bredana exstat, ob nonnullas difficul- tates, voluntatem significaverunt sese seiungendi ab Instituto, Ut Regio Indonesiana Institutum religiosum autonomum constitueretur, sub speciali cura Episcopi Palembangensis, ad normam can. 594.

Congregatio igitur pro Institutis vitae consecratae

et Societatibus vitae apostolicae, attentis expositis et

litteris testimonialibus Ordinariorum locorum, quo-

rum interest, audito insuper voto singularum Sororum

Regionis et Capituli Generalis Instituti, reque mature

perpensa, hoc Decreto, servatis reliquis de iure servan-

(43)

dis, Regionem Indonesianam seiungit ab Instituto v.d.

“Congregatie Charitas”, et Institutum religiosum iuris dioecesani, sub titulo v.d. “Penitent Recollectines of the Immaculate Conception”, constituit.

Insuper, Sorores Instituti in eadem professionis re- ligiosae condicione maneant, in qua nunc sunt. Omnes tamen per actum, sponte libereque signandum et in tabulario generali conservandum, declarent novo Insti- tuto se ascribi velle.

Bona autem temporaria, quae Institutum possidet, forma etiam secundum ius civile tuta et rata constitu- antur.

Constitutiones vero novi Instituti ab Episcopo Di- oecesis Palembangensis approbari possunt, consider- atis, tamen observationibus huic documento annexis.

Contrariis quibuslibet non obstantibus.

Datum Romae, die 18 Mai 1991.

(44)

KONGREGASI

UNTUK TAREKAT HIDUP BAKTI DAN HIDUP KERASULAN

Prot. n. DD 205 bis-1/90

DEKRET (KEPUTUSAN KEPAUSAN)

Suster-suster Kongregasi Charitas Regio Indone- sia dengan Status tingkat Keuskupan, di mana Rumah Induknya berdomisili di keuskupan Breda, karena beberapa kesulitan mengajukan permohonan memisahkan diri dari Kongregasi Induk supaya Regio Indonesia menjadi Kongregasi Mandiri di bawah reksa Uskup Palembang sesuai dengan KHK 594.

Kongregasi Tarekat Hidup Bakti dan Hidup Kerasulan sudah memikirkan sungguh-sungguh per- mohonan tersebut di atas, memperhatikan dokumen- dokumen dari Uskup yang bersangkutan dan men- dengar semua keinginan dari Suster-suster dari Regio dan dari Anggota Kapitel Umum Kongregasi.

Kongregasi Induk tersebut di atas memisahkan

Regio Indonesia dari Kongregasi Induk dan dengan

memperhatikan apa yang berlaku menurut hukum dan

mendirikan Kongregasi tingkat Keuskupan dengan

(45)

nama “Peniten Rekolek dari Maria Yang Dikandung Tanpa Noda”.

Sehubungan dengan kaul para suster tetap seperti dalam keadaan sekarang. Semua suster yang ingin dengan tidak dipaksa, menandatangani suatu dokumen di mana mereka menyatakan bahwa mereka menjadi Anggota Kongregasi baru dan dokumen ini harus dicatat dan terlindung baik juga menurut hukum negara.

Konstitusi Kongregasi baru dapat disahkan oleh Uskup Palembang dengan memperhatikan petunjuk- petunjuk yang ditambahkan pada dokumen ini.

Kendati hal itu mungkin bertentangan.

Dikeluarkan di Roma, 18 Mei 1991 +Fco.Javier Errazuriz O

Secr.

Kardinal Jerome Hamer O.P.

Praefect.

(46)
(47)

PENGGUNAAN KONSTITUSI KONGREGASI SUSTER SANTO FRANSISKUS CHARITAS

Semoga Tuhan menganugerahkan damai bagi kita, Para saudari terkasih, seluruh anggota Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas, kita layak bersyukur ke hadapan Tuhan yang Maha Kasih atas segala berkat yang telah dilimpahkan kepada kita sejak awal berdiri hingga saat ini.

Dengan kuasa kasih-Nya Tuhan telah berkenan untuk membimbing langkah kita dalam menapaki jalan-jalan penuh misteri dalam peziarahan Kongregasi kita dari Belanda hingga Indonesia. Sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya, Kongregasi kita mengalami dinamika kehidupan yang penuh warna walau tetap dalam bingkai asali sebagai Kongregasi Peniten Rekolek.

Kehidupan Kongregasi dengan keberagaman

anggota, budaya, bahasa, usia, karya, dan sebagainya,

merupakan kekayaan Gereja dalam kesaksiannya di

tengah masyarakat. Kehidupan masyarakat dunia

senantiasa bergerak dan bertolak untuk terus maju

(48)

sesuai dengan zamannya. Kemajuan itu tanpa disadari memengaruhi pola kehidupan Kongregasi.

Oleh karena itu, Kongregasi terus berusaha hadir di tengah masyarakat bangsa dan dunia dengan berbagai penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan.

Penyesuaian-penyesuaian dilakukan dengan tetap waspada dan tetap menjaga karisma dan warisan rohani Pendiri kita Muder Theresia Saelmaekers dan spirit St. Fransiskus Assisi. Dalam rangka menjaga dan melestarikan warisan rohani Muder Theresia Saelmaekers serta dan spiritualitas St. Fransiskus Assisi di zaman ini dan sesuai dengan keputusan Kapitel 2013, Kongregasi melakukan Revisi Konstitusi dan Statuta Umum.

Revisi tersebut dilaksanakan melalui studi bersama

selama 2 tahun. Draf yang dihasilkan dipresentasikan

pada Sidang Kapitel Umum yang berlangsung dari 20-

29 November 2018. Para kapitulan dalam penerangan

Roh Kudus dengan penuh sukacita mencermati setiap

klausul draf konstitusi dari awal sampai akhir dengan

penuh semangat. Pada 28 November 2018, seluruh

kapitulan dengan rasa syukur yang mendalam dan

dengan kesadaran serta dari kedalaman hati menyatakan

dan menyetujui bahwa seluruh klausul Konstitusi dan

Statuta dapat diterima dan dapat disahkan.

(49)

Para saudari yang terkasih, dengan demikian kita memercayai bahwa pada saat yang tepat, Tuhan melalui para kapitulan telah menganugerahkan kepada kita sebuah Konstitusi yang baru yang sarat dengan nilai-nilai luhur warisan Muder Theresia Saelmaekers serta nilai-nilai spiritual Bapa kita St. Fransiskus Assisi. Konstitusi ini sudah disahkan oleh Bapa Uskup Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ dengan surat promulgasi tertanggal 1 Januari 2019. Oleh karena itu, secara resmi Konstitusi ini sudah sah menurut hukum Gereja.

Para saudari yang diberkati Tuhan, marilah kita terima Konstitusi ini dengan penuh syukur dan suka cita, seraya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa atas terwujudnya Konstitusi ini. Secara khusus kita sampaikan terima kasih yang mendalam kepada Sdr. Eddy Kristiyanto, OFM, dan Sdr.

Oki Dwihatmanto, OFM yang telah mempersembahkan waktu, tenaga, dan buah pikiran untuk kita.

Selanjutnya, saya dengan segala kerendahan hati

mengajak para saudari untuk menjadikan Konstitusi

ini sebagai pedoman hidup kita, di samping Kitab

Suci yang menjadi pedoman utama. Sebagai anggota

Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas, kita

secara pribadi maupun bersama-sama wajib membaca,

(50)

mempelajari, memahami, meyakini, menaati, dan melaksanakan dengan kesungguhan hati.

Semoga Tuhan Yang Mahabaik, senantiasa memampukan kita untuk melaksanakan Konstitusi ini dengan gembira, sederhana, penuh cinta, suka cita seraya memohon berkat dan penyertaan Bunda Maria, Bapa St. Fransiskus Assisi, dan Muder Theresia Saelmaekers. Mari kita terus mengingat wasiat Bapa kita St. Fransiskus “Barang siapa menepati semuanya itu, semoga di surga dipenuhi dengan berkat Bapa Yang Maha Tinggi, dan di bumi dilimpahi dengan berkat Putra-Nya yang terkasih, bersama Roh Kudus penghibur, serta semua balatentara surga dan semua orang kudus. Dan aku, saudara Fransiskus, hambaMu yang kecil ini sedapat mungkin meneguhkan berkat yang amat suci itu untuk kamu lahir dan batin” (Was 40).

Palembang, 13 Januari 2019 Pesta Pembabtisan Tuhan,

Sr. M. Henrika FCh.

Pemimpin Umum

(51)

Daftar Singkatan

KITAB SUCI

Kej Kejadian Kel Keluaran Mzm Mazmur Pkh Pengkhotbah Mat Matius Mrk Markus Luk Lukas Yoh Yohanes Kis Kisah Para Rasul Rm Surat Paulus kepada

Jemaat di Roma 1Kor Surat Paulus yang

Pertama kepada Jemaat di Korintus 2Kor Surat Paulus yang

Kedua kepada Jemaat di Korintus

Ef Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus Flp Surat Paulus kepada

Jemaat di Filipi 1Tes Surat Paulus yang

Pertama kepada Jemaat di Tesalonika

1Tim Surat Paulus yang Pertama kepada Timotius

Ibr Surat kepada Umat Ibrani Yak Surat Yakobus

1Ptr Surat Pertama Petrus

1Yoh Surat Pertama Yohanes

(52)

DOKUMEN GEREJA

EG Evangelii Gaudium EN Evangelii Nuntiandi GS Gaudium et Spes KHK Kitab Hukum Kanonik LE Laborem Exercens LG Lumen Gentium LS Laudato Si

MV Misericordiae Vultus

NA Nostra Aetate PC Perfectae Caritatis SC Sacrosanctum Concilium SRS Sollicitudo Rei Socialis UR Unitatis Redintegratio VC Vita Consecrata

SUMBER KEFRANSISKANAN

1SurBerim Surat Pertama kepada Umat Beriman

2SurBerim Surat Kedua kepada Umat Beriman AngBul Anggaran Dasar

dengan Bulla AngTBul Anggaran Dasar

Tanpa Bulla NyaMat Nyanyian Saudara

Matahari atau Gita Sang Surya Pth Petuah SalKeut Salam kepada

Keutamaan

SalMar Salam kepada Santa Perawan Maria SukSej Sukacita Sejati SurMin Surat kepada Seorang

Minister

SurOr Surat kepada seluruh Ordo

Was Wasiat 2Cel 2Celano LegMai Legenda Maior AD3R Anggaran Dasar

Ordo Ketiga

Regular

(53)

BAB I

IDENTITAS, DASAR, TUJUAN KONGREGASI DAN PROFESI RELIGIUS

IDENTITAS KONGREGASI 100. Kongregasi Suster Peniten

Rekolek Charitas Roosendaal merupakan tarekat religius aktif tingkat keuskupan, didirikan oleh Muder Theresia Saelmaekers di Oosterhout, Breda, Belanda, pada 01 Desember 1834. Kongregasi ini yang kemudian berkedudukan di Steenbergen diakui secara resmi sebagai lembaga berbadan hukum pada 26 Maret 1855, dengan nama Charitas.

Nama dan Sejarah Akta no. 1790 a- Notaris J.F. van Goch (Bergen op Zoom)-Zusters Steenbergen - Charitas - Roosendaal, 26-03-1855

Sejak 1 Desember 1991 cabang Kongregasi Suster Peniten Rekolek Charitas Roosendaal di Indonesia menjadi kongregasi mandiri tingkat keuskupan yang berkedudukan resmi di Keuskupan Palembang berdasarkan Dekret Kongregasi

Pro Congregatio

Gentium

Evangelizatione,

Prot. 2441/91

Rome, 28 May

1991

(54)

Suci untuk Tarekat Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan, Prot. N. DD 205 bis-1/90 dengan nama Peniten Rekolek dari Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, yang disebut pula Suster Santo Fransiskus Charitas, disingkat FCh.

101. Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas adalah anggota Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus Assisi, yang berlindung di bawah naungan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, yang wajib menjalani hidup injili dalam pertobatan, kemiskinan, kedinaan, dan doa.

Sebagai anggota FCh, kita juga menghayati semangat peniten, rekolek, dan Charitas. Peniten ber- arti merendahkan diri di hadapan Allah dengan bertobat terus- menerus sambil menjalankan laku tapa dan matiraga. Rekolek berarti dalam sikap batin yang hening di hadapan Allah, seturut teladan

Cara Hidup

bdk. PC 5

bdk. AD3R 1

(55)

Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, memusatkan perhatian pada Allah dan kerajaan-Nya. Charitas berarti belarasa-yang-tak-terbagi untuk mereka yang sakit, miskin, dan membutuhkan pertolongan.

Inilah cara kita menepati panggilan

pengosongan diri Yesus Kristus. bdk. Flp 2:6-8

102 Identitas Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas diungkapkan dalam simbol-simbol nyata antara lain melalui busana, kalung - salib, dan cincin profesi.

Simbol Identitas

DASAR KONGREGASI 103 Anggaran Dasar Ordo Ketiga

Regular Santo Fransiskus Assisi yang dikukuhkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 8 Desember 1982 dan karisma Pendiri, yakni dalam kegembiraan, kesederhana- an, dan terutama dalam cinta kasih membantu sesama manusia,

Fondasi dan Karisma

Konstituies en

Algemene Statuten,

1985

(56)

sambil berdoa serta berkurban, menampakkan sukacita hidupmu sendiri di tengah orang sakit dan orang miskin , merupakan dasar dari cara hidup kita.

104 Muder Theresia Saelmaekers menghayati kegembiraan dengan berani memercayakan diri pada Penyelenggaraan Ilahi dan menjadi pribadi yang penuh syukur serta tidak melekat pada jabatan, tempat, dan hak-hak istimewa.

Gembira

bdk. 1Tes 5:16-18

105 Kesederhanaan Muder Theresia Saelmaekers diwujudkan dalam sikap terhadap penggunaan barang yang disesuaikan dengan kebutuhan. Secara lahiriah, beliau mengenakan pakaian yang sederhana dan hidup bersahaja serta sukarela dalam berbagi. Kesederhana- an juga dinyatakan dalam sikap rendah hati, lemah lembut, berbicara tidak dibuat-buat,

Sederhana

bdk. PC 13

bdk.

Mat 6:25; AD3R 6;

VC 82

(57)

bertutur kata sopan-teratur- bermanfaat, tidak menonjolkan diri, jujur, tidak takut akan penilaian orang lain terhadap dirinya, dan mengatakan kebenaran secara terbuka dengan rendah hati.

106 Muder Theresia Saelmaekers mengalami cinta kasih Allah yang memampukannya berbelarasa- yang-tak-terbagi pada sesama manusia terutama yang sakit, miskin, dan membutuhkan pertolongan, serta mendorongnya menghormati sesama secara utuh.

Cinta Kasih

bdk. Mat 22:37-38;

par; VC 82

107 Hubungan pribadi dan bersama dengan Tuhan diungkapkan oleh Muder Theresia Saelmaekers dan para susternya dalam hidup doa dan keutamaan rohani.

Penghayatan sebagai peniten rekolek dipersubur dan diper- dalam dengan doa, samadi, hening,

Doa

bdk. AD3R 7-8;

PC 8

(58)

pengosongan diri di hadapan Allah, dan penerimaan sakramen.

Devosi dan kepercayaan akan penyertaan Bunda Maria diungkapkannya melalui doa “O Bunda yang Manis.”

bdk. Mat 6:6

108 Muder Theresia Saelmaekers mewujudkan semangat berkurban dengan mempersembahkan diri pada Tuhan terus-menerus dalam kerendahan hati, taat, cinta kasih yang menghamba, pengingkaran diri, dan berani meninggalkan kenyamanan demi cinta kasih yang semakin nyata.

Kurban

bdk. Mat 16:24;

VC 42

109 Roh Tuhan menjiwai Muder Theresia Saelmaekers untuk melaksanakan rencana Allah demi keselamatan manusia, sehingga di mana pun dan dalam situasi apa pun, beliau menghayati hidup dan karyanya dengan sukacita sejati.

Sukacita

bdk. AD3R 32

bdk. 1Tes 5:16-18;

SukSej; AD3R 31

(59)

Beliau memberi kesaksian akan sukacita hidupnya sendiri ketika melayani dan bersama orang- orang jelata, miskin, lemah, dan

sakit. bdk. AngTBul IX:1-2.

TUJUAN KONGREGASI 110 Tujuan Kongregasi Suster Santo

Fransiskus Charitas adalah menyucikan para anggotanya dalam kondisi apa pun dan di mana pun, melalui cara hidup seturut nasihat-nasihat Injil dan dengan memelihara, menghayati, serta mewujudkan identitas kongregasi sesuai dengan karisma pendiri.

Tujuan Kongregasi

bdk. PC 5

bdk. PC 2c

PROFESI RELIGIUS 111. Dengan memprofesikan ketaatan

penuh kasih, kemurnian demi Kerajaan Surga, dan kemiskinan tanpa milik, kita mengikat perjanjian dengan Allah dan membaktikan diri secara utuh bagi Allah, Gereja, serta semua orang.

Profesi Religius

bdk. Mat 19:12;

1Kor 7:32-34

bdk. AD3R 1-2; LG

43; KHK 607§1

(60)

Dengan profesi ketaatan, kita menyerahkan kehendak sendiri secara penuh kepada Allah dengan mewajibkan diri untuk hidup menurut kehendak-Nya, Anggaran Dasar, Konstitusi, dan pengarahan Pemimpin.

Ketaatan

bdk. AD3R 25

Dengan profesi kemiskinan kita menghayati hidup tanpa milik dan mengingkari keinginan-keinginan sendiri serta berani memberikan diri bagi orang lain dan tidak menahan sesuatu pun untuk diri sendiri.

Kemiskinan

bdk. 2Kor 8:9

bdk. AD3R 18.22

Dengan profesi kemurnian, kita hendak mengarahkan dan memusatkan perhatian pada perkara Tuhan dan dalam keheningan di hadapan Allah serta dengan hati yang tak terbagi, memancarkan cinta kasih kepada Allah dan sesama.

Kemurnian

bdk. AD3R 15

bdk. Ef 2:22: 1Tes

5:23

(61)

112. Profesi dilakukan di hadapan Pemimpin Umum atau yang mewakilinya, dengan rumusan sebagai berikut:

Demi kemuliaan dan keluhuran Tritunggal Yang Maha Kudus, Saya, Suster ... terdorong oleh ilham Ilahi untuk mengikuti Injil dan jejak Tuhan kita Yesus Kristus secara lebih dekat, di hadapan para suster yang hadir, di dalam tanganmu Suster …...

(nama Pemimpin Umum atau yang mewakili), dengan iman dan kehendak yang teguh:

Saya berikrar kepada Allah Bapa Yang Kudus dan Mahakuasa untuk, selama .... tahun (selamanya), hidup dalam ketaatan, tanpa milik, dan dalam kemurnian tidak menikah. Serentak pula saya berprasetia di depan umum untuk dengan setia menepati cara hidup dan Anggaran Dasar Saudara-

Rumusan Profesi

bdk. The New

Formula of

Religious

Profession of The

Franciscan Order

and TOR, Rome

1997

(62)

saudari Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus yang dikukuhkan oleh Paus Yohanes Paulus II, sesuai dengan Konstitusi Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas.

Karena itu, dengan segenap hati,

saya menyerahkan diri kepada

persaudaraan ini, agar oleh karya

Roh Kudus, menurut teladan

Bunda Maria Yang Terkandung

Tanpa Noda, dengan perantaraan

Bapa kita Santo Fransiskus Assisi,

pendiri kita Theresia Saelmaekers,

dan semua orang kudus, dan

dengan bantuan para suster, saya

dengan terus-menerus meng-

hayati semangat belarasa-yang-

tak-terbagi dan mengusahakan

cinta kasih yang sempurna, guna

berbakti kepada Allah, Gereja,

serta semua orang.

(63)

BAB II FORMASIO

UNSUR-UNSUR FORMASIO 200 Allah berprakarsa untuk me-

nyelamatkan ciptaan-Nya melalui proses yang berkelanjutan. Putra-Nya dalam kerendahan dan pengosongan diri membentuk para murid untuk tinggal bersama-Nya dan mengalami- Nya agar mereka mampu memberikan kesaksian injili. Sebagai Kongregasi, kita memperhatikan sepenuhnya pola pembinaan Ilahi tersebut terutama dengan mengolah diri terus-menerus keluhuran manusia. Dengan demikian, setiap pribadi dimungkinkan untuk mengenal diri sendiri, mengenal panggilan Ilahi, dan bertanggung jawab atas hidupnya sebagai religius anggota Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas dengan menghayati karisma pendiri, yakni kegembiraan, kesederhanaan, cinta kasih, doa, kurban, dan sukacita.

Asas

Flp 2:6-8

bdk. Yoh 1:39

bdk. Mrk 16:20

(64)

201 Pembinaan Suster Santo Fransiskus Charitas bertujuan membantu calon dan anggota kongregasi untuk bertumbuh dalam kedewasaan dan kekudusan melalui cara hidup injili dengan memelihara identitas Kongregasi Peniten Rekolek dari Maria Yang Terkandung Tanpa Noda.

Tujuan

bdk. Mat 5:48 bdk. AD3R 6; LG 44; VC 30

202 Mengingat pembinaan harus mengantar pada kedewasaan dan kekudusan, maka pembinaan harus bersifat integral –dengan memperhatikan aspek manusiawi, kristiani, dan religius–fransiskan–

Charitas– , bertahap, terbuka, nyata, dan berkelanjutan.

Sifat

bdk. KHK 652§2

bdk. VC 69

203 Proses pembinaan sebagai religius–

fransiskan–Charitas memerlukan pedoman bina awal dan bina lanjut.

Pedoman pembinaan tersebut berisi tentang penanggung jawab, tahapan, dan program yang dirancang secara sistematis.

Pedoman

bdk. VC 69

(65)

204 Kristus dan Roh Kudus adalah formator utama dalam pembinaan anggota kongregasi. Dalam pelaksa- naan, pembinaan menuntut keterlibat- an aktif diri sendiri, seluruh anggota komunitas, dan para formator.

Pemimpin Umum dan Dewan- nya bertanggung jawab memimpin dan mengawasi seluruh pembinaan kongregasi.

Pelaku

bdk. VC 66

PARA FORMATOR

205 Para formator yang dipilih oleh Pemimpin Umum dengan persetujuan Dewannya, menyadari tugas dan tanggung jawabnya untuk mendampingi semua yang dipercaya- kan kepada mereka pada jalan Yesus Kristus, dengan memperlakukan mereka penuh hormat dan cinta kasih. Terhadap yang dibina, formator hendaknya mengikuti sambil me- mengaruhi, mendahului sambil memberikan teladan, dan menyertai sambil memotivasi, serta membantu mematangkan pribadi untuk semakin

Formator

bdk. Yoh 13:14-15

bdk. 1Tim 4:12

(66)

merindukan Allah, semakin erat bersatu dengan Kristus, dan semakin terbuka akan bimbingan Roh-Nya.

206 Para formator hendaknya memiliki kepribadian yang seimbang, memiliki kemampuan berelasi dan ber- komunikasi secara sehat dan benar, setia kepada Gereja dan Kongregasi, berjiwa rasuli, dan memiliki Roh Tuhan, serta memiliki kemampuan berbagi pengalaman iman yang menyingkapkan keindahan mengikuti Kristus.

Keutamaan

bdk. AngBul X:9;

VC 66

207 Seorang suster yang dipilih menjadi formator bina awal dan bina lanjut, hendaknya memenuhi ketentuan berikut:

a. Berprofesi kekal sekurang- kurangnya 5 (lima) tahun,

b. Dipersiapkan untuk tugas tersebut,

c. Memenuhi keutamaan se- bagaimana ditetapkan dalam Konstitusi FCh no. 206.

Kriteria

bdk. KHK 651§1

bdk. KHK 651§3

(67)

208 Untuk menjaga kelangsungan pembinaan dalam kongregasi, setiap anggota perlu mempromosikan cara hidup kita. Agar promosi itu terencana dan teratur, Pemimpin Umum dan Dewannya membentuk tim promosi yang bekerja sama dengan para formator dan Pelayan Persaudaraan.

Salah satu tugas tim promosi panggilan adalah menangani masa aspirat. Tim promosi panggilan diangkat untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang kembali maksimal 2 (dua) periode.

Promotor Panggilan

bdk. VC 64

209 Formator postulan ditentukan oleh Pemimpin Umum dengan persetujuan Dewannya dan diberi wewenang penuh untuk melaksanakan tugas sesuai dengan pedoman dan program pembinaan. Ia diangkat untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang kembali maksimal 2 (dua) periode.

Formator

Postulan

(68)

210 Formator novis ditentukan oleh Pemimpin Umum dengan persetujuan Dewannya dan diberi wewenang penuh untuk melaksanakan tugas sesuai dengan pedoman dan program pembinaan. Ia diangkat untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang maksimal 2 (dua) periode.

Formator Novis

bdk. KHK 651§1

bdk. KHK 650§1

211 Formator yunior ditentukan oleh Pemimpin Umum dengan persetujuan Dewannya dan diberi wewenang penuh untuk melaksanakan tugas sesuai dengan pedoman dan program pembinaan. Ia diangkat untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang maksimal 3 (tiga) periode.

Formator Yunior

212 Mengingat pentingnya pembinaan terus-menerus, maka Pemimpin Umum dengan persetujuan Dewan- nya menugaskan seorang koordinator yang bertanggung jawab terhadap

Koordinator Bina

Lanjut

(69)

pelaksanaan pembinaan bina lanjut.

Ia diangkat untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang maksimal 1 (satu) periode.

TAHAPAN FORMASIO 213 Tahapan formasio terdiri dari bina awal

dan bina lanjut. Bina awal terdiri dari masa postulat, novisiat dan yuniorat.

Bina lanjut terdiri dari masa mediorat dan seniorat.

Bina Awal dan Bina Lanjut

214 Masa postulat merupakan kurun waktu bagi calon untuk semakin mengenal diri, memurnikan dan menegaskan motivasi panggilan, melengkapi pendidikan dasar manusiawi dan kristiani, berkenalan lebih lanjut dengan kongregasi dan sebaliknya, serta mempersiapkannya masuk masa novisiat.

Definisi dan

Tujuan Masa

Postulat

(70)

215 Syarat yang harus dipenuhi oleh calon postulan adalah sebagai berikut:

a. Berumur minimal 17 (tujuh belas) tahun dan maksimal 35 (tiga puluh lima) tahun,

b. Lulus pendidikan minimal SLTA,

c. Sekurang-kurangnya sudah 3 (tiga) tahun dipermandikan, d. Memiliki kesehatan jasmani,

mental, rohani, dan spiritual, e. Memiliki status bebas, f. Lulus tes seleksi.

Syarat Postulan

bdk. KHK 645

bdk. KHK 642 bdk. KHK 642;

643§3; 645§1

216 Masa postulat berlangsung selama 6–12 bulan terhitung sejak calon diterima secara resmi sebagai postulan dan bertempat di rumah postulat, kecuali ada ketentuan lain.

Masa dan Tempat

217 Dalam rangka melengkapi pendidikan dasar manusiawi serta kristiani dan mengenal lebih lanjut kongregasi, postulan mempelajari: keluhuran martabat manusia, dasar-dasar iman katolik, panggilan hidup kristiani

Materi

Pembinaan

(71)

khususnya panggilan hidup religius, riwayat Santo Fransiskus Assisi, riwayat Muder Theresia Saelmaekers, sejarah kongregasi, dan budaya setempat.

218 Postulan melepaskan hak pakai dan menandatangani pernyataan yang membebaskan kongregasi dari setiap kewajiban memberikan upah untuk semua pekerjaan yang dilakukan dalam atau untuk kongregasi.

Pelepasan Hak Pakai

219 Bila calon pernah menjadi suster yang telah berprofesi dan kemudian melepaskan keanggotaan melalui jalan yang sah, maka Pemimpin Umum dengan persetujuan Dewannya dapat menerimanya sesuai dengan konstitusi dan dengan memperhatikan ketentuan Hukum Gereja.

Perpindahan dari Kongregasi Lain

bdk. KHK 645§2

(72)

220 Pada akhir masa postulat, postulan mengajukan permohonan secara tertulis kepada Pemimpin Umum supaya diperbolehkan masuk masa novisiat atau tidak melanjutkan proses pembinaan.

Akhir Masa Postulat

221 Pemimpin Umum dapat menerima postulan masuk masa novisiat atau menolaknya, setelah men- dengarkan pendapat Dewannya, formator postulat, dan postulan yang bersangkutan. Pemimpin Umum setelah mendengar nasehat Dewannya, dapat menghentikan proses pembinaan postulan walaupun masanya belum berakhir.

Wewenang Pemimpin Umum

222 Masa novisiat merupakan kurun waktu yang dikhususkan bagi seorang novis untuk memulai hidup religius yang pelaksanaannya diatur oleh Hukum Gereja dan konstitusi.

Tujuan masa novisiat adalah novis memahami panggilan dan inti hidup

Definisi dan

Tujuan Masa

Novisiat

(73)

religius, khususnya kekhasan religius fransiskan dan semangat peniten–

rekolek–Charitas, mengalami cara hidup serta membentuk budi dan hati dengan semangat kongregasi, supaya

terujilah niat dan kecakapan mereka. bdk. KHK 646

223 Syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang novis adalah:

a. Bebas dari segala halangan yang disebutkan dalam Hukum Kanonik,

b. Sudah menerima Sakramen Krisma,

c. Memeroleh izin dari Pemimpin Umum untuk memasuki masa novisiat.

Syarat Menjadi Novis

bdk. KHK 643

bdk. KHK 645§1

224 Masa novisiat berlangsung selama 2 (dua) tahun. Tahun pertama yang disebut tahun kanonik merupakan tahun rohani bagi para novis untuk mengolah hidupnya dalam keheningan hati dan batin,

Masa dan Tempat

(74)

untuk mengalami serta mencecap kehadiran Allah, untuk dilatih dan melatih diri semakin membatinkan nilai-nilai kerohanian kongregasi dan mewujudkannya baik dalam doa, kemampuan hidup bersama mau pun dalam kerja sama dengan orang lain.

Tahun kanonik dinyatakan sah jika dilaksanakan di rumah novisiat dan

selama 12 (dua belas) bulan. bdk. KHK 648§1

Tahun kedua yang disebut tahun inkorporasi merupakan masa para novis dilatih dan melatih diri untuk mengalami hidup seturut karisma, spiritualitas, cara hidup dan karya kongregasi. Selain itu, novis dibina untuk semakin terbuka bagi rahmat Tuhan, sehingga iman, harapan dan kasih semakin tumbuh.

Kepergian dari rumah novisiat yang melebihi 15 (lima belas) hari harus diganti; kepergian yang melebihi 3 (tiga) bulan, secara terus-menerus atau terputus-putus membuat masa novisiat tidak sah.

bdk. KHK 648§2

bdk. KHK 649§1

(75)

225 Materi pembinaan para novis meliputi:

a. Pengembangan keutamaan- keutamaan manusiawi dan kristiani,

b. Praksis doa dan penyangkalan diri,

c. Pengajaran tentang misteri keselamatan dan Kitab Suci,

d. Persiapan dan pelaksanaan ibadat kepada Allah dalam Liturgi Suci,

e. Pengajaran tentang inti hidup religius, fransiskan, dan Charitas, f. Penyemaian sifat khas dan

semangat, tujuan dan disiplin, sejarah dan kehidupan kongregasi,

g. Pengembangan cinta terhadap Gereja dan Gembala sucinya, h. Pengenalan akan masyarakat

dan dunia.

Materi Pembinaan

bdk. KHK 652§2

(76)

226 Seorang novis dapat meninggalkan kongregasi hanya setelah berdialog dengan formator dan sepengetahuan Pemimpin Umum dan Dewannya.

Meninggalkan Kongregasi

Seorang novis yang dianggap tidak cocok untuk hidup religius dapat dipulangkan, setelah diadakan pembicaraan antara Pemimpin Umum dan Dewannya, formator, dan novis

yang bersangkutan. bdk. KHK 653§1

227 Pada akhir masa novisiat, seorang novis dengan kehendak bebas mengajukan permohonan tertulis kepada Pemimpin Umum supaya diizinkan mengucapkan profesi sementara.

Akhir Masa Novisiat

bdk. KHK 653§2

228 Pemimpin Umum mengizinkan seorang novis mengucapkan profesi sementara, setelah mempertimbang- kan evaluasi dari formator dan setelah mendengar pendapat Dewannya.

Wewenang Pemimpin Umum

bdk. KHK 653§2

(77)

Profesi sementara dilaksanakan di hadapan Pemimpin Umum atau yang diberi kuasa olehnya.

229 Sebelum profesi, novis membuat surat kuasa untuk menyerahkan pengelolaan harta bendanya kepada seseorang yang dikehendakinya dan menentukan dengan bebas pemanfaatan hasilnya.

Pengelolaan Harta Benda

bdk. KHK 668§1

230 Yuniorat merupakan masa inkorporasi lanjutan. Dalam periode ini, yunior mengalami dan menghayati cara hidup kongregasi dengan membatinkan spiritualitas kongregasi agar dirinya menjadi bagian integral kongregasi.

Oleh karena itu, masa ini sungguh menentukan untuk pengambilan keputusan definitif sebagai Suster Santo Fransiskus Charitas seumur hidup.

Definisi dan

Tujuan Masa

Yuniorat

(78)

231 Masa yuniorat yang dilaksanakan di komunitas-komunitas atau di rumah yuniorat, berlangsung selama 6 (enam) tahun. Dengan alasan khusus, Pemimpin Umum dengan mendengarkan nasihat Dewannya dapat memperpanjang masa yuniorat, tetapi tidak lebih dari 3 (tiga) tahun.

Masa dan Tempat

bdk. KHK 655

232 Tiga tahun setelah profesi pertama diucapkan, yunior mengajukan permohonan pembaruan profesi dan diulangi setiap tahun dengan disertai alasan-alasan yang kuat dan jelas, atau mengundurkan diri. Pembaruan profesi sementara tidak lebih dari 6 (enam) kali.

Pembaruan Profesi

bdk. KHK 657

233 Agar cara hidup dan spiritualitas kongregasi menjadi bagian integral dari setiap yunior, maka perlu disusun materi pembinaan, yang:

a. Membantu mencapai ke- matangan pribadi yang utuh secara manusiawi, kristiani, dan religius,

Materi

Pembinaan

Yuniorat

(79)

b. Mengembangkan kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat, Gereja, dan dunia dengan mem- perhatikan tanda-tanda zaman, c. Mengembangkan sikap meng-

hargai kebinekaan dan ke- beragaman (multikulturalisme), d. Mempertajam kepekaan terha-

dap suara panggilan Tuhan,

e. Menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan tentang ke- bahagiaan yang ditemukan dalam cara hidup ini,

f. Membantu semakin menyesuai- kan diri dengan tuntutan cara hidup dan bentuk persaudaraan Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas,

g. Mempersubur dan memperkuat semangat belarasa-yang-tak- terbagi dalam hidup dan karya perutusan,

h. Meningkatkan kesadaran

dan kesediaan untuk terlibat

dalam karya kongregasi dan

memajukannya.

(80)

234 Sebelum persiapan profesi kekal, perlu diperhatikan:

a. Ketentuan Hukum Gereja, b. Penegasan panggilan,

c. Rekomendasi pihak terkait, yakni Formator Yunior, Pelayan Persaudaraan, dan Pemimpin Karya.

Profesi Kekal

bdk. KHK 658

235 Pemimpin Umum, setelah berdialog dengan yunior, mendengarkan pendapat orang-orang yang selayaknya dimintai pendapat, dan mendengarkan nasihat Dewannya, berwenang mengabulkan permohonan yunior untuk memperbarui profesi, atau mengikrarkan profesi kekal, atau mengundurkan diri. Jika hidup yunior tersebut bertentangan dengan hakikat hidup persaudaraan Suster Santo Fransiskus Charitas, maka Pemimpin Umum dengan persetujuan Dewannya berhak mempersilahkan yunior tersebut untuk meninggal- kan kongregasi walaupun yang bersangkutan tidak mengajukan pengunduran diri.

Wewenang

Pemimpin Umum

dan Dewannya

Referensi

Dokumen terkait