• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

P U T U S A N

Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Cianjur yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:

Nama lengkap : RENO BAHTIAR Bin Alm ABDUL;

Tempat lahir : Cianjur;

Umur/Tanggal lahir : 29 tahun/26 Agustus 1990;

Jenis kelamin : Laki-laki;

Kebangsaan : Indonesia;

Tempat tinggal : Kampung Babakan Rt 02 Rw 04 Desa Talagasari Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur;

Agama : Islam;

Pekerjaan : Belum Bekerja;

Terdakwa ditangkap pada tanggal 22 Agustus 2019;

Terdakwa ditahan dalam tahanan rutan oleh:

1. Penyidik sejak tanggal 23 Agustus 2019 sampai dengan tanggal 11 September 2019;

2. Perpanjangan Penuntut Umum sejak tanggal 12 September 2019 sampai dengan tanggal 21 Oktober 2019;

3. Perpanjangan Pertama Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 22 Oktober 2019 sampai dengan tanggal 20 November 2019;

4. Perpanjangan Kedua Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 21 November 2019 sampai dengan tanggal 20 Desember 2019;

5. Penuntut Umum sejak tanggal 20 Desember 2019 sampai dengan tanggal 8 Januari 2020;

6. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 9 Januari 2020 sampai dengan tanggal 7 Februari 2020;

7. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 14 Januari 2020 sampai dengan tanggal 12 Februari 2020;

8. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 13 Februari 2020 sampai dengan tanggal 12 April 2020;

9. Perpanjangan Pertama Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal 13 April 2020 sampai dengan tanggal 12 Mei 2020;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

Terdakwa didampingi oleh Penasihat Hukum Gin Gin Yonagie, S.H.,Dk Advokat/Pengacara, berkantor pada Kantor LBH Kusumah Bangsa Cianjur, di Jalan Hanjwar Pacet RT.01 RW.17 Desa Sukagalih Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, berdasarkan Penetapan Majelis Hakim Nomor 6/Pen.Pid/2020/PN Cjr. tanggal 21 Januari 2020;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca:

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr.

tanggal 14 Januari 2020 tentang penunjukan Majelis Hakim;

- Penetapan Majelis Hakim Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr. tanggal 14 Januari 2020 tentang penetapan hari sidang;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan ;

Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi dan Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan ;

Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa RENO BAHTIAR BIN (ALM) ABDUL Telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana "Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I" "

Sebagalmana diatur dan diancam Pidana dalam Primair: Pasal114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;

2. Menjatuhkan pidana terhadap, Terdakwa RENO BAHTIAR BIN (ALM) ABDUL dengan Pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan 7 (tujuh) bulan penjara dikurangi selama Terdakwa berada dalam Tahanan. Denda Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) subsidiair 3 (tiga) bulan penjara;

3. Menyatakan barang bukti : ---

- 1 (satu) bungkus pelastik bening berisikan Narkotika Jneis sabu -sabu seberat netto 0,1132 gram;

- 1 (satu) potongan lakban wama hitam;

- 1 (satu) buah dompet wama hitam;

Dirampas untuk dimusnahkan

4. Membebankan pada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,- (lima ribu Rupiah);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

Setelah mendengar pembelaan Terdakwa melalui Penasihat Hukum Terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut:

1. Memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara in i untuk menjatuhkan putusan yang seringan -ringannya sesuai dengan kesalahan yang telah diperbuat oleh Terdakwa;

2. Terdakwa dalam persidangan bersikap sopan dan tidak mempersulit jalannya persidangan;

3. Terdakwa sangat menyesali perbuatannyandan berjanji tidak akan mengulanginya lagi;

4. Terdakwa belum pernah dihukum; dan

5. Terdakwa masih terlalu muda dan masih punya masa depan;

Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap pembelaan Terdakwa yang pada pokoknya menyatakan Penuntut Umum tetap pada tuntutannya;

Setelah mendengar Tanggapan Terdakwa terhadap tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya menyatakan Terdakwa tetap pada pembelaannya;

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:

PRIMAIR:

Bahwa terdakwa RENO BAHTIAR BIN (alm) ABDUL pada hari Kamis tanggal 22 Agsutus 2019 sekira jam 19.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam di bulan Agustus 2019 atau setidak tidaknya pada tahun 2019, bertempat bengkel motor Jalan Raya Cianjur Cipanas Kampung Tunggilis Rt 01 Rw 05 Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur atau setidak- tidaknya di suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Cianjur, tanpa hak dan melawan hukum menawarkan u ntuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I, Perbuatan tersebut di lakukan terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut:

Berawal pada hari Rabu tanggal 21 Agsutus 2109 sekitar jam 17.00 wib terdakwa bersama dengan saksi MOCH HASIM alias ACIL (dalam berkas penuntutan terpisah) mendapat telepon dari ASRIL (belum tertangkap) untuk mengambil sabu-sabu didaerah Cibodas-Cipanas Cianjur, kemudian sekitar jam 20.00 wib terdakwa bersama dengan RENO BAHTIAR berangkat dengan naik mobil angkutan umum menuju ke daerah Cibodas Cipanas Cianjur, selan ju tn ya setelah sampai Terdakwa dan saksi MOCH HASIM alias ACIL langsung

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

mencari tempat penyimpanan sabu sabu sesuai dengan arahan dari sdr. AS RIL tersebut dan tidak berapa lama akhirnya terdakwa dan saksi RENO mendapatkan sabu sabu sebanyak 13 (tiga belas) bungkus plastik bening isi sabu sabu yang dililit lakban warna hitam yang disimpan didalam bungkus bekas rokok Djarum super yang ditemukan di bawah himpitan batako lebih tepatnya di jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianju r, selanjutnya setelah mendapatkan sabu sabu yang dimaksud oleh sdr. Asril, terdakwa dan saksi MOCH HASIM alias ACIL langsung membawa sabu sabu tersebut ke Vila didaerah Cipendawa Cipanas Cianjur. Kemudian setelah sampai di Vila saksi MOCH HASIM alias ACIL memberikan satu paket kepada Terdakwa untuk dipakai bersama sama dengan terdakwa, sedangkan 12 (dua belas) paket Terdakwa masukkan kedalam saku celana depan jeans yang saksi MOCH HASIM alias ACIL pakai. Sedangkan 1 (satu) bungkus pelastik bening terdakwa simpan didalam dompet terdakwa, Kemudian pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2019 sekira jam 15.00 wib terdakwa bersama dengan saksi MOCH HASIM alias ACIL berangkat menuju bengkel yang berada di daerah Jalan Raya Cipanas Cianjur di Kampung Tunggilis Rt 01 Rw 05 Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur datang saksi RIKI dan saksi IWAN yang terlebi dahulu memperkenalkan diri sebagai anggota Kepolsian Sat Narkoba dari Polres Cianjur, selanjutnya saksi RIKI dan saksi IWAN langsung melaku kan penggeledahan badan terhadap Terdakwa dan saksi MOCH HASIL Alias ACIL, kemudian tidak berapa lama saksi RIKI dan saksi IWAN menemukan 12 (dua belas ) bungkus pelastik bening yang dililit lakban hitam yang disimpan didalam bungkus bekas merek Djarum Super yang disimpan oleh  saksi MOCH HASIM alias ACIL di saku celana jenas yang saksi MOCH HASIM alias ACIL pakai sedangkan dibadan terdakwa ditemukan 1 (satu) bungkus pelastik bening yan g tersimpan di dalam dompet milik Terdakwa. Selanjutnya saksi IWAN dan saksi RIKI membawa Terdakwa dan barang bukti ke Polres Cianjur guna pemeriksaan lebih lanjut.

Bahwa barang bukti berupa 1 (satu) bungkus pelastik bening berisikan kristal warna putih dengan berat n etto 0,1132 gram sesuai dengan Berita Acara pemeriksaan laboratoris Nomor 233 BI / IX / 2019/Pusat Lab Narkotika yang dikeluarakan oleh Badan Narkotika Republik Nasional dengan Kesimpulan setelah dilakukan pemeriksaan secara Laborators disimpulkan bahwa barang bukti kristal warna putih tersebut diatas adalah ben ar mengandung Metafitamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 Lampiran Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

SUBSIDIAIR:

Bahwa terdakwa MOCH. HASIM alias ACIL BIN (ALM) SULAEMAN pada hari Kamis tanggal 22 Agsutus 2019 sekira jam 19.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam di bulan Agustus 2019 atau setidak tidaknya pada tahun 2019, bertempat bengkel motor Jalan Raya Cianju r Cipanas Kampung Tunggilis Rt 01 Rw 05 Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur atau setidak-tidaknya di suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam daerah h ukum Pengadilan Negeri Cianjur, tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman., Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut:

Bahwa pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat ingat lagi bulan Agustus 2019 saksi RIKI GINANJAR mendapat informasi dari warga masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya, warga masyarakat tersebut mengatakan ada yang bernama saksi MOCH HASIM alias ACIL sering menyalahgunakan Narkotika, kemudian setelah saksi RIKI GANJAR mendapat informasi tersebut dan atas perintah dari pimpinan maka saksi RIKI GINANJAR dan saksi IWAN melakukan penyelidikan dan akhirnya pada tanggal 22 Agustu s 2019 sekitar jam 19.00 wib pada saat itu melihat saksi MOCH HASIM alias ACIL bersama dengan Terdakwa sedang berada di bengkel motor Jalan Raya Cianjur Cipanas Kampung Tunggilis Rt 01 Rw 05 Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, kemudian saksi IWAN dan saksi RIKI menghampiri Terdakwa dan saksi MOCH HASIM alias ACIL yang sedang duduk, selanjutnya saksi IWAN dan saksi RIKI memperkenalkan diri sebagai anggota kepolsian dibagian Satuan Narkoba, setelah memperkenalkan diri saksi RIKI dan saksi IWAN langsung melakukan penggeledahan terhadap diri saksi MOH HASIM alias ACIL ditemukan 12 (dua belas) bungkus paket sabu sabu yang dililit lakban warna hitam yang disimpan oleh saksi MOH HASIM ALIAS ACIL di dalam bekas bungkus rokok, sedangkan didalam diri Terdakwa saksi RIKI dan saksi IWAN menemukan 1 (satu) bungkus paket kecil sabu sabu yang disimpan di dompet saksi RENO, kemudian ssaksi RIKI dan saksi IWAN membawa Terdakwa dan saksi MOCH HASIM Ke Sat Narkoba Polres Cianjur guna pemeriksaan lebih lanjut.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

Bahwa barang bukti berupa 1 (satu) bungkus pelastik bening berisikan kristal warna putih dengan berat netto 0,1132 gram sesuai dengan Berita Acara pemeriksaan laboratoris Nomor 233 BI / IX / 2019/Pusat Lab Narkotika yang dikeluarakan oleh Badan Narkotika Republik Nasional dengan Kesimpulan setelah dilakukan pemeriksaan secara Laborators disimpulkan bahwa barang bukti kristal warna putih tersebut diatas adalah benar mengandung Metafitamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 61 Lampiran Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa dan Penasihat Hukum Terdakwa tidak mengajukan keberatan;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:

1. Saksi RIKI GANJAR SOPANDI di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa Saksi mengetahui diminta keterangan dalam persidangan ini sehubungan dengan dugaan Terdakwa membawa Narkotika Golongan I;

- Bahwa Saksi pernah diperiksa oleh Penyidik dan keterangan Saksi sebagalmana dalam BAP Penyidik tersebut benar semua;

- Bahwa Saksi melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap Terdakwa bersama Saksi Iwan Setiawan anggota satuan narkoba Polres Cianjur;

- Bahwa pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2019 sekira pukul 19.00 WIB, bertempat di bengkel motor Jalan raya Cianjur- Cipanas Kp. Tunggilis Rt.01 Rw.05 Desa Ciherang Kec. Pacet Kab. Cianjur, Terdakwa telah tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu-sabu;

- Bahwa pada saat ditangkap Terdakwa sedang bersama dengan temannya Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

- Bahwa pada saat melakukan penangkapan di temukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik bening isi sabu-sabu yang dililit lakban warna hitam yang disimpan dalam dompet milik Terdakwa;

- Bahwa menurut keterangan Terdakwa bahwa Narkotika jenis sabu-sabu tersebut adalah milik Saudara Asril yang merupakan seorang narapidana namun Terdakwa tidak tahu ada di lapas mana;

- Bahwa menurut keterangan Terdakwa, bahwa Terdakwa menerima sabu- sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 23.00

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

WIB di sebuah Villa Kosong daerah Cipendawa Cipanas Cianjur, seban yak 1 (satu) bungkus plastik bening isi sabu-sabu;

- Bahwa Terdakwa mendapatkan sabu -sabu tersebut dengan cara Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman memberikan langsung 1 (satu) bungkus Sabu-sabu tersebut kepada Terdakwa yang mana sebelumnya Terdakwa bersama Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman mengambil sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 20.00 WIB di bawah himpitan batako jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianjur sebanyak 13 (tiga belas) bungkus plastik bening isi sabu-sabu yang dililit lakban hitam di dalam bungkus bekas rokok Djarum Super.

- Bahwa Saudara Asril menelpon Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman menyuruh mengambil sabu-sabu di tempat tersebut di atas kemudian Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman bersama dengan Terdakwa mengambilnya;

- Bahwa menurut keterangan Terdakwa, bahwa Terdakwa tidak mengetahui siapakah orang yang menyimpan sabu-sabu di bawah himpitan batako jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianjur tersebut diatas;

- Bahwa menurut keterangan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Su laeman , bahwa Saudara Asril menyuruh Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman untuk ambil sabu-sabu tersebut tujuannya untuk ditempelkan (disimpan ditempat tertentu) oleh Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman bilamana sudah ada instruksi dari Saudara Asril;

- Bahwa sabu-sabu tersebut bisa ada pada Terdakwa karena Saksi Moch.

Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman menyuruh Terdakwa untuk menyimpannya yang nantinya akan dipakai atau dikonsumsi oleh Terdakwa bersama Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

- Bahwa menurut keterangan Terdakwa, Sabu-sabu tersebut belum ada yang Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman tempelkan (di simpan ditempat tertentu) namun baru diambil satu bungkus yang Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman diserahkan kepada Terdakwa untuk dipakai berdua;

- Bahwa sabu-sabu tersebut sudah sebagian Terdakwa pakai bersama dengan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

- Bahwa menurut keterangan Terdakwa jika Terdakwa dan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman menggunakan sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul. 23.00 WIB di sebuah Villa

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

Kosong daerah Cipendawa Cipanas Cianjur dengan cara pakai alat hisap berupa Bong dan Terdakwa bersama Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman hisap secara giliran ;

- Bahwa rencananya Terdakwa akan diberi upah oleh Saudara Asril namun Terdakwa tidak mengetahui berapa nominalnya;

- Bahwa apabila Terdakwa menerima sabu dari Saudara Asril sudah dua kali dengan yang sekarang, yang pertama itu sekira semingguan kebelakang sebanyak 5 Ji (gram) yang diambil oleh Terdakwa di daerah SPBU Joglo Cianjur dan sabu tersebut sudah habis di simpan kembali di daerah tangkil panembong Cianjur oleh Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan Terdakwa, Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan Terdakwa dikasih upah sebesar Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) namun uangnya sudah habis dipakai kepertuan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan Terdakwa;

- Bahwa Terdakwa memiliki, menyimpan, menguasai dan selaku kurir narkotika jenis sabu-sabu tanpa seijin dari pihak yang berwenang;

- Bahwa Saksi kenal dengan barang bukti ini;

- Bahwa terhadap keterangan Saksi tersebut, Terdakwa menerangkan tidak keberatan;

2. Saksi IWAN SETlAWAN, SH., di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa Saksi mengetahui diminta keterangan dalam persidangan ini sehubungan dengan dugaan Terdakwa membawa Narkotika Golongan I;

- Bahwa Saksi pernah diperiksa oleh Penyidik dan keterangan Saksi sebagalmana dalam BAP Penyidik tersebut benar semua;

- Bahwa Saksi melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap Terdakwa bersama Saksi Riki Ganjar Sopandi anggota satuan narkoba Polres Cianjur;

- Bahwa pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2019 sekira pukul 19.00 WIB, bertempat di bengkel motor Jalan raya Cianjur- Cipanas Kp. Tunggilis Rt.01 Rw.05 Desa Ciherang Kec. Pacet Kab. Cianjur, Terdakwa telah tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu-sabu;

- Bahwa pada saat ditangkap Terdakwa sedang bersama dengan temannya Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

- Bahwa pada saat melakukan penangkapan di temukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik bening isi sabu-sabu yang dililit lakban warna hitam yang disimpan dalam dompet milik Terdakwa;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

- Bahwa Narkotika jenis sabu-sabu milik Saudara Asril yang merupakan seorang narapidana namun Terdakwa tidak tahu ada di lapas mana;

- Bahwa Terdakwa menerima sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 23.00 WIB di sebuah Villa Kosong daerah Cipendawa Cipanas Cianjur, sebanyak 1 (satu) bungkus plastik bening isi sabu-sabu dengan cara Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman memberikan langsung 1 (satu) bungkus Sabu-sabu tersebut kepada Terdakwa yang mana sebelumnya Terdakwa bersama Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman mengambil sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 20.00 WIB di bawah himpitan batako jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianjur seban yak 13 (tiga belas) bungkus plastik bening isi sabu-sabu yang dililit lakban hitam didalam bungkus bekas rokok Djarum Super. Dengan cara Saudara Asril telepon pada Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman disuruh ambil sabu-sabu di tempat tersebut diatas kemudian Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman bersama dengan Terdakwa mengambilnya;

- Bahwa Terdakwa tidak mengetahui siapakah orang yang menyimpan sabu- sabu dibawah himpitan batako jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianjur tersebut diatas;

- Bahwa menurut keterangan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Su laeman , jika Saudara Asril menyuruh Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman untuk ambil sabu-sabu tersebut tujuannya untuk ditempelkan (disimpan ditempat tertentu) oleh Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman bilamana sudah ada instruksi dari Saudara Asril;

- Bahwa sabu-sabu tersebut bisa ada pada Terdakwa karena Saksi Moch.

Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman menyuruh Terdakwa untuk disimpan yang nantinya akan dipakai atau dikonsumsi oleh Terdakwa bersama Saksi Moch.

Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

- Bahwa menurut keterangan Terdakwa, Sabu-sabu tersebut belum ada yang Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman tempelkan (di simpan ditempat tertentu) namun baru diambil satu bungkus yang Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman serahkan kepada Terdakwa untuk dipakai Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan Terdakwa;

- Bahwa sabu-sabu tersebut sudah sebagian Terdakwa pakai bersama dengan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

- Bahwa apabila Terdakwa dan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman menggunakan sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

sekira pukul. 23.00 WIB di sebuah Villa Kosong daerah Cipendawa Cipanas Cianjur dengan cara pakai alat hisap berupa Bong dan Terdakwa bersama Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dihisap secara giliran;

- Bahwa menurut keterangan Terdakwa bahwa rencananya Terdakwa akan diberi upah oleh Saudara Asril namun Terdakwa tidak mengetahui berapa nominalnya;

- Bahwa menurut keterangan Terdakwa bahwa Terdakwa menerima sabu dari Saudara Asril sudah dua kali dengan yang sekarang, yang pertama itu sekitar semingguan kebelakang sebanyak 5 Ji (gram) yang diambil oleh Terdakwa didaerah SPBU Joglo Cianjur dan sabu tersebut sudah habis di simpan kembali didaerah tangkil panembong Cianjur oleh Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan Terdakwa, Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan Terdakwa dikasih upah sebesar Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) namun uangnya sudah habis dipakai kepertuan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan Terdakwa;

- Bahwa Terdakwa memiliki, menyimpan, menguasai dan selaku kurir narkotika jenis sabu-sabu tanpa seijin dari pihak yang berwenang;

- Saksi mengenalinya barang bukti tersebu;

- Bahwa Terdakwa bukan merupakan Target Operandi (TO);

- Bahwa terhadap keterangan Saksi tersebut, Terdakwa menerangkan tidak keberatan;

3. Saksi MOCH HASIM ALS ACIL BIN (ALM) SULAEMAN, di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa Saksi mengetahui diminta keterangan dalam persidangan ini sehubungan dengan dugaan Terdakwa membawa Narkotika Golongan I;

- Bahwa Saksi pernah diperiksa oleh Penyidik dan keterangan Saksi sebagalmana dalam BAP Penyidik tersebut benar semua;

- Bahwa pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2019 sekira pukul 19.00 WIB, bertempat di bengkel motor Jalan Raya Cianjur-Cipanas Kp. Tunggilis Rt.01 Rw.05 Ds. Ciherang Kec. Pacet Kab. Cianjur, Terdakwa bersama Saksi telah tertangkap tangan oleh petugas kepolisian dari satuan narkoba Polres Cianjur;

- Bahwa alasan Terdakwa bersama Saksi ditangkap oleh anggota Kepolisian sehubungan Terdakwa bersama Saksi membawa narkotika jenis Sabu-sabu;

- Bahwa pada saat Terdakwa bersama Saksi ditangkap oleh petugas kepolisian ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu yang ada didalam saku celana jeans wama hitam yang sedang Saksi pakai sebanyak

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

12 (dua belas) bungkus plastik bening yang dililit lakban hitam yang semuanya ada didalam bungkus bekas rokok Djarum Super dan 1 (satu) bungkus plastik bening isi sabu-sabu yang simpan didalam dompet milik Terdakwa;

- Bahwa sabu-sabu tersebut milik Saudara Asril yang merupakan seorang narapidana namun Saksi tidak tahu ada dilapas mana;

- Bahwa Saksi bersama Terdakwa mengambil sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 20.00 WIB di bawah himpitan batako jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianjur yang jumlahnya sebanyak 13 (tiga belas) bungkus plastik bening isi sabu- sabu yang dililit lakban hitam didalam bungkus bekas rokok Djarum Super dengan cara Saudara Asril telepon kepada Saksi suruh ambil sabu-sabu di tempat tersebut;

- Bahwa Saudara Asril menyuruh Saksi untuk ambil sabu-sabu tersebut tujuannya untuk ditempelkan (disimpan ditempat tertentu) oleh Saksi bilamana sudah ada instruksi darinya;

- Bahwa sabu-sabu tersebut belum ada yang Saksi tempelkan (di simpan ditempat tertentu) namun baru diambil satu bungkus yang Saksi serahkan pada Terdakwa untuk dipakai berdua;

- Bahwa Saksi menerima sabu dari Saudara Asril sudah dua kali dengan yan g sekarang, yang pertama sebanyak 5 Ji (gram) yang diambil oleh Terdakwa di daerah SPBU Joglo Cianjur dan sabu tersebut sudah habis di simpan kembali di daerah tangkil panembong Cianjur oleh Saksi dan Terdakwa dan pada waktu itu Saksi dan Terdakwa diberi upah sebesar Rp300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) namun uangnya sudah habis dipakai untuk keperluan Saksi dan Terdakwa, yang kedua rencananya Saksi akan diberi upah oleh Saudara Asril sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) jika sabunya sudah habis disimpan ditempat tertentu oleh Saksi, namun uangnya belum Saksi terima karena memang sabunya juga belum habis;

- Bahwa Narkotika jenis sabu-sabu tersebut sudah sebagian Saksi pakai bersama dengan Terdakwa yaitu pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 23.00 WIB di sebuah Villa Kosong daerah Cipendawa Cipanas Cianjur dengan cara pakainya dengan pakai alat hisap berupa Bong dan Saksi bersama Terdakwa hisap secara giliran;

- Bahwa Terdawa menjadi perantara jual beli Narkotika jenis sabu-sabu tersebut tidak ada izin dari pejabat yang berwenang;

- Bahwa Saksi mengenali barang bukti tersebut;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

- Bahwa terhadap keterangan Saksi tersebut, Terdakwa menerangkan tidak keberatan;

Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2019, sekira pukul 19.00 WIB, bertempat di Jalan Raya Cianjur - Cipanas Kampung Tunggilis RT. 01 RW.05 Desa Ciherang Kecamatann Pacet Kabupaten Cianjur, Terdakwa telah tertangkap tangan oleh petugas kepolisian Sat Narkoba Polres Cianjur;

- Bahwa alasan Terdakwa tertangkap tangan oleh petugas Kepolisian sehubungan Terdakwa memiliki, menyimpan, menguasai dan atau menerima narkotika jenis sabu-sabu;

- Bahwa pada saat Terdakwa ditangkap ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik bening isi sabu-sabu yang dililit lakban warna hitam;

- Bahwa pada saat Terdakwa ditangkap untuk Narkotika jenis sabu tersebut Terdakwa simpan didalam dompet milik Terdakwa;

- Bahwa sabu-sabu tersebut milik Saudara Asril yang merupakan seorang narapidana namun Terdakwa tidak tahu ada dilapas mana-mananya;

- Bahwa Terdakwa menerima Narkotika jenis sabu-sabu tersebut dari Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman yaitu pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 23.00 WIB di sebuah villa kosong daerah Cipendawa Cipanas Cianjur;

- Bahwa Terdakwa menerima sabu-sabu tersebut sebanyak 1 (satu) bungkus plastik bening isi sabu-sabu dengan cara Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman memberikan langsung 1 (satu) bungkus Sabu-sabu tersebu t kepada Terdakwa;

- Bahwa maksud dan tujuan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman memberikan Sabu- sabu tersebut kepada Terdakwa yaitu untuk Terdakwa simpan yang nantinya akan dipakai atau dikonsumsi oleh Terdakwa dan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

- Bahwa Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman mengambil sabu- sabu pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 20.00 WIB di bawah himpitan batako jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianjur yang jumlahnya sebanyak 13 ( tiga belas ) bungkus plastik bening isi sabu-sabu yang dililit lakban h itam didalam bungkus bekas rokok Djarum Super adapun waktu itu Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman mengambilnya bersama Terdakwa dengan cara Saudara Asril telepon kepada Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman suruh ambil

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

sabu-sabu di tempat tersebut diatas kemudian Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman bersama Terdakwa mengambilnya;

- Bahwa maksud dan tujuan Terdakwa mau mengambil Sabu-sabu bersama Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman karena Sabu-sabu tersebut akan ditempelkan (disimpan ditempat tertentu ) oleh Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman bilamana sudah ada instruksi dari Saudara Asril sementara itu tugas Terdakwa hanya mengantar Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman untuk menempelkan Sabu-sabu tersebut dan nantinya Terdakwa akan diberi upah;

- Bahwa benar Terdakwa pernah diperiksa penyidik di kepolisian sehubungan dengan perkara ini;

- Bahwa semua keterangan Terdakwa pada berita acara pemeriksaan penyidik di kepolisian semuanya adalah benar;

- Bahwa sabu-sabu tersebut belum ada yang ditempelkan (di simpan ditern pat tertentu ) namun baru diambil satu bungkus yang ada pada Terdakwa untuk Terdakwa bersama Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman pakai berdua;

- Bahwa Terdakwa dan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman menggunakan sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 23.00 WIB di sebuah Villa Kosong daerah Cipendawa Cipanas Cianjur adapun cara pakainya dengan pakai alat hisap berupa Bong dan Terdakwa bersama Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman hisap secara giliran;

- Bahwa Terdakwa tidak kenal dengan Saudara Asril, Terdakwa mengetahui Saudara Asril dari Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan keberadaannya sekarang dimana-mananya Terdakwa tidak tahu;

- Bahwa Terdakwa menerima sabu dari Saudara Asril sudah dua kali dengan yang sekarang, yang pertama sekitar semingguan kebelakang sebanyak 5 Ji (gram) yang diambil oleh Terdakwa dan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman didaerah SPBU Joglo Cianjur dan sabu tersebut sudah habis di simpan kembali didaerah tangkil panembong Cianjur oleh Terdakwa dan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman adapun waktu itu Terdakwa dan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman berdua dikasih upah sebesar Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah ) namun uangnya sudah habis dipakai keperluan Terdakwa dan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman berdua;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

- Bahwa Terdakwa mengetahui bahwa memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika Golongan I jenis sabu adalah dilarang oleh Undang-undang;

- Bahwa Terdakwa tidak mempunyai ijin dari pihak yang berwenang untuk memiliki, menyimpan, menguasai sabu-sabu tersebut;

- Bahwa Terdakwa sebelumnya pernah dihukum sebanyak satu kali dalam perkara pencurian yang divonis oleh Pengadilan Negeri Cianjur selama 4 tahun yaitu tahun 2016 dan bebas bersyarat pada bulan April 2019;

- Bahwa Terdakwa mengenali barang bukti tersebut;

- Bahwa atas kejadian tersebut Terdakwa menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi;

Menimbang, bahwa Terdakwa tidak mengajukan Saksi yang meringankan (a de charge);

Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan bukti surat berupa Berita Acara pemeriksaan laboratoris Nomor 233 BI/IX/2019/PUSAT LAB NARKOTIKA yang dikeluarakan oleh Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia yang diperiksa dan ditandatan gani oleh Carolina Tonggo, M.T., S.Si., dan Utari Pramudita, S.Farm., dengan mengetahui Plh. Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN Kuswardani, S.Si., M.farm., Apt., dengan kesimpulan setelah dilakukan pemeriksaan secara Laborators disimpulkan bahwa barang bukti Kristal warna putih dengan berat netto seluruhnya 0,1132 (nol koma satu satu tiga dua) gram atau sisa barang bukti dengan berat 0,0989 (nol koma nol Sembilan delapan sembilan ) gram di dalam 1 (satu) bungkus palstik bening tersebut di atas adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor urut 61 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:

1. 1 (satu) bungkus plastik bening berisikan Narkotika jenis sabu -sabu seberat bruto 0,20 (nol koma dua nol) gram atau netto seluruhnya 0,1132 (nol koma satu satu tiga dua) gram atau sisa barang bukti dengan berat netto 0,0989 (nol koma nol sembilan delapan sembilan) gram;

2. 1 (satu) lembar potongan lakban warna hitam;

3. 1 (satu) buah dompet warna coklat;

Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:

- Bahwa pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2019 sekira pukul 19.00 WIB, bertempat di bengkel motor Jalan raya Cianjur- Cipanas Kp. Tunggilis Rt.01

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

Rw.05 Desa Ciherang Kec. Pacet Kab. Cianjur, Terdakwa telah tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu-sabu;

- Bahwa pada saat ditangkap Terdakwa sedang bersama dengan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

- Bahwa pada saat Terdakwa bersama Saksi ditangkap oleh petugas kepolisian ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu -sabu yang ada didalam saku celana jeans wama hitam yang sedang Saksi pakai sebanyak 12 (dua belas) bungkus plastik bening yang dililit lakban hitam yang semuanya ada di dalam bu ngkus bekas rokok Djarum Super dan 1 (satu) bungkus plastik bening isi sabu -sabu yang simpan didalam dompet milik Terdakwa;

- Bahwa Narkotika jenis sabu-sabu tersebut adalah milik Saudara Asril yang merupakan seorang narapidana.

- bahwa Terdakwa menerima sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 23.00 WIB di sebuah Villa Kosong daerah Cipendawa Cipanas Cianjur, sebanyak 1 (satu) bungkus plastik bening isi sabu-sabu.

- Bahwa awalnya Saudara Asril menelpon Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman disuruh ambil sabu-sabu di tempat tersebut di atas kemudian Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman bersama dengan Terdakwa mengambilnya;

- Bahwa awalnya Terdakwa bersama Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman mengambil sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 20.00 WIB di bawah himpitan batako jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianjur sebanyak 13 (tiga belas) bungkus plastik bening isi sabu-sabu yang dililit lakban hitam didalam bungkus bekas rokok Djarum Super;

- Bahwa Terdakwa memperoleh sabu -sabu tersebut dengan cara Saksi Moch.

Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman memberikan langsung 1 (satu) bungkus Sabu-sabu tersebut kepada Terdakwa kemudian oleh Terdakwa disimpan dalam dompet warna coklat;

- Bahwa sabu-sabu tersebut bisa ada pada Terdakwa karena Saksi Moch.

Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman menyuruh Terdakwa untuk menyimpan barang tersebut, yang nantinya akan dipakai atau dikonsumsi oleh Terdakwa bersama Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

- Bahwa Terdakwa tidak mengetahui siapakah orang yang menyimpan sabu- sabu di bawah himpitan batako jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianjur tersebut di atas;

- Bahwa Saudara Asril menyuruh Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman untuk ambil sabu-sabu tersebut tujuannya untuk ditempelkan (disimpan ditempat tertentu) oleh Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman bilamana sudah ada instruksi dari Saudara Asril;

- Bahwa sabu-sabu tersebut belum ada yang Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman tempelkan (di simpan ditempat tertentu) namun baru diambil satu bungkus yang Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman serah kan kepada Terdakwa untuk dipakai berdua;

- Bahwa sabu-sabu tersebut sudah sebagian Terdakwa pakai bersama dengan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

- Bahwa Terdakwa dan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman menggunakan sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul. 23.00 WIB di sebuah Villa Kosong daerah Cipendawa Cipanas Cianjur dengan cara pakai alat hisap berupa Bong dan Terdakwa bersama Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman hisap secara giliran ;

- Bahwa rencananya Terdakwa akan diberi upah oleh Saudara Asril namun Terdakwa tidak mengetahui berapa nominalnya;

- Bahwa Terdakwa menerima sabu dari Saudara Asril sudah dua kali dengan yang sekarang, yang pertama itu sekira semingguan kebelakang seban yak 5 Ji (gram) yang diambil oleh Terdakwa didaerah SPBU Joglo Cianjur dan sabu tersebut sudah habis di simpan kembali didaerah tangkil panembong Cianjur oleh Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan Terdakwa, Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan Terdakwa diberi upah sebesar Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) namun uangnya sudah habis dipakai kepertuan Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman dan Terdakwa;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan subsideritas, maka Majelis Hakim terlebih dahulu mempertimbangkan dakwaan primair sebagalmana diatur dalam Pasal 114

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:

1. Setiap Orang;

2. Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I;

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:

Ad.1. Setiap orang

Menimbang, bahwa yang dimaksud “setiap orang” adalah orang perorangan atau korporasi sebagai subyek hukum dan pendukung hak dan kewajiban, yang bersangkutan berstatus mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya dari segi hukum pidana;

Menimbang, bahwa dipersidangan Penuntut Umum telah menghadapkan Terdakwa Reno Bahtiar bin alm Abdul setelah diteliti ternyata sesuai dengan identitas Terdakwa yang disebutkan oleh Penuntut Umum dalam surat dakwaan maupun dalam Tuntutan, serta Terdakwa membenarkan juga sesuai dengan keterangan Saksi-Saksi bahwa Terdakwalah pelakunya;

Menimbang, bahwa dengan demikian maka unsur “setiap orang” telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum;

Ad.2. Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan sub unsur “tanpa hak”

adalah merupakan bentuk lain dari melawan hukum, para ilmuwan h ukum dan UU juga sering menggunakan istilah lain, Hazewinkel dan Suringa menggunakan istilah tanpa kewenangan, Hoge Raad menggunakan istilah tanpa hak, melampaui wewenang, tanpa mengindahkan cara yang diten tukan dalam aturan umum dan lain -lain. Menurut Jan Remmelink konsep tanpa hak tidak jauh dari pengertian melawan hukum. Seseorang yang bertindak di luar kewenangan sudah tentu bertindak bertentangan (weder=tegen) dengan hukum (lihat Jan Remmelink, Hukum Pidana, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2003, hal 187);

Menimbang, bahwa menurut Prof. Simons istilah “melawan hukum”

(wederechtelijk) berbeda dengan istilah tanpa hak (zonder eigen recht). Untuk suatu wederechtelijk disyaratkan adanya suatu perbuatan yang bertentangan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

dengan hukum (in strijd met het recht) (lihat P.A.F. Lamintang, Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1997, hal 348);

Menimbang, bahwa dari uraian tersebut, untuk memenuhi rasa keadilan baik bagi terdakwa dan Penun tut Umum, Majelis Hakim berpendapat bahwa

“tanpa hak” secara yuridis yang dimaksud dengan tanpa hak adalah tanpa izin dari pihak yang berwenang (zonder bevoegdheid) dalam hal ini adalah Menteri Kesehatan RI, karena narkotika golongan I jenis sabu -sabu hanya dapat digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan;

Menimbang, bahwa mengenai sub unsur “melawan hukum” menurut pendapat Majelis Hakim bahwa perbuatan tersebut telah bertentangan dengan hukum (in strijd met het recht) (vide Pasal 111 sampai dengan Pasal 148 UU Nomor 35 tahun 2009);

Menimbang, bahwa untuk memberikan penilaian hukum tentang apakah perbuatan terdakwa a quo sebagalmana didakwakan oleh Penuntut Umum dalam surat dakwaannya telah memenuhi sub unsur “tanpa hak atau melawan hukum”, maka Majelis Hakim terlebih dahulu akan mempertimbangkan sub unsur “menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika Golongan I”;

Menimbang, bahwa sub unsur “menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika Golongan I”, menurut Majelis Hakim adalah bersifat alternatif, dimana terlihat adanya frase “atau” sebagai kata penghubungnya;

Menimbang, bahwa oleh karena sub unsur “menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika Golongan I”,adalah bersifat alternatif, maka Majelis Hakim hanya akan membuktikan salah satu sub unsur dalam elemen unsur kedua dakwaan Penuntut Umum tersebut, yang mana apabila salah satu sub unsur tersebut telah terpenuhi, maka Majelis Hakim tidak akan mempertimbangkan sub unsur yang lain dalam unsur kedua dakwaan dari Penuntut Umum;

Menimbang, bahwa oleh karena UU Nomor 35 tahun 2009 tidak memberikan pengertian mengenai penjualan dan pembelian, maka Majelis Hakim akan mempergunakan instrumentarium metode interpretasi gramatikal dan interpretasi sistematis untuk memberikan pertimbangan terhadap sub unsur dalam Pasal yang telah didakwakan oleh Penuntut Umum secara komprehensif;

Menimbang, bahwa yang dimaksud jual beli (sebagai bentuk dasar dari menjual dan membeli) adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan dan pihak yan g lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan (R. Subekti dan R. Tjitrosudibio, terjemahan Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, cet ke- 34, 2004, hal 366);

Menimbang, bahwa Majelis Hakim berpendapat yang dimaksud dengan sub unsur “menerima” menurut Majelis Hakim adalah mendapatkan sesuatu oleh karena penyerahan dengan cara diberikan secara langsung mau pun tidak langsung yang dilakukan oleh pihak lain;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan “perantara” (in casu dalam jual beli) adalah penghubung antara satu pihak dengan pihak yang lain untuk mewujudkan adanya suatu hubungan jual beli;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan sub unsur “menukar”

menurut Majelis Hakim adalah suatu perbuatan yang dilakukan seseorang untuk mengganti sesuatu barang pada pihak lain;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan menyerahkan (levering) menurut pendapat Majelis Hakim adalah memberikan sesuatu barang kepada orang lain oleh karena suatu sebab, seperti jual beli, tukar menukar, sewa menyewa, pinjam meminjam, hibah, dan lain-lain;

Menimbang, bahwa berdasakan keterangan saksi Saksi Riki Ganjar Sopandi, Saksi Iwan Setiawan dan Saksi Moch Hasim als Acil bin (alm) Sulaeman serta keterangan Terdakwa yang dihubungkan dengan barang bukti serta bersesuaian dengan fakta persidangan, awalnya Saudara Asril men elpon Saksi Moch Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman disuruh ambil sabu-sabu di tempat tersebut di atas kemudian Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman bersama dengan Terdakwa mengambilnya. Kemudian Terdakwa bersama Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman mengambil sabu-sabu tersebut pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 20.00 WIB di bawah himpitan batako jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianjur sebanyak 13 (tiga belas) bungkus plastik bening isi sabu -sabu yang dililit lakban hitam didalam bungkus bekas rokok Djarum Super;

Menimbang, bahwa Terdakwa memperoleh sabu -sabu tersebut den gan cara Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman memberikan langsung 1 (satu) bungkus Sabu-sabu tersebut kepada Terdakwa kemudian oleh Terdakwa disimpan dalam dompet warna coklat untuk nantinya akan dipakai atau dikonsumsi oleh Terdakwa bersama Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 25 Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2020/PN Cjr

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan kepersidangan berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Nomor: 233 BI/IX/2019/PUSAT LAB NARKOTIKA yang dikeluarakan oleh Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia yang diperiksa dan ditandatangani oleh Carolina Tonggo, M.T., S.Si., dan Utari Pramudita, S.Farm., dengan mengetahui Plh. Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN Kuswardani, S.Si., M.farm., Apt., dengan kesimpulan setelah dilakukan pemeriksaan secara Laborators disimpulkan bahwa barang bukti Kristal warna putih dengan berat netto seluruhnya 0,1132 (nol koma satu satu tiga dua) gram atau sisa barang bukti dengan berat netto 0,0989 (nol koma nol Sembilan delapan sembilan) gram di dalam 1 (satu) bungkus palstik bening tersebut di atas adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor urut 61 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika;

Menimbang, bahwa perbuatan Saksi Moch. Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman bersama dengan Terdakwa yang mengambil 13 (tiga belas) bungkus plastik bening isi sabu-sabu yang dililit lakban hitam di dalam bungkus bekas rokok Djarum Super pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 sekira pukul 20.00 WIB di bawah himpitan batako jalan gang dekat penginapan seribu satu Cibodas Cipanas Cianjur, menurut Majelis Hakim merupakan perbuatan yang mendapatkan sesuatu oleh karena penyerahan dengan cara diberikan secara tidak langsung yang dilaku kan oleh pihak lain serta perbuatan Saksi Moch.

Hasim Als Acil Bin (Alm) Sulaeman yang memberikan langsung 1 (satu) bungkus Sabu-sabu tersebut kepada Terdakwa kemudian oleh Terdakwa disimpan dalam dompet warna coklat yang barang tersebut ternyata benar narkotika golongan I jenis sabu -sabu, menurut Majelis Hakim merupakan perbuatan yang mendapatkan sesuatu oleh karena penyerahan dengan cara diberikan secara langsung oleh pihak lain ;

Menimbang, bahwa dengan demikian sub unsur yang paling relevan menurut Majelis untuk diterapkan (toepassen) dalam menilai perbuatan terdakwa dalam sub unsur “menerima Narkotika golongan I”;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim mempertimbangkan terkait berhak atau tidak berhaknya Terdakwa menerima Narkotika Golongan I seberat bruto 0,20 (nol koma dua nol) gram atau netto seluruhnya 0,1132 gram tersebut;

Menimbang, bahwa berdasarkan pengakuan Terdakwa dan fakta hukum dalam persidangan, maksu d dan tujuan Terdakwa menerima sabu -sabu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu akan dilakukan penelitian nilai delay untuk mengetahui kinerja dari jaringan nirkabel 4G di Surabaya, agar didapatkan hasil performansi dari TCP/IP, sehingga

Secara hukum, perjanjian yang dibuat menimbulkan akibat hukum dan para pihak yang terkait berhak mengajukan pembatalan perjanjian atau menjadikannya sebagai alasan

Hasil penelitian terhadap nilai bau menunjukkan perbedaan jarak tungku tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bau ikan asap, namun dengan semakin

Pada angket no 12 yang menjawab benar atau tahu berjumlah 63 orang atau 63%, kemudian yang menjawab salah/ tidak tahu berjumlah 37 orang atau 37% maka rata-rata

Hal itu sejalan dengan penelitian dari D (2017) nilai OR 11,7 sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian preeklamsia pada

Dalam tugas akhir ini penulis mengangkat sebuah judul tentang “Pembangunan Aplikasi Mobile Donor Darah Berbasis Geolocation Menggunakan Metode Reactive

Creamer merupakan produk emulsi lemak dalam air yang diproses dari nabati, biasanya banyak digunakan sebagai bahan tambahan untuk minuman kopi, susu, coklat,

Pemodelan hubungan antara angka korban kecelakaan dengan faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yang diambil adalah hasil pemodelan kumulatif pada Tahun 2015– 2017