TRAUMATIC INTRACRANIAL HAEMATOMAS IN ELDERLY RELATED TO ITS OUTCOME
Sevline Estethia O, M.Z. Arifin
Department of Neurosurgery, Hasan Sadikin Hospital, Padjadjaran University,Bandung, Indonesia
ABSTRACT
Background : Management of traumatic brain injury in elderly gives dilemma situations in neurosurgery. They often have complexities in pre-existing medical conditions and other considerations. The benefit of both surgery or non-surgery intervention in traumatic intracranial haematomas is controversy because of its poorer outcomes.
Objectives : We want to record factors influencing outcome in elderly patient with traumatic intracranial haematomas.
Methods : Data was recorded retrospectively from medical records in 2009 until 2010. All trauma patients over the age 60 with traumatic intracranial haematomas confirmed by head CT scan are included in this study. We record patients’ demographic data, diagnosis, mechanism of injury, GCS admission, other associated injuries, pre-existing disease, treatment, GCS discharge, mortality and length of hospitality. Outcome categorized in GCS discharge, length of stay in hospital, and mortalities. Data was analyzed statistically using SPSS 13.0 version.
Results : We found 40 cases included in this study, 32 cases (80%) were male and 8 cases (20%) were female with average age was 69.38 ± 4.68 years old. The most common cause of injury was pedestrian struck by motorcycle (47,5%). There were 4 (10%) cases with intracerebral haematomas, 2 cases (5%) with epidural haematomas, 1 case (2,5%) with subdural haematomas, 1 case (2,5%) with cerebral contusion, and 32 cases (80%) with multiple intracranial haematomas. 37,5% cases were treated by surgery. Mortality were 37,5% and most common in 60-65 years old (17,5%). Most influencing factor in mortality is intracerebral haematoma with OR = 5.09. GCS admission 14-15 and intraventricular haemorrhage are protective of mortality with OR <1.
Conclusion : Intracerebral haematoma in elderly with single or multiple intracranial haemorrhage has influence in mortality.
TRAUMATIC INTRACRANIAL HAEMATOMAS IN ELDERLY RELATED TO ITS OUTCOME
Sevline Estethia O, M.Z. Arifin
Department of Neurosurgery, Hasan Sadikin Hospital, Padjadjaran University,Bandung, Indonesia
ABSTRAK
Latar Belakang : Penanganan cedera kepala pada pasien lanjut usia memberikan situasi yang dilematik di bidang bedah saraf. Kelompok usia ini biasanya memiliki keadaan yang lebih kompleks karena adanya penyakit klinis sebelumnya dan pertimbangan lain. Keuntungan dari terapi pembedahan maupun konservatif dalam menangani perdarahan intracranial traumatik masih menjadi hal yang kontroversi mengingat hasil akhirnya yang kurang baik.
Tujuan : Untuk merekam faktor-faktor yang mempengaruhi hasil akhir pada pasien lanjut usia dengan perdarahan intracranial traumatik.
Metode : Data diperoleh secara retrospektif melalui rekam medis pasien pada tahun 2009 sampai 2010. Kriteria inklusi penelitian adalah semua pasien berumur > 65 tahun yang mengalami trauma dengan perdarahan intrakranial dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan CT scan kepala . Data yang direkam antara lain data demografis, diagnosis, mekanisme cedera, GCS pada waktu masuk rumah sakit, adanya cedera organ lain, penyakit klinis sebelumnya, penatalaksanaan, GCS pulang, kematian, dan lamanya perawatan. Hasil akhir dikategorikan menjadi GCS pulang, lamanya perawatan, dan kematian. Data dianalisis secra statistic menggunakan SPSS versi 13.0.
Hasil : Kami mendapatkan 40 kasus pada penelitian ini dimana 32 kasus (80%) laki-laki dan 8 kasus (20%) perempuan dengan rata-rata umur 69.38 ± 4.68 tahun. Penyebab cedera tersering adalah pejalan kaki yang ditabrak sepeda motor (47,5%). Terdapat 4 kasus (10%) dengan perdarahan intracerebral, 2 kasus (5%) dengan perdarahan epidural, 1 kasus (2,5%) dengan perdarahan subdural, 1 kasus (2,5%) dengan kontusio otak, dan 32 kasus (80%) dengan perdarahan intrakranial multipel. 37,5% kasus ditangani dengan pembedahan. Kematian terjadi pada 37,5%, terutama pada kelompok umur 60-65 tahun (17,5%). Faktor yang sangat berpengaruh terhadap kematian adalah perdarahan intraserebral dengan OR = 5.09. GCS pada waktu masuk rumah sakit sebesar 14-15 dan perdarahan intraventrikel bersifat protektif terhadap kematian dengan OR <1.
Kesimpulan : Perdarahan intraserebral pada kelompok usia lanjut baik memiliki pengaruh terhadap kematian.