Informasi Dokumen
- Penulis:
- Nina Siti Salmaniah Siregar
- Pengajar:
- Prof. Dr. H. Syukur Kholil, MA
- Dr. Iskandar Zulkarnaen, MSi
- Sekolah: Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
- Mata Pelajaran: Komunikasi Islam
- Topik: Komunikasi Terapeutik Dokter dan Paramedis Terhadap Kepuasan Pasien Dalam Pelayanan Kesehatan Pada Rumah Sakit Bernuansa Islami Di Kota Medan
- Tipe: disertasi
- Tahun: 2016
- Kota: Medan
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bab ini membahas latar belakang masalah yang berhubungan dengan komunikasi terapeutik dalam konteks pelayanan kesehatan di rumah sakit bernuansa Islami. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pentingnya komunikasi yang efektif antara dokter, paramedis, dan pasien, serta bagaimana hal tersebut berkontribusi terhadap kepuasan pasien. Penekanan pada komunikasi interpersonal sebagai dasar dari hubungan terapeutik menjadi fokus utama, di mana komunikasi yang baik diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pasien dan hasil perawatan.
1.1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk sosial perlu berinteraksi dan berkomunikasi. Dalam konteks kesehatan, komunikasi interpersonal antara dokter dan pasien sangat penting untuk membantu proses penyembuhan. Penelitian ini menyoroti bagaimana komunikasi terapeutik dapat mempengaruhi kepuasan pasien, serta tantangan yang dihadapi dalam praktik sehari-hari.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah mencakup pertanyaan tentang bentuk komunikasi terapeutik yang diterapkan oleh dokter dan paramedis, penerapan prinsip-prinsip komunikasi Islam, serta model komunikasi terapeutik yang sesuai. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek-aspek penting dalam komunikasi yang dapat meningkatkan kepuasan pasien.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk komunikasi terapeutik, penerapan prinsip komunikasi Islam, serta model komunikasi yang efektif dalam konteks rumah sakit bernuansa Islami. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik komunikasi dalam pelayanan kesehatan.
II. LANDASAN TEORI
Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian, termasuk komunikasi interpersonal dan komunikasi terapeutik. Teori yang digunakan meliputi Teori Komunikasi Interpersonal Joseph A. Devito, Teori Komunikasi Terapeutik Hildegard Peplau, serta prinsip-prinsip komunikasi Islam. Pemahaman tentang teori-teori ini penting untuk menyusun kerangka kerja penelitian dan memahami dinamika komunikasi dalam konteks kesehatan.
2.1. Pengertian dan Definisi Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal didefinisikan sebagai proses pertukaran informasi antara individu yang melibatkan emosi dan hubungan. Dalam konteks kesehatan, komunikasi ini menjadi fondasi penting untuk membangun hubungan yang saling percaya antara dokter dan pasien, yang pada akhirnya berkontribusi pada kepuasan pasien.
2.2. Komunikasi Terapeutik Sebagai Komunikasi Interpersonal
Komunikasi terapeutik adalah bentuk khusus dari komunikasi interpersonal yang dirancang untuk membantu pasien. Ini melibatkan teknik-teknik tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kenyamanan pasien, serta mendukung proses penyembuhan melalui komunikasi yang efektif.
2.3. Prinsip Dasar Komunikasi Terapeutik
Prinsip dasar komunikasi terapeutik mencakup kejelasan, empati, dan dukungan emosional. Praktik komunikasi yang baik harus mempertimbangkan kebutuhan pasien dan menciptakan lingkungan yang aman bagi pasien untuk mengekspresikan perasaan dan kekhawatiran mereka.
III. METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam studi ini, termasuk jenis penelitian, lokasi, subyek, serta teknik pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami fenomena komunikasi terapeutik dalam konteks rumah sakit.
3.1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dipilih untuk mengeksplorasi pengalaman komunikasi terapeutik antara dokter, paramedis, dan pasien. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali data yang mendalam dan memahami konteks sosial yang mempengaruhi komunikasi.
3.2. Teknik Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik ini dirancang untuk mendapatkan informasi yang komprehensif tentang praktik komunikasi terapeutik di rumah sakit yang diteliti.
3.3. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses analisis ini penting untuk mengidentifikasi pola dan tema dalam komunikasi terapeutik.
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian menyajikan temuan utama mengenai bentuk-bentuk komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh dokter dan paramedis. Pembahasan mencakup analisis mendalam tentang bagaimana komunikasi ini mempengaruhi kepuasan pasien dan penerapan prinsip komunikasi Islam dalam praktik.
4.1. Deskripsi Rumah Sakit Bernuansa Islami Yang Diteliti
Deskripsi mencakup informasi tentang rumah sakit yang menjadi lokasi penelitian, termasuk layanan yang ditawarkan dan karakteristik pasien. Ini memberikan konteks yang penting untuk memahami dinamika komunikasi terapeutik di masing-masing rumah sakit.
4.2. Temuan Utama Penelitian
Temuan utama menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh dokter dan paramedis belum optimal. Meskipun ada upaya untuk menerapkan prinsip komunikasi Islam, masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan yang mempengaruhi kepuasan pasien.
4.3. Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan mendalam tentang bagaimana hasil penelitian berkaitan dengan teori yang ada. Ini mencakup analisis tentang tantangan yang dihadapi dalam komunikasi terapeutik dan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan.
V. SIMPULAN DAN SARAN
Bagian ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi untuk praktik komunikasi terapeutik yang lebih baik di rumah sakit. Saran juga mencakup perlunya pelatihan untuk dokter dan paramedis dalam menerapkan prinsip komunikasi Islam.
5.1. Simpulan
Simpulan menyatakan bahwa komunikasi terapeutik yang baik sangat penting untuk kepuasan pasien. Penelitian menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam pelayanan kesehatan.
5.2. Saran
Saran mencakup perlunya pelatihan dan pengembangan keterampilan komunikasi untuk dokter dan paramedis, serta pentingnya penerapan prinsip komunikasi Islam dalam praktik sehari-hari untuk meningkatkan kepuasan pasien.