SALINAN
P R E S I D E NR E P U B L I K I N D O N E S I A
PERATURAN
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR
48 TAHUN 2O1O
TENTANG
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG
BERI,AKU PADA BADAN PENGAWAS
OBAT DAN MAKANAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Mengingat
Menimbang
: a. bahwa dengan adanya penyesuaian jenis dan tarif atas jenis
Penerimaan Negara Bukan pajak yang berlaku pada gaaan
Pengawas obat dan Makanan sebagaimana telah diatur
dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2001 tentang
Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan pajak yan;
Berlaku pada Badan pengarvas Obat dan Makan;,
i.rf,
mengatur kembali jenis dan tarif atas jenis penerima.an
Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan pengavras
Obat dan Makanan;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan pasal 2
ayat (2) dan ayat (3) serta pasal S ayat (2) Undang-Unclzurg
Nomor 20 Tahurr lggr tentang penerimaan Negarla Bukarr
Pajak, perlu menetapkan peraturan pemeriniah tentang
Jenis dan Tarif atas Jenis penerimaan Negara Bukan pajaf
yang Berlaku pada Badan pengawas Obat dan Makanan;
,
1. Pasal 5 ayat (2) undang-unclang Dasar Negar.a Repurblik
Indonesia Tahun 1945;
2. undang-undang Nomor 20 Tahun Lggr tentang penerimaan
Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Repuulik Indonesia
Tahun
L997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3682);
P R E S I D E N
R E P U E L I K I N D O N E S I A
2
-3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tah:un 1997 tentang Jenis
dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran
Negara Republik
Indonesia Tahun
1997 Nomor 57,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3694)
sebagaimana
telah
diubah
dengan
Peraturan
Pemerintah Nomor 52 Tahun 1998 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Talrun 1997 tentang Jenis
dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun
1998 Nomor 85,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3760);
MEMUTUSKAN:
MCNetapKAn : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU
PADA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN.
Pasal 1
(1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pacia
Badan Pengawas Obat dan Makanan meliputi penerimaan
dari:
a. Jasa Pendaftaran dan Evaluasi;
b. Jasa Inspeksi Sarana Produksi Produk Impor;
c. Jasa Sertifikasi;
d.
'
Jasa Pengujian;
e. Jasa Kalibrasi;
f. Jasa Pelatihan Laboratorium;
g. Jasa Uji Profisiensi;
h. Penjualan Baku Pembanding dan Hewan Uji; dan
i.
Kerjasama Penelitian di Bidang Obat dan Makanan
dengan pihak lain.
(2\ Jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak
yang berlaku pada Badan Pengawas Obat dan Makanan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sampai
dengan huruf h adalah sebagaimana ditetapkan dalam
Lampiran Peraturan Pemerintah ini.
(3) Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang
Berlaku pada Badan Pengawas Obat dan Makanan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf i adalah
sebesar nilai nominal yang tercantum dalam kontrak
kerja sarna.
'd?z'i'lz-r-11'
W
t ] R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A( 1 )
(2)
3
-Pasal 2
Jenis
Penerimaan
Negara Bukan
Pajak
sebagaimana
dimaksud
dalam Pasal 1 mempunyai tarif dalam bentuk
satuan rupiah.
Pasal 3
Tarif atas Jasa Inspeksi Sarana Produksi Produk Impor
dan Jasa Kalibrasi berupa kalibrasi in-situ sebagaimana
dimaksud
dalam Larrrpiran Peraturan
Pemerintah ini
tidak
termasuk
biaya transportasi,
akomodasi, dan
konsumsi.
Biaya
transportasi,
akomodasi,
dan
konsumsi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan kepada
wajib bayar.
Pasal 4
Jasa Pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1)
huruf d yang berkaitan dengan kejadian luar biasa atau
bencana dikenakan tarif sebesar RpO,00 (nol rupiah).
Pasal 5
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak yang'berlaku pada
Badan Pengawas Obat dan Makanan wajib disetor langsung
secepatnya ke Kas Negara.
Pasal 6
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2001 tentang Tarif atas Jenis
Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan
Pengawas Obat dan Makanan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2OOI Nomor 35, Tambahan Lembaran
Negara Republik
Indonesia Nomor 4087) dicabut
dan
dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 7
Peraturan
Pemerintah
ini
mulai
berlaku
pada tanggal
diundangkan.
",44$\\r..
-l$23-.-- €-\nlW
r J R E S I D E N R E P U t s L I K I N D O N E S I A4
-Agar
setiap
orang
mengetahuinya,
memerintahkan
pJngundangan
Peraturan
Pemerintah
ini
dengan
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 25 Mei 2010
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 25 Mei 2OIO
N{ENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
Salinan sesuai dengan aslinYa
SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan
Bidang Perekonomian dan Industri,
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
PATRIALIS AKBAR
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2O1O NOMOR 67
P R E S I D E N
R E P U B L I K I N D O N E S I A
PENJELASAN
ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 48 TAHUN 2O1O
TENTANG
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG
BERLAKU PADA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
I. UMUM
Dalam rangka mengoptimalkan
Penerimaan Negara Bukan Pajak gurra
menunjang pembangunan nasional, Penerimaan Negara Bukan Pajak pada
Badan Pengawas Obat dan Makanan
sebagai salah satu sumber
penerimaan negara perlu dikelola dan dimanfaatkan untuk peningkatan
pelayanan kepada masyarakat.
Badan Pengawas Obat dan Makanan telah memiliki
tarif atas jenis
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2OOL tentang Tarif atas Jenis Penerimaan
Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengawas Obat dan
Makanan. Dengan adanya jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang baru
dan perubahan tarif, perlu mengatur kembali jenis dan tarif atas jenis
Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Pengawas Obat
dan Makanan dengan Peraturan Pemerintah.
II. PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Cukup jelas.
Pasal 2
Cukup jelas.
Pasal 3
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan "Kalibrasi in-siht" adalah kalibrasi yang
dilakukan di tempat peralatan tersebut berada.
P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A
2
-Ayat (2)
Cukup Jelas.
'
Pasal 4
Yang dimaksud dengan "kejadian luar biasa atau bencana" adalah yang
sesuai dengan ketentuan peratrrran penrndang-undangan.
Pasal 5
Cukup jelas.
Pasal 6
Cukup jelas.
Pasal 7
Cukup jelas.
P R E S I D E N
R E F U B L I K I N D O N E S I A
LAMPIRAN
PERATURAN PEMERiNTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2OIO
TANGGAL 25 MEI 2OLO
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
YANG BERLAKU PADA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
I. JASA PENDAFTARAN DAN EVALUASI
1. Obat dengan zat aJdif baru, produk biologi, kombinasi baru.
Obat baru atau produk biologi yang sudah terdaftar dengan indikasi dan/atau posologi baru,bentuk sediaan baru, cara pemberian baru, dan kekuatan baru.
Obat baru atau produk biologi dengan
kekuatan, bentuk sediaan, besar dan jenis kemasan lain yang didaftarkan bersamaan dengan nomor 1 atau 2.
Obat copy dengan nama dagang.
Obat copy dengan narna dagang yang
memerlukan uji klinik (termasuk uji
bioekivalensi).
Obat copy dengan nama generik.
Obat copy dengan nama generik yang
memerlukan uji klinik (termasuk uji
bioekivalensi).
Obat dengan bentuk sediaan baru atau
kekuatan baru. yang tidak memerlukan
evaluasi data uji klinik.
Perubahan mutu dan/atau penandaan yang
mempengaruhi aspek khasiat-keamanan
dan memerlukan data uji ktinik.
Obai dengan perubahan pendaftar/
produsen dan perubahan komposisi.
Per Item
Rp 7.500.000,00
2 .
3 .
9 .1 0 .
Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per ItemRp 30.000.000,0O
Rp 20.000.000,00
Rp 7.500.000,00
R p 1 2 . 5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp 2.000.000,00
Rp 7.000.000,00
Per ItemRp 7.500.000,00
Per ItemR p 1 2 . 5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
R p 7 . 5 0 0 " 0 0 0 , 0 0
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK I SETUEN
Per Item
W
P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A 1 1 .1 2 .
2
-Variasi yang memerlukan evaluasi aspek
mutu dan/atau penandaan yang
mempengaruhi aspek khasiat-keamanan
yang tidak memerlukan evaluasi data uji klinik.
Variasi yang memerlukan evaluasi mutu
dan/atau penandaan yarrg tidak
mempengaruhi aspek keamanan; variasi
ukuran kemasan; perubahan desain
kemasan.
13. Evaluasi permohonan obat pengembangan baru.
14. Evaluasi permohonan uji klinik.
15. Evaluasi permohonan uji bioekivalensi. 16. Evaluasi Iklan Obat.
17. Pra registrasi.
18. Registrasi ulang (setiap 5 tahun).
19. Registrasi ulang obat generik
20.
(setiap 5 tahun).
Obat tradisional baru, Obat tradisional
dengan bentuk sediaan baru, indikasi baru posologi dan dosis baru, yang mengandung simplisia bukan dari tanaman Indonesia.
Obat tradisional baru, obat tradisional
dengan indikasi baru, bentuk sediaan baru, posologi dan dosis baru, yang mengandung simplisia dari tanaman Indonesia, dalam bentuk sediaan:
pil, tablet, kapsul, cream, gel, salep, supossitoria, cairan obat dalam.
rajangan, serbuk, parem, pilis, dodol, tapel, cairan obat luar.
22. Produk fitofarmaka. 23. Obat herbal terstandar.
24. Evaluasi dokumen uji pra klinik 25. Evaluasi dokumen uji klinik.
Per Item
Rp 2.O00.000,00
Per Item R p 1 . O 0 0 . 0 O 0 , 0 0
Per Item
P.p 10 000.000,00
2 r .
Per Item Per Item Per Versi Per
Iklan Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per ltem Per Item Per Item Per Item
Rp 5.000.000,00
Rp 2.500.000,O0
Rp
100.000,00
Rp 1.000.000,00
Rp 5.000.000,00
R p 1 . 0 0 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp 3.O0O.OO0,O0 Rp200.000,oo
100.000,o0
RpR p 6 . 0 0 0 . 0 0 0 , 0 0
R p 3 . 0 0 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp 1.5OO.0OO,O0
Rp 3.000.000,00
a. b .JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
llritzlz.S-s!l\ ^ P - t . t z \ r L l$,t_f _\.rl
W
P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A2 6 .
2 7 .
28.
2 9 .
3
-Suplemen Makanan baru, suplemen
makanan dengan indikasi baru, bentuk
sediaan banr, posologi dan dosis baru.
Obat Kuasi baru, obat kuasi dengan
indikasi baru, bentuk sediaan baru.
posologi dan dosis baru:
a. dengan bahan aktif seperti menthol,
camphor, methyl salisilat dan
sejenisnya.
b. dengan bahan aktif selain menthol,
camphor, methyl salisilat dan
sejenisnya.
Pra registrasi Obat tradisional, obat herbal
terstandar, fitofarmaka, suplemen
makanan, dan obat kuasi.
Pendaftaran ulang, pendaftaran khusus
untuk ekspor:
a. Obat Tradisional yang mengandung
simplisia dari tanaman Indonesia dalam bentuk sediaan:
1) rqjangan, serbuk, parem, pilis, dodol, tapel, cairan obat luar.
2l pil, tablet, kapsul, cream, gel, salep, suppositoria, cairan obat dalam.
b. Obat tradisional yang mengandung
simplisia yang bukan tanaman
Indonesia.
Suplemen Makanan.
Obat kuasi dengan batran aktif seperti menthol, camphor, methyl salisilat dan sejenisnya.
Obat kuasi dengan bahan aktif selain
menthol, camphor, methyl salisilat dan sejenisnya.
Obat herbal terstandar. Fitofarmaka. Per Item
Rp 10.000.000,00
Per ItemRp
200.000,00
Per ItemRp 3.000.000,00
Per Item50.000,00
Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item5 0 . 0 0 0 , 0 0
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp 2.500.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp
100.000.00
Rp 1.500.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp
Rp
e . Per Item Rp 2.5OO.OOO,OO
f. g.
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
W
3 0 .
Pendaftaran variasi penambahan rasa,warna, jenis kemasan, perubahan
komposisi/formula:
a. Obat Tradisional yang mengandung
simplisia dari tanaman Indonesia dalam bentuk sediaan:
1) rajangan, serbuk, parem, pilis, dodol, tapel, cairan obat luar.
2) pil, tablet, kapsul, cream, gel, salep, suppositoria, cairan obat dalam.
b. Obat Tradisional yang mengandung
simplisia bukan dari tanaman
Suplemen Makanan.
Obat kuasi dengan bahan
menthol, camphor, methyl
P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A aktif seperti salisilat dan aktif selain salisilat dan TARIF
5 0 . 0 0 0 , 0 0
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp 2.500.000,00 Rp 5.O0O.OO0,OO Rp 1O0.00O,0ORp 2.500.000,00
R p 1 . 5 O 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp 3.000.000,00
Rp
100.000,00
SATUAN
Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item RpRp
e. Obat kuasi dengan bahan
mentJrol, camphor, methyl sejenisnya.
f. Obat herbal terstandar. g. Fitofarmaka.
31. Perubahan klaim pada. penandaan yang
tidak mempengaruhi aspek khasiat dan
keamanan.
32. Perubahan klaim pada penandaan yang
mempengaruhi aspek khasiat dan
keamanan.
33. Perubahan nama pabrik atau narna
pemberi lisensi dengan perubahan status
a. Obat tradisional yg mengandung
simplisia dari tanaman Indonesia dalam bentuk sediaan:
1) rajangan, serbuk, parem,
dodol, tapel, cairan obat luar.
Per Item
Rp
200.000,00
piles, I
Per Item
I np
50.000,tJ0
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
,/rttz+'\\ ^lt; > .> z :- !L ^fi {r.-.---\]l\
$r*v
- \ r l - \ \ , - t l v r - z * r l - a ] ' a - - \ P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A5
-2\ pil, tablet, kapsul, cream, gel, salep, suppositoria, cairan obat dalam. Obat Tradisional
simplisia bukan
Indonesia.
Suplemen Makanan. Obat kuasi dengan menthol, camphor, sejenisnya.
Obat kuasi dengan mentJrol, camphor, sejenisnya.
Perubahan narna importir, dengan
perubahan status kepemilikan.
Evaluasi Iklan obat tradisional, obat herbal
terstandar, fitofarmaka, suplemen
makanan, dan obat kuasi.
36. Iftim, emulsi, cair, cairan kental, gel,
minyak untuk kulit (wajah, tangan, kaki
3 7 .
dan lain-lain).
(Creams, errutlsion, lotions, gels and oils for the skin (hands, face, feet, etc)).
Masker wajah (kecuali produk peeling/
pengelupas kulit secara kimiawi).
(Face mask utith the exception of chemical peeling products).
Alas bedak (cairan kental, pasta, serbuk). (Tinted bases liquids, pastes, potuders).
Bedak untuk rias wajah, bedak badan,
bedak antiseptik dan lain-lain.
(Make-up powders, afier bath powders,
hg genic potu ders, etc.).
40. Sabun mandi, sabun mandi antiseptik dan lain-lain.
(Toilet soaps, deodorant soaps, etc.).
Per Item
Rp 2.500.000,00
b . yang mengandung
da-ri tanaman
bahan aktif seperti methyl salisilat dan bahan aktif selain methyl salisilat dan
Per Item Per Item
Per Item Per Item
Per Item Per Versi Per
Media Per Item Per Item Per Item Rp 1OO.O00,OO
Rp 2.5OO.O0O,OO
Rp 2.500.000,00
Rp
100.000,00
Rp 2.500.000,00
Rp
100.000,00
Rp
500.000,00
Rp
400.000,00
Rp
400.000,00
c . d . e .3 4 .
3 5 .
3 8 .
3 9 .
Per ItemRp
500.000,00
Rp
400.000,00
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
Per Item
^dK.-l-l\\*
^t%-s'l-"-I$^
W
P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A- 6
41. Parfum, toiiet waters dan eau de Cologne. (Perfumes, toilet utqters qnd eau de cologne).
4 2 .
Sediaan mandi (garam mandi, busa mandi, minyak, gel dan lain-lain).(Bath and shotuer preparations (saks, foams, oils, gels, etc.)).
Sediaan depilatori (Depilatories).
Deodoran dan anti-perspirant. (Deodorants qnd anti-perspirants). Sediaan rambut.
(Hair care product).
Sediaan cukur (}<rim, busa, cair, cairan
kental, dan lain-lain).
(Shaving products (creams, foam, lation,
etc)).
Sediaan rias mata dan sediaan rias w4jah. (Make up product for ege and make up product).
Sediaan pembersih rias wajah dan mata. (Product for remouing from the face and the egesl.
Sediaan perawatan dan rias bibir.
(Products intended for application to the lips). Sediaan perawatan glgl dan mulut.
(Products for care teeth and the mouth). Sediaan untuk perawatan dan rias kuku. (Productsfor nail mre and make-up).
Sediaan untuk organ kewanitaan bagian
luar.
(Products erternal intimate hg giene ). Sediaan mandi surya dan tabir surya. ( Sunb athing pro ducts ).
4 3 .
4 4 . 4 7 . Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per ItemRp
Rp
Rp
Rp
5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
400.000,00
500.000,o0
400.000,00
Rp
500.000,00
Rp 4O0.OO0,OO Rp 40O.O0O,OO Rp 500.OOO,OO4 0 0 . 0 0 0 , 0 0
500.000,oo
400.000,00
4 0 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp
500.000,00
4 5 .
4 6 . 5 0 .5 1 .
5 3 .
48. 4 9 .5 2 .
Rp
RpRp
Rp JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAKPer Itern
W
F R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A54.
5 5 .7
-Sediaan untuk menggelapkan kulit tanpa berjemur.
(Products for tanning uithout sun). Sediaan pencerah kulit.
( Skin-u hit e ning p r o du ct s ). Sediaan anti-wrinkle. (Anti-w rinkl e p r o du ct s ) . Pendaftaran ulang kosmetik.
Per Item
Rp
500.000,00
5 6 .
5 7 .
5 8 .
Per Item Per Item Per Item Per Item RpRp
Rp
Rp
500.o00,00
500.000,00
4 0 0 . 0 0 0 , 0 0
300.000,00
Kosmetik yang sudah terdaftar,
perubahan nama dan/atau
produsen dan pemberi lisensi,
perubahan status kepemilikan" Kosmetik yang sudah terdaftar,
perubatran narna dan/atau
distributor dengan perubahan
Per Item
Rp
300.000,00
Per Item
Rp
400.000,00
Per Item Rp 1OO.OOO,O0
Per Item
Rp
400.000,00
Per Surat
Rp
1 0 0 . 0 0 0 , o 0
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
Per Surat Rp
Per Item Rp 3.00O.O0O,OO
dengan alamat dengan dengan alamat status 5 9 .
6 0 .
6 1 . kepemilikan.Variasi yang memerlukan evaluasi
penandaan yang mempengaruhi aspek
manfaat keamanan
Variasi yang memerlukan evaluasi
penandaan yang tidak mempengaruhi
aspek manfaat keamanan.
Perubahan formula atau komposisi
termasuk persentase bahan bermanfaat
sejenis dan bahan tambahan tanpa
merubah spesifikasi produk.
Perubahan narna produsen tanpa
perubahan status kepemilikan.
64. Perubahan nama
distributor tanpa
kepemilikan.
65. Produk pangan khusus dan olahan tertentu termasuk pangan berklaim, pangan dengan target konsumen khusus bayi dan balita, penderita penyakit tertentu, ibu hamil dan menyusui serta pangan diet khusus.
6 2 .
6 3 .
dan/atau alamat
perubahan status
JENIS PENEzuMAAN
NEGARA BUKAN PAJAK
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK ! SATUAN F R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A 6 6 . 6 7 .
8
-6 9 .Produk susu dan hasil olahannya.
Produk susu fermentasi, susu pasteurisasi, es krim.
Produk daging, unggas dan hasil
olahannya.
Produk pangan berasam rendah dalam
kaleng, buah/sayur dan hasil olahannya
dalam kaleng.
Produk pangan hasil rekayasa genetik,
iradiasi dan pangan organik. Minuman beralkohol.
Minuman ringan, minuman serbuk, sirup. 73. Coldat bubuk, coklat instan, coklat padat,
selai/jam dan sejenisnya.
Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Surat Per Item TARIF
7 5 0 . 0 0 0 , 0 0
5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
500.000,00
Rp 1.000.000,00
Rp 2.000.000,00
3 , 0 0 0 . 0 0 0 , 0 0
3 0 0 . 0 0 0 , 0 0
500.000,00
5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
500.000,o0
300.000,oo
300.o00,o0
Rp
200.000,00
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0 1 0 0 . o o o , 0 0Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
68.7 0 .
7 r .
7 2 .
7 4 . 7 5 . 7 6 . 7 7 . 7 8 . 7 9 .Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Tepung terigu.
Hasil olatran tepung terigu.
Tepung beras, tepung ketan, tepung jagung dan tepung lainnya selain tepung terigu, kelapa, buah, saJrur, gula, minyak, lemak, dan hasil olahannya.
Madu, kopi, teh, garam,rempah-rempah, bumbu, saos, kecap, kacang-kacangan, bdi-bijian, bahan tambahan pangan, agar-agar serbuk dan oat.
Evaluasi perubahan produk:
a. Perubahan narna dan/atau alamat
perusalraan/ importir/ distributor.
b. Perubahan n€una dagang, perubahan desain kemasan, perubahan danlatau
penambahan isi/berat bersih,
perubahan untuk kepentingan promosi
dalam waktu tertentu dan lain-lain
perubahan sejenisnya.
Rp Rp
/rrttz4-..'s\r lt"r aJl-\j\h,
.$ .\Y,
\K1*fl\,,6ry
-.I{\-rr-.St? I s T Q F : S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A9
-c. Perubatran produk berupa perubahan
komposisi, pencantuman dan/atau
perubahan informasi nilai gtzi,
perubahan dan/ atau penambahan klaim dan lain-lain perubahan sejenis untuk: 1) Produk pangan khusus dan olahan
tertentu termasuk pangan berklaim, pangan dengan target konsumen khusus bayi dan balita, penderita penyakit tertentu, ibu hamil dan
menyusui serta pangan diet
khusus.
2l Produk susu dan hasil olahannya.
3) Produk susu fermentasi, susu
pasteurisasi, es Krim.
4) Froduk daging, unggas, dan hasil
olahannya.
5) Produk pangan berasam rendah
dalam kaleng, buah/sayur dan hasil olahannya dalam kaleng.
6) Produk pangan hasil rekayasa
genetik, iradiasi dan pangan
organik.
7) Minuman beralkohol.
8) Minuman ringan, minuman serbuk,
sirup.
Coklat bubuk, coklat instan, coklat padat, selai/jam dan sejenisnya. Air Minum Da-lam Kemasan (AMDK). Tepung terigu.
Hasil olahan tepung terigu.
Tepung beras, tepung ketan, tepung jagung, dan tepung lainnya selain tepung terigu, kelapa, buah, saJrur,
gula, minyak, lemak, dan hasil
olahannva. Per Item
Rp 1.500.000,00
Per Itern Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Itern Per ItemRp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
400.000,00
300.t,00,00
300.0cj0,c0
500.000.00
Rp 1.000.000,00
Rp1 . 5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 5 0 . 0 C 0 , 0 C
2 5 0 . 0 0 0 , 0 0
2 5 0 . 0 0 0 , 0 0
2 5 0 . 0 0 0 , 0 0
1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
e)
1 0 )
1 1 )
t2)
1 3 )
Rp
Rp
Rp
Rp
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUIGN PAJAK
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
P R E S I D E N
R E P U B L I K I N D O N E S I A
80.
1 0
-14) Madu, kopi, teh, garam,
rempah-rempah, bumbu, saos, kecap,
kacang-kacangan, biji-bijian, bahan
tambahan p€rngan, aga-r-agar
serbuk dan oat. Pendaftaran Ulang:
a. Produk pangan khusus dan olahan
tertentu termasuk pangan berklaim,
pangan dengan target konsumen khusus
bayr dan balita, penderita penyakit
tertentu, ibu hamil dan menyusui serta pangan diet khusus.
b. Produk susu dan hasil olahannya.
c. Produk susu fermentasi, susu
pasteurisasi, es krim.
d. Produk daging, unggas, dan hasil
olahannya.
Produk pangan berasam rendah dalam kaleng, buah/sayur dan hasil olahannya dalam kaleng.
Produk pangan hasil rekayasa genetik, iradiasi dan pangan organik.
Minuman beralkohol.
Minuman ringan, minuman serbuk,
sirup.
i. Coklat bubuk, coldat instan, coklat
padat, selai/jam dan sejenisnya. j. Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
k. Tepung terigu.
l. Hasil olahan tepung terigu.
m. Tepung beras, tepung ketan, tepung
jagung, dan tepung lainnya selain
tepung terigu, kelapa, buah, sa5rur, gula, minyak, lemak, dan hasil olahannya.
n. Madu, kopi. teh, gararn,
rempah-rempah, bumbu, saos, kecap,
kacang-kacangan, biji-bijian, bahan tambahan
pangan, agar-agar serbuk dan oat.
TARIIT
Per Item Rp 1OO.0O0,OO
Per Item
Rp 2.5oo.ooo,oo
Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item Per Item
Rp
Rp RpRp
Rp
600.000,00
400.000,00
400.000,00
Rp
800.00Cr,00
R p 1 . 5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp
2 . 5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
200.000,00
400.000,00
400.000.00
400.000,o0
1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
200.ooo,oo
e . g. h .Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
150.000,00
Per Item II. JASA1 1
-JASA INSPEKSI SARANA PRODUKSI PRODUK IMPOR
1. Evaluasi Dokumen Pra Inspeksi. 2. Audit Sarana.
3. Evaluasi Dokumen Hasil Inspeksi Luar
Negeri
M. JASA SERTIFIKASI
1. Sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik
(cPoB):
a. Baru.
1) Nama perusahaan, narna alamat.
2) Fasilitas produksi non steril yang
sudah ada.
3) Fasilitas produksi steril yang sudah ada.
c. Persetujuan penggunaan
bersama (Obat Tradisional,
Makanan).
d. Perpanjangan sertifikat CPOB tahun).
Sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik
(cDoB):
a. Pedagang Besar Farmasi (PBF): 1) Vaksin dan produk biologi lainnya.
'/,'tu {\\ -rl"t?3r-'r:\,
W
P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I Afasilitas
Kosmetik,
(setiap 5
Per Item Per Orang Per Hari Per Item Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan7 . 5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
10.000.000,00
5.000.000,00
Rp 20.000.000,00
Rp
500.000,00
Rp 2.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp
Rp
Rp
b .Rp 2.000.000,00
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUI(AN PAJAK
2 .
Per Sertifikat
{K-r},
ffi
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
P R E S I D E N
R E P U B L I K I N D O N E S I A
t 2
-2) Narkotika. 3) Obat lainnya.
b. Pedagang Besar Bahan Baku Farmasi
(PBBBF)/ Pedagang Besar Farmasi
Penyalur Bahan Baku Obat (PBF PBBO). c. Perubahan (nama perusahaan, alamat,
gudang, penambahan kantor).
d. Perpanjangan sertifikat CDOB (setiap 5 tahun).
Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB):
a. Industri Obat Tradisional: 1) Baru.
2l Perubahan nama perusahaan tanpa
perubahan kepemilikan.
3) Perpanjangan sertifikasi per 5 tahun
b. Industri Bahan
Ekstrak:
1) Baru.
Baku Obat Tradisional/
2l Perubahan nama perusahaan tanpa
perubahan kepemilikan.
3) Perpanjangan sertifikasi per 5 tahun.
c. Industri Kecil Obat Tradisional: 1) Baru. Per Sertifikat Per Sertifikat Per Sertifikat
Per Sertifikat
Per Sertifikat
Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk SediaanPer Sertifikat
Per Bentuk
Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan1 . 5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 . 0 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1.O00.ooo,oo
500.000,00
500.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp
500.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp 5.000.OOO,OORp
500.000,00
Rp 3.OOO.OOO,OO Rp 1.OO0.OOO,OORp
Rp
Rp
Rp
Rp
2) Perubahan,4rz{'s\ .rf"ik'z]l\.
$'.*v
I I l l - - / j v r t o-9\-P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A 4 .1 3
-2) Perubahan nama perusahaan tanpa
perubahan kepemilikan.
3) Perpanjangan sertifikasi per 5 tahun.
Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik:
a. Industri Kosmetik: 1) Baru.
2l Perubahan nama perusahaan tanpa
perubahan kepemilikan.
3) Perpanjangan sertifikasi per 5 tahun.
b. Industri Menengah Kosmetik: 1) Baru.
2l Perubahan nama perusahaan tanpa
perubahan kepemilikan.
3) Perpanjangan sertifikasi per 5 tahun.
c. Industri Kecil Kosmetik: 1) Baru. 2l Perubahan perubahan nama perusahaan kepemilikan. Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertifikat Per Bentuk Sediaan Per Sertilikat Per Bentuk Sediaan Per Sertilikat Per Bentuk Sediaan
Rp
100.000,00
Rp
500.000,00
Rp 10.000.000,00
Rp 1.0O0.0OO,OORp 5.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp
500.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp 1.O00.00O,OO Rp 100.OOO,OOJENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
tanpa
. /rrl7 i-\L.! ^14 >->>\'ri\ ^f*t a|- -. --\nl
W
P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I AL 4
-3) Perpanjangan sertilikasi per 5 tatrun.
5. Sertifikat Cara Pembuatan Pangan yang Baik: a. Industri besar:
1) Baru.
2l Perubahan nama perusahaan tanpa perubahan kepemilikan.
3) Perpanjangan sertifikat per 5 tahun.
b. Industri menengah: 1) Baru.
2) Perubahan nama perusahaan tanpa perubahan kepemilikan.
3) Perpanjangan sertifikat per 5 tahun.
c. Industri kecil: 1) Baru.
2) Perubahan nama perusahaan tanpa perubatran kepemilikan.
3) Perpanjangan sertifikat per 5 tahun
6. Surat persetujuan pendaftaran produsen
bahan tambahan pangan.
7. Sertifikasi Ekspor dan Impor:
a. Surat Keterangan Impor:
1) Bahan baku.
Per Sertifikat
Per Bentuk
Sediaan
Per Jenis Pangan Per Jenis Pangan Per Jenis Pangan Per Jenis Pangan Per Jenis Pangarr Per Jenis Pangan Per Jenis Pangan Per Jenis Pangan Per Jenis Pangan Per Surat Per Item ProdukRp
500.000,00
Rp 1O.O00.OOO,0O
Rp 2.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp 1.000.000,00
Rp 3.000.000,00
1 . 0 0 0 . 0 0 0 , 0 0
200.000,00
500.000,00
100.000,00
50.000,00
Rp
Rp
Rp
Rp
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK F R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A
1 5
-2l Produk Pangan. 3) Bahan tambahan.Surat Keterangan Ekspor.
(Certificate of free Sale, Certifi.cate
Phnrmaceutical Produd, health certifi.cate). Surat keterangan penerapan CPOB. Surat keterangan HS (Hygiene Sanitasfl.
JASA PENGUJIAN 1. Uji Fisika:
a. Tablet, Kapsul, Pil: 1) Uji organoleptik. 2l Uji kekerasan. 3) Uji keregasan.
4l Uji waktu hancur tablet/kaplet/
kapsul/pil.
Uji waktu hancur tabtet/kapletl
kapsul/pil salut enteric. Uji disolusi.
7l Uji keseragarnan bobot, b. Serbuk/Padat: 1) Uji organoleptik. 2l Uji makroskopik.
of
Per Item Produk Per Item Produk Per Item Produk Per Surat Per Sertifikat Per Jenis Pangan Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Tahap Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian50.000,00
50.000,00
50.000,00
100.000,00
100.000,00
30.000,00
60.000,00
60.000,c\0
130.000,00
250.000,00
Rp
Rp
Rp
c . d .IV.
Rp
F.p
Rp
Rp
Rp
s)
6)Rp
25Q.000,00
Rp 60.O0O,OC30.000,00
30.000,00
Rp
Rp
3 ) L I j i ."c,rr';:>>ir\L nt|ri_l$-.---NtI
W
P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A3)
4\
s)
6)7l
8)e)
10)
1 1 )
L2)
1 6
-Uji mikroskopik.Uji keseragarnan bobot. Uji zat larut dalam air.
Uji zat larut dalam pelarut organik (eter, kloroform, dan lain-lain).
Uji daya serap.
Uji kesempurnaan melarut. Uji kadar air secara destilasi. Uji kadar air secara titrasi.
Gravimetri (termasuk penetapan
susut pengeringan).
Destruksi kering (kadar abu/sisa
Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian
60.000,00
60.000,00
2 0 . 0 0 0 , 0 0
60.000,00
60.000,00
50.000,00
60.000,00
250.000,00
100.000,00
1 5 0 . 0 0 0 . 0 0
200.000.00
300.000,00
350.000,00
60.ooo,o0
1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
100.ooo,oo
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
pemuaran,.13) Destruksi basah (kadar abu/sisa
pemijaran).
Destruksi kering dengan microwave (kadar abu/sisa pemijaran).
Destruksi basah dengan microwave (kadar abu/sisa pemijaran).
Uji suhu lebur/jarak lebur dengan
pipa kapiler.
Uji suhu lebur/jarak lebur dengan
termal errtalizer (DSC). Uji rotasi optik.
Uji fluoresensi. L4)
ts)
1 6 ) 17) 18)1e)
Rp
Rp
50.ooo,oo
I
I __tJENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
F R E S I D E N
R E P U B L I K I N D O N E S I A
t 7
-1) Uji bobot jenis.
2l Uji kekentalan.
3) Uji suhu beku.
4l Uji suhu lebur/jarak lebur dengan
pipa kapiler.
s)
6) 7) 8)e)
Uji suhu lebur/jarak lebur dengan
termal artalizer (DSC). Uji keseragaman bobot. Uji isi minimum.
Uji partikel logam (dalam salep
mata).
Uji bobot tuntas.
1) Uji bobot jenis.
2l Uji kejernihan larutan.
3) Uji volume terpindahkan.
4l Uji penetapan volume injeksi dalam
wadah.
5) Uji kekentalan (viskositas).
6) Uji osmosis cairan infus/injeksi. 7) Uji rotasi optik.
8) Uji indeks bias.
9) Uji pH dengan kertas lakmus/
indikator universal. Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian
30.000,00
100.000,00
6Cr.000,00
6 0 . 0 0 0 , 0 0
150.0O0,O0
6 0 . 0 0 0 , 0 0
1 5 0 . O 0 0 , 0 0
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
60.000,00
50.ooo,oo
50.ooo,oo
6 0 . 0 0 0 , 0 0
60.000,00
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
50.000,00
100.000,oo
30.ooo,oo
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per PengujianRp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
1 0 )
^/9.-9-\\x
^fi3'-.---\nIW
t r R E S I D E N R E F U B L I K I N D O N E S I A- 1 8
10) Uji pH dengan pH meter. 11) Uji jarak destilasi.
12) Uji partikel asing dalam injeksi. 13) Ekstraksi cair-cair, 2 komponen. 14) Ekstraksi cair-cair, 2 komponen
kali pengulangan.
15) Ekstraksi cair-cair, 3 komponen atau lebih.
Ekstraksi cair-cair, > 3 komponen, > 3 kali pengulangan.
Ekstraksi padat-cair (SPE).
Ekstraksi padat-cair
immunoaffi nitv coulumn.
dengan > 3 Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian
5 0 . 0 0 0 , 0 0
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
30.000.00
200.ooo,oo
600.ooo,oo
400.000,00
800.000,00
200.000,00
400.000,00
100.000,00
200.000,00
70.000,o0
100.000,00
75.000,O0
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
200.ooo,oo
1 . 0 0 0 . 0 0 0 , 0 0
500.000,00
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
1 6 )
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
L7l
1 8 )
Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujial Per Pengujian Per Senyawa Per Senyawa Per Senyawa Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian 19) Destilasi tunggal. 20) Destilasi bertingkat. 2. Uji Kimia: c . d . e f.Uji reaksi warna.
Reaksi hidrolisa dengan enzimatik. Reaksi hidrolisa dengan asam/basa. Uji batas logam berat.
Uji volumetri, kecuali argentometri. Uji volumetri argentometri.
Uji volumetri dengan potensiometer
(kecuali argentometri).
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK m. F R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A
1 9
-a.rgentometri denganUV-Vis
denganRp 1.500.000,00
Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Senyawa Per Senyawa Per Senyawa Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian200.000,00
250.000,00
300.000,00
250.000,00
300.000,00
300.000,oo
200.000,00
300.000,00
3 5 0 . 0 0 0 , 0 0
100.ooo,oo
1 5 0 . 0 0 0 , O O
300.000,0o
400.000,00
400.ooo,oo
500.000,00
600.000,00
700.000,00
900.000,00
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
RP
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
n . o .3 .
c , d . e . g . h . dengarr spektroj . u j i .
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
F R E S I D E N
R E P U B L I K I N D O N E S I A
20
1.
Uji kromatografi gas dengan spektro
massa/spektro massa.
Uji kromatograli gas dengan spektro
massa/ spektro massa diderivatisasi. Uji kromatografi cair.
Uji kromatografi cair dengan derivatisasi.
Uji kromatografi cair dengan spektro
massa.
Uji kromatograli cair dengan spektro
massa diderivatisasi.
Uji kromatografi cair dengan spektro
massa/spektro massa.
q. Uji kromatograli cair dengan spektro
massa/ spektro massa diderivatisasi. Uji kromatograJi caii permeasi gel.
Uji kromatograli cair dengan detektor
ELSD.
t. Uji elektroforesis.
u. Uji elektroforesis kapiler. v. Uji ELISA.
w. Uji dengan smoking machine. 4. Uji Kondom:
a. Uji daya letup.
b. IJji kebocoran kondom. Uji dimensi kondom.
Uji jumlah pelumas dalam kondom. k. Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian
TAzuF
Rp
900.OOO,OO
R p 1 . 1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp
500.000,00
Rp
600.000,00
R p 1 . 0 0 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp 1.2O0.0OO,OO Rp 1.3OO.OOO,00 m . n . o .p .
r .
s . Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per PengujianRp 1.500.000,00
600.ooo,oo
700.oo0,o0
Rp 1.00O.OO0,OO
Rp 1.500.000,00
Rp
700.000,00
Rp
500.000,00
Rp
Rp
c . dRp
Rp
Rp
iRp
250.000,00
250.000,00
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
e ,JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK F R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A e . f.
2 r
-Uji kerapatan kemasan. Uji identifikasi spermatosid. Uji penetapan kadar spermatosid.
Uji Mikrobiologi:
a. Potensi dan Sterilitas: 1) Uji efektivitas pengawet. 2) Uji koefisien fenol. 3) Uji potensi antibiotik.
4l Uji sterilitas cara penyaringan. 5) Uji sterilitas langsung.
b. Sampel Pangan:
1) Uji angka lempeng total pangan. 2) Uji angka kapang ktnmir pangan. 3) Uji angka coliform pangan.
4) Uji angka enterobacteriaceae pangan. 5) Uji angka enterococans pangan. 6l Uji staphylococcus aureus pangan.
7) Uji angka bakteri aerob mesofil
pembentuk spora dalam makanan dan minuman
8) Uji bacillus cereus pangan.
9) Uji clostridium perfnngens pangan. 10) Uji E. Colipangan. Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujiarr Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Fer Pengujian Per Pengujian
Rp
Rp
Rp
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
300.000,00
400.ooo,oo
Rp 1.OOO.OOO,O0
Rp
300.OOO,OO
Rp
750.000,00
Rp
300.000,00
Rp 1.000.000,00
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
200.ooo,oo
200.000,00
200.000,00
2 0 0 . 0 0 0 , 0 0
200.000,00
750.000,00
250.000,00
Rp
Rp
Rp
3 5 0 . 0 0 0 , 0 0
5 5 0 . 0 0 0 , 0 0
400.000,00
g.1 r ) u j i
./rry-9-:\\
r$?if- -- --\nlW
F ] R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I I \ 1 1 )r2l
1 3 )
2 2
-U ji enterob acter s alcazakii p angan. U ji listeria monocAtogenes pangan.
Uji MPN coliform. parLLgan I fecal coliform
pangan.
Uji MPN E. CoIi pangan. Uji salmonellapangan.
Uji staphglococcus aureus pangan. Uji staphglo cocans faecalis pangan. Uji uibrio cholerae pangan.
Uji uibio parahaemolytians pangan.
Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian
8 5 0 . 0 0 0 , 0 0
300.000,00
200.000,00
600.000,00
500.o00,00
550.O00,0o
2 5 0 . 0 0 0 , 0 0
350.000,00
350.000,00
3 0 0 . 0 0 0 , 0 0
300.ooo,oo
2 5 0 . 0 0 0 , 0 0
3 5 0 . 0 0 0 , 0 0
650.000,00
5 5 0 . 0 0 0 , 0 0
3 . 0 0 0 . 0 0 0 , 0 0
450.000,00
5 5 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
r4)
1s)
1 6 ) T7\ 18)1e)
c. Sampel Kosmetik:1) Uji angka lempeng total kosmetik. 2) Uji angka kapang khamir kosmetik. 3) Uji bacillus anthracis kosmetik. 4) Uji candidaalbicans kosmetik. 5) Uji clostidium perfringens kosmetik. 6) Uji clostidium tetani kosmetik. 7) Uji efektivitas pengawet kosmetik. 8) Uji pseudomonas aeruginosakosmetik. 9) Uji staphglococa)s aureus kosmetik.
d. Sampel Obat Tradisional:
1) Uji angka lempeng
tradisional.
Rp
250.000,00
Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per PengujianRp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK I SATUAN
total obat Per Pengujian
*9-K5,
tr'.*ig
i;i!t- --tj",2 t - \ F R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I I \2 3
-Uji angka kapang khamir obat
tradisional.
Uji bacillus anthracis obat tradisional.
Uji clostidium peffingens obat
tradisional.
Uji clo stridium tetani obat tradisional. Uji E. Coliobat tradisional.
Uji pseudomonas aeruginosa obat
tradisional.
tJ ji s almonela ob at tradisional.
Uji staphglococsts aureus obat
tradisional.
Uji Biotogi, Biokimia Klinik, Farmakologi: a. Uji potensi vaksin polio (1 bets).
b. Uji potensi dan stabilitas vaksin polio (l bets).
Rp
Rp
Rp
2)
3)
4)
Rp
Rp
Rp
Rp
s)
6)7l
8)e)
Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian250.000,00
6 5 0 . 0 0 0 , 0 0
500.000,00
500.000,o0
400.000,00
6 0 0 . 0 0 0 , 0 0
550.000,00
2 . 5 5 0 . 0 0 0 , 0 0
3 . 2 0 0 . o 0 0 , o 0
2 . 7 0 0 . 0 0 0 , 0 0
3 . 3 5 0 . 0 0 0 , 0 0
1 . 2 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 . 5 5 0 . 0 0 0 , 0 0
150.OOO,OO
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
4 . 3 5 0 . 0 0 0 , 0 0
3.400.ooo,oo
5 . 1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp
Rp
Rp
6 . Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian c . d .Uji potensi vaksin campak (1 bets). Uji potensi dan stabilitas vaksin campak. Uji potensi vaksin BCG.
Uji potensi dan stabilitas vaksin BCG. Uji opasitas vaksin BCG.
Uji identifikasi vaksin BCG. Uji potensi vaksin perfiisis. Uji potensi vaksin tetanus. Uji potensi vaksin difieri.
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
e . f. g . h . i . j . k.JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
P R E S I D E N
R E P U B L I K I N D O N E S I A
2 4
-Uji potensi vaksin rabies.
Uji potensi vaksin hepatitis B secara n. Uji potensi vaksin hepatitis B secara in
Uji potensi anti serum tetanus. Uji potensi anti serum difteri. Uji potensi vaksin influenza. Uji pirogenitas.
Uji iritasi kulit. Uji iritasi mata. Uji sensititasi. Uji toksisitas akut.
Uji toksisitas abnormal vaksin.
Uji toksisitas khas vaksin pertusis
(MwGr).
Uji toksisitas khas difteri tetanus. Uji toksisitas khas tetanus.
aa. Uji injeksi sistematik. bb. Uji endetoksin bakteri.
L
m
t n Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per Pengujian Per PengujianTAzuF
Rp 3.700.000,00
Rp 23.000.000,00
Rp 4.000.000,00
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
1 . 5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
2 . 8 0 0 . 0 0 0 , 0 0
i 6 . 4 0 0 . 0 0 0 , 0 0
2 . 4 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 . 7 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 . 6 0 0 . 0 0 0 , 0 0
6 . 7 0 0 . 0 0 0 , 0 0
2 . 3 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 . 1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
1 . 2 5 0 . 0 0 0 , 0 0
1 , 8 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 . 5 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 . 0 0 0 . 0 0 0 , 0 0
3 . 9 0 0 . 0 0 0 , 0 0
2 . 6 0 0 . 0 0 0 , 0 0
3.800.000,00
2 . 3 0 0 . 0 0 0 , 0 0
R p 1 . 5 5 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp
150.000,00
cc. dd. ee. ff.Uji mikrobakterium vaksin BCG. Uji iritasi mukosa vagina kelinci.
Pembacaan ulang preparat NVT (second reading) tipe 3.
Pembacaan ulang preparat NVT (second
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
reading) tipe 1 atau 2.
gg. Sertifikasi pelulusan produk vaksin (1 bets)
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
P R E S I D E N
R E P U B L I K I N D O N E S I A
2 5
-7. Uji Bioteknologi.
a. Uji identifikasi gen sisipan pada GMO.
b. Uji identifikasi DNA spesifik spesies
hewan.
c. Uji identifikasi DNA spesifik spesies
tanaman.
d. Uji identifikasi DNA spesifik spesies
bakteri. JASA KALIBRASI 1. Kalibrasi In-Situ. Autoclave tekanan. Autoclave temperatur. Disintegration tester.
Dissolution tester temperatur.
Dissolution tester kecepatan putaran
(rpm).
Inkubator 0-700C.
g. Laminar air flow cabinet hitung partikel. h. Laminar air flow cabinet kecepatan aliran
udara. Waterbath. Lemari asam. Oven 300-2500C. pH meter.
Pressure gauge O-2O Bar.
Spektrofotometer ketepatan fotometrik.
Spektrofotometer ketepatan panjang
gelombang.
Tanur {muffle furnance) 500- 1 1000C.
SATUAN Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Sampel Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Titik Ukur
Per Unit Per Unit Per Titik Ukur
Per Unit Per Titik Ukur
Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit TARIF
1.200.000,00
850.000,00
850.000,00
850.000,00
Rp
Rp
Rp
Rp
I . a. b . c . d . e . 1 . j . k. t . m . n . o .Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
150.000,00
1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
200.000,00
200.000,00
200.ooo,oo
250.000,00
250.000,00
250.000,00
200.000,00
250.OOO,OO
2 5 0 . 0 0 0 , 0 0
1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
200.ooo,oo
200.000,00
2 0 0 . 0 0 0 , 0 0
200.000,00
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
p .
q. Timbangan
..fqk>-\\\.
r[r4_;i\_ _. G_\rLW
F R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A2 6
-q. r. S . t . Timbangan analitik. Timbangan mikro. Timbangan semi-mikro. Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Unit Per Titik Ukur Per Titik UkurPer Unit Per Chanel Per Unit Per Orang Per Orang Per Orang Per Orang Per Orang Per Parameter Per Parameter Per Parameter Per Parameter
300.000,00
7 5 0 . 0 0 0 , 0 0
300.000,00
2 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
50.000,00
1 0 0 . 0 0 0 , 0 0
1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
3 5 0 . 0 0 0 , 0 0
300.000,00
1 5 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp 3.200.000,00
Rp 4.550.O0O,OORp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Timbangan presisi (top loading). 2. Alat Dikalibrasi di PPOMN:
a. Batu timbang E2. b. Batu timbang Fl. c. Alat gelas.
d. Pipet piston. e. Termohigrometer. f. Termokopel + rekorder.
g. Termometer cairan dalam gelas 250-1000C.
VI. JASA PELATIHAN LABORATORIUM
1. Pelatihan teknis analisis sediaan farmasi dan pangan secara mikrobiologi.
2. Pelatihan teknis analisis obat dan makanan dengan instrumen.
Pelatihan Good Laboratory Practice. Pelatihan jaminan mutu hasil pengujian.
Pelatihan pembuatan baku
laboratorium.
VII. JASA UJI PROFISIENSI
1. Mikrobiologi. 2. Kimia pangan. 3. Obat.
4. Narkotika dan psikotropika. J . 4 . 5 .
Rp
Rp
Rp
2 . 2 0 0 . 0 0 0 . 0 0
2 . 2 0 0 . 0 o 0 , 0 0
4 . 5 5 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp
Rp
Rp
Rp
500.000,00
300.000,00
3 0 0 . 0 0 0 , 0 0
300.000,00
JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
SATUAN
I
TAzuF
l' I P R E S I D E N R E P U B L I K I N D O N E S I A VIII.
2 7
-JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK
Bahan Kimia Obat dalam obat tradisional. Kosmetik.
PENJUALAN BAKU PEMBANDING DAN
HEWAN UJI
i. Baku Pembanding Dalam Rangka
Pengembangan:
a. Baku pembanding farmakope Indonesia. b. ASEAN Reference Standard (ARS).
2. Hewan Percobaan: a. Mencit.
b. Tikus. c. Marmut.
Salinan sesuai dengan aslinYa
SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan
Ri*al1g Perekonomian dan Industri,