BAB I PENDAHULUAN. komprehensif. Hal ini yang membuat proses mempelajari dan meneliti

Download (0)

Full text

(1)

1

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator untuk menentukan apakah sebuah daerah telah mengalami perbaikan pada aspek perekonomiannya atau stagnan dalam dinamika selama ini, bahkan bisa untuk mengetahui sebuah daerah mengalami sebuah dekadensi dalam hal perkembangan kesejahteraan daerahnya. Tidak mungkin sebuah daerah mampu mensejahterakan rakyatnya apabila daerah tersebut tidak mengalami sebuah pertumbuhan ekonomi yang komprehensif. Hal ini yang membuat proses mempelajari dan meneliti pertumbuhan ekonomi menjadi menarik.

Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila tingkat kegiatan ekonomi lebih tinggi dari pada yang dicapai pada masa sebelumnya.

Dengan perkataan lain, perkembangannya baru tercipta apabila jumlah fisik barang – barang dan jasa – jasa yang dihasilkaan dalam perekonomian tersebut menjadi bertambah besar pada tahun – tahun berikutnya ( Sadono Sukirno : 1994:32 ).

Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah sehingga akan meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan GDP/GNP tanpa memandang apakah kenaikan tersebut lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan

(2)

penduduk, dan apakah terjadi perubahan struktur ekonomi atau tidak (Arsyad Lincolin : 1997:45).

Menurut Boediono (1999:22), pertumbuhan ekonomi merupakan tingkat pertambahan dari pendapatan nasional atau pendapatan daerah. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi merupakan sebagai proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang dan merupakan ukuran keberhasilan pembangunan.

Untuk mencapai sebuah pertumbuhan ekonomi sebuah Negara atau wilayah harus mampu melakukan proses multi dimensional yang melibatkan perubahan – perubahan besar dalam struktur sosial , sikap mental yang sudah melembaga, serta memperkuat lembaga yang terkait dengan perekonomiannya.

Pertumbuhan ekonomi memang tidak selalu menjamin sebuah Negara atau wilayah mampu mengalami perbaikan pada semua dimensi kehidupan mastarakatnya. Ada beberapa hal yang membuat pertumbuhan ekonomi tidak selalu memberikan dampak yang positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Tidak jarang sebuah wilayah yang pertumbuhan ekonominya mengalami kenaikan namun terdapat permasalahan pada aspek pemerataannya. Akan tetapi, para ekonom sudah sepakat bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tinggi bukan berarti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tinggi ini tetap dianggap sebagai strategi unggul dalam membangun ekonomi suatu bangsa atau wilayah. Apalagi Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia dan wilayah – wlayah di dalamnya.

Indonesia sebagai negara yang sedang membangun, ingin mencoba untuk dapat membangun bangsa dan negaranya sendiri tanpa memperdulikan bantuan

(3)

dari negara lain. Tentu ini pernah dicoba. Namun ternyata Indonesia sulit untuk terus bertahan ditengah derasnya laju globalisasi yang terus berkembang dengan cepat tanpa mau menghiraukan bangsa yang lain yang masih membangun. Dalam kondisi seperti ini, Indonesia akhirnya terpaksa mengikuti arus tersebut, mencoba untuk membuka diri dengan berhubungan lebih akrab dengan bangsa lain demi menunjang pembangunan bangsanya terutama dari sendi ekonomi nasionalnya.

Indonesia sebenarnya pernah memiliki suatu kondisi perekonomian yang cukup menjanjikan pada awal dekade 1980-an sampai pertengahan dekade 1990- an. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak tahun 1986 sampai tahun 1989 terus mengalami peningkatan, yakni masing-masing 5,9% di tahun 1986, kemudian 6,9% di tahun 1988 dan menjadi 7,5% di tahun 1989. Namun pada tahun 1990 dan 1991 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat angka yang sama yakni sebesar 7,0%, kemudian tahun 1992, 1993, 1994, 1995, dan 1996, masing-masing tingkat pertumbuhan ekonominya adalah sebesar 6,2%, 5,8%, 7,2%, 6,8%, dan 5,8%. Angka inflasi yang stabil, jumlah pengangguran yang cukup rendah seiring dengan kondusifnya iklim investasi yang ditandai dengan kesempatan kerja yang terus meningkat, angka kemiskinan yang cukup berhasil ditekan, dan sebagainya. Namun, pada satu titik tertentu, perekonomian Indonesia akhirnya runtuh oleh terjangan krisis ekonomi yang melanda secara global di seluruh dunia. Ini ditandai dengan tingginya angka inflasi, nilai kurs Rupiah yang terus melemah, tingginya angka pengangguran seiring dengan kecilnya kesempatan kerja, dan ditambah lagi dengan semakin membesarnya jumlah utang luar negeri Indonesia akibat kurs

(4)

Rupiah yang semakin melemah karena utang luar negeri Indonesia semuanya dalam bentuk US Dollar. Hal tersebut mencerminkan bahwa sebuah Negara atau wilayah harus mempersiapkan diri apabila ingin menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan sampai ke grass root. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi tetaplah penting untuk menjamin dan menjaga perekonomian sebuah Negara berjalan dan tidak stagnan dalam keterpurukan.

Pada umumnya para ekonom memberikan pengertian yang sama untuk pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Para ekonom mengartikan pertumbuhan atau pembangunan ekonomi sebagai kenaikan GDP/GNP. Dalam arti yang luas, pertumbuhan ekonomi digunakan untuk menyatakan perkembangan di negara-negara maju. Sedangkan pembangunan ekonomi untuk menyatakan perkembangan di Negara Sedang Berkembang.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan diperlukan untuk dapat mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat, disamping itu juga memerlukan modal yang relatif besar yang akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur, baik fisik maupun sosial. Maka dari itu diperlukan Jumlah Investasi yang besar, ketersediaan tenaga kerja yang besar, terutama penduduk asli yang berada pada usia produktif atau jumlah penduduk usia kerja yang bekerja serta upaya untuk menciptakan tenaga – tenaga ahli yang dapat dilihat dari indeks pembangunan Manusianya, serta peningkatan mutu pendidikan melalui upaya memperbesar Human Capital Investment ( HCI ).

Beberapa Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi diantaranya adalah Investasi, Jumlah angkatan kerja yang bekerja, dan Human

(5)

Capital Investment ( HCI ). Investasi merupakan penanaman modal pada suatu perusahaan dalam rangka untuk menambah barang – barang modal dan perlengkapan produksi yang sudah ada dengan tujuan dapat meningkatkan produksi. Angkatan kerja yang bekerja meupakan penduduk berusia 10 tahun atau lebih yang sudah atau sedang bekerja dan yang sedang mencari kerja atau kegiatan lain. Human Capital Investment adalah pengaruh pendidikan formal terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi, maksudnya adalah semakin tinggi pendidikan formal yang diperoleh seseorang maka akan meningkatkan produktifitas kerja orang tersebut juga.

Kabupaten Sampang yang merupakan salah satu Kabupaten di Pulau Madura menjadi obyek penelitian. Faktor yang menyebabkan hal itu adalah dikarenakan Kabupaten Sampang mengalami sebuah perkembangan dalam perekonomiannya. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan PDRB Kabupaten Sampang dari tahun ke tahun yang cenderung mengalami peningkatan di tiap sektornya. Namun demikian, Kabupaten Sampang masih tertinggal dibanding dengan daerah –daerah lain di Jawa Timur pada umumnya dan dibanding Kabupaten – Kabupaten lain di Pulau Madura.

(6)

Tabel 1.1

PDRB KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2008 – 2012 ( dalam juta )

Wilayah 2008 2009 2010 2011 2012

1. Pertanian 1222707 1243158 1270159 1307616 1356295

2. Pertambangan & Penggalian 234600.3 249391.5 263323.3 283625.6 298875.1 3. Industri Pengolahan 27487.63 28848.83 30490.56 32116.84 34141.63 4. listrik, gas & air bersih 10309.39 10944.9 11602.01 12320.33 13164.16 5. Bangunan 53121.19 57188.81 62270.23 67961.73 73260.71 6. Perdagangan, Hotel & Restoran 626041.8 680296 746395.4 820624.1 902235.8 7. Pengangkutan & Komunikasi 64673.89 68531.94 73720.32 77934.23 84898.9 8. Keuangan, persewaan, & js. Prsh. 94309.7 99294.94 106180.1 113976.9 123128 9. Jasa-jasa 304254.9 322115.3 343055.6 366565.4 385498

PDRB 2637506 2759770 2907197 3082741 3271497

Sumber : BPS Kabupaten Sampang, PDRB tahun 2008 - 2012

Rata – rata pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang dari tahun 2008 sampai tahun 2012 sebesar 5.01 %, cukup tinggi namun apabila dibandingkan dengan rata – rata pertumbuhan ekonomi Jawa timur masih kalah bersaing.

Bahkan dibandingkan dengan rata – rata pertumbuhan ekonomi Kabupaten lain yang berada di pulau Madura Kabupaten Sampang menduduki posisi terakhir pertumbuhan ekonominya. Dibandingkan dengan Kabupaten Pamekasan yang mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,43 %, Kabupaten Bangkalan yang rata – rata pertumbuhan ekonominya 5,20 %, serta Kabupaten Sumenep yang mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 %.

Tabel 1.2

Laju Pertumbuhan Ekonomi Tiap Kabupaten di Pulau Madura tahun 2008- 2012 (%)

Kabupaten 2008 2009 2010 2011 2012 Bangkalan 5.11 4.79 4.27 5.47 6.50

Sampang 4.43 4.79 4.12 5.40 6.29 Pamekasan 4.63 5.51 5.03 5.77 6.21 Sumenep 4.90 4.50 4.10 5.51 6.24

Sumber : BPS Jawa Timur tahun 2003 – 2012

(7)

1.2 Rumusan Masalah

Sesuai dengan apa yang telah dibahas didalam latar belakang, maka peneliti berpendapat ada bebarapa masalah yang dinilai sebagai sesuatu yang perlu dipertanyakan guna membantu penelitiannya agar lebih fokus serta mendapatkan hasil yang lebih akurat dan akuntabel. Untuk itu peneliti mengajukan beberapa pertanyaan, yaitu :

1. Seberapa besar Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Sampang ?

2. Apakah Faktor Investasi, Jumlah angkatan kerja yang bekerja dan Human Capital Investment ( HCI ) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Sampang ?

1.3 Tujuan

Dalam sebuah penelitian tentu saja ada tujuan yang ingin dicapai sebagai bentuk dari kerja keras yang dilakukan dalam proses pengumpulan data, analisis dan beberapa hal lain yang berkaitan dengan penelitian. Untuk itu peneliti mengambil beberapa tujuan yang dianggap mampu menjawab pertanyaan tentang penelitian yang dilakukan, yaitu :

1. Untuk mengetahui Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Sampang.

2. Mengetahui apakah faktor Investasi, Jumlah Angkatan Kerja yang bekerja dan Human Capital Investment ( HCI ) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Sampang.

(8)

1.4 Batasan Masalah

Untuk memfokuskan objek penelitian yang akan diteliti dan agar tidak mengaburkan topik permasalahan yang akan dibahas nantinya, maka peneliti memberikan batasan ruang lingkup penelitian, yaitu faktor yang dianggap mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang, yaitu Investasi, Jumlah Angkatan Kerja yang bekerja dan Human Capital Investment ( HCI ) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Sampang.

1.5 Kegunaan Penelitian

Kegunaan yang dapat diperoleh dari penelitian ini, menurut hemat penulis antara lain :

1. Secara teoritis

Untuk menambah pendalaman terhadap materi – materi ekonomi dan memperbesar khazanah keintelektualan, khususnya dalam topik tentang pertumbuhan ekonomi.

2. Secara praksis

Sebagai masukan bagi Pemerintah Daerah ( PEMDA ) di Kabupaten Sampang.

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in