22
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1 Kedudukan dan Koordinasi
Diginusa memiliki beberapa divisi dengan beragam tugas dan fungsi yang berbeda, namun saling mendukung satu sama lain, antara lain adalah Product development, sales and marketing communication, dan divisi Operasional. Selama melakukan praktik kerja magang, penulis ditempatkan dalam divisi Sales &
Marketing communication yang memiliki ruang lingkup kerja sesuai dengan konsentrasi yang penulis tempuh yaitu Komunikasi. Divisi Product development berisikan tim yang riset serta pengembang untuk suatu produk, lalu tim sales and marketing communication adalah tim yang melakukan promosi serta penjualan kepada konsumen, lalu tugas dari divisi operasional adalah melakukan perawatan pada produk serta pemasangan produk kepada tiap sekolah yang menjadi konsumen Diginusa.
3.2 Tugas yang dilakukan
Selama tiga bulan melaksanakan praktik kerja magang di Diginusa, pekerjaan utama penulis adalah pada bidang marketing communication. Penulis dilibatkan dalam beberapa kegiatan komunikasi pemasaran. Tugas yang diberikan oleh pembimbing lapangan juga cukup beragam, mulai dari membuat konten untuk media sosial, membuat artikel dan press release yang ditempatkan di website, membantu membuat konsep event, dan menyusun strategi pemasaran yang akan dilaksanakan kedepannya. Dalam mengerjakan pekerjaan yang diberikan tersebut diperlukan fokus, kreativitas, dan kerja sama yang baik agar mendapatkan hasil yang baik dan tujuan dapat tercapai. Oleh karena itu, penulis diharuskan untuk bersifat aktif memberi masukan atau ide, dan juga berani bertanya dan brainstorming dengan seluruh tim untuk mendapatkan ide atau konsep yang tepat.
23
Berikut penulis lampirkan beberapa pekerjaan yang dilakukan selama melaksanakan praktik kerja magang di Diginusa
Tabel 3.1 Kerja Magang Mingguan
No Jenis Pekerjaan
Agustus September Oktober
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Membuat konten media
sosial
2 Membuat press release dan artikel
3 Menyusun konsep event 4 Membuat marketing
strategy
3.3 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang 3.3.1 Digital Content
Diginusa yang awalnya hanya menerapkan metode personal selling sebagai bentuk promosinya, kini telah merambah ke digital, karena Diginusa menyadari bahwa melakukan promosi melalui digital sangatlah efektif dan tidak banyak menghabiskan biaya. Selain itu, manfaat menggunakan media digital juga adalah Diginusa mudah berkomunikasi dengan konsumen serta mampu melacak perilaku konsumenya, yang mana Diginusa juga menargetkan para guru-guru muda dan para calon guru sebagai target pasarnya di digital, oleh karena itu pekerjaan yang dilakukan selama praktik kerja magang adalah yang membutuhkan platform digital dan strategi digital seperti membuat konten, membuat press release dan artikel, dan menyusun konsep event. Dalam membuat pesan yang ingin disampaikan, penulis selalu berdiskusi dengan tim kerja yang lain mengenai pesan apa yang ingin disampaikan, pemilihan media, menentukan target, dan umpan balik yang berharap didapat perusahaan.
24
1. Membuat konten digital untuk Instagram dan Facebook
Pada awalnya, penulis mendapat tugas untuk membuat konten digital untuk Instagram dan Facebook, guna untuk meningkatkan engagement dan meningkatkan traffic pada media sosial Diginusa. Konten dibuat dengan menentukan pesan apa yang ingin disampaikan Diginusa kepada audiensnya.
Konten yang dibuat bersifat fakta-fakta yang jarang diketahui audiensnya yakni guru-guru, seperti info-info tentang dunia pendidikan, tips dan trik mengenai solusi mengajar daring, dan masih banyak lagi, sehingga pada media sosial, Diginusa mendapat banyak followers baru dan komentar-komentar yang diberikan. Konten akan diunggah pada Instagram dan Facebook sebanyak 2x dalam seminggu, yakni hari Selasa dan Jumat. Penulis merasakan ketika membuat konten media sosial ternyata konten sendiri memiliki banyak jenis dan tujuan yang berbeda-beda, contohnya, pada konten yang hanya untuk memberitahu, jarang mendapat respon berupa komentar, berbeda dengan konten yang bersifat menanyakan kepada guru mengenai kondisi ataupun harapan mereka, respon yang didapat cukup banyak. Menurut Van Dijk (2013), media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi.
Karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antarpengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial.
Konten Instagram dan Facebook sendiri dibuat sama, dengan menggunakan sistem sinkronasi, dimana ketika mengunggah konten di Instagram, secara otomatis akan terunggah juga di Facebook.
25
Gambar 3.2 Konten Instagram
Sumber: Instagram.com/Diginusa
26
2. Membuat Press Release dan Artikel di Website
Kegiatan lain yang dilakukan penulis dalam praktik kerja magang adalah membuat press release. Press release Menurut Soemirat & Ardianto (2010:54) adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh public relation suatu organisasi atau perusahaan yang disampaikan kepada pengelola media massa untuk dipublikasikan dalam media massa tersebut.
Fungsi dari press release sendiri adalah sebagai strategi untuk melakukan branding. Pada perusahaan sendiri pembuat press release bertujuan memperkenalkan produk atau perusahaan kepada masyarakat luas agar meningkatkan kepercayaan dan dapat menambah konsumen baru.
Dalam praktik magang penulis membantu membuat tulisan dalam bentuk Artikel dan Press Release dan di unggah melalui website resmi Diginusa. Press release dibuat untuk memberitahu publik tentang kegiatan apa saja yang telah dilakukan Diginusa. Kurun waktu penulis melakukan praktik kerja magang adalah dimana sekolah-sekolah sedang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Diginusa sendiri untuk tetap dapat memberikan layanan kepada customer adalah dengan selalu melakukan pelatihan daring kepada guru-guru dari seluruh sekolah yang menjadi customer Diginusa. Pelatihan yang dilakukan biasanya menyangkut masalah-masalah yang dihadapi guru dan sekolah selama melakukan PJJ, seperti pemanfaatan ebook untuk membagikan materi, penggunaan platform seperti zoom meeting dan google meeting, dan masih banyak lagi.
Gambar 3.3 Press Release
Sumber: diginusa.com
27
Artikel sendiri berisi opini atau fakta tentang sistem pendidikan digital dan isu-isu pendidikan yang sedang hangat, seperti tips and trick, isu pendidikan tentang penghapusan Ujian Nasional dan diubah menjadi Asesmen Nasional. Dalam hal ini, Diginusa bertujuan untuk meningkatkan pengunjung pada website, karena melalui website publik dapat melihat secara lebih detil tentang Diginusa dan produk yang dijualnya, dengan harapan publik tertarik untuk menjadi konsumen Diginusa.
Gambar 3.4 Artikel Diginusa
Sumber: diginusa.com
3. Menyusun Strategi pemasaran
Kegiatan praktik yang magang yang penulis juga lakukan adalah satu bentuk kegiatan dari marketing communication yaitu menyusun strategi pemasaran. Marketing communication menurut Kotler dan Amstrong dalam (Crismardani,2014:178) komunikasi pemasaran merupakan sebuah alat perusahaan atau instansi yang memiliki kegunaan untuk memberikan informasi, membujuk, juga mengingatkan konsumen secara langsung atau tidak langsung tentang sebuah produk atau merk yang mereka jual. Dalam hal ini kegiatan yang penulis lakukan adalah membuat strategi pemasaran yang tujuan pentingnya ialah untuk membangun merek. Secara sederhana, konsumen akan lebih memilih produk dengan merek yang sudah ia ketahui ataupun dipercaya sebelumnya. Dengan adanya pemasaran, konsumen akan tahu merek kita, apa saja produk dari merek kita dan apa saja kelebihannya.
Strategi pemasaran dibuat per 1 bulan untuk media sosial dan website, yang berisikan semua konten yang akan diunggah ke media sosial beserta tujuan
28
dari konten tersebut yang didapat dari isu-isu yang sedang terjadi di dunia pendidikan. Tujuan dari pembuatan marketing plan adalah agar memberitahukan kepada publik bahwa Diginusa sebagai perusahaan yang bergerak di dunia pendidikan Digital, selalu dapat memberikan solusi dan kemudahan untuk dunia pendidikan yang mulai beralih ke digital.
Gambar 3.5 Marketing plan Diginusa
Sumber: Diginusa
Sumber: Diginusa 4. Menyusun konsep event
Diginusa sendiri sering mengadakan event baik online maupun offline, selama magang penulis membantu membuat konsep event online yang akan dilaksanakan Diginusa. Pada penyusunan konsep event penulis selalu diminta untuk melakukan brainstorming mengenai konsep event, tema dan kegiatan yang akan diselenggarakan, dan budgeting. Pada bulan terakhir magang, yakni Oktober, penulis diminta untuk membantu menyusun event-event yang akan dilaksanakan Diginusa ditahun 2021 secara offline. Tujuan diadakanya event adalah untuk menjaga dan meningkatkan loyalitas pelanggan, memperkenalkan keunggulan produk, meferensikan produk ke orang lain, dan mendekatkan perusahaan dengan target yang dituju.
29
Gambar 3.5 Event Diginusa Goes to School 2020
Sumber: Diginusa
Gambar 3.6 Penyusunan konsep event ITFiesta 2020
Sumber: diginusa
30 3.4. Kendala dan Solusi
3.4.1 Kendala
Dalam melaksanakan kerja magang di Diginusa penulis mendapatkan banyak pengalaman baru. Penulis juga mengalami beberapa kendala selama melakukan kerja magang, yakni:
1. Penulis belum dapat menerapkan seluruh ilmu yang penulis dapatkan di mata kuliah Special event, seperti pembuatan proposal event, menyiapkan tempat dan segala peralatan yang dibutuhkan, dan bertemu dengan publik langsung. karena event yang penulis lakukan selama masa kerja magang adalah event daring.
2. Komunikasi
Terbatasnya saluran komunikasi yang hanya dilakukan secara daring, menjadi penyebab kurangnya keterbukaan antara penulis dan tim kerja.
Komunikasi tidak dilakukan secara langsung, melainkan hanya melalui whatsapp dan zoom meeting, sehingga apabila penulis memiliki pertanyaan atau ide memerlukan waktu yang lama untuk disampaikan. Keterbukaan antara penulis dan tim kerja juga belum maksimal, karena sebagai karyawan magang penulis hanya diberikan brief dalam pengerjaan proyek seperti konten media sosial dan strategi pemasaran.
3. Data yang diberikan terbatas
Awalnya penulis tidak mengerti mengenai produk yang dijual oleh Diginusa, karena tidak ada fisiknya, juga data terkait produk yang diberikan kepada penulis terbatas sehingga membatasi penulis untuk melakukan riset dan mencari referensi, serta tidak tahu patokan yang pasti untuk menetapkan tujuan.
31 3.4.2 Solusi
Penulis harus menemukan solusi untuk setiap kendala yang terjadi agar pekerjaan selama magang tetap dapat dikerjakan secara maksimal:
1. Penulis selalu melakukan brainstorming selama pembuatan konsep event dan menganalisa event-event daring dari perusahaan lain untuk melihat bagaimana menjalankan event daring yang baik.
2. Penulis mengatasi kendala komunikasi dengan selalu melakukan komunikasi dengan pembimbing lapangan secara intensif, Segala informasi atau masukan yang penulis butuhkan, langsung dikomunikasikan kepada pembimbing lapangan, Priscilla Perdana Putri, sehingga gambaran tentang pekerjaan lebih jelas dan mempermudah penulis dalam melakukan pekerjaan.
3. Penulis banyak melakukan perbandingan dengan perusahaan yang bergerak dibidang sejenis, seperti Zenius dan Portal Belajar Kemdikbud untuk tahu mengenai konten pendidikan seperti apa yang sedang mengunggah traffic dan strategi pemasaran apa yang biasa dilakukan kompetitor. Hal ini membuat penulis lebih memahami pekerjaan seperti apa yang dapat dibuat untuk mencapai objektif.