4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
CV Mutiara Prima Abadi berdiri sejak tanggal 30 maret 2001 bertempat di Gosoma Tobelo, Halmahera Utara. CV Mutiara Prima Abadi merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi. Perusahaan ini didirikan oleh Fenny dan dibantu oleh saudara dan teman-temannya. Saat ini CV Mutiara Prima Abadi telah mempunyai 42 Karyawan.
Berbagai macam proyek telah dilakukan oleh perusahaan ini diantaranya pembangunan jalan, bangunan seperti sekolah dan kantor, hingga jembatan di berbagai desa di Halmahera. Dengan pengalaman-pengalaman yang ada perusahaan ini dikenal dengan perusahaan yang baik dan sangat kompeten dalam mengerjakan proyek-proyek yang ada, selalu mengerjakan suatu proyek tepat pada waktunya dan kualitas kerja yang terlihat baik.
Visi dan Misi CV Mutiara Prima Abadi : Visi :
Menjadi perusahaan jasa konstruksi yang dapat diandalkan klien dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai kualitas kerja yang baik.
Misi :
Memberikan kepuasan kepada klien dalam segi kualitas, ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan yang didukung oleh sumber daya manusia yang berpengalaman dan handal.
4.2. Struktur Organisasi
4.2.1 Job Description 1. Direktur
a. Memimpin perusahaan dengan membuat kebijakan-kebijakan dalam perusahaan.
b. Mengarahkan, menentukan, dan mengawasi pekerjaan karyawan khususnya mengenai mutu, anggaran, dan efisiensi kerja.
c. Mengambil keputusan untuk setiap pelaksanaan proyek.
2. Manager keuangan
a. Membuat perencanaan keuangan perusahaan.
b. Membuat laporan keuangan harian, mingguan, bulanan, tahunan perusahaan.
c. Mengelola uang kas peruahaan dan segala bentuk perijinan.
3. Manager Pembagunan
a. Merencanakan pembangunan proyek-proyek sesuai dengan permintaan yang ada.
b. Mengatur pelaksanaan operasional.
c. Mengatasi setiap masalah yang terjadi selama proses kegiatan pembangunan di lapangan.
4. Manager proyek
a. Mengontrol jalannya pekerjaan proyek dan kedisiplinan karyawan dalam menjalankan tugas di lapangan.
b. Bertanggung jawab mengurus kelengkapan alat-alat untuk pengerjaan proyek.
c. Membuat laporan anggaran dalam proyek.
5. Staff Perencanaan
a. Membuat laporan perencanaan untuk pembangunan suatu proyek.
b. Menetapkan kebutuhan sumber daya.
c. Membuat tercapainya sasaran biaya, mutu, waktu, dan lingkungan 6. Staff Pembangunan
a. Melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pelaksanaan proyek
b. Mengelola dan melaksanakan pembangunan proyek hingga selesai tepat waktu dan sesuai dengan permintaan yang ada.
7. Staff Anggaran
a. Membuat laporan anggaran dalam suatu proyek.
b. Bertanggung jawab atas penyelenggaraan administrasi dilapangan.
8. Staff Peralatan
a. Mengelolah peralatan proyek seperti kendaraan dan alat berat.
b. Melakukan pengecekan, perawatan, dan pemeliharaan agar alat dapat berfungsi dengan baik.
9. Staff Pengawas
a. Mengawasi kemajuan pekerjaan dan kebenaran ukuran, kualitas, dan kuantitas.
b. Memeriksa kualitas hasil pekerjaan yang telah selesai.
4.3 Hasil Penelitian
4.3.1 Deskripsi Hasil Penelitian
Subyek yang dijadikan responden dalam penelitian ini adalah karyawan CV. Mutiara Prima Abadi sebanyak 42 pegawai.
Analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan karakteristik responden dan jawaban responden terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner untuk masing-masing variabel. Karakteristik responden pada penelitian ini terdiri dari umur, jenis kelamin, pendidikan, lama menjadi karyawan dan divisi.
1. Analisis Deskriptif Karakteristik Responden a) Umur Responden
Karakteristik responden dalam penelitian ini juga dapat dilihat berdasarkan umur responden. Umur responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini :
Tabel 4.1. Deskripsi Umur Responden
Umur Jumlah Responden Persentase (%)
20 – 30 tahun 1 2.4
30 – 40 tahun 11 26.2
40 – 50 tahun 17 40.5
>50 tahun 13 31.0
Total 42 100.0
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas dari 42 responden yang merupakan karyawan CV. Mutiara Prima berumur 40 – 50 tahun sebanyak 17 orang (40.5%) dan minoritas karyawan CV. Mutiara
Prima berumur 20 – 30 tahun hanya 1 orang (2.4%). Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa karyawan sangat loyalitas terhadap perusahaan.
b) Jenis Kelamin Responden
Jenis kelamin responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.2:
Tabel 4.2. Deskripsi Jenis Kelamin Responden
Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase (%)
Laki – Laki 20 47.6
Perempuan 22 52.4
Total 42 100.0
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas dari 42 responden yang merupakan karyawan CV. Mutiara Prima berjenis kelamin perempuan sebanyak 22 orang (52.4%), sedangkan sisanya berjenis kelamin laki – laki sebanyak 20 orang (47.6%).
c) Pendidikan Terakhir Responden
Karakteristik responden dalam penelitian ini juga dapat dilihat berdasarkan pendidikan responden. Pendidikan responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut ini :
Tabel 4.3. Deskripsi Pendidikan Terakhir Responden
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas dari 42 responden yang merupakan karyawan CV. Mutiara Prima memiliki latar belakang pendidikan Diploma dengan jumlah sebanyak 17 orang (40.5%), dan karyawan yang berpendidikan terakhir SMP dan SMA dengan jumlah tersedikit hanya sebanyak 6 orang (14.3%) dan 7 orang (16.7%). Dapat disimpulkan bahwa karyawan dalam perusahaan ini sebagian besarnya mempunyai pendidikan yang cukup baik.
d) Lama Menjadi Karyawan Responden
Karakteristik responden dalam penelitian ini juga dapat dilihat berdasarkan lama menjadi karyawan responden. Lama menjadi karyawan responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini : Tabel 4.4. Deskripsi Lama Menjadi Karyawan Responden
Lama Menjadi
Karyawan Jumlah Responden Persentase (%)
6 – 10 tahun 4 9.5
11 – 15 tahun 9 21.4
> 15 tahun 29 69.0
Total 42 100.0
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas dari 42 responden yang menunjukan karyawan yang lama bekerja menjadi karyawan selama lebih dari 15 tahun adalah sebanyak 29 orang (69%) dan minoritas karyawan yang telah lama bekerja menjadi karyawan CV.
Mutiara Prima hanya berjumlah sebanyak 4 orang (9.5%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar karyawan telah mempunyai banyak pengalaman dan mengetahui cara kerja perusahaan dengan baik. Dalam tahun pertama perusahan dibangun, perusahaan banyak merekrut karyawan yang berpengalaman dan dapat bekerja dengan baik, sekitar 5 tahun terakhir kurangnya perekrutan yang terjadi dalam perusahaan ini dikarenakan karyawan-karyawan yang telah ada atau yang telah lama bekerja dalam perusahaan mempunyai hasil kerja yang baik dan sangat memuaskan.
2. Analisis Deskriptif Jawaban Responden
Analisis deskriptif jawaban responden merupakan jawaban responden atas pertanyaan dalam setiap variabel. Sebagaimana dijelaskan dalam definisi operasional, variabel dalam penelitian ini antara lain Kompensasi (X1), Motivasi Kerja (X2), dan Kinerja Karyawan (Y).
Jawaban responden didapat dari besarnya interval kelas mean setelah diketahui, kemudian dibuat rentang skala, sehingga dapat diketahui di mana letak rata-rata penilaian responden terhadap setiap variabel yang dipertanyakan, dimana nilai rata-rata tersebut akan membentuk penilaian seperti berikut:
1.0 ≤ x < 1.8 = Sangat Tidak Setuju 1.8 ≤ x < 2.6 = Tidak Setuju
2.6 ≤ x < 3.4 = Cukup Setuju 3.4 ≤ x < 4.2 = Setuju
4.2 ≤ x < 5.0 = Sangat Setuju
Skala mean diatas untuk memberikan penilaian dalam menjawab pertanyaan - pertanyaan yang ada pada kuisioner.
1. Analisis Deskriptif Variabel Kompensasi (X1)
Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Kompensasi (X1) yang merupakan salah satu variabel bebas dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada tabel 4.5 sebagai berikut:
Tabel 4.5. Hasil Penilaian Rata-Rata Variabel Kompensasi (X1)
Tabel diatas menunjukkan bahwa pada variabel Kompensasi (X1) mayoritas jawaban dari 42 responden yang merupakan karyawan CV. Mutiara Prima memiliki pernyataan “Tunjangan yang diberikan perusahaan adil” pada variabel Kompensasi yang memiliki nilai rata-rata tertinggi yang sama yaitu sebesar 3.41. Mengamati hasil tersebut, maka mayoritas dari 42 responden rata- rata memberikan jawaban kuesioner ”Setuju” (dalam interval kelas 3.4 ≤ x <
4.2) berarti sebagian besar karyawan merasa tunjangan yang diberikan adil.
Untuk nilai terendah terdapat pada pernyataan “Gaji yang diberikan perusahaan memuaskan” yang memiliki nilai rata – rata sebesar 3.10. Mengamati hasil tersebut, maka mayoritas dari 42 responden rata-rata memberikan jawaban kuesioner “Cukup setuju” (dalam interval kelas 2.6 ≤ x < 3.4) karena adanya rasa kurang puas karyawan akan gaji yang diberikan oleh perusahaan sesuai dengan hasil kerjanya.
2. Analisis Deskriptif Variabel Motivasi Kerja (X2)
Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Motivasi Kerja (X2) yang merupakan salah satu variabel terikat dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada Tabel 4.6 sebagai berikut:
Tabel 4.6. Hasil Penilaian Rata-Rata Variabel Motivasi Kerja (X2)
Tabel diatas menunjukkan bahwa pada variabel Motivasi Kerja (X2) mayoritas jawaban dari 42 responden yang merupakan karyawan CV. Mutiara Prima memiliki pernyataan “Saya memiliki tanggung jawab yang tinggi akan kemajuan perusahaan” yang memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 3.57.
Mengamati hasil tersebut, maka mayoritas dari 42 responden rata-rata memberikan jawaban kuesioner “Setuju” (dalam interval kelas 3.4 ≤ x < 4.2) berarti sebagian besar karyawan merasa dirinya mempunyai tanggung jawab atas kemajuan perusahaan. Untuk nilai terendah terdapat pada pernyataan “Saya berusaha kerja untuk dapat memperoleh hasil kerja yang baik” yang memiliki nilai rata – rata sebesar 3.02. Mengamati hasil tersebut, maka mayoritas dari 42 responden rata-rata memberikan jawaban kuesioner “Setuju” (dalam interval kelas 2.6 ≤ x < 3.4) karena tiap karyawan merasa belum bisa memberikan hasil yang sangat memuaskan untuk perusahaan.
3. Analisis Deskriptif Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Kinerja Karyawan (Y) yang merupakan salah satu variabel terikat dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada Tabel 4.7 sebagai berikut :
Tabel 4.7. Hasil Penilaian Rata-Rata Kinerja Karyawan (Y)
Tabel diatas menunjukkan bahwa pada variabel Kinerja Karyawan (Y) mayoritas jawaban dari 42 responden yang merupakan karyawan CV. Mutiara Prima memiliki pernyataan “Saya berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu” yang memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 4.02. Mengamati hasil tersebut, maka mayoritas dari 42 rata-rata memberikan jawaban kuesioner
“Setuju” (dalam interval kelas 3.4 ≤ x < 5.2) berarti sebagian besar karyawan mempunyai usaha untuk menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu .Untuk nilai terendah terdapat pada pernyataan “Saya bersedia melakukan kerjasama dengan karyawan lainnya” yang memiliki nilai rata – rata sebesar 3.48. Mengamati hasil tersebut, maka mayoritas dari 42 responden rata-rata memberikan jawaban kuesioner “Cukup setuju” (dalam interval kelas 3.4 ≤ x < 5.2) karena karyawan belum merasa bisa bekerja sama dengan sesama rekan kerja dengan sangat baik, mungkin karena adanya perbedaan adat dan bahasa setiap orang.
3. Analisis Tabulasi Silang (Crosstab)
a. Karakteristik Responden (Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan dan Lama Menjadi Karyawan) dengan Kategori Kompensasi
Data yang menguraikan tabulasi silang antara karakteristik responden (umur, jenis kelamin, pendidikan dan lama menjadi karyawan) dengan ditinjau dari kategori kategori kompensasi di CV. Mutiara Prima, akan disajikan dalam Tabel 4.8-4.11 sebagai berikut:
Tabel 4.8 Kompensasi ditinjau dari Umur Karyawan
Umur Kat_ Kompensasi
Total Rendah Sedang Tinggi
20 - 30 tahun 0 1 0 1
0.0% 2.4% 0.0% 2.4%
31 - 40 tahun 0 10 1 11
0.0% 23.8% 2.4% 26.2%
41 - 50 tahun 1 15 1 17
2.4% 35.7% 2.4% 40.5%
> 50 tahun 1 11 1 13
2.4% 26.2% 2.4% 31.0%
Total 2 37 3 42
4.8% 88.1% 7.1% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari umur karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan yang memiliki persepsi sedang pada kompensasi adalah karyawan yang berusia 41-50 tahun sebanyak 15 (35.7%). Hal ini dapat diasumsikan bahwa karyawan yang telah berusia 41-50 cukup menganggap bahwa kompensasi yang diberikan cukup memuaskan.
Tabel 4.9 Kompensasi ditinjau dari Jenis Kelamin Karyawan Jenis Kelamin Kat_ Kompensasi
Total Rendah Sedang Tinggi
Laki-laki 1 17 2 20
2.4% 40.5% 4.8% 47.6%
Wanita 1 20 1 22
2.4% 47.6% 2.4% 52.4%
Total 2 37 3 42
4.8% 88.1% 7.1% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.9 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari jenis kelamin karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan yang memiliki persepsi sedang atau merasa cukup pada kompensasi adalah karyawan yang berjenis kelamin wanita sebanyak 20 (47.6%).
Tabel 4.10 Kompensasi ditinjau dari Pendidikan Karyawan Pendidikan Kat_ Kompensasi
Total Rendah Sedang Tinggi
SMP 0 6 0 6
0.0% 14.3% 0.0% 14.3%
SMA 0 7 0 7
0.0% 16.7% 0.0% 16.7%
Diploma 0 15 2 17
0.0% 35.7% 4.8% 40.5%
S1/S2 2 9 1 12
4.8% 21.4% 2.4% 28.6%
Total 2 37 3 42
4.8% 88.1% 7.1% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari pendidikan karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan memiliki persepsi sedang atau merasa cukup pada kompensasi adalah karyawan yang dengan pendidikan Diploma sebanyak 15 (35.7%).
Tabel 4.11 Kompensasi ditinjau dari Lama Menjadi Karyawan Lama Menjadi
Karyawan
Kat_ Kompensasi
Total Rendah Sedang Tinggi
6 - 10 tahun 1 3 0 4
2.4% 7.1% 0.0% 9.5%
11 - 15 tahun 1 7 1 9
2.4% 16.7% 2.4% 21.4%
> 15 tahun 0 27 2 29
0.0% 64.3% 4.8% 69.0%
Total 2 37 3 42
4.8% 88.1% 7.1% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.11 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari lama menjadi karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan memiliki persepsi sedang atau cukup pada kompensasi adalah karyawan yang sudah lebih dari 15 tahun bekerja di perusahaan sebanyak 27 (64.3%).
b. Karakteristik Responden (Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan dan Lama Menjadi Karyawan) dengan Kategori Motivasi
Data yang menguraikan tabulasi silang antara karakteristik responden (umur, jenis kelamin, pendidikan dan lama menjadi karyawan)
dengan ditinjau dari kategori kategori Motivasi di CV. Mutiara Prima, akan disajikan dalam Tabel 4.12-4.15 sebagai berikut:
Tabel 4.12 Motivasi ditinjau dari Umur Karyawan
Umur Kat_ Motivasi
Total Rendah Sedang Tinggi
20 - 30 tahun 0 1 0 1
0.0% 2.4% 0.0% 2.4%
30 - 40 tahun 0 8 3 11
0.0% 19.0% 7.1% 26.2%
40 - 50 tahun 2 11 4 17
4.8% 26.2% 9.5% 40.5%
> 50 tahun 1 9 3 13
2.4% 21.4% 7.1% 31.0%
Total 3 29 10 42
7.1% 69.0% 23.8% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.12 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari umur karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan yang memiliki persepsi sedang atau cukup pada Motivasi adalah karyawan yang berusia 40-50 tahun sebanyak 11 (26.2%).
Tabel 4.13 Motivasi ditinjau dari Jenis Kelamin Karyawan Jenis Kelamin Kat_ Motivasi
Total Rendah Sedang Tinggi
Laki-laki 0 15 5 20
0.0% 35.7% 11.9% 47.6%
Wanita 3 14 5 22
7.1% 33.3% 11.9% 52.4%
Total 3 29 10 42
7.1% 69.0% 23.8% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.13 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari jenis kelamin karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan yang memiliki persepsi sedang atau cukup pada
Motivasi adalah karyawan yang berjenis kelamin Laki-laki sebanyak 15 (35.7%).
Tabel 4.14 Motivasi ditinjau dari Pendidikan Karyawan Pendidikan Kat_ Motivasi
Total Rendah Sedang Tinggi
SMP 0 5 1 6
0.0% 11.9% 2.4% 14.3%
SMA 1 3 3 7
2.4% 7.1% 7.1% 16.7%
Diploma 1 12 4 17
2.4% 28.6% 9.5% 40.5%
S1/S2 1 9 2 12
2.4% 21.4% 4.8% 28.6%
Total 3 29 10 42
7.1% 69.0% 23.8% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.14 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari pendidikan karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan memiliki persepsi sedang atau cukup pada Motivasi adalah karyawan yang dengan pendidikan Diploma sebanyak 12 (28.6%).
Tabel 4.15 Motivasi ditinjau dari Lama Menjadi Karyawan Lama Menjadi
Karyawan
Kat_ Motivasi
Total Rendah Sedang Tinggi
6 - 10 tahun 0 2 2 4
0.0% 4.8% 4.8% 9.5%
11 - 15 tahun 1 6 2 9
2.4% 14.3% 4.8% 21.4%
> 15 tahun 2 21 6 29
4.8% 50.0% 14.3% 69.0%
Total 3 29 10 42
7.1% 69.0% 23.8% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.15 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari lama menjadi karyawan menunjukkan
sebagian besar karyawan memiliki persepsi sedang atau cukup pada Motivasi adalah karyawan yang sudah lebih dari 15 tahun bekerja di perusahaan sebanyak 21 (50.0%).
c. Karakteristik Responden (Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan dan Lama Menjadi Karyawan) dengan Kategori Kinerja Karyawan
Data yang menguraikan tabulasi silang antara karakteristik responden (umur, jenis kelamin, pendidikan dan lama menjadi karyawan) dengan ditinjau dari kategori kategori Kinerja Karyawan di CV. Mutiara Prima, akan disajikan dalam Tabel 4.16-4.19 sebagai berikut:
Tabel 4.16 Kinerja Karyawan ditinjau dari Umur Karyawan Umur Kat_ Kinerja Karyawan
Total Rendah Sedang Tinggi
20 - 30 tahun 0 0 1 1
0.0% 0.0% 2.4% 2.4%
30 - 40 tahun 0 3 8 11
0.0% 7.1% 19.0% 26.2%
40 - 50 tahun 0 5 12 17
.0% 11.9% 28.6% 40.5%
> 50 tahun 1 3 9 13
2.4% 7.1% 21.4% 31.0%
Total 1 11 30 42
2.4% 26.2% 71.4% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.16 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari umur karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan yang memiliki persepsi tinggi atau puas pada Kinerja Karyawan adalah karyawan yang berusia 40-50 tahun sebanyak 12 (28.6%).
Tabel 4.17 Kinerja Karyawan ditinjau dari Jenis Kelamin Karyawan Jenis Kelamin Kat_ Kinerja Karyawan
Total Rendah Sedang Tinggi
Laki-laki 0 3 17 20
0.0% 7.1% 40.5% 47.6%
Wanita 1 8 13 22
2.4% 19.0% 31.0% 52.4%
Total 1 11 30 42
2.4% 26.2% 71.4% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.17 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari jenis kelamin karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan yang memiliki persepsi tinggi atau puas pada Kinerja Karyawan adalah karyawan yang berjenis kelamin Laki-laki sebanyak 17 (40.5%).
Tabel 4.18 Kinerja Karyawan ditinjau dari Pendidikan Karyawan Pendidikan Kat_ Kinerja Karyawan
Total Rendah Sedang Tinggi
SMP 0 1 5 6
0.0% 2.4% 11.9% 14.3%
SMA 0 2 5 7
0.0% 4.8% 11.9% 16.7%
Diploma 0 5 12 17
0.0% 11.9% 28.6% 40.5%
S1/S2 1 3 8 12
2.4% 7.1% 19.0% 28.6%
Total 1 11 30 42
2.4% 26.2% 71.4% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.18 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari pendidikan karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan memiliki persepsi tinggi atau puas pada Kinerja Karyawan adalah karyawan yang dengan pendidikan Diploma sebanyak 12 (28.6%).
Tabel 4.19 Kinerja Karyawan ditinjau dari Lama Menjadi Karyawan Lama Menjadi
Karyawan
Kat_ Kinerja Karyawan
Total Rendah Sedang Tinggi
6 - 10 tahun 0 0 4 4
0.0% 0.0% 9.5% 9.5%
11 - 15 tahun 1 2 6 9
2.4% 4.8% 14.3% 21.4%
> 15 tahun 0 9 20 29
.0% 21.4% 47.6% 69.0%
Total 1 11 30 42
2.4% 26.2% 71.4% 100.0%
Sumber: Data SPSS, diolah (2017)
Dari Tabel 4.19 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan jumlah responden ditinjau dari lama menjadi karyawan menunjukkan sebagian besar karyawan memiliki persepsi tinggi atau puas pada Kinerja Karyawan adalah karyawan yang sudah lebih dari 15 tahun bekerja di perusahaan sebanyak 20 (47.6%).
4.4 Uji Validitas dan Reliabilitas 4.3.1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner dengan ketentuan jika nilai sig. Pearson Correlation setiap butir pertanyaan kurang dari 0,05 (Ghozali, 2009). Hasil uji validitas dapat dilihat pada Tabel 4.20 berikut ini:
Tabel 4.20. Uji Validitas
Variabel Pernyataan Pearson
Correlation Sig Kesimpulan Kompensasi
(X1)
X1.1. 0.642 0.000 Valid
X1.2 0.477 0.001 Valid
X1.3 0.525 0.000 Valid
X1.4 0.751 0.000 Valid
X1.5 0.838 0.000 Valid
X1.6 0.644 0.000 Valid
X1.7 0.666 0.000 Valid
X1.8 0.554 0.000 Valid
Motivasi Kerja (X2)
X2.1 0.700 0.000 Valid
X2.2 0.778 0.000 Valid
X2.3 0.740 0.000 Valid
X2.5 0.716 0.000 Valid
X2.5 0.717 0.000 Valid
X2.6 0.738 0.000 Valid
Kinerja Karyawan
(Y)
Y1 0.832 0.000 Valid
Y2 0.841 0.000 Valid
Y3 0.713 0.000 Valid
Y4 0.723 0.000 Valid
Y5 0.806 0.000 Valid
Y6 0.676 0.000 Valid
Y7 0.731 0.000 Valid
Y8 0.630 0.000 Valid
Sumber: Lampiran 3, Data Diolah
Berdasarkan Tabel di atas diketahui bahwa nilai sig. Pearson Correlation kurang dari 0,05 sehingga dinyatakan bahwa semua variable penelitian telah valid.
4.3.2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui keandalan instrumen dari kuesioner yang digunakan dengan ketentuan jika nilai cronbach alpha (a) lebih besar dari 0,6 maka suatu variabel dikatakan handal (Ghozali, 2009). Berikut ini hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4.21:
Tabel 4.21 Uji Reliabilitas
Variabel Alpha Kesimpulan
Kompensasi (X1) 0.788 Reliabel
Motivasi Kerja (X2) 0.825 Reliabel
Kinerja Karyawan (Y) 0.881 Reliabel
Sumber: Lampiran 4, Data Diolah
Berdasarkan Tabel di atas dapat diketahui bahwa variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini telah reliabel, karena semua nilai alpha lebih besar dari 0.6.
4.5 Uji Asumsi Klasik 4.5.1 Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk menguji bahwa semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini telah terdistribusi dengan normal. Metode uji normalitas yang digunakan dalam penelitian adalah Kolmogorov Sminorv Test.
Tabel 4.22. Uji Normalitas
Sumber : Lampiran 5.
Langkah-langkah pengujian : 1. Hipotesis :
H0 : Residual regresi berdistribusi normal H1 : Residual regresi tidak berdistribusi normal 2. Statistik uji : nilai Kolmogorov Smirnov
3. Kritera penerimaan dan penolakan hipotesis yaitu : a. Bila siginifikansi < α , maka H0 ditolak
b. Bila signifikansi > α, maka H0 diterima.
4. Tingkat kesalahan (α) yang digunakan adalah sebesar 5% atau 0,05 Besarnya signifikansi adalah sebesar untuk variabel Kompensasi dan Motivasi Kerja adalah sebesar 0.967.
5. Keputusan : karena signifikansi lebih dari α, maka H0 diterima, yang berarti residual regresi berdistribusi normal.
Karena nilai signifikansi lebih dari α maka disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal. Maka asumsi normalitas terpenuhi
One-Sample Kolmogor ov-Smir nov T est
42 ,0000000 ,35165011 ,076 ,062 -,076 ,495 ,967 N
Mean
Std. Deviation Normal Param etersa,b
Absolute Positive Negative Most Extreme
Differenc es
Kolmogorov-Sm irnov Z Asym p. Sig. (2-tailed)
Unstandardized Residual
Test distribution is Norm al.
a.
Calculated from data.
b.
4.5.2 Uji Multikolinieritas
Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi pada penelitian ini menunjukkan adanya korelasi di antara variabel bebas.Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi dapat dilakukan dengan menghitung nilai VIF (variance inflation faktor) dibawah 10 sehingga menunjukkan tidak adanya gejala multikolinieritas.
Tabel 4.23 Uji Multikolinieritas
Variabel VIF Kesimpulan
Kompensasi (X1) 1.177 Bebas Multikolinieritas Motivasi Kerja (X2) 1.177 Bebas Multikolinieritas Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan nilai VIF diatas menunjukkan bahwa semua variabel terbebas dari multikolinieritas, karena semua nilai VIF pada masing-masing variabel lebih kecil dari 10.
4.6 Analisis Regresi Linear Berganda
Berdasarkan dari hasil perhitungan pengolahan data dengan bantuan komputer program SPSS 11.00 for windows maka diperoleh persamaan regresi linier berganda pada tabel 4.24.
Tabel 4.24
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Model
Unstandardized Coefficients
t hitung Sig
B Std. Error
Constant 0.848 0.456
Kompensasi (X1) 0.483 0.143 3.386 0.002
Motivasi Kerja (X2) 0.410 0.103 3.959 0.000 R = 0.729 R Square = 0.531
F Hitung = 22.086 Sig. = 0,000 Sumber: Lampiran 6, Data Diolah
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diatas, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = 0.848 + 0.483 X1 + 0.410 X2 + ei X1 = Kompensasi
X2= Motivasi Kerja Y = Kinerja Karyawan
Interprestasi dari model regresi diatas adalah sebagai berikut :
1. Konstanta (a) yang dihasilkan sebesar 0.848 menunjukkan bahwa besarnya nilai Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0.848 jika Kompensasi (X1) dan motivasi kerja (X2) adalah konstan.
2. Nilai koefisien Kompensasi (β1) sebesar 0.483 menunjukkan bahwa jika variabel Kompensasi (X1) ditingkatkan, maka akan mengakibatkan peningkatan Kinerja Karyawan sebesar 0.483 dengan asumsi variabel lain konstan.
3. Nilai koefisien Motivasi Kerja (β2) sebesar 0.410 menunjukkan bahwa jika variabel Motivasi Kerja (X2) ditingkatkan, maka akan mengakibatkan peningkatan Kinerja Karyawan sebesar 0.410, dengan asumsi variabel lain konstan.
4. ei menunjukkan faktor pengganggu di luar model yang diteliti.
4.7 Analisis Koefisien Korelasi Koefisien Determinasi Tabel 4.25
Koefisien Korelasi Dan Koefisien Determinasi
Sumber: Lampiran 6, Data Diolah
Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa erat hubungan antara variabel bebas (variabel Kompensasi (X1) ) dan Motivasi Kerja (X2) ) dengan variabel tak bebas (Kinerja Karyawan (Y) ), besarnya nilai koefisien korelasi adalah 0.729.
Nilai tersebut menunjukkan bahwa hubungan variabel Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) dengan variabel Kinerja Karyawan adalah erat atau kuat yaitu sebesar 72.9%.
Nilai koefisien determinasi atau R2 digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel tak bebas atau variabel terikat (Y) yaitu variabel Kinerja Karyawan. Hasil dari perhitungan SPSS diperoleh nilai R2 = 0.531 yang berarti bahwa sebesar 53.1% Kinerja Karyawan dapat dijelaskan oleh variabel Kompensasi dan Motivasi Kerja karyawan. Sedangkan sisanya 46.9 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti.
Model Summary
,729a ,531 ,507 ,36055
Model 1
R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Predictors: (Cons tant), Motivasi (X2), Kompensasi (X1) a.
4.8 Pengujian Hipotesis
Sehubungan dengan perumusan masalah dan hipotesis penelitian yang diajukan sebagaimana diuraikan pada bagian sebelumnya, maka dapat dijelaskan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi Kinerja Karyawan adalah Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2). Dan dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah Kinerja Karyawan yaitu variabel Y.
4.8.1 Uji F (Uji Simultan)
Uji serentak (uji F) menunjukkan bahwa seluruh variabel independen yang terdiri dari Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) berpengaruh secara nyata terhadap variabel dependen (Kinerja Karyawan).
Tabel 4.26
Hasil Perhitungan Uji F Model Anova Sum of Squares Df Mean
Square Fhit Sig.
Regression 5.742 2 2.871 22.086 0.000
Residual 5.070 39 0.130
Total 10.812 41
Sumber: Lampiran 6, Data Diolah
Langkah-langkah pengujian :
1. Hipotesis
H0 : b1 = b2 = 0 artinya variabel X1 dan X2 tidak memberikan pengaruh terhadap variabel terikat (Y).
H1 : b1 b2 0 artinya variabel X1 dan X2 memberikan pengaruh terhadap variabel terikat (Y).
2. Daerah kritis atau daerah penolakan
Penilaiannya adalah jika Fh > Ft atau nilai signifikansi < dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang artinya Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y).
Berdasarkan Tabel 4.24 dapat dilihat bahwa nilai Fhitung sebesar 22.086 dengan signifikansi 0.000, dimana mempunyai nilai sig. (0.000) < 0.05 sehingga dapat dikatakan bahwa H0 ditolak, dengan arti Kompensasi (X1) dan Motivasi Kerja (X2) secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Maka H3 diterima.
4.8.2 Uji t (Uji Parsial)
Untuk menguji hipotesis digunakan uji t yang menunjukkan pengaruh secara parsial dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat (tak bebas). Pada tahapan ini dilakukan pengujian terhadap pengaruh variabel bebas yang terdapat pada model yang terbentuk untuk mengetahui apakah variabel bebas (X) yang ada dalam model secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y).
Tabel 4.27 Hasil Perhitungan Uji t
Model Anova thitung Sig.
Kompensasi (X1) 3.386 0.002
Motivasi Kerja (X2) 3.959 0.000
Sumber: Lampiran 6, Data Diolah
a. Uji Parsial Antara Variabel Kompensasi (X1) Terhadap Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Untuk menguji hipotesis digunakan uji t yang menunjukkan pengaruh secara parsial variabel Kompensasi (X1) terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).
Hipotesis :
1. H0 : 1 = 0 (Artinya, variabel Kompensasi (X1) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan ) H1 : 1 ≠ 0 (Artinya, variabel Kompensasi (X1) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan )
2. Daerah kritis atau daerah penolakan
Jika nilai ttabel atau nilai Sig. < dari 0,05 maka, H0 ditolak dengan arti variabel bebas memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Besarnya nilai signifikansi variabel bebas Kompensasi pada uji t adalah 0.002 atau < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.
Sehingga Variabel bebas Kompensasi (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan (Y). Maka H1 diterima.
b. Uji Parsial Antara Variabel Motivasi Kerja (X2) Terhadap Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Untuk menguji hipotesis digunakan uji t yang menunjukkan pengaruh secara parsial variabel Motivasi Kerja (X2) terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).
Hipotesis :
1. H0 : 2 = 0 (Artinya, variabel Motivasi Kerja (X2) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan )
H1 : 2 ≠ 0 (Artinya, variabel Motivasi Kerja (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan )
2. Daerah kritis atau daerah penolakan
Jika nilai ttabel atau nilai Sig. < dari 0,05 maka, H0 ditolak dengan arti variabel bebas memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Besarnya nilai signifikansi variabel bebas Motivasi Kerja pada uji t adalah 0.000 atau < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.
Sehingga Variabel bebas Motivasi Kerja (X2) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan (Y). Maka H2 diterima.
4.9 Pembahasan
4.9.1 Pengaruh Kompensasi terhadap kinerja karyawan
Kompensasi (X1) berpengaruh secara parsial terhadap Kinerja Karyawan (Y), dengan tingkat signifikansi kurang dari 0.05, sehingga hipotesis yang menyatakan
“Kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada CV. Mutiara Prima Abadi”, teruji kebenarannya. Pengaruh Kompensasi (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) menunjukkan arah positif, artinya semakin tinggi Kompensasi maka semakin tinggi Kinerja Karyawan. Dalam hal ini Kompensasi yang diterapkan di CV. Mutiara Prima Abadi berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan. Semakin baik Kompensasi maka semakin tinggi Kinerja Karyawan. Hasil penelitian ini senada dengan hasil penelitian Dito (2010) yang menyatakan bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Peningkatan pemberian kompensasi akan meningkatkan kinerja karyawan. Hal yang sama juga dibuktikan oleh Nurcahyani dan Adnyani (2016) serta Suwati (2013) dimana kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
4.9.2 Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Motivasi kerja (X2) berpengaruh secara parsial terhadap Kinerja Karyawan (Y), dengan tingkat signifikansi kurang dari 0.05, sehingga hipotesis yang menyatakan “Motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada CV.
Mutiara Prima Abadi”, teruji kebenarannya. Pengaruh Motivasi kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) menunjukkan arah positif, artinya semakin tinggi Motivasi kerja maka semakin tinggi Kinerja Karyawan. Hasil penelitian ini senada dengan
hasil penelitian Sutadji (2008) yang membuktikan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Seorang karyawan yang ingin mendapat nilai yang memuaskan dalam penilaian kinerja akan memperbaiki perilaku agar memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Hal ini dapat membuat karyawan menjadi rajin dalam bekerja, tidak datang terlambat, tidak pernah absen dan mematuhi peraturan.
Serta mendukung penelitian Wijaya dan Andreani (2015) yang membuktikan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
4.9.3 Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil analisis menunjukkan variabel kompensasi dan motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Mutiara Prima Abadi. Hal ini diketahui dari hasil uji F yang menunjukkan bahwa nilai sig. dalam uji F sebesar 0,000 yang artinya < dari 0,05. Dengan demikian hipotesis penelitian yang berbunyi “Kompensasi dan motivasi kerja berpengaruhterhadap kinerja karyawan pada CV. Mutiara Prima Abadi” adalah terbukti kebenaranya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suwati (2013) dimana hasil dalam penelitian tersebut menemukan bahwa Variabel kompensasi dan motivasi kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.