• Tidak ada hasil yang ditemukan

FISIP Terus Benahi Program S2. FISIP Terus Benahi Program S2. Sesuai PP 30/2006 pasal 14, dinyatakan. edisi: 13/Maret 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "FISIP Terus Benahi Program S2. FISIP Terus Benahi Program S2. Sesuai PP 30/2006 pasal 14, dinyatakan. edisi: 13/Maret 2010"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

S S

esuai PP 30/2006 pasal 14, dinyatakan bahwa ”organ pelaksana universitas untuk melaksanakan pendidikan adalah fakultas”. Barangkali berdasar pertimban- gan inilah mengapa pengelolaan dan akti- fitas proses belajar mengajar mahasiswa pascasarjana dialihkan ke fakultas. Boleh jadi hal ini memang beralasan, oleh karena faktor linieritas pengelolaan program pen- didikan sarjana (S1), magister (S2) dan doktor (S3).

Program magister atau program studi S2 Ilmu Ilmu Sosial (PS S2 IIS) pun perta- makali berdiri tahun 1993 dikelola oleh Program Pascasarjana. Namun, sejak 4 tahun terakhir pengelolaannya telah dial- ihkan ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poli- tik. Nama Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) dipilih dengan maksud untuk menunjukkan sub- stansi keilmuan ilmu-ilmu sosial (seperti sosiologi, politik, antropologi, komunikasi, dan administrasi negara) yang tidak saling terpisah, parsial dan segmentatif;

melainkan saling mendukung dan saling melengkapi: saling menyapa. Dengan demikian para lulusan magister IIS dihara- pkan mampu menjelaskan dan mencari so-

lusi atas berbagai fenomena sosial, politik dan budaya secara komprehensif dan berwawasan luas.

Satu dasawarsa lebih program magister IIS di fakultas ini berjalan dan sudah ratu- san magister diluluskan. Sudah sejak 15 tahun pula program magister IIS ini mem- berikan sumbangan signifikan terhadap ke- butuhan para pemangku kepentingan.

Dan, setelah 17 tahun pula disadari ten- tang pentingnya dilakukan berbagai pem- benahan dan perbaikan-perbaikan karena beberapa alasan berikut, (i) semakin banyaknya peminat yang tertarik masuk menjadi mahasiswa program magister di lingkungan fakultas ini, (ii) keinginan dan kebutuhan masyarakat terhadap kualifikasi dan kompetensi lulusan yang keilmuannya lebih spesifik (profesional), (iii) pentingnya keterbukaan kualifikasi keilmuan dan atau kejelasan kompetensi yang akan dihasilkan oleh suatu program studi.

Kesadaran untuk meningkatkan kuali- tas lulusan melalui perbaikan kinerja insti- tusional program magister semakin kuat ketika kekuatan sumber daya (dosen) fakultas ini semakin baik. Hingga Februari

2010, fakultas ini telah mempunyai 7 guru besar (profesor) dan 18 doktor. Beberapa tahun lagi, jumlah dosen bergelar doktor akan bertambah 28 orang dan yang berge- lar magister bertambah 15 orang. Dengan latar belakang itulah, kini, jumlah program magister yang ada di fakultas oranye ini menjadi 6 Program Magister: (i) Media dan Komunikasi, (ii) Pengembangan Sum- ber Daya Manusia, (iii) Sosiologi, (iv) Poli- tik, (v) Kebijakan Publik dan (vi) Hubungan Internasional.

Semangat meningkatkan dan menyem- purnakan program magister akan terus di- lakukan meski dalam prosesnya akan selalu ditemukan kendala-kendala.

Namun, berkat kesadaran semua civitas academika fakultas ini - yang tinggi dan se- mangat kuat menuju kebaikan dan pen- ingkatan tanggungjawab sosial yang besar kepada para pemangku kepentingan - al- hamdulillah, semua persoalan, kendala, tantangan dan situasi problematic dan complicated dapat dilalui dengan baik.

Terimakasih dan sukses untuk segenap warga civitas academica Fisip Unair.

(Prof. Dr.Musta’in - Wadek I FISIP)

FISIP Terus Benahi Program S2 FISIP Terus Benahi Program S2

edisi: 13/Maret 2010

(2)

editorial

REKAMAN ACARA BERDUKA CITA

lPENANGGUNG JAWAB: I. Basis Susilo (Dekan FISIP)

lPEMIMPIN UMUM: V. DUGIS (Wakil Dekan III) lPIMPINAN REDAKSI: Yayan Sakti Suryandaru

lJURNALIS: Debrina Tedjawidjaja ; Intan Fitranisa ; Putri Rizkl Pramadhani, Muhammad Zaki Ath. T; Puspita Adiyani C.

lFOTOGRAFER: Yanuar Satria Putra, Prima Kirtti Utomo lLAY-OUT/PRODUKSI: Irfan Wahyudi, S.Sos

lAlamat Redaksi: Gedung FISIP Kampus B Universitas Airlangga Jl. Dharmawangsa Dalam Surabaya Telp.(031) 5034 015, 5047 754, 5011 744, 5017 429. Fax.(031) 5012 442 le-mail: fi[email protected]

Telah berpulang ke Rahmattulloh

ayahanda Pingky Saptandari (dosen Antropologi), KRMH Yonosoepoetro Handayaningrat

(87 tahun)

pada 13 Pebruari 2010 pukul 04.00 WIB.

Jenazah dimakamkan di makam keluarga Astana Oetara Surakarta

PENGABDIAN MASYARAKAT

Priyatmoko (Politik) narasumber

“Pembangunan Politik Demokrasi dan Stabilitas”

oleh Bakesbanglinmas Pemprov Jatim pada Forum Komunikasi dan Konsultasi bagi Fungsionaris Parpol,

Ormas/LSM Jatim, 10 Pebruari 2010 di Hotel Satelit Surabaya

Yayan Sakti Suryandaru & Liestianingsih (Komunikasi) narasumber

Workshop Jurnalisme Gender bagi Jurnalis Media Cetak dan Elektronik,

oleh Bapemas dan KB Pemkot Surabaya, 16 Pebruari 2010

di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya Liestianingsih (Komunikasi)

narasumber

“Model Promosi Kesehatan Terkini Melalui Media Massa” oleh Dinas Kesehatan Pemprov Jatim,

18 Pebruari 2010 Bambang Budiono (Antropologi)

narasumber

Seminar “Strategi dan Implementasi Pemolisian Masyarakat”

oleh Polres Lumajang, 24 Pebruari 2010 di Pendopo Kabupaten Lumajang Yayan Sakti Suryandaru (Komunikasi)

narasumber

Hari Pers Nasional PWI Kediri, 24 Pebruari 2010 di Hotel Insumo Palace Kediri

WAKTU ACARA TEMPAT

29 Januari Pelantikan BEM Fisip Unair Masa Jabatan 2010

ruang Adi Sukadana

2 Februari 2010 Sidang Ujian Doktor Terbuka Drs. Henry Subiakto, S.H, M.A, Dosen Departemen Komunikasi

Gedung Pascasarjana Kampus B Unair

1-28 Februari 2010 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Unair

di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Bo- jonegoro

5 Februari 2010 Pelantikan Drs. Moh.

Imron, MM, Kepala Bagian Sumber Daya FISIP Unair

Kantor Manajemen Unair

11 Februari 2010 Rapat Kerja Himadep Komunikasi FISIP Unair

Ruang Adi Sukadana

12-14 Februari 2010 Penggodokan rancan- gan program kerja BEM FISIP

Villa Cemara, Pacet Mojokerto

15-18 Februari 2010 Pameran Lomba Cipta Iklan Cetak Anti Ko- rupsi Himadep Komu- nikasi FISIP Unair

Ruang Lobi A gedung FISIP Unair

15 Februari 2010 - Diskusi jurnalistik

“Dibalik Langit Berita TVOne”

- lomba Presenter TVOne

Auditorium Gedung C

16 Februari 2010 Kunjungan Komunikasi UI ke FISIP Unair

Kampus FISIP

24 Februari 2010 Rapat Kerja Sie Kero- hanian Islam (SKI) FISIP

ruang Adi Sukadana

24 Februari 2010 Kunjungan enam ma- hasiswa beserta seo- rang dosen dari Universitas Tadulako (Untad), Palu

Kampus FISIP

(3)

mahasiswa

“H

idup mahasiswa! hidup rakyat!” Kalimat ter - se but terus diteriakkan ba - risan mahasiswa peserta aksi seratus hari kerja SBY-Boe- diono selama long march menuju Grahadi. Tak keting- galan dalam barisan tersebut kawan-kawan BEM Fisip Unair ikut berunjuk rasa. Total tiga puluh orang mahasiswa BEM Fisip Unair berpartisipasi pada aksi tanggal 28 Januari terse- but.

BEM Fisip Unair yang sudah berkumpul sejak pukul 08.00 pagi di depan Gedung Serba Guna (GSG) kampus B Unair menunggu peserta aksi lain- nya, yaitu kawan-kawan dari Fakultas Kesehatan Masya ra - kat Unair, dan juga BEM ITS.

Mereka lalu bergerak menuju kantor kesekretariatan Per- himpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) dua jam berikutnya.

Di kantor sekre PMKRI, me - reka lalu menghimpun keku- atan yang lebih besar lagi bersama Organisasi Mahasiswa (Ormas) ekstra kampus lain- nya. Diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perg-

erakan Mahasiswa Islam In- donesia (PMII), Gerakan Maha- siswa Nasional Indonesia (GMNI), dan PMKRI sendiri yang tergabung dalam kelom- pok Cipayung. Baru sekitar pukul 11.00, total tujuh puluh lebih mahasiswa yang ikut dalam barisan tersebut tiba di gedung negara Grahadi.

Sejenak jalan raya antara gedung negara Grahadi dan taman Apsari tumpah ruah oleh para demonstran. Hal tersebut memaksa aparat yang bertugas menutup akses jalan tersebut sekitar pukul 12.00. Terlihat barisan BEM Fisip Unair datang paling akhir dan disambut oleh demon- stran lainnya. Yaitu dari BEM UNESA, UPN, serta beberapa Ormas ekstra ITS.

Membawa bendera oranye Fisip, para demonstran Fisip Unair siang itu mengangkat tema Selamatkan Indonesia.

“Di sini kami bermaksud menyampaikan aspirasi kami agar Indonesia tidak terjebak dalam Neoliberalisme.” tutur Abdul Chodir, PresBEM sekali- gus Asisten Teritori (Aster) barisan BEM Fisip Unair dalam

aksi siang itu.

Tuntutan yang diserukan an- tara lain benahi sistem pen- didikan nasional, segera bentuk pengadilan HAM, tuntaskan pelanggaran HAM, cabut perjan- jian AFTA, serta reformasi birokrasi. Tak ketinggalan juga rapor 100 hari SBY-Boediono versi mereka ditulis dan diben- tangkan di atas kertas karton putih. Dalam rapor tersebut bidang kesehatan mendapatkan angka yang paling kecil dari pada bidang lain seperti ekonomi, hukum, pendidikan, dan good governance.

“Gejolak aksi yang hari ini terjadi adalah bentuk kepedu- lian mahasiswa untuk tetap mengawal pemerintahan SBY- Boediono. Sehingga di sini kami tergerak untuk mengajak seluruh elemen masya rakat menge valuasi kritis jani SBY- Boediono sebagai suatu kri- tikan pembangun bangsa.”

jelas Chodir, yang juga maha- siswa Sosiologi 2007.

Beruntung aksi para maha- siswa tidak sia-sia. Karena ste- lah sekitar dua jam melakukan aksi, Gubernur Jatim H.

Soekarwo turun ke lapangan.

Berorasi di atas mobil pick-up putih, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu men- jawab tuntutan para demon- stran. “Tolong perca ya kanlah semua itu pada negara, pada KPK. Di sini saya tidak berwe- nang berjanji pada anda semua,” seru Pakde Karwo pada para demonstran.

Usai menjawab tuntutan demonstran, Pakde Karwo yang hanya muncul beberapa menit saja langsung kembali ke kantor. Sempat terdapat aksi anarki penyembelihan angsa oleh ormas lain sebagai simbol kekecewaan rakyat.

Namun aksi siang itu pun be- rakhir dengan damai juga.

Berlangsung selama kurang lebih tiga jam tanpa terdapat bentrok antara demonstran dan aparat. “Kita upayakan aksi damai. Janganlah sampai ada bentrok atau aksi-aksi anarki. Apalagi seperti pe - nyem belihan angsa tadi saya agak kurang setuju sebe- narnya.” tutur Ruri, salah satu demonstran BEM Fisip Unair.

(zaq)

BEM FISIP turut unjuk rasa pada 28 Januari lalu

Segera Bentuk Pengadilan HAM!

BEM Fisip : Selamatkan Indonesia

dari Neoliberalisme!

(4)

diskusi & seminar

M

emasuki usia dua tahun, TVOne, untuk kedua kalinya, kembali menyapa para pemirsa setianya di kampus oranye, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Senin (15/2).

Kunjungan TVOne kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Selain mengadakan diskusi jurnalistik

“Dibalik Langit Berita TVOne”, stasiun televisi yang identik den- gan karikatur Bang One ini juga menggelar lomba Presenter TVOne. Nantinya, peserta yang menjadi pemenang akan mewak- ili Surabaya pada malam Final Lomba Presenter di Jakarta.

Kunjungan TVOne dibuka dengan diskusi jurnalistik “Diba- lik Langit Berita TVOne” di Au- ditorium Gedung C FISIP.

Dis kusi ini menghadirkan Totok Suryanto (GM News&Sports) dan Rahma Sarita (Host&Pre- senter TVOne) sebagai pem- bicara. Diskusi ini dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama men- gangkat tema era baru pertele- visian, sedangkan sesi kedua lebih membahas teknik-teknik menjadi presenter berita terde- pan.

Sebelum membahas menge- nai perkembangan dunia pertelevisian terkini, Totok memaparkan sedikit keberhasi- lan yang telah dicapai TVOne di usianya yang kedua. Menurut Totok, selama dua tahun mengu- dara, TVOne menunjukkan pen- ingkatan yang signifikan.

Peningkatan itu tampak dari share atau rating TVOne yang

terus bertambah dan mampu bersaing dengan stasiun televisi berita yang lebih dulu eksis, Metro TV. “Karena keberhasilan ini, Pak Ishadi (Dirut Trans Corp- red) menjuluki TVOne dengan istilah Si Bayi Ajaib!” ujar Totok.

Kemampuan TVOne sebagai televisi berita dalam meraih banyak penonton juga membuk- tikan masyarakat Indonesia mulai cerdas dan terpelajar.

Totok mengungkapkan, ber da- sarkan hasil survei Kompas tahun 2009 silam, jumlah penon- ton tayangan hiburan mengalami penurunan. Sebaliknya, jumlah penonton tayangan berita terus mengalami peningkatan. “Fakta ini tentu menggembirakan.

Akhir nya, news bisa bersaing dengan tayangan entertainment,”

ucap Totok.

Selain menyajikan berita- berita yang terdepan, TVOne tentu perlu melakukan tero- bosan-terobosan agar tetap eksis. Apalagi perkembangan teknologi kian hari kian tidak terbendung. Karena itu, TVOne akan terus melakukan peruba- han agar selalu tampil beda, terutama dalam aspek teknologi yang digunakan. Totok berharap, ke depan, TVOne mampu mem- buat suatu tayangan berita den- gan teknologi yang inovatif tapi simpel. Murah tapi canggih.

Namun, perwujudan impian tersebut tentu membutuhkan

waktu sembari terus memper- baiki tiap kekurangan yang ada.

Suasana diskusi semakin

“segar” saat Rahma Sarita me- mandu sesi kedua, Menjadi Pre- senter Terdepan. Dengan penuh semangat, Rahma mengurai satu demi satu teknik menjadi pre- senter berita yang baik. Menurut Rahma, ketika ingin menyam- paikan suatu informasi, seorang presenter harus eye catching, penuh semangat. “Apalagi pas di depan kamera, seorang presen- ter harus yakin kalo informasi yang disampaikan itu penting bagi masyarakat,” ungkap Rah - ma. Rahma pun menegaskan bahwa penampilan bukanlah fak- tor utama sukses menjadi seo- rang presenter. Meski, dia tidak memungkiri penampilan juga merupakan faktor yang penting.

“Yang penting, untuk menjadi presenter berita yang handal, harus punya karakter dan berani tampil beda dari yang lain,” tam- bah Rahma.(int)

Si ‘Bayi Ajaib’ Kembali Kunjungi FISIP

Rahma Sarita on the stage

SEORANG laki-laki bertelan- jang dada. Kedua pergelangan tan- gannya diikat dengan kain berwarna merah dan putih. Di bagian bawah gambar, tertulis “Ikat Hati Negeri Ini Demi Sebuah Harga Diri Tanpa Korupsi”

Itu adalah salah satu poster peserta dalam Pameran Karya Cipta Iklan Antikorupsi yang dige- lar di lobi A gedung FISIP Unair, 15-18 Februari 2010. Poster nye- lentik itu berjudul “Ikat Hati”, karya Annurdy Lukmono yang berhasil menyabet juara harapan pertama. Selain milik Annurdy, ada 65 karya lainnya yang dipamerkan dalam eksibisi tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi, pani- tia mengundang seluruh peserta lomba untuk hadir pada pameran tersebut. Panitia juga telah menyi- apkan sertifikat untuk seluruh pe- serta. Bagi peserta yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya, sertifikat dapat langsung diambil di venue pam- eran. Namun, untuk peserta dari

luar kota, sertifikat akan dikir- imkan ke alamat masing-masing.

Seperti yang sudah dimuat di blog khusus kompetisi ini, tiga pe- menang telah terpilih, yaitu Muhammad Fahmi Annas dengan karyanya yang berjudul “Sumpah Budaya Korupsi” (Jogjakarta), Resyifah Syah Azza dengan karyanya yang berjudul “Poster Korupsi” (Surabaya), dan Retno Untari dengan karyanya yang berjudul “It’s Not Just Killers”

(Surabaya). Masing-masing berhak mendapatkan uang tunai sebesar 5 juta, 3 juta, dan 2 juta rupiah.

Dari seluruh karya yang terkumpul dalam Lomba Cipta Iklan Cetak Anti Korupsi, akan dipilih empat buah poster untuk ditawarkan kepada instansi-in- stansi pemerintah sebagai materi iklan antikorupsi. Poster-poster tersebut adalah “And The Winner is...” karya Pandu Wicaksono,

“Bukan untuk Suap” karya M Sunni Akbar, “Corupsi de Redoxon”

karya Fauzen dan Fiki Aditya, serta

“Korupsi dimulai dari Hal-Hal yang Kecil” karya Maria Chitra.

Pemilihan tersebut didasarkan pada beberapa kriteria penjurian, yaitu originalitas karya, kesesuaian karya dengan tema, pesan yang ingin disampaikan, serta penggu- naan unsur desain dalam iklan cetak. “Dengan diselenggarakan- nya even semacam ini, kami berharap kesadaran untuk tidak melakukan tindak korupsi dapat tertanam sejak dini. Kalau mental antikorupsi itu sudah terbentuk, hal-hal positif lainnya tentu akan mengikuti.” jelas Agustino Sasongko, Ketua Himadep Komu- nikasi FISIP Unair.

Lomba Cipta Iklan Cetak Anti Korupsi ini merupakan gelaran Hi- madep Komunikasi FISIP Unair yang terbuka untuk umum, den- gan materi berupa iklan layanan masyarakat yang mendukung ger- akan antikorupsi. Pengumpulan karya ditutup pada 5 Desember 2009 lalu. (put)

Slentik Koruptor Lewat Poster

(5)

kunjungan

K

ampus boleh berbeda, namun visi tetap sama. Saat menyebut tanah air Indonesia, nama alamamater mahasiswa nomor dua. Tanggung jawab membangun bangsa dipikul bersama. Paling tidak, semangat inilah yang dibawa mahasiswa ko- munikasi Universitas Indonesia (UI) saat berkunjung ke FISIP Unair, Selasa, 16 Februari lalu.

Chyntia Monica Fabella, Ajie Artotian dan Melliana Dwi Utami adalah tiga mahasiswa komunikasi UI yang kemarin mewakili komu- nikasi UI untuk roadshow mem-

perkenalkan Pekan Komunikasi UI. Ajang yang diharapkan untuk membunyikan gaung bidang ko- munikasi di Indonesia, khususnya di bidang adverdtising.

”Kita sebisa mungkin, menjadi SDM bidang komunikasi yang kompeten. Salah satunya dengan mengikuti berbagai kompetisi, yang nantinya akan membuka jalur untuk kita mengasah potensi diri seluas-luasnya,” ungkap Bella, panggilan akrab Chyntia Monica Fabella. Kompetisi yang ditawar- kan Pekan Komunikasi UI adalah kompetisi di bidang advertising dan fotografi.

Meskipun dalam Pekan Ko- munikasi UI banyak rangkaian

acara yang memasukkan unsur bi- dang kajian komunikasi seperti Public Relation, film dan lain-lain, namun advertising menjadi pilihan karena punya isu yang menarik.

”Kita harusnya prihatin dong ya, kalau semua yang ada di negeri kita ini dibanjiri produk asing, bu- kannya malah bangga,” ungkap Melliana.

Keprihatinan inilah, dengan semangat atas nama Indonesia, harusnya membuat kita sebagai mahasiswa bertindak. Di bidang komunikasi, kita bisa mengkampa- nyekan kecintaan terhadap pro-

duk lokal. ”Nah, karena itu tema lomba advertising kami kali ini adalah Vokal dengan Produk Lokal. Tahapan pertama poster dulu, finalisnya nanti akan diadu lewat adu strategi IMC (Integrated Marketing Communicati on),” jelas- nya. Untuk kompetisi foto- grafi, tema yang diangkat adalah When East Meet West. Bagaimana alkulturasi kebudayaan harusnya berjalan seimbang.

Selain menjelaskan tentang Pekan Komunikasi UI, mereka juga berbagi pengalaman dengan mahasiswa komunikasi Unair.

Mulai dari hal kecil seputar kehi- dupan perkuliahan, magang, men- gelola himpunan hingga

permasalahan bangsa. Kondisi so- siologis yang berbeda antara Su- rabaya dan Depok yang dekat dengan Jakarta, Ibukota negara, menyebabkan banyak ”fasilitas”

berbeda yang didapat.

”Kami minta tolong dong, untuk channel magang. Disini ter- batas kan akses dan perusahaan, kalau kalian gimana? Caranya gi- mana?,” celetuk Chitra Ardyatna, salah satu mahasiswa komunikasi Unair. Pertanyaan ini disambut hangat yang lain. Jangan pernah takut untuk mencoba, begitulah pesan mereka. Karena biasanya takut untuk mencoba apply selalu jadi hambatan. Padahal banyak yang terbuka untuk menerima

mahasiswa magang. Dan mereka berjanji membantu mengenalkan, karena kebanyakan mereka pun mendapatkan ”jalur”nya dari kakak kelas mereka.

”Kami harap hasil kunjungan- nya nggak sampai sini ya. Kerja sa- manya kita harapkan terus terjalin. Formal ataupun nggak, UI-Unair ke depannya tetep saling bantu ya,” ujar Agustino Sa- songko, Kahima Departemen Ko- munikasi Unair. Harapan yang sama juga disampaikan mereka, berikut undangan untuk kun- jungan ke UI. ”Ayo main-main ke UI, datang ya ke Pekom UI,” pung- kas Ajie. (puz)

Kunjungan Komunikasi UI ke FISIP

Diskusi mahasiswa Komunikasi UI dengan mahasiswa FISIP

FISIP Universitas Airlangga kedatangan enam mahasiswa beserta seorang dosen dari Uni- versitas Tadulako (Untad), Palu. Tujuh orang tersebut adalah civitas akademika jurusan So- siologi, program studi Ilmu Komunikasi. Kun- jungan mereka pada 24 Februari 2010 ke Unair merupakan salah satu dari serangkaian studi tour. Selain mengunjungi Unair, mereka mengunjungi Jogjakarta (UGM), Bandung (ITB), Dan Jakarta (Universitas Indonesia).

Mahasiswa beserta dosen Untad tersebut disambut dan diantar Agustino Sasongko, Kahima Ilmu komunikasi FISIP Unair menuju kantor Departemen Ilmu Komunikasi Unair.

Sesampainya di kantor Departemen, para tamu disambut oleh Liestya Dayanti selaku sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Unair dan Sri Moerdijati, Dosen. Herman, Dosen Ilmu Komunikasi Untad berdialog den- gan dua dosen Ilmu Komunikasi Unair. Mereka

juga sempat bertukar Satuan Acara Perkulia- han (SAP) dan bercerita tentang kegiatan perkuliahan di masing-masing universitas.

Setelah berdialog tujuh orang civitas Untad dipandu oleh Agustino untuk mengunjungi be- berapa fasilitas yang berhubungan dengan De- partemen Ilmu Komunikasi seperti Laboratorium Audio Visual, Mini Theater, dan Student Center. “Ilmu Komunikasi di Untad re- latif masih baru, terbentuk pada tahun 2003 dan kami berada di bawah jurusan Sosiologi.

Maka dari itu kami berharap dengan adanya studi tour ini dapat membuka wawasan kami tentang jurusan Ilmu Komunikasi” ucap Her- man saat berada di Ruang desain grafis.

Kunjungan mereka ditutup dengan men- gunjungi Ruang Himakom yang dihiasi poster- poster anti korupsi hasil dari kompetisi pembuatan poster layanan masyarakat beber- apa bulan lalu. Mereka berencana menuju kota Malang untuk sekedar mengunjungi tempat- tempat menarik disana. (Prima)

Berfoto di depan papan nama FISIP, buat oleh-oleh di Palu

Airlangga Bertemu Tadulako

(6)

mahasiswa

S

eperti yang telah dijanjikan dalam masa kampanyenya, BEM akan lebih menjalankan peran serta eksekutif mahasiswa yang berdaya saing tinggi, integratif, ako- modatif, progresif dan sesuai den- gan tri dharma perguruan tinggi dan Pancasila. Kali ini realisasi janji ini menjadi tentangan bagi kepen- gurusan BEM periode 2009-2010.

Langkah awal BEM FISIP yang baru saja dilantik ini, sudah membuat rancangan program kerja.

Selama tiga hari berturut- turut, 12-14 Februari lalu Badan Eksekutif Mahasiswa ini menggo- dok rancangan program kerjanya di Villa Cemara, Pacet Mojokerto.

Fokus utama program kerja BEM kali ini adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di FISIP, khu- susnya mahasiswa.

”Program kerja tiap departe- men banyak sekali ya. Masing-ma- sing punya acuan apa yang akan dilakukan. Tapi semuanya terinte- grasi untuk meningkatkan SDM mahasiswa FISIP sendiri,” terang Abdul Chodir, presiden BEM. Me- nurutnya, selama ini banyak sekali potensi mahasiswa FISIP yang belum diwadahi dengan baik. Po- tensi yang ada ini kemudian tidak bisa disalurkan, pada akhirnya membuat FISIP mandul prestasi.

Mahasiswa FISIP yang dikenal kritis, seharusnya fasih menyampai- kan kritik konstruktifnya sacara lisan maupun tulisan. Apakah yang secara lisan itu lewat debat ter- buka, atau yang tulisan lewat artikel di surat kabar. Kekritisan dalam bentuk ilmiah, seharusnya bisa pula disalurkan dengan melahirkan se- buah karya tulis ilmiah atau paper.

Mahasiswa menjadi tidak pro- duktif, manakala itu semua tidak di- wadahi.

”Sadar akan hal itu, departe- men PSDM sedang merealisasikan

adanya semacam kelompok studi penalaran,” ungkap Chodir. Dengan hadirnya kelompok studi penalaran ini, wacana kampus akan lebih hidup. Pengembangan akademik mahasiswa juga bisa tercapai mela- lui program ini. Lomba-lomba karya tulis yang ditawarkan pun di- harapkan tidak kering peminat lagi.

Chodir mengaku gagasan BEM ini disambut hangat oleh pihak fa- kultas, bahkan mereka sudah mulai akan meminang beberapa dosen untuk dijadikan pembimbing ke- lompok studi ini. ”Rencanya yang kita mintai tolong adalah Pak Hari dan Pak Fahrul dari Ilmu Politik,

dan Pak Joko dari HI, ” tuturnya.

Potensi mahasiswa FISIP untuk teamwork bisa disalurkan lewat pe- nyelenggaraan sebuah even. Renca- nanya Dep. Seni dan Budaya bakal mengadakan FISIP Open Air (FOA) maupun Fisip Fiesta untuk mencit- rakan FISIP pada masyarakat luas.

Perubahan rencana kerja pen- ting lainnya adalah untuk Departe- men Infokom. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, sebagian besar program BEM seringkali kurang berhasil karena kurangnya sosiali- sasi. Proses informasi dan komuni- kasi antara BEM, Mahasiswa dan pihak fakultas, tahun ini diharapkan terjalin dengan lancar

dan jelas.

Rencananya bakal ada buletin BEM yang terbit tiga bulan sekali untuk mensosialisasi- kan kinerja BEM. Den- gan adanya sosialisasi ini, bisa dianggap me- rupakan pertanggung- jawaban BEM akan kepengurusannya, se- kaligus usaha me -

rangkul mahasiswa untuk berpar- tisipasi. ”Tabloid ini juga bakal me- wadahi ide-ide temen-temen semua yang suka nulis. Juga kegia- tan dari kelompok studi penalaran itu tadi,” jelasnya.

Sebelum rapat kerja penggo- dokan program ini diadakan di Pacet, sudah ada pra raker untuk menyusun draft-draft rancangan program kerja tiap departemen.

Bahkan, juga ada perubahan struk- tur karena adanya evaluasi kepen- gurusan BEM yang lalu, yaitu pemecahan Dep. Minat dan Bakat menjadi Dep. Seni dan Budaya serta Dep. Olahraga. (puz) Pengurus BEM FISIP periode 2010

Fokus Pengembangan SDM Mahasiswa

Pengurus BEM periode 2009-2010 Presiden BEM : Abdul Chodir (Sosiologi 07) Wapres BEM : Ayu Irene S (AN 07) Bendahara : Nur Faizatul (AN 07) Sekretaris : Deni Wahyu ( Athro 07) Dep. Agama : Daniel Susilo (Komunikasi 08) Dep. Sosial Politik : Muh. Mizen (Ilmu Politik 07) Dep. PSDM : Nora Titaning (Sosiologi 07) Dep. Olahraga : Hirzy (HI 07)

Dep. Seni & Budaya : Ghea (Anthro 08)

Dep. Kesejahteraan Mhsw: Rian Falah (Ilmu Politik 08) Dep. Infokom : Niken Febrina (Komunikasi 08)

SETAHUN sudah era kepe mim - pinan Aswin Bahar pada Badan Ek- sekutif Mahasiswa (BEM) Fisip Unair. Kini giliran Abdul Chodir menjalankan roda pemerintahan BEM di kampus Oranye ini. Per- gantian kepengurusan tersebut di- tandai dengan pelantikan BEM pada Jum’at, 29 Januari lalu di ruang Adi Sukadana.

Hadir pada pelantikan siang itu I Basis Susilo, Dekan Fisip Unair;

Musta’in Mashud, Wakil Dekan I, dan Punari dari Kemahasiswaan. Se- lain para pengurus BEM, juga dilan- tik pada acara tersebut para pengurus Badan Legislatif Maha-

siswa (BLM) dan Himpunan Maha- siswa (HIMA) beberapa prodi. Di- antaranya HIMA Sosiologi, Antropologi, dan Ilmu Komunikasi.

“Semoga dari BEM yang ter- dahulu bisa memberi masukan pada BEM yang sekarang. Hal-hal yang perlu dibenahi pada masa kepengu- rusan Aswin semoga dapat dibenahi pada era Chodir,” tutur I Basis Susilo dalam sambutannya pada pelantikan.

Berbeda dengan I Basis Susilo yang memberi sambutan normatif, Wadek I, Musta’in Mashud malah mewarning para peserta pelantikan terhadap pengumpulan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) BEM tahun lalu dan Program Kerja (Pro- ker) bagi BEM kepengurusan 2010.

“Saya ingatkan untuk LPJ bagi pengurus tahun lalu segera di - kumpulkan. Kalau sudah ter kumpul nantinya akan memudahkan BEM tahun ini dalam mengumpulkan Prokernya,” ungkap Musta’in.

Ia menambahkan bahwa pe - ngum pulan LPJ tidak hanya berlaku pada BEM saja. Melainkan juga pada

HIMA sebagai Ormawa yang bernaung di bawah masing-masing prodi. “Jika sudah ada LPJ dan Pro- ker bisa turun maka dana dari Fakultas dan IKOMA pun juga ikut turun. Hal tersebut tentunya akan memudahkan masing-masing Or- mawa dalam menjalankan program kerjanya.” jelas Wadek I.

Memang pada prosedurnya dana dari fakultas dan IKOMA akan turun jika telah ada proker dari tiap-tiap Ormawa. Besaran dana tiap-tiap ormawa pun telah dis- esuaikan sesuai porsinya. Misal Hima tiap-tiap prodi sudah tentu akan mendapat jatah sesuai prodi masing-masing. Asal proker terse- but dinilai realistis oleh fakultas.

“Proker adalah semacam kon- trak ormawa dengan fakultas.

Dibuat sebanyak tiga copy yaitu untuk fakultas, IKOMA, dan doku- men pribadi tiap-tiap Ormawa.”

jelas Musta’in yang merupakan dosen dari prodi Sosiologi.

Pada pukul 15.00 acara diakhiri foto bersama para pengurus BEM dengan Dekan dan Wadek I. (zaq)

Wadek I : Jangan Terlambat Kumpulkan LPJ

Wadek 1 - Prof. Musta’in

(7)

mahasiswa

A

da yang berbeda di Ruang Adi Sukadana, Kamis 11 Februari 2010. Ruangan yang langganan jadi tempat gelaran seminar itu ruah dalam atmosfer kekeluargaan nan akrab. Beberapa kali canda dan tawa meluncur, menghangatkan suasana. Namun, acap pula ter- dengar obrolan-obrolan serius. Ya, hari itu pengurus Himadep Komu- nikasi FISIP Unair menggelar rapat kerja. Agendanya, membahas pro- gram kerja Hima dalam setahun.

Tidak seperti tahun-tahun se- belumnya, ada yang berbeda dari

program kerja Himadep Komuni- kasi kali ini. Kalau Hima yang lalu terdiri atas divisi-divisi, tahun ini susunan Hima ‘dirombak’ jadi wadah bagi klub-klub peminatan Departemen Komunikasi. Sebe- lumnya, Himadep Komunikasi ter- bentuk atas divisi Informasi dan Komunikasi, Sosial, Minat dan Bakat, Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Agama. Seka- rang, Hima bukan lagi terdiri atas divisi-divisi seperti, melainkan klub-klub. Total, ada delapan klub yang berada di bawah naungan Hi-

madep Komunikasi plus satu divisi yaitu Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).

Klub-klub tersebut adalah Klub Jurnalistik, Public Relations, Kajian Sinema, Fotografi, Audio Vi- sual, Desain Grafis, dan Radio. Se- tiap klub dan divisi di bawah Hima mempunyai program kerja ma- sing-masing. Tanggung jawab Klub Jurnalistik antara lain adalah me- nerbitkan media cetak dan meng - a dakan pelatihan jurnalistik. Untuk Klub Public Relations, akan ada dis- kusi mengenai PR writing dan media monitoring hingga media re- lations. Sementara untuk Klub Ka- jian Sinema, setiap minggunya akan ada acara nonton film bareng dan diskusi untuk mengupas film ter- sebut dari berbagai sudut pan- dang.

Divisi PSDM, sementara itu, agak berbeda. Divisi inilah yang meng-handle dan menyelenggara- kan event gelaran Departemen Komunikasi. Rangkaian kegiatan ulang tahun Departemen Komu-

nikasi, seminar, workshop, dan se- bagainya.

Meskipun setiap klub dan di- visi memiliki program masing-ma- sing, semuanya tidak berjalan sendiri-sendiri melainkan saling bersinergi. Misalnya, dalam pem- buatan media cetak yang dipegang oleh Klub Jurnalistik. Untuk foto, Klub Jurnalistik akan bekerja sama dengan Klub Fotografi, layout dan grafis halaman dengan Klub De- sain Grafis, naskah film dengan Klub Kajian Sinema, dan sebagai- nya.

Ketua Himadep Komunikasi, Agustino Sasongko, mengatakan bahwa susunan Hima yang terdiri atas klub-klub ini bertujuan untuk mewadahi minat dan kreativitas mahasiswa. “Selain itu, klub juga dapat menjadi titik mula yang baik bagi mahasiswa untuk memprak- tikkan secara langsung ilmu dan teori yang mereka dapatkan di dalam kelas.” jelas Tino, mahasiswa yang tengah menempuh semester 6 ini. (put)

Rapat kerja yang serius sekaligus santai

BISA dipastikan, setiap organisasi formal selalu mengadakan rapat kerja (raker) di awal masa kepengu- rusan. Tidak terkecuali Sie Kerohan- ian Islam (SKI). Rabu, (24/2), bertempat di ruang Adi Sukadana Gedung A FISIP, SKI menggelar raker untuk membahas program kerja yang telah disusun oleh tiap departemen. Raker tersebut, selain dihadiri perwakilan dari tiap de- partemen di SKI, juga dihadiri per- wakilan SKI-SKI lain yang ada di Unair.

Raker yang dimulai dari pukul 09.00-16.00 WIB itu, tiap departe- men dan biro di SKI memaparkan program kerja mereka selama se- tahun kedepan. “Ada lima departe- men di SKI. Kemuslimahan, Riset dan Keilmuan (RisKel), Kade r isasi, Infokom (informasi dan komu- nikasi), dan Syiar. Sedangkan biro SKI ada tiga, Danus (dana usaha), ART (anggaran rumah tangga), dan PBA (pelatihan baca Al-quran),”

jelas Siti Aisyah, Ketua Dep. Riskel.

Menurut Siti, untuk masa kepengurusan kali ini, SKI akan lebih

fokus meningkatkan performa Dep.

Riskel dan Dep. Kemuslimahan.

Sebab, berdasarkan hasil rapat pem- bahasan laporan pertanggungjawa- ban (lpj), diketa hui bahwa performa dua departemen ini kurang diband- ingkan departemen-depar temen yang lain. “Padahal, program-pro- gram riskel dan kemus limahan itu bagus lho,” ucap Siti. Karena itulah, di kepengurusan yang baru ini, diha - rapkan performa Dep. Riskel dan Kemuslimahan lebih diting katkan.

Hal itu beru saha diwujudkan den- gan menyisipkan program baru tanpa harus menghilangkan pro- gram yang telah menjadi ciri kedua departemen tersebut.

Dep. Riskel telah menyusun be- berapa program, antara lain B3 Grup (Berteman, Berwawasan dan Berilmu Pengetahuan), menyusun database aka de mik SKI’ers, work- shop penelitian, dan diskusi profesi.

Siti mengung kapkan, Dep. Riskel se- lama setahun ini akan lebih fokus pada penelitian ilmiah. Hal ini dida - sari fakta masih rendahnya jumlah mahasiswa FISIP yang mengikuti

lomba karya tulis ilmiah. “Maha- siswa FISIP jarang ikut lomba bukan karena mereka nggak bisa. Tapi, ku- rangnya informasi penyebab mere - ka jarang mengikuti lomba,” ungkap Siti. Karena itu, Dep. Riskel berusaha semaksimal mungkin menjadi fasilitator bagi semua ma- hasiswa FISIP, khususnya informasi tentang ajang penulisan ilmiah.

Sedangkan Dep. Kemus limahan yang anggotanya diperuntukkan khusus bagi para akhwat ini menyusun program-program yang bertujuan membentuk muslimah

FISIP yang tangguh, cerdas, dan berwawasan islam. Selain tetap menjalankan program SMILE UP (Smart Muslimah In Live Up To Date) yang berisi kegiatan-kegiatan seper - ti handycraft class dan beauty class, riyadhoh (kegiatan olahraga) serta rihlah (rekreasi), Departemen Ke- muslimahan menawarkan Muslimah Teladan Award, namanya. Melalui ajang ini, diharapkan dapat muncul sosok mahasiswi FISIP yang selain ber mo dal 3B (Brain, Beauty, and Be- havior) namun juga berwawasan keislaman yang baik. (int)

Tingkatkan Riskel dan Kemuslimahan

Dari Raker Himadep Komunikasi

Bentuk Klub PR sampai Kajian Sinema

Suasana Raker SKI di ruang Adi Sukadana

(8)

kuliah

B

eberapa mahasiswa tampak duduk di sepanjang bangku galeri baru. Mereka terlihat se- rius berdiskusi sambil terus membolak-balik lembar demi lembar panduan kurikulum serta jadwal mata kuliah yang diterima dari sub bagian Akademik. Tidak ketinggalan, Kartu Rencana Studi (KRS) berwarna putih, hijau, dan kuning turut menemani diskusi mereka siang itu. Dari hasil men- dengar percakapan para maha- siswa tersebut, tampaknya mereka mengalami kesulitan menentukan mata kuliah apa yang sebaiknya diambil di semes- ter genap ini. Hal tersebut tim- bul karena banyaknya perubahan

pada kurikulum, meliputi nama, kode hingga jumlah SKS mata kuliah yang berbeda dari buku pedoman kurikulum tahun 2004. Buku pedoman kurikulum terakhir yang berlaku di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Masalah kurikulum seperti- nya menjadi hal yang cukup rumit di tahun ajaran 2009/2010. Sebab, tahun ajaran 2009/2010 bertepatan dengan periode peninjauan kembali (evaluasi) pedoman kurikulum tahun 2004. Peninjuaun kembali ini didasarkan pada pasal 6 ayat (2) tahun 2009 Peraturan Pendi- dikan FISIP, yang menyatakan

bahwa peninjauan kembali (eva- luasi) kurikulum dapat dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam lima tahun. Belum lagi, adanya permintaan dari pihak rektorat kepada semua fakultas di Unair untuk melakukan penyesuian kode mata kuliah. Alhasil, peru- bahan kebijakan pada aspek ku- rikulum ini cukup menimbulkan kebingungan, terutama di ka- langan mahasiswa yang mengu- nakan buku pedoman akademik tahun 2004 sebagai acuan me- reka memilih mata kuliah.

Menurut Karnaji, S.Sos, M.Si selaku Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, mahasiswa yang menggunakan buku pedo- man tahun 2004 tidak perlu bingung dengan adanya pedo- man kurikulum baru yang dibe- rikan tiap departemen. Sebab, saat yudisium, mereka akan tetap menggunakan buku pedo- man kurikulum tahun 2004, buku pedoman yang mereka te- rima saat masuk menjadi maha- siswa Fakultas Ilmu Sosial dan

Ilmu Politik (FISIP). “Walaupun begitu, mereka juga diperbo- lehkan mengambil mata kuliah yang ditawarkan di pedoman ku- rikulum yang baru sekalipun di kurikulum yang lama tidak ada,”

terang Karnaji.

Karnaji mengakui, masih ran- cunya pemberlakuan panduan kurikulum baru tersebut karena belum turunnya surat keputusan (SK) dari rektor. Meskipun de- mikian, panduan kurikulum baru berlaku surut hukumnya. Hal ini menandakan bahwa panduan kurikulum yang baru sudah ber- laku meski belum ada SK rektor.

“Sebenarnya, pedoman kuriku- lum baru FISIP sudah jadi. Tinggal menunggu SK rektor,” ucap Kar- naji. Sekarang, kita tunggu saja kapan resminya SK rektor ter- sebut turun. Dengan adanya SK tersebut diharapkan kerancuan yang timbul mengenai masalah kurikulum dapat teratasi dan tidak terulang kembali di semes- ter-semester tahun ajaran men- datang.(int)

Mahasiswa bingung dengan pedoman kurikulum yang berlaku

Pedoman Kurikulum Baru Tinggal Tunggu SK Rektor

S

ebagai wujud nyata dharma ketiga Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, dari tanggal 1-28 Februari 2010, Unair melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Sidoarjo dan Kabu- paten Bojonegoro. Hampir selu- ruh mahasiswa Unair yang telah menempuh pendidikan minimal 110 SKS mengikuti kegiatan ini.

Tak terkecuali para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Menurut Febriyani Hilda, ma- hasiswi Ilmu Politik ’06, kegiatan- kegiatan yang mereka lakukan selama KKN didasarkan pada hasil survei sebelum berangkat ke daerah sasaran. “Kelompokku kan kebagian di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Sebelum KKN, beberapa anggota pergi ke-

sana buat survei. Jadi, kita tahu apa yang dibutuhkan sama masyarakat disana,” jelas Hilda.

Dari hasil survei, Hilda dan kelompoknya tahu bahwa ting kat kesadaran masyarakat Keca- matan Ngasem terhadap kese - hatan masih rendah. Karena itu, mereka menjadikan program pembangunan MCK umum (Mandi, Cuci, Kakus) sebagai pro- gram utama mereka. Selain pem- bangunan MCK, mereka juga menanam tanaman toga, pemba- gian abate gratis, imunisasi, dan sosialisasi pengelolaan sampah.

Meski fokus pada aspek kese- hatan, mereka tidak melupakan aspek-aspek lain yang juga perlu mendapat perhatian. Pendidikan, misalnya. Hilda menuturkan, dari hari senin hingga jumat, mereka memberi les tambahan pelajaran

bagi anak-anak usia SD dan SMP serta mendirikan taman baca sederhana.

Walau harus tinggal jauh dari hiruk pikuk kota besar, tidak lan- tas membuat Hilda merasa bosan. Sebaliknya, Hilda malah betah dan nyaman berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Hilda mengaku, dari awal dia memang sangat bersemangat mengikuti KKN. Sebab, melalui kegiatan ini, dia bisa mengenal teman-teman dari fakultas lain sekaligus belajar hidup ber masyarakat. “Tapi, ada nggak enaknya juga sih. Di Nga - sem, jarang ada orang jual makanan atau jajanan gitu. Nggak kayak di Surabaya,” ungkap Hilda, tertawa.

Berbeda dengan Hilda, Titik Wulandari, mahasiswi Sosiologi

’06, awalnya tidak bersemangat

mengikuti KKN. Namun, lambat laun, Titik mulai nyaman bahkan kerasan tinggal di lokasi KKN.

“Selain karena temen sekelom- pokku yang kooperatif, warga di tempat aku KKN juga welcome sama program-program kita,”

ucap mahasiswi yang KKN di Tlasih, Kabupaten Sidoarjo ini.

Dari beberapa program yang dilakukan Titik dan kelompok nya, program Limbah Jadi Uang cukup menarik antusiasme war ga Tlasih.

Mereka turut mengundang seo- rang trainer dari Jam bangan untuk menularkan ilmunya se- cara langsung kepada warga Tlasih mengenai teknik pengola- han sampah, daur ulang, serta membuat kerajinan dari sampah kering. Titik berharap, selain men- gurangi sampah, program Limbah Jadi Uang ini nanti nya dapat meningkatkan penda patan warga Tlasih. “ Jadi, sampah berkurang, uang bertambah,” kata Titik, tersenyum.(int)

Awalnya Nggak Betah

(9)

dosen & karyawan

F

ebruari lalu, seluruh dosen dan karyawan FISIP diberi tabungan Bank Mandiri atas nama masing-ma- sing. Pastilah banyak yang bertanya- tanya, ada apa tiba-tiba diberi buku tabungan? Siapa yang membuka re- kening? Untuk apa buku tabungan ini? Bagaimana sistem kerjanya? Ser- buan pertanyaan ini wajar saja hing- gap dibenak karyawan maupun dosen yang mendapatkannya.

Pembagian buku tabungan Bank Mandiri ini merupakan langkah awal untuk perubahan sistem pembaya- ran gaji dan intensif lainnya kepada dosen dan karyawan Universitas Airlangga. Pembayaran gaji yang ta- dinya manual, akan dibayarkan se- cara giral melalui Bank Mandiri, yang ditunjuk sebagai mitra kerja.

Perubahan sistem ini bukannya tanpa alasan dan pertimbangan yang matang. Berdasarkan surat pembe- ritahuan dari rektor terkait giralisasi pembayaran gaji, hal ini dilakukan te- rutama dikarenakan kebijakan baru Departemen Keuangan Republik In- donesia mengenai pembayaran be- lanja pegawai. Kebijakan itu menyebutkan bahwa pembayaran belanja pegawai dilaksanan langsung oleh KPPN kepada pegawai melalui rekening masing-masing pegawai se- cara giral.

Dengan begitu, secara tidak langsung, tiap pegawai disyaratkan untuk mempunyai rekening atas nama masing-masing untuk menam- pung gaji, honor, tunjangan dan in- sentif. Untuk memudahkan proses dan mengurangi kesalahan, rekening tersebut sebaiknya berada dalam satu bank. Lantas, Universitas Air- langga menggandeng Bank Mandiri untuk bermitra dengan saldo awal adalah pemberian intensif akhir tahun 2009.

Perubahan sistem ini tentu me- merlukan beberapa penyesuaian dari pihak keuangan masing-masing fakultas maupun per individu. Den- gan berubahnya sistem ini, tentu saja perlu disusun ulang sistem pemot- ongan gaji bagi dosen atau pegawai yang mempunyai tanggungan angs- uran di bank atau badan usaha lain.

”Ini yang sedikit sulit memang.

Belum ada titik temu bagaimana pengaturannya. Saya mengusulkan nantinya tiap orang potongan gajinya

dihitung global, dan kami yang mem- bantu menyalurkannya,” ungkap Su- manto.

Hal ini dilakukan karena khawa- tir barangkali pihak bank tidak me- nyediakan jasa tersebut, atau kemungkinan dikenakan biaya jasa.

Untuk honorarium dan intensif fa- kultas sendiri, apakah akan dibayar- kan secara giral juga atau tetap, juga belum ada teknisnya. ”Masih banyak yang harus disosialisasikan dan disu- sun lebih lanjut teknis pelaksanaan- nya bagaiamana,” ungkap H.

Sumanto, Drs.,MM. Untuk itu Unair sendiri, baru akan benar-benar me- laksanakan sistem baru ini Juni 2010 mendatang. Setelah teknis di tingkat fakultas sudah dimatangkan dan di- buat persetujuannya.

Selalu ada pro-kontra mengenai minus ataupun positifnya sebuah si- stem baru. Sebagian menganggap si- stem ini merupakan terobosan untuk meningkatkan kesadaran akan melek perbankan dan menjadi tidak boros, karena uang langsung tersim-

pan di bank. Faktor keamanan juga menjadi salah satu hal positifnya.

Untuk sebagian lainnya, pembe- rian gaji melalui bank ini masih di- anggap tidak biasa. Selain tidak praktis, karena mengambil gaji harus ke bank atau ke mesin ATM dulu, dikhawatirkan banyak potongan se- perti jika mengambil di mesin ATM yang berbeda, potongan administ- rasi, dan lainnya, meskipun tergolong rendah.

”Barangkali bisa saja kan kita berfikir, halah, wong gaji sedikit saja kok masuk bank. Kalau manual kan langsung dibagi-bagi per kebutuhan pada istri,” ujar Sumanto menduga- duga. Namun yang terutama dikha- watirkan adalah semakin rumitnya pembayaran tanggungan angsuran.

Perlu dipikirkan penyesuaian sistem supaya lebih efisien. ”Pada dasarnya semua ini mungkin hanya masalah kebiasaan, butuh penyesuaian itu saja,” pungkasnya.

(puz) Buku tabungan yagn baru diterimakan karyawan FISIP

Giralisasi Pembayaran Gaji

BANYAK yang tidak tahu bahwa setiap pengajar FISIP yang bersekolah baik di dalam maupun luar negeri akan menda- patkan dana dari fakultas.

Namun, lebih banyak lagi yang salah kaprah menyebut bahwa dana yang selama ini cair itu adalah beasiswa. Istilah itu mungkin tidak salah, tetapi lebih tepat bila disebut sebagai ban- tuan sekolah. Sebab, fakultas se- jatinya tidak membiayai pendidikan pengajar melainkan memberikan bantuan uang tunai.

Skema bantuan sekolah ini mulai diterapkan di FISIP sejak tahun anggaran 2008. Jadi, kebi- jakan tersebut boleh dibilang cukup anyar karena tahun 2010 ini baru masuk tahun ketiga.

Untuk program studi S2 baik di dalam dan luar negeri, bantuan sekolah diberikan maksimal se- lama dua tahun. Lebih dari itu, fakultas tidak dapat melanjutkan kucuran dana. Untuk program studi S3, sementara itu, bantuan sekolah diberikan maksimal se- lama tiga tahun. Khusus untuk

mereka yang studi S3 di dalam negeri, ada tambahan berupa bantuan dana penulisan thesis.

Berapa nominal yang diku- curkan fakultas untuk bantuan sekolah ini? Bagi mereka yang menempuh program studi S2 di dalam negeri, bantuan pen- didikan yang diberikan sebesar 3 juta rupiah per bulan. Untuk S3, jumlahnya lebih besar lagi yaitu 4 juta rupiah per tahun. Sedangkan untuk mereka yang menempuh S2 dan S3 di luar negeri, diberikan bantuan pendidikan sebesar 6 juta per tahun. Ini tentu masuk akal mengingat biaya hidup di luar negeri yang memang lebih tinggi ketimbang di dalam negeri.

Mengenai total anggaran yang dialokasikan untuk bantuan sekolah ini, fakultas mengaku tidak memberikan batasan.

“Namun, tentu saja, disesuaikan dengan kekuatan anggaran fakul- tas.” jelas drs. Vincensio Dugis, MA., Ph.D., Wakil Dekan III FISIP Unair. Prosedurnya pun tidak rumit, asalkan ada bukti berupa

surat penugasan. Jadi, apabila fakultas telah memiliki data men- genai para pengajar yang men- empuh pendidikan S2 atau S3 di dalam dan luar negeri, pasti dana untuk bantuan sekolah akan di- anggarkan. Namun, bantuan pen- didikan dari fakultas ini baru akan cair setelah bulan ketujuh, sete- lah tunjangan fungsional pengajar dihentikan.

Namun, aturan itu dapat bersifat fleksibel apabila ada pen- gajar yang benar-benar membu- tuhkan di awal sekolah. “Bantuan memang bisa turun di awal, namun untuk setahun pertama dulu.” kata Vincensio Dugis.

Kabar baiknya, mulai tahun ini, fakultas juga menyediakan bantuan tunai pendidikan bagi tenaga kependidikan atau karyawan FISIP yang bersekolah baik di dalam maupun luar negeri. “Prinsip kami, semua pihak yang memang berhak menerima bantuan pasti akan kami upayakan untuk memper- oleh dana dari fakultas ini.”

ungkap Vincensio Dugis. (put)

Bantuan Sekolah bagi Dosen FISIP

(10)

mahasiswa

K

abar mengejutkan datang dari prodi Ilmu Politik. Pa- salnya Himpunan Maha- siswa (Hima) prodi yang mahasiswanya gemar berpolitik dan berorganisasi ini dibekukan selama satu tahun ke depan.

Tidak diterimanya Laporan Per- tanggung Jawaban (LPJ) kepen- gurusan Hima tahun oleh sebagian besar peserta Sidang LPJ Januari lalu santer menjadi penyebab kabar mengejutkan ini.

“Jangan dibilang dibekukan lah, terlalu dini untuk menyebut seperti itu. Kami cuma vakum menunggu masa perkuliahan aktif.” ungkap Nato Nagara, salah satu dari tiga Presidium Si- dang LPJ Himapol. Keputusan tersebut diambil karena me- nunggu momen yang tepat di- mana semua mahasiswa Ilmu Politik berkumpul. Hal tersebut pastinnya ditemui di kala masa perkuliahan aktif telah dimulai.

Semua bermula dari Sidang LPJ dan Suksesi Pemilihan Kahi- mapol pada 16 Januari lalu. Si- dang yang diadakan di ruang 307 tersebut memiliki agenda presentasi LPJ Kahima tahun lalu beserta penentuan jumlah Daf- tar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Kahimapol tahun ini

Semula mekanisme persi- dangan berjalan lancar. Namun tidak diterimanya LPJ yang dia-

jukan Ketua Himapol tahun ke- pengurusan 2009 oleh sebagian besar peserta sidang membuat geram beberapa pihak. Se- hingga Sidang siang itu terpaksa dihentikan. Pencalonan Kahima- pol tahun 2010 dan Suksesi untuk menentukan jumlah DPT harus ditunda di lain waktu.

Tidak diketahui pasti apa pe- nyebab penolakan LPJ tersebut.

Yang jelas akibat penolakan ter- sebut, Himapol untuk semen- tara belum dapat melanjutkan Hima mereka di tahun ini. “Ren- cananya kami akan mengadakan sosialisasi kembali kepada selu- ruh warga prodi Ilmu Politik akan adanya Suksesi lanjutan.

Kami optimis Himapol dapat tetap berlanjut,” tutur Nato.

Suksesi sendiri sengaja diun- dur hingga masa perkuliahan aktif dengan alasan penetralan dari isu-isu yang miring terha- dap pemilihan Kahimapol sela- njutnya.”Kami ingin pemilihan ini berlangsung damai dan ber- sih. Jika dulu kami bersikukuh mengadakannya pada saat itu juga kami takut bakal muncul isu-isu yang tidak diinginkan, se- perti kesan pemilihan yang ter- buru-buru karena berdempetan dengan hari libur dan lain seba-

gainya.” jelas mahasiswa Politik angkatan 2008 ini.

Kabar vakumnya Himapol membuat Musta’in Mashud, Wakil Dekan I Fisip Unair ikut angkat bicara. Menurut Wakil Dekan yang berperan mengurus kemahasiswaan di Fisip ini Hima sebenarnya adalah ranah kepro- dian. Di sini prodi diberi kebeba- san penuh dalam mengatur bagaimana Himanya berjalan.

Termasuk ketika Hima dalam keadaan vakum seperti ini.

Namun segala program kerja dan aktifitas Hima harus melalui persetujuan Fakultas.

“Jika Hima tersebut tidak se- gera membenahi diri jelas akan membuat tidak adanya penda- naan Hima tersebut selama se- tahun ini. Akibatnya Hima tersebut juga tidak dapat mela- kukan kegiatan apa-apa.” kata Musta’in.

(zaq) Salah satu kegiatan Hima tahun lalu.

Vakumkan HIMA,

Tunggu Masa Kuliah Aktif

T T

ak terasa setahun sudah Jendela menyapa civitas akademika FISIP Unair. Be- ragam aktivitas telah terekam lewat media 16 halaman ini.

Kadang redaksi sampai harus memilih aktivitas mana yang wajib ditampilkan. Kadang pula kami harus menunda penayan- gan karena padatnya aktivitas pada bulan tersebut.

Beragam komentar, kami terima selama setahun ini. Ada yang menganggap media ini tak lebih dari corong dekanat.

“Yang baik-baik” saja yang dita- mpilkan, kira-kira begitulah ko- mentarnya. Ada pula yang menyangsikan media ini berani mengritisi kebijakan dekanat.

Apapun komentar ter- hadap media ini, redaksi terima dengan senang hati. Memang Jendela diterbitkan sebagai dokumentasi kegiatan warga

FISIP selama bulanan. Semua di- harapkan bisa direkam, untuk pengingat kampus ini tak akan sepi dari kegiatan ilmiah maupun budaya. Yang sedang punya hajat, naik pangkat, jadi doktor atau profesor, bahkan yang sedang berduka cita, tak

luput dari pantauan Jendela.

Kami selaku redaksi Jen- dela, tetap berharap media ini manjadi jembatan bagi seluruh warga FISIP. Kritik Anda tetap akan kami tampilkan. Bahkan, masukan Anda terhadap kema- juan kampus ini akan kami kemas. Tidak ada keinginan untuk menjadikan media ini bukan milik Anda. Andalah yang akan mengisi lembar per lem- bar Jendela. Maka, sampaikanlah kepada kami apa yang menjadi program, kegiatan, atau ma- sukan Anda. Bahkan, kami terus menunggu bagi mahasiswa yang mau menjadi awak redaksi Jen- dela, pintu terbuka lebar bagi Anda. Akhirnya, di Ulang Tahun Pertama Jendela ini, kami tetap bersemangat ‘mengabarkan FISIP setiap saat. Kepada selu- ruh keluarga besar FISIP maupun Unair. (yss)

Setahun JENDELA : Bukan Sekedar Album Kegiatan

Sampul JENDELA edisi perdana

(11)

dosen

S

uasana Gedung Pascasar- jana Kampus B Unair pagi itu, Selasa (2/2), agak lain dari biasanya. Beberapa papan sty- roform ukuran sedang berisi ucapan selamat tampak berje- jer di sepanjang sisi ruangan menuju lantai 3 gedung yang terletak di seberang FIB itu. Ya, di salah satu ruang sidang ge- dung itulah, Unair kembali me- lahirkan lulusan terbaiknya, doktor ke-1.172, Drs. Henry Su- biakto, S.H, M.A, dosen Depar- temen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Di hari bersejarah itu, Henry menjalani sidang ujian doktor terbuka untuk memper- tahankan disertasinya yang berjudul “Kontestasi Wacana Sistem Penyiaran yang Demo- kratis: Analisis Konstruksi Sosial Relasi Negara, Industri Penyia- ran dan Civil Society” dihada- pan tim penyanggah. Tim yang diketuai oleh Prof. Dr. L. Dyson P, Drs., M.A terdiri dari sembi-

lan orang, antara lain Prof.

Ramlan Surbakti, Drs., M.A., Ph.D (promotor), Prof. Dedy Nur Hidayat, Ph. D (Ko-Promo- tor I), dan Prof . H. Kacung Ma- rijan, Drs., M.A., Ph.D.

Kurang lebih satu jam, Henry, yang juga Staf Ahli Men- kominfo RI Bidang Media Massa sejak tahun 2007 ini, menjawab satu demi satu per- tanyaan dari para anggota tim penyanggah mengenai hasil penelitiannya. Sebagai contoh, saat Ramlan mempertanyakan pernyataan Henry bahwa kek- hawatiran berlebihan terhadap monopoli dan oligopoli perlu ditinjau kembali. “Saya kira kita tidak perlu merasa khawatir dengan hal itu. Sebab, itu dapat menghambat perkem- bangan industri media penyia- ran menjadi perusahaan yang mampu berkompetisi secara global,” terang pria kelahiran Yogyakarta empat puluh tujuh tahun yang lalu itu.

Henry pun mengungkapkan

bahwa sebenarnya tidak ada kontrol yang sempurna terha- dap konten media, termasuk oleh pemiliknya sendiri. Sebab, isi media selalu mempertim- bangkan kepentingan pasar dan kehendak khalayak. Alha- sil, rating tidak hanya berperan sebagai ukuran penetrasi media, tetapi juga pedoman isi untuk kelangsungan hidup media itu sendiri. “Dengan kata lain, rating bukan sekedar ba- rometer, melainkan juga filter bagi ownership control terha- dap isi media. Jadi, demokrasi tidak sepenuhnya terancam oleh kepemilikan media karena masih ada kekuatan pengon- trol,” ucap Henry.

Sejam berlalu, namun per- juangan Henry belum usai. Se- lama tiga puluh menit berikutnya, dia masih harus menghadapi beberapa perta- nyaan dari 13 anggota penanya akademik, antara lain Dr. Ishadi SK, M.Sc (Dirut TransCorp), Djoko W. Tjahjono, S.E., M. Si,

dan Ratih Puspa, S.Sos, M.A.

Baru kemudian, tim penyang- gah berunding selama sepuluh menit untuk menentukan nilai kelulusan Henry. Suasana te- gang seketika mencair ketika Henry dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Selepas sidang terbuka, Henry bersama para dosen De- partemen Komunikasi menga- dakan acara ramah tamah (syukuran-red) bagi para tamu undangan, termasuk para rekan media, di Auditorium Ge- dung C FISIP. Menariknya, para tamu undangan tidak hanya di- suguhi sajian menu masakan yang beragam, tetapi juga dihi- bur dengan penampilan tari remo dan hiburan musik. Kos- tum para dosen Departemen Komunikasi serta hiasan-hiasan di dalam ruangan yang bernu- ansa etnik pun semakin mem- buat acara syukuran tersebut tampak begitu spesial. Sela- mat!

(int) Bersama kru Komunikasi usai sidang ujian terbuka

Sidang Ujian Doktor Terbuka Drs. Henry Subiakto, S.H, M.A, Dosen Departemen Komunikasi

Tidak Perlu Khawatir dengan Monopoli

dan Oligopoli Industri Media Massa

(12)

profil

K

ampus Oranye kita ke- datangan warga baru.

Beliau adalah Drs. Moh.

Imron, MM, Kepala Bagian Sumber Daya. Imron dilantik pada 5 Februari lalu di kantor manajemen Unair. Sebelum di- rotasi hingga menempati posisi saat ini, Imron menduduki jaba- tan yang sama di Fakultas Ilmu Budaya Unair pada periode 1999-2009. Ketika duduk se- bagai Kepala Bagian Sumber Daya FISIP Unair yang baru, Imron mengaku seperti pulang ke rumah lama. Sebab, sebe- lum menjabat sebagai Kepala

Bagian Sum- ber Daya Fakul-

tas

Ilmu Budaya Unair, Imron men- jabat sebagai Kepala Sub Ba- gian Kemahasiswaan FISIP Unair pada tahun 1993-1999.

Setelah hampir sepuluh tahun hengkang dari FISIP, Imron belum melihat adanya perubahan yang cukup signifi- kan. Namun, saat ditanya ten- tang langkah apa yang akan dilakukan untuk mengubah wajah FISIP, Imron mengaku belum akan membuat peruba- han drastis. “Tentu harus ada pengamatan, pembuatan kon- sep yang matang, baru kemu- dian melangkah. Jadi, jangan gegabah agar hasilnya lebih maksimal.” kata Imron.

Oleh sebab itu, dalam jangka waktu dekat ini langkah yang akan diambil adalah men- gerjakan pekerjaan rutin dan meneruskan program kerja ter- dahulu. Tugas-tugas tersebut di antaranya adalah mengatur si- stem kerja karyawan yang efek- tif serta menata dan mencatat

daftar barang setiap ruangan untuk mengontrol sarana be-

lajar-mengajar agar tidak hilang atau berpindah

tempat.

Imron berharap, ada dana APBN yang cukup untuk mem- perbaiki fasilitas dan sarana pendidikan di ruangan kelas, seperti LCD, microfon, dan se- bagainya. Pengecatan ruangan, menurut Imron, akan menjadi prioritas kedua. “Sebab, sarana pendidikan yang ada di dalam kelas akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan efektivitas belajar-mengajar.”

ungkapnya.

Untuk menampung ke- luhan-keluhan dari warga FISIP, Imron merencanakan suatu si- stem baru, yaitu menyediakan formulir keluhan dan kotak saran. Jadi, setiap keluhan dapat terfasilitasi dengan baik.

“Semua formulir berisi keluhan- keluhan tertulis itu akan masuk ke meja saya.” jelas Imron.

Imron juga berharap, dirinya dapat mengerahkan usaha maksimal untuk memfasilitasi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Tak lupa, selalu berupaya untuk lebih proaktif sehingga informasi dapat terse- rap secara langsung. (put)

Drs. Moh. Imron, MM, Kepala Bagian Sumber Daya FISIP Unair yang Baru

Fasilitasi Keluhan melalui Formulir

dan Kotak Saran

Referensi

Dokumen terkait

Pada BAB V tertulis Pokja 1 Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral seharusnya tertulis Pokja 1 Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Buton

Ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajanan mastery learning (belajar tuntas) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Selain itu,

Representation of integers (or primes) by binary quadratic forms has an impor- tant role on the theory of numbers and many authors considered this problem.. In fact, this

This command will change the resume address of the current target process and then continue what was going on before the debugger was entered. Continue At

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : 1) proses pengolahan data digantikan dengan menggunakan komputerisasi yaitu sistem informasi geografis untuk

Halim (2010:90) mendefinisikan biaya overhead pabrik adalah seluruh biaya produksi yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai biaya bahan baku langsung atau

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Bupati Bantul tentang Pembentukan Tim Penyusun Standar Operasional

Balance sentence set merupakan dokumen yang berisi kumpulan triphone yang harus ada pada suatu korpus suara, sedangkan pembangkitan pertanyaan berguna untuk mendapatkan data