Kuliah24
Pembiayaan
403.4 495.2 667.13 757.65
985.73 937.4 1042.12
1295 1491.411650.561777.18
1806.52
1864.282007.35
2202.242304.3
2540.4 2613.8
2739.2
427.2 509.6 636.15 706.11
981.61 848.76 995.27
1210.6 1338.111438.891550.49
1508.02
1555.931666.38
1928.44 1958.6
2233.2
1760.9 1699.5
-23.8 -14.4 -29.20 -49.84 -4.13 -88.70 -46.85 -84.4
-153.3 -211.67 -226.69
-298.49-308.34-340.98 -259.9 -345.6 -307.2
-852.9
-1039.7 -1500
-1000 -500 0 500 1000 1500 2000 2500 3000
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2020p12020p2
RPTRILIUN
Belanja Negara Pendapatan Negara Defisit/Surplus
Sumber data: Kemenkeu; 2020: APBN, Perpres 54, Perpres 72
DEFISIT (BELANJA LEBIH BESAR DIBANDING PENDAPATAN) “DIBIAYAI” OLEH PEMBIAYAAN
2 / 16
Meski konsep dasarnya merupakan cara mengatasi defisit, ternyata pos
PEMBIAYAAN ada yang bersifat PENGELUARAN seperti pembiayaan investasi.
Secara teknis, menambahi yang harus diatasi (dibiayai). CARA MENGATASI (MEMBIAYAI) merupakan pos PEMBIAYAAN
yang bersifat PENERIMAAN, seperti pembiayaan utang (berutang).
PENGELUARAN APBN dapat berupa BELANJA atau PENGELUARAN PEMBIAYAAN PENERIMAAN APBN dapat berupa PENDAPATAN atau PENERIMAAN PEMBIAYAAN
(Dalam Triliun Rupiah) Realisasi
2019 APBN 2020 Perpres
54/2020 Perpres 72/2020
A. Pembiayaan Utang
428,7 351,85 1.006,40 1.220,46B. Pembiayaan Investasi
-49,4 -74,23 -229,32 -257,10C. Pemberian Pinjaman
4,4 5,19 5,81 5,81D. Kewajiban Penjaminan
- -0,59 -0,59 -0,59E. Pembiayaan Lainnya
15,2 25,00 70,64 70,64Kelebihan Pembiayaan Anggaran
53,28PEMBIAYAAN ANGGARAN
398,9 307,23 852,94 1.039,22Sumber data: Kemenkeu; 2020: APBN, Perpres 54, Perpres 72
3 / 16
Pembiayaan Anggaran sesuai dengan defisit saat direncanakan (APBN); Namun realisasi biasanya menimbulkan kelebihan pembiayaan, sehingga nilainya menjadi tidak sama.
-88.7
-226.7 -345.6 -307.2
-852.9
-1039.7
112.6 248.9 398.9 307.2
852.9 1,039.7
-1,500.0 -1,000.0 -500.0 0.0 500.0 1,000.0 1,500.0
RPTRILIUN
Defisit Pembiayaan Anggaran
Sumber data: Kemenkeu; 2020: APBN, Perpres 54, Perpres 72
4 / 16
Defisit dalam realisasi tidak sama dengan Pembiayaan Anggaran; dan dalam pos pembiayaan anggaran ada item PEMBIAYAAN UTANG (pembiayaan dengan
menambah utang), yang juga berbeda nilainya
-23.8 -14.4 -29.2 -49.8 -4.1 -88.7 -46.9 -84.4 -153.3 -211.7 -226.7 -298.5 -308.3 -341.0 -269.4 -345.6 -307.2 -852.9 -1039.7
20.8 8.9 29.4 42.5 84.1 112.6 91.6 130.9 175.2 237.4 248.9 323.1 334.5 366.6 305.7 398.9 307.2 852.9 1,039.7
21.2 12.3 9.4 33.3 70.7 90.1 95.3 106.3 140.8 223.2 255.7 380.9 403.0 429.1 372.0 428.7 351.85 1,006.4 1,220.5
2004 2005 2006 2 007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2020P12020P2
Defisit Pembiayaan Anggaran Pembiayaan Utang
Sumber data: Kemenkeu; 2020: APBN, Perpres 54, Perpres 72
5 / 16
Pembiayaan Utang merupakan penerimaan utang secara neto (telah memperhitungkan pembayaran cicilan dan pelunasan utang terdahulu); Posisi utang juga tidak bertambah persis senilai pembiayaan utang, antara lain karena faktor kurs mata uang dari utang.
21.187 12.303 9.42 33.319 70.7 90.102 95.265 106.289 140.792 223.223 255.732 380.916 403.009 429.077 372.03 428.7
67 14 -11 87 247 -45 91 127.29 168.76 397.79 233.28 556.35 350.33 422.99 479.85 360.98
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
Pembiayaan Utang Tambahan Utang
Sumber data: Kemenkeu
6 / 16
Bagian Anggaran Pembiayaan nonUtang terbesar adalah PEMBIAYAN INVESTASI; Secara neto bersifat PENGELUARAN, meski ada pos yang kadang penerimaan (seperti
penerimaan kembali investasi. Dalam rangka mitigasi dampak Pandemi, nilai Pembiayaan Investasi melonjak, dan MENCIPTAKAN JENIS BARU. Pembiayaan Investasi Lainnya, tidak dirinci, menjadi semacam “cadangan” untuk pembiayaan
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2020p1 2020p2
Investasi Kepada BUMN -7,6 -2,0 -3,0 -64,5 -50,5 -6,4 -3,6 -17,8 -17,7 -16,0 -31,5
Investasi Kepada Lembaga/Bikadan
Lainnya - -1,0 -1,0 -7,1 -10,8 -3,2 -2,5 -2,5 -5,0 -5,0 -5,0
Investasi Kepada BLU -17,3 -12,9 -3,5 -6,9 -25,3 -48,2 -52,7 -53,2 -52,5 -41,0 -42,0
Investasi kepada Organisasi /LKI/BU
Internasional -0,9 -1,0 -1,4 -0,3 -3,8 -2,0 -2,3 -2,4 -1,0 -0,8 -0,7
Penerimaan Kembali Investasi 0,1 0,1 0,0 19,1 1,4 0,0 0,0 0,0 2,0 -2,0 -2,0
Pembiayaan Investasi Lainnya -168,6 -160,3
Investasi Pemerintah -19,7
PEMBIAYAAN INVESTASI -25,7 -16,9 -8,9 -59,7 -89,1 -59,8 -61,1 -75,9 -74,2 -229,3 -257,1 -49,4
Sumber data: Kemenkeu; 2020: APBN, Perpres 54, Perpres 72
7 / 16
PMN: PERNYERTAAN MODAL NEGARA
• PMN adalah dana APBN yang dialokasikan menjadi kekayaan negara yang dipisahkan atau penetapan cadangan perusahaan atau sumber lain untuk dijadikan sebagai modal BUMN dan/atau Perseroan Terbatas lainnya, termasuk penyertaan modal kepada
organisasi/lembaga keuangan internasional dan penyertaan modal negara lainnya.
• PMN terdiri atas PMN kepada BUMN, PMN kepada BLU, PMN kepada Organisasi/Lembaga Keuangan Internasional, dan PMN Lainnya.
• Karena masuk dalam bagian penganggaran, meski bersifat pengeluaran, tak menambah defisit, hanya menambah utang
• Dapat menjadi penerimaan, jika divestasi (dijual sebagian atau seluruhnya)
8 / 16
PMN kepada BUMN (Rp31,48 triliun) dalam Perpres 72/2020
1. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero): Rp5.000 miliar 2. PT Hutama Karya (Persero): Rp11.000 miliar
3. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero): Rp1.750 miliar 4. PT Geo Dipa Energi (Persero): Rp700 miliar
5. PT Permodalan Nasional Madani (Persero): Rp2.500 miliar
6. PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero): Rp3.763 miliar 7. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia/ ITDC (Persero): Rp500 miliar
9 / 16
Investasi kepada Lembaga/Badan Lainnya (Rp 5 triliun) dan Badan Layanan Umum (Rp42 triliun) dalam Perpres 72/2020
1. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI): Rp5.000 miliar 2. Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM: Rp1.000 miliar
3. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP): Rp9.000 miliar 4. Pusat Investasi Pemerintah (PIP): Rp1.000 miliar
5. Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN): Rp18.000 miliar 6. Dana Abadi Penelitian: Rp5.000 miliar
7. Dana Abadi Kebudayaan: Rp1.000 miliar
8. Dana Abadi Perguruan Tinggi: Rp5.000 miliar
9. Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH): Rp2014,5 miliar
10 / 16
Investasi Pemerintah (Rp19,65 triliun) dan Pembiayaan Investasi Lainnya (Rp160,27 triliun) dalam Perpres 72/2020
1. PT. Garuda Indonesia (Persero): Rp8.500 miliar 2. PT. Kereta Api Indonesia (Persero): Rp3.500 miliar 3. Perum Perumnas: Rp650 miliar
4. PT Perkebunan Nusantara III (Persero): Rp4.000 miliar 5. PT Krakatau Steel (Persero): Rp3.000 miliar
Pembiayaan Investasi Lainnya: Rp160.270,69 miliar
• Pembiayaan Dalam Rangka Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional:
Rp113.850 miliar
• Pembiayaan Pendidikan: Rp46.420,69 miliar
11 / 16
• Keseimbangan Primer (KP) adalah adalah kondisi APBN seandainya tidak membayar bunga utang pada tahun bersangkutan
• Perhitungan KP: Defisit dikurangi pembayaran bunga utang
• KP positif: Sebagian atau seluruh cicilan dibayar pendapatan
• KP nol artinya pencairan utang baru hanya untuk membayar cicilan utang lama, sedang bunga memakai pendapatan.
• KP minus berarti sebagian tambahan utang baru, sebagiannya dipakai membayar bunga utang.
• Keseimbangan primer bernilai minus sejak 2012.
KESEIMBANGAN PRIMER
12 / 16
Keseimbangan Primer pada perpres 72/2020 sebesar Rp700,43 triliun (4,27% PDB)
38.4 59.49 49.94 29.96 84.3 5.2 41.5 8.9 -52.8 -98.6 -93.3 -142.5 -125.58 -124.41 -11.49 -70.12 -12.01 -517.78 -700.43
2004 2005 2006 2 007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2020P12020P2
KESEIMBANGAN PRIMER (RP TRILIUN)
Sumber data: Kemenkeu; 2020: APBN, Perpres 54, Perpres 72
13 / 16
Perubahan APBN 2020 melalui Perpres 54/2020 dan Perpres 72/2020 tidak hanya mengubah postur. Ada pergeseran pada pos-pos Belanja
POSTUR (Rp Triliun) APBN 2020 PERPRES 54 PERPRES 72
A. PENDAPATAN 2.233,20 1.760,88 1.699,95
B. BELANJA 2.540,42 2.613,82 2.739,17
C. KESEIMBANGAN PRIMER -12,01 -517,78 -700,43
D. SURPLUS (DEFISIT) -307,23 -852,94 -1.039,22
E. PEMBIAYAAN 307,23 852,94 1.039,22
Pembiayaan Utang 351,85 1.006,40 1.220,46
Sumber data: Kemenkeu; 2020: APBN, Perpres 54, Perpres 72
14 / 16
ANGGARAN TEMATIK
• Anggaran Pendidikan diamanatkan oleh UUD 1945; ditegaskan oleh UU, kemudian cara perhitungannya oleh PMK; pengertian 20% meliputi Belanja Negara (Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer Ke Daerah) serta Pembiayaan (yang bersifat
pengeluaran)
• Anggaran Kesehatan diatur oleh UU
• Anggaran Kemiskinan, Infrastruktur, dll merupakan tematik sesuai era Pemerintahan; biasanya hanya diatur oleh PMK
• Beda definsisi anggaran infrastruktur antara era SBY dengan Jokowi
• Anggaran Kemiskinan dalam arti era SBY diubah menjadi Perlindungan social (lebih luas cakupannya)
• Tidak menjadi masalah, asal perbandingan antar kurun waktu bersifat “apel dengan apel”, tak bisa dibandingkan begitu saja
15 / 16
KESIMPULAN UMUM
• Defisit secara konseptual akan “ditutupi” dengan pembiayaan, namun karena ada pembiayaan yang bersifat pengeluaran, maka cara membacanya mesti teliti.
Kuncinya adalah “pembiayaan utang”
• Defisit dapat dibaca sebagai gali lubang tutup lubang, karena utang lama dibayar dengan utang baru sepenuhnya, bahkan perlu tambahan utang untuk menutupi defisit dan pengeluaran pembiayaan.
• Keseimbangan Primer (KP) menjadi salah satu ukuran kesinambungan fiskal. Jika minus berarti sebagian pembayaran bunga utang dibayar oleh utang baru,
sebagaimana yang terjadi sejak 2012.
• Pandemi covid-19 mengubah postur APBN secara luar biasa. Salah satunya KP mengalami minus yang besar, yang dapat dibaca seluruh bunga utang 2020 dibayar dengan utang baru.
16 / 16