Peraturan Akademik Page 1
KEPUTUSAN REKTOR
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG NOMOR : Un.3/………/ /2015
Tentang
PERATURAN AKADEMIK
REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Menimbang : a. bahwa dalam rangka terselenggaranya Tridharma Perguruan Tinggi yang
bermutu, terbinanya budaya akademik, dan untuk terwujudnya aksesibilitas, ekuitas, dan akuntabilitas pelaksanaan pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang;
b. bahwa untuk meningkatkan relevansi, atmosfer akademik, keberlanjutan, daya saing, dan efisiensi serta produktivitas manajemen pendidikan dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan dan perubahan masyarakat, dan peraturan perundang-undangan, serta dalam mewujudkan Visi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, perlu dilakukan penyusunan Peraturan Akademik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a, dan b perlu ditetapkan Peraturan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tentang Peraturan Akademik.
Mengingat : 1. Undang-Undang No. 32 Tahun 2013 tentang Sistem Nasional Pendidikan; 2. Undang-Undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
3. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan;
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi; 6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 232 Tahun 2000 tentang
Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar;
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.045 Tahun 2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi;
8. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal
Departemen Agama;
9. Pemendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
10. Pemendikbud Nomor 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi;
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
12. Peraturan Menteri Agama Agama Republik Indonesia
Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Struktur Organisasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Peraturan Akademik Page 2
Memperhatikan : Persetujuan Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tanggal 16 Maret 2015 tentang Peraturan Akademik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG TENTANG PERATURAN AKADEMIK
Pertama : Peraturan Akademik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan pernyataan peraturan akademik universitas dan civitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang;
Kedua : Memberlakukan Peraturan Akademik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini;
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa segala sesuatunya akan ditinjau kembali dan diperbaiki sebagaimana mestinya apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini.
Ditetapkan di : Malang
Pada Tanggal : 22 Mei 2015 Rektor,
Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si. NIP 19590101 199003 1 005 Tembusan:
1. Para Wakil Rektor;
2. Para Kabiro;
3. Para Dekan;
4. Para Ketua Lembaga/ UPT;
5. Para Ketua Jurusan-Program Studi;
Peraturan Akademik Page 3
Lampiran : Keputusan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Nomor Un.3/ / /2015
Tanggal 22 Mei 2015
TENTANG
PERATURAN AKADEMIK
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Akademik ini yang dimaksud dengan:
1. Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah
yang mencakup pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan Pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia.
2. Ilmu Pengetahuan adalah rangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan
dikembangkan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan tertentu, yang dilandasi oleh metodologi ilmiah untuk menerangkan gejala alam dan/ atau kemasyarakatan tertentu.
3. Teknologi adalah penerapan dan pemanfaatan berbagai cabang ilmu
pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan dan kelangsungan hidup, serta peningkatan mutu kehidupan manusia.
4. Tridharma Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut tridharma adalah
kewajiban perguruan tinggi untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan, kegiatan penelitian, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
5. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah perguruan tinggi yang
diselenggarakan oleh Kementerian Agama yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama.
6. Fakultas adalah pelaksana akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
yang merupakan himpunan sumber daya pendukung yang dikelompokkan menurut jurusan atau program studi, yang mengkoordinasikan atau menyelenggarakan pendidikan akademik dalam satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/ atau olahraga.
7. Pascasarjana adalah unsur pelaksana akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim
Malang yang mengkoordinasikan seluruh program studi pascasarjana untuk menjamin baku mutu pendidikan pascasarjana.
8. Jurusan adalah satuan pelaksana akademik pada fakultas yang mempunyai
tugas menyelenggarakan program studi dalam 1 (satu) disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/ atau seni di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
9. Laboratorium adalah perangkat penunjang pelaksanaan pendidikan
dilingkungan fakultas.
10. Penelitian adalah kegiatan telaah taat kaidah dalam upaya untuk menemukan
kebenaran dan/ atau menyelesaikan masalah dalam ilmu, teknologi, dan/ atau kesenian.
Peraturan Akademik Page 4
11. Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang memanfaatkan
ilmu, teknologi, dan/ atau kesenian dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat di luar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang .
12. Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah badan normatif dan
perwakilan tertinggi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
13. Rektor adalah pemimpin tertinggi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berwewenang dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
14. Biro adalah unsur pelaksana administrasi di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
15. Dekan adalah pimpinan tertinggi fakultas di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berwewenang dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan fakultas.
16. Lembaga adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian
tugas dan fungsi institut di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan penjaminan mutu.
17. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat mempuyai tugas
melaksanakan, mengkoordinasikan, memantau, dan menilai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan kebijakan Rektor.
18. Lembaga Penjaminan Mutu mempunyai tugas mengkoordinasikan,
mengendalikan, mengaudit, memantau, menilai, dan mengembangkan mutu penyelenggaraan kegiatan akademik.
19. Direktur adalah Direktur Program Pascasarjana yang bertanggung jawab atas
koordinasi dan mutu program-program pendidikan (program studi) pascasarjana di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
20. Ketua Jurusan yang selanjutnya disingkat Kajur ialah dosen yang sesuai dengan kompetensi keilmuannya ditetapkan oleh Dekan sebagai pemimpin dan penanggung jawab jurusan tertentu di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
21. Ketua Program Studi yang selanjutnya disingkat KPS ialah dosen yang sesuai
dengan kompetensi keilmuannya ditetapkan oleh Direktur sebagai pemimpin dan penanggung jawab program studi tertentu di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
22. Kelompok Dosen Serumpun adalah kelompok kerja dosen dengan tugas utama
sebagai dosem dam memberikan pertimbangan kepada Ketua Jurusan/ Program Studi (KPS) dalam rangka pengambilan keputusan.
23. Dosen tetap adalah pendidik Pendidikan profesional dan ilmuwan di UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang yang diangkat sesuai dengan keahliannya dengan tugas utama merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil pembelajaran serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan cara mentransformasikan, mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga.
24. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang setelah lulus seleksi masuk.
25. Pembimbing Akademik (PA) ialah dosen yang ditetapkan dengan surat
keputusan dekan untuk membimbing dan menasehati mahasiswa dalam kaitannya dengan kelancaran studi dan/ atau masalah-masalah yang berkaitan
Peraturan Akademik Page 5 dengan studi mahasiswa yang ditentukan sebagai mahasiswa bimbingannya selama mengikuti proses pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
26. Sivitas akademika adalah komunitas dosen dan mahasiswa di UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang.
27. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan dan disusun oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang .
28. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu
kuliah, atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.
29. Satuan kredit semester (sks) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan
besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu, serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi perguruan tinggi khususnya dosen.
30. Kuliah merupakan proses pembelajaran yang dapat meliputi komunikasi
langsung atau tidak langsung, praktikum, percobaan, dan pemberian tugas akademik lainnya.
31. Skripsi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/ atau penelitian yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa melalui seminar proposal dan seminar hasil di bawah bimbingan tim pembimbing untuk mahasiswa program sarjana.
32. Tesis adalah karya tulis akademik hasil studi dan/ atau penelitian mendalam
yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa melalui seminar proposal dan seminar hasil di bawah bimbingan tim pembimbing untuk mahasiswa program magister (S2) dan program spesialis.
33. Disertasi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/ atau penelitian mendalam dan berisi sumbangan/ temuan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan secara mandiri oleh promovendus/ promovenda melalui seminar proposal dan seminar hasil di bawah bimbingan tim promotor untuk mahasiswa program doktor (S3).
34. Promovendus/ Promovenda ialah mahasiswa program doktor yang telah
dinyatakan lulus ujian kualifikasi dan usulan penelitiannya telah mendapat persetujuan dari panitia penilai.
35. Gelar akademik adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan
akademik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik.
36. Sebutan Pendidikan profesional adalah sebutan yang diberikan kepada lulusan
pendidikan Pendidikan profesi dan vokasi pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan Pendidikan profesi dan vokasi.
37. Pelanggaran dalam penyelenggaraan akademik adalah perbuatan yang
dilakukan oleh sivitas akademika yang bertentangan dengan peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam bidang penyelenggaraan akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
38. Sanksi adalah tindakan hukuman yang dikenakan terhadap sivitas akademika
yang melakukan pelanggaran dalam penyelenggaraan akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Peraturan Akademik Page 6
BAB II PENDIDIKAN Fungsi, Tujuan, dan Arah
Pasal 2
(1) Pendidikan tinggi berfungsi membentuk dan mengembangkan kemampuan,
watak, dan kepribadian manusia melalui pelaksanaan:
a. Dharma pendidikan untuk menguasai, menerapkan, serta menyebarluaskan
nilai-nilai luhur, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga;
b. Dharma penelitian untuk menemukan, mengembangkan, mengadopsi, dan/
atau mengadaptasi nilai- nilai luhur, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga; dan
c. Dharma pengabdian kepada masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai
luhur, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga dalam rangka pemberdayaan masyarakat.
(2) Pendidikan tinggi bertujuan
a. Membentuk insan yang:
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur;
2. Sehat, berilmu, dan cakap;
3. Kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri dan berjiwa wirausaha; serta
4. Toleran, peka sosial dan lingkungan, demokratis, dan bertanggung jawab.
b. Menghasilkan produk-produk ilmu pengetahuan, teknologi, seni, atau
olahraga yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, negara, umat manusia, dan lingkungan.
(3) Pendidikan akademik bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa untuk menjadi
anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dalam menerapkan, mengembangkan, dan/ atau memperkaya khasanah ilmu, teknologi, dan/ atau kesenian serta menyebarluaskan dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
(4) Program magister diarahkan pada terbentuknya lulusan yang memiliki
kualifikasi:
a. Mempunyai kemampuan untuk mengembangkan dan memutakhirkan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan/ atau seni dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode, dan kaidah ilmiah disertai keterampilan penerapannya;
b. Mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah dalam bidang
keahliannya melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah;
c. Mempunyai kemampuan untuk mengembangkan kinerja Pendidikan
profesionalnya yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacakupan tinjauan, dan kepaduan masalah atau Pendidikan profesi yang serupa.
(6) Program doktor diarahkan pada terbentuknya lulusan yang memiliki
Peraturan Akademik Page 7 a. Mempunyai kemampuan untuk mengembangkan konsep ilmu, teknologi,
dan/ atau seni baru di dalam bidang keahliannya melalui penelitian;
b. Mempunyai kemampuan mengelola, memimpin, dan mengembangkan
program penelitian;
c. Mempunyai kemampuan dalam pendekatan multidisiplin dalam berkarya di
bidang keahliannya.
(7) Program sarjana diarahkan pada terbentuknya lulusan yang memiliki
kualifikasi sebagai berikut:
a. Menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan dalam bidang keahlian
tertentu sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan keahliannya;
b. Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya
sesuai dengan bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama;
c. Mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri berkarya baik
dalam bidang keahliannya maupun dalam berkehidupan bersama di masyarakat;
d. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/ atau
kesenian yang merupakan keahliannya.
(8) Program Diploma diarahkan pada terbentuknya lulusan yang memiliki
kualifikasi sebagai berikut:
a. Mampu mengembangkan keterampilan dan penalaran dalam penerapan
Ilmu Pengetahuan dan/ atau Teknologi;
b. Mampu menjadi praktisi yang terampil untuk memasuki dunia kerja sesuai
dengan bidang keahliannya;
c. Menjadi tenaga Ahli Madya yang memiliki kompetensi dan ketrampilan
dibidang profesi keahlian;
d. mampu menerapkan kompetensi dasar keahlian serta ketrampilan profesi;
e. mampu bersikap dan berperilaku amanah, profesional, dan etis.
Program Pendidikan Pasal 3
(1) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
(2) Pendidikan tinggi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terdiri atas
pendidikan akademik dan Pendidikan profesi.
(3) Pendidikan akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terdiri atas
program diploma, sarjana dan program pascasarjana.
(4) Program pascasarjana di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terdiri atas
program magister dan program doktor.
Bahasa Pengantar Pasal 4
Peraturan Akademik Page 8 (1) Bahasa pengantar dalam kegiatan akademik (lisan dan/ atau tulisan) adalah
Bahasa Indonesia baku.
(2) Bahasa asing dapat digunakan sebagai pengantar kalau diperlukan dalam
penyampaian pengetahuan dan/ atau pelatihan dan/ atau keterampilan.
Tahun Akademik Pasal 5
(1) Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan dimulai pada bulan September.
(2) Tahun akademik dibagi minimum dua semester yaitu semester ganjil dan
semester genap, masing- masing terdiri atas 16 minggu.
(3) Semester ganjil dimulai dari September sampai dengan Pebruari tahun
berikutnya.
(4) Semester genap dimulai dari Maret sampai dengan Agustus.
BAB III
BEBAN DAN MASA STUDI Pasal 6
(1)Beban studi program diploma regular sekurang-kurangnya 108 (seratus
delapan) dan sebanyak-banyaknya 120 sks yang dijadwalkan untuk Masa studi terpakai bagi mahasiswa dengan beban belajar 3 (tiga) sampai 4 (empat) tahun;
(2)Beban studi program sarjana regular sekurang-kurangnya 144 (seratus empat
puluh empat) sks dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) sks yang dijadwalkan untuk 8 (delapan) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 (delapan) semester dan paling lama 10 (sepuluh) semester setelah pendidikan menengah.
(3)Beban studi program magister reguler bagi peserta yang telah berpendidikan sarjana atau yang sederajat sekurang-kurangnya 72 (tujuh puluh dua) sks dan sebanyak-banyaknya 80 (delapan puluh) sks yang dijadwalkan untuk 4 (empat) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 4 (empat) semester dan paling lama 8 (delapan) semester termasuk penyusunan tesis. (4)Beban studi Program Doktor bagi peserta yang berpendidikan Magister (S2)
sebidang sekurang-kurangnya 40 (empat puluh) sks yang dijadwalkan untuk 4 (empat) semester dan dapat ditempuh kurang dari 4 (empat) semester dengan lama studi paling lama 8 (delapan) semester.
(5)Beban studi Program Doktor bagi peserta yang berpendidikan Magister (S2) tidak sebidang sekurang-kurangnya 52 (lima pulun dua) sks yang dijadwalkan untuk 5 (lima) semester dan dapat ditempuh kurang dari 5 (lima) semester dengan lama studi paling lama 10 (sepuluh) semester.
(6)Tatap muka teori. Dalam perkuliahan, satu sks terdiri atas tiga komponen kegiatan per minggu per semester yang tidak terpisah satu sama lain dan tidak saling mensubstitusi.
Bagi mahasiswa :
Peraturan Akademik Page 9 b. 1 - 2 jam kegiatan studi terstruktur tidak terjadwal tetapi direncanakan
oleh dosen dan dinilai, misalnya pekerjaan rumah;
c. 1- 2 jam kegiatan studi mandiri untuk mendalami atau mempersiapkan
suatu tugas yang berhubungan dengan suatu mata kuliah atau untuk tujuan lain yang tidak dinilai dosen.
Bagi dosen:
a. 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa (mengajar);
b. 1 – 2 jam perencanaan dan evaluasi kegiatan terstruktur;
c. 1 - 2 jam pengembangan materi.
(7) Tutorial. Satu sks tutorial adalah kegiatan pembimbingan kelas sebanyak 3 - 4
jam per minggu selama satu semester disertai dengan 1 - 2 jam kegiatan terstruktur dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(8) Praktikum. Satu sks praktikum di laboratorium adalah beban tugas di
laboratorium sebanyak 2-3 jam per minggu selama satu semester disertai dengan 1 —2 jam kegiatan terstruktur dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(5) Praktik lapangan. Praktik lapangan adalah kegiatan perkuliahan di luar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang antara lain praktik umum, kuliah kerja lapangan, kuliah kerja nyata. Satu sks praktik lapangan adalah kegiatan praktik lapangan selama 4 - 5 jam per minggu selama satu semester disertai dengan 1 - 2 jam kegiatan terstruktur dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(6) Seminar. Satu sks seminar adalah 50 menit tatap muka per minggu selama satu semester disertai dengan 1 - 2 jam kegiatan terstruktur tidak terjadwal dan 1 - 2 jam kegiatan mandiri.
(7) Penelitian dan Penyusunan disertasi/ tesis/ skripsi/ tugas akhir/ tugas akhir. Bagi mahasiwa: Satu sks penelitian dan penyusunan disertasi/ tesis/ skripsi/ tugas akhir adalah setara dengan 5 - 6 jam per hari kerja efektif selama satu bulan (satu bulan = 25 hari kerja).
Bagi dosen (berlaku bagi semua pembimbing)
a. Pembimbingan 1 (satu) mahasiswa program doktor berbobot 1/ 2 sks per minggu per semester.
b. Pembimbingan 1 (satu) mahasiswa program magister berbobot 1/ 3 sks per semester.
c. Pembimbingan 1 (satu) mahasiswa program sarjana berbobot 1/ 6 sks per semester. BAB IV KURIKULUM Jenis Kurikulum Pasal 7
(1) Kurikulum pendidikan tinggi yang menjadi dasar penyelenggaraan program
studi mengarah pada kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
(2) Kurikulum lainnya yaitu kurikulum inti dan kurikulum institusional masih berlaku bagi Program Studi/ Jurusan yang belum siap menerapkan KKNI.
(3) Kurikulum inti merupakan penciri kompetensi utama yang bersifat:
Peraturan Akademik Page 10
b. Acuan baku minimal mutu penyelenggaraan program studi/ jurusan;
c. Berlaku secara nasional dan internasional;
d. Fleksibel dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat di masa datang;
e. Kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi, masyarakat
pendidikan profesi, dan pengguna lulusan.
(4) Kurikulum institusional merupakan sejumlah bahan kajian dan mata kuliah yang merupakan bagian dari kurikulum UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pembobotan dan Penyusunan Kurikulum Pasal 8
(1) Kompetensi hasil didik suatu program studi/ jurusan terdiri atas kompetensi
utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya yang bersifat khusus dan relevan dengan kompetensi utama.
(2) Perbandingan beban ekivalen dalam bentuk sks antara kompetensi utama
dengan kompetensi pendukung serta kompetensi lainnya di dalam kurikulum sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berturut-turut antara 40-80%, 20-40% dan 0-30%.
(3) Mata Kuliah kompetensi dasar dalam struktur kurikulum UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang adalah mata kuliah yang harus ditempuh oleh semua mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(4) Mata Kuliah kompetensi lainnya adalah mata kuliah yang bertujuan
mewujudkan kompetensi lain di luar kompetensi utama yang ditetapkan oleh jurusan/ prodi atau yang dipilih oleh mahasiswa.
(5) Kurikulum program pascasarjana dan sarjana terdiri atas mata kuliah wajib
dan pilihan.
(6) Mata kuliah wajib adalah mata kuliah yang harus diambil oleh mahasiswa dan tidak dapat diganti dengan mata kuliah lain.
(7) Mata kuliah pilihan terdiri atas mata kuliah konsentrasi dan mata kuliah pilihan bebas yang mendukung pencapaian kompetensi lainnya.
(8) Mata kuliah pilihan bebas adalah mata kuliah pilihan yang tercantum dalam
kurikulum program studi/ jurusan dan yang tidak tercantum dalam kurikulum program studi tetapi dapat diambil oleh mahasiswa dari berbagai program studi/ jurusan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(9) Mata kuliah pilihan bebas dapat diambil dengan syarat bahwa semua mata kuliah wajib dan pilihan konsentrasi telah atau sedang diambil dan beban studi tidak melebihi maksimum.
(10) Setiap mata kuliah diberi kode mata kuliah yang berisi 3 kode huruf yaitu 3
huruf pertama nama penyelenggara, dan 6 angka yang terdiri dari: 1 angka menyatakan level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yaitu diploma 5, sarjana 6, Pendidikan profesi 7, pascasarjana 8; 2 angka tahun pembuatan kurikulum, 1 angka tahun penyelenggaraan MK tersebut dan 2 angka nomor urut mata kuliah pada jurusan/ program studi yang menawarkan mata kuliah tersebut. Mata kuliah yang mempunyai mata kuliah
Peraturan Akademik Page 11 prasyarat diberi keterangan dengan menuliskan kode mata kuliah prasyarat di depan kode mata kuliah tersebut.
(11) Mata kuliah yang memiliki mata kuliah prasyarat hanya dapat diambil jika mata kuliah prasyarat telah diambil dengan hutuf mutu minimum C; mahasiswa dari jurusan/ fakultas lain dapat mengambil mata kuliah berprasyarat tanpa harus mengikuti mata kuliah prasyarat asalkan mendapat persetujuan dari ketua jurusan/ program studi yang menawarkan mata kuliah tersebut.
(12) Mata kuliah pilihan dapat dilaksanakan hanya kalau mahasiswa pendaftar berjumlah minimum sembilan orang.
(13) Mata kuliah yang tidak ditawarkan pada suatu semester dapat diberikan pada semester itu asalkan jumlah mahasiswa pendaftar minimum sembilan orang.
(14) Disertasi merupakan mata kuliah wajib program doktor, tesis untuk program
magister, skripsi untuk program sarjana dan program pendidikan profesi.
(15) Kurikulum program magister terdiri atas:
a. Mata kuliah untuk kompetensi pengembangan wawasan dengan bobot
15- 20%.
b. Mata kuliah kompetensi keahlian dan kompetensi berkarya dengan bobot
50-60%.
c. Mata kuliah pilihan dengan bobot 10-15%.
d. Tesis dengan bobot 6 sks.
(16) Kurikulum program doktor terdiri atas:
a. Mata kuliah kompetensi pengembangan wawasan dengan bobot 12 (dua
belas) sks.
b. Mata kuliah kompetensi keahlian dan kompetensi berkarya dengan bobot
12 (dua belas) sks.
c. Mata kuliah penunjang dengan bobot 4(empat) – 9 (sembilan) sks.
d. Disertasi dengan bobot 12 (dua belas) sks.
(17) Kurikulum sarjana disusun oleh satuan tugas kurikulum yang dibentuk oleh
dekan atas usul ketua jurusan dengan berpedoman pada keputusan menteri.
(18) Kurikulum program magister dan doktor disusun oleh satuan tugas
kurikulum yang terdiri atas Dosen Serumpun yang dibentuk oleh direktur dengan berpedoman kepada keputusan menteri.
(19) Kurikulum yang sudah disetujui oleh senat fakultas/ dewan pertimbangan PPS disahkan oleh senat institut dan ditetapkan dengan keputusan rektor.
(20) Kurikulum akan ditinjau kembali minimal 1 kali dalam 5 tahun untuk
disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni serta kebutuhan masyarakat.
(21) Perubahan yang tidak mendasar antara lain penambahan mata kuliah pilihan
dan penyesuaian serta pengembangan silabi, dapat dilaksanakan dengan keputusan dekan setelah mendapatkan persetujuan senat fakultas.
(22) Untuk efektivitas dan efisiensi, penyelenggaran pendidikan, kurikulum
disusun secara matriks antara program studi dengan penyelenggara jurusan.
Mata Kuliah Pasal 9
Peraturan Akademik Page 12
(1) Isi dan luas bahasan suatu mata kuliah harus mendukung tercapainya tujuan
program pendidikan dan diukur dengan sks.
(2) Suatu mata kuliah dapat diasuh oleh satu dosen atau tim dosen yang
ditetapkan oleh dekan/ direktur atas usulan ketua jurusan/ program studi.
(3) Suatu mata kuliah dapat diajarkan jika diikuti oleh peserta
sekurang-kurangnya 9 orang, kecuali dalam hal-hal khusus yang ditentukan oleh dekan/ direktur atau ketua jurusan/ program studi.
Kontrak Perkuliahan, Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Rencana Kegiatan Program Pembelajaran Semester (RKPPS)
Pasal 10
(1) Kontrak perkuliahan memuat komponen-komponen tujuan/ manfaat
perkuliahan, deskripsi perkuliahan, tujuan instruksional, organisasi materi, strategi perkuliahan, tugas-tugas, kriteria penilaian, jadwal perkuliahan dengan menyebutkan pokok bahasan dan bahan bacaan yang relevan.
(2) RPS memuat komponen-komponen: judul mata kuliah, nomor kode/ sks,
deskripsi singkat, tujuan instruksional umum, tujuan instruksional khusus, pokok bahasan, sub-pokok bahasan, estimasi waktu dan daftar pustaka.
(3) RKPPS memuat komponen-komponen nama dan kode mata kuliah, sks,
waktu pertemuan, urutan pertemuan, tujuan instruksionl umum, tujuan instruksional khusus, pokok bahasan, sub-pokok bahasan, kegiatan belajar mengajar, evaluasi dan daftar pustaka.
(4) Kontrak perkuliahan, RPS dan RKPPS dibuat oleh dosen mata kuliah dan
disampaikan kepada mahasiswa pada awal perkuliahan.
(5) Monitoring pelaksanaan RPS dan RKPPS dilakukan oleh ketua jurusan
bersama tim penjaminan mutu fakultas dan atau universitas. BAB V SIVITAS AKADEMIKA Ruang Lingkup Pasal 11
(1) Sivitas akademika merupakan komunitas yang memiliki tradisi ilmiah
dengan mengembangkan budaya akademik.
(2) Budaya akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan seluruh
sistem nilai, gagasan, norma, tindakan, dan karya yang bersumber dari ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan asas pendidikan tinggi.
(3) Pengembangan budaya akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan dengan interaksi sosial tanpa membedakan suku, agama, ras, antar golongan, jenis kelamin, kedudukan sosial, tingkat kemampuan ekonomi, dan aliran politik.
(4) Interaksi sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dalam
pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, penguasaan dan/ atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah.
Peraturan Akademik Page 13 akademik dengan memperlakukan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai proses dan produk, serta sebagai amal dan paradigma moral.
Dosen Pasal 12
(1) Dosen terdiri atas dosen tetap (PNS dan non PNS), dosen tidak tetap (Luar Biasa-LB), dan dosen tamu.
(2) Dosen tetap adalah dosen yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tetap di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(3) Dosen tidak tetap (Luar Biasa-LB) adalah dosen paruh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tidak tetap di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(4) Dosen serumpun (peer group) adalah kumpulan dosen yang memiliki keahlian
dan minat yang sama.
(5) Dosen tamu adalah seseorang yang diundang untuk mengajar di UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang untuk jangka waktu tertentu.
(6) Dekan/ Direktur dengan persetujuan senat fakultas dapat mengusulkan
kepada Rektor untuk mengangkat dosen tidak tetap yang memenuhi persyaratan akademik untuk program studi pada program diploma, sarjana/ pendidikan profesi, atau untuk program studi pada Program Pascasarjana. (7) Dosen tetap yang mengajar pada program diploma dan sarjana (S1) wajib
mengajar pada program studi paling sedikit 10 sks.
(8) Dosen tetap yang mengajar pada program pascasarjana wajib mengajar pada
program sarjana paling sedikit 10 sks.
Mahasiswa Pasal 13
(1)Mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika diposisikan sebagai insan
dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi, dan/ atau pendidik profesional.
(2)Mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara aktif mengembangkan
potensinya dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, dan/ atau penguasaan, pengembangan, dan pengamalan suatu cabang ilmu pengetahuan dan/ atau teknologi untuk menjadi ilmuwan, intelektual, praktisi, dan/ atau pendidik profesional yang berbudaya.
(3)Mahasiswa memiliki kebebasan akademik dengan mengutamakan penalaran
dan akhlak mulia serta bertanggung jawab sesuai dengan budaya akademik.
(4)Mahasiswa berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan bakat,
minat, potensi, dan kemampuannya.
(5)Mahasiswa dapat menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan
belajar masing-masing dan tidak melebihi ketentuan batas waktu yang ditetapkan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(6)Mahasiswa berkewajiban menjaga etika dan mentaati norma pendidikan tinggi
untuk menjamin terlaksananya tridharma dan pengembangan budaya akademik.
Peraturan Akademik Page 14 kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler sebagai bagian dari proses pendidikan.
(8)Kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dapat dilaksanakan melalui organisasi kemahasiswaan.
(9)Ketentuan lain mengenai kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler
sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diatur secara tersendiri dalam peraturan Rektor.
BAB VI
PENERIMAAN MAHASISWA Penerimaan Mahasiswa Baru
Pasal 14
(1) Penerimaan mahasiswa baru program diloma, sarjana, pendidikan profesi,
magister dan doktor pada semua strata dilakukan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(2) Penerimaan mahasiswa baru sarjana reguler:
a. Penerimaan mahasiswa baru program sarjana dilaksanakan melalui 4
jalur yaitu:
1) Sistem penelusuran prestasi dilakukan melalui seleksi berkas
berdasarkan prestasi.
2) Sistem penyaringan mahasiswa secara nasional yang dilakukan
melalui ujian tulis.
3) Sistem penerimaan lain yang ditetapkan oleh rektor.
b. Bagi program studi tertentu dilakukan tes wawancara dan/ atau psikotes.
(3) Penerimaan mahasiswa baru untuk program magister dan doktor
dilaksanakan melalui ujian tulis dan lisan.
a. Persyaratan untuk menjadi mahasiswa pada program sarjana, magister
dan doktor:
1) Memiliki ijazah atau surat keterangan lulus pendidikan 1 (satu) jenjang atau tingkat pendidikan di bawahnya;
2) Memenuhi persyaratan masuk yang ditetapkan oleh UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang.
b. Persyaratan untuk menjadi mahasiswa pada pendidikan profesi:
1) Memiliki ijazah atau surat keterangan lulus program pendidikan
sarjana atau diploma empat;
2) Memenuhi persyaratan masuk yang ditetapkan oleh UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang.
(4) Seorang mahasiswa tidak diperkenankan menempuh 2 (dua) Program Studi
pada waktu yang bersamaan.
Penerimaan Mahasiswa Asing Pasal 15
Peraturan Akademik Page 15
(1) Penerimaan mahasiswa asing UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
berpedoman pada keputusan Kementerian Agama.
(2) Warga Negara asing dapat diterima sebagai mahasiswa Program
Pascasarjana (PPs), jika memenuhi persyaratan PPs seperti tercantum pada Pasal 13, memiliki kemampuan Bahasa Indonesia yang memadai untuk mengikuti kuliah, dan memperoleh izin belajar dari Menteri.
(3) Mahasiswa asing yang terdaftar sebagai mahasiswa program magister atau
doktor pada perguruan tinggi luar negeri yang diakui Kementerian Agama. dapat diterima sebagai mahasiswa riset selama periode tertentu di PPs.
(4) Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang memiliki Perjanjian
Kerjasama resmi dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat mengikuti pembelajaran di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sesuai dengan kesepakatan kerjasama sambil mematuhi aturan dari Kementerian Agama.
Mahasiswa Baru Lanjutan Program Diploma Pasal 16
(1) Lulusan program diploma dapat diterima sebagai mahasiswa baru program
sarjana di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada program studi yang relevan.
(2) Calon mahasiswa yang diterima pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan
IPK minimal 2,75.
(3) Pengecualian terhadap ayat (2) di atas hanya dapat dilakukan atas
persetujuan Rektor.
Mahasiswa Kerja Sama Pasal 17
(1) Mahasiswa titipan adalah mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang memiliki
kerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk belajar atau diuji dalam satu atau beberapa mata kuliah pada program studi yang relevan atas persetujuan Rektor.
(2) Mahasiswa titipan diwajibkan untuk mengikuti peraturan yang berlaku di UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang.
(3) Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang kuliah di perguruan
tinggi mitra UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, di dalam atau di luar negeri, nilai mata kuliahnya dapat diakui oleh program studi yang relevan.
(4) Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat mengikuti program dual
degree / joint degree.
(5) Ketentuan lebih lanjut dari ayat (1), (2), (3), dan (4) diatur tersendiri.
BAB VII
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 18
Peraturan Akademik Page 16
(1) Administrasi akademik pendidikan diselenggarakan dengan menerapkan
Sistem Kredit Semester.
(2) Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan
pendidikan yang menggunakan satuan kredit semester (sks) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban tugas dosen, dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan dan yang memungkinkan perguruan tinggi untuk melaksanakan penyajian program studi yang beraneka ragam dan luwes, serta memberi kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih dan melaksanakan program studi yang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dipunyai.
(3) Pendidikan dilaksanakan dalam Jurusan dan program studi.
(4) Penyelenggaraan program pendidikan pascasarjana (pendidikan akademik
dan Pendidikan profesi) dilaksanakan atas dasar kurikulum yang disusun oleh Program Pascasarjana dan disahkan oleh Rektor setelah melalui pertimbangan Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(5) Penyelenggaraan program pendidikan sarjana dan Pendidikan profesi
dilaksanakan atas dasar kurikulum yang disusun oleh jurusan atau fakultas dan disahkan oleh Rektor setelah melalui pertimbangan Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pendaftaran Ulang dan Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) Pasal 19
(1) Untuk mengikuti kegiatan akademik pada setiap semester, mahasiswa wajib mendaftar ulang sesuai kalender akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
(2) Mahasiswa yang telah mendaftar ulang akan diaktifkan kartu mahasiswanya untuk semester yang akan ditempuh.
(3) Mahasiswa yang mendaftar ulang diwajibkan mengisi KRS sesuai kalender
akademik, dengan sejumlah mata kuliah yang diprogramkan untuk diikuti pada semester berikutnya dan/ atau mata kuliah yang belum lulus pada semester sebelumnya.
(4) Pengisian KRS bagi mahasiswa program sarjana dan program Pendidikan
profesi dilakukan dengan berkonsultasi dengan dosen penasehat akademik (PA) mengenai mata kuliah dan jumlah sks yang akan diprogramkan.
(5) Pengisian KRS bagi mahasiswa program magister dan program doktor
dikonsultasikan dan diketahui oleh Direktur.
(6) Mahasiswa dinyatakan sah sebagai peserta mata kuliah apabila mata kuliah tersebut diprogramkan pada semester berjalan.
(7) KRS diusulkan dan ditandatangani oleh dosen PA dan disahkan oleh Ketua Jurusan/ program studi.
Pembatalan dan Penggantian Mata kuliah Pasal 20
Peraturan Akademik Page 17 telah tercantum dalam KRS dengan alasan yang dapat diterima dan harus dengan persetujuan PA dan ketua jurusan/ ketua Program studi yang bersangkutan.
(2) Pembatalan dan penggantian mata kuliah sebagaimana yang ditentukan pada
ayat (1) di atas dilakukan dengan mengisi formulir yang disiapkan untuk itu, selambat-lambatnya pada minggu kedua semester yang sedang berjalan.
Pembimbing Akademik Pasal 21
(1) Selama menjalani studi, setiap mahasiswa sarjana, pendidikan profesi, dan pascasarjana dibimbing oleh seorang pembimbing akademik (PA) yang ditetapkan oleh dekan atas usul ketua jurusan/ program studi dan atau Direktur.
(2) Pembimbing akademik untuk program doktor/ magister juga berfungsi
sebagai pembimbing utama penyusunan disertasi/ tesis.
(3) Persyaratan dan ketentuan PA:
a. Berstatus dosen tetap dan aktif;
b. Minimal memiliki jabatan akademik Asisten Ahli.
c. Wajib melaksanakan tugas sebagai berikut:
1) Membantu mahasiswa dalam merencanakan studi setiap semester dan
memantau perkembangan studi mahasiswa yang dibimbingnya sampai selesai studi;
2) Membimbing mahasiswa tentang hak dan kewajibannya;
3) Membantu mahasiswa untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya,
jika perlu dengan meminta bantuan pada Wakil Dekan bidang akademik.
d. Pelaksanaan tugas PA di jurusan/ program studi dikoordinasi oleh Wakil
Dekan bidang akademik/ ketua jurusan/ ketua program studi.
1) Apabila PA tidak dapat melaksanakan tugas karena berhalangan
sementara (sakit dan lain-lain), maka tugasnya dapat digantikan oleh Wakil Dekan bidang akademik/ ketua jurusan/ ketua program studi;
2) Apabila PA tidak dapat melaksanakan tugas karena berhalangan tetap,
maka Dekan akan menetapkan penggantinya.
(4) Fungsi PA adalah sebagai berikut:
a. Membantu mahasiswa dalam menyusun rencana studi (RS);
b. Membantu mahasiswa dalam mempertimbangkan mata kuliah yang akan
diambil sesuai dengan beban sks yang dapat diambil dan memvalidasi RS;
c. Memonitor dan mengevaluasi perkembangan studi mahasiswa.
(4) Kewajiban PA:
a. Menguasai kurikulum program studi yang diikuti oleh mahasiswa;
b. Mengenal situasi akademik jurusan/ program studi yang terkait;
c. Mengetahui berbagai program kemahasiswaan;
d. Menetapkan dan mengumumkan jadwal pembimbingan;
e. Melayani mahasiswa bimbingan dengan sebaik-baiknya;
f. Melapor kepada ketua atau sekretaris jurusan/ prodi bila meninggalkan tugas;
Peraturan Akademik Page 18
(5) Wewenang PA adalah sebagai berikut:
a. Memberi nasihat;
b. Memberi peringatan bila mahasiswa melakukan pelanggaran;
c. Membantu menyelesaikan masalah (masalah studi atau pribadi) yang
menghambat kelancaran studi mahasiswa;
d. Membantu mengatasi kesukaran mahasiswa dalam studi;
e. Meneruskan permasalahan mahasiswa yang bukan wewenangnya kepada
yang berwenang untuk menangani masalah tersebut;
f. Merekomendasikan mahasiswa bimbingan untuk berkonsultasi kepada
Ketua Jurusan/ Prodi/ Wakil Dekan Bidang Akademik apabila diperlukan. (8) Jumlah bimbingan per dosen per semester disesuaikan dengan rasio dosen:
mahasiswa, namun sedapat-dapatnya untuk menjamin keefektifan
pembimbingan, setiap PA program sarjana maksimum membimbing 20 mahasiswa sedangkan untuk program pascasarjana maksimum 10 mahasiswa dalam setiap semester.
(9) Jangka waktu pembimbingan:
a. Setiap mahasiswa mendapat bimbingan sejak pertama terdaftar menjadi
mahasiswa sampai lulus;
b. Jika PA tidak berada di tempat untuk sementara waktu, maka tugasnya dapat digantikan oleh ketua jurusan/ ketua program studi atau wakil dekan I (WD I) atau Direktur.
c. Jika PA meninggalkan tugas lebih dari 6 bulan, maka tugasnya dialihkan kepada dosen lain dengan surat keputusan dekan terkait.
Cuti Akademik Pasal 22
(1) Cuti akademik adalah penundaan kegiatan akademik mahasiswa dalam batas
waktu tertentu.
(2) Mahasiswa program sarjana, pendidikan profesi, dan pascasarjana yang
memiliki alasan yang kuat dan sah berhak untuk mengambil cuti akademik.
(3) Mahasiswa penerima beasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti akademik
kecuali mendapat pertimbangan khusus dari pimpinan fakultas/ PPs dan Rektor.
(4) Cuti akademik diberikan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. Untuk program sarjana, cuti akademik diberikan paling banyak 2 (dua) kali
selama masa studi dan sekali cuti paling lama 2 (dua) semester.
b. Untuk program pascasarjana cuti akademik diberikan paling banyak 1
(satu) kali selama masa studi dan paling lama 1 (satu) semester. (5) Cuti akademik terdiri atas 2 jenis yakni cuti akademik I dan II.
Cuti akademik I adalah cuti akademik tanpa perhitungan masa studi dan tanpa pembayaran SPP/ UKT sedangkan cuti akademik II adalah cuti akademik dengan perhitungan masa studi dan pembayaran SPP/ UKT.
(6) Cuti akademik I dapat diambil paling lama 2 (dua) semester untuk S-1, 1 (satu)
Peraturan Akademik Page 19 akademik II dapat dilakukan setelah cuti akademik I selesai selama tidak melampaui masa studi maksimum.
(7) Mahasiswa dapat mengajukan permohonan cuti akademik kepada Rektor
melalui dekan/ direktur atas pertimbangan PA yang diketahui oleh wakil dekan bidang akademik atau ketua jurusan/ ketua program studi, selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum semester berjalan, serta melampirkan persyaratan sebagai berikut:
a. Kartu mahasiswa asli;
b. Salinan bukti pembayaran SPP/ UKT untuk semester sebelumnya (yang
sedang berjalan) untuk permohonan cuti akademik I atau salinan bukti pembayaran SPP/ UKT untuk semester yang tidak akan ditempuhnya untuk cuti akademik II.
Syarat Mengikuti Perkuliahan Pasal 23
(1) Pada setiap awal semester, setiap mahasiswa wajib melaksanakan registrasi administrasi dan akademik.
(2) Registrasi administrasi:
a. Setiap mahasiswa wajib membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan
(SPP)/ Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk setiap semester.
b. Setiap mahasiswa harus mendapat pengesahan kartu mahasiswa untuk
semester yang bersangkutan.
(3) Registrasi akademik
a. Setiap mahasiswa wajib melakukan registrasi akademik yakni menyusun
Kartu Rencana studi melalui program Sistem Administrasi Akademik (Siakad) on-line sebelum awal perkuliahan dimulai.
b. Setiap mahasiswa wajib mengisi KRS melalui program siakad on-line setelah
berkonsultasi dengan PA (Panasehat Akademik).
c. Setiap mahasiswa wajib meminta PA untuk memvalidasi KRS.
d. Pergantian mata kuliah dapat dilakukan selambatnya sampai 2 (dua)
minggu perkuliahan berjalan.
e. Perubahan KRS harus dikonsultasikan dengan PA, yang akan melakukan
devalidasi dan validasi ulang KRS mahasiswa.
f. Perubahan KRS tidak dapat dilaksanakan setelah selesai dari waktu yang telah ditetapkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tercantum dalam kalender akademik.
Proses Perkuliahan Pasal 24
(1) Dalam penyelenggaraan pendidikan dapat dilaksanakan dengan tatap muka
teori, seminar, simposium, kolokium, diskusi panel, lokakarya, praktikum, latihan, diskusi kelas, simulasi, penelitian, praktik lapangan, dan kegiatan ilmiah lainnya yang bebannya dinyatakan dengan sks.
(2) Proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan pembelajaran berbasis
Peraturan Akademik Page 20
(3) Seminar merupakan pertemuan ilmiah yang dengan sistematis mempelajari
suatu topik khusus di bawah pimpinan seorang yang ahli dan berwenang dalam bidang tersebut.
(4) Kolokium adalah seminar informal atau pertemuan yang dihadiri para ahli untuk memberi jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan oleh pesera mengenai topik yang sudah ditentukan. Para ahli tidak menyampaikan makalah.
(5) Simposium merupakan pertemuan terbuka dengan beberapa pembicara yang
menyampaikan ceramah pendek mengenai aspek yang berbeda tetapi saling berkaitan tentang suatu masalah.
(6) Diskusi panel merupakan forum pertukaran pikiran yang dilakukan oleh
civitas akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengenai suatu masalah tertentu yang telah dipersiapkan sebelumnya.
(7) Lokakarya merupakan pertemuan yang bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan dan keterampilan peserta dengan menggunakan berbagai jenis metode pertemuan ilmiah.
(8) Pada tatap muka hari pertama kuliah, dosen wajib menyampaikan kontrak perkuliahan antara lain berisi Silabus Mata Kuliah, Satuan Acara Pembelajaran (SAP), metode pembelajaran, jadwal kuliah (pokok bahasan, dosen, tempat, dan waktu kuliah) per minggu, bahan bacaan, evaluasi (tugas terstruktur, ujian praktikum untuk mata kuliah yang ada praktikumnya, ujian tengah semester/ UTS, dan ujian akhir semester/ UAS), dan sistem penilaian.
(9) Silabus dan kontrak perkuliahan disusun oleh penanggung jawab mata kuliah
maksimum 16 kali tatap muka per semester; bila penyelenggaraan mata kuliah itu dalam bentuk praktikum, maka silabus mata kuliah praktikum dibuat setara dengan 16 kali tatap muka.
(10)Satu mata kuliah dapat diasuh oleh lebih dari 1 (satu) dosen bila mata kuliah itu terdiri atas gabungan lebih dari 1 (satu) disiplin atau keahlian sehingga diperlukan lebih dari 1 (satu) dosen, atau untuk kesinambungan mata kuliah diperlukan pemagangan dosen, atau mata kuliah itu memerlukan pengasuh yang lebih banyak karena disertai praktikum.
(11)Perkuliahan oleh tim dosen dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan
sebagai berikut:
a. Sebelum semester baru dimulai, penanggung jawab harus mengadakan
rapat dengan agenda mengevaluasi keberhasilan pembelajaran yang lalu dan menyusun perencanaan perkuliahan semester mendatang termasuk pembagian topik bahasan.
b. Setiap anggota tim harus menguasai materi kuliah secara keseluruhan sehingga topik bahasan untuk setiap anggota dosen dapat berbeda pada setiap semester dan setiap anggota tim dapat menggantikan tugas dosen lain yang berhalangan hadir dalam pokok bahasan yang seharusnya hari itu disajikan.
c. Sedapat-dapatnya setiap anggota tim selalu hadir pada setiap tatap muka agar terdapat kesinambungan dalam seluruh perkuliahan dan para dosen dapat saling memberi masukan serta dapat melakukan evaluasi yang baik pada akhir perkuliahan.
Peraturan Akademik Page 21
d. Penanggung jawab mata kuliah bertanggung jawab atas seluruh
pelaksanaan perkuliahan termasuk menjaga kesinambungan dan menyelaraskankan seluruh isi perkuliahan.
(12)Kelas-kelas paralel untuk suatu mata kuliah harus mempunyai silabus, buku ajar, kontrak perkuliahan, satuan acara perkuliahan, dan sistem pengukuran keberhasilan pembelajaran yang sama dan dikoordinasikan oleh koordinator mata kuliah yaitu dosen yang mempunyai kemampuan dan pengalaman yang terbanyak dalam pembelajaran mata kuliah tersebut.
(13)Pelaksanaan perkuliahan dilaksanakan sesuai dengan silabus dan kontrak perkuliahan.
(14)Dosen yang memberi kuliah dan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan
wajib mengisi daftar kehadiran.
(15)Pembelajaran dengan media elektronik mengikuti ketentuan-ketentuan yang
sama seperti yang tercantum pada ayat (1, 2, 10, 11, dan 13) dalam pasal ini.
Kuliah Kerja Praktikum (KKP), Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Pasal 25
(1) Kuliah Kerja Praktikum (KKP), yaitu suatu program pembelajaran dalam
bentuk simulasi penerapan ilmu yang berkaitan dengan matakuliah tertentu yang dilakukan di laboratorium atau lainnya. Nilai kredit KKP terkait dengan matakuliah yang memerlukan KKP.
(2) Kuliah Kerja Lapangan (KKL), yaitu praktik kerja sebagai penerapan ilmu
yang berkaitan dengan matakuliah keahlian khusus yang dikembangkan oleh Jurusan atau program studi untuk memperoleh pengalaman yang ada di lapangan. Nilai kredit KKL terkait dengan matakuliah yang memerlukan KKL.
(3) Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan belajar mahasiswa
yang dilakukan di lapangan secara terbimbing dan terpadu antara teori dan praktik. Jenis PPL terdiri dari PPL kependidikan dan PPL non kependidikan.
a. PPL Kependidikan adalah kegiatan belajar mahasiswa yang dilaksanakan
di lapangan (Sekolah). Sedangkan kegiatannya meliputi latihan mengajar, membimbing siswa, mempelajari manjemen sekolah dan atau tugas-tugas kependidikan lainnya secara terbimbing dan terpadu untuk pembentukan kemampuan dan profesi kependidikan. PPL kependidikan dilaksanakan dalam bentuk PPL, keguruan, yang terdiri atas PPL keguruan I dan PPL keguruan II.
1) PPL keguruan I adalah PPL keguruan yang dilaksanakan di
Laboratorium Micro Teaching dengan penekanan pada latihan mengajar terbatas sebagai persiapan mahasiswa untuk mengikuti PPL II.
2) PPL keguruan II adalah PPL keguruan yang dilaksanakan oleh
mahasiswa di sekolah untuk mendapatkan pengalaman lapangan (riil/ faktual) untuk tugas mengajar, membimbing siswa, administrasi sekolah dan tugas kependidikan lainnya.
b. PPL non kependidikan adalah kegiatan belajar mahasiswa yang dilakukan
Peraturan Akademik Page 22
(di luar kependidikan) sebagai wahana pembentukan kemampuan akademik dan profesional. PPL non kependidikan terdiri atas berbagai keahlian :
1) PPL Syari’ah dan Ilmu Hukum
2) PPL Ekonomi dan Bisnis Islam
3) PPM (Program Profesi Mahasiswa) Ushuludin, Adab, dan Dakwah
Ketiga program ini untuk mendapatkan pengalaman riil/ faktual tentang tata kerja yang berlaku di masing-masing fakultas.
(4) Penyelenggaraan PPL diatur oleh Fakultas dan Program Studi masing-masing
yang di koordinir oleh Pusat Laboratorium jurusan masing-masing, dengan membentuk panitia pelaksana PPL yang bertanggung jawab dan menyampaikan laporan kepada lab jurusn masing-masing.
(5) Adapun Mahasiswa yang dapat mengikuti PPL adalah yang telah memenuhi
persyaratan sebagai berikut :
a) Telah menempuh dan lulus MPK (Mata Kuliah Pengembangan
Kepribadian), MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan), MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya), MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya), dan MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat), sebagaimana tercantum pada tabel sebaran mata kuliah sampai dengan semester VI yang disyahkan oleh Kaprodi/ Kajur, atau telah mencapai sks minimal 120 sks untuk program S-1.
b) Sudah terdaftar sebagai mahasiswa semester dimana ia mengambil PPL
dengan bukti kuitansi pembayaran SPP/ UKT semester yang bersangkutan.
Pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT)
Pasal 26
(1) Setiap mahasiswa wajib membayar SPP/ UKT sesuai kalender akademik
untuk semester yang akan diikutinya, sebelum mengisi KRS.
(2) Besarnya SPP/ UKT mahasiswa baru ditentukan oleh mahasiswa/ orang tua/
wali dengan batas minimal sesuai ketentuan rektor yang kemudian ditetapkan dengan SK Rektor.
(3) Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan studi pada akhir semester
berdasarkan kalender akademik, diwajibkan membayar SPP/ UKT pada semester berikutnya.
(4) Mahasiswa yang tidak mendaftar ulang selama satu semester dan bermaksud
melanjutkan pada semester berikutnya, diwajibkan membayar SPP/ UKT semester yang tidak diikutinya.
(5) Mahasiswa yang telah lulus ujian skripsi dan belum mengikuti wisuda pada
semester yang sama, tidak diwajibkan membayar SPP/ UKT pada semester berikutnya.
(6) Besarnya SPP/ UKT bagi mahasiswa asing ditetapkan tersendiri.
Peraturan Akademik Page 23
Pasal 27
(1) Segala fasilitas pendidikan milik negara yang dikelola UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat digunakan oleh semua dosen dan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dari berbagai program pendidikan program pascasarjana/ sarjana/ Pendidikan profesi tanpa melihat jurusan/ fakultas. (2) Tata cara penggunaan fasilitas pendidikan diatur dalam Peraturan Rektor.
BAB VIII
EVALUASI HASIL BELAJAR MAHASISWA Tujuan Evaluasi
Pasal 28
Tujuan evaluasi adalah untuk menilai :
(1) Kemampuan mahasiswa memahami dan menguasai bahan dari satuan
matakuliah yang telah diajarkan sepanjang semester berjalan.
(2) Pencapaian tujuan matakuliah yang diajarkan.
(3) Kemajuan studi mahasiswa
(4) Kelayakan kelulusan mahasiswa
Bentuk Evaluasi Pasal 29
(1) Evaluasi dilakukan secara berkala yang dapat berbentuk ujian tertulis, ujian lisan, ujian praktikum, ujian ketrampilan, pelaksanaan tugas, pengamatan oleh dosen/ tutor, dan lain-lain.
(2) Ujian dapat diselenggarakan melaIui ujian tengah semester, ujian akhir
semester, ujian akhir program studi atau ujian komprehenship, ujian skripsi,, ujian tesis, dan ujian disertasi.
Persyaratan Mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Pasal 30
(1) Matakuliah yang diuji adalah MK yang diajarkan sekurang-kurangnya 75 % dari yang diprogramkan.
(2) Mahasiswa yang diperbolehkan mengikuti ujian akhir semester adalah
mahasiswa yang telah mengikuti sekurang-kurangnya 75% dari semua kegiatan pembelajaran pada setiap matakuliah yang ditempuhnya.
Penilaian Hasil Belajar Pasal 31
(1) Penilaian hasil belajar hanya dapat dilakukan oleh dosen yang mengajar mata
kuliah tersebut dengan ketentuan bahwa persyaratan jumlah tatap muka telah terpenuhi.
Peraturan Akademik Page 24
(2) Kegiatan dan kemajuan hasil belajar mahasiswa program pascasarjana/
sarjana/ Pendidikan profesi dinilai secara berkala berdasarkan hasil ujian pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen.
(3) Penilaian mata kuliah dilakukan dalam bentuk tugas terstruktur, ujian tengah
semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), dan ujian praktikum.
(4) Penilaian tugas terstruktur dilakukan terhadap berbagai bentuk tugas di luar
jam kuliah.
(5) Pengamatan dalam kelas dapat dilakukan terhadap kemampuan mahasiswa
dalam mengemukakan pertanyaan dan pendapat serta menjawab pertanyaan.
(6) UTS dan UAS dilaksanakan secara tertulis dan atau lisan; ujian praktikum dapat dlaksanakan secara tertulis atau demonstrasi; sedangkan ujian skripsi/ tesis/ disertasi dilaksanakan secara lisan. Ujian praktikum pada Program Studi Pendidikan diatur secara khusus.
(7) Ujian prakualifikasi untuk program doktor dapat dilakukan setelah
mahasiswa menempuh minimum 80% perkuliahan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) setidak-tidaknya 3 (tiga).
(8) Ujian susulan hanya diperkenankan bagi mahasiswa yang mempunyai alasan
yang sah.
(9) Berkas ujian mata kuliah dan berbagai tugas terstruktur yang telah dinilai dan menjadi bahan penilaian harus dikembalikan 1 (satu) minggu sesudah ujian dan penyerahan tugas.
(10) Seluruh tahap hasil pembelajaran harus diumumkan seminggu setelah ujian
diselenggarakan untuk dicek kebenarannya oleh mahasiwa peserta kuliah.
(11) Mahasiswa dapat memperbaiki nilai dengan membawa bukti-bukti berupa
berkas ujian dan tugas terstruktur dalam jangka waktu 3 (tiga) hari setelah diumumkan.
Sistem Penilaian Pasal 32
(1) Penilaian hasil belajar untuk mahasiswa program pascasarjana/ sarjana/
Pendidikan profesi dinyatakan dengan huruf mutu dan angka mutu A (4), B (3), C (2), D (1), dan E (0).
(2) Konversi angka nilai akhir berskala 100 menjadi huruf mutu dapat dilakukan dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau penilaian relatif (menggunakan penilaian acuan normal atau cara ranting dan daun).
(3) Dalam PAP, konversi angka ke huruf mutu adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Konversi nilai akhir ke huruf mutu
Nilai akhir (0-100) Huruf mutu Angka mutu Status penilaian
Program Pascasarjana, Sarjana, Profesi dan Diploma
96 – 100 91 – 95 86 – 90 81 – 85 76 – 80 A A- B+ B B- 3,76 – 4,00 3,51 – 3,75 3,26 – 3,50 3,01 – 3,25 2,76 – 3,00 Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus
Peraturan Akademik Page 25 71 – 75 66 – 70 61 – 65 56 – 60 0 – 55 C+ C C- D E 2,51 – 2,75 2,26 – 2,50 2,00 – 2,25 1,01 – 1,99 0,00 – 1,00 Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus Tidak Lulus
* Mahasiswa program pascasarjana dinyatakan lulus bila memiliki IPK
minimum 3, 0 dengan jumlah nilai C maksimum 2 (dua).
** Mahasiswa program sarjana dan diploma dinyatakan lulus bila memiliki IPK minimum 2, 0
*** Tabel konversi nilai ini dikembangkan berdasarkan permendikbud nomor 49 Tahun 2014
(4) Bila pada akhir semester hasil pembelajaran suatu mata kuliah belum dapat dinilai karena ada tugas yang belum selesai a. l. belum menempuh ujian susulan atau penulisan skripsi/ tesis/ disertasi belum selesai, penanggung jawab mata kuliah melaporkannya dengan status penilaian belum lengkap (BL).
Indeks Prestasi Pasal 33
(1) Hasil belajar mahasiswa dinyatakan dalam bentuk indeks prestasi (IP) terdiri
atas indeks prestasi semester (IPS) yang menunjukkan IP pada satu semester tertentu, dan IPK yang menunjukkan IP pada akhir studi.
(2) Indeks prestasi adalah jumlah hasil perkalian antara sks dan angka mutu setiap mata kuliah dibagi dengan jumlah seluruh sks yang telah diambil; baik lulus ataupun tidak lulus.
(3) Indeks prestasi dinyatakan dengan penulisan dalam 3 digit dengan 2 desimal.
Penyerahan Nilai Ujian Pasal 34
(1) Nilai ujian diserahkan oleh dosen kepada Wakil Dekan Bidang Akademik atau
Direktur Pascasarjana selambat-lambatnya satu minggu setelah ujian mata kuliah diadakan.
(2) Setelah nilai ujian dimasukkan ke Siakad tidak diperkenankan mengubah atau
memperbaiki nilai.
Jumlah SKS Yang dapat diprogramkan Untuk Semester Berikutnya Pasal 35
(1) Jumlah sks yang boleh diprogramkan oleh mahasiswa pada semester yang
akan diikuti, ditentukan oleh besarnya IPS pada semester sebelumnya.
(2) Jumlah sks yang boleh diprogramkan oleh mahasiswa yang cuti akademik/
mengundurkan diri dari semua matakuliah karena sakit ditentukan oleh besarnya IPS pada semester sebelum cuti/ mengundurkan diri.
Peraturan Akademik Page 26
(3) Pedoman tentang penetapan jumlah sks yang dapat diambil oleh mahasiswa
program sarjana adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Beban studi mahasiswa setelah Semester II
No. IP semester lalu Beban Studi Maksimum (sks)
1 3,50 – 4,00 24
2 3,00 – 3,49 20
3 2,50 – 2,99 16
4 2,00 – 2,49 12
5 1,00 – 1,99 8
(4) Matakuliah yang boleh diprogramkan adalah mata kuliah yang ditawarkan
pada semester yang akan berjalan.
(5) Bagi mahasiswa baru dan mahasiswa pindahan bobot beban yang
diprogramkan besarnya 10-22 sks
Perekaman Hasil Belajar Pasal 36
(1) Hasil belajar mahasiswa program pascasarjana/ sarjana/ Pendidikan profesi dan Diploma direkam untuk kepentingan administrasi dan manajemen.
(2) Daftar rincian penilaian hasil belajar mahasiswa (seluruh nilai penilaian hasil belajar dan huruf mutu) diserahkan oleh penanggung jawab mata kuliah kepada ketua jurusan/ program studi paling lambat 10 (sepuluh) hari setelah UAS masing-masing mata kuliah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
(3) Program pascasarjana dan atau jurusan/ program studi menyimpan seluruh
dokumen berupa daftar rincian hasil belajar mahasiswa untuk seluruh mata kuliah.
(4) Ringkasan penilaian hasil belajar mahasiswa diserahkan oleh dosen
penanggung jawab mata kuliah melalui program Siakad on-line sesuai dengan
jadwal yang telah ditetapkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang .
(5) Dekan/ Direktur atau ketua jurusan/ program studi bertanggung jawab atas
ketepatan waktu penyerahan nilai hasil belajar mahasiswa baik ke Siakad
on-line maupun ke program pascasarjana atau jurusan/ program studi.
(6) Apabila dosen penanggung jawab tidak tepat waktu menyerahkan nilai hasil belajar maka dekan terkait atau Direktur membuat teguran atas usul dari ketua jurusan/ program studi.
(7) Apabila nilai belum diserahkan pada saat kartu hasil studi (KHS) harus diterbitkan, maka seluruh nilai mata kuliah tersebut dinyatakan B sehingga tidak mempengaruhi IP mahasiswa pada semester tersebut.
(8) Kecuali dosen dalam bidang kajian yang diujikan, siapa pun tidak berhak untuk memberi nilai atau mengubah nilai suatu mata kuliah.
Perbaikan, Pengulangan, dan Penghapusan Mata Kuliah Pasal 37
Peraturan Akademik Page 27
(1) Mahasiswa program sarjana dan pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim
Malang wajib mengulang mata kuliah dengan huruf mutu D dan E dan dapat mengulang mata kuliah dengan huruf mutu C atau C-.
(2) Perbaikan dan pengulangan nilai mata kuliah pada program pendidikan profesi
di atur dengan peraturan Rektor.
(3) Pengulangan mata kuliah selambat-selambatnya pada saat pendaftaran ujian disertasi / tesis/ skripsi/ tugas akhir.
(4) Pendaftaran perbaikan dan pengulangan mata kuliah dilakukan melalui
program Siakad on-line dengan persetujuan PA.
(5) Nilai akhir setelah pengulangan mata kuliah yang diakui atau yang
dicantumkan dalam transkrip adalah nilai yang tertinggi.
(6) Penghapusan mata kuliah dapat dilakukan pada saat pendaftaran ujian skripsi untuk mata kuliah pilihan bebas sepanjang jumlah sks minimum 144 sks.
Pembetulan Nilai Pasal 38
(1) Pembetulan nilai dilakukan atas usul mahasiswa karena nilai mata kuliah yang
tercantum dalam KHS tidak sesuai dengan yang diumumkan oleh dosen mata kuliah bersangkutan atau kesalahan lainnya dengan tahapan sebagai berikut:
a. Mmahasiswa mengisi borang pembetulan nilai untuk hal-hal yang harus
diisi oleh yang bersangkutan;
b. Mahasiswa menyerahkan borang yang telah diisi (butir 1a pasal ini) kepada
dosen penanggung jawab mata kuliah untuk mengisi kolom tentang nilai yang sah dan alasan pembetulan nilai serta menandatanganinya;
c. Borang tersebut diajukan kepada PA dan ketua jurusan/ prodi untuk
diminta persetujuannya.
(2) Pembetulan nilai dilakukan oleh penanggung jawab mata kuliah
selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah hari terakhir pengisian nilai sesuai dengan jadwal yang tercantum dalam kalender akademik.
(3) Pembetulan nilai dilakukan melalui program siakad on-line langsung oleh penanggung jawab mata kuliah dengan persetujuan PA dan ketua jurusan/ program studi.
Perpanjangan Masa Studi Pasal 39
(1) Mahasiswa program pascasarjana pada semester VIII dan mahasiswa program
sarjana pada semester X yang telah menyelesaikan seluruh tugas perkuliahan dan dalam proses perbaikan disertasi/ tesis/ skripsi/ tugas akhir, dalam arti seluruh disertasi/ tesis/ skripsi/ tugas akhir sudah selesai ditulis, dapat memohon perpanjangan masa studi kepada Rektor.
(2) Perpanjangan masa studi hanya diberikan 1 (satu) kali dan hanya untuk selama 1 (satu) semester dan dilakukan antara bulan Juni dan Desember.
(3) Mahasiswa yang memenuhi kriteria pada ayat (1) menulis permohonan
perpanjangan studi kepada Rektor dengan ketentuan sebagai berikut: a. Ditulis pada kertas bermeterai Rp 6.000, 00.