• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Penelitian IPTEK KOM HUBUNGAN PEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Jurnal Penelitian IPTEK KOM HUBUNGAN PEN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PENGGUNAAN SITUS

JEJARING SOSIAL FACEBOOK

TERHADAP PERILAKU REMAJA

DI KOTA MAKASSAR

Christiany Juditha

Peneliti Muda

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar Jl. Racing Centre II No. 25 Makassar

email: [email protected]

Naskah diterima: 1 April 2011 dan disetujui: 14 Juni 2011

Abstrak

Meningkatnya pengguna situs jejaring sosial yang sebagian besar diantaranya adalah remaja, merupakan fenomena yang berkembang saat ini. Akibatnya dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan media sosial ini juga berimbas bagi pengguna. Karena itu penelitian ini bertujuan mencari jawaban ada tidaknya hubungan penggunaan Facebook (FB) terhadap perilaku remaja di kota Makassar. Hasil penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 204 responden ini menyebutkan bahwa ada hubungan antara penggunaan FB dengan perilaku remaja baik itu secara positif maupun negatif.

Kata kunci: penggunaan, facebook, remaja, Makassar

THE RELATIONSHIP BETWEEN THE USE OF FACEBOOK

AND TEENEGERS’ BEHAVIOR

IN MAKASSAR

Abstract

The increasing social networking site users which are mostly teenagers is a growing phenomenon today. As a result, positive and negative impacts brought about by the social media also affected the users. Therefore this research aims to find answers of whether there is a relationship between the use of Facebook (FB) and the behavior of teenagers in Makassar. Results of research with a total sample of 204 respondents mention that there is a relationship between the use of FB and teenagers’ behavior both positively and negatively.

(2)

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Mengakses internet saat ini sudah menjadi rutinitas kebanyakan masya‐ rakat. Tidak hanya dengan menggunakan komputer/laptop saja tetapi kini dapat mengaksesnya melalui handphone dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh sejumlah provider telepon selular. Saat ini masyarakat tidak hanya menggu‐ nakan internet untuk berinteraksi dengan orang lain, namun juga menggunakannya sebagai sebuah sarana sosialisasi, mem‐ bentuk hubungan yang lebih bertahan lama, bahkan malah dapat berkembang secara nyata di dalam kehidupan sosial. Penemuan yang disampaikan oleh mana‐ jer umum dari perusahaan penelitian Hitwise, Bill Tancer mengungkapkan bah‐ wa semakin meluasnya audience peng‐ guna internet, mengungkap fakta bahwa trafik pencarian untuk situs jejaring sosial atau situs pertemanan seperti Friendster, FB, MySpace, Hi5, Orkut, tagged dan sebagainya, telah mengalahkan para pen‐ cari situs porno. Ini menjadi indikator trend besar apa yang ada di masa mendatang (Tancer, 2008).

Facebook (FB) merupakan salah satu situs pertemanan atau jejaring sosial yang belakangan sangat berkembang pesat dibanding situs pertemanan lain‐ nya. FB sendiri adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat ber‐ gabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melaku‐ kan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambah‐

kan teman‐teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya.

Saat ini penggunaan FB di Indonesia sudah menjadi rutinitas sehari‐hari, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, pengusaha, pengacara, politisi, artis, tokoh‐tokoh dunia dan lain‐lain, dan dari berbagai kelas dan golongan karena masalah penggunaan internet sudah bukan barang yang mahal. Hal ini disebabkan hanya dengan beberapa ribu rupiah saja sudah bisa menjelajah ke dunia maya di warnet‐warnet pinggir jalan sehingga penggunaan FB merupakan hal yang biasa seperti penggunaan internet pada umumnya. Sekarang ini Indonesia telah menjadi 'the Republic of the FB'.1 Ungkapan ini terinspirasi oleh

perkembangan penggunaan FB oleh masyarakat Indonesia yang mencapai pertumbuhan 64,5% pada tahun 2008. Prestasi ini menjadikan Indonesia sebagai 'the fastest growing country on FB in Southeast Asia'. Bahkan, angka ini mengalahkan pertumbuhan pengguna FB di China dan India yang merupakan peringkat teratas populasi penduduk di dunia (Sahana, 2008).

Demam FB menggejala di Indonesia, sebagaimana yang dilaporkan oleh Tempo Interaktif 9 Februari 2009, dimulai pada pertengahan tahun 2008. Bahkan disebut‐ kan juga hingga pertengahan 2007, FB hampir tidak dilirik pengguna Internet.

1 Budi Putra, The Republic of the Facebook,

(3)

Lonjakan pengguna FB pada pertengahan 2008 dibuktikan dengan statistik FB sebagai situs ranking kelima yang paling banyak diakses di Indonesia. Indonesia tercatat dalam sepuluh besar negara pemakai situs yang mulai dibuka untuk umum pada 2009 ini (Wiguna, 2009). Pertumbuhan pengguna FB di Indonesia dari tahun ketahun meningkat terus, ta‐ hun 2008 adalah 64,5% dengan 831.000 pengguna di akhir tahun, menjadi negara dengan tingkat pertumbuhan pengguna tertinggi di Asia. Hingga September 2010 data pengguna FB di Indonesia yang dirilis situs InsideFB.com per 2 Septem‐ ber 2010, jumlah pengguna Indonesia mencapai 27.800.160. Jumlah ini men‐ dudukan Indonesia sebagai pengguna FB terbanyak ke‐3 di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris dan dari jumlah ini 53% diantaranya adalah remaja yang berusia dibawah 18 tahun. Beberapa generasi menyebut generasi ini sebagai Netizen atau generasi yang lahir setelah tahun 90‐an yang ketika lahir sudah mengenal keyboard dan monitor atau generasi yang sudah akrab dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi termasuk internet.

Keistimewaan FB terletak pada fasi‐ litasnya yang variatif dan cenderung mudah dipelajari. FB muncul dengan segala sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, lewat berbagai aplikasi yang seru dalam era Web 2.0. Keberadaan fitur

chat, notes, atau sistem tag, merupakan sebuah inovasi tersendiri. Bahkan kini, FB menjadi hosting foto terbesar, menga‐ lahkan situs foto seperti Flickr atau

Picasso (Enda Nasution, 2008). Lebih dari sekadar mencari teman dan mema‐ sukkannya dalam friendlist, situs ini bisa menawarkan lebih dari itu. Sharing untuk media seperti audio, video, foto, dan

notes, merupakan salah satu wujud kebe‐ basan yang memungkinkan siapa saja dapat mengunggah apa saja dengan segala risiko yang juga ada. Sedang untuk jaminan keamanannya bisa diatur untuk foto dan profil dalam privacy setting.

(4)

jejaring sosial FB. Seperti siswi SMAN 22 Surabaya meninggalkan rumah dan sejumlah remaja hilang akibat perte‐ manan di FB. Dan hingga tahun 2010, Komnas Perlindungan Anak telah mene‐ rima lebih dari 100 laporan remaja hilang. Terdapat juga empat siswa SMAN 4 Tan‐ jung Pinang yang dipecat sekolah mereka karena menghina guru melalui FB, bahkan seorang remaja 18 tahun divonis Penga‐ dilan Negeri Bogor karena menghina teman melalui FB serta 21 Kasus seks komersial dan 6 kasus pelampiasan seks melalui FB. Remaja yang masih berjiwa labil dan emosional sering salah menaf‐ sirkan apa yang mereka dapatkan baik dari media massa maupun dari situs pertemanan. Keadaan yang seperti demi‐ kian menjadikan remaja sering terpancing rasa keingintahuannya untuk mencoba apa yang ditawarkan kepada mereka melalui media‐media tersebut yang kemudian memunculkan perubahan peri‐ laku baik itu yang positif maupun negatif pada diri remaja.

Melihat perkembangan FB yang semakin familiar dan banyak disenangi oleh pengguna internet di Indonesia khu‐ susnya remaja, sekaligus dampak‐dampak negatif yang ditimbulkannya serta ber‐ indikasi memiliki peran yang kuat dalam menfasilitasi penggunanya untuk melaku‐ kan interaksi sosial melalui komunikasi, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian hubungan penggunaan situs jejaring sosial terhadap perilaku pada remaja di Kota Makassar.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan penggunaan situs jejaring sosial FB terhadap perilaku remaja di Kota Makassar?

Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan situs jejaring sosial FB terhadap perilaku remaja di Kota Makassar.

Manfaat

Manfaat dari penelitian ini adalah secara teoritik sebagai bahan masukan bagi pengembangan konsep‐konsep ilmu dibidang psikologi, sosiologi, komunikasi serta informatika. Dan secara praktis adalah bagi pemerintah, untuk pengem‐ bangan kebijakan tentang adanya situs jejaring sosial dan sebagai bahan masuk‐ an bagi para peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan yang berhubungan dengan situs jejaring sosial.

TINJAUAN PUSTAKA

(5)

sedikit waktu mahasiswa belajar dan semakin buruk nilai‐nilai mata pelajaran mahasiswa. Seperti dikutip Daily Mail, para psikolog melakukan penelitian dan mengungkap bahwa hasil ujian dari mereka yang belajar sambil main situs jejaring sosial itu lebih kecil 20 persen dibandingkan rekan mereka yang belajar saja. Temuan itu menyanggah teori bahwa otak anak muda mampu lebih baik dalam

multi tasking saat menggunakan perang‐ kat digital.2

Penelitian yang mengenai Pengaruh Negatif Jejaring Sosial Pada Perkembang‐ an Remaja Indonesia juga dilakukan oleh Bayu Malindo Putra tahun 2010. Pene‐ litian yang bertujuan memberi gambaran mengenai dampak negatif situs jejaring sosial pada pertumbuhan dan perkem‐ bangan anak remaja Indonesia ini menyimpulkan bahwa lebih banyak dampak negatif yang ditimbulkan situs jejaring sosial bagi remaja daripada dampak positifnya (Putra. 2010).

Namun melalui FB masyarakat dapat juga membangun gerakan sosial seperti untuk mendukung kasus Prita Mulyasari, Bibit‐Candra dan lainnya. Penelitian dengan judul Simbol‐Simbol Kepedulian Sosial dalam Situs Jejaring Sosial (Analisa Semiotika terhadap Teks Dalam Group FB Koin Peduli Prita) yang penulis lakukan tahun 2010 jelas menyimpulkan bahwa melalui akun grup FB ribuan orang tergerak untuk mendu‐ kung kasus Prita dan dimaknai sebagai

kepada Prita dengan upaya mengumpulan koin untuk membantu Prita Muliasari yang sedang berseteru dengan rumah sakit Omni Internasional (Juditha, 2010).

LANDASAN TEORI

Situs jejaring social

Situs jejaring sosial yang dalam bahasa Inggris disebut social network sites

merupakan sebuah web berbasis pela‐ yanan yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, melihat daftar pengguna yang tersedia, serta mengun‐ dang atau menerima teman untuk berga‐ bung dalam situs tersebut.3 Tampilan

dasar situs jejaring sosial ini menampil‐ kan halaman profil pengguna, yang di dalamnya terdiri dari identitas diri dan foto pengguna (Dirgayuza. 2008: 6‐9).

Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk meng‐ hubungkan orang‐orang dari seluruh belahan dunia (Watkins, 2009). Situs

jejaring sosial pertama, yaitu

Sixdegrees.com mulai muncul pada tahun 1997. Situs ini memiliki aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan. Tahun 1999 dan 2000, muncul situs sosial lunarstorm, live journal, Cyword yang berfungsi mem‐ perluas informasi secara searah. Tahun 2001, muncul Ryze.com yang berperan untuk memperbesar jejaring bisnis. Tahun 2002, muncul friendster sebagai situs anak muda pertama yang semula simbol kepedulian sosial dari masyarakat

3 Social network sites: definition, history, and 2 http://inimu.com/berita/2010/09/07/situs‐

jejaring‐sosial‐bikin‐nilai‐ulangan‐jeblok/

(6)

disediakan untuk tempat pencarian jodoh.4 Dalam kelanjutannya, friendster

ini lebih diminati anak muda untuk saling berkenalan dengan pengguna lain. Tahun 2003, muncul situs sosial interaktif lain menyusul kemunculan friendster, Flick R,

You Tube, Myspace. Hingga akhir tahun 2005, friendster dan Myspace merupakan situs jejaring sosial yang paling diminati.

Memasuki tahun 2006, penggunaan

friendster dan Myspace mulai tergeser dengan adanya FB. FB dengan tampilan yang lebih modern memungkinkan orang

untuk berkenalan dan mengakses

informasi seluas‐luasnya. Tahun 2009, kemunculan Twitter ternyata menambah jumlah situs sosial bagi anak muda.

Twitter menggunakan sistem mengikuti ‐ tidak mengikuti (follow-unfollow), dimana kita dapat melihat status terbaru dari orang yang kita ikuti (follow).

Keberadaan situs jejaring sosial ini memudahkan kita untuk berinteraksi secara mudah dengan orang‐orang dari seluruh belahan dunia dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan telepon (Aleman & Wartman, 2009:120‐ 123). Selain itu, dengan adanya situs jejaring sosial, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat (Lin & Atkin, 2002: 183). Namun kemunculan situs jejaring sosial ini menyebabkan interaksi interpersonal secara tatap muka (face-to-face) cenderung menurun. Orang lebih memilih untuk menggunakan situs

4 Lange, P. G. (2007). Publicly private and

privately public: Social networking on YouTube. Journal of Computer‐Mediated Communication, 13(1), article 18.

jejaring sosial karena lebih praktis. Di lain pihak, kemunculan situs jejaring sosial ini membuat anak muda dapat mengakses internet. Dalam kadar yang berlebihan, situs jejaring sosial ini secara tidak lang‐ sung membawa dampak negatif, seperti kecanduan (addiksi) yang berlebihan dan terganggunya privasi seseorang.

Facebook

Facebook (FB) adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang dilun‐ curkan pada 4 Februari 2004. FB didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley High School. Pada awal masa kuliahnya situs web jejaring sosial ini, keanggotaannya masih dibatasi untuk mahasiswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Universitas Boston, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam

Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut‐ turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang‐ orang yang memiliki alamat surat‐e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.

(7)

di FB.5 Pengguna dapat memilih untuk

bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasar‐ kan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis. Hingga Juli 2007, FB memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs‐situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia.6

Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke‐60 ke posisi ke‐7 situs paling banyak dikun‐ jungi,7 dan merupakan situs nomor satu

untuk foto di Amerika Serikat, mengung‐ guli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.8 Fitur hiburan dalam FB disebut

aplikasi. Contohnya antara lain permain‐ an video, kuis, dan lain sebagainya.9

Keistimewaan FB terletak pada fasilitas‐ nya yang variatif dan cenderung mudah dipelajari. Bahkan kini, FB menjadi

hosting foto terbesar, mengalahkan situs foto seperti Flickr atau Picasso (Enda Nasution, 2008). Lebih dari sekadar

5 "Facebook: The Newest Fad in Marketing"

6 Maestri, Nicole (8 Agustus 2007). ""WalMart

using Facebook to win back‐to‐school sales""

7 "Related info for: facebook.com/". Alexa

Internet.

http://www.alexa.com/data/details/traffic_det ails?q=facebook&url=http://www.facebook.co m/

8 Doug Beaver (2007). "Facebook Photos

Infrastructure" (html). Facebook Weblog. Facebook.

http://blog.facebook.com/blog.php?post=2406 207130.

9 Donna Bogatin (2007). "Why Facebook Is

Scarier than Google" (html). ZDNet Blogs - Digital Markets. CNET Network

mencari teman dan memasukkannya dalam friendlist, situs ini bisa menawar‐ kan lebih dari itu. Sharing untuk media seperti audio, video, foto, dan notes, merupakan salah satu wujud kebebasan yang memungkinkan siapa saja dapat mengunggah apa saja dengan segala resi‐ ko yang juga ada. Sedang untuk jaminan keamanannya bisa diatur untuk foto dan profil dalam privacy setting.

Pola komunikasi internet melalui situs pertemanan FB ini, pada tahap tertentu bisa menimbulkan adiksi yang mungkin berpengaruh terhadap kehidup‐ an nyata. Beberapa ciri‐ciri orang yang teradiksi terhadap internet, yaitu peng‐ gunaan yang berlebihan, kegelisahan ketika tidak mengakses internet dalam interval waktu tertentu, peningkatan toleransi terhadap addiksi internet itu sendiri, dan dampak negatif (termasuk isolasi sosial) (Jerald J., 2008).

(8)

sendiri (Alfathri Adlin, anggota Forum Studi Kebudayaan (FSK) ITB, 2008).

Perilaku Manusia

Perilaku manusia adalah sekum‐ pulan perilaku yang dimiliki oleh manu‐ sia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika. Bimo Walgito (2003) berpendapat bahwa sikap yang ada pada seseorang akan memberikan warna atau corak pada perilaku atau perbuatan orang yang bersangkutan. Sementara sikap pada umumnya mengandung tiga komponen yang membentuk struktur sikap, yaitu: komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif.

Selanjutnya menurut Myers (1983), perilaku adalah sikap yang diekspresikan (expressed attitudes). Perilaku dengan sikap saling berinteraksi, saling mem‐ pengaruhi satu dengan yang lain. Kurt Lewin (1970) berpendapat bahwa peri‐ laku manusia adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan‐kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan‐ kekuatan penahan (restrining forces). Perilaku ini dapat berubah apabila terjadi ketidakseimbangan antara kedua kekuat‐ an tersebut didalam diri seseorang. Kemungkinan terjadinya perubahan peri‐ laku pada diri seseorang itu, yaitu 1. Jika kekuatan‐kekuatan pendorong mening‐ kat. Hal ini terjadi karena adanya stimulus‐stimulus yang mendorong untuk terjadinya perubahan‐perubahan peri‐ laku. Stimulus ini berupa informasi‐ informasi sehubungan dengan perilaku yang bersangkutan. 2. Jika kekuatan‐

kekuatan penahan menurun. Hal ini akan terjadi karena adanya stimulus‐stimulus yang memperlemah kekuatan penahan tersebut. 3. Jika kekuatan pendorong meningkat, kekuatan penahan menurun. Dengan keadaan semacam ini jelas juga akan terjadi perubahan perilaku.

Karakteristik Perilaku

Ada beberapa karakteristik perilaku yaitu : 1.Perilaku adalah perkataan dan perbuatan individu. Jadi apa yang dikata‐ kan dan dilakukan oleh seseorang meru‐ pakan karakteristik dari perilakunya. 2. Perilaku mempunyai satu atau lebih dimensi yang dapat diukur, yaitu : frekuensi, durasi, dan intensitas. 3. Peri‐ laku dapat diobservasi, dijelaskan, dan direkam oleh orang lain atau orang yang terlibat dalam perilaku tersebut. 4. Peri‐ laku mempengaruhi lingkungan, ling‐ kungan fisik atau sosial. 5. Perilaku di‐ pengaruhi oleh lingkungan (lawful). 6. Perilaku bisa tampak atau tidak tampak. Perilaku yang tampak bisa diobservasi oleh orang lain, sedangkan perilaku yang tidak tampak merupakan kejadian atau hal pribadi yang hanya bisa dirasakan oleh individu itu sendiri atau individu lain yang terlibat dalam perilaku tersebut.10

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Perilaku Manusia

Perilaku atau aktivitas pada indi‐ vidu atau organisme tidak timbul dengan sendirinya, tetapi sebagai akibat dari

10 http://www.docstoc.com/docs/18468555/

(9)

stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus ekster‐ nal maupun stimulus internal. Perilaku individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri, di samping itu perilaku juga berpengaruh pada lingkungan. Demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu, demikian sebaliknya. Oleh sebab itu, dalam perspektif psikologi, perilaku manusia (human behavior) dipandang sebagai reaksi yang dapat bersifat sederhana maupun bersifat kompleks (Bandura, 1977; Azwar, 2003).

Remaja

Remaja berasal dari kata latin

adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolen- sence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock,

1992). Remaja sebenarnya tidak

mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Dari defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa masa remaja

adalah masa peralihan dari masa anak‐ anak ke masa dewasa, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikologis.

Karakteristik pertumbuhan dan perkembangan remaja yang mencakup beberapa perubahan yaitu transisi bio‐

logis, transisi kognitif, dan transisi sosial. 1. Transisi Biologis menurut Santrock

(2003: 91) perubahan fisik yang ter‐ jadi pada remaja terlihat nampak pada saat masa pubertas yaitu meningkat‐ nya tinggi dan berat badan serta kema‐ tangan sosial. Diantara perubahan fisik itu, yang terbesar pengaruhnya pada perkembangan jiwa remaja adalah per‐ tumbuhan tubuh (badan menjadi semakin panjang dan tinggi). Selan‐ jutnya, mulai berfungsinya alat‐alat reproduksi (ditandai dengan haid pada wanita dan mimpi basah pada laki‐ laki) dan tanda‐tanda seksual sekun‐ der yang tumbuh (Sarlito Wirawan Sarwono, 2006: 52). Pada dasarnya perubahan fisik remaja disebabkan oleh kelenjar pituitary dan kelenjar hypothalamus. Kedua kelenjar itu masing‐masing menyebabkan terjadi‐ nya pertumbuhan ukuran tubuh dan merangsang aktifitas serta partum‐ buhan alat kelamin utama dan kedua pada remaja (Sunarto & Agung Hartono, 2002: 94).

2.

Transisi Kognitif

menurut Piaget (dalam Santrock, 2003: 15) bahwa pemikiran operasional formal berlang‐ sung antara usia 11 sampai 15 tahun. Pemikiran operasional formal lebih ‐ abstrak, idealis, dan logis daripada pemikiran operasional konkret. Piaget menekankan bahwa bahwa remaja terdorong untuk memahami dunianya karena tindakan yang dilakukannya penyesuaian diri biologis. Secara lebih

nyata mereka mengaitkan suatu

(10)

bukan hanya mengorganisasikan peng‐ amatan dan pengalaman akan tetapi juga menyesuaikan cara berfikir mereka untuk menyertakan gagasan baru karena informasi tambahan mem‐ buat pemahaman lebih mendalam. Dalam perkembangan kognitif, remaja tidak terlepas dari lingkungan sosial.

Hal ini menekankan pentingnya

interaksi sosial dan budaya dalam perkembangan kognitif remaja.

3.

Transisi Sosial

. Santrock (2003: 24) mengungkapkan bahwa pada transisi sosial remaja mengalami perubahan dalam hubungan individu dengan manusia lain yaitu dalam emosi, dalam kepribadian, dan dalam peran dari konteks sosial dalam perkembangan. Membantah orang tua, serangan agre‐ sif terhadap teman sebaya, perkem‐ bangan sikap asertif, kebahagiaan remaja dalam peristiwa tertentu serta peran gender dalam masyarakat mere‐ fleksikan peran proses sosial‐emosi‐ onal dalam perkembangan remaja. John Flavell (dalam Santrock, 2003: 125) juga menyebutkan bahwa ke‐ mampuan remaja untuk memantau kognisi sosial mereka secara efektif merupakan petunjuk penting menge‐ nai adanya kematangan dan kompe‐ tensi sosial mereka.

KERANGKA KONSEP

Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informatika (TIK) terbukti telah dapat mempengaruhi masyarakat secara global baik itu perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang secara signifikan ber‐

langsung demikian cepat. Teknologi Infor‐ masi saat ini menjadi pedang bermata dua karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kema‐ juan, dan peradaban manusia, sekaligus juga menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum seperti pornografi, kejahatan elektronik dan lain sebagainya. Situs jejaring sosial FB yang saat ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya remaja juga merupakan media TIK yang dapat mempengaruhi perilaku keseharian remaja yang masih sangat labil. Kerangka konsep dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

(11)

/musuh akibat FB. Penggunaan FB juga akan membentuk sikap remaja yang dapat dilihat secara langsung misalnya kecanduan penggunaan situs jejaring sosial ini, dan jarang bertemu dengan orang secara langsung/tatap muka.

Gambar 1. Kerangka Konsep

Perilaku Remaja (Y)

- Perkataan/per

buatan remaja

antara frekuensi observasi atau yang benar‐benar terjadi atau aktual dengan

frekuensi harapan. Yang dimaksud

dengan frekuensi harapan adalah freku‐ ensi yang nilainya dapat dihitung secara teoritis (e). Sedangkan dengan frekuensi observasi adalah frekuensi yang nilainya didapat dari hasil percobaan (o). Uji Kebebasan Chi‐Square digunakan untuk memeriksa kebebasan/independensi dari dua variabel kategorik sehingga dapat disimpulkan apakah kedua variabel terse‐

Pengguna an Situs Jejaring Sosial Facebook

(X)

Hipotesis Penelitian

- Frekuensi

penggunaan FB

- Remaja dapat

mempengaruhi /dipengaruhi lingkungannya

- Sikap yang

nampak

but saling bebas (tidak berhubungan) ataukah keduanya saling bertalian (berhubungan).

Definisi Operasional

1. Pengguna Situs Jejaring Sosial FB ada‐ lah remaja yang memiliki akun FB yaitu sarana sosial yang membantu re‐ maja untuk berkomunikasi secara lebih efisien dengan teman‐teman, ke‐ luarga, serta orang lain. Penggunaan Penelitian ini mengajukan hipotesis

bahwa : ada hubungan penggunaan situs jejaring sosial terhadap perilaku remaja. Hipotesis (Ho dan H1) dalam uraian kalimat :

Ho : Tidak ada hubungan penggunaan situs jejaring sosial FB (X) terhadap perilaku remaja (Y). Ho : p = 0

H1 : Ada hubungan penggunaan situs jejaring sosial FB (X) terhadap perilaku remaja (Y). H1 : p ≠ 0

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam peneli‐ tian menggunakan Chi square yaitu peng‐ ujian hipotesis mengenai perbandingan

yang diteliti disini meliputi frekuensi, waktu, aktifitas remaja pada FB yang bisa mempengaruhi perilaku peng‐ guna.

2. Perilaku Remaja adalah tanggapan atau reaksi individu yang terwujud dari gerakan/ tindakan (sikap), tidak saja badan tapi juga ucapan, akibat yang ditimbulkan dari penggunaan FB.

METODOLOGI Jenis penelitian

(12)

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang mempunyai akun situs jejaring sosial FB yang berdomisili di kota Makassar dengan jumlah populasi sebesar 250.202 jiwa. Sedangkan sampling yang dilakukan adalah acak atau random sampling / probability sampling, yaitu

setiap elemen populasi mempunyai

kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. Adapun penentuan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut :

n = N/1 + Ne²

n = besar sampel

N = jumlah populasi (250.202 jiwa) e = nilai presisi (tingkat presisi yang ditetapkan sebesar 7%)

1 = konstanta

Berdasarkan rumus penentuan

besar sampel, maka diperoleh jumlah sampel sebagai berikut : 203,9 = 204 responden.

Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kue‐ sioner kepada responden dan wawancara mendalam kepada informan berkompe‐ ten. Juga menghimpun data dan informasi lain yang mendukung penelitian, terma‐ suk didalamnya studi kepustakaan seba‐ gai data sekunder dan data tertier untuk mendukung data primer yang sudah ada.

Analisis data

Teknik analisis data yang diguna‐ kan secara deskriptif kuantitatif. Data diolah dengan program SPSS 17. Dan sete‐ lah diolah, dikategorisasikan dan kemu‐ dian disimpulkan.

Validitas dan Realiabilitas

Untuk mendapatkan validitas dan realibilitas instrument dilakukan uji coba (pre-test), untuk memastikan apakah

instrument tersebut merupakan alat ukur yang akurat dan dapat dipercaya. Validi‐ tas adalah sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Sedangkan realibilitas menunjuk‐ kan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran ter‐ hadap aspek yang sama pada alat ukur yang sama, (Internal Consistency Realia- blity) (Singarimbun dan Effendy, 1995).

PEMBAHASAN Identitas Responden

(13)

Grafik 1. Tingkat Pendidikan

Dari hasil penelitian ini, responden yang terbanyak adalah remaja SMP sebanyak 52, 45%, kemudian remaja SMU sebanyak 26, 47% dan remaja yang telah kuliah sebanyak 21,08%. Adapun res‐ ponden yang paling banyak adalah remaja yang duduk dikelas 9 atau kelas 3 SMP sedangkan yang paling sedikit adalah remaja yang berkuliah pada semester 7. Hal ini menunjukkan bahwa remaja peng‐ guna FB terbanyak adalah pelajar SMP

yang memiliki rentang usia 11‐15 tahun. Dimana pada usia ini remaja telah memi‐ liki pemikiran operasional formal dan logis. Remaja usia ini juga terdorong untuk memahami dunianya karena tin‐ dakan yang dilakukannya serta tidak terlepas dari lingkungan sosial. Dimana hampir semua teman mereka telah meng‐ gunakan FB sebagai suatu keharusan maka remaja lainnya juga ikut membuat akun yang sama.

(14)

Kepemilikan Akun Situs Jejaring Sosial Bagian ini membahas kepemilikan akun situs jejaring sosial. Dari 204 res‐ ponden, 124 responden atau 60,8 % yang memiliki akun situs jejaring sosial lain selain FB antara lain akun Twitter se‐ banyak 107 responden (52,45%) menyu‐ sul Friendster sebanyak 44 responden (21,57%) dan lainnya seperti My space, Orkud, koprol, Saling Sapa, Purlk, Mig33, Youtube, Yahoo,Xm, MSN,

Snaptu dan lainnya. Namun dari beberapa akun situs jejaring sosial yang dimiliki responden remaja ini, situs jejaring sosial FB‐lah yang paling sering digunakan oleh mereka yaitu sebanyak 185 responden

atau 90,7% menyusul

Twitter sebanyak 16 responden (7,8%). Dari sini

terlihat bahwa situs jejaring sosial adalah akun yang paling populer dibanding yang lainya. Sehingga apa yang telah diteliti sebelumnya yaitu FB merupakan situs terbanyak penggunanya baik di dunia maupun di Indonesia dikuatkan juga dalam penelitian ini.

Penggunaan Facebook

Penggunaan Facebook (FB) oleh responden yang ternyata kebanyakan dari mereka telah memiliki akun FB selama 2 tahun sebanyak 77 responden (37,75%) dan yang paling sedikit adalah 22 respon‐ den (10,8%) yang telah memanfaatkan FB lebih dari 3 tahun. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa perkembangan

FB sangat cepat. Sejak kemunculannya ta‐ hun 2006, dalam kurun waktu 5 tahun, penggunanya sudah sangat banyak dan merupakan situs jejaring paling populer di dunia termasuk bagi remaja di Indonesia.

Kebanyakan dari responden remaja ini juga hanya menggunakan/ membuka akun FB mereka 1 kali dalam sehari yaitu sebanyak 101 responden (49,51%) dan

Diagram 1. Lama waktu menggunakan akun FB

(15)

kurang lebih 1 jam oleh kebanyakan re‐ maja. Hal ini menunjukkan FB sudah menjadi bagian kegiatan rutin setiap hari bagi remaja. Jika sebelum mereka memi‐ liki situs jejaring sosial waktu mereka dihabiskan dengan kegiatan lain, tetapi kini selama sekitar 1 jam remaja ini me‐ manfaatkan FB dengan berbagai tujuan yaitu antara lain untuk menambah teman, mendapatkan informasi, mengisi waktu luang, mencari hiburan dan lain‐lain. Artinya perilaku remaja telah terbentuk dengan sendirinya dengan kebiasaan yang mereka lakukan sehari‐hari.

Dari penelitian ini juga, terungkap bahwa ternyata kebanyakan remaja su‐ dah memiliki handphone (hp)/ telepon selular yang berakses internet,

ini terbukti dari kebanyakan mereka yang mengakses FB melalui hp pribadi sebanyak 77 responden (37,7%) menyusul

akses internet di rumah

sebanyak 70 responden

(34,3%) dan akses internet di warnet sebanyak 46 responden (22,5%).

Perkembangan teknologi khususnya hp yang begitu

cepat secara langsung juga berdampak bagi kepemilikan media tersebut oleh masyarakat khususnya remaja. Harga hp

yang relatif murah meskipun sudah dilengkapi dengan berbagai fitur menarik termasuk fasilitas internet, dapat dibeli oleh masyarakat. Dan biaya pulsa yang juga bersaing murahnya antar provider, membawa remaja semakin mudah untuk mengakses internet dimana saja baik saat

mereka berada di tempat umum, di rumah, maupun saat berada di sekolah. Sehingga tidak heran jika remaja dengan usia relatif masih sangat muda, telah banyak memanfaatkan internet dan menggunakan akun FB mereka melalui hp

pribadi. Tapi hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa remaja juga tetap menggunakan jasa warnet saat mereka mengakses FB mereka sehingga remaja juga rata‐rata mengeluarkan biaya sebanyak Rp. 10.000,‐ Rp.20.000,‐ dalam sebulan untuk mengakses internet baik melalui hp pribadi maupun warnet. Dan ada juga diantara mereka yang menge‐ luarkan dana di atas Rp.50.000,‐/bulan untuk biaya internet.

Diagram 2. Kegiatan dalam mengakses FB

(16)

baca informasi di FB orang lain sebanyak 87 responden (42,6%), bermain game 78 responden (38,2%), mengunggah foto/ video sebanyak 59 responden (28,9%), menulis di dinding/wall teman 57 respon‐ den (27,9%), kegiatan lainnya yaitu

chatting, mencari teman, dan mencari

informasi sebanyak 27 responden

(13,2%). Sedangkan menulis di notes

merupakan kegiatan yang paling sedikit dilakukan yaitu sebanyak 16 responden (7,8%).

Seperti remaja pada umumnya, mereka juga sedang mengalami transisi kognitif. Dan dalam perkembangan kog‐ nitif ini, remaja tidak terlepas dari lingkungan sosial. Sehingga bagi remaja, hal yang sangat penting adalah melaku‐ kan interaksi sosial. Ini dapat dilihat dari perilaku keseharian remaja saat meng‐ gunakan FB, dimana setiap hari mereka paling banyak menuliskan komentar pada status, foto atau apapun yang di‐ posting

oleh teman‐teman FB. Kegiatan terbanyak lainnya adalah remaja sangat sering mengupdate status mereka. Hal ini menunjukan bahwa remaja usia belasan tahun sangat membutuhkan pengakuan diri dari orang lain yang membaca status mereka melalui FB. Remaja juga ingin selalu mengekpos keadaan dirinya untuk diketahui oleh orang lain. Inilah yang disebut dengan masa transisi sosial remaja di mana mereka sedang menga‐ lami perubahan dalam hubungan individu dengan manusia lain yaitu dalam emosi, dalam kepribadian, dan dalam peran dari konteks sosial dalam perkembangan.

Hubungan Penggunaan Facebook

Terhadap Perilaku Remaja

Bagian ini membahas hubungan penggunaan situs jejaring sosial FB dengan perilaku remaja. Ada beberapa indikator perilaku remaja yang dimuncul‐ kan dalam kuesioner yaitu penggunaan FB yang dapat dilihat dari perkataan dan perbuatan remaja saat mereka meman‐ faatkan FB. Dalam hal ini yang akan di‐ ukur adalah FB dapat memperburuk cara berkomunikasi dan merusak tata bahasa pengguna/remaja. Perilaku remaja juga dapat diukur dari frekuensi, durasi, dan intensitas remaja saat memanfaatkan FB. Perilaku remaja ini juga dapat dipengaruhi dan mempengaruhi ling‐ kungan, dimana saat semua teman‐teman disekitar mereka memanfaatkan situs jejaring sosial maka mereka juga akan melakukan hal yang sama. Hal ini akan sangat berguna bagi remaja dalam men‐ cari teman baru mempererat hubungan dengan teman yang sudah ada juga percaya atau sebaliknya kepada orang yang baru dikenal melalui FB, menda‐ patkan banyak informasi, pengetahuan dan pengalaman baru sekaligus terhibur dan menghibur orang lain melalui FB atau sebaliknya mendapatkan masalah/musuh akibat FB. Penggunaan FB juga akan membentuk sikap remaja yang dapat dilihat secara langsung misalnya kecan‐ duan penggunaan situs jejaring sosial ini, dan jarang bertemu dengan orang secara langsung/tatap muka.

(17)

Observed maksimalnya adalah 20 x 5 = 100, dengan jarak sebaran 100‐20 = 80. Setiap satuan deviasi standar dengan demikian bernilai 80 : 4 = 20. Sehingga hubungan yang

lemah antar variabel skornya = x< 20,

sedang =20 x 80, dan kuat = 80<x. Dalam penelitian ini, sebanyak 103 responden (50,49%) menyatakan setuju jika FB merupakan media yang dianggap dapat menambah teman atau memperluas jaringan pertemanan. Dengan situs jeja‐ ring sosial ini juga mayoritas responden setuju dapat berteman dengan siapa saja

dan dapat menghubungkan mereka

dengan teman lama termasuk bergabung dengan kelompok‐kelompok yang mereka minati. Hasil penelitian juga menyim‐ pulkan variabel ini memiliki hubungan yang kuat dengan penggunaan akun FB. Namun kebanyakan responden sangat tidak setuju jika dengan FB mereka dengan mudah percaya kepada orang baru dikenal dalam akun mereka dan memutuskan untuk bertemu secara fisik dengan orang tersebut.

Tabel 1. Percaya Kepada Orang Yang Baru Dikenal

pengetahuan. Sebanyak 96 responden (47,04%) menyatakan sangat setuju dengan hal tersebut. Dan sebanyak 101 responden (49,50%) menyatakan bahwa dengan FB, remaja dapat menambah pengalaman dengan apa yang ditemui di akun situs jejaring sosial tersebut. Disamping itu hasil penelitian menyebut‐ kan bahwa 109 remaja (53,43%) setuju dan merasa terhibur dengan adanya FB.

Akun situs jejaring sosial FB juga dapat membuat remaja kecanduan dan lupa waktu. Hasil penelitian menyebutkan bahwa ada hubungan antara penggunaan

akun FB dengan kecanduan peng‐

gunaannya.

Tabel 2. FB Membuat Kecanduan/ Lupa Waktu

Media FB juga dianggap merupakan media bertukar informasi dan menambah

Tabel statistik tes yang dapat dianalisis sebagai berikut :

(18)

kecanduan/lupa waktu (Y). Ho : p = 0

H1 : Ada hubungan penggunaan situs jejaring sosial FB (X) terhadap kecanduan/lupa waktu (Y). H1 : p

≠ 0

Jika chi‐square hitung > chi square tabel, Ho ditolak. Jika chi square hitung < chi square tabel, maka Ho diterima. Chi‐ square tabel dengan alpha 0,005 dan dk= 5‐1=4 adalah 9,49. Chi‐square hitung 11,343. Berarti chi square hitung > chi square tabel, dan Ho di tolak. Kesimpulan, bahwa ada hubungan penggunaan situs jejaring sosial terhadap kecanduan/lupa waktu tetapi lemah.

FB Membuat Nilai Pelajaran Menurun Observe dianalisis sebagai berikut :

Ho : Tidak ada hubungan penggunaan situs jejaring sosial FB (X) dengan penurunan nilai pelajaran sekolah (Y). Ho : p = 0

H1 : Ada hubungan penggunaan situs jejaring sosial FB (X) terhadap dengan penurunan nilai pelajaran sekolah (Y). H1 : p ≠ 0

Jika chi‐square hitung > chi square tabel, Ho ditolak. Jika chi square hitung < chi square tabel, maka Ho diterima. Chi‐ square tabel dengan alpha 0,005 dan dk= 5‐1=4 adalah 9,49. Chi‐square hitung 42,422. Berarti chi square hitung > chi square tabel dan Ho ditolak. Kesimpulan, bahwa ada hubungan antara penggunaan situs jejaring sosial terhadap penurunan nilai pelajaran sekolah. Namun hubungan tersebut sedang.

(19)

pun positif. Dan hasil ini melengkapi hasil penelitian‐penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa mahasiswa yang kerap menggunakan FB ternyata menjadi malas dan bodoh dan makin sedikit waktu mahasiswa belajar dan semakin buruk nilai‐nilai mata pelajaran mereka. Namun hasil studi ini memang mengemukakan bahwa ada hubungannya antara peng‐ gunaan FB dengan kecanduan/ lupa waktu dan penurunan nilai pelajaran, namun hubungannya ini berbeda yaitu lemah dan sedang.

Tetapi FB yang memberikan dam‐ pak positif terhadap perilaku remaja di‐ mana mereka banyak mendapatkan infor‐ masi, memperbanyak pertemanan dan lainnya memperkuat pendapat Aleman, Anna M.Martinez & Wartman, Katherine Link. 2009 dan Lin, Carolyn A. & Atkin, David A. 2002 yang menyebutkan bahwa keberadaan situs jejaring sosial akan memudahkan kita untuk berinteraksi dengan mudah dengan orang‐orang dari seluruh belahan dunia dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan telepon. Selain itu, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat.

Disamping itu fitur serta aplikasi yang dimiliki oleh FB yang sangat mudah digunakan sehingga remaja usia paling dini pun dapat menggunakannya. Serta dilengkapi dengan fitur chat, notes, atau sistem tag, merupakan sebuah inovasi tersendiri. Bahkan kini, FB menjadi

hosting foto terbesar, mengalahkan situs foto seperti Flickr atau Picasso (Enda Nasution, 2008) sehingga lebih banyak responden memilih menggunakan FB

(20)

jejaring sosial FB. Karena itu banyak dari mereka yang memang sengaja mencari teman melalui FB.

PENUTUP Simpulan

Dari hasil pembahasan sebelumnya maka dapat diambil suatu simpulan bahwa terdapat hubungan antara penggu‐ naan situs jejaring sosial dengan perilaku remaja di kota Makassar. Perilaku remaja tersebut dalam bentuk teman mereka bertambah, memperoleh informasi, me‐ nambah pengetahuan dan juga meng‐ hibur. Namun melalui FB juga, waktu remaja banyak terbuang karena tanpa mereka sadari FB cenderung membuat kecanduan serta lupa waktu meski mayoritas dari mereka menggunakan FB di waktu senggang.

Saran

Karena hasil penelitian menunjuk‐ kan bahwa ada hubungan antara peng‐ gunaan situs jejaring sosial FB dengan perilaku remaja, maka beberapa saran yang dapat diambil diantaranya adalah penggunaan situs jejaring sosial jenis apapun sebaiknya tidak secara berlebihan karena akan mengakibatkan ketergan‐ tungan dan penurunan nilai‐nilai positif dari remaja. Dan penelitian lanjutan khu‐ sus melihat dampak konten situs jejaring sosial terhadap penggunanya dapat dila‐ kukan untuk memperkaya hasil penelitian tentang situs jejaring sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Aleman, Anna M.Martinez & Wartman, Katherine Link, 2009. Online Social Networking on Campus: Under- standing What Matters in Student Culture. Taylor & Francis Press. Bandura, A., 1977. Social Learning Theory.

New Jersey : Prentice Hall Inc. Englewood Cliffs.

Bayu Melindo Putra, 2010. Pengaruh Jejaring Sosial pada Remaja, Jakarta. Bill Tancer, 2008. Click: What Millions of People are Doing Online and Why It Matters. USA.

Bimo Walgito, 2003. Pengantar Psikologi Umum, Yogjakarta : Andi Offset. Brehm,

S.S., Kassin, S.M., 1990. Social Psychology, Boston : Houghton Mifflin Company.

Burhan Bungin, 2006. Sosiologi Komuni- kasi. Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyara- kat, Jakarta: Kencana Predana Media Group.

Christiany Juditha, 2010. Simbol-Simbol Kepedulian Sosial dalam Situs Jeja- ring Sosial (Analisa Semiotika terha- dap Teks dalam Group Facebook Koin Peduli Prita), Makassar.

Dirgayuza Setiawan, 2009. Panduan Praktis Mengoptimalkan Facebook, Jakarta : Media Kita.

Donna Bogatin, 2007. Why Facebook Is Scarier than Google, ZDNet Blogs ‐ Digital Markets. CNET Network. Doug Beaver, 2007. Facebook Photos

(21)

Hurlock, E.B., 1990. Psikologi Perkem- bangan, Suatu Rentang Kehidupan

(Terjemahan : Istiwidayanti dan Soedjarwo), Edisi 5, Jakarta : Erlangga.

Jerald J. Block, M.D., 2008. Editorial American Journal of Psychiatry, USA. Lange, P. G., 2007. Publicly Private and Privately Public: Social Networking On Youtube, Journal of Computer‐ Mediated Communication.

Lewin, K., 1951. Field Theory In Social Science: Selected Theoretical papers.

D. Cartwright (Ed.), New York : Harper & Row.

Lin, Carolyn A. & Atkin, David A., 2002.

Communication Technology and So-ciety. Cresskill, NJ : Hampton Press. Maestri, Nicole, 2007. Wal-Mart Using

Facebook To WIN Back-To-School Sales. USA.

Monks, F.J., A.M.P. Knoers dan Siti Rahayu Haditono, 1998. Psikologi Perkem- bangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Myers, D.G., 1983. Social Psychology. Inter‐ national Student Edition, Tokyo : McGraw‐Hill International Book Company.

Putra, Bayu Malindo, 2010. Pengaruh Jejaring Sosial Pada Remaja. Jakarta. Santrock,J.W.,2003. Adolecense (Perkem- bangan Remaja). Terjemahan oleh Soedjarwo. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Sarwono Sarlito, Wirawan, 2002. Teori- Teori Psikologi Sosial. Jakarta : PT. Radja Grafindo Perkasa

Setiawan, Dirgayuza, 2008. Gaul Ala Facebook Untuk Pemula. Jakarta : Media Kita.

Sunarto & Agung Hartono, 2002. Perkem-bangan Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta.

Watkins, S.Craig, 2009. The Young and the Digital: What the Migration to Social Network Sites, Games, and Anytime, Anywhere Media Means for Our Future.UK: Beacon Press.

Sumber Lain :

Alexa, 2007. Related info for:face- book.com,http://www.alexa.com/d ata/details/traffic_details?q=facebo ok&url=http://www.facebook.com / diakses 3 Februari 2011 pukul 09.45 wita.

Antara, 2010. Situs Jejaring Sosial Bikin Nilai Ulangan Jeblok, http://www. inimu.com/berita/2010/09/07/sit us‐jejaring‐sosial‐bikin‐nilai‐ulang‐ an‐jeblok/ diakses 1 Februari 2011 pukul 14.00 wita.

Artikel Iptek dan Arkeologi, 2010.

Menimbang Manfaat Situs Jejaring Sosial,http://smartblog92.blogspot. com/ diakses tanggal 10 Februari 2011 pukul 10.00 wita.

Budi Putra, 2009. The Republic of the Facebook, www.linkedin.com, diak‐ ses tanggal 10 Februari 2011 pukul 10.00 wita.

(22)
(23)

Kangguru, Shvoong.com The Global Source for Summaries and Reviews,

2009. Alasan Ikut Facebook, http://www.id.shvoong.com/intern et‐and‐technologies/1896928‐ alasan‐ikut‐facebook/, diakses 24

Maret 2011 pukul 13.00 wita. Sahana, 2008. Facebook Indonesia Out-paces Southeast Asian Counterparts

in 2008, http://www.insideface‐ book.com/2008/12/31/facebook‐

indonesia‐outpaces southeast‐ asian‐counterparts‐in‐2008/diakses 24 Maret 2011, pukul 09.00 wita.

Wiguna, Oktamandjaya, 2009. Mabuk Kepayang Facebook (bagian 2 dari

2tulisan),http://www.tempointerak tif.com/hg/it/2009/02/09/brk,200

90209159177,id.htm diakses tanggal 24 Maret Februari 2011 pukul 09.10 wita.

Wikipedia, 2011. Facebook, http://www.

Gambar

Gambar 1. Kerangka Konsep
Grafik 1. Tingkat Pendidikan
Tabel 2. FB Membuat Kecanduan/
Tabel statistik tes yang dapat

Referensi

Dokumen terkait