• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi agar dapat terus bertahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi agar dapat terus bertahan"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1 A. Latar Belakang

Perubahan teknologi dan informasi menuntut seluruh komponen untuk senantiasa mengikuti perubahan yang terus terjadi. Perubahan yang terjadi menjadi suatu tantangan yang perlu mendapatkan perhatian yang serius dari para pengelola perusahaan dalam mengelola organisasinya. Setiap keadaan yang senantiasa berubah tanpa kita sadari membutuhkan sikap yang penuh kehati-hatian agar pengelola organisasi sesegera mungkin melakukan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi agar dapat terus bertahan menghadapi lajunya proses perubahan. Persaingan yang muncul dalam dunia usaha saat ini menuntut semua komponen dalam organisasi untuk selalu mempersiapkan diri terutama kualitas sumber daya manusianya dalam menghadapi munculnya pesaing-pesaing baru dalam dunia bisnis.

Sumber daya manusia merupakan arti penting dari suatu realita bahwa setiap individu manusia merupakan elemen yang paling utama karena selalu ada dalam suatu organisasi. Sumber daya terpenting suatu perusahaan atau organisasi adalah sumber daya manusia yaitu orang yang telah memberikan tenaga, bakat, kreatifitas dan usaha mereka kepada organisasi.1 Oleh karena itu, kemajuan suatu perusahaan dapat di tentukan dari sumber daya manusia yang mampu menampilkan kinerja terbaik dari setiap individu.

1

(2)

Keseluruhan sumber daya yang terdapat dalam suatu perusahaan, sumber daya manusia adalah sumber daya yang paling penting dan sangat menentukan. Semua potensi yang dimiliki manusia seperti keterampilan, motivasi, dan kecerdasan sangat berpengaruh terhadap upaya organisasi dalam mencapai tujuan. Perilaku manusia yang beraneka ragam karakteristik dan perilakunya membuat pengelolaan sumber daya manusia tidak berjalan dengan mudah. Masalah sumber daya manusia menjadi sebuah tantangan bagi manajemen, karena keberhasilan perusahaan tergantung dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki/dipekerjakan.

Hasibuan menyatakan bahwa manusia selalu berperan aktif dalam menentukan rencana, sistem, proses, tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan tidak mungkin terwujud tanpa peran karyawan meskipun dukungan sarana dan prasarana serta sumber dana yang dimiliki organisasi tidak akan ada manfaatnya bagi organisasi, jika peran aktif karyawan tidak diikut-sertakan.2 Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia merupakan kunci pokok yang harus diperhatikan dengan segala kebutuhan-nya. Pengelolaan sumber daya terkait dan mempengaruhi kinerja organisasional dengan cara menciptakan nilai atau menggunakan keahlian sumber daya manusia yang berkaitan dengan praktek manajemen dan sasarannya cukup luas. Oleh karena itu, faktor manusia juga perlu mendapatkan perhatiaan dari pimpinan sehingga pegawai dapat bekerja dengan lebih baik dan tujuan dari organisasi dapat tercapai.

2 Malayu Hasibuan, Manajemen Dasar, Manajemen Sumber Daya Manusia,

(3)

Sumber daya manusia merupakan elemen yang sangat penting dalam pengelolaan suatu organisasi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang baik demi kelangsungan hidup organisasi. Kekuatan sumber daya manusia dibentuk oleh sifat dan karakter yang melekat pada masing-masing individu serta lingkungannya. Organisasi yang tumbuh dan berkembang akan menitik beratkan perhatiannya pada sumber daya manusia guna menjalankan fungsinya dengan optimal khususnya menghadapi dinamika perubahan lingkungan yang terjadi. Dengan demikian, kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral dari para pelaku organisasi disemua tingkat pekerjaan sangat dibutuhkan.

Cara kerja di setiap organisasi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan yang semakin canggih. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi begitu cepat meningkat. Berbagai cara ditempuh oleh organisasi-organisasi agar dapat bertahan dan berkembang dalam proses operasinya. Bagi para pemimpin harus dapat mencari solusi dalam menghadapi berbagai hambatan dan masalah yang muncul seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

Budaya merupakan sesuatu yang pasti ada dalam suatu kelompok manusia atau organisasi. Hidup dalam suatu masyarakat yang memiliki budaya yang berbeda dengan budaya masyarakat yang lain. Misalnya saja kebudayaan umum orang Indonesia adalah ramah tamah dan suka berbasa-basi, serta menjujung tinggi nilai kebersamaan atau kelompok, lain halnya dengan orang barat yang tanpa basa-basi dan bersifat individualis.

(4)

Kebudayaan tersebut secara sadar atau tidak akan mempengaruhi sikap dan perilaku dalam berbagai aspek kehidupan

Budaya organisasi ialah persepsi yang sama dikalangan seluruh anggota organisasi tentang makna hakiki kehidupan bersama.3 Robbins mendefinisikan budaya organisasi (organization culture) sebagai suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lain.4 Budaya organisasi sebagai suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota inilah yang membedakan organisasi yang satu dengan organisasi yang lain.

Lebih lanjut, Robbins menyatakan bahwa sebuah sistem pemaknaan bersama dibentuk oleh warganya yang sekaligus menjadi pembeda dengan organisasi lain.5 Hal ini diperkuat dengan pernyataan Olu Ojo yang menyatakan bahwa budaya perusahaan membantu memahami kegiatan organisasi dan karyawan dapat berkomunikasi dengan lebih efektif dan efisien, meningkatkan kerjasama dengan karyawan yang lain karena mereka saling mengajarkan mental perusahaan secara langsung. Penelitian yang dilakukan Olu Oju menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara budaya organisasi dan kinerja perusahaan, hal ini berarti bahwa budaya organisasi memiliki peran penting dalam perusahaan.6

3 Sondang P. Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: PT. Bina

Aksara, 2002), hlm. 187.

4 Stephen P. Robbins, Prinsip-Prinsip Perilaku Organisasi, (Jakarta: Erlangga,

2002), hlm. 279.

5Ibid.

6 Olu Ojo, Organisational Culture and Corporate Performance: Empirical Evidence

from Nigeria, Dalam Journal of Business, Governance and Ethics, Osun State University, Nigeria, 2010, hlm. 11.

(5)

Meskipun lingkungan kerja tidak melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan, namun lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja karyawan.7 Lingkungan kerja dapat menciptakan hubungan kerja yang mengikat antara orang-orang yang ada didalam lingkungannya. Oleh karena itu, hendaknya diusahakan agar lingkungan kerja harus baik dan kondusif menjadikan karyawan merasa betah berada diruangan dan merasa senang serta bersemangat untuk melaksankan setiap tugas-tugasnya.

SMK Roudlotul Mubtadiin yang terletak di Desa Balekambang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. SMK ini menyelenggarakan program studi teknik dan non-teknik. Kompetensi keahlian teknik terdiri dari Teknik Audio Video (TAV), Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Kompetensi keahlian non-teknik meliputi Busana Butik (BB). Satu spesifikasi yang ada di SMK Roudlotul Mubtadiin adalah pembelajaran PAI dengan menggunakan bahan ajar kitab kuning. Pengelola lembaga tersebut mengambil kebijakan dan konsern mengajarkan kitab kuning karena berpendapat di dalam kitab kuning terdapat nilai-nilai pendidikan keagamaan yang bernilai tinggi dan penulisnyapun dari para ulama’ yang tidak diragukan lagi kualitas keimanan dan keilmuannya. SMK ini berpandangan bahwa kitab kuning lebih bernilai dibanding sumber buku PAI yang beredar dan disusun para penulis dewasa ini. Upaya SMK Roudlotul Mubtadiin sebenarnya merupakan representasi untuk

7 Alex Nitisemito, Manajemen Personalia: Manajemen Sumber Daya Manusia,

(6)

tahankan kitab kuning yang mulai kurang dikuasai dan berkurang pemakaiannya oleh umat Islam. Padahal, kitab kuning merupakan salah satu sumber agama Islam yang banyak mengandung nilai-nilai keagamaan dan hikmah-hikmah keilmuan yang tinggi.

Peran pimpinan dalam menjaga budaya organisasi pada SMK Roudlotul Mubtadiin tergolong baik. Ini terbukti dengan adanya contoh yang baik, yaitu dengan memimpin doa pada saat memulai kerja dan melakukan Briefing untuk kegiatan satu hari ke depan, hal ini selain bertujuan untuk mengarahkan pekerjaan yang akan dilakukan agar dapat terencana dengan baik dan memberikan dukungan kepada semua karyawan baik berupa inisiatif individu maupun penggambilan keputusan.

Berdasarkan observasi awal keadaan lingkungan fisik di SMK Roudlotul Mubtadiin sudah cukup baik, hal ini terlihat pada penataan ruang yang ada disana memudahkan para karyawan dalam menjalani tugas-tugas mereka. Dalam hal penerangan, sudah cukup baik karena ruang kerja telah memakai sinar lampu berwarna putih dan menggunakan penyejuk udara agar karyawan dan guru merasa nyaman. Penataan ruangan juga telah di atur sedemikian rupa sehingga dapat mendukung kegiatan pelayanan.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka konsep yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah “Peran Pimpinan Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.”

(7)

B. Penegasan Istilah

Penelitian ini perlu adanya keterangan dalam rangka memberikan penjelasan dan penegasan yang terdapat dalam judul “Peran Pimpinan Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara”, maka disertakan pula definisi istilah yang dimaksud. Penegasan dan penjelasan ini berguna juga untuk menghindari kesalah-pahaman terhadap judul tersebut, maka peneliti berusaha menjelaskan istilah-istilah tersebut dengan formulasi: 1. Peran Pimpinan Sekolah

Dalam bahasa Inggris, peran (role) berarti tugas.8 Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah seperangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat.9 Peran yang dimaksud dalam hal ini adalah peran atau tugas kepala sekolah beserta wakil-wakilnya. Sedangkan pimpinan sekolah adalah seseorang yang mampu berperan sebagai figur dan mediator, bagi perkembangan masyarakat dan sekitarnya, sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator dan motivator (EMASLIM).10

Adapun pimpinan sekolah yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah orang yang harus mampu mewujudkan tanggung jawabnya

8 Peter Salim, The Contemporary English Indonesian Dictionary, (Jakarta: Modern

English Press, 1996), hlm. 1672.

9 Tim Redaksi, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, (Jakarta: Balai

Pustaka, 1994), hlm. 751

10 E. Mulyasa, Menjadi Pimpinan Sekolah Profesional: dalam Konteks

(8)

sebagai upaya pencapaian tujuan, yaitu kepala sekolah beserta wakil-wakilnya. Jadi, yang dimaksud dengan peran pimpinan sekolah dalam penelitian ini adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh seorang pemimpin atau kepala sekolah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh sekolah.

2. Mengembangkan Budaya Organisasi

Mengembangkan adalah menjadikan sesuatu fikiran dan pengetahuan menjadi lebih baik, maju dan lebih sempurna.11 Budaya organisasi adalah kesepakatan bersama tentang nilai yang dianut bersama dalam kehidupan organisasi dan mengikat semua orang dalam organiasi yang bersangkutan.12 Jadi, yang dimaksud budaya organisasi disini adalah suatu sistem kesepakatan bersama dari nilai, norma maupun perilaku yang berlaku dalam suatu organisasi yang sifatnya mengikat dan membedakan antara suatu organisasi dengan organisasi yang lain.

3. SMK Roudlotul Mubtadiin

SMK Roudlotul Mubtadiin adalah lembaga pendidikan formal setingkat sekolah menengah atas yang terletak di Desa Balekambang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. SMK ini menyelenggarakan program studi teknik dan non-teknik. Kompetensi keahlian teknik terdiri dari Teknik Audio Video (TAV), Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Meskipun masuk dalam program

11 Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005),

Cet. 3, hlm. 94.

12 Sondang P. Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: PT. Bina

(9)

pendidikan umum namun SMK ini mempunyai spesifikasi tersediri yaitu masih menggunakan bahan ajar kitab kuning.

Jadi, yang dimaksud dengan judul “Peran Pimpinan Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara” adalah suatu kajian penelitian yang akan membahas tentang tugas yang harus dilaksanakan oleh seorang pemimpin atau kepala sekolah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh sekolah dengan menerapkan sistem kesepakatan bersama dari nilai, norma maupun perilaku yang berlaku di SMK Roudlotul Mubtadiin yang sifatnya mengikat dan membedakan antara SMK Roudlotul Mubtadiin dengan SMK lainnya. C. Fokus Penelitian

Berdasarkan pemaparan di atas maka kajian penelitian ini difokuskan pada peran pimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang. Selanjutnya dari fokus tersebut dirinci menjadi sub-sub fokus sebagai berikut:

1. Proses pengembangan budaya organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang.

2. Peran pimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang.

3. Respon dan dukungan warga terhadap upaya pimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang.

(10)

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dikaji dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana proses pengembangan budaya organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang?

2. Bagaimana peran pimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang?

3. Bagaimana respon dan dukungan warga terhadap upaya pimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang?

E. Tujuan Penelitian

Merujuk pada rumusan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui proses pengembangan budaya organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.

2. Untuk mengetahui peran pimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.

3. Untuk mengetahui respon dan dukungan warga terhadap upaya pimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang.

(11)

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan setelah diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Teoritis

Hasil dari penelitian ini dapat menambah pengetahuan, bahwa betapa pentingnya sebuah manajemen sumber daya manusia dalam pendidikan, terutama bagi kepala sekolah agar dapat mengelola lembaga pendidikan dengan sebaik-baiknya.

2. Praktis

a. Bagi SMK Roudlotul Mubtadiin, untuk mengetahui seberapa besar budaya organisasi dan lingkungan kerja berpengaruh pada kinerja karyawan. Kemudian hasilnya dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun strategi dan menyusun kebijakan pemimpin untuk meningkatkan kinerja para karyawan.

b. Bagi para akademisi sebagai implikasi lebih lanjut dalam memberikan informasi guna menciptakan peningkatan kemampuan dan pemahaman mengenai manajemen sumber daya manusia yang mengarah pada kondisi kinerja karyawan di dalam organisasi.

G. Penelitian Terdahulu yang Relevan

Sebelum melakukan penelitian ini, penulis mengadakan kajian terhadap penelitian yang sudah ada. Sejauh ini penulis sudah menemukan penelitian yang mengkaji tentang permasalahan yang hampir sama dengan permasalahan yang peneliti kaji, yaitu tentang peran kepala sekolah dalam

(12)

mengembangkan budaya organisasi. Walaupun demikian, sebenarnya berbeda dengan hasil-hasil penelitian yang sudah ada. Untuk lebih jelasnya, berikut ini peneliti sebutkan beberapa peneliti dan hasil penelitiannya, di antaranya: 1. Armanu Thoyib dalam kajiannya yang berjudul “Hubungan

Kepemimpinan, Budaya, Strategi, dan Kinerja: Pendekatan Konsep.”13 Dalam organisasi itu ada pemimpin yang memegang kendali berputarnya roda organisasi. Pada organisasisosial krisis kepemimpinan terjadi pada awal pertumbuhan organisasi. Bila ada satu pemimpin yang disepakati maka organisasi tumbuh dan berkembang atas arahan pemimpin. Pada organisasi usaha ada pemimpin yang terus memperhati-kan bisnisnya, bila lengah ia bisa kalah dalam persaingan.

Setiap organisasi memiliki cara, kebiasaan, dan aturan dalam mencapai tujuan dan misi organisasi, termasuk cara individu hidup berinteraksi satu sama lain (bermasyarakat), dan cara individu mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam organisasi. Kehidupan tersebut didasarkan pada keyakinan yang dimiliki, didasarkan pada falsafah hidup yang didasarkan dari hubungan manusia dengan lingkungannya. Keyakinan tersebut dijadikan sebagai asumsi dasar (Basic Assumption) yang mendasari semua program, strategi dan rencana kegiatan, atas dasar tersebut dibangun kegiatan-kegiatan (strategi jangka panjang dan strategi jangka pendek), sehingga memunculkan nilai yang tinggi manakala kegiatan yang dilakukan tidak menyalahi dari apa yang

13 Armanu Thoyib, Hubungan Kepemimpinan, Budaya, Strategi, dan Kinerja:

(13)

telah diprogramkan, dan begitu pula sebaliknya. Dengan kata lain bahwa organisasi memiliki budaya sesuai dengan asumsi dasar para pemimpinnya.

2. Ida Ayu Brahmasari dan Agus Suprayetno dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi kasus pada PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia)”14

Hasil dari penelitian tersebut membuktikan bahwa kepe-mimpinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, artinya hasil dari pelaksanaan aktivitas manajerial kepemimpinan yang dijalankan belum tentu mempunyai dampak yang selalu positif atau baik bagi organisasi, sebab semakin tinggi pelaksanaan aktivitas manajerial kepemimpinan dilakukan, maka akan berdampak pada penurunan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Pelaksanaan aktivitas kepemimpinan yang lebih banyak ke arah menekan karyawan bisa saja menyebabkan seorang karyawan dapat mencapai kepuasan dalam bekerja, tetapi belum tentu dapat membawa pengaruh yang positif dalam pembentukan kepribadian bawahan untuk ikhlas bekerja mencapai tujuan organisasi.

14

Ida Ayu Brahmasari dan Agus Suprayetno, Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi kasus pada PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia), Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, Vol. 10, NO. 2, September 2008.

(14)

Hasil penelitian tersebut juga membuktikan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, artinya budaya organisasi merupakan suatu konsep yang dapat dijadikan sarana untuk mengukur kesesuaian dari tujuan organisasi, strategi dan organisasi tugas, serta dampak yang dihasilkan, karena tanpa ukuran yang valid dan reliabel dari aspek kritis budaya organisasi maka pernyataan tentang dampak budaya pada kepuasan kerja karyawan dan kinerja perusahaan akan terus berdasarkan pada spekulasi, observasi personal dan studi kasus.

3. Rani Mariam dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Karyawan sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Kantor Pusat PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero))”15

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa budaya bukanlah perilaku yang jelas atau benda yang dapat terlihat dan diamati seseorang. Budaya juga bukan falsafah atau sistem nilai yang diucapkan atau ditulis dalam anggaran dasar organisasi tetapi budaya adalah asumsi yang terletak di belakang nilai dan menentukan pola perilaku individu terhadap nilai-nilai organisasi, suasana organisasi dan kepemimpinan. Organisasi dengan budaya tertentu memberikan daya tarik bagi individu dengan karakteristik tertentu untuk bergabung. Budaya organisasi bersifat

15 Rani Mariam, Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap

Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Karyawan sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Kantor Pusat PT.Asuransi Jasa Indonesia (Persero)), (Semarang: Tesis Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponegoro Semarang, 2009)

(15)

formal atau tidak tertulis namun mempunyai peranan penting sebagai cara berpikir, menerima keadaan dan merasakan sesuatu dalam perusahaan tersebut. Gaya kepemimpinan adalah kemampuan individu untuk mempengaruhi dan memotivasi dan membuat orang lain mampu memberikan kontribusinya demi efektivitas dan keberhasilan organisasi. 4. Sodrul Fuad dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Gaya

Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Karyawan

pada PT Perkebunan Nusantara 3 Medan”16

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan di reformasi dari gaya kepemimpinan otoriter atau transaksional ke gaya kepemimpinan transformasional atau kharismatik juga menjadi faktor yang amat menentukan dalam membangun suatu budaya organisasional yang kuat dan dinamis dan juga membangun efektivitas organisasi secara berkelanjutan. Hasil dari penelitian tersebut juga menyatakan bahwa gaya kepemimpinan otoriter, partisipasi dan laissez fair berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan karyawan dan begitu juga budaya organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan karyawan.

Berdasarkan beberapa penelitian yang telah disebutkan di atas dapat diketahui bahwa penelitian tentang “Peran Pimpinan Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara” merupakan jenis penelitian pengembangan dari penggabungan beberapa penelitian yang telah

16 Sodrul Fuad, Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap

Kepuasan Karyawan pada PT Perkebunan Nusantara 3 Medan, (Medan: Tesis Program Studi Megister Manajemen Universitas Terbuka, 2007).

(16)

ada. Persamaan dari penelitian ini dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah sama-sama mengkaji tentang kepemimpinan dan budaya organisasi, namun perbedaan yang sangat mendasar bisa dilihat dari tema kajian dalam penelitian ini yang lebih memfokuskan pada peran pimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi. Sedangkan dalam penelitian-penelitian tersebut di atas tidak satupun yang mengkaji dengan tema yang sama. Ada salah satu tema yang mirip yaitu penelitian Armanu Thoyib namun fokus pembahasannya bersifat literer sedangkan dalam penelitian ini bersifat lapangan kualitatif. Adapun penelitian selain yang dilakukan oleh Armanu Thoyib, bersifat kuantitatif dengan memasukkan kepemimpinan dan budaya organisasi dalam variabel yang sama, yaitu sebagai variabel bebas. Dengan demikian, dapat peneliti tegaskan bahwa penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dari beberapa penelitian yang telah ada sebelumnya.

H. Sistematika Penulisan

Tesis ini mempunyai sistematika penulisan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan, berisi: latar belakang masalah, penegasan istilah, fokus penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penelitian terdahulu yang relevan, dan sistematika penulisan tesis.

Bab II, Landasan Teori, yang berisi dua sub bab. Sub bab pertama tentang pimpinan sekolah, yang meliputi pengertian pimpinan sekolah, prinsip-prinsip pimpinan sekolah, tanggung jawab pimpinan sekolah dan syarat-syarat kepala sekolah. Dan sub bab kedua tentang budaya organisasi yang meliputi pengertian budaya organisasi, ciri-ciri budaya organisasi, tipe

(17)

budaya organisasi, sumber-sumber budaya organisasi, manfaat budaya organisasi, membangun dan mempertahankan budaya organisasi.

Bab III: Metode Penelitian, berisikan jenis dan pendekatan penelitian, sumber data, objek penelitian, metode pengumpulan data, uji keabsahan data dan teknik analisis data.

Bab IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan. Berisikan data hasil penelitian yang meliputi deskripsi lokasi penelitian, data hasil temuan lapangan yang meliputi data proses pengembangan budaya organisasi, data peran pimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi dan data respon dan dukungan warga terhadap upaya pimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya organisasi. Setelah data tersebut dipaparkan langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data lapangan.

Bab V: Penutup, yang meliputi kesimpulan dan saran. Kemudian ditambah dengan daftar pustaka, lampiran-lampiran dan riwayat hidup penulis.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut William James (1890) bahwa minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat kearifan belajar siswa, jadi efektif merupakan faktor yang

Budaya organisasi merupakan pola, norma, keyakinan dan nilai-nilai yang berlaku dalam suatu perusahaan, pola, norma, keyakinan dan nilai tersebut dapat mempengaruhi

Jadi yang dimaksud penulis dalam penelitian ini adalah suatu bentu, rupa, atau wujud interaksi verbal/lisan yang digunakan dalam suatu proses pemberian bantuan

Dalam era globalisasi suatu lembaga atau organisasi dituntut untuk maju dari tahun ke tahun. Untuk mengembangkan suatu organisasi atau lembaga hendaknya direncanakan lebih dahulu

Dalam penelitian tersebut juga melakukan perlawanan terhadap budaya, namun bedanya Azwan lebih menitikberatkan pada perlawanan terhadap orang-orang yang tertindas, sedangkan

13 Jadi yang dimaksud dengan transmisi pendidikan agama Islam dalam bingkai budaya lokal pada penelitian ini, adalah proses pengiriman, penerusan, penyebaran, pewarisan dan

Banyak juga kasus lain yang terjadi akibat adanya permasalahan mengenai budaya organisasi yang mengakibatkan perusahaan sering mengalami kendala mencapai target, diantaranya

5 Jadi yang dimaksud dengan judul penelitian “Upaya Peningkatan Daya Serap Materi Keanekaragaman dan Budaya Melalui Penggunaan Strategi Team Games Tournament TGT Dalam Pembelajaran