• Tidak ada hasil yang ditemukan

Operasi Produksi Sumur Migas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Operasi Produksi Sumur Migas"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

D m A b te m S se in T Dalam dunia minyak dar Awalnya mi erasal dar enaga terse maka diper Semakin ba emakin sul ni telah di Tertiary Rec a perminya ri reservoi nyak dan g i reservoir ebut tidak rlukan tena anyak min lit minyak kembangk covery), se akan diketa r kepermu gas dapat m itu sendir mau lagi m aga tamba nyak yang yang dapa an pengan perti injeks Bab -PENDAHU ahui bahwa ukaan dap mengalir s ri, yang ma mendorong ahan (Artifi telah dik at dihasilka ngkatan m si air, chem Gambar - I ULUAN a untuk me at dilakuk endiri ke p akin lama g minyak k icial lift), s keluarkan an dengan minyak taha mical, injeks r 1. engalirkan/ kan denga permukaan makin lem e permuka seperti gas / diproduk cara artific ap lanjut. si uap dll. / memprod n berbaga oleh tenag mah dan be aan. Pada s lift dan ksi menye cial lift, ma (Seconda uksikan ai cara. ga yang erakibat saat ini pompa. ebabkan aka saat ry atau

(2)

OPERASI PRODUKSI SUMUR MIGAS

Bab - II

METODE PRODUKSI

Sembur Alam (SA) : Pengangkatan produksi Migas dengan tenaga sendiri.

Pengaturan laju (rate) produksi diatur menggunakan choke /bean/ jepitan dengan berbagai ukuran (per 64 inchi). Data yang dipergunakan : Tekanan tubing, tekanan flow line, rate produksi Migas dan tekanan separator.

Sembur buatan (SB) : Pengangkatan produksi Migas dengan bantuan tenaga

buatan dari luar, karena sumur tersebut tidak dapat terproduksi dengan tenaganya sendiri. Tenaga dari sumur - sumur tersebut dapat diketahui dengan melakukan pengukuran tekanan,dasar sumur, biasa digunakan Amerada dalam pengukuran BHSP atau BHFP (Tekanan statik atau alir).

Dalam dunia perminyakan Sembur Buatan ada beberapa macam seperti : Gas Lift, dan Pompa.

1. Gas Lif :

Pada prinsipnya menambah dan atau mencampur gas dalam fluida sehingga berat jenis fluida menjadi lebih ringan dan minyak terproduksi. Berdasarkan cara penginjeksian gas kedalam sumur maka pengangkatan buatan dengan gas lift dapat dibagi dalam dua macam yaitu : Continuous dan intermitten gas lift.

a. Continuous Gas Lift :

Dimana tekanan gas yang tinggi dimasukkan ke tubing lewat annulus melalui katub (valve) secara kontinu (terus menerus). Disini diperuntukkan pada susmur laju produksi besar dan tekanan reservoir masih tinggi (fluid level 50 - 80% kedalaman sumur)

b. Internittent Gas Lift :

Dimana tekanan gas yang dimasukkan ke tubing lewat annulus melalui katub (valve) secara berkala /bertahap (berulang- ulang).

Dipakai pada sumur laju produksi tinggi / rendah namun tekanan reservoir sudah rendah (max 30% kedalaman sumur).

Data yang diperlukan : Tekanan injeksi (casing), tekanan tubing, laju gas injeksi dan laju produksi Migas.

Tabel sistem instalasi dan cara Gas Lift

Katagori PI BHP Sistem instalasi Cara gas Lift 1 Tinggi Tinggi Setengah tertutup Continouse 2 Tinggi Rendah Tertutup Internittent 3 Rendah Tinggi Setengah tertutup Internittent 4 Rendah Rendah Tertutup Internittent

(3)

Gamba

Gamba r 2.

(4)

OPERASI PRODUKSI SUMUR MIGAS

2. Pompa

Pengangkatan produksi MIGAS kepermukaan akibat adanya tenaga dari luar baik yang bersifat mekanis maupun hydrolik.

Berdasarkan Prinsip Kerja terbagi atas :

a. Pompa mekanis (Pompa Angguk)

b. Pompa Hydroulik (Jet Pump)

c. Pompa Electrical

a) Pompa Mekanis : Dalam hal ini perubahun mekanis pompa menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan antara lubang sumur dengan pompa tersebut.

ƒ Pompa Angguk

Ada 3 macam pompa angguk : 1) Conventional unit

2) Air Balance 3) Mark II

Umum dipakai adalah Conventional Unit.

ƒ Komponen Alat

1) Mesin (Penggerak)

2) Peralatan permukaan (Surface)

3) Peralatan bawah permukaan (Sub Surface) 4) Sucker Rod (Stang)

ƒ Prinsip Kerja

1) Pada gerak ke bawah.

- Standing valve tertutup. - Travelling valve terbuka.

- Fluida masuk dari barrel ke plunger.

2) Pada gerak ke atas. - Standing valve terbuka. - Travelling valve tertutup.

- Fluida mengalir ke atas atau permukaan.

Keuntungan dan Kerugian menurut Type Pompa

Travelling Barrel’s Stationary Barrel’s Bottom Anchor Stationary Barrel’s Top Anchor Tubing Pump Code RHT,RNT,RWS RHB,RWB,RSB RHA,RWA,RSA TH,TP Keuntungan ƒ Travelling Barrel’s menyebabkan fluida terus bergerak ƒ Pasir tidak menutup di Barrel’s. ƒ Baik untuk statik level rendah ƒ Gerak fluida di Barrel’s terbatas ƒ Baik untuk sumur dalam Baik untuk sumur berpasir ƒ Produksi Fluida lebih besar ƒ Lubang standing valve besar

(5)

Travelling Barrel’s Stationary Barrel’s Bottom Anchor Stationary Barrel’s Top Anchor Tubing Pump Kerugian ƒ Tidak cocok untuk statik level rendah ƒ Barrel’s bisa bengkok akibat level rendah ƒ Lubang bengkok merusak Barrel’s ƒ Pasir bias mengendap di Barrel’s ƒ Tidak cocok untuk pemom paan berkala Tidak cocok untuk sumur dalam ƒ Untuk ganti pompa harus cabut tubing. Gambar 4

(6)

OPERASI PRODU

Ga

UKSI SUM

ambar 5

(7)
(8)

b) Pompa Hy memompa Unit pompa ƒ Pompa Prinsip didapat ƒ Pompa Prinsip energi k dengan lalu men

OPERA

ydraulik : kan power a bawah pe Torak (Pis Kerja : Be melalui flu Jet (Jet Pu Kerja : Ber kinetik den fluida foam ngalir kepe

SI PRODU

Terangkat r fluid seba ermukaan ton Hydrou erdasarkan ida yang d ump = JP) rdasarkan a gan aliran m dan ener ermukaan. Ga

UKSI SUM

tnya produ gai penyal ada 2 mac ulic Pump= n hukum P ipompa da adanya pe fluida teka rgi kinetik b ambar 7

MUR MIG

uksi Migas ur energi. am : PHP) Pascal yait ari permuka rubahan en anan tinggi berubah m

GAS

kepermuk u energi aan. nergi poten i, kemudian enjadi ene kaan denga pada mes nsial menja n bercamp ergi potensi an sin adi ur ial

(9)
(10)

OPERASI PRODU

Ga

UKSI SUM

ambar 9

(11)
(12)

c) Pompa Ele ƒ Prinsip gaya p dan dit ƒ Keleng - Per - Per Produksi y

OPERA

ectrical : E Kerja : Se potensial m eruskan ke gkapan : ralatan atas ralatan baw yang dihasi

SI PRODU

Electrical Su eperti pom menjadi gay e atas mela s permukaa wah permuk lkan antara Ga

UKSI SUM

ubmersible mpa centrifu ya centrifug alui diffuser an (Surface kaan (Sub a : 300 BPD ambar 11

MUR MIG

e Pump. ugal, diman gal yang d r. e). Surface). D – 600.00

GAS

na terjadi ihasilkan o 00 BPD. perubaha oleh impell an er

(13)
(14)

OPERASI PRODUKSI SUMUR MIGAS

Pengangkatan Minyak Tahap Lanjut (Secondary Recovery)

Dalam hal ini tenaga atau tekanan Reservoir sangat rendah, dengan artificial lift yang ada sudah tidak ekonomis dan efektif lagi sehingga diperlukan cara atau metode untuk menaikan tekanan reservoir.

ara yang digunakan antara lain : 1. Injeksi Air.

2. Injeksi Steam. 3. Injeksi Chemical. 4. Injeksi gas CO2.

Demikian pula jika telah terjadi perubahan tekanan reservoir dapat digunakan kembali artificial lift yang tersedia.

KAPASITAS ARTIFICIAL LIFT

Berdasarkan pada Batas Produksi dan Kedalaman

Lift System Laju Produksi (BLPD) Kedalaman (Feet) SRP 5 – 4000 15000 ESP 250 – 80000 10000 HYD 50 – 5000 17000 JET 50 – 3000 20000 CGL 50 – 40000 10000 IGL 5 – 1000 10000 PL 15 – 500 10000 PC 5 - 4000 4000

APLIKASI UMUM LIFT SYSTEM

Berdasarkan Laju Produksi (BLPD)

> 20000 ESP, CGL

2000 – 20000 ESP, CGL, HYD, JET 100 – 2000 SRP, PC, HYD

< 100 SRP, PC, PL, IGL

Berdasarkan Kedalaman (Feet)

> 12000 HYD, JET

8000 – 12000 HYD, JET, SRP, CGL, IGL 4000 – 8000 SRP, CGL, IGL, ESP

(15)
(16)

OPERASI PRODUKSI SUMUR MIGAS

KEUNTUNGAN & KERUGIAN ARTIFICIAL LIFT

SPE Paper “Recommendations and Comparisons for Selecting Artificial Lift”

Kondisi

Method of Artificial Lift

SRP PC HYD JET ESP CGL PL

Sand Sedang Baik Sedang Baik Jelek Cantik Jelek Paraffin Jelek Jelek Baik Baik Baik Jelek Cantik High GOR Sedang Baik Sedang Sedang Sedang Cantik Cantik Crooked

Hole Jelek Jelek Baik Baik Baik Baik Baik

Corrosion Oke Oke Oke Oke Oke Sedang Sedang

High Volume Jelek Jelek Baik Baik Cantik Cantik Jelek Kedalaman Sedang Jelek Cantik Cantik Sedang Baik Baik Single

Design Ya Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya

Casing Size Kecil Kecil Kecil Kecil Besar Kecil Kecil Fleability Sedang Sedang Cantik Cantik Jelek Baik Jelek

Scale Baik Baik Sedang Sedang Jelek Sedang Jelek

Petunjuk Pemilihan Awal Dalam Memilih Peralatan Artificial Lift

Dasar

1. Biaya Investasi Awal. 2. Biaya Operasi ƒ Man Power ƒ Unit Alat ƒ Biaya Perbaikan 3. Kesanggupan Operator 4. Kemudahan Operator

5. Kemudahan peralatan dalam pengaturan laju produksi dan BHFP. 6. Keterbatasan terhadap luas dan tinggi. Seperti (Offshore, Platform). 7. Tersedianya pada Natural Gas untuk Gas Lift.

8. Kesanggupan pada sumber listrik untuk Submersible Pump.

(17)
(18)

OPERASI PRODU

Ga

UKSI SUM

ambar 14

(19)
(20)

OPERASI PRODU

Ga

UKSI SUM

ambar 16

(21)
(22)

OPERASI PRODU

Ga

UKSI SUM

ambar 18

(23)
(24)

OPERASI PRODU

Ga

UKSI SUM

ambar 17

(25)
(26)

OPERASI PRODU

Ga

UKSI SUM

ambar 19

(27)

Gambar

Tabel sistem instalasi dan cara Gas Lift

Referensi

Dokumen terkait