• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kemenag Bantu TMMD Reguler ke-94

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Kemenag Bantu TMMD Reguler ke-94"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Edisi 5/ Tahun I/ Mei 2015

Pembinaan :

Prestasi Akademik

Prestasi Akademik

Madrasah

Madrasah

di Jawa Tengah

di Jawa Tengah

3

Dinamika Daerah

Kemenag Bantu

TMMD Reguler

ke-94

22

35

Art ikel

SANTRI KUDUS

SANTRI KUDUS

Raih

Raih Juara

Juara

Kemah Santri

Kemah Santri

media pemersatu umat

an :

3

Dinamika Daerah

22

Art ikel

35

MADRASAH

MADRASAH

Milik Masyarakat

(2)

Salam

REDAKSI

Penanggung Jawab : Badrus Salam ; Redaktur : Budiawan, Gentur Rachma Indriadi, Suripah, Martina Wulandari, M Fachri ; Penyunting / Editor : Saronji, Djati Prasetyo ;

Design Grafi s / Fotografer : Hery Basuki, Muhammad Khoirulloh ; Sekretariat : Yudi Prasetyo, Amin Sri Widodo

Majalah Bulanan SEJAHTERA Diterbitkan oleh : Subbag Informasi & Humas Kanwil

Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

Penerbit: Subbag Informasi & Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah

Alamat Redaksi :

Jalan Sisingamangaraja 5 Semarang - 50232 Telp : 8412547, 8412548, 8412552 Fax. 024-8315418, EMAIL : [email protected]

Daftar Isi

Redaksi SEJAHTERA menerima sumbangan dalam bentuk tulisan, foto ilustrasi dan lainnya yang sesuai dengan misi Majalah SEJAHTERA. Ketikan 1,5 spasi maks 2 hal kuarto, disertai identitas resmi penulis. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengurangi substansinya. Demi perbaikan penerbitan, redaksi mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Assalamu’alaikum Wr Wb.

U

ntuk mempersiapkan rubrik Laporan Utama dan rubrik rubrik lain yang akan dimuat di se-tiap edisi sese-tiap bulan. Pihak jajaran redaksi harus mengadakan rapat rutin. Segenap redaksi bebas me-ngeluarkan pendapat lewat argumentasi, mana yang pantas serta actual dan layak untuk disajikan pada rubrik Laporan Utama. Disamping itu pada kegiatan sehari-hari, redaksi menghimpun, menyeleksi dan mengedit artikel dari Bidang Bidang dan Pembimas serta artikel-artikel lain dan berita berita daerah mu-lai dari penulis dan para Pranata Humas Kemenag daerah. Yang semua diterima di meja redaksi pa ling lambat sebelum tanggal 15 pada setiap bulan. Hal ini menyangkut disiplin Kinerja redaksi . Untuk itu ke-pada para Penulis dan para Pranata Humas Kemenag diharap memakluminya.

Yang perlu diperhatikan atau yang lebih penting lagi untuk diketahui para Pembaca, bahwa di era Reformasi yang serba cepat, ibarat arus air deras sekali dan serba transparan, jadi pengalaman-pengalaman dulu yang dapat dikatakan serba lambat supaya ditinggalkan, jadikan pengalaman-pengalaman dulu menjadi guru yang baik, sehingga kita dapat menghasilkan karya yang lebih baik di masa masa mendatang.

Dalam rencana edisi edisi awal berdirinya majalah Sejahtera pada tahun 2015 dan berikutnya pihak redaksi yang mengusahakan tulisan tulisan atau naskah naskah yang mengacu hasrat para Pembaca lewat berbagai ru-brik. Yang penting pihak redaksi sudah paham secara universal. Para Pembaca menghendaki agar redaksi meningkatkan mutu penyajian. Bahkan lebih dari itu, para Pembaca sangat berharap besar agar redaksi bisa tampil beda, gampang dicerna dan enak dibaca serta komunikatif, berbobot dan transparan sesuai dengan paradigma era reformasi sekarang ini. Hal ini merupa-kan tantangan berat, apalagi mejalah Sejahtera sebagai media milik instansi Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, wajib tahu tentang Kode Etik Jurnalistik.

Dengan demikian Insya Allah jajaran redaksi akan mengupayakan serta mempunyai tekad dengan sema-ngat kerja keras, sehingga majalah Sejahtera sajiannya di setiap edisi makin berbobot, komunikatif, inovatif dan berkualitas. Semua ini hanya semata-mata untuk para Pembaca.

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Salam Redaksi ... 2

Pembinaan ... 3

Laporan Utama ... 5

Madrasah

Diminati Masyarakat

Keberadaan madrasah kini diperhitungkan banyak pihak. Hal ini tidak lepas dari kerja keras semua kalangan, khususnya mereka yang memiliki komitmen tinggi untuk memajukan madrasah. Masyarakat pun berbondong-bondong menyekolahkan anaknya di madrasah, baik Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA). Bidang PENMAD ... 8

Bidang PONTREN ... 10

Bidang PAIS ... 12

Gebyar

PAI

pada TK Tahun 2015

Bidang PAIS Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah menye-lenggarakan kegiatan dalam rangka memberikan tambahan pengeta-huan, pemahaman, pengalaman dan keterampilan pada peserta didik yang dikemas dalam Gebyar Pendidikan Agama Islam Taman Kanak-Kanak. Bidang URAIS ... 14

Bimas Kristen ... 16

Bimas Katolik ... 17

Bimas Hindu ... 18

Bimas Buddha ... 19

Dinamika Daerah ... 22

Artikel ... 28

KUB ... 33

Prestasi ... 35

Terapan ... 37

(3)

Pembinaan

Prestasi Akademik

Madrasah Jawa Tengah

Langkah Kementerian Agama RI dalam

mengimplementasikan Kurikulum

2013 dimulai dengan dilaksanakan

TOT, Bintek Kurikulum, dan Sosialisasi

Kurikulum dari Akhir Tahun 2013

dari tingkat Kemenag RI, Provinsi

dan Kabupaten Kota se-Indonesia.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi

Jawa Tengah melaksanakan

langkah-langkah persiapan dengan melakukan

Bintek Kurikulum maupun Wokshop

Implementasi Kurikulum.

P

ada Tahun 2015 Kanwil Kementerian Agama juga melaksanakan Bintek Kurikulum 2013 untuk Mata Pelajaran Agama dan Mata Pelajaran Umum, di samping itu bagi madrasah yang mendapatkan DIPA pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 juga

melaksana-kan pendampingan sebanyak 146 madrasah.

Pada Tahun Pelajaran 2014/2015 berdasarkan data yang masuk ke Bidang Pendidikan Madrasah ada 1500 madrasah yang mengajukan Implementasi Kurikulum 2013. Selanjutnya untuk

madra-sah yang telah menga-jukan diadakan telaah dan analisis den-gan mempertim-bangkan aspek

Akreditasi, P T K , Sarpras d l l .

Berdasar surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 481 tahun 2015 tentang Penetapan Madrasah Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013, untuk Provinsi Jawa Tengah berjumlah 146 ma-drasah, yaitu 39 MIN, 13 MIS, 37 MTsN, 9 MTsS, 36 MAN dan 11 MAS. Pada Tahun Pelajaran 2015/2016 Dirjen Pendis melakukan pendataan tahun ke dua baik madrasah negeri maupun swasta, dan sampai sekarang masih dalam tahapan proses.

Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2015/2016 dimulai pada tanggal 27 Juli 2015 merupakan hari pertama masuk madrasah. Adapun tanggal 6 Juli 2015 s.d tanggal 11 Juli 2015 madrasah diwajibkan melaksanakan Pesantren Kilat/Romadhon.

Pada tanggal 16 Juni 2015 anak-anak kita telah men-erima nilai hasil Ujian Sekolah/Madrasah. Setelah mendapatkan pengumuman nilai ujian, selanjutnya madrasah segera mungkin kepala madrasah melaku-kan rapat dengaan dewan guru untuk menentumelaku-kan kelulusan peserta didiknya.

Hasil ujian nasional tahun ini memang tidak men-jadikan ketentuan kelulusan peserta didik bukan berarti tidak penting, akan tetapi sangat penting untuk pemetaan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, sehingga pada tahapan berikutnya dijadikan acuan dalam melakukan kebijakan dan pembinaan madrasah.

Yang tidak kalah pentingnya adalah nilai tinggi tidak hanya dimiliki oleh madrasah negeri, tapi juga swasta, bahkan hampir merata disemua kabupaten kota se Jawa Tengah. Hal ini mununjukkan kualitas mutu pengelolaan pendidikan madrasah sudah merata disemua lini.

Prestasi hasil ujian nasional dilihat dari nilai ma-drasah sepuluh besar tingkat Jawa Tengah adalah (1) MTsN 01 Kebumen, (2) MTsS Nurul Ikhsan Sulur Sari Gabus Kudus , (3) MTsS Tahfi dzYambuul Qur’an Kudus, (4) MTs N 01 Surakarta, (5) MTs NU Assalam, (6) MTS Miftahul Falah Jepatlor, (7) MTsS Tarbiyatus Sibyan Gembong Pati, (8) MTsS Miftahul Huda Jambon Grobogan, (9) MTsS Nurul Ikhsan Sengon Wetan Grobogan, dan (10) MTsS Miftahul Ulum Wirosari Grobogan.

(4)

Pembinaan

Yunarti MTsN Kebumen 01, (9) Haedar Alfi Yahya, MTsN Kebumen 01, dan (10) Afra Kansa Maimuna, MTsN Susukan.

Hasil Ujian Sekolah/Madrasah Tahun Pelajaran 2014/2015 Tingkat Jawa Tengah, untuk Madrasah Ibtidaiyah berdasarkan jumlah nilai ujian seko-lah/madrasah tahun pelajaran 2014/2015, untuk peringkat lima besar yaitu; (1) MI Cokroaminoto1 Badamita Rakit Banjarnegara total nilai 260.29, (2) MI Muhamadiyah Kateguhan Sawit Boyolali (259.46), (3) MI Aula Terjan Kragan Rembang (258.65), (4) MI Masholikul Huda Krapyak (258.19) dan (5) MI Muhammadiyah Kecepit (256.40).

Adapun peringkat 5 (lima) besar siswa peserta ujian sekolah/madrasah berdasarkan nilai, yaitu (1) Muhammad Zidan Firdaus (284.0) MI Tengaran Kabupaten Semarang, (2) Muhammad Dedi Akbar (283.0), MI Lukman Alhakim Kab. Tegal, (3) Budurul Fadhilah (280.5), MI Annashiriyah Kab. Rembang, (4) Farasyifa Putri Ardiyansah (280.5) MI Annashiriyah Kab. Rembang, dan (5) Elfa Dina Rahma (280.5) MI Nurul Huda Blerong Kab. Demak.

Ada yang menarik dan menjadikan permata hati dari sepuluh besar nilai UN untuk lembaga yaitu madrasah dan nilai siswa adalah MTs N 01 Kebumen yang dari tahun ke tahun selalu menghiasi prestasi akademiknya di peringkat teratas. Pada tahun ini terdapat 109 siswa yang mendapatkan nilai 100 pada UN nya. Ternyata tidak hanya sebatas nilai UN yang tinggi tapi output alumni yang memang mempunyai daya saing yang tinggi, yaitu terbukti pada setiap tahunnya selalu masuk pada MAN Insan Cendikia baik yang di Serpong dan Gorontalo yang rata-rata tiap tahunnya sebanyak 6 sampai 7 siswa.

Bahkan pada tahun pelajaran 2015/2016 ada 15

siswa yang diterima di MAN IC. Sehingga pengelola baik yang dari MAN IC sendiri maupun Kementerian Agama RI bertanya-tanya atau penasaran datang melihat secara langsung strategi pembelajaran yang diterapkan di MTsN 01 Kebumen. Insya Alloh dalam waktu dekat ini yaitu tanggal 6 Juli 2015 direncanakan Bapak Direktur Pendidikan Madrasah anjangsana ke MTs N 01 Kebumen.

Selain itu MTsN 01 Kebumen juga selalu menyum-bangkan piala baik tingkat Provinsi maupun Nasional, yaitu Kompetisi Sain Madrasah (KSM) termasuk pada tahun ini juga akan mewaakili provinsi Jawa Tengah ke Palembang pada bulan Agustus mendatang, ber-sama dengan madrasah yang lain. Sehingga tidak asing kalau MTsN 01 Kebumen selalu menjadi tujuan studi banding, tidak hanya kalangan madrasah tapi juga sekolah.

Untuk meningkatkan kinerja pada madrasah, alangkah baiknya sekiranya kepala madrasah melakukan studi banding ke MTs N 1 Kebumen. Hal ini tidak lepas dari peran Kanwil Jawa Tengah yang secara rutin memberikan pembinaan dan pengarahan pada be-berapa madrasah yang dijadikan percontohan bagi madrasah lain, dan MTsN Kebumen 01 ini merupa-kan salah satu madrasah yang dijadimerupa-kan model oleh Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Selain dari MTsN Kebumen pada jenjang MTs ada MTsN 01 Surakarta, MTsN 01 Bawu Jepara, MTsN Purwokerto, MTsN Brebes. Untuk tingkat Madrasah Aliyah ada MAN 02 Kudus, MAN 01 Surakarta. MAN 02 Purwokerto, MAN 01 Kota Magelang, MAN 01 Semarang, MAN Kota Pekalongan. Adapun untuk jenjang MI adalah MIN Bawu Jepara, MIN Jetis Sukoharjo, MIN Porwokerto, MIN Pecabean Kabupaten Tegal.

(5)

Laporan UTAMA

Madrasah

Madrasah

Milik Masyarakat

Milik Masyarakat

T

ingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di madrasah terse-but, terutama setelah disah-kannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam undang-undang tersebut keberadaan atau status madrasah (RA, MI, MTs dan MA) adalah sama dengan TK, SD, SMP dan SMA. Bedanya, madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), sedangkan TK, SD, SMP, dan SMA berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Berdasarkan data pada Bidang

Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng, pada tahun 2012 di Jateng ter-dapat 10.229 madrasah. Perinciannya 4.362 lembaga pendidikan RA, 3.810 MI, 1.530 MTs dan 527 MA.

Sebagian masyarakat berpendapat, menyekolahkan anak ke madrasah sebenarnya sangat tepat. Betapa tidak. Pendidikan di madrasah sudah kom-plet. Tiap hari siswa dididik dengan pendidikan agama. Kitab-kitab ke-agamaan pun diajarkan di madrasah. Sementara itu mata pelajaran umum di madrasah seperti fi sika, matema-tika, bahasa Indonesia dan lainnya persentasenya sama dengan pen-didikan umum (TK, SD, SMP, SMA).

Dengan demikian, bagi orang tua yang karena kesibukan atau ketidak-mampuan mengajari anak-anaknya tentang pendidikan agama kepada putra-putrinya maka sangatlah te-pat menyekolahkannya di madra-sah. Dalam bahasa Jawa madrasah itu ndonyo entuk akhirat entuk.

Lebih dari itu, prestasi madrasah disbanding sekolah umum lainnya juga tidak kalah. Indikasi ini misalnya, banyak madrasah menyabet berbagai macam kejuaraan nasional maupun internasional. Misalnya, MAN 2 Kudus hamper tiap tahun siswanya langganan menyabet kejuaraan bergengsi tingkat nasional dan internasional. Tahun ini

Keberadaan madrasah kini diperhitungkan banyak pihak. Hal ini tidak lepas

dari kerja keras semua kalangan, khususnya mereka yang memiliki komitmen

(6)

siswa madrasah itu mampu meraih medali perak pada Olimpiade Sains Nasional (OSN). Kemudian MAN Majenang Cilacap juga memperoleh prestasi yang sama, yakni medali perak OSN. Karena itu tidak mengherankan jika masyarakat ingin sekali putra-putrinya bias sekolah di MAN 2 Kudus atau MAN Majenang Cilacap.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng Drs H Jamun Eff endi MPdI menyatakan, madrasah kini sudah menjadi idola masyarakat. Karena itu, pihak nya wajib meningkat-kan kualitas dan kuantitas madrasah. Pengembangan kuantitas terutama di daerah pedesaan, sedangkan pengem-bangan kualitas dikonsentrasikan di daerah perkotaan.

Menurutnya, ada beberapa langkah untuk meningkatkan madrasah. Di antaranya melalui kegiatan-kegiatan workshop bagi para kepala madrasah, guru, komite, dan yayasan. Semua komponen itu harus dibenahi dan ditingkatkan kualitasnya sesuai dengan bidang masing-masing. Tujuannya sama, yakni meningkatkan kualitas dan kuantitas madrasah.

Madrasah kini sudah menjadi idola masyarakat. Karena itu, wajib meningkatkan kualitas dan kuantitas madrasah.

Laporan UTAMA

Khusus untuk peningkatan kuali-tas madrasah, lanjut dia, dilakukan melalui pembinaan secara rutin dan berkelanjutan. Kalaupun ujian nasional (UN) kini bukan lagi sebagai penentu kelulusan siswa, tetapi hal itu bukan berarti guru, siswa dan orang tua/ walimurid bersantai-santai. Tetapi hal itu hendaknya menjadi tantangan tersendiri. Karena nilai rapor dan UN idealnya adalah sejajar. Artinya, jika nilai rapor tinggi maka idealnya nilai UN siswa juga tinggi. “Jika nilai rapor dan UN hamper sama atau deviasinya tidak terlalu jauh maka berarti nilainya benar-benar bagus,” tuturnya.

Dalam kaitan ini, menurut dia, kepala madrasah harus benar-benar cerdas mengelola madrasah. Di sisilain, guru juga harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan baik dan standar. Khusus bagi guru yang peserta didiknya akan menghadapi UN mutlak melakukan pendalaman materi pembelajaran dan menggelar

tryout secara proporsional.

Sangat menentukan

Pihaknya mengingatkan, meskipun nilai UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa tetapi hasil/ nilai itu

akan sangat menentukan masa depan anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kalaunilai UN bagus maka secara otomatis siswa akan bias leluasa memilih lembaga pendidikan jenjang berikutnya. “Tetapi sebaliknya, jika nilai UN kurang bagus, maka siswa akan mengalami kesulitan dalam memilih jenjang pendidikan berikutnya,” tandasnya.

Menyinggung hasil pembelajaran di madrasah tahun ajaran 2014/2015 khususnya di MA, Jamun menyatakan, Madrasah Aliyah lulus 100 persen. Kemudian, lulusan madrasah yang masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes sebanyak 10 persen. Indikasi ini menjunjukkan bahwa kualitas lulu-san madrasah bagus. Di samping itu, kemauan lulusan madrasah untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi juga bagus.

“Jadi secara akademis, pengelolaan dan hasil pembelajaran madrasah selama ini bagus, dan terus mening-kat,” tuturnya.

(7)

Laporan UTAMA

Madrasah Tingkat Nasional.

Dalam kegiatan tersebut, delegasi Madrasah Jateng berhasil masuk tiga besar nasional, dengan perole-han tiga emas, tiga perak dan tigap-erunggu.

Selain itu, pihaknya juga menggelar Aksioma di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Kegiatan ini bertujuan men-ingkatkan bidang akademik dan non akademik madrasah.

“Lewat kegiatan Aksioma ini bibit-bibit siswa madrasah akan terpantau secara apik dan kita bimbing secara proporsional,” tandasnya.

Menurutnya, dari berbagai langkah tersebut intinya madrasah sudah tidak khawatir lagi dianggap sebagai sekolah “nomor dua”. Apalagi, fakta menunjukkan banyak madrasah mem-buka pendaftaran murid baruhanya dalam hitungan hari langsung tutup karena pendaftar sudah melebihi kuota.

Kedepan, lanjut Jamun, perkem-bangan madrasah akan terus digen-jot, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. Caranya antara lain dengan memberikan bantuan atau stimulant dana kepada siswa madrasah. Apalagi, berdasarkan catatan madrasah di Jateng 95,07 persen berstatus swasta.

Bantuan untuk Madrasah

Dijelaskan. Bantuan untuk siswa

madrasah berupa dana BOS dan dana BOP. Bantuan berupa dana BOS un-tuk siswa MI sebesar Rp 800/siswa/ tahun. Kemudian siswa MTs Rp 1 juta/siswa/tahun, serta siswa MA Rp 1,2 juta/siswa/tahun. Adapun untuk siswa RA mendapat dana BOP sebesar Rp 300/siswa/tahun. Bahkan, kuota untuk BOP siswa RA tahun ini meningkat tajam. Pada tahun sebel-umnya jumlah BOP untuk siswa RA se-Jateng hanya 10.000, sedangkan

pada tahun anggaran ini (2015) kuota BOP mencapai 173.000 untuk siswa RA se-Jateng.

Menurutnya, pencairan BOS tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena terjadi perubahan akun 57 ke akun 52. Dengan adanya perubahan akun tersebut implikasinya akan ada perubahan untuk pencairan triwulan kedua dan seterusnya, yakni dialihkan ke kabupaten/kota. “Bahasa sederhanyanya akun 57 pencairan BOS bias cepat, tetapi akun 52 pencairan BOS lebih detail, rumit dan laporan pertanggungjawabannya juga lebih rinci,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan pen-didikan untuk siswa madrasah, pe-merintah juga memperhatikan kes-ejahteraan guru-guru madrasah. Kemenag berkomitmen bantuan untuk guru-guru madrasah akan terus disalurkan. Bantuan untuk guru-guru madrasah tersebut berupa tunjangan fungsional, tunjangan profesi, dan tunjangan khusus.

“Jenis bantuan yang belum ada hing-ga sekarang (tahun anghing-garan 2015) adalah bantuan berupa sarana dan prasarana madrasah. Padahal, harus diakui bantuan sarana dan prasarana madrasah sangat penting. Karena re-alitasinya masih sangat banyak sa-rana dan prasasa-rana madrasah belum memadai. Mudah-mudahan tahun depan ada bantuan untuk sarana dan prasarana madrasah,” katanya. (M Saronji)

Masyarakat tampak antusias melihat pengumuman PPDB di madrasah.

(8)

Bidang

PENM AD

Apabila membicarakan

madrasah berarti

membicarakan satuan

pendidikan formal

yang menjadi binaan

Kementerian Agama

yang merupakan

penyelenggaraan

pendidikan formal dengan

kekhasan agama Islam

yang mencakup Raudlotul

Atfal, Madrasah Ibtidaiyah,

Madrasah Tsanawiyah,

Madrasah Aliyah dan

Madrasah Aliyah Kejuruan.

A

lhamdulillah pada era reformasi, alumni madrasah sudah mulai kritis dan menggunakan kesem-patan emasnya untuk berjuang keras membangun bangsa yang terlanda

krisis multi dimensional (krisis keper-cayaan, moral, ekonomi, kebudayaan, politik dan keamanan) dengan ikut serta berkompetisi menjadi wakil rakyat melalui DPR dan di beberapa instansi pemerintah yang mulai ban-yak menduduki posisi pen ting dan strategis. Berkat banyaknya tamatan madrasah yang menempati posisi penting dan strategis di pemerintahan dan dapat berhasil dalam kompetisi menjadi wakil rakyat dari mulai ka-bupaten, provinsi sampai ke pusat, maka tahun 2003 terbit UU no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang secara jelas dan tegas menempatkan posisi madrasah sama dengan sekolah formal lainnya. Posisi madrasah semakin kokoh dan kuat setelah munculnya regulasi UU no. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang kemudian disusul dengan Permendiknas dan Peraturan Pemerintah no. 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan

PendidikanKeagamaan.

Bahkan apabila ditarik ke dalam konteks global, Islam Indonesia akan menjadi penyangga peradaban Islam dunia ke depan. Cita-cita ini bukan omong kosong belaka, sebab Indonesia telah memiliki potensi-potensinya. Bayangkan saja, penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam memi-liki pandangan yang moderat (inklusif, terbuka, bisa menerima perbedaan, toleran) di tengah banyaknya nega-ra Islam yang sedang berkonfl ik, meskipun tidak kita pungkiri masih ada sedikit gejolak konfl ik ras, suku, dan agama di Indonesia.

Madrasah di Jateng

Provinsi Jawa Tengah dengan jum-lah penduduk 33.270.207 jiwa lebih, pada tahun 2015 madrasah mencapai jumlah 10.572, dengan rincian RA 4.495 lembaga, MI 3.903 lembaga, MTs 1.597 lembaga, MA 577 lembaga atau urutan ketiga setelah Jatim dan Jabar. Pertumbuhan madrasah yang begitu pesat, ternyata diimbangi pula

ma

d

drasa

h

h

b

berar

t

t

i

i

cacayayaanan, momorarall, eekokononomi, mi kekebubudadayayaanan,

politik dan keamanan) dengan ikut

Ba

Bahkhkanan aappabila ditarrikik kkee dadalalamm konteks global, Islam Indonesia akan

A

pa

bil

a

mem

bi

cara

k

an

krisis multi dimensional (krisis kep

er-l k i k b d

PendidikanKeagagama aan.

B

B hk bil di ikkk d l

Eksistensi dan Peran Madrasah

Eksistensi dan Peran Madrasah

Dalam Memajukan Pendidikan

(9)

Bidang

PENM AD

dengan minat masyarakat untuk me-nyerahkan putra putrinya mengenyam pendidikan formal melalui madrasah. Jika pada tahun pelajaran 2013/2014 jumlah siswa 1.296.315 maka pada tahun pelajaran 2014/2015 meningkat menjadi 1.347.206 siswa.

Madrasah sebanyak itu, madrasah negeri jumlahnya jauh lebih sedikit, yaitu 114 MIN, 121 MTsN dan 64 MAN atau hanya 4,93 persen. Untuk men-jalankan roda kegiatan belajar mengajar pada madrasah sebanyak itu, mampu menyerap tenaga pendidik sebanyak 103.117 orang, dengan perincian 19.200 PNS dan 83.897 Non PNS.

Dengan komposisi seperti itu, menun-jukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam turut serta mencerdaskan ke-hidupan bangsa melalui madrasah jauh lebih besar dari yang didirikan pemerintah. Dengan kata lain, su-dah seharusnya pemerintah sangat berterima kasih kepada umat Islam yang sangat peduli untuk memajukan masyarakat melalui lembaga pendidi-kan yang namanya madrasah.

Kehadiran madrasah di tengah-tengah masyarakat memang unik, sebagaimana dijelaskan pada awal tulisan ini, merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat itu sen-diri. Terkadang pada daerah tertentu, masyarakat berlomba-lomba untuk mendirikan madrasah, sehingga ma-drasah yang ada tidak seimbang dengan jumlah anak usia sekolah. Akibatnya terjadi persaingan untuk menjaring calon siswa. Namun terjadinya per-saingan ini justru menjadi pengelola madrasah berlomba-lomba untuk mempercantik diri, bukan hanya dari segi fi sik bangunannya yang megah, ditambah lagi dengan fasilitas yang lengkap, akan tetapi juga dari usaha untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya.

Dari perjuangan pada pengelola madrasah selama sekian dekade hingga sekarang, hasilnya dapat kita nikmati saat ini. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa madrasah sudah banyak andil dalam rangka membangun Negara Kesatuan RI, hampir disemua lini dari mulai Modin sampai pejabat Negara sudah banyak dipegang oleh tamatan Madrasah, itu artinya bahwa kontribusi madrasah dalam membangun bangsa sudah

tidak bisa ditutup tutupi lagi. Terlebih setelah beberapa kali diadakan Ujian Nasional, Lomba-lomba dan even-even bergengsi ternyata Madrasah baik guru, madrasah dan siswanya telah banyak mencapai prestasi yang menggembirakan, sehingga bisa disimpulkan bahwa keberadaan madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia sangat

luar biasa.

PMA 90 tahun2013

Eksistensi madrasah, termasuk lemba-ga pendidikan manapun, di tenlemba-gah arus perubahan juga mengikuti perkemban-gan denperkemban-gan mengedepankan inovasi untuk mewujudkan cita-cita agar mutu madrasah benar-benar men-jadi dambaan masyarakat. Setidak-tidaknya, saat ini sudah melakukan terobosan kebijakan inovatif, khusus-nya kebijakan Direktorat Pendidikan Madrasah. Diantaranya dengan PMA No 90 tahun 2013 tentang penyeleng-garaan Madrasah yang disahkan pada 25 November 2013

Efek terbitnya suatu regulasi penye-lenggaraan Madrasah merupakan modal jitu bagi kemajuan madra-sah pada masa yang akan datang. Tentu manfaat dari PMA yang satu ini tidak sedikit. Selain melahirkan regulasi turunan lainnya, PMA ini memberi rujukan baru bagi kemajuan Madrasah.

Terkait terbitnya PMA 90 tahun 2013 terjadi terubahan, kalau dulu RA, MI, MTs, proses dan pemberian iiin dikeluarkan oleh Kemenag Kab/Kota dan MA oleh Kanwil. Kini, semua ijin operasional ditarik ke Kanwil, namun semua rekomendasi itu harus muncul dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Jadi, one gate policy (kebijakan satu pintu) untuk mengeluarkan ijin operasional mendirikan madrasah, namun usulan tetap dari Kankemenag Kabupaten/ Kota, meski demikian Kankemenag Kabupaten/Kota bertanggungjawab untuk memverifi kasi.

Dalam PMA 90, untuk RA (Raudlatul Athfal) diposisikan sebagai pendidikan formal. Ini saya kira kebijakan yang berbeda dari Dikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan). Efek positif dari kebijakan ini ialah pemerintah masih memiliki kewajiban untuk membantu RA, harus memberikan bantuan-bantuan seperti infrastruktur atau kurikulum, guru, dan lain sebagainya. Lalu untuk akreditasinya, RA itu haruslah BAN SM bukan BAN MF. Karena yang formal itu kewenangan dari BAN SM. Kemudian nanti juga akan membuat RA Unggulan. Kecenderungan ke depan RA itu akan ada yang negeri.

Jamun Effendi Jamun Effendi

Eksistensi madrasah,

termasuk lembaga

pendidikan manapun, di

tengah arus perubahan

juga mengikuti

perkembangan dengan

mengedepankan inovasi

untuk mewujudkan

cita-cita agar mutu madrasah

benar-benar menjadi

dambaan masyarakat.

Setidak-tidaknya, saat

ini sudah melakukan

terobosan kebijakan

inovatif, khususnya

kebijakan Direktorat

Pendidikan Madrasah.

Diantaranya dengan

PMA No 90 tahun 2013

tentang penyelenggaraan

(10)

Bidang

PONTREN

Perkemahan Pramuka

Santri Provinsi tingkat Jawa

Tengah dilaksanakan di

Bumi Perkemahan Sikucing

Kec. Moga Kabupaten

Pemalang, Jawa Tengah.

P

erkemahan Pramuka Santri

ini bisa menjadikan ajang

adu pendidikandari para

santri yang berada di Jawa Tengah,

terutama dalam mewujudkan

santri yang kreatif, berbudaya, dan

berkarakter.Adapun ajang yang akan

diperlombakan meliputi Lomba PentasSeni Budaya Islami Daerah,

Lomba Penulisan Essay Bahasa Arab Dan Bahasa Inggris, Lomba PBB,

Lomba Mading, Lomba Tekhnologi Tepat Guna Terbarukan, Pentas

SeniDaerahIslami, dan Sangga Tergiat.

Perkemahan Pramuka Santri ini diikuti oleh 1200 peserta dari 70

pesantren se- Jawa Tengah. Dari 1200 peserta disaring menjadi 700

peserta dan di ambil 96 peserta lagi yang akan diberangkatkan ke

Perkemahan Santri Nasional di Kalimantan Selatan. 96 santri yang

mengikuti Perkemahan Santri Nasional akan diseleksi dan diambil 1

orang terbaik yang juara Essay bahasa arab dan bahasa inggris untuk

mengikuti Pramuka Asia.

Pramuka Santri Tingkat Jawa Tengah dilaksanakan mulai tanggal

27-30 April 2015 di Bumi Perkemahan Sikucing Kec. Moga Kabupaten

Pemalang, Jawa Tengah.Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama

dari Kemenag Provinsi dan Kabupaten, serta Pemda Pemalang, BKK,

Polres, Kodim, DPU, Camat, Lurah, Kwarda, dan Kwarca.Perkemahan

Dari Perkemahan Pramuka Santri Nusantara

Santri Datang untuk

(11)

Bidang

PONTREN

Pramuka Santri Provinsi tingkat

ja-watengah ini dibuka secara resmi

oleh Kepala Kantor Kementerian

Agama Provinsi Jawa Tengah tepat

pukul 03.00 WIB di bawah guyuran

air hujan yang membasahi bumi

Perkemahan Sikucing Kec. Moga

Kabupaten Pemalang, yang

sebe-lumnya Laporan Panitia yang

te-lah di sampaikan oleh Kabid PD

Pontren Kanwil Kemenag Prov.

Jateng Drs. H. Sholikhin, MM, dan

Ucapan Selamat Datang dari Bupati

Pemalang. Meski hujan ribuan

santri yang mengikuti Upacara

Pembukaan Perkemahan Pramuka

Santri Tahun 2015 Tingkat Provinsi

Jawa Tengah tetap Hikmad sampai

dengan selesainya Upacara.

Kakanwil Kemenag Prov. Jateng

Ahmadi mengucapkan banyak

terimakasih kepada semua pihak

yang telah berpartisipasi dalam

pelaksanaan kegiatan Perkemahan

Pramuka Santri Tingkat Provinsi

Jawa Tengah Tahun 2015 kepada

Bupati Pemalang, Bapak H. Junaedi,

SH. MM dan Kakan Kemenag Kab.

Pemalang, H. Taufi k Rahman, SH,M.

Hum serta semua pihak yang telah

membantu suksesnya kegiatan

Perkemahan Pramuka Santri

ProvinsitingkatJawa Tengah.

Perkemahan Pramuka Santri

ProvinsitingkatJawa Tengah ini

ditutup secara resmi oleh Bupati

Pemalang yang diwakili oleh Ka.

Dinas Pertanian Kab. Pemalang

Suharto, S.IP, M.SI, Pada hari Kamis,

tanggal 30 April 2015 tepat pukul

10.00 WIB di bumi Perkemahan

Sikucing Kec. Moga Kabupaten

Pemalang, yang sebelumnya

Laporan Panitia Penyelenggaraan

yang telah disampaikan oleh Kabid

PD Pontren Kanwil Kemenag Prov.

Jateng Drs. H. Sholikhin, MM.

Dalam sambutannya Suharto,

yang menjadi Irup pada Upacara

Penutupan Perkemahan Pramuka

Santri Provinsi tingkat Jawa Tengah

ini mengucapkan selamat kepada

para juara Perlombaan Perkemahan

Pramuka Santri Provinsi tingkat

Jawa Tengah ini, dan memotivasi

seluruh santri supaya yang belum

mendapatkan Juara tetap semangat

dan mendoakan supaya berhasil

di event berikutnya.

Adapun Lomba Tergiat Perkemahan

Pramuka Santri Tingkat Jawa Tengah

ini, Juara I dari Kontingen Kudus

dengan perolehan 22 Poin, di ikuti

Juara II dari Kontingen Kab. Pati

dengan Poin 8, dan diikuti Kab.

Pemalang yang menjadi Juara ke

III dengan Poin 7, Juara Harapan I

dari Kab. Wonogiri dengan 6 Poin,

Kab. Kendal sebagai Juara Harapan

II dengan Poin 6, dan Kab. Demak

sebagai Juara Harapan III dengan

Poin 6.

Ribuan santri yang mengikuti

Upacara Penutupan Perkemahan

Pramuka Santri Tahun 2015 Tingkat

Provinsi Jawa Tengah tetap hikmad

sampai dengan selesainya Upacara

dan Penyerahan Piala/Trophi kepada

para Juara. Suharto mengucapkan

banyak terimakasih kepada semua

pihak yang telah berpartisipasi dalam

pelaksanaan kegiatan Perkemahan

Pramuka Santri Tingkat Provinsi

Jawa Tengah Tahun 2015 kepada

Panitia Kanwil Kemenag Prov. Jateng,

Kemenag Kab. Pemalang, H. Taufi k

Rahman, SH,M.Hum, Seluruh SKPD

dari Pemda Kab. Pemalang serta

semua pihak yang telah membantu

suksesnya kegiatan Perkemahan

Pramuka Santri ProvinsitingkatJawa

Tengah.

Drs. H. Sholikhin, MM

(12)

Bidang

PAI S

GEBYAR

GEBYAR

Pendidikan Agama Islam

TK Tahun 2015

Dalam rangka mewujudkan

anak didik pada TK/

PAUD yang beriman,

bertaqwa kepada Allah

SWT, berakhlak mulia dan

taat beribadah pelaksanaan

pembelajaran Pendidikan

Agama Islam ( PAI ) pada

Taman Kanak-Kanak (TK)

dan Pendidikan Anak Usia

Dini (PAUD) disekolah,

B

idang PAIS Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah menye-lenggarakan kegiatan dalam rangka

memberikan tambahan pengetahuan, pemahaman, pengalaman dan ket-erampilan pada peserta didik yang dikemas dalam Gebyar Pendidikan Agama Islam Taman Kanak-Kanak.

Dr. H. Syaifuddin Zuhri selaku Kabid PAIS menyampaikan, “Kegiatan Gebyar Pendidikan Agama Islam pada TK/ PAUD tahun 2015 di Asrama Haji Transit Manyaran Semarang, hari Ahad, tanggal 10 Mei 2015 dikemas dalam persepektif sportif, kreatif dan bergembira dalam meraih prestasi, bertujuan untuk memberikan kes-empatan kepada peserta didik Taman Kanak-Kanak dalam rangka mengem-bangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat peserta didik sesuai dengan

situasi, kondisi dan potensi sekolah yang bersangkutan”.

Kegiatan Gebyar Pendidikan Agama Islam juga diharapkan dapat mem-bentuk sikap, mental, sportifi tas, ke-jujuran dan ukhuwah Islamiyah antar sesama peserta didik, sekaligus dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kompetensi dan prestasi peserta didik dibidang Pendidikan Agama Islam.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 55 Tahun 2007, BAB II pasal 3, tentang Pendidikan Agama dan Kependidikan Keagamaan, yang me-nyatakan bahwa setiap satuan pen-didikan pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan wajib menyeleng-garakan pendidikan agama.

(13)

Bidang

PAI S

Daftar Pemenang Lomba Gebyar Pendidikan Agama Islam pada

Taman Kanak-Kanak

NO PERINGKAT NAMA

ASAL SEKOLAH

KAB/KOTA

A LOMBA HAFALAN QUR’AN SURAT PENDEK

Juara I M. Farhan Daniswara TK Diponegoro 25 Kab. Banyumas Juara II Nasya Zulfatul Ulya TK Islam Al Hidayah Kab. Kudus Juara III M. Husnin Nidzom TK PKK Guyangan Kab. Pati Harapan 1 Intan Syafaatun Nisa TK Mekarsari Kalibeji Kab. Semarang Harapan 2 Deviana Astari TK Aisyiyah III Kab. Wonogiri Harapan 3 Cahya Umaira Muha TK Pertiwi I Gondang Kab. Sragen

B LOMBA PRAKTIK SHOLAT WAJIB

Juara I Mubdi Ul Arief TK Pertiwi Undaan Kab. Kudus Juara II M. Iman Nurrosidin TK Diponegoro 114 Kab. Banyumas Juara III Setiyawati Radinka P TK Pertiwi Kab. Pati Harapan 1 RifqaI Kafatur Rahma TK Handayani Kab. Kendal Harapan 2 Ni’matul Maula TK Salafi yah Moga 3 Kab. Pemalang Harapan 3 Karunia Dyah Noviana TK PGRI Klampok Kab. Banjarnegara

C LOMBA PEMILIHAN DAI CILIK

Juara I Zazqiana Lutfi ana Rosyada TK Masyitoh Rejosari Barat Kab Batang Juara II Fajar Irwan Saputra TK Al Masyitoh, Kedungtulup Kab Rembang Juara III Naszrieal Ibrahim TK Aisyiyah Kemiri Kab Purworejo Harapan 1 Aisya Kencana Ungu TK Islam Teladan Tarbiyatul Banin II Kota Salatiga Harapan 2 Amanda Nabila Rahma TK Muslimat NU Gembong Kab Pekalongan Harapan 3 Adinda Salsabilla Alya Petra TK Negeri Pembina 2 Purwokerto Kab Banyumas

D LOMBA MEWARNAI KALIGRAFI

Juara I Raditya Saputra Fatah TK Muslimat NU Ibnu Kholdun Kab. Pekalongan Juara II Annisha Nur Aprilyanti TK Aisyiyah I Sudagaran Kab. Wonosobo Juara III Farel Faiz Maulana TK ABA 11 Bae Kab. Kudus Harapan 1 Maheswari Rindika Cahyani TK Kemala Bhayangkari 35 Kab. Kendal Harapan 2 Tsoraya Balqis Jazuli TK Islam Al-Qobul Kab. Semarang Harapan 3 Aulia Cahya Kamila TK NegeriPembina Kab. Brebes

GRAFIS DJATI

Gebyar Pendidkan Agama Islam TK Tahun 2015 merupakan keg-iatan pertama yang di-laksanakan di Jateng, menampilkan berba-gai jenis mata lomba yang terkait dengan as-pek pembinaan iman, taqwa , dan akhlak mulia diantaranya yaitu (1). Tahwidz ( Hafalan ) Quran surat pendek, (2).Praktik Sholat Wajib (3).Pildacil ( Pemilihan Dai Kecil ), (4).Mewarnai Kaligrafi .

Hasil penyelenggaraan Gebyar Pendidikan Agama Islam pada Taman Kanak-Kanak tingkat Provinsi Jawa Tengah sebagaimana ter-tuang dalam Keputusan Dewan Juri tentang Pemenang Gebyar PAI TK tahun 2015 adalah seperti pada grafi s di

samping ini : geriPeembinna Kab. Brebes

GRAFIS DJATI

(14)

Bidang

URAI S

Perkawinan adalah ikatan

lahir batin antara seorang

pria dan seorang wanita

sebagai suami istri dalam

rumah tangga atau keluarga

yang kekal dan bahagia

berdasarkan ketuhanan

yang Maha Esa. Perkawinan

dilaksanakan dalam rangka

membentuk keluarga yang

sakinah

mawaddah wa

rahmah

N

amun rencana manusia tidak semua sesuai harapan, terka-dang pernikahan yang sudah terjalin dengan baik putus di tengah jalan

dengan terjadinya talak dan perceraian, meskipun hal tersebut tidak dilarang dalam agama tetapi Allah sangat tidak berkenan.Faktor penyebab terjadinya talak atau perceraianantara lain dipen-garuhi oleh kematangan usia, tingkat pemahaman agama, faktor ekonomi, faktor lingkungan.

Kedewasaan menjadi penting da-lam memulai perkawinan. Seorang dianggap dewasa bila sudah berusia 21 tahun sebagaimana diatur dalam PMA 11 tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah bahwa catin yang belum genap berusia 21 tahun harus mendapat ijin orang tua. Meskipun batas minimal usia catin pria 19 tahun catin wanita 16 tahun, masih juga terjadi catin menikah di bawah batas usia mini-mal dengan dispensasi kawin dari pengadilan. Data dispensasi kawin

tahun 2014 dari pengadilan yang kami dapat dari PTA Semarang sebanyak 3.132 peristiwa, belum lagi catin di bawah umur yang dirubah datanya oleh pemerintah setempatagar me-menuhi batas usia minimal yang tidak terdeteksi jumlahnya. Dalam usia dini, mereka harus melepaskan masa remaja dan masa sekolah menuju masa berumahtangga, perubahan kondisi itu tentunya harus diikuti dengan pe-rubahan mental dengan memahami dan rela meningglkan masa remaja, bila teman sebayanya masih duduk di bangku sekolah dan masih bebas bermain dengan teman sebanyanya, dia harus melepaskan masa masa tersebut. Bagi mereka yang tidak bisa memahami perubahan kondisi dan tidak mempunyai persiapan mental yang kuat, maka akan terjadi problem

Oleh : H. Zainal Fatah, M.S.I

BP 4

(15)

Bidang

URAI S

dalam rumah tangganya, dan mereka yang tidak bisa mengatasi permasala-han rumahtangganya akan berakhir dengan putus perkawinannya.

Dasar agama juga merupakan pondasi yang kuat dalam membangun rumah tangga, karena dengan landasan agama pelaksanakan perkawinan merupakan bagian dari pengamalan ibadah da-lam bidang munakahat.Mereka yang pondasi agamanya kuat bisa men-genggam ikatan pernikahan dengan sebaik-baiknya karena merupakan bagian dari pengamalan ibadahnya. Bagi pasangan nikah yang pondasi agamanya lemah, mereka tidak kuat menggengam ikatan pernikahan, mu-dah terpengaruh dengan godaan yang datang, mudah goyah ketika ada badai menerjang, seringkali mengakhiri perjalannan rumahtangganya dengan perceraian

Tingkat ekonomi juga berpengaruh pada permasalahan keluaraga.Keluarga yang tingkat ekonominya serba kekuran-gan, sering terjadi saling menyalah-kan. Dalam rangka untuk mencukupi kebutuhan ekonomi,terkadang salah seorang menjadi TKI atau TKW bekerja ke luar negeri, lalu muncul pertanyaan, bagaimana keluarga bisa sakinah kalau pasangan suami istri itu yang satu di rumah dan yang satunya di negeri entah berantah.

Hasil bekerja di luar negeri dikirim ke keluarga di tanah air untuk mencukupi kebutuhan rumahtangga,maka secara ekonomi kebutuhan tercukupi tetapi secara biologis masih mengalami ke-hampaan. Karena kebutuhan biologis juga penting dan hal tersebut wajar dan manusiawi, terkadang dana yang diterima disalahgunakan untuk hal yang tidak baik, bahkan ada yang digunakan untuk mencari pasangan baru, kondisi seperti ini tak jarang berakhir dengan putusnya perkawinan.

Demikian juga bila tingkat ekonomi tidak seimbang, dimana istri yang bekerja membantu suami mencari nafkah penghasilannya lebih banyak dari suami.Karena istri lebih mampu mencukupi kebutuhan keluarga dan kebutuhannya sendiri,sering merasa bangga dan menyombongkan diri sehingga lupa posisinya adalah is-tri yang harus menghormati suami, terkadang kesombongan itu menutup

kesadarannyasampai bertindak yang melecehkan kemampuan suami, apalagi kalau penghasilan suami tidak mencukupi, sering terjadi istri mengajukan gugat cerai ke pengadilan dan memilih hidup sendiri sebagai single parent dari pada menghidupi suami.

Lingkungan juga ikut mempengar-uhi kehidupan keluarga, tayangan media televisi, media sosial sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat, apa yang dilihat di televisi dan media sosial lain menjadi gaya yang diikuti masyarakat. Infotainment tentang kehidupan artis, gaya hidup glamor selebritis dan para sosialita diikuti oleh sebagian masyarakat, dimana gaya hidup seperti itu terka-dang tidak cocok dengan nilai nilai masyarakat. Bila dalam keluarga tidak kuat menghadapi gaya hidup pasan-gannya, maka sering terjadi percek-cokakan dan perselisihan paham, dan berakhir dengan perceraian.

Angka perceraian di Jawa Tengah tahun 2014 sangat fantastis, berdasar-kan data PTA Semarang,terdapat cerai talak sebanyak 21.707 dan cerai gugat sebanyak 50.042, jika ditotal dua perkara tersebut, terdapat 71.748 perkara putus-nya perkawinan. Kalau dibandingkan dari jumlah peristiwa nikah pada tahun yang sama sebanyak 330.825 peristiwa, maka prosentasi perceraian sebanyak 21,68 % dari angka pernikahan. Hal ini menjadi permasalahan yang sangat urgen untuk dibahas, dimana tujuan keluarga kekal dan bahagia kurang berhasil, masih terdapat keluarga yang putus bercerai.

Padahal keluarga merupakan bagian terpenting dalam menguatkan suatu bangsa, maka fungsi keluarga harus dikuatkan, karena dari keluarga yang baik dan kuat akan terwujud masyarakat yang baik dan kuat pula, dan dari masyarakat yang baik dan kuat akan terwujud bangsa yang baik dan kuat, dan dari bangsa yang baik dan kuat akan terwujud negara yang baik dan kuat. Maka penguatan fungsi keluarga menjadi penting dalam rangka mewujudkan cita cita besar negara yang baik dan kuat.

Dari sinilah bisa dilihat bahwa meles-tarikan keluarga menjadi tugas negara, maka negara harus menganggarkan

program pelestarian keluarga baik melalui PNBP NR maupun APBN sebagai bentuk tanggungjawab pe-merintah.

BP4 sebagai stoper perceraian

Meningkatnya angka perceraian harus diantisipasi lebih dini dengan mengadakan langkah langkah kong-krit yakni memberikan pembekalan kepada calon pengantin dan remaja usia nikah dengan bekal keagamaan yang memadai dan bekal penguatan ekonomi.Pemberian bekal tersebut bisa melalui mata pelajaran di Sekolah atau Madrasah, atau mata kuliah di Perguruan Tinggi ataumateri bim-binganpernikahan dalam kursus calon pengantin atau kursus pra nikah dari lembaga BP.4 atau lembaga kursus yang lain. Harapannya mereka yang akan menikah sudah memahami hak dan kewajiban suami istri, tanggung jawab, serta mempunyai rencana upaya mencukupi kebutuhan rumah tang-ganya. Langkah langkah tersebut harus didukung dengan informasi media tentang langkah langkah pemben-tukan keluarga yang sakinah.

Kemudian Pemerintah melalui Kementerian Agama,memberdayakan BP4 sebagai lembaga yang mempunyai peran membina dan memberikan nasehat dalam melestarikan keluarga. dengan menyiapkan tenaga Konselor bagi mereka yang mempunyai masalah keluarga denganmemberikan pem-binaan, penasehatan dan pelestarian perkawinan dan juga menyiapkan Mediator untuk memberikan solusi bagi mereka yang berperkara di pe-ngadilan.

Tidak kalah penting adalah regulasi yang mengikat kepada masyarakat yang akan melangsungkan perkawinan agar mengikuti kursus pra nikah terlebih dahulu untuk mendapatkanmateri ten-tang pembinaan keluarga sehingga bisa memahami hak dan kewajiban suami istri, serta tanggung jawab keluarga. Dan bagi mereka yang akan berperkara di pengadilan diharuskan mendapat bimbingan, penasehatan, saran serta solusi dari BP4 terlebih dahulu agar tidak semua permasalahan keluarga diselesaikan di pengadilan.

(16)

Mengapa Aku Harus Tunduk?

Pada prinsipnya Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya, yaitu laki-laki dan perempuan (Kejadian 1:26-27).Allah menciptakan perempuan sebagai penolong; seba-gaimana Firman Tuhan berkata: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri-saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kej. 2:18).

1. Penciptaan Wanita

Kejadian 2:21-22 dikatakanAllah mem-bangun seorang perempuan, yang diambil dari salah satu rusuk Adam. Maksud pernyataan ini adalah, perempuan meru-pakan bagian dari laki-laki, sehingga wanita tidak lebih rendah ataupun lebih tinggi dari seorang laki-laki. Joice Coon dkk (1978, 97) memberikan pandangan-nya: “Perempuan diciptakan menurut gambar Allah. Ia berharga, sama seperti laki-laki. Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan kesanggupan untuk melakukan hal-hal yang berlainan. Mereka seharusnya saling menolong. Laki-laki mendapat tugas menjadi kepala. Perempuan mendapat tugas menjadi penolong yang sepadan bagilaki-laki. Sekalipun demikian tugasnya sebagai penolong tidak mengubah harga dirinya. Allah menciptakan dia sebagai seorang yang berharga. Ia sama berharganya sep-erti seorang laki-laki. ”Jadi laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama, bahwa keduanya adalah pribadi yang berharga dimata Allah. Gambar Allah secara lengkap bukan hanya ditunjuk-kan melalui satu gender, tetapi laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling melengkapi dan berdampingan.

Dalam pengajarannya di Galatia 3:28, Rasul Paulus mengatakan bahwa kedudukan wanita di hadapan Allah adalah sama, walaupun jika ditinjau dari sudut pandang Yudais medan Yunani-Romawi apa yang dikatakan Paulus sangat berlawanan dengan bu-daya yang berkembang pada saat itu, namun Firman Tuhan dengan jelas telah menjelaskan tentang kedudukan laki-laki dan perempuan di mataTuhan.

2. Pengertian isteri

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988, 341) isteri adalah: “wanita (perempuan) yang telah nikah atau yang bersuami; bini; wanita yang telah

dinikahi”. Menurut Lon Adam (2009, 6-7) arti seorang isteri adalah: “Seorang yang penuh hikmat dan bijaksana, memiliki pikiran yang positif, berkepala dingin, disiplin dan mencintai suami dan anak-anaknya, memiliki pengendalian diri, murni, rajin mengurus rumah tangga, baik hati, mampu menyesuaikan diri dan taat kepada suami, sehingga Firman Tuhan tidak di hujat.” Dari pernyataan tersebut member pengertian bahwa seorang isteri harus dapat menempatkan diri dengan benar sesuai kebenaran Firman Tuhan sehingga namaTuhan dipermuliakan.

3. Pengertian tunduk berdasar Efesus 5:22

Dalam Perjanjian Baru, ada banyak dijumpai nasihat bagi isteri untuk tun-duk dan taat terhadap kepemimpinan suaminya (1 Kor. 11:3-15; 14:34-36; Ef. 5:22-23; 1 Tim. 2:9-5; 1 Pet. 3:1-6). Tunduk menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (elektrik) adalah: takluk; patuh; menurut (perintah, aturan). Efesus 5:22-33, jika dilihat dari subyek dan objeknya maka didapatkan 2 aspek, yaitu pelaku atau subjek dan yang dikenai pekerjaan atau objek. Tunduk dalam Efesus 5:22-33, bu-kanlah berbicara tentang penundukan yang sepihak, tetapiada kerjasama antara suami dan isteri yang tercakup dalam keluarga. Tanggung jawab itu terletak kepada suami maupun isteri, dan masing-masing bertanggung jawab kepada Allah. Sehingga penudukan isteri akan dapat terwujud secara efektif jika kedua belah pihak menyikapi dengan benar.

Barclay menyatakan: “Dalam pen-gajaran kekristenan dikenal dengan kewajiban timbale balik. Maksudnya bukan hanya pada satu sisi saja ter-jadi sebuah kewajiban, namun suami dan isteri haruslah mempunyai hak yang sama pentingnya, dimana antar hak dan kewajiban ada pada setiap orang dan menjadi tanggungjawab bersama”(Barclay, 2004, 245). Sehingga dapat dikatakan bahwa tunduk adalah dengan rendah hati dan kerelaannya, menghargai dan mentaati suaminya di dalam Tuhan yang dilakukan dengan rendah hati. Namun demikian tidak ada rasa yang lebih tinggi atau lebih rendah, tidak ada yang harus lebih dihormati atau kurang dihormati.

Tetapi arti tersebut memiliki posisi yang sama dan setara. Dalam sebuah penundukan ada sikap merendahkan diri, ketaatan, kepatuhan, penaklukan seseorang kepada yang lain.

Bentuk tunduk seorang isteri kepada suami yang seharusnya adalah sep-erti Kristus yang tunduk kepada Bapa. Sehubungan dengan ketaatan dalam ayat 21, menunjukkan bahwa wanita bukan hanya taat kepada suami, tetapi suami pun harus mengasihi isterinya seperti halnya Kristus mengasihi jemaat-Nya. Jadi isteri harus tunduk kepada suaminya, namun suami harus men-gasihi isterinya dan memperlakukan-nyadengansegalakebaikan (Barclay, 2004, 246). Ketika seorang suami men-gasihi isterinya sebagaimana Kristus mengasihi gereja-Nya (Efesus 5:25-33) maka tunduk adalah respon alamiah kepada kepemimpinan dalam kasih dari isteri kepada suaminya.

Kata tunduk merupakan kata kerja yang berbentuk terus menerus. Ini berarti bahwa tunduk kepada Tuhan, pemimpin, dan suami, bukanlah tindakan yang di-lakukan satu kali, melainkan sikap yang terus menerus ada dalam pikiran dan menjadi pola tingkah laku orang-orang percaya. Menurut Todd Elefson (tt, 24), tunduk berarti: “Ikut kepemimpinan suami, bukan karena hak suami atau karena suami adalah raja atau karena isteri lebih rendah atau karena suami orang yang baik. Isteri memilih tun-duk dengan sukarela karena takut akan Tuhan. Saat isteri taat kepada suami maka ia sedang memenuhi rencana Allah bagi sebuah lembaga pernikahan yang dibentuk Allah.” Namun demikian penundukan seorang isteri bukan be-rarti setiap keputusan suami sebagai pemimpin harus ditaati dan dilakukan tanpa memakai hikmat. Penghargaan, ketaatan dan kepatuhan yang di tunjuk-kan isteri saat tunduk kepada suaminya harus dilakukan dalam takut akan Tuhan. Pada saat melakukannya bukannya tanpa hikmat, namun harus melihat apakah ketaatan dan bentuk penun-dukan ini sesuai atau justru berlawa-nan dengan Firman Tuhan. Untuk itu Firman Tuhanlah yang menjadi tolok ukurnya.

(17)

Bimas Katolik

Beriman

“ CTM”

Pembimas

Katolik

Beriman “CTM” ? Apa

pula itu? Tentu saja jangan

dibayangkan bahwa “CTM”

di sini semacam obat tidur

yang membuat orang lalu

lembek tertidur tanpa

kesadaran penuh, bukan!

“ CTM” adalah singkatan

dari Cerdas, Tangguh dan

Missioner!

J

adi, beriman “CTM” tidak berarti beriman lembek dan bikin ter-tidur, melainkan beriman yang bangun, bangkit, bergerak, dengan segala kreativitas, keberanian, keda-laman, ketangguhan dan keyakinan melalui kesaksian hidup yang kita berikan.

Cerdas bukan hanya karena akal budi, kepandaian atau ketrampilan manusiawi. Beriman yang cerdas be-rarti secerdik ular setulus merpati. Kecerdikan bukan untuk menipu dan

ngakalin orang lain, tetapi kecerdasan untuk tetap dalam segala situasi hidup, utamanya dalam situasi yang sulit dan buruk sekalipun. Kecerdasan

itu dilandaskan pada ketulusan hati yang suci dan murni serta terarah pada kehendak Allah! Itulah yang dimaksudkan dengan beriman cerdas. Cerdas juga berarti kreatif-konstruktif dalam keterbukaan kepada siapapun, yang berkehendak baik maupun yang berkehendak tidak baik.

Tangguh berarti tidak mudah me-nyerah, apalagi putus asa,melainkan untuk berdaya tahan dan kreatif dalam-mewujudkan kebenaran. Iman yang tangguh dan mendalam tidak dalam rangka menyerang dan menghancurkan yang lain, melainkan dalam rangka memberdayakan dan memberi kesak-sian tentang hal yang baik, benar,suci yang ada dalam setiap keagamaan, kebudayaan dan kehidupan.

Justru karena itu, iman yang cerdas dan tangguh bersifat missioner! Iman dihayati dalam kerelaan bersaksi da-lam kehidupan konkrit. Maka iman itu

militan. Militansi iman bukan dalam rangka melawan dan menghancurkan yang lain melainkan dalam rangka mewartakan kebenaran, keadilan, ke-baikan, kesucian dan kesejahte raan. Beriman cerdas tangguh dan mission-er tidak tmission-erjadi dalam lingkup intmission-ernal dan dalam ruang tanpa perjumpaan dengan yang lainnya, melainkan justeru terjadi secara sempurna dalam kebersa-maan dan keberagaman. Mentalitasnya bukan mentalitas tertutup merasa senang dan nyaman diruang privat, melainkan dalam medan hidup har-ian yang ditandai dengan berbagai tantangan di tengah keberagaman. Mentalitasnya bukan mentalitas ter-tutup, melainkan dengan keterbu-kaan inklusivitas di tengah pluralitas. Akhirnya, “Berikanlah Hatimu Untuk Mencintai dan Ulurkanlah Tanganmu untuk Melayani”. (*)

(18)

Bimas Hindu

Spiritual Hindu dalam Konteks

BUDAYA LOKAL

Kehidupan beragama

yang ada pada agama

Hindu muncul dengan

budaya, tradisi di

masyakat. Ini dapat

terlihat pada setiap

pelaksanaan upacara

keagamaan, selain hari

besar Hindu juga ada

upacara yang bersifat

tradisi seperti, upacara

mondosio di Candi Ceto,

upacara Dukutan di

Candi Mengung, masih

banyak yang lainya dan

salah satu diantaranya

adalah upacara Ruat

Punden di Jurang Jero,

Kabupaten Wonosobo.

P

ada tanggal 23 Maret 2015 setelah Hari Raya Nyepi tahun caka 1937. Umat Hindu Jurang Jero tepatnya di Pura Girimulyo desa Candiyasan, Kabupaten Wonosobo, mengadakan upacara Ruatan Punden. Upacara Ruatan Punden merupakan salah satu nilai tradisi keagaamaan Hindu yang sudah berlangsung turun temurun. Upacara ini dimaksudkan untuk membersihkan Punden “Kawitan” agar selalu terjaga kelestarianya.

Pelaksanaan upacara Ruatan pada malam tanggal 22 Maret 2015, mer-upakan upacara inti untuk ritual pembersihan serta penyelarasan manusia dengan leluhur dan alam semesta. Upacara ini di pimpin oleh seorang Pendeta Hindu yaitu Romo Prawira Dharma Telabah yang juga disebut Romo Dieng. Sarana yang digunakan dalam

upacara tersebut murni menguna-kan hasil panen dan penghasilan yang didapat dari daerah Jurang Jero Wonosobo. Hal ini dimak-sudkan untuk menyampaiakan rasa syukur pada Punden yang telah menjaga wilayah Jurang Jero. Upacar Ruatan dimulai dari jam 21.00 WIB s.d. dinihari.

Ritual Ruatan Punden “Upacara Inti” ini dihadiri oleh pemerintah desa sebagai pengayom masyarakat dalam menata masyarakat, umat Hindu sebagai penghormatan kepa-da Guru Wisesa “ pemerintah.

Pada kesokan harinya dilaksana-kan upacara penyaksian bahwa telah terlaksana kegiatan Ruat Punden yang dihadiri oleh DPRD, Camat, Kepala Desa dan undangan dari Parisada Provinsi dan Pembimas Hindu Jawa Tengah. Pada acara tersebut dihadirkan kesenian tradisi daerah setempat yang merupakan tari kebesaran dalam menyambut Ruatan Punden.

Pembimas Hindu Jawa Tengah menyampaikan bahwa Agama Hindu mengajarkan Desa Kala Patra, Desa artinya Tempat dimana ter-jadinya upacara tradisi atau tradisi

upacara masyarakat setempat, Kala Artinya Waktu Pelaksanaan, dan Patra artinya Tradisi yang dilaku-kan. Hal ini yang harus diangkat dan dikembangkan agar tidak punah ditelan waktu. Karena ini merupakan budaya adiluhung masyarakat Hindu lokal. Lebih lan-jut Pembimas mengatakat bahwa Budaya Wawancara yang artinya Setiap daerah mempunyai budaya tradisi masing-masing, ini adalah yang harus terus dikembangkan agar kedepan generasi muda tidak lupa dengan budaya dan tradisi.

Spiritual Hindu dalam konteks budaya lokal, merupakan bagian dari ajaran agama Hindu yang sudah menjadi tradisi pada masyarakat jawa sehingga Hindu mempunyai warna dalam setiap upacara, karena dalam kontek agama, agama berkembang dengan budaya setempat bukan agama yang merubah budaya tradisi. Hindu dengan berbagi tradisi yang ada pada umat Hindu di Indonesia semua bernaung dalam satu kes-atuan Hindu Dharma yang nama lembaganya adalah Parisada Hindu Dharma Indonesia.

(19)

Bimas Buddha

Pembinaan Penyuluh Agama

Buddha Non PNS

Pembangunan agama

memiliki peran penting

dalam mewujudkan

kondisi moral, etika,

serta spiritual bangsa

Indonesia. Pembangunan

agama merupakan salah

satu upaya pemenuhan

hak dasar rakyat

dalam melaksanakan

ibadah sesuai dengan

keyakinannya.

S

ebagaimana diatur UU 1945 yang menegaskan bahwa negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menu-rut agama dan kepercayaannya itu. Pembangunan agama bukan hanya usaha untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan, pemahaman, serta pengamalan ajaran agama, melainkan juga ditujukan untuk membangun masyarakat yang memiliki kesadaran akan adanya realitas sosial tentang nilai-nilai keberagaman (atau ke-bhinnekaan) dan memahami makna kemajemukan sosial.

Berbagai langkah kebijakan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah, antara lain, mencakup peningka-tan kualitas pelayanan keagamaan untuk kemudahan kepada seluruh lapisan masyarakat dalam men-jalankan ibadah dan kebutuhan ritual keagamaan lainnya.

Pemerintah telah pula menjadi mediator terwujudnya suasana harmonis yang aman dan damai. Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kehidupan beragama melalui pembangunan sarana dan prasarana keagamaan berupa ru-mah ibadah, telah dilakukan pula

pendidikan dan pelatihan serta penyediaan bantuan operasional kepada penyuluh agama, penyem-purnaan materi penyuluhan agama, pelaksanaan pendidikan agama di sekolah umum, peningkatan jumlah dan kualitas guru agama, penyempurnaan mata pelajaran agama yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sosial, pengadaan kitab suci, pembinaan dan pem-bimbingan untuk pembentukan keluarga harmonis, pendidikan dan pelatihan kepada pengelola dana sosial keagamaan, serta bantuan sertifi kasi untuk tanah wakaf, tanah gereja, pelabapura, dan vihara.

Sementara itu, untuk meningkat-kan peran dan fungsi lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dilakukan pelatihan mana-jemen kepada pengelola lembaga, bantuan sarana dan prasarana, serta block grant untuk kegiatan operasional. Peran sosial kemasyarakatan lem-baga pendidikan keagamaan cukup strategis, terutama bagi masyarakat miskin dan di daerah perdesaan serta daerah terpencil.

Oleh karena itu, lembaga pen-didikan keagamaan telah pula melakukan pendidikan umum untuk ikut menyukseskan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Kegiatan lainnya berupa bantuan usaha ekonomi produktif, pengadaan alat keterampilan dan pelatihan kewirausahaan, bantuan operasional dan pemeliharaan fasilitas pendidi-kan, sosialisasi hasil kajian dinamika masyarakat, penyelenggaran lomba, sayembara dan festival.

Harapan bahwa agama menjadi landasan moral, etika, dan norma dalam berperilaku belum sepenuh-nya dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Peningkatan kualitas pelayanan keagamaan dilaksanakan, antara lain, melalui pemberian bantuan penyediaan fasiltas peribadatan,

pembinaan dan pembimbingan termasuk bantuan operasional pe-nyuluhan dan penerangan agama baik kepada masyarakat maupun bagi peserta didik, pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan wa-wasan penyuluh dan juru penerang agama, peningkatan efektivitas dan efi siensi pengelolaan dana sosial keagamaan.

Kegiatan penelitian dan pengem-banngan agama dimaksukan untuk menyediakan data dan informasi bagi pengembangan kebijakan pemban-gunan agama, penyediaan data dan informasi bagi masyarakat dalam rangka mendukung tercapainya program pembangunan agama.

Dari uraian di atas jelas bahwa kinerja pembangunan bidang agama belum dapat secara opti-mal mendukung pencapaian sasa-ran makro agenda pembangunan nasional. Hampir seluruh sasaran pembangunan bidang agama bersifat kualitatif, yang merupakan ben-tuk sinergi dari kinerja berbagai bidang pembangunan. Oleh karena itu, pembangunan bidang agama tidak dapat berdiri sendiri, harus sejalan dengan pembangunan bidang lainnya. Sesuai dengan tantangan dan permasalahan yang dihadapi, serta berdasarkan hasil-hasil yang telah dicapai, diperlukan tindak lanjut dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan beragama yang meliputi (1) peningkatan kualitas pelayanan dan pemahaman agama serta kehidupan beragama dan (2) peningkatan kerukunan intern dan antarumat beragama.

Langkah kebijakan pada masa yang akan datang untuk meningkatan kualitas pelayanan dan pemahaman agama serta kehidupan beragama akan dilakukan penyempurnaan materi penyuluhan dan tenaga pe-nyuluh agama serta memperbaiki pelayanan keagamaan lainnya.

(20)

Khonghucu

Makna Sembahyang Musim Panas

Sembahyang ke Hadirat

Tian, telor berdiri tegak

lurus, sesaji

bakcang

wecang

dan festival

perahu naga senantiasa

terkait dalam hari besar

keagamaan Khonghucu

yang biasa masyarakat

kenal dengan sembahyang

Duan Yang / Duan Wu /

Twan Yang/ Pek Cun / Bai

Chuan, yang setiap tahun

dilakukan pada tanggal 5

bulan 5 Imlek/ Kongzi Li.

Pada tahun ini bertepatan

dengan tanggal 20 Juni

2015.

S

ejak beribu ribu tahun yang lalu umat manusia melaku-kan sembahyang kepada Tian, ada beberapa sembahyang besar musim yang harus dijalankan, salah satunya Sembahyang Besar Musim Panas, yang dilakukan pada tanggal 5 bulan 5 Kongzi Li/ Imlek, meru-pakan upacara sembahyang besar kepada Tian, dengan rasa sujud, hormat, mensyukuri segala berkah karunia Tian dan eling ingat akan kebesaran kuasa Nya, semua be-rawal dan akan berpulang kepada Nya, eling Tian Maha Kuasa , Maha abadi hukumNya.

Sembahyang Jiao

Upacara sembahyang Jiao ialah persembahan syukur besar kepada Tian (Li Ji XXI.18). Pada jaman sebelum Nabi Kong Zi upacara sem-bahyang Tian dilakukan di Tian Tang yang di pimpin oleh seorang Kaisar/ Raja, yang diikuti oleh seluruh rakyat. Nabi Kong Zi mengajarkan rakyat un-tuk sembahyang dan menempatkan altar Tian di tempat tempat ibadah,

sejak itu di depan rumah, rumah ibadah, tempat ibadah diletakkan tempat dupa.

Melakukan sembahyang kepada Tian, merupakan bagian dari iba-dah, merupakan perwujudan Iman umat Khonghucu, dengan sepenuh

Imanmenya dari adanyaTuhan Yang MahaEsa, seperti yang disabdakan Nabi Kong Zi:

“Sungguh Maha Besarlah Kebajikan GuiShen Tuhan yang Maha Rokh; Dilihat tiada nampak, didengar tiada terdengar, namun tiap wujud tiada yang tanpa Dia; Demikianlah menjadikan umat manusia di dunia berpuasa, membersihkan hati dan mengenakan pakaian lengkap sujud bersembahyang kepadaNya. Sungguh Maha BesarDia, terasakan di atas dan di kanan-kiri kita; KenyataanTuhan Yang Maha Rokh itu tidak boleh diperkirakan, lebih-lebih tidak dapat ditetapkan.” (Zhong Yong VX)

Sembahyang ini dilakukan dengan menggunakan altar untuk Tian, di-lakukan di rumah ibadah, ditempat ibadah, Kelenteng, Miao, Bio, Litang, dan lain lain.

Duan/ Twan

Duan/ Twan artinya lurus, terke-muka, terang, yang menjadi pokok atau sumber .

Yang artinya sifat Positif atauMa-tahari, jadi Duan Wu / Twan Yang adalah saat matahari memancarkan cahaya yang paling keras. Hari raya ini juga disebut Duan Wu / Twan Ngo, Ngo artinya saat antara jam 11.00 – 13.00, sembahyang dilakukan tepatnya adalah saat tengah hari.

Pada saat Duan Wu/ Twan Yang, matahari benar-benar melambang-kan curahan rahmat Tian, cahaya matahari adalah sumber kehidupan, lambang rahmat dan kemurahan Tian atas manusia dan segenap makhluk di dunia. Maka saat Duan Wu/ Twan Yang saat yang tepat untuk bersuci hati, bermandi, bersujud menyampai-kan sembah syukur kepada Nya.

Diyakini sebagai puncak rahmat Tian sehingga timbul kepercayaan merupakan saat segala mahluk dan-benda akan mendapatkan curahan karunia yang paling besar, orang percaya bahwa daun ramuan obat-obatan yang dipetik saat itu sangat

Oleh: Ws Dra Lucia Herawati

(21)

Khonghucu

Upacara sembahyang Tian

Telur yang bisa berdiri.

besar khasiatnya.

“ Pada waktu sembahyang kepada TianTuhan Yang Maha Rokh, hayatilah akan kehadiranNya. Kalau Aku tidak ikut sembahyang sendiri, Aku tidak merasasudah bersembahyang.” (Lun Yu SabdaSuci III :12)

Umat Khonghucu berusaha melaku-kan sembahyang di manapun berada. Sembahyang Go Gwee Cee Go /Wu Yue Chu Wu atau hari raya tanggal 5 bulan 5 Kongzi Li/ Imlek kita ke-nal dengan Duan Wu / Duan Yang, di masyarakatjuga dikenal dengan PekCun / BaiChuan, di mana-mana dilakukan pesta rakyat untuk mem-peringati dan merayakannya.

Telor dapat berdiri tegak merupa-kan peristiwa yang dapat terjadi, bukan karena mistik, telor ayam, bebek atau burung dan sejenisnya biasa kita temui dalam kehidupan sehari hari yang akan rebah jika diletakkan di atas bidang yang datar, tetapi pada tanggal 5 bu-lan 5 tahun Kongzi li telor dapat berdiri tegak.

Karena gravitasi bumi sesuatu benda akan jatuh ke tanah, pada suatu saat matahari bumi bulan be-rada pada satu garis, terjadi adanya gaya tarik menarik dari dua arah, gaya tarik matahari dan bulan, telor merupakan salah satu alat yang digunakan untuk membuktikan adanya fenomena alam yang ter-jadi 1 kali dalam satu tahun, pada tanggal 5 bulan 5 Kongzi Li.

Peristiwa ini merupakan peristiwa

alam, hukum alam yang menunjuk-kan kuasa Tian, maka umat manu-sia melakukan sembahyang sujud syukur untuk mengingat Tian Maha Kuasa, umat manusia takut akan Firman Tian, berusaha menjalankan hidup sesuai dengan tuntunan aja-ran agama.

Di berbagai kota di belahan dunia baik di Indonesia dan dimanapun di negara negara dimana tinggal umat Ru umat Khonghucu, pada tanggal 20 Juni 2015 masyarakat mengadakan upacara sembahyang besar ke Hadirat Tian dan mer-ayakan festival perahu naga yang disertai berbagai kegiatan sosial, berbagai lomba mendirikan telor dan mendayung perahu.

Karena waktunya bersamaan untuk mengenang Qu Yuan seringnya di adakan di dekat sungai besar atau pantai. Kemeriahan yang semakin

semarak dari tahun ke tahun, keg-embiraan yang terjadi, kita syukuri karena ternyata membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, meningkatkan nilai sosialekonomi dan budaya, bahkan dibeberapa kota menjadi agenda tetap pemerintah daerah karena dapat menjadi daya tarik tersendiri, meningkatkan sek-tor pariwisata.

Umat Khonghucu ingin menjadi bagian dari anak bangsa yang ikut berperanan dengan meningkatkan nilai positifdari penyelenggaraan hari besar Keagamaan Khonghucu bagi bangsa dan negara. Tetapi dibalik kemeriahan dan pesta rakyat yang terjadi, kiranya makna ritual yang mendasari sangat lebih berarti untuk dipahami masyarakat dan dijalan-kan oleh umat Khonghucu, sebagai Hari Raya Agama Khonghucu, saat umat Khonghucu bersujud syukur atas rahmat Tian dan eling bahwa Tian Maha Kuasa, saat memohon agar alam dan segenap mahkluk terpelihara.

Dengan memupuk ingat Eling pada Tianakan membawa umat manusia untuk hidup lebih baik dari hari ke hari, kiranya memperkuat Iman adanya Tian Tuhan dengan segala sifat Nya.

Kesimpulan :

Duan Yang/ Duan Wu merupa-kan salah satu hari raya agama Khonghucu, merupakan saat suci sembahyang ke Hadirat Tian

Duan Yang / Duan Wu sering dike-nal dengan pek Cun / Bai Chuan, karena diselenggarakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, untuk mengenang Qu Yuan, yang diteladani semangat cinta pada negara, semoga umat agama Khonghucu dapat menjadi warga negara Indonesia yang baik.

(Daftar Pustaka : Si Shu , 1970, Sala; Matakin Li Ji Kitab Kesusilaan, 2015; Kemenag Republik Indonesia; TjhieTjayIng,Xs; 2006; Panduan Pengajaran Dasar Agama Khonghucu, Sala, Matakin Wikipedia

(22)

Dinamika

Dinamika

Daerah

Daerah

BATANG

Kemenag Bantu TMMD

Reguler ke-94

KEPALA Kankemenag Kabupaten Batang Noor Rosyid pada 14 Mei lalu menghadiri acara Pembinaan Keluarga Sakinah bagi Remaja Pranikah dan Penanggulangan Bahaya ISIS yang merupakan rangkaian kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-94 Tahun 2015 Wilayah Kodim 736 Batang di Desa Amungrogo Kecamatan Limpung Kabupaten Batang, yang dihadi-ri Danramil Limpung dan Jajarannya,Muspika Kades Amongrogo.

Dalam sambutannya Kakankemenag Noor Rosyid men-gatakan, melalui TMMD Reguler, Kemenag beserta TNI dan Rakyat membangun desa, baik fi sik dan non fi sik secara seimbang. Secara fi sik Kemenag memberikan bantuan sembako berupa beras dan uang Rp. 50 ribu untuk 80 senilai Rp.8 000 000,- yang bersumber dari UPZ Kankemenag, keramik 150 sak dan semen50 sak senilai Rp. 11 250 000,- yang bersumber dari UPZ Kankemenag untuk TPQ dan Madin,Al Quran, Tafsir,Juz Amma dan Yasin sebanyak 270 buah,bantuan buku-buku Agama untuk Perpustakaan Masjid sebanyak 260 judul buku ,mukena bersih untuk masjid dan Musholla sebanyak 44 buah serta bantuan dana Rp.50 juta untuk pembangunan Masjid. Sedangkan bantuan non fi sik berupa penyuluhan keluarga sakinan pra nikah, penanggulangan bahaya ISIS. Dan konsultasi pelayanan keagamaan setiap hari di posko TMMD Kankemenag Batang.

Kepala KUA H.Abdullah Najib dalam pembinaan kelu-arga sakinah pra nikah menyoroti tentang pentingnya kita menyiapkan anak-anak kita yang secara umur sudah dapat dinikahkan dimana batas minimal usia nikah adalah 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki, persiapan mental agama menjadi sangat penting bagi calon pengantin, sehingga kita orang tua untuk selektif dalam menentukan dan memilihkan calon menantu, dimana pilihan pertama harus pada Agamanya .

Sementara itu Penyuluh Agama Kecamatan Tersono emnyoroti penanggulangan bahaya ISIS, menjelaskan bahayanya ISIS bagi kelangsungan NKRI. karena ISIS yang berasal dari Iraq telah masuk ke Indonesia dengan berbagai cara yang dibidik adalah generasi muda, untuk itu kita harus selalu mewaspadai pergerakannya dengan mengefektifkan Madin, TPQ, Majelis Taklim dengan men-gajarkan prinsip-prinsip Agama Islam yang jelas. Sehingga para generasi muda kita tidak mudah terpengaruh oleh aliran-aliran Islam Radikal, dan kita sadar bahwa Islam itu adalah ajaran yang Rahmatan lil ‘alamin.

Sugi Edi

WONOGIRI

Kankemenag Selenggarakan

Rakor Kehumasan

KANTOR Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kehumasan Tahun 2015 di Aula Kankemenag Wonogiri, baru baru ini yang di ikuti 50 peserta, terdiri dari Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA, Pokjawas, pokjaluh dan perwakilan dari

Referensi

Dokumen terkait