• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berbagai Pendekatan dalam Psikologi ma

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Berbagai Pendekatan dalam Psikologi ma"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS PSIKOLOGI UMUM 1

DISUSUN OLEH

DIAH RACHMAWATI PUTRI

11140700000019

(2)

PENDEKATAN NEUROBIOLOGI

Seorang ahli psikologi yang sedang mengalami pendekatan neurobiologi, menaruh perhatian terhadap perubahan yang terjadi dalam sistem syaraf karena adanya proses belajar mengenai hal yang baru. Persepsi dapat dipelajari dengan merekam kegiatan sel saraf dalam otak pada waktu mata dihadapkan pada berbagai tontonan visual.

PENDEKATAN PERILAKU

Bertitik tolak dari asumsinya bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu, perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang di inginkan. Kemudian Pavlov mengadakan eksperimen dengan menggunakan binatang (anjing) karena ia menganggap binatang memiliki kesamaan dengan manusia. Namun demikian, dengan segala kelebihannya, secara hakiki manusia berbeda dengan binatang. Ia mengadakan percobaan dengan cara mengadakan operasi leher pada seekor anjing. Sehingga kelihatan kelenjar air liurnya dari luar. Apabila diperlihatkan sesuatu makanan, maka akan keluarlah air liur anjing tersebut. Kini sebelum makanan diperlihatkan, maka yang diperlihatkan adalah sinar merah terlebih dahulu, baru makanan. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar pula. Apabila perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, maka pada suatu ketika dengan hanya memperlihatkan sinar merah saja tanpa makanan maka air liurpun akan keluar.

Makanan adalah rangsangan wajar, sedang merah adalah rangsangan buatan. Ternyata kalau perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, rangsangan buatan ini akan menimbulkan syarat(kondisi) untuk timbulnya air liur pada anjing tersebut. Peristiwa ini disebut: Reflek Bersyarat atau Conditioned Respons. Pavlov berpendapat, bahwa kelenjar-kelenjar yang lain pun dapat dilatih. Bectrev murid Pavlov menggunakan prinsip-prinsip tersebut dilakukan pada manusia, yang ternyata diketemukan banyak reflek bersyarat yang timbul tidak disadari manusia. Adapun jalan eksperimen tentang refleks berkondisi yang dilakukan Pavlov adalah sebagai berikut: Pavlov menggunakan seekor anjing sebagai binatang percobaan.

(3)

sebagai refleks berkondisi (conditioned reflects, karena refleks itu merupakan hasil latihan yang terus-menerus dan hanya anjing yang sudah mendapat latihan itu saja yang dapat melakukannya. Bunyi bel jadinya rangsang berkondisi (conditioned reflects). Kalau latihan itu diteruskan, maka pada suatu waktu keluarnya air liur setelah anjing mendengar bunyi bel akan tetap terjadi walaupun tidak ada lagi makanan yang mengikuti bunyi bel itu. Dengan perkataan lain, refleks berkondisi akan bertahan walaupun rangsang tak berkondisi tidak ada lagi. Pada tingkat yang lebih lanjut, bunyi bel didahului oleh sebuah lampu yang menyala, maka lama-kelamaan air liur sudah keluar setelah anjing melihat nyala lampu walaupun ia tidak mendengar bel atau melihat makanan sesudahnya.

Demikianlah satu rangsang berkondisi dapat dihubungkan dengan rangsang berkondisi lainnya sehingga binatang percobaan tetap dapat mempertahankan refleks berkondisi walaupun rangsang tak berkondisi tidak lagi dipertahankan. Tentu saja tidak adanya rangsang tak berkondisi hanya bisa dilakukan sampai pada taraf tertentu, karena terlalu lama tidak adarangsang tak berkondisi, binatang percobaan itu tidak akan mendapat imbalan (reward) atas refleks yang sudah dilakukannya dan karena itu refleks itu makin lama akan semakin menghilang dan terjadilah ekstinksi atau proses penghapusan reflex(extinction). Kesimpulan yang didapat dari percobaan ini adalah bahwa tingkah laku sebenarnya tidak lain daripada rangkaian refleks berkondisi, yaitu refleks-refleks yang terjadi setelah adanya proses kondisioning (conditioning process) di mana refleks-refleks yang tadinya dihubungkan dengan rangsang-rangsang tak berkondisi lama-kelamaan dihubungkan dengan rangsang berkondisi.

PERSPEKTIF BEHAVIOUR

Iklan televisi merupakan sarana memperkenalkan produk kepada konsumen. Keberadaanya sangat membantu pihak perusahaan dalam mempengaruhi afeksi pemirsa. Ia menjadi kekuatan dalam menstimulus pemirsa agar mau melakukan tindakan yang diinginkan. Secara substansi iklan televisi memiliki kontribusi dalam memformulasikan pesan-pesan kepada pemirsa. Akibatnya secara tidak langsung pemirsa telah melakukan proses belajar dalam mencerna serta mengingat pesan yang telah diterimanya. Kondisi ini tentunya tanpa disadari sebagai upaya mengubah sikap pemirsa.

Senada dengan yang diungkapkan oleh Hovland, Janis dan Kelley diatas (pada uraian teori S-O-R) yang menyatakan ada tiga variabel penting dalam menelaah sikap yang dirumuskan dalam teori S-O-R, secara interpretatif iklan televisi merupakan stimulus yang akan ditangkap oleh organisme khalayak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian dari komunikan. Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan inilah yang melanjutkan proses berikutnya. Setelah komunikan mengolahnya dan menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap. Dalam hal ini, perubahan sikap terjadi ketika komunikan memiliki keinginan untuk membeli atau memakai produk yang iklannya telah disaksikan di televisi.

(4)

Mereka Leon Festinger dan Fritz Heider adalah tokoh teori konsistensi kognitif. teori ini menyatakan bahwa manusia cenderung mengalami ketegangan pada saat kebutuhan psikologinya belum terpenuhi. Pada saat seperti ini, ia termotivasi untuk mengurangi ketegangan tersebut. Agar tidak terjadi ketegangan ia berusaha mengoptimalisasi dalam persepsi,perasaan,kognisi dan pengalamannya.

Misalnya, si A sorang perokok berat. suatu hari ia merasa terganggu dengan berita di surat kabar yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya dan penyebab kematian no satu. Membaca berita itu menyebabkan ketegangan pada diri si A. ia pingin berhenti merokok, namun itu sudah menjadi kebiasaan yang sangat sulit dihentikan. Apa yang harus dilakukan? ia tentu tak mau lama-lama tegang. ia segera ,encari informasi lanjutan. Setelah informasi diterima, ia memiliki beberapa pilihan keputusan seperti :

(i) berhenti merokok sama sekali

(ii) terus merokok dengan alasan bahwa penelitian tentang rokok itu bisa saja salah (iii)terus merokok dengan alasan dokter keluarga juga merokok

(iv) terus merokok dengan filter

PENDEKATAN PSIKOANALISIS

Jika kita ingin menganalisis manusia berdasarkan dengan perkembangan kepribadiannya atau proses sosialisasi serta mengidentifikasi perilaku agresi, kita tepat menggunakan pendekatan ini, yaitu pendekatan psikoanalisis.

Contohnya, id-lah yang mendorong kita untuk makan,minum, berhubungan seksual, dan dorongan-dorongan biologis lain yang bermuara pada pencapaian kesenangan. Id bergerak dengan kesenangan dan dengan id kita tidak peduli dengan orang lain, lingkungan sekitar ataupun pada seluruh bentuk kenyataan hidup.

Id bersifat egois. Dalam id terdapat dua insting yang dominan, yaitu (i). libido atau eros, dan (ii) thanatos. Libido adalah insting reproduktif yang menyediakan energi dasar untuk melakukan kegiatan agar tetap hidup. Sedangkan thanatos adalah insting yang merusak pada kematian. Ego bergerak berdasarkan perinsip realitas adalah struktur kepribadian yang membawa kita untuk menjejak pada kenyataan sosial. Oleh sebab itu ego pulalah yang membuat keinginan-keinginan kita terpenuhi. Sebaliknya Id hanya menghasilkan sejumlah keinginan, tetapi bukan memenuhinya.

Contoh ego : jika anda seorang karyawan, anda tidak bisa begitu saja (walaupun ingin sekali!) memaki atau menegur atasan anda karena perlakuan atasan anda yang tidak adil dan seenaknya. Pada saat seperti itu, anda harus melihat realitas. Dalam kedudukan atasan dan bawahan itu memang posisi anda lebih lemah, power ada pada atasan anda. Bahkan, dalam banyak kejadian, ketika anda ingin memperjuangkan hak anda, teman-teman anda sesama karyawan menasihati anda untuk tidak usah berbuat macam-macam. Mereka berkata "sudahlah, jangan diteruskan, nanti kamu rugi akan berlipat-lipat".

(5)

masyarakat kita. Id melahirkan keinginan kita untuk memiliki rumah mewah, mobil mutakhir, pasangan cantik jelita dan ganteng, dan atribut-atribut kemewahan lainnya. Oleh karena posisi memungkinkan, keinginan itu tidak diwujudkan dengan korupsi. Namun dorongan korupsi menjadi kuat karena banyak orang yang melakukannya. Ego melihat realitas ini dan memberi kemungkinan kepada id untuk merealisasikan keinginannya. Namun super ego memperingatkan bahwa korupsi tidak boleh dilakukan. Oleh karena nilai sosial dan kultural masih dipegang seperti itu, Ego pun menjadi bingung dan frustasi. boleh atau tidakkah korupsi dilakukan? Biasanya Ego akan melakukan distorsi realitas, misalnya berfikir, si A yang terkenal idealis itu pun akhirnya korupsi juga, kok.

PENDEKATAN FENOMENOLOGIS

Contoh awal yang terkenal dari pendekatan fenomenologis ini adalah otobiografi abad ke-4,

Confessions, dimana penulisnya Uskup Hippo, menyajikan penyelidikan yang mendalam dan murni tentang pengalaman-pengalaman, emosi, ingatan, hasrat, perasaan dan pemikiran yang dialami sendiri.

Pada abad ke-17, Descartes memulai pertanyaan filosofisnya dengan kesangsian, menetapkan cogito ergo sum-nya yang terkenal sebagai basis bagi filsafatnya. Dualismenya yang radikal, dan psikologinya yang dibangun diatas anggapan dikhotomi pemikiran dan badan mekanis,menjadikan metode fenomenologis sebagagai metode yang baik bagi studi tentang wujud spiritual, pemikiran. Dalam wujud psikologi pemikiran, psikologi Descartes memelihara dan memperkuat pendekatan fenomenologis. Descartes telah menjadi titik acuan dimana para fenomenolog mempertentangkan dan atau membandingkan pandangan-pandangan mereka. Penggunaan deskripsi fenomenologis yang sistematis dan efektif yang pertama adalah dalam studi tentang fenomena visual. Meskipun pada pertengahan abad ke-19 penekanan pada penelitian penginderaan dan persepsi beralih pada aspek-aspek fisiologis dan psikofisika, studi-studi fenomenologis masih berlanjut.

Pada abad ke-20, lingkup penelitian fenomenologis telah meluas ke masalah-masalah lain. Para peneliti di Prancis menggunakan metode fenomenologis dalam studi mereka tentang kondisi afektif dan kondisi psikopatologis. Akhirnya, Katz dan Wertheimer mempersembahkan era baru dalam psikologi fenomenologi ketika mereka menampilkan eksperimentassi sistematik, khususnya tentang persepsi warna dan gerakan semu.Penelitian-penelitian mereka menggabungkan metode fenomenologis dengan teknik-teknik laboratorium, suatu gabungan yang kemudian disebut fenomenologi eksperimental. Penemuan-penemuan yang diperoleh melalui metodologi baru ini menjadi basis bagi aliran

(6)

identitas, nama, pembenaran filosofis, dan kerangkan kerja pada pendekatan fenomenologis dalam psikologi yang reseptif ini. Filsafat Husserl juga memperkuat fenomenologi eksperimental dan mengilhami area-area penyelidikan baru.

Pada abad ke-20, fenomenologi eksperimental menemukan wakilnya yang terkemuka pada diri Davis Katz (1884-1953). Sumbangan-sumbangan yang diberikan oleh Katz kepada fenomenologi eksperimental selama lebih dari setengah abad karir ilmiahnya telah mendorong eksperimen- eksperimen fenomenologis ke tingkat yang paling baik. Terdapat tiga pengaruh yang berintraksi dalam membentuk Daviv Katz sebagai fenomenolog dan sebagai ahli psikologi : tradisi fenomenologi yang direpresentasikan oleh Hering, fenomenologi Husserl dan semangat eksperimen dari Laboratorium Gottingen. Tentang Husserl, Kazt mengungkapkan bahwa fenomenologi merupakan koneksi yang paling penting antara filsafat dan psikologi. Selama 14 tahun, Husserl dan Katz berada di universitas yang sama. Katz yang bergabung dengan Laboratorium Gottingen yang dikenal memiliki orientasi eksperimental yang kuat, belajar di Gottingen, meraih doktor pada tahun 1906 dan dari tahun 1907 hingga tahun 1919 menjadi asisten Muller.

PENDEKATAN ISLAMI

Seorang ahli tasawuf yang selalu merasa Allah selalu hadir dalam hatinya dan dia juga selalu membiasakan lisannya untuk berzikir kepada Allah yang dilakukannya secara terus menerus dan secara sadar maka akan melekatlah di dalam hatinya dan akan menimbulkan ketentraman jiwa.

Seorang muslim yang hatinya selalu merasa tenang, bahagia, suka menolong orang lain, walaupun kehidupannya sangat sederhana. Tengah malam ia bangun untuk mengabdi pada Allah dan waktu subuh sebelum semua orang terbangun, dia telah duduk pula di tikar sholatnya, sebaliknya ada orang muslim yang cukup kaya dan banyak hartanya, namun hatinya penuh kegoncangan, tidak pernah merasa puas, di rumah tangganya selalu bertengkar. Hal ini jelas menunjukkan seberapa besar pengaruh agama dalam kehidupannya.

Referensi

Dokumen terkait

Populasi dalam penelitin ini adalah seluruh pengurus yang ada di Kantor Urusan Agama (KUA) Kalirejo Lampung Tengah yang berjumlah 8 pegawai KUA. Sampel adalah

Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan kader mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kader tentang pentingnya keberlanjutan menyusui dan PMK

tata letak yng berorientasi pada produk disusun dikeliling produk atau kelompok produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan variasi rendah... dua jenis tata letak

12 Dorang I Jl Tabah Raya KELAPA GADING BARAT Ny Sri Suwarni 13 Mawhara Jl Puu Bangka N0 16 KELAPA GADING BARAT Atik Murdiyanti KECAMATAN TANJUNG PRIOK.. (1) (2) (3)

Menurut Nikerson (2001) jenis pertama Context Diagram (CD), adalah data flow diagram tingkat atas (DFD Top Level), yaitu diagram yang paling tidak detail,

Dimensi Komunikasi (Communication) ... Penelitian Terdahulu ... Dimensi Impact ... Definisi Operasional ... Populasi dan Sampel... Sumber Data Penelitian... Teknik Pengumpulan

terintegrasinya negara2 miskin ke dalam sistem perekonomian dunia/ global, tetapi justru karena terlalu intensifnya negara2 maju terintegrasi ke dalam sistem. ekonomi dunia

Kedua orang tua, adik dan seluruh keluarga besar saya yang telah mendidik, memberi doa, dukungan moral maupun materil, serta melakukan segala yang tak ternilai