• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektivitas Buku Saku Berbasis Mnemonik Terhadap Retensi Siswa Dengan Metode SQ3R Pada Sub Materi Tulang Di Kelas XI IPA Man 2 Pontianak Sepy Saparina 1) , Anandita Eka Setiadi1 , Nuri Dewi Muldayanti 1) Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Efektivitas Buku Saku Berbasis Mnemonik Terhadap Retensi Siswa Dengan Metode SQ3R Pada Sub Materi Tulang Di Kelas XI IPA Man 2 Pontianak Sepy Saparina 1) , Anandita Eka Setiadi1 , Nuri Dewi Muldayanti 1) Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Efektivitas Buku Saku BerbasisMnemonikTerhadap Retensi Siswa Dengan Metode SQ3R Pada Sub Materi Tulang Di Kelas XI IPA Man 2 Pontianak

Sepy Saparina1), Anandita Eka Setiadi1, Nuri Dewi Muldayanti1)

Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Pontianak Jalan Ahmad Yani No. 111 Pontianak, Kalimantan Barat

HP : 085822219535, Email : [email protected]

ABSTRAK

Media pembelajaran yang efektif diperlukan untuk mengatasi rendahnya retensi siswa pada sub materi tulang. Salah satu media yang dapat digunakan adalah buku saku berbasis mnemonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan besarnya pengaruh Buku saku berbasis mnemonik terhadap retensi siswa serta mengetahui efektivitas buku saku berbasis mnemonik menggunakan metode SQ3R terhadap retensi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling, kelas X1 IPA1sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA2sebagai kelas kontrol. Perlakuan di kelas eksperimen menggunakan buku saku berbasismnemonikdan di kelas kontrol menggunakan LKS. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran dan observasi langsung. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan penggunaan buku saku berbasismnemonikefektif terhadap retensi siswa yang diajar menggunakan metode SQ3R. Retensi siswa kelas eksperimen berbeda secara signifikan dengan kelas kontrol (nilai U Mann-Withney 0,007) dan dipengaruhi perlakuan sebesar 58,9% (nilaiEffect Size0,11).

Kata kunci:Buku saku, mnemonik, retensi, SQ3R, tulang

ABSTRACT

An effective learning media is needed to overcome student’s low retention in tulang sub material. One of media can be used is pocket book mnemonic based. This study aimed to find out the difference and the effect of mnemonic towards students’ retention and to find out the effectiveness of using pocket book mnemonic based with SQ3R method towards student’s retention. Metethod used in this study was Quasi Experimental Design with Nonequivalent Control Group Design. The sampling technique was purposive technique with XI IPA1as the experimental class and XI IPA2as the control class. Treatment done in experimental class was using pocket book mnemonic based and in control class was using students’ workbook (LKS). Data was collected by measurement technique and direct observation sheet. The result of the study showed that the used of pocket book mnemonic based was effective towards students’ retention whuch were taught using SQ3R method. Students’ retention in experimental class differed significantly to students in control class (U Mann Whitney value 0.007) and treatment affected ad 58,9% (with effect size 0,11)

Keywords:Pocket book, mnemonic, retention, SQ3R, tulang

PENDAHULUAN

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan seorang pendidik dan sumber

belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran yang akan dilaksanakan hendaknya harus mencapai tujuan pembelajaran. Pencapaian tujuan pembelajaran dapat dilihat dari perkembangan kognitif siswa salah satunya adalah kemampuan mengingat materi. Menurut Dewi (2014: 243) mengingat merupakan kemampuan memori untuk

(2)

keterkaitan dengan pemahaman konsep, rendahnya pemahaman konsep yang dimiliki oleh siswa berdampak pada kemampuan memahami dan mengingat materi.

Menurut Ulfa (2012: 1) materi sistem gerak manusia adalah salah satu materi biologi yang sulit dipahami oleh siswa karena banyak terdapat pengertian dan istilah seperti nama rangka, macam-macam otot, persendian, dan gangguan atau kelainan yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara yang dilakukan terhadap siswa kelas XIIPA Man 2 Pontianak tanggal 26 April 2016 (Lampiran A-2)

bahwa materi Sistem Gerak Pada Manusia, sulit dipahami dikarenakan ruang lingkup materi ini cukup luas yang meliputi struktur dan fungsi tulang, otot, sendi serta kelainan pada tulang dan otot, konsep materi yang banyak menggunakan bahasa latin mengakibatkan siswa sulit untuk mengingat materi tersebut.

Hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru biologi kelas XI IPA MAN 2 Pontianak 28 April 2016 (Lampiran A-1) diperoleh informasi bahwa pada saat proses pembelajaran berlangsung, respon siswa menerima pembelajaran sangat kecil, seperti malas bertanya, kurang menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh guru, selain itu.pemahaman siswa terhadap konsep materi sistem gerak manusia pada sub materi tulang masih rendah hal ini

dibuktikan dengan jumlah kesalahan siswa dalam menjawab soal lebih banyak dibandingan dengan sub materi lain hal tersebut dikarenakan pada sub materi tulang banyak terdapat hafalan jenis dan jumlah tulang yang membuat siswa sulit untuk mengingat materi tersebut.

Retensi merupakan kemampuan siswa untuk mengingat kembali terhadap materi yang telah disampaikan dalam jangka waktu tertentu. Rendahnya kemampuan mengingat siswa terhadap materi pelajaran merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam pembelajaran. Retensi siswa dapat ditingkatkan dengan cara melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.

Menurut Faridah (2012: 34) langkah perbaikan dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan memilih metode yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran salah satunya adalah metode SQ3R. Metode pembelajaran SQ3R merupakan proses membaca sistematik yang meliputi tahap survey, question, read, recite, dan review. Proses pembelajarannya memberikan kesempatan membaca dan melibatkan siswa secara penuh dalam

membangun pengetahuan (Tarigan, 2015: 55). Penggunaan metod SQ3R yang melibatkan siswa membaca secara sistematik memerlukan suatu media untuk membantu siswa untuk lebih memahami konsep materi. Salah satu media yang dapat digunakan adalah buku saku. Buku saku adalah media cetak dalam bentuk lembaran-lembaran kecil

yang memuat pesan singkat, jelas dan menarik (Setyono, dkk 2013: 120).

Penggunaan buku saku sebagai media pembelajaran mempunyai peranan yang dapat membantu siswa mempermudah dalam memahami dan mengingat materi pelajaran yang dipelajarinya. Menurut Dewi (2014: 243)

mengingat merupakan kemampuan memori untuk memanggil kembali fakta dan informasi yang pernah diketahui atau dipelajari. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengingat materi adalah menggunakan mnemonik. Menurut Wade dan Travis (2007: 102) mnemonik dapat meningkatkan ingatan dengan mengelaborasikan proses encodingdan membuat materi menjadi bermakna. Penggunaan mnemonik dalam buku saku merupakan cara yang

tepat untuk mengkodekan informasi sehingga siswa akan lebih mudah untuk mengambil dan mengingat informasi. Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Efektivitas Buku Saku BerbasisMnemonik terhadap Retensi Siswa dengan Metode SQ3R (Survey, Question, Read, Ricite, Review) Pada sub Materi Tulang di Kelas XI IPA MAN 2 Pontianak.

METODE PENELITIAN

Metode dan Bentuk Penelitian

(3)

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Juli hingga 18 Agustus 2016. Tempat penelitian di MAN 2 Pontianak pada kelas XI IPA1dan XI IPA2Tahun Ajaran 2016/2017.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA MAN 2 Pontianak tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 3 kelas yaitu XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3. Berdasarkan hasil uji barletmenunjukkan bahwa populasi kelas XI

tidak homogen. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengambilan sampel dari populasi dilakukan dengan pertimbangan tertentu melihat nilai rata-rata terendah. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA1dan XI IPA2 MAN 2 Pontianak Tahun Ajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa

masing-masing kelas 40 orang. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan pengukuran. Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar observasi dan tes. Tes yang dilakukan adalah postest dan retes dengan jenis soal pilihan ganda

Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Pengolahan data hasilpostestdanretest

Jenis soal tes yang digunakan berupa postest dan retest. Hasil postest dan retest siswa kedua kelas

eksperimen diberi kriteria penskoran dengan skor 1 jika menjawab benar dan 0 jika menjawab salah. Skor akan di konversikan menjadi nilai dengan menggunakan rumus dibawah ini:

Nilai = X 100

Pengukuran retensi didapat dan dianalisis dengan menggunakan nilaigain. Nilaigain=retestposttest.

Analisis statistik untuk menguji perbedaan retensi, melalui uji sebagai berikut :

Uji Prasarat

Uji prasarat yang dilakukan untuk mengetahui apakah sampel data berdistribusi normal atau tidak melalui Uji normalitas menggunakan SPSS 23.0for windowsdengan ujiShapiro-Wilk dengan taraf signifikansi 0,05.

UjiU-Mann Whitney

Menentukan hipotesis

Ho: retensi siswa kelas eksperimen Buku saku sama dengan retensi siswa kelas eksperimen LKS

Ha: retensi siswa kelas eksperimen Buku saku berbeda dengan retensi siswa kelas eksperimen LKS Kriteria pengujian berdasarkan signifikasi

Ho diterima jika sig.> 0,05 Ho ditolak jika sig.< 0,05

UjiU-Mann Whitneydilakukan menggunakan SPSS 23.0for windowsdengan taraf signifikansi 0,05.

pengaruh buku saku berbasis mnemonik terhadap retensi siswa dengan metode SQ3R di kelas XI IPA MAN 2 Pontianak pada sub materi tulang dihitung menggunakan rumusEffect Size.

(4)

Mengetahui berapa besar persentase dari hasil perhitungan Effect Size dapat menggunakan kriteria Interpretasi Cohen(1988 : 3).

Menentukan media yang efektif terhadap retensi siswa jika memenuhi indikator :

a. Terdapat perbedaan retensi siswa secara signifikan dengan uji T atau U-Mann withney b. Berpengaruh terhadap nilaiEffect Size0,8

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN

1. Perbedaan Retensi Siswa yang Diajar dengan Metode SQ3R Menggunakan Buku Saku BerbasisMnemonik

dan LKS Pada Sub Materi Tulang

Nilai rata-rataPostest, Retestdan nilaiGainRetensi siswa di kelas eksperimen menggunakan buku saku berbasis mnemonik dan kelas kontrol menggunakan lembar kerja siswa adalah sebagai berikut :

TABEL 4.1 : Nilai Rata-rataPostest,Retestdan NilaiGainRetensi Kelas eksperimen dan kontrol

Kelas Postest Retest Gain

Eksperimen 74,14 77,05 2,92

Kontrol 71,04 72,46 1,42

Ket : Nilai maks = 100

KKM = 75

Gain = Retest–postest

Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan nilaigainretensi siswa kelas eksperimen lebih tinggi (2,92) dari pada

kelas kontrol (1,42).Perbedaan retensi siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dianalisis menggunakan aplikasiSPSS 23,0 for windows.Hasil analisis data yang didapatkan sebagai berikut :

Setelah dilakukan uji Normalitas ternyata nilai signifikangainkelas eksperimen yaitu 0,033 < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal dan nilai signifikan gain kelas kontrol yaitu 0,018 < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. Oleh karena kedua datagaintidak berdistribusi normal maka dilanjutkan dengan ujiU-Mann

Whitney. Berdasarkan hasil ujiU Mann-Whitneydiperoleh angka signifikan yaitu 0,007.Karena angka signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,007<0,05) maka H0ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan retensi siswa

pada sub materi tulang yang diajarkan di kelas eksperimen dengan metode SQ3R menggunakan buku saku

berbasismnemonikdan dikelas kontrol yang diajarkan dengan metode SQ3R menggunakan LKS.

2. Pengaruh Buku Saku BerbasisMnemonikterhadap Retensi siswa menggunakan MetodeSQ3R

Pengaruh buku saku berbasismnemonikterhadap retensi siswa dianalisis dengan menggunakan ujiEffect Size.Berdasarkan perhitunganEffect Sizediperoleh nilai sebesar 0,11 yang termasuk dalam kategori tinggi dan

memberikan pengaruh sebesar 58,9% berdasarkan tabel interpretasi Cohen’s. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan buku saku berbasismnemonik memberikan pengaruh positif terhadap retensi siswa.

3. Efektivitas Buku Saku BerbasisMnemonikterhadap Retensi Siswa yang Diajar menggunakan Metode

SQ3R

Efektivitas merupakan tingkat keberhasilan yang dapat dicapai dari suatu cara atau usaha tertentu sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Media pembelajaran bisa dikatakan efektif ketika memenuhi kriteria,

(5)

1. Terdapat perbedaan retensi siswa secara signifikan berdasarkan uji U Mann- withney dengan angka signifikansi 0,007

2. Berpengaruh terhadap retensi dengan nilai Effect Size lebih besar dari 0,8 yaitu 0,11 dalam kategori

tinggi dengan pengaruh sebesar 58,9%.

PEMBAHASAN

Retensi adalah kemampuan siswa mengingat materi yang telah diajarkan oleh guru pada rentang waktu tertentu. Retensi mengacu pada tingkat dimana materi yang dipelajari masih melekat dalam ingatan, Retest digunakan untuk mengukur retensi dari setiap siswa yang dilaksanakan tiga minggu setelah proses pembelajaran. Hal ini didukung pendapatnya Herlanti (2007: 33) yang menyatakan tes pemahaman (postest) dilakukan pasca

pembelajaran selesai, sedangkanretestdilakukan setelah tiga minggu pembelajaran selesai. Tes retensi berkaitan dengan proses dan hasil belajar karena dilakukan setelah proses belajar dan hasil belajar diperoleh. Lamanya waktu tersebut dikarenakan memori jangka panjang seseorang (long term memory) saat mempertahankan informasi

berkisaran 30 detik ke atas. Hal ini sesuai dengan pendapat Atkinson (2014: 495) menyatakan bahwa memori jangka panjang merupakan tipe memori yang menyimpan banyak informasi selama periode waktu yang lama secara relatif permanen. Dalam mempertahankan informasi yang telah tersimpan di memori, jangka waktunya di atas 30 detik.

Berdasarkan hasil penelitian pemberian soal retestsetelah 3 minggu memberikan hasil nilai retestkelas

eksperimen dan kontrol lebih tinggi dibandingkan nilai postest. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan pendapat Sprenger (2011: 159) bahwa 8% materi diingat setelah 21 hari, hal ini berarti bahwa setelah 21 hari siswa hampir lupa 90 % dari informasi yang telah didapat. Perbedaan hasil penelitian dengan pendapat Sprenger dikarenakan pada saat proses pembelajaran berlangsung media yang digunakan yaitu buku saku berbasis mnemonik.

Penggunaan buku saku berbasis mnemonik mempermudahkan siswa untuk mengingat materi, karena dengan mnemonik materi dapat disandikan menjadi lebih bermakna, sehingga informasi yang tersimpan di memori jangka

pendek akan mudah ditransfer ke dalam memori jangka panjang dan menyebabkan retensi siswa semakin baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Mahalle dan Aidinlou (2013: 3) bahwa penggunaan mnemonik bertujuan untuk menterjemahkan informasi ke dalam bentuk yang mudah diterima otak dan memprosesnya menjadi percakapan yang siap ditransfer ke dalam memori jangka panjang (Long Term Memory). Selain itu, ukuran buku saku yang kecil akan

memudahkan siswa untuk membawa maupun menyimpannya untuk dapat dibaca kapan saja bila diperlukan. Buku saku juga dilengkapi dengan gambar, warna, keterangan, penjelasan mengenai konsep materi secara jelas dan rinci sehingga buku saku lebih diminati untuk dibaca. Menurut Ami,dkk (2012: 10) penyajian buku saku

dengan menggunakan banyak gambar dan warna yang menarik cenderung membuat siswa lebih tertarik untuk membaca. Gambar yang menarik dapat meningkatkan minat baca karena melalui gambar pembaca berimajinasi, dengan berimajinasi seseorang dapat meningkatkan ingatannya. Warna merupakan bentuk komunikasi non verbal yang dapat menyampaikan pesan secara instan menjadi lebih bermakna.

Berdasarkan hasil UjiU-Man Withney0,007<0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan

antara nilai retensi siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sulistyani,dkk (2013: 7) yaitu hasil retensi belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan media buku saku lebih baik dibandingkan dengan hasil retensi belajar siswa yang diajarkan tanpa

(6)

dijadikan sebagi salah satu trik untuk meningkatkan kemampuan mengingat siswa. Penyajian materi dengan mnemonik dapat memberikan kesan, sehingga siswa lebih memaknai materi dengan baik serta meningkatkan

memori jangka panjang.

Penggunaan media juga dikolaborasikan dengan metode pembelajaran SQ3R. Menurut Tarigan (2013: 55) SQ3R merupakan suatu metode membaca sistematik yang meliputi lima tahapan yaitu (survey, question, read, ricite, review) metode digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca, dan dapat membantu proses

belajar mengajar di kelas yang dilaksanakan dengan kegiatan membaca dan menulis. Metode pembelajaran SQ3R terdiri atas 5 tahapan yaitu survey, question, read, ricite dan review. Tahap Survey guru meminta siswa untuk membaca sekilas materi dari buku saku yang telah diberikan pada setiap siswa. Pada kegiatan ini sebagian besar

siswa membaca dan memahami materi dari buku saku. Hal ini terbukti pada saat guru meminta siswa untuk memberikan gambaran atau intisari dari materi yang telah dipelajari, sebagian besar siswa dapat memberikan gambaran tentang intisari dari materi yang telah dipelajari. Menurut Suprijono (2009: 103)surveyadalah mencari ide pokok dilakukan dengan membiasakan peserta didik membaca selintas dan cepat bahan bacaan yang bertujuan

agar siswa mempunyai gambaran mengenai hal yang dipelajarinya

Tahap Question guru meminta siswa untuk membuat pertanyaan terkait materi yang terdapat pada buku saku. Pada tahap ini siswa mampu membuat pertanyaan yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran meskipun gaya bahasa dan kalimat yang digunakan sederhana. Buku saku berbasis mnemonik mempermudah siswa dalam

membuat pertanyaan, karena denganmnemonikmateri yang disajikan lebih sederhana. Menurut Sujiono (2014: 20) tahap Question adalah proses aktif untuk menggali pertanyaan terkait bahan bacaan, dan mencari jawaban dari pertanyaan. Tahap question bertujuan untuk meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa terhadap bahan

bacaan.

TahapRead guru meminta siswa membaca kembali materi untuk mencari jawaban dari pertanyaan. Pada tahap ini semua siswa aktif membaca untuk menemukan jawaban pertanyaan yang telah disusun. Penggunaan buku saku berbasismnemonikmemudahkan siswa dalam menemukan jawaban, karena melaluimnemonik jawaban dari

pertanyaan disajikan dalam bentuk kata kunci sederhana sehingga siswa tertarik untuk membaca materi secara rinci. Hal ini dibuktikan dengan kesesuain hasil jawaban dari setiap pertanyaan siswa. Menurut Haryu (2012: 180) tahap readsiswa diarahkan untuk membaca secara aktif dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah

disusun pada tahapquestion.

Tahap Recite guru meminta beberapa siswa untuk mempresentasikan hasil jawaban dari pertanyaannya. Pada tahap ini siswa aktif menyampaikan hasil jawaban dari setiap pertanyaan. Hal ini dibuktikan dengan antusias

siswa dalam memperhatikan dan memberi tanggapan atau pertanyaan kepada siswa yang melakukan presentasi. Menurut Haryu (2012: 180) tahap recitesiswa menyebut kembali jawaban-jawaban pertanyaan yang telah disusun sebelumya tanpa membuka catatan jawaban, hal ini bertujuan untuk melatih pemahaman serta daya ingat siswa terhadap materi yang dipelajari.

Tahap terakhir adalah Review guru meminta siswa untuk menyimpulkan keseluruhan jawaban dari hasil persentase secara singkat. Pada tahap ini beberapa siswa dapat menyimpulkan secara singkat jawaban dari hasil persentase. Hal ini dikarenakan siswa telah memahami materi selama mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan buku saku berbasismnemonik membantu siswa untuk lebih memahami dan mengingat materi yang

(7)

Pembelajaran menggunakan buku saku berbasis mnemonik dengan metode SQ3R di kelas eksperimen memberi pengaruh positif terhadap retensi siswa. Berdasarkan hasil perhitungan mengunakanEffect Sizediperoleh

nilai sebesar 0,11 dengan kategori tinggi dan memberikan pengaruh sebesar 58,9 %.Hal tersebut menunjukkan bahwa retensi siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya media dan metode pembelajaran yang gunakan oleh guru. Oleh karena itu guru harus selektif memilih media dan metode pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang ditetapkan dapat tercapai. Menurut Asyhar (2013: 28), pentingnya peran media dalam pembelajaran

mengharuskan para pendidik untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan berbagai sumber belajar dan media.

Media buku saku berbasis mnemonik efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran karena dapat

memberikan perbedaan yang signifikan terhadap nilai retensi siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui U Man-withney serta memberikan pengaruh terhadap retensi dengan kategori tinggi melalui perhitungan Effect Size.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai retensi siswa yang diajar menggunakan metode SQ3R dengan media Buku saku berbasismnemonikdan LKS pada sub materi Tulang di MAN 2 Pontianak. Hasil ujiU-Mann

Whitneypada taraf nyata (α= 5%) menghasilkan angka signifikansi 0,007.

2. Pembelajaran menggunakan buku saku berbasis mnemonik dengan metode SQ3R memberikan pengaruh sebesar 58,9% dengan nilaieffect size(ES) 0,11 dalam kategori tinggi, terhadap retensi siswa pada sub materi

tulang di kelas XI IPA MAN 2 Pontianak.

3. Buku saku berbasis mnemonik menggunakan metode SQ3R efektif terhadap retensi siswa pada sub materi tulang. Hal ini ditunjukkan dari perbedaan retensi siswa yang signifikan antara kelas ekperimen dan kontrol

serta pengaruh yang tinggi terhadap retensi siswa

.

REFERENSI

Ami,dkk. 2012. Pengembangan Buku saku Materi Sistem Ekskresi Manusia.Journal Bio Edukasi.

Vol. 1 No.2: 10-13.

Arsyad Azhar. 2013.Media Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Press.

Atkinson Rita L, dkk. 2014.Pengantar Psikolog Edisi Kesebelas. Batam: Interaksa.

Cohen, J. 1988. Statistical Power Analysis for the Behavioral Sciences Second Edition. New York : Lawrence Erlbaum Associates.

Dewi, I.A.G.P dan Indrawati, K.R. 2014. Perilaku Mencatat dan Kemampuan Memori pada Proses Belajar Jurnal PsikologiUdayana. Vol. 1, No. 2 : 241-251.

(8)

Herlanti Yanti. 2007. Kontribusi Wacana Multimedia Terhadap Pemahaman dan Retensi Siswa. Jurnal Pendidikan

IPA MetamorfosaVol 2 : 30-39

Islamuddin Haryu. 2012.Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Mahalle, M.T.V dan Aidinlou,N. A . 2013. An Investigation of the Effects of G5 MnemonicTechnique in Learning Vocabulary among Iranian EFL Learners.International Journal of Linguistics.Vol. 5, No. 2: 224-235.

Setyono, A.Y , dkk. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berupa Buletin Dalam Bentuk Buku Saku Untuk Pembelajaran Fisika Kelas VIII Materi Gaya Ditinjau dari Minat Baca Siswa.Jurnal Pendidikan Fisika.

Vol. 1, No.2: 110-118.

Sujiono. 2014. Penerapan Metode SQ3R pada Pembelajaran Kompetensi Membaca Kritis. Jurnal Perspektif Pendidikan. Vol.1 No.1 : 17-29.

Sulistyani, N.H.D, dkk. 2013. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Antara Menggunakan Media Pocket Book dan Tanpa Pocket Book Pada Materi Kinematika Gerak melingkar Kelas X.Jurnal Pendidikan Fisika.Vol.1 No. 1: 1-8

Sutrisno Leo. 2008.Review Literatur Pendidikan IPA SD.Pontianak : FKIP UNTAN.

Tarigan, G. H. 2013.Membaca. Bandung: Angkasa

Ulfa Maria. 2012. Optimalisasi Hasil Belajar IPA Tentang Sistem Gerak Pada Manusia Melalui Metode Diskusi Dengan Tehknik Pembelajaran Tutor Sebaya.Jurnal Dinamika. Vol. 3, No. 1: 19-23.

Referensi

Dokumen terkait