TUGAS PENGELOLAAN PENDIDIKAN
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan Dosen : Cepi Triatna, S. Pd., M. Pd.
Oleh: Ketua
Mela Eviana 1301304
Sekertaris
Siti Robiatul Adawiyah 1305662 Anggota:
Anita Yuliana 1301199
Putri Hana Nurbaeni 1304551
Dicky Satria 0801433
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PEDAGOGIK
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Tantangan lokal, nasional, dan internasional terhadap penyelenggaraan pendidikan indonesia saat ini:
Tantangan Lokal
1. Anak-anak usia sekolah yang harus menerima pendidikan yang harus menerima pendidikan yang sesuai.
2. Kesejahteraan guru yang perlu ditingkatkan.
3. Perbaikan sarana-prasarana pendidikan disetiap sekolah.
4. pengelolaan dana dan kegiatan sekolah yang semakin berkembang. Tantangan Nasional
1. Membangun manusia-manusia pembangunan 2. Inovasi pendidikan
3. Perubahan kurikulum
4. Guru dan pembaharuan pendidikan Tantangan Internasional
1. Meningkatnya daya saing bangsa dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang berkualitas sebagai hasil pemikiran, penemuan dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
2. Meningkatkan pengembangan kualitas kehidupan SDM
3. Ekskalasi pasar bebas antar negara dan bangsa yang semakin meningkat
4. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang informasi, komunikasi, dan transportasi yang amat cepat, ekskalasi pasar bebas antar negara dan bangsa yang semakin meningkat,
5. Iklim kompetisi dalam berbagai bidang pengetahuan dan teknologi yang semakin ketat. Peran Komite Sekolah
Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tanggal 2 April 2002. Dalam Keputusan Mendiknas tersebut dinyatakan bahwa peran Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah merupakan:
1. advisory agency (pemberi pertimbangan),
2. supporting agency (pendukung kegiatan layanan pendidikan), 3. controlling agency (pengontrol kegiatan layanan pendidikan), dan
4. mediator, penghubung, atau pengait tali komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.
PERAN KOMITE SEKOLAH
FUNGSI MANAJEMEN
PENDIDKAN INDIKATOR KINERJA
(Controlling Agency) pendidikan di sekolah 2. Memantau pelaksanaan
program sekolah 3. Memantau out put
pendidikan
pengambilan keputusan di sekolah.
2. Mengontrol kualitas kebijakan di sekolah. 3. Mengontrol proses
perencanaan pendidikan di sekolah.
4. Pengawasan terhadap kualitas perencanaan sekolah.
5. Pengawasan terhadap kualitas program sekolah. 6. Memantau organisasi
sekolah.
7. Memantau penjadwalan program sekolah.
8. Memantau alokasi anggaran untuk pelaksanaan program sekolah.
9. Memantau sumber daya pelaksana program sekolah.
10. Memantau partisipasi stake- holder pendidikan dalam pelaksanaan program sekolah.
11. Memantau hasil ujian akhir. 12. Memanatau angka
partisipasi sekolah. 13. Memantau angka
mengulang sekolah
14. Memantau angka bertahan di sekolah.
Badan Pertim-bangan (Advisory Agency )
1. Perencanaan sekolah 1. Identifikasi sumber daya pendidikan dalam
masyarakat.
2. Memberikan masukan untuk penyusunan RAPBS. 3. Menyelenggarakan rapat
perubahan RAPBS.
5. Ikut mengesahkan RAPBS bersama kepala sekolah. 2. Pelaksanaan Program
a. Kurikulum b. PBM c. Penilaian
1. Memberikan masukan terhadap proses
pengelolaan pendidikan di sekolah.
2. Memberikan masukan terhadap proses
pembelajaran kepada para guru.
3. Pengelolaan Sumber daya Pendidikan
a. SDM b. S/P c. Anggaran
1. Identifikasi potensi sumber daya pendidikan dalam masyarakat.
2. Memberikan pertimbangan tentang tenaga
kependidikan yang dapat diperbantukan di sekolah. 3. Memberikan pertimbangan
tentang sarana dan prasarana yang dapat diperbantukan di sekolah. 4. Memberikan pertimbangan
tentang anggaran yang dapat dimanfaatkan di sekolah.
Badan Pendukung
(Supportinng Agency)
1. Pengelolaan Sumber Daya 1. Memantau kondisi ketenagaan pendidikan di sekolah.
2. Mobilisasi guru sukarelawan untuk
menanggulangi kekurangan guru di sekolah.
3. Mobilisasi tenaga kependidikan non guru untuk mengisi kekurangan di sekolah.
2. Pengelolaan Sarana dan Prasarana
1. Memantau kondisi sarana dan prasarana yang ada di sekolah.
3. Mengkoordinasi dukungan sarana dan parasarana sekolah.
4. Mengevaluasi pelaksanaan dukungan sarana dan prasarana sekolah. 3. Pengelolaan Anggaran 1. Memantau kondisi
anggaran pendidikan di sekolah.
2. Memobilisasi dukungan terhadap anggaran pendidikan di sekolah. 3. Mengkoordinasikan
dukungan terhadap anggaran pendidikan di sekolah.
4. Mengevaluasi pelaksanaan dukungan anggaran di sekolah.
Badan Penghubung
(Mediator Agency)
1. Perencanaan 2. Pelaksanaan program 3. Pengelolaan Sumber
Daya pendidikan
1. Menjadi penghubung antara Komite Sekolah dengan masyarakat, Komite Sekolah dengan sekolah, dan Komite Sekolah dengan Dewan Pendidikan. 2. Mengidentifikasi aspirasi
masyarakat untuk perencanaan pendidikan. 3. Membuat usulan kebijakan
dan program pendidikan kepada sekolah.
4. Mensosialisasikan kebijakan dan program sekolah kepada masyarakat. 5. Memfasilitasi berbagai
masukan kebijakan program terhadap sekolah. 6. Menampung pengaduan
dan keluhan terhadap kebijakan dan program sekolah.
pengaduan dan keluhan masyarakat terhadap sekolah.
8. Mengkomunikasikan pengaduan dan keluhan masyarakat terhadap sekolah
9. Mengindentifikasi kondisi sumber daya di sekolah. 10. Mengidentifikasi suber- sumber daya masyarakat 11. Memobilisasi bantuan
masyarakat untuk pendidikan di sekolah 12. Mengkoordinasikan
bantuan masyarakat
Peran Sekolah
Peranan sekolah dalam pendidikan yang merupakan tingkatan kedua setelah pendidikan dalam keluarga. Peranan sekolah yakni mendidik dan mengajar serta memperbaiki dan memperhalus tingkah laku anak didik yang dibawa dari keluarganya.
Semenjak terlahirnya teori behaviouristik oleh Pavlov, maka sejak itu pula pemahaman bahwa perilaku manusia dipengaruhi juga oleh lingkungan menjadi dibuktikan kebenarannya secara ilmiah.
Sekolah yang telah memberikan lingkungan yang menunjang bagi kesuksesan pendidikan maka sekolah itu secara langsung dan tidak langsung memberikan sentuhan perlakuan kepada anak. Lingkungan itu meliputi:
fisik seperti bangunan, alat, sarana, dan gurunya
non fisik yaitu kurikulum, norma, dan pembiasaan nilai-nilai kehidupan yang terlaksana di sekolah itu.
Suatu alternatif yang mungkin dilakukan untuk meningkatkan sekolah dalam perannya sebagai lembaga pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah, antara lain:
1. Pengajaran yang mendidik
Pemilihan kegiatan belajar yang tepat, akan memberikan pengalaman belajar siswa yang efisien dan efektif untuk mewujudkan pembangunan manusia seutuhya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan konsisten apabila guru memiliki wawasan kependidikan yang tepat serta menguasai berbagai strategi belajar mengajar sehingga mampu dan mau merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan belajar mengajar yang kaya dan bermakna bagi peserta didik.
Selain itu, pemberian prakarsa dan tanggung jawab sedini mungkin kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar akan memupuk kebiasaan dan kemampuan belajar mandiri yang terus menerus. Dengan demikian diharapkan peran sekolah dapat mewujudkan suatu masyarakat yang cerdas.
2. Peningkatan dan pemantapan program bimbingan dan penyuluhan (BP) di sekolah
Seperti diketahui, bidang garapan program BP adalah perkembangan pribadi peserta didik, khususnya aspek sikap dan perilaku atau kawasan afektif.
Dalam pedoman kurikulum disebutkan bahwa, pelaksanaan kegiatan BP di sekolah menitikberatkan kepada bimbingan terhadap perkembangan pribadi melalui pendekatan perseorangan dan kelompok. Siswa yang menghadapi masalah mendapat bantuan khusus agar mampu mengatasi masalahnya. Semua siswa tetap mendapatkan bimbingan karier. Pendidikan afektif dapat diawali dengan kajian tentang nilai dan sikap yang seharusnya dikejar lebih jauh dalam perwujudannya melalui perilaku sehari-hari.
3. Pengembangan perpustakaan sekolah
Perpustakaan sekolah merupakan salah satu pusat sumber belajar, yang mengelola bukan hanya bahan pustaka tetapi juga berbagai sumber belajar lainnya. Perpustakan diharapkan peranannya bisa lebih aktif dalam mendukung program pendidikan. Dengan penyediaan berbagai perangkat lunak yang didukung perangkat keras yang memadai maka perpustakaan dapat menjadi “mitra kelas” dalam proses belajar mengajar dan tempat pengkajian berbagai pengembangan system instruksional.
Suatu perpustakaan sekolah yang memadai akan dapat mendorong siswa atau anak untuk belajar mandiri.
4. Peningkatan Program pengelolaan sekolah
Khususnya yang terkait dengan peserta didik, pengelola sekolah sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan seharusnya merupakan reflexi dari suatu masyarakat yang beradab yang dicita-citakan oleh tujuan nasional. Gaya kerja pengelola umumnya, akan berpengaruh bukan hanya melalui kebijakannya tetapi juga aspek keteladanannya.
Peran Guru
peran guru dalam penyusunan program peningkatan mutu pendidikan, yaitu:
2. sebagai pemberi masukan dan pertimbangan, sesuai pengkajian dan evaluasi program tahun lalu,
3. sebagai pendukung, aktivitas ini diwujudkan dengan menyetujui program dan RAPBS yang telah disusun melalui rapat pleno dan penganggarannya,
4. sebagai mediator/fasilitator, aktivitas ini diwujudkan dengan mensosialisasi program dan RAPBS kepada wali murid dan penggalangan dana melalui paguyupan kelas.
peran guru dalam pengorganisasian sumberdaya peningkatan mutu pendidikan yaitu:
1. sebagai pemberi masukan dalam pembuatan profil sekolah dan pembagian tugas, aktivitas peran ini diwujudkan dengan memberikan data prestasi siswa dan sosial ekonomi orang tua, 2. sebagai pendukung, peran ini diwujudkan dengan aktivitas membantu dan memberi
dukungan kepada kepala sekolah dalam menyiapkan fasilitas fisik sesuai dengan kebutuhan, dan mendukung teman guru mengembangkan potensi dengan menganggarkan dana diklat, seminar, workshop dan KKG.
peran guru dalam pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan yaitu:
1. guru sebagai nara sumber, aktivitas peran ini diwujudkan dalam proses pembelajaran, bahwa guru SD harus mampu dan menguasai seluruh matapelajaran yang diajarkan kepada siswa kecuali pendidikan agama,
2. guru sebagai pelaksana, aktivitas peran ini diwujudkan dengan melaksanakan program yang pertama dan utama, meskipun tugas guru SD merangkap tugas-tugas yang lain masih mampu menambah jam pembelajaran,
3. guru sebagai pemilik (handarbeni) program, aktivitas peran ini dilakukan dengan melaksanakan program secara optimal, karena merasa memiliki dan bertanggungjawab pelaksanaan program dan keberhasilan program peningkatan mutu pendidikan.
peran guru dalam evaluasi program peningkatan mutu pendidikan yaitu:
1. sebagai evaluator, aktivitas peran ini diwujudkan dengan melakukan evaluasi pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan. Tujuannya untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan ketidak berhasilan pelaksanaan program pembelajaran, ekstrakurikuler, keuangan, sarana prasarana dan pasilitas lain berdasarkan obyek, waktu dan model serta cara evaluasi.
Peran guru dalam proses belajar mengajar
Yang akan dikemukakan disini adalah peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai :
1. Demonstrator
Peran guru dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian seorang guru dapat berperan sebagai:
1. Pengambil insiatif, pengarah dan penilai kegiatan pendidikan 2. Wakil masyarakat
3. Ahli dalam bidang mata pelajaran 4. Penegak disiplin
5. Pelaksana administrasi pendidikan
Peran Orangtua
Tim Penulis Paket Pelatihan Awal MBS untuk Sekolah dan Masyarakat (2003 : 2-7), para pakar sepakat bahwa ada tujuh jenis peran serta orang tua dalam pembelajaran:
1. Hanya sekedar pengguna jasa pelayanan pendidikan yang tersedia. Misalnya, orang tua hanya memasukkan anak ke sekolah dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah. 2. Memberikan kontribusi dana, bahan, dan tenaga, misalnya dalam pembangunan gedung
sekolah.
3. Menerima secara pasif apa pun yang diputuskan oleh pihak yang terkait dengan sekolah, misalnya komite sekolah.
4. Menerima konsultasi mengenai hal-hal yang terkait dengan kepentingan sekolah. Misalnya, kepala sekolah berkonsultasi dengan komite sekolah dan orang tua murid mengenai masalah pendidikan, masalah pembelajaran matematika, dll. Dalam konsep MBS hal yang keempat ini harus selalu terjadi.
5. Memberikan pelayanan tertentu. Misalnya, sekolah bekerja sama dengan mitra tertentu seperti Komite Sekolah dan orang tua murid mewakili sekolah bekerja sama dengan Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang perlunya sarapan pagi sebelum sekolah, atau makanan yang bergizi bagi anak-anak.
6. Melaksanakan kegiatan yang telah didelegasikan atau dilimpahkan sekolah. Sekolah, misalnya, meminta komite sekolah dan orang tua murid tertentu untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat umum tentang pentingnya pendidikan atau hal-hal penting lainnya untuk kemajuan bersama.
7. Mengambil peran dalam pengambilan keputusan pada berbagai jenjang. Misalnya orang tua siswa ikut serta membicarakan dan mengambil keputusan tentang rencana kegiatan pembelajaran di sekolah, baik dalam pendanaan, pengembangan dan pengadaan alat bantu pembelajarannya.
Peran masyarakat
1. pengambilan keputusan, Peran serta dalam mengambil keputusan misalnya ketika sekolah mengundang rapat bersama komite sekolah untuk membahas perkembangan sekolah, masyarakat yang dalam hal ini orang tua, anggota komite sekolah, atau wakil dari dunia bisnis dan industri secara bersama- sama memberikan sumbang saran dan berakhir dengan pengambilan keputusan.
2. pelaksanaan, Berdasarkan keputusan yang telah disepakati, maka keputusan tersebut tentunya akan dilaksanakan dalam menunjang pencapaian mutu pendidikan. Sehingga masyarakat yang turut ikut serta mendukung program sekolah hasil kesepakatan telah berperan serta dalam pelaksanaan.
3. Penilaian, dalam perjalanan program, tentunya perlu kontrol dan upaya-upaya untuk memperbaiki. Hal itu merupakan contoh peran serta masyarakat dalam mengevaluasi.
Peran Serta Dunia Usaha dan Industry
Dunia usaha dan dunia industri memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap pendidikan, baik dalam perencanaan, proses peningkatan kualitas pendidikan, maupun pemanfaatan hasil pendidikan. Sebagai contoh untuk pendidikan tinggi, peran dunia usaha dan dunia industri dalam membiayai riset-riset ilmiah sangat besar. Untuk pendidikan dasar dan menengah, orang tua, masyarakat, perguruan tinggi, dan kelompok-kelompok masyarakat donatur pendidikan sangat berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, sampai monitoring program sekolah.