Cerita fabel kancil dan Kura kura

124 

Teks penuh

(1)

Di sebuah hutan kecil di pinggir desa ada seekor kancil yang sombong. Dia suka mengejek hewan–hewan lain yang lebih lemah. Hewan–hewan lain seperti siput, siput, semut dan hewan-hewan kecil lain tidak ada yang suka pada kancil yang sombong itu. Suatu hari, si kancil berjalan dengan angkuhnya mencari lawan yang lemah untuk diejeknya. Kebetulan dia bertemu dengan siput.

Kancil : “Hei, siput, si lambat, kamu jangan jalan aja dong…..lari begitu, biar cepat sampai.” Siput : “Biarlah kancil, memang jalanku lambat. Yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat–cepat nanti jatuh dan terluka.”

Kancil : “Hei siput, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang, aku akan beri hadiah apapun yang kau minta.”

Padahal di dalam hati kancil berkata.

Kancil : “Mana mungkin dia akan bisa mengalahkanku.”

Siput : “Wah, kancil mana mungkin aku bertanding adu cepat denganmu, kamu bisa lari dan loncat dengan cepat, sedangkan aku berjalan selangkah demi selangkah sambil membawa rumahku yang berat ini.”

Kancil : “Nggak bisa, kamu nggak boleh menolak tantanganku ini. Pokoknya besok pagi aku tunggu kau di bawah pohon beringin. Aku akan menghubungi Pak Buaya untuk menjadi wasitnya.”

Siput hanya bisa diam melongo. Di dalam hatinya berkata. Siput : “Mana mungkin aku bisa mengalahkan kancil ?”

(2)

Pak Buaya : “Peraturannya begini, kalian mulai dari pohon garis di sebelah sana yang di bawah pohon mangga itu. Kalian bisa lihat nggak ?”

Kancil : “Bisa….” Siput : “Bisa….”

Pak Buaya : “Nah siapa yang bisa datang duluan di bawah pohon beringin ini, itulah yang menang.” Oke,……satu……dua……tiga……mulai !”

Kancil segera meloncat mendahului siput, yang mulai melangkah pelan karena dia tidak bisa meninggalkan rumahnya.

Kancil : “Ayo siput, lari dong !” Baiklah aku tunggu disini ya….”

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...