• Tidak ada hasil yang ditemukan

BENTUK BENTUK KONFLIK POLITIK DALAM NOVE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BENTUK BENTUK KONFLIK POLITIK DALAM NOVE"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BENTUK-BENTUK KONFLIK POLITIK DALAM NOVEL NEGERI DI UJUNG TANDUK

KARYA TERE LIYE (PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA)

Disusun Oleh:

1. Irma Silviana D. (1301040048) 2. Nurul Anisah (1301040049) 3. Nasyiatul Ashfiyah (1301040052)

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

(2)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sebuah karya sastra notabene adalah sebuah lukisan tentang kehidupan. Karya sastra merupakan suatu bentuk kontemplasi dan refleksi pengarang terhadap keadaan di luar dirinya, misalnya lingkungan atau masyarakat. Hal ini sejalan dengan pemikiran Al Ma’ruf (2009:1) yang mengemukakan bahwa karya sastra merupakan hasil kreasi sastrawan melalui kontemplasi dan refleksi setelah menyaksikan berbagai fenomena kehidupan dalam lingkungan sosialnya. Di sisi lain, karya sastra menjadi rekaman sejarah suatu masa. Indonesia telah mengalami berbagai fase. Fase-fase tersebut direkam dalam berbagai bentuk dokumen, termasuk dokumen fiksi. Rekaman tersebut menunjukkan refleksi kenyataan sosial yang menjadi latar belakang penciptaan novel. Karya sastra adalah potret artistik dari sebuah lingkungan sosial.

Hal yang menarik dalam novel Negeri Di Ujung Tanduk adalah permasalahan yang diungkapkannya. Novel ini mengungkap konflik politik dengan intrik-intrik yang menyebabkan pergolakan antara masing-masing kelompok. Persaingan dunia politik yang menjadikan kehidupan semakin rusak. Hukum semakin melemah karena para penegak hukum banyak yang melanggar hukum. Negeri akan berada pada posisi bahaya dengan semakin banyaknya orang yang memilih tidak peduli pada penyimpangan-penyimpangan hukum. Para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang menjadi teladan, tetapi mereka memutuskan untuk menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian. Namun, dalam novel ini ada sosok petarung sejati (Thomas) yang memilih jalan suci dan tetap berdiri membela kehormatan.

(3)

Negeri di Ujung Tanduk dipilih untuk dianalisis dengan mengutamakan konflik politik yang terjadi di dalam novel. Oleh karena itu, analisis yang akan dilakukan mengenai Konflik Politik dalam Novel Negeri di Ujung Tanduk Karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah yang akan dibahas adalah bagaimana bentuk-bentuk konflik politik dalam novel Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah disampaikan makatujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik politik yang terdapat dalam novel Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis.

1. Manfaat teoretis

Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan terutama di bidang bahasa dan sastra Indonesia dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu sastra, khususnya dalam tinjauan sosiologi sastra.

2. Manfaat praktis

(4)

BAB II

LANDASAN TEORI A. Sosiologi Sastra

Sosiologi sastra merupakan ilmu interdisipliner, antara sosiologi dan ilmu sastra. Ratna (2011:332-333) menyatakan bahwa tujuan dari sosiologi sastra adalah meningkatkan pemahaman terhadap sastra dalam kaitannya dengan masyarakat. Suatu rekaan timbul dari kenyataan adanya sehingga menjadi bukti faktual. Karya sastra bukan semata-mata gejala individual, tetapi gejala sosial yang memasyarakat. Dikemukakan Oemarjati (1962:14) bahwa dalam hubungannya dengan masyarakatnya, hasil seni (sastra) merupakan sistem norma konsep-konsep ide yang bersifat intersubjektif dam harus diterima sebagaia sesuatu yang ada dalam ideologi kolektif.

Seorang pengarang adalah anggota kelas sosial sebab lewat suatu kelaslah ia berhubungan dengan perubahan sosial dan politik yang besar. Perubahan sosial dan politik adalah ekspresi antagonisme kelas dan jelas mempengaruhi kesadaran kelas. Setiap anggota kelas yang terpelajar harus memhami dan terlibat dalam perubahan soali dan politik. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan pandangan dunia adalah ekspresi teoretis dari suatu kelas sosial pada saat-saat bersejarah tertentu dan ditampilkan oleh pengarang, filsuf, dan seniman-seniman dalam karya-karyanya (Damono dalam Pradopo 2002:260)

Seorang pengarang adalah anggota kelas sosial sebab lewat suatu kelaslah ia berhubungan dengan perubahan sosial dan politik yang besar. Perubahan sosial dan politik adalah ekspresi antagonisme kelas dan jelas mempengaruhi kesadaran kelas. Setiap anggota kelas yang terpelajar harus memhami dan terlibat dalam perubahan soali dan politik. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan pandangan dunia adalah ekspresi teoretis dari suatu kelas sosial pada saat-saat bersejarah tertentu dan ditampilkan oleh pengarang, filsuf, dan seniman-seniman dalam karya-karyanya (Damono dalam Pradopo 2002:260)

(5)

Istilah konflik acap kali dikaitkan dengan kekerasan. Menurut Surbakti (2010:193) konflik politik sebagai perbedaan pendapat, persaingan, dan petentangan antar individu, kelompok, atau organisasi dalam upaya mendapatkan dan mempertahankan sumber-sumber dari keputusan yang dibuat dan dilaksanakan pemerintah. Masing-masing berupaya keras untuk mendapatkan dan/atau mempertahankan sumber yang sama. Namun guna mendapatkan dan/atau mempertahankan sumber yang sama itu, kekerasan bukan satu-satunya cara. Pada umumnya kekerasan cenderung digunakan sebagai alternatif yang terakhir. Dengan demikian, konflik dibedakan menjadi dua, yaitu konflik yang berwujud kekerasan dan konflik yang tak berwujud kekerasan.

Duverger (2007:253) mengemukakan bahwa konflik politik dibagi menjadi dua kategori yaitu senjata-senjata pertempuran dan strategi politik.

1. Senjata-senjata Pertempuran a. Kekerasan Fisik

Berbicara secara luas, ada dua jenis kekerasan yang dipergunakan sebagai senjata di dalam pertempuran politik: kekerasan oleh negara melawan para warganya, dan kekerasan antara kelompok warga negara atau melawan negara.

b. Kekayaan

Keefektifan kekayaan sebagai senjata politik ditegaskan oleh paralel yang ada antara evolusi bentuk-bentuk kekayaan dan evolusi bentuk-bentuk otoritas.

c. Jumlah dan Organisasi

Jumlah senantiasa dianggap sebagai senjata politik dan sumber kekuasaan di dalam hubungan internasional. Semakin besar jumlah penduduk suatu negara, semakin banyak pekerja dan serdadu yang dipunyainya. Akan tetapi, jumlah dalam suatu organisasi tidaklah berpengaruh. Mereka baru sungguh-sungguh menjadi senjata politik hanya bilamana massa negara tersebut terorganisir.

d. Media Informasi

(6)

dan gerakan rakyat. Pers dilukiskan sebagai Fourth Estate kekuatan keempat, untuk menunjukkan pentingnya sebagai senjata politik.

2. Strategi Politik

a. Konsentrasi dan penyebaran senjata-senjata politik

Analisa-analisa terdahulu menunjukkan bahwa senjata-senjata politik kadang dikonsentrasikan dan kadang-kadang terpencar. Hal ini tidak selalu mencerminkan pemulihan strategi yang sudah dipertimbangkan dan dipilih secara sengaja, akan tetapi lebih tentang situasi yang dihasilkan oleh struktur sosial, yang dipaksakan oleh keharusan praktis. Penyebaran atau konsetrasi senjata, degan demikian bisa menjadi akibat strategis yang dipaksakan oleh kenyataan-kenyataan itu.

b. Perjuangan terbuka dan perjuangan diam-diam

Pembedaan antara perjuangan terbuka dan perjuangan diam-diam sifatnya mendasar, berkaitan dengan dua tipe rezim politik yang besar. Di dalam demokrasi, perjuangan politik terjadi secara terbuka, disaksikan secara penuh oleh publik; di dalam rezim-rezim aristokratis, dia harus ditutup atau disembunyikan. Kolerasi ini cukup akurat, tidak seperti yang oleh orang-orang tertentu dicoba untuk dibangun antara demokrasi dan dispersi senjata politik.

c. Pergolakan di dalam rezim dan perjuangan untuk mengontrol rezim

Dalam negara-negara demokrasi, pergolakan politik terbuka tetap terbatas. Perbedaan dasar dalam hubungan ini harus dibuat diantara pergolakan di dalam dan perjuangan untuk merebut rezim. Hal ini tidak saja merumuskan bentuk perjuangan, akan tetapi juga batasan-batasannya juga. Dari titik ini, hal itu terutama relevan untuk mempelajari antagonisme sosial dan integrasi sosial.

d. Strategi dua blok dan strategi sentris

(7)

kita memperbandingkan kedua situasi dan membuat klasifikasi yang cukup tepat tentang strategi politik dalam demokrasi pluralis.

e. Kamuflase

(8)

BAB III PEMBAHASAN

Novel Negeri di Ujung Tanduk memiliki jalan cerita yang menegangkan dan penuh dengan konflik di dalamnya. Konflik ini terjadi antara kelas sosial yang sama yaitu kubu Thomas yang mendukung pencalonan JD sebagai presiden, dan kubu lawan (mafia hukum) yang menolak pencalonan JD dan mendukung calon presiden lain dengan melakukan aksi-aksi untuk menggagalkan pencalonan dari JD. Konflik dilakukan oleh pihak lawan dengan menyerang Thomas yang menjadi konsultan politik dari JD. Konflik ini berlatarkan di empat lokasi, yaitu Jakarta, Denpasar, Makau, dan China. Konflik politik dalam novel Negeri di Ujung Tanduk difokuskan pada bentuk-bentuk konflik politik yang terjadi di dalamnya. Bentuk-bentuk konflik politik terbagi menjadi dua kategori yaitu senjata-senjata pertempuran dan strategi politik, berikut analisisnya.

1. Senjata-senjata Pertempuran

Dalam novel Negeri di Ujung Tanduk, bentuk konflik politik yang berupa senjata-senjata pertempuran dapat dikategorikan menjadi beberapa bagian yaitu kekerasan fisik, kekayaan (kedudukan), jumlah dan organisasi, serta media informasi.

a. Kekerasan Fisik

Kekerasan fisik yang terdapat dalam novel Negeri di Ujung Tanduk berupa tindak penangkapan, penculikan, dan penembakan yang dilakukan oleh pihak lawan kepada pihak Thomas yang menjadi tokoh sentral dalam novel. Bentuk-bentuk kekerasan fisik yang didapat oleh pihak Thomas yaitu salah satunya aksi penangkapan oleh pasukan satuan khusus antiteror otoritas Hong Kong SAR. Hal tersebut dapat ditunjukkan dalam kutipan berikut:

(9)

Dari kutipan di atas, jelas terlihat aksi penangkapan yang dilakukan oleh satuan antiteror Hong Kong terhadap Thomas, Kadek, Opa Chan, dan Maryam yang saat itu berapa di atas kapal pesiar. Penangkapan tersebut merupakan ulah dari pihak lawan untuk menjebak Thomas agar tidak mengikuti konvensi yang akan dilaksanakan di Denpasar. Hal ini dapat ditunjukkan dalam kutipan berikut ini:

“Iya, itu benar, Maryam. Akulah sasaran tembak mereka. Ada yang merekayasa semua kejadian. Mereka tidak main-main. Mereka memiliki agenda lebih serius, lebih penting dari sekadar memenjarakan seorang konsultan politik bersama teman-temannya. Ini manuver politik” (hal.81)

Dalam kutipan tersebut, manuver politik yang dilakukan oleh pihak lawan adalah menggagalkan Thomas untuk menghadiri konvensi pencalonan JD sebagai presiden yaitu menjebak Thomas dengan narkoba dan senjata lengkap yang diselundupkan pihak lawan di kapal pesiar milik Thomas. Hal tersebut dapat diperjelas dengan kutipan berikut:

“Shinpei jelas bukan hanya orang di belakang seluruh mafia hukum di negeri ini. Dia sekaligus anggota mafia dunia hitam di Hong Kong. Tidak semua orang bisa menyediakan seratus kilogram bubuk heroin, meletakkan persenjataan lengkap.” (hal.303)

Kekerasan fisik yang lain yaitu berupa tindakan penculikan penembakan yang dilakukan oleh pihak lawan terhadap Om Liem yang menjadi saksi atas Proyek Pembangunan Pusat Olahraga Nasional yang mengaitkan pejabat negara yang merupakan salah satu anggota dari pihak lawan dari Thomas dan kliennya JD. Penculikan terhadap Om Liem dan penembakan petugas yang mengawal Om Liem terdapat dalam kutipan berikut ini:

(10)

petugas. Dari mobil yang berhenti di depan konvoi, turun belasan orang bersenjata yang langsung menembaki petugas escort tahanan yang dikirim Komisi Pemberantasan Korupsi. Dua petugas meninggal di tempat, dan belasan lain luka parah, terkapar di jalanan. Tidak ada yang tahu di mana dan apa kabar Liem Soerja saat ini. Pintu belakang mobil tahanan yang dia tumpangi hancur, borgolnya tergeletak di lantai mobil dan Liem Soerja raib begitu saja” (hal.294)

Dalam kutipan tersebut, keterlibatan Om Liem sebagai saksi mengancam pihak lawan. Pihak lawan tidak segan-segan untuk melakukan kekerasan fisik sebagai senjata pertempuran untuk menghalangi Thomas menjadikan Om Liem sebagai saksi terhadap kasus korupsi yang melibatkan pejabat negara tersebut. Di balik kejadian ini juga terdapat campur tangan mafia hukum yang mencoba menghalangi Thomas dan pencalonan JD sebagai presiden.

b. Kekayaan (kedudukan)

Kekayaan dalam hal ini yakni kedudukan yang dieksploitasi oleh sejumlah oknum penegak hukum jenderal bintang tiga, anggota DPR, pejabat pemerintah, dan pengusaha. Dimana mereka semua tergabung dalam mafia hukum yang menjadi lawan dari Thomas. Kedudukan yang disalahgunakan berupa tindakan seperti yang dilakukan oleh pengusaha dalam memperoleh keistimewaan untuk diri sendiri dalam menjalani hukuman yang diterima, seperti dalam kutipan berikut:

“Semua kejadian ini ada kaitannya. Kejadian di Hong Kong, kejadian di Jakarta. Aku tahu mereka memiliki jaringan besar, kekuasaan besar. Termasuk dalam kasus pengadilanmu. Berapa tahun jaksa menuntutmu atas kejahatan Bank Semesta tahun lalu? hanya delapan tahun, padahal undang-undang menuliskan dua puluh tahun. Lantas berapa keputusan hakim? Hanya empat tahun, palu diketuk. Setahun di dalam penjara yang bagai kamar di rumah sendiri, berapa remisi yang telah kau peroleh? Dua belas bulan. Hebat sekali, semua korting hukuman yang mereka berikan.” (hal.254)

(11)

keringanan masa tahanan dikarenakan bantuan dari pihak mafia hukum yang dapat dengan mudah mengatur dan merencanakan tindakan yang dapat menguntungkan mereka. Keefektifan kekayaan sebagai senjata politik dapat membuat tokoh yang terlibat dapat leluasa menjalani hukuman. Akan tetapi, hal tersebut dapat membuat hilangnya kehormatan dan harga diri yang dimiliki, seperti dalam kutipan berikut:

“Aku tahu mereka bisa mendesain banyak hal dengan mudah. Aku tahu semua fasilitas yang mereka berikan kepada pengusaha, siapa saja yang membutuhkan bantuan yang mau membayar mahal. Tapi cukup. Sudah saatnya kau berhenti dari ketergantungan kepada mereka. Cukup. Sekarang waktunya meninggalkan bantuan dari mereka. Atau tidak ada lagi kehormatan yang tersisa.” (hal.254)

Dalam kutipan di atas, terlihat bahwa Thomas menyadarkan Om Liem bahwa sebuah kekuasaan yang tengah ia pegang tidak dapat membuat suatu kebanggaan, melainkan membuat hilangnya kehormatan. Bantuan yang diberikan tidak dapat membantu mengembalikan kehormatan tersebut. Selain pengusaha yang menggunakan kekayaannya untuk meringankan hukuman, ada pula penegak hukum yang menggunakan kedudukannya untuk memprovokasi seseorang, seperti dalam kutipan berikut:

“by the way, Thomas, kalau boleh tahu, seberapa besar kau dibayar klienmu untuk memenangi konvensi partai besok? Seberapa besar tarif jasa konsultasi politikmu, Thomas? Atau mungkin kau dijanjikan menjadi salah satu menteri dalam kabinetnya kalau besok lusa dia berhasil menjadi presiden? Atau lebih dari itu? Konsensi bisnis? Penguasaan atas salah satu perusahaan pelat merah?.” (hal.200)

(12)

Thomas. Dalam hal ini, suatu kedudukan tidak dapat dibeli dengan kekayaan atau kekuasaan.

c. Jumlah dan Organisasi

Jumlah dan organisasi yaitu sejumlah massa yang tergabung ke dalam organisasi dalam suatu konflik antara masing-masing kubu. Organisasi ini memiliki kelas sosial yang sama. Massa pendukung JD yang diorganisasikan oleh Thomas untuk melakukan konsolidasi dan massa yang menolak JD dalam konvensi pencalonan presiden. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut:

“Tidak bisa dicegah. Diskusi pertama yang segera panas adalah pakah klien politikku berhak mengikuti konvensi atau tidak. Dua faksi segera terbentuk, menjadi dua kutub ekstrem. Kelompok pertama mendukung JD terus mengikuti konvensi, tidak peduli dengan kasus hukum yang membelitnya. Kelompok kedua jelas-jelas meminta klien politikku didiskualifikasi atas nama moralitas partai. Dua kutub yang segera saling berhadapan, plenary hall tenpat konvensi berlangsung berubah menjadi pasar malam, ramai orang berseru, berteriak, bersitegang, membuat pimpinan sidang tidak ada artinya lagi. Susah payah mengendalikan jalannya pleno.” (hal.226)

Dalam kutipan di atas, penolakan pencalonan JD sebagai presiden dilakukan oleh sebagian anggota partai yang termasuk ke dalam anggota mafia hukum. Meskipun demikian, anggota partai yang mendukung pencalonan JD tetap kukuh dan bekerja sama memperjuangkan JD sebagai calon presiden dalam konvensi tersebut. Di pihak mafia hukum, jumlah dan organisasi terbentuk dari berbagai profesi, seperti dalam kutipan berikut:

(13)

Dalam kutipan di atas, jelas terlihat organisasi yang dibentuk mulai dari hakim, anggota DPR, kepolisian, pejabat pemerintah, pengusaha dan orang-orang penting lainnya dibawah pimpinan Tuan Shinpei sebagai otak dari segala rencana yang telah dilayangkan kepada Thomas dan rekannya sebagai rekayasa dan jebakan untuk menggagalkan pencalonan JD sebagai presiden.

d. Media Informasi

Media menjadi alat untuk melakukan serangan politik yang dilancarkan oleh pilak lawan yakni mafia hukum, dan perang pendapat yang terjadi mengenai konvensi pencalonan presiden. Media ini juga dijadikan Thomas untuk melakukan press release tentang pembukaan konvensi partai, dengan mengundang wartawan, redaktur media massa besar. Dalam press release, Thomas juga akan menjelaskan sebuah dugaan persekongkolan besar yang dilakukan oleh mafia hukum. Hal tersebut terdapat dalam kutipan berikut:

“Pekerjaan kedua, kau hubungi segera wartawan dan redaktur media massa besar. Bilang kita punya press release penting tentang pembukaan konvensi partai besok. Kumpulkan mereka di salah satu restoran atau kafe tiga jam lagi, pukul 15.00. Aku akan segera tiba di Jakarta dua jam lagi, langsung bergabung ke tempatmu mengumpulkan mereka.”(hal.121)

Dalam kutipan di atas, tindakan Thomas untuk mengumpulkan wartawan dan redaktur ditujukkan untuk memberitahukan masalah yang tengah ia hadapi yakni persekongkolan yang dilakukan oleh mafia hukum terhadap ia dan kliennya. Persekongkolan yang merupakan manuver politik untuk menggagalkan ia dalam pencalonan JD sebagai presiden.

(14)

“Pemirsa, dari lokasi penangkapan, kami mengabarkan bahwa pihak kepolisian menyatakan efektif hari ini JD dijadikan tersangka korupsi megaproyek tunnel raksasa selama menjadi gubernur ibukota. Seperti yang kita ketahui, nilai proyek yang digagas beberapa tahun lalu itu dilaporkan 16 triliun, dan saat selesai pembangunannya setahun lalu membengkak menjadi 24 triliun karena perubahan spesifikasi terowongan raksasa dan alasan teknis lainnya. Pihak kepolisian akan melakukan press conference nanti malam pukul sembilan, memberikan keterangan lengkap atas penangkapan yang amat mengejutkan ini.”(hal.134-135)

Kutipan di atas menunjukkan bahwa penangkapan JD yang disiarkan di media menjadi alat provokasi yang digunakan pihak mafia hukum. Media dijadikan alat penyerangan untuk menggagalkan pencalonan JD sebagai tersebut. Terdapat lima strategi politik menurut Duverger, namun penelitian ini hanya memfokuskan pada tiga dari lima strategi politik yaitu; perjuangan terbuka dan perjuangan diam-diam; pergolakan di dalam rezim dan perjuangan untuk mengontrol rezim; dan kamuflase.

a. Perjuangan terbuka dan perjuangan diam-diam

Perjuangan politik terjadi secara terbuka, disaksikan secara penuh oleh publik. Perjuangan ini dilakukan secara terbuka dan demokratis dengan melibatkan banyak pihak. Seperti dalam kutipan berikut

(15)

mendiskualifikasi calon presiden kita. Tidak ada yang boleh membatalkannya. Penangkapan itu dusta, intrik politik yang membunuh karakter. Kita semua pemilik partai ini, kitalah pemilik suaranya, maka kita sendiri yang akan menentukan nasib partai ini, bukan mereka”(hal.237)

Dalam kutipan di atas, dapat dilihat bahwa perjuangan Thomas sebagai konsultan politik memperjuangkan JD untuk tetap menjadi kandidat calon presiden. Pencalonan JD tetap dilanjutkan meskipun kasus hukum sedang membelitnya. Hal ini tidak menyurutkan Thomas sebagai konsultan politik dengan strategi yang sudah dirancang untuk pencalonan JD.

Perjuangan diam-diam yaitu adanya jaringan mafia hukum yang mengejar tujuan politiknya secara ilegal. Mafia hukum menggunakan strategi politik secara diam-diam untuk menggagalkan pencalonan JD dengan mengambil cara-cara ilegal, menyabotase, memanipulasi, dan menggunakan kekerasan fisik yang sangat merugikan pihak Thomas. Mafia hukum secara diam-diam telah membentuk organisasi untuk mencapai tujuan mereka. Seperti dalam kutipan berikut:

“Astaga, dua puluh tahun lalu, saat dia masih berseragam sekolah, aku telah membakar keluargamu, Tommi. Membangun jaringan tidak terlihat dari bawah, selapis demi selapis, apa istilah yang kalian gunakan untuk menyebutnya di koran-koran? Mafia hukum? Ya, mafia hukum. Itu istilah yang menarik.”(hal.332)

Perjuangan secara diam-diam yang dilakukan oleh mafia hukum juga ditunjukkan saat mencoba menggagalkan Thomas mengikuti konvensi dengan merekayasa kejadian di kapal pesiar, seperti dalam kutipan berikut:

“Aku mengirim orang-orang. Kau target pertama. Anak buahku di Hong Kong meletakkan seratus kilogram bubuk heroin dan sekarung senjata di kapal pesiar itu, lantas menghubungi satuan khusus antiteror. Kau, Opa, nahkoda kapalmu, dan gadis malang itu ditangkap. Sialnya kau berhasi lolos. Aku terlalu meremehkan seorang Tommi, sepertinya kau memang pemburu kesebelas.” (hal.333)

(16)

juga saat kejadian tertangkapnya JD yang merupakan salah satu rekayasa yang dibuat oleh mafia hukum untuk menggagalkan pencalonan JD sebagai presiden dalam konvensi partai. Hal tersebut ditunjukkan dalam kutipan berikut:

“Tidak ada pilihan lain, aku memerintahkan seluruh anggota penting jaringan di Jakarta mengeluarkan usaha terbaik untuk mencegah klien politikmu maju di konvensi itu. Klien politikmu ditangkap petinggi kepolisian, mudah saja merekayasa sebuah kasus hukum, perang opini digelar di media massa, posisi klien politikmu terancam didiskualifikasi di konvensi.” (hal.333)

b. Pergolakan di dalam rezim dan perjuangan untuk mengontrol rezim

Pergolakan di dalam rezim terjadi pada kubu Thomas, dimana klien politiknya terbelit kasus korupsi yang dilancarkan oleh mafia hukum. Pergolakan tersebut terjadi dalam konvensi pencalonan presiden terkait penangkapan JD yang mengancam posisinya sebagai kandidat calon presiden. Pergolakkan ini terdapat dalam kutipan berikut:

“Kami tercerai-berai, Thomas. Semua kehilangan pegangan. Kau bicaralah. Serukan apapun yang harus diserukan, satukan lagi kami semua” (hal.233)

Kutipan di atas menjelaskan bahwa pergolakan terjadi dalam kubu Thomas. Pergolakkan yang disebabkan tertangkapnya JD sebagai tersangka kasus korupsi megaproyek. Pergolakkan ini langsung ditangani oleh Thomas sebagai konsultan politik melalui pengontrolan terhadap anggota partai lainnya. Pengontrolan rezim dilakukan Thomas untuk mengendalikan situasi ketegangan dalam konvensi pencalonan presiden dengan konsolidasi. Hal ini ditunjukkan dalam kutipan berikut:

(17)

Dari kutipan di atas, jelas terlihat pengontrolan yang dilakukan oleh Thomas untuk mengembalikkan semangat anggota partai untuk tetap mendukung dan membela JD agar menjadi presiden. Konsolidasi yang dilakukan oleh Thomas, anggota partai kembali memperoleh semangat untuk tetap bekerja sama mendukung pencalonan JD sebagai presiden dalm konvensi partai.

c. Kamuflase

Penyelundupan barang terlarang di dalam kapal sebagai usaha menyingkirkan Thomas dan rekayasa kasus korupsi yang ditujukan kepada JD untuk menggagalkannya mengikuti pencalonan presiden. Penyelundupan yang dilakukan oleh mafia hukum terjadi saat Thomas beserta rekannya sedang berada di atas kapal pesiar di Hong Kong, berikut kutipannya:

“salah seorang petugas membongkar paksa kunci, isi kotak itu justru dipenuhi tumpukan bungkusan yang rapi dengan logo asing dan tulisan yang tidak kupahami. Orang berpakaian sipil itu meraih pisau dari pinggang rekannya, merobek bungkusan tersebut. Butiran putih langsung merekah dari robekan kertas. Demi melihat benda tersebut, aku mengeluh tertahan. Opa yang jelas juga tahu benda apa itu, ikut menghela napas panjang. Maryam berseru pelan, menutup mulutnya dengan telapak tangan”(hal.67-68)

Dari kutipan di atas, benda yang berupa butiran putih adalah narkoba seberat seratus kilogram yang diselundupkan oleh mafia hukum di kapal pesiar milik Thomas. Penyelundupan ini dimaksudkan untuk mencegah Thomas mengikuti konvensi pencalonan presiden yang akan segera dilaksanakan. Bukan hanya narkoba yang diselundupkan melainkan senjata-senjata, seperti dalam kutipan berikut:

“Itu belum cukup. Petugas ketiga yang memeriksa kabin depan kapal masuk sambil membawa karung tebal besar, menumpahkan isinya di lantai kabin. Enam pucuk senjata otomatis, beberapa granat, dan juga kotak-kotak kecil bertuliskan C4, peledak mematikan, tergeletak di lantai.”(hal.68)

(18)

kamuflase yang dilakukan oleh mafia hukum untuk menggagalkannya mengikuti pencalonan presiden. Hal tersebut ditunjukkan dalam kutipan berikut:

“Tidak ada pilihan lain, aku memerintahkan seluruh anggota penting jaringan di Jakarta mengeluarkan usaha terbaik untuk mencegah klien politikmu maju di konvensi itu. Klien politikmu ditangkap petinggi kepolisian, mudah saja merekayasa sebuah kasus hukum, perang opini digelar di media massa, posisi klien politikmu terancam didiskualifikasi di konvensi.” (hal.333)

Dalam kutipan di atas, jelas terlihat usaha mafia hukum untuk menggagalkan pencalonan JD. Semua kejadian sudah direkayasa dengan sedemikian rupa dan melibatkan oknum pejabat pemerintah dalam melakukan rekayasa tersebut.

BAB IV KESIMPULAN

Novel Negeri di Ujung Tanduk memiliki jalan cerita yang menegangkan dan penuh dengan konflik di dalamnya. Konflik ini terjadi antara kelas sosial yang sama yaitu kubu Thomas yang mendukung pencalonan JD sebagai presiden, dan kubu lawan (mafia hukum) yang menolak pencalonan JD dan mendukung calon presiden lain dengan melakukan aksi-aksi untuk menggagalkan pencalonan dari JD. Konflik dilakukan oleh pihak lawan dengan menyerang Thomas yang menjadi konsultan politik dari JD. Konflik ini berlatarkan di empat lokasi, yaitu Jakarta, Denpasar, Makau, dan China. Konflik politik dalam novel Negeri di Ujung Tanduk difokuskan pada bentuk-bentuk konflik politik yang terjadi di dalamnya. Bentuk-bentuk konflik politik terbagi menjadi dua kategori yaitu senjata-senjata pertempuran dan strategi politik.

(19)

masing-masing kubu; (4) media informasi yang merupakan alat untuk melakukan serangan politik.

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Al Ma’ruf, Ali Imron. 2009. Stilistika: Teori, Metode, dan Aplikasi Pengkajian Estetika Bahasa. Solo: Cakrabooks

Duverger, Maurice. 2007. Sosiologi Politik. Jakarta: Raja Grafindo Persada Liye, Tere. 2013. Negeri di Ujung Tanduk. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Pradopo, Rachmat Djoko. 2002. Kritik Sastra Indonesia Modern. Yogyakarta: Gama Media.

Ratna, Nyoman Kutha. 2011. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra dari Strukturalime hingga Postrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Surbakti, Ramlan. 2010. Memahami Ilmu Politik

(21)

Sinopsis Novel Negeri di Ujung Tanduk Karya Tere Liye

Setahun setelah Thomas berjuang menyelamatkan Bank Semesta, ia telah menambahkan unit bisnis dalam perusahaan konsultannya. Jika dulu ia hanya fokus mengurus strategi keuangan dan instrumen investasi, sekarang Thomas merambah dunia politik. Menjadi konsultan strategi politik, Thomas telah berhasil mengantar dua kliennya memenangkan pemilihan gubernur. Ia sukses menunjukkan bahwa kompetisi politik bisa dimenangkan dengan kalkukasi yang cermat.

Bagi Thomas sendiri, politik tidak lebih adalah permainan terbesar dalam bisnis omong kosong, sebuah industri artifisial penuh kosmetik yang pernah ada di dunia. (hlm. 20).

"Sebagaimana sebuah bisnis omong kosong dijalankan, kita harus berdiri di atas ribuan omong kosong agar omong kosong tersebut menjadi sesuatu yang bisa dijual dengan manis, dan dibeli dengan larisnya oleh para pemilih. Anda boleh saja tidak sependapat. Silakan. Tetapi saya dibayar mahal memoles omong kosong tersebut, menjualnya, dan simsalabim, menjadi king maker, mendudukkan orang-orang di kursi kekuasaan." (hlm. 20-21).

Setahun sebelumnya, setelah kasus penyelamatan Bank Semesta, dalam penerbangan menuju London, Thomas bertemu JD, mantan wali kota dan gubernur yang dikenal sebagai figur muda yang sederhana dan bersih. Pertemuan itu menjadi momen penting dalam hidup Thomas. Percakapan dengan JD menginspirasi Thomas untuk terlibat dalam dunia politik.

(22)

Dalam sosok JD Thomas menemukan jawaban dari pertanyaan yang melindap dalam benaknya terkait sosok politikus dengan kemuliaan dan kelurusan hati bak Gandhi atau Nelson Mandela. Maka, Thomas pun menawarkan diri menjadi konsultan strategi demi mewujudkan penegakan hukum yang dikehendaki JD. Dan karena presiden merupakan pemilik komando tertinggi bagi penegakan hukum di Indonesia, cita-cita JD hanya bisa direalisasikan dengan menjadi presiden.

Menjelang konvensi partai yang akan mengumumkan secara resmi kandidat presiden dari partai yang menominasikan JD, mendadak terjadi terjadi peristiwa yang tidak diantisipasi Thomas sebelumnya. Terjadi ekskalasi besar-besaran dari peserta konvensi yang ditandai dengan manuver raksasa yang dilakukan pihak lawan JD. Situasi yang berkembang tidak terduga itu membuat JD meminta Thomas yang berada di Hong Kong untuk kembali ke Jakarta. Tapi sebelum Thomas meninggalkan Hong Kong, seusai konferensi mengenai komunikasi dan pencitraan politik, ia ditangkap satuan khusus antiteror otoritas Hong Kong. Di dalam kapal yang digunakan Opa dan Kadek menjemput Thomas di Makau, ditemukan seratus kilogram bubuk heroin serta setumpuk senjata api dan peledak. Tidak ada hipotesis lain yang terbentuk di benak Thomas selain bahwa kejadian ini adalah salah satu agenda serius yang dijalankan pihak lawan JD.

Ditahannya Thomas di Hong Kong, membuat ia tidak bisa hadir di konvensi partai. Untunglah ada Lee, pengusaha Hong Kong yang dikalahkannya dalam pertarungan di Makau. Lee berhasil meloloskan Thomas dan mengatur perjalanan pulang Thomas ke Indonesia. Setibanya di Jakarta, Thomas disambar berita penangkapan kliennya. JD ditetapkan sebagai tersangka korupsi megaproyek tunnel raksasa selama menjabat sebagai gubernur ibu kota. Penangkapan itu tak pelak lagi disinyalir Thomas sebagai upaya pembunuhan karakter untuk mencemarkan reputasi cemerlang JD. Kemungkinan besar, JD akan didiskualifikasi dari kandidat calon presiden partai.

(23)

harus bergerak cepat memperjuangkan nasib kliennya. Ia harus pergi ke Denpasar untuk melakukan konsolidasi para pendukung JD. Tapi hal itu pun tetap tidak mudah. Karena seperti dugaan Thomas, ada kelompok yang disebutnya sebagai mafia hukum, bergerak di belakang setiap kejadian itu.

Apakah Thomas bisa menghadiri konvensi partai dan mengembalikan kepercayaan semua pendukung JD? Thomas, mau tak mau, mesti merancang sebuah plot untuk bisa menghadapi tekanan demi tekanan mematikan yang dihadapinya. Tidak hanya berupaya membawa keluar seorang saksi mahkota dari tahanan kepolisian, Thomas pun menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk menjalankan rencananya. Hingga pada akhirnya ia menyadari, sesungguhnya ia sedang berhadapan dengan para pendiri benteng kekuasaan yang mampu melakukan apa saja demi pencapaian tujuan mereka. Dan sebagai pemimpinnya adalah bedebah yang menyeruak dari puing-puing masa lalu Thomas.

Setelah memunculkan permasalahan di bagian awal novel, kegentingan situasi diciptakan untuk membawa sang karakter utama mengerahkan semua kemampuannya untuk memutuskan rantai kejahatan yang menantang nyalinya. Di penghujung upayanya sebagai tokoh pahlawan, ia diperhadapkan dengan kejutan yang membuatnya limbung sekaligus kian berkobar amarahnya. Tapi sebagaimana dalam prekuelnya, sang protagonis tetap akan diberikan kemenangan, dan jalan menuju ke sana, selalu datang secara tak terduga.

Thomas memang hanya melakukan apa yang dipikirkannya sebagai tanggung jawabnya sebagai seorang konsultan strategi. Tapi sebenarnya ia telah menunjukkan sebuah sikap, yang tidak disadarinya, sampai seseorang mengingatkannya, tepat di bagian pamungkas novel.

Kau tahu, Thomas, jarak antara akhir yang baik dan akhir yang buruk dari semua cerita hari ini hanya dipisahkan oleh sesuatu yang kecil saja, yaitu kepedulian.

(24)

lebih besar lagi bedanya pada masa mendatang. Selalulah menjadi anak muda yang peduli, memilih jalan suci penuh kemuliaan. Kau akan menjalani kehidupan ini penuh dengan kehormatan. Kehormatan seorang petarung. (hlm. 358-359).

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Ardi Winoto (2008:3) dalam bukunya “ Mikrokontroler adalah Sebuah sistem microprocessor dimana didalamnya sudah terdapat CPU, ROM, RAM, I/0, clock dan

12 Bulan 35.444.400 Pendapatan Daerah Tersedianya fungsi pelayanan dan penerangan kantor yang baik. 0

Berdasarkan hubungan ( inlow ) curah hujan (mm) dan ketinggian dalam setiap level air yang mengalir secara vertikal hasil dari optimasi Tank Model , dapat menjelaskan

Puji Syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa atas berkat, rahmat, kesehatan, akal budi serta bimbingan-Nya sehingga Landasan Teori dan Program (LTP) Projek Akhir

[r]

Proses pemberdayaan masyarakat berarti kemampuan seseorang untuk memahami dan mengendalikan keadaan sosial, ekonomi dan kemampuan politiknya yang sangat diperlukan dalam

Prosedur penelitian ini menggunakan model Akker [15] yang menerapkan 4 tahapan utama yaitu: (1) pemeriksaan pendahuluan ( preliminary investigation ) yang dimaksudkan untuk

[r]