• Tidak ada hasil yang ditemukan

FALSAFAH DAN KOMPONEN FISIK DESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FALSAFAH DAN KOMPONEN FISIK DESA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

FALSAFAH DAN

FALSAFAH DAN

KOMPONEN FISIK DESA

(2)

Perencanaan Tata Ruang Desa :

Perencanaan Tata Ruang Desa :

Upaya mencari keseimbangan antara hubungan manusia dengan alam

(3)

Falsafah Dasar Tata Ruang

Kelangsunga

n Hidup

Manusia

Aktivitas

Lingkup

Keterkaitan

(4)
(5)

Komponen Fisik Desa

(6)

2. Ekistic (Doxiadis)

Elemen ekistic ada 5 yaitu sebagai berikut :

• Geologic resources

• Topographical resources

• Soil resources

• Water resources

• Plant life

• Animal life

• Climate

a. Nature (sumber daya alam)

• Biological needs (space, air,

temperature, etc)

• Sensation of perception

• Emotional needs (human

relations, security, beauty, dll)

• Moral value

b. Man (sumber daya manusia)

• Population composition

and density

• Social stratifications

• Cultural patterns

• Economic development

• Education

• Health and walfare

• Law and administration

(7)

Housing

Community services (schools,

hospital, etc)

Shopping centress and market

Recreational facilities (theatre,

museum, etc)

Civic and business centres (town

hall, law courts, eyc)

Transportation centres

d. Shells (Sarana)

•Water supply system

•Power supply systems

•Tranportation system (water, road, rail, air)

•Communication systems (telephone, radio, TV, etc)

•Semerage & drainage

•Physical lay ou ( ekistic plan)

(8)

3. Patrick Geddes (F,W, P/S)

Komponen pemukiman menurut Patric Geddes adalah sebagai berikut :

FOLK

FOLK

WORK

WORK

PLACE

PLACE

Jika ketiga unsur diatas digabungkan atau dikombinasikan maka

menghasilkan 10 kelompok sebagai berikut :

1.

Folk :demografi dan sosiologi

2.

Work: ekonomi dan potensi

3.

Place : geografi, klimatologi, dan lain-lain

4.

F

P

(pengaruh P terhadap F) : distribusi penduduk

5.

F

W

(pengaruh W terhadap F) : tingkat hidup, strata sosial

6.

P

F

(Pengaruh F terhadap P) : tata guna sosial ekonomi

7.

P

W

(pengaruh W terhadap P) : tata guna lahan dan ekonomi

8.

W

F

(pengaruh F terhadap W) : tenaga kerja, kondisi sosial ekonomi

9.

W

P

(pengaruh P terhadap W) : distribusi barang dan produksi

(9)

4. Prof. Ir. Koeshadinoto (W, K, M, S, P)

Wisma

:

meliputi kebutuhan akan perumahan, terutama cukup yang terbentuk

(berwujud) rumah temporer dan semi permanen.

Karya

:

kegiatan karya lebih berorientasi pada tanah pertanian atau perikanan yang

terletak di luar daerah permukiman.

Marga

:

kebutuhan komunikasi terutama berorintasi kepada hubungan lokal antar

individu atau paling jauh dengan desa yang berdekatan, kebutuhan hubungan regional

hanya bisa dilakukan sesekali saja.

Suka

:

rekreasi lebih berorientasi ke lingkungan rumah bersama keluarga dan tetangga

terdekat, rekreasi luar tidak terlalu diperlukan.

Penyempurna :

kebutuhan spiritual atau keagamaan merupakan orientasi yang

diuatamakan sehingga fungsi utama tempat ibadah terutama surau atau mesjid

merupakan fasilitas yang penting. Disamping itu fasilitas pendidikan, kesehatan dan

lahan pekuburan juga merupakan bagaian yang penting bagi masyarakat desa.

(10)

Tujuan / Sasaran :

1.

Efisiensi, Efektifitas

2.

Intensitas Antar Aktivitas

3.

Orientasi Fungsional

4.

Kualitas Fungsional

Skala / Ruang Lingkup :

(11)

Sistem Nilai

Sistem Nilai

Efektif dan efsien fungsi komponen

Intensitas hubungan antar komponen (frekuensi dan

kualitas kebutuhan masyarakat terhadap fungsi

komponen)

Kemungkinan pengembangan komponen yang ada

Keamanan dan kemudahan pemeliharaan

komponen, serta keindahan

Sistem Nilai adalah prinsip penempatan komponen secara umum

sebagai dasar pertimbangan adalah sebagai berikut

:

(12)

Penempatan ke-5 komponen desa hendaknya mempertimbangkan (syarat-syarat)

sebagai berikut :

1.

Wisma

, memerlukan ketenangan, ketertiban, kebersihan dan kenyamanan.

Oleh karena itu komponen ini sedapat mungkin dijauhkan dari keramaian atau

kebisingan dan pencemaran.

2.

Karya

, untuk kegiatan primer agraris, pengusaha pertanian tidak merusak

lingkungan. Untuk kegiatan sekunder / industri (seperti kerajinan, pertukangan,

industri) yang mengandung bahaya pencemaran diletakan jauh dari komponen

wisma. Untuk kegiatan tersier (jasa perdagangan) berupa pasar, terletak pada

tempat strategis, mudah dicapai dari segala jurusan atau arah.

3.

Marga

meliputi ke-3 jenis perhubungan yang ditekankan adalah perhubungan

darat. Sehingga ditetapkan klasifikasi jalan desa , Jalan penghubung, dan

Jalan lingkungan.

4.

Suka

, terdiri atas lapangan terbuka, jalan hijau, bangunan terbuka dan

tertutup, letaknya berdekatan dengan wisma.

(13)

Desa

Hubungan ke-5

komponen pokok

penduduk atau

masyarakat dan

perangkatnya

merupakan

(14)

Tingkat kebutuhan pelayanan dan kegiatan fungsional yang

pokok pada masyarakat desa

1.

Bentuk-bentuk rumah yang sederhana

2.

Kebutuhan untuk kegiatan pertanian atau

perikanan

3.

Hubungan lokal untuk mendekatkan hubungan

sosial antar individu. Hubungan regional tidak

terlalu besar

4.

Bentuk rekreasi di rumah sebagai tempat

istirahat bersama keluarga setelah lelah

bekerja seharian

5.

Kebutuhan spiritual atau keagamaan dan

kesehatan serta tanah pekuburan

(15)

Menuju Pola Tata Ruang Fisik

Menuju Pola Tata Ruang Fisik

Desa Berencana

Desa Berencana

Lingkup pemikiran perencanaan tata ruang fisik desa adalah :

• Hubungan antar desa (intra regional)

• Hubungan antar wilayah (inter regional)

• Penempatan desa dalam kaitannya dengan strategi pengembangan wilayah

• Pemikiran hirarki desa sesuai fungsi dan peranannya sebagai pusat

pengembang dari suatu wilayah ekonomi

• Pemikiran desa yang dihubungkan dengan usaha-usaha pelestarian

lingkungan hidup

• Kecenderungan perkembangan di masa yang akan datang

• Komponen-komponen kegiatan fungsional desa yang akan dikembangkan

sesuai perkembangan desa tersebut

• Implikasi tata ruang dan tata guna lahan

• Jaringan pergerakan lokal dan regional

1. Perencanaan desa dalam lingkup regional, yang harus dipertimbangkan adalah :

(16)

Contoh Pola Tata Ruang

Contoh Pola Tata Ruang

Desa

Desa

Kawasan Karya (pertanian)

Kawasan Karya (pertanian)

Pola tata ruang ideal untuk desa

Konsentrik

(17)

Beberapa hal yamng menguntungkan dari pola konsentrik untuk suatu

Beberapa hal yamng menguntungkan dari pola konsentrik untuk suatu

lingkungan kecil adalah antara lain :

lingkungan kecil adalah antara lain :

Dari segi sosial :

Dari segi sosial :

Dapat dipeliharanya satuan (unit) sosial yang kompak dan erat.

Dapat dipeliharanya satuan (unit) sosial yang kompak dan erat.

Hubungan sosial natr individu erat yang merupakan karakteristik

Hubungan sosial natr individu erat yang merupakan karakteristik

masyarakat desa.

masyarakat desa.

Pengelolaan kehidupan masyarakat yang umumnya masih

Pengelolaan kehidupan masyarakat yang umumnya masih

bersifat non formil kekeluargaan masih dapat dibina dan

bersifat non formil kekeluargaan masih dapat dibina dan

dikembangkan.

dikembangkan.

Dari segi fisik :

Dari segi fisik :

Jarak capai ke tempat bekerja (sawah, ladang atau perikanan)

Jarak capai ke tempat bekerja (sawah, ladang atau perikanan)

reltif dekat

reltif dekat

Jarak capai ke pusat pelayanan kebuthan (pusat desa) relatif

Jarak capai ke pusat pelayanan kebuthan (pusat desa) relatif

dekat

dekat

Kedua hal tersebut terutama dihubungkan dengan masih

Kedua hal tersebut terutama dihubungkan dengan masih

terbatasnya sarana angkutan di desa-desa.

(18)

Jadi secara konsepsual pola tata ruang desa yang

konsentrik tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Lingkar A : Pusat desa

-

pemerintahan

-

pasar, warung

-

rekreasi, olah raga

-

balai desa

-

puskesmas

-

sekolah

-

surau, mesjid

-

KUD

Referensi

Dokumen terkait

b.1 Pemanfaatan atau tata guna lahan kawasan di sekitar situs. b.2 Struktur jalan atau infrastruktur.. b.3 Karakter lahan yang mendukung keberadaan situs. b.4

Tata Guna Lahan, Rencana struktur peruntukan lahan dalam pengembangan Kawasan kampung cina di Kota Ternate tidak terlepas dari arahan pengembangan kota, baik RTRW Kota

Hasil dari penelitian ini berupa arahan struktur kawasan, arahan tata guna lahan, arahan bentuk massa dan bangunan, arahan ruang terbuka, arahan sirkulasi dan parkir, arahan

(DPU Bina Marga Kota Surabaya, 2016) Penyebab utama genangan adalah adanya perubahan tata guna lahan, diikuti dengan diversi alih fungsi saluran irigasi menjadi drainase

8 Berdasarkan data-data pembentuk struktur kota Medan yaitu data kependudukan, tata guna lahan berupa pemikiman, pendidikan, perdagangan, jasa dan industri serta jaringan

STUDI KASUS : KAJIAN POLA PARKIR DAN TATA GUNA LAHAN DI JALAN SETIABUDI.. LAPORAN AKHIR SKRIPSI RTA 4231 – SKRIPSI SARJANA SEMESTERATAHUN

Setiap perusahaan pada umumnya baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil biasanya mempunyai struktur organisasi yang dipakai tergantung pada kebijaksanaan dan kebutuhan

Tabel 2 Hasil Analisis Pengaruh Mitigasi Bencana Terhadap Pengurangan Potensi Ancaman Rencana Pola Ruang aspek perencanaan tata guna lahan Bentuk Mitigasi Bencana Dampak