1 Sinopsis 『高瀬舟』Takasebune1(Perahu Takase) karya森鴎外Mori Ôgai2
Perahu Takase ditumpangi oleh seorang hukuman bernama Kisuke (30 tahun) , tak seorang pun anggota keluarganya ikut mengantar, hanya ia sendiri dan seorang pengawal, Shobei Haneda. Kisuke dihukum buang (diasingkan) karena melakukan pembunuhan terhadap adiknya sendiri. Akan tetapi meskipun ia akan dihukum buang, wajahnya tak menampakkan gerak-gerik memelas seperti halnya orang yang akan dihukum. Bahkan wajahnya gembira bagaikan seseorang yang naik kapal pesiar. Oleh karena tidak kuat menahan rasa keingin-tahuannya, akhirnya Shobei bertanya pada Kisuke mengapa ia bersikap seperti bukan seorang hukuman dan mengapa ia membunuh adiknya sendiri.
Dengan perasaan tenang, Kisuke menjawab semua pertanyaan Shobei. Dia mengatakan bahwa Osaka3 adalah tempat yang baik dan memberi keindahan hidup bagi Kisuke. Dengan dua ribu Yen sebagai uang saku bagi orang hukuman, Kisuke merasakan kemewahan yang selama ini belum pernah ia rasakan. Selama ini Kisuke hidup dengan gali lubang tutup lubang. Kisuke menganggap bahwa penjara Osaka adalah tempat yang menjanjikan ketenangan.
Kisuke mengatakan mengapa ia sampai membunuh adiknya, adalah karena dorongan atau desakan dari adiknya untuk penyelamatan penderitaan dari rasa sakit yang dialami adiknya. Shobei dibuat bingung sendiri oleh jawaban Kisuke, dia ragu apakah semua perbuatan Kisuke tersebut adalah tindakan kejahatan atau bukan. Namun yang pasti Shobei menyerahkan semua kebingungannya pada orang-orang pengadilan.
2 Sinopsis 『心』Kokoro4 (Rahasia Hati) karya夏目漱石Natsume Sôseki 5
Aku kali pertama bertemu dengan Sensei pada saat menikmati liburan musim panas di Kamakura6. Setelah beberapa lama Aku bergaul dengan Sensei, aku banyak merasa kecewa karena sikapnya selalu dingin dan acuh. Tetapi meskipun demikian, karena tahu bahwa sikap Sensei itu tidak mempunyai maksud jahat, membuat aku tidak ingin berpisah dengannya. Sepulangnya dari Kamakura, selang beberapa hari aku pergi ke rumah Sensei, pada saat itu Sensei tidak ada di rumah. Menurut keterangan istrinya, sebulan sekali Sensei pergi berziarah ke suatu kuburan yang ada di Zoshigaya. Setelah mendapat penjelasan dari nyonya rumah, aku pun pergi ke sana dan dapat bertemu dengan Sensei. Sensei terkejut melihat kedatanganku. Dalam perjalanan pulang, Sensei mengatakan bahwa
kuburan itu adalah kuburan temannya dan sudah menjadi kebiasaan Sensei sebulan sekali menziarahinya.
Pada suatu hari, dengan maksud akan membicarakan isi sebuah buku, Aku kembali mengunjungi Sensei. Tetapi karena Sensei tidak ada, maka sambil menunggu Sensei pulang, aku dan nyonya rumah berbicara tentang Sensei. Nyonya rumah mengatakan bahwa Sensei adalah seorang lulusan Universitas, tetapi Sensei tidak bekerja. Pada waktu masih muda, Sensei mempunyai seorang teman kuliah yang akrab. Pada waktu temannya hampir lulus tiba-tiba S meninggal dunia. Sejak saat itulah, sikap Sensei berubah.
Pada suatu ketika, Aku menerima sepucuk surat yang isinya mengatakan bahwa ayahku jatuh sakit. Aku merasa khawatir dan kuputuskan untuk segera pulang. Akan tetapi uang persediaanku sudah habis, untuk itu Aku meminjam uang dari Sensei, lalu aku pun segera pulang. Setelah penyakit ayahku agak baik, Aku kembali lagi ke Tokyo7. Aku menceritakan perihal penyakit ayahku kepada Sensei. Sensei tahu banyak tentang penyakit ayahku, sehingga Sensei menceritakan tentang macam-macam kemungkinan mengenai penyakit tersebut.
Aku merasa senang karena waktu liburan tiba, untuk itu aku mengajak Sensei pergi berjalan-jalan. Pada waktu itulah untuk pertama kalinya Sensei bertanya tentang kekayaan orang tuaku. Aku tidak mengerti mengapa Sensei berkata demikian. Aku merasa aneh karena Sensei yang tidak bekerja dapat membiayai hidup sehari-hari bersama istrinya, kemudian Sensei bercerita tentang warisan, dan Sensei menganjurkan kepadaku agar aku membereskan warisan bagianku, karena kalau orang tua sudah meninggal, hal warisan tersebut akan menjadi persoalan yang rumit. Selain itu, meskipun orang itu saudara kita, tetapi kalau dibujuk dengan uang, mereka akan menjadi orang yang jahat. Hal itu merupakan hal yang biasa dalam kehidupan manusia.
7関東かんとう地方ち ほ うの南西部みなみせいぶを占しめる日本国にっぽんこくの首都し ゅ と。慶応けいおう四年七月、江戸え どを東 京とうきょうに 改 称かいしょう。明治め い じ二
年一五区を区域く い きに東京市となり、関東大震災後隣接五郡を併合して三五区に区分。
昭和
しょうわ
一八年都制がしかれ、同二二年現在の二三区が成立。日本の政治・経済・文化の
Pada waktu bercerita tentang warisan, Sensei kelihatan menyimpan rahasia kekecewaan yang begitu mendalam. Karena itu Aku bertanya kepada Sensei,
“Apakah anda pernah mengalami kekecewaan karena warisan? “. Sensei menjawab “Ya, saya mengalaminya dua puluh tahun yang lalu. Saya dikhianati oleh paman saya sendiri”. Sensei menambahkan, “Sewaktu kedua orang tua saya masih ada, mereka bersikap baik, tetapi setelah kedua orang tua saya meninggal dunia, mereka berubah menjadi jahat dan licik yang tak tahu diri”. Merasa tidak puas dengan pembicaraan Sensei mengenai warisan, Aku meminta kepada Sensei untuk menceritakan masa lalunya. Sensei menjanjikan bahwa pada suatu waktu akan menceritakan masa lalunya, tentang suka dan duka yang mewarnai masa lalunya hingga sekarang.
Waktu ujian pun tiba dan Aku pun berhasil lulus, kemudian Aku kembali ke kampung halamanku. Orang tuaku menyambut gembira dan bermaksud akan mengundang tetangga untuk merayakan hal itu. Dan karena ayahku mendengar bahwa Tenno jatuh sakit, maka ayahku menjadi sedih sehingga ayahku membatalkan rencananya. Ketika Aku bermaksud kembali ke Tokyo untuk mencari pekerjaan, penyakit ayahku kambuh lagi, sehingga Aku membatalkan keberangkatanku.
Pada kesempatan lain Aku menerima surat dari Sensei, Aku begitu rindu pada Sensei. Meskipun ayahku dalam keadaan sakit, akhirnya Aku kembali juga ke Tokyo. Surat itu menceritakan tentang masa lalunya dan Sensei menjanjikan untuk menceritakannya sebelum Aku pulang ke kampung halaman. Diantaranya surat itu berisikan, bahwa Sensei ditinggal mati oleh kedua orang tuanya ketika berumur dua puluh tahun karena menderita sakit yang sama yaitu Typhus. Ibunya sebelum meninggal memohon kepada pamannya untuk memeliharanya. Sensei ditinggal sendiri, maka tiada jalan lain Sensei ikut pamannya. Sesuai kehendak ibunya, Sensei pun dikirim ke Tokyo dan masuk perguruan tinggi.
oleh usaha dagang di kota, oleh karena itu selalu mendiami rumah yang ada di kota dan yang ada di desa secara bergantian.
Setelah satu semester belajar di perguruan tinggi, pada waktu liburan musim panas Sensei pulang ke kampung halamannya. Pada waktu itu semua anak pamannya yang bersekolah di kota datang ke rumah yang ada di kampung. Sensei merasa senang melihat keadaan rumahnya yang ramai dan penuh suasana riang itu. Tetapi ada satu hal yang membuat Sensei merasa sedih yaitu paman dan bibinya mendesaknya agar segera kawin. Alasan pamannya mendesak cepat kawin adalah supaya Sensei menggantikan ayahnya yang telah tiada. Tetapi karena Sensei masih terlalu muda, hal itu tidak terlalu dipikirkannya.
Pada akhir tahun kuliah, Sensei kembali lagi ke kampung halamannya. Pada saat itu pun, pamannya dengan alasan yang sama mendesaknya untuk segera kawin dan calon yang ditunjuk pamannya itu adalah anak pamannya sendiri. Sensei menganggap anak pamannya itu sebagai adiknya, juga tidak ada rasa cinta. Akhirnya Sensei pun menolak desakan pamannya itu. Sensei mulai mencurigai sikap pamannya setelah mendengar desas-desus dari temannya bahwa pamannya memelihara gundikdi kota dan usaha dagangnya mengalami kemunduruan. Karena itu Sensei mengadakan pembicaraan mengenai soal warisan kepada pamannya. Tetapi karena pamanya selalu menghindari pembicaraan itu, maka tidak pernah mencapai suatu penyelesaian yang diharapkan.
Pada suatu hari, ada teman sekampungnya belajar di perguruan tinggi yang sama dengan Sensei. Temannya mengalami kesulitan uang karena berselisih paham dengan orang tuanya. Untuk mengatasi biaya hidupnya, maka temannya itu bekerja sebagai guru pada suatu sekolah. Kegiatannya begitu padat, sehingga kesehatannya tidak diperhatikan lagi. Sensei merasa kasihan melihat keadaan temannya itu dan mengajaknya untuk tinggal bersama. Teman Sensei, K namanya adalah seorang yang hanya mempunyai hobi membaca buku. Untuk merubah sikap K yang demikian itu, setiap kali Sensei berkumpul dan berbicara dengan nyonya dan anak gadisnya itu, Sensei selalu mengajak K untuk ikut serta. Lambat laun sifat K berubah menjadi periang. K pun sama halnya dengan Sensei, setelah tinggal lama pada keluarga itu, hubungannya dengan anak gadis itu menjadi akrab pula.
Suatu ketika ada peristiwa yang kurang menyenangkan bagi Sensei, yaitu ketika Sensei melihat K sedang asyik berbincang dengan anak gadis yang namanya dikenal dengan sebutan Ojosan. Kejadian itu membuat Sensei sedih dan susah karena Sensei merasa bahwa mungkin Ojosan lebih menyukai K daripada dirinya. Sejak saat itu, Sensei cemburu pada K. Pada suatu hari ketika Okusan dan Ojosan pergi ke rumah familinya, Sensei dan K berada di rumah. Pada waktu itu K berbicara mengenai Okusan dan Ojosan, K tidak mengetahui bahwa Sensei mencintai Ojosan, K pun berkata kepada Sensei bahwa dirinya mencintai Ojosan. Mendengar hal itu Sensei terkejut dan sejak saat itu K merupakan saingannya sehingga menyebabkan Sensei kurang makan dan tidur karena memikirkan hal tersebut.
Pada kesempatan lain, ketika Sensei sedang membaca buku di perpustakaan, K datang menghampirinya lalu mengajak Sensei berjalan-jalan. Pada saat itulah K meminta pendapatnya mengenai masalah cintanya dengan Ojosan. Akan tetapi karena Sensei juga mencintai Ojosan, maka Sensei tidak memberikan pendapatnya malahan Sensei memojokkan K pada posisi sulit.
karena perbuatannya itu kurang jujur. Sensei bermaksud memberitahukan kepada K akan tetapi terlambat, K telah melakukan bunuih diri. Sebelum bunuh diri K menulis sepucuk surat buat Sensei yang isinya mengatakan bahwa bunuh diri yang dilakukannya merupakan hal yang lumrah saja yaitu karena merasa tidak ada harapan untuk menjadi orang yang teguh hati seperti yang diinginkannya.
Dua bulan setelah kematian K, Sensei lulus dari unversitas dan enam bulan kemudian Sensei kawin dengan Ojosan. Perasaan berdosa atas kematian K terus menghantuinya. Sejak ditipu oleh pamannya, Sensei tidak mempercayaai manusia dan selalu menilai buruk terhadap orang lain, tetapi terhadap dirinya sendiri Sensei tidak berpikir demikian. Sensei merasa bahwa dirinya sebagai orang yang berbudi baik. Akan tetapi setelah kematian K perasan itu pun hilang sendiri dan Sensei menyadari bahwa dirinya pun sama dengan pamannya.
Sensei merasa benci pada dirinya sendiri, akhirnya hidup Sensei tidak bergairah lagi dan selalu bersikap dingin terhadap istrinya sendiri. Setahun telah lewat, akan tetapi persoalan selalu merisaukan hatinya. Untuk menghilangkan perasaan itu, Sensei berusaha menghibur diri dengan banyak membaca buku dan minum sake. Akan tetapi perasaan risau menghantui pikirannya dan tidak pernah hilang dari dirinya.
3 Sinopsis 『坊ちゃん』Bocchan8 karya夏目漱石 Natsume Sôseki
Bocchan sering terlibat permasalahan karena sifatnya sering naik darah, dan juga suka melAkukan sesuatu tanpa berpikir panjang karena didorong oleh egonya yang tinggi. Sejak kecil Bocchan sering melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya konyol, namun cukup berbahaya, seperti menjatuhkan tubuhnya dari lantai dua di sekolahnya, atau pun memotong jari tangannya sendiri. Ini semua dilakukannya hanya karena ia tidak mau dianggap pengecut oleh temannya. Belum lagi perkelahian-perkelahian dengan teman-temannya, ataupun dengan kakaknya sendiri, karena memang diantara mereka tidak pernah terjadi kecocokan.
Kedua orang tuanya pun merasa jengkel dengan sifat Bocchan yang dianggap selalu menyusahkan orangtuanya, sehingga Bocchan merasa bahwa perlakuan kedua orangtuanya kepadanya dirasa berat sebelah apabila dibandingkan dengan perlakuan orang tua kepada kakaknya. Namun walaupun Bocchan merasa bahwa ia hampir dapat dimengerti oleh siapapun karena sifatnya tersebut, Kiyo, pengasuhnya bertindak sebaliknya. Ia sangat mengasihi Bocchan, bahkan selalu membelanya ketika ia dimarahi oleh ayahnya karena bertengkar dengan kakaknya. Kiyo selalu mendorong Bocchan dengan penuh kasih sayang, memberikan perhatian yang tidak pernah didapatkannya dari kedua orangtua maupun kakaknya.
Setelah kedua orangtua meninggal, kakak Bocchan menjual rumah mereka dan hasilnya dibagi dua. Bocchan akhirnya menggunakan uang penjualan rumah sebagai biaya pendidikan, namun ia merasa bingung memilih sekolah yang akan dimasukinya, karena ia hampir tidak menyukai bidang apapun. Akhirnya, ketika ia melintas di depan sekolah IPA Tokyo, ia melihat pengumuman pendaftaran siswa baru, dan didorong oleh sifatnya yang tanpa pikir panjang, Bocchan memutuskan untuk masuk sekolah IPA tersebut.
Tiga tahun kemudian Bocchan lulus dari sekolah tersebut dengan hasil sedang, kemudian ia mendapat tawaran untuk mengajar di sekolah menengah di pulau Shikoku sebagai guru matematika, dengan gaji 40 yen sebulan. Sekali lagi,
8明治め い じ三九年発 表はっぴょう。松山まつやまの中 学ちゅうがくの数学教師すうがくきょうしに赴任ふ に んした単 純たんじゅんで直 情 家ちょくじょうかの「坊っちゃん」
didorong oleh sifatnya yang tanpa berfikir panjang, Bocchan menerima tawaran itu walaupun ia mengakui bahwa ia tidak mempunyai keinginan menjadi guru, namun karena ia tidak mempunyai pilihan lain, ia menerima tawaran tersebut.
Bocchan menjadi guru matematika di Sekolah Menengah di Shikoku. Sebagai guru, gerak-gerik Bocchan yang pemarah sering menjadi sasaran permainan murid-muridnya. Gerak-geriknya selalu diawasi sehingga Bocchan menjadi semakin marah dan makin tidak menyukai murid-muridnya. Murid-murid Bocchan juga tidak menyukainya karena sikapnya yang sulit mengambil hati murid-muridnya.
Di sekolah ini, Bocchan mendapat bersahabat dengan guru matematika yaitu Hotta, yang disebutnya sebagai “si Landak”. Bocchan juga memberi nama julukan bagi guru-guru di sekolah tersebut. Kepala sekolah di sebutnya “si Cerpelai”. Wakil Kepala Sekolah disebutnya “si Baju merah”, guru bahasa Inggris disebut “si labu hijau” guru kesenian yang menjadi kaki tangan Wakil Kepala Sekolah dipanggilnya “si Badut” dll. Bocchan merasa kecewa dengan peraturan sekolah yang mengharuskan dia bertindak hati-hati dan harus menjadi tauladan, baik di sekolah maupun di luar sekolah, karena ia harus memberi pengaruh yang baik kepada murid-muridnya. Bocchan merasa tidak sanggup melakukan hal itu karena sifatnya mudah marah, maka iapun menyesal menerima tawaran guru.
mengharuskan guru bahasa Inggris dipindahkan ke sekolah lain di Nobeoka9, propinsi Hyogo10.
Bocchan sangat membenci Wakil Kepala Sekolah karena ia pernah diadu domba dengan Hotta sehingga ia membenci Hotta. Bocchan menganggap Hotta telah menghasut murid-murid untuk mempermainkan Bocchan, padahal hal tersebut tidak benar. Wakil Kepala Sekolah adalah orang munafik. Di depan orang banyak dia tampak alim, menjaga sikapnya, terhormat dan selalu tampak memiliki moralitas yang tinggi namun sebenarnya di balik itu Wakil Kepala Sekolah memiliki kebiasaan yang tidak baik yaitu pergi berkencan diam-diam dengan tunangan guru bahasa Inggris atapun pergi ke Ikagin dan bermalam dengan seorang Geisha. Hal itu diketahui setelah Bocchan mengetahui dengan mata kepalanya sendiri.
Pada suatu hari yang ditetapkan, Bocchan dan Hotta bermaksud menjebak Wakil Kepala Sekolah yang selalu ditemani sabatnya guru kesenian ketika berkencan dengan Geisha langganannya, akhirnya mereka terpergok dan tidak dapat mengelak. Pada akhirnya Bocchan dan Hotta berhenti dari sekolah tersebut dan kembali ke Tokyo.
4 Sinopsis 『門』Mon karya夏目漱石Natsume Sôseki
Sõsuke, seorang pegawai negeri biasa dan tinggal di Tokyo. Ia menikah dengan Oyone, seorang gadis yang baik hati namun belum juga mempunyai anak. Sõsuke juga mempunyai seorang adik laki-laki yang bernama Koroku, pelajar SMU. Sepeninggal ayahnya, Koroku tinggal dan dipelihara oleh pamannya yang bernama Saeki. Ketika itu, Sõsuke sedang kuliah di luar kota sehingga tidak dapat menjaga adik dan harta keluarga. Paman dan bibiknyalah yang mengurus semua
9 宮崎県みやざきけん北東部ほ く と う ぶの 地名ち め い。五ケご け瀬川せ が わお よ び北川きたがわの 下流域かりゅういきに あ り 、日向灘ひゅうがなだに 面 す る 。
平安時代 へ い あ ん じ だ い
は土持(つちもち)氏の領地りょうち、江戸え ど時代じ だ いは内藤氏七万石の城下町。繊維せ ん い・ 化学か が く・ 食 品しょくひんなどの工 業こうぎょうが発達はったつ。昭和しょうわ八年市制。
10兵庫県神戸市兵庫区ひ ょ う ご け ん こ う べ し ひ ょ う ご くの地名ち め い。奈良な ら時代じ だ いは大輪田泊(おおわだのとまり)、江戸え ど時代じ だ いに
は兵庫津(ひょうごのつ)と呼ばれた。現在げんざいは神戸港こ う べ こ うの一部い ち ぶとなり、 重 工 業じゅうこうぎょうが 発達
はったつ
harta keluarga Sõsuke dan membiayai keperluan sekolah Koroku. Keluarga Saeki mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Yasunosuke. Koroku lebih dekat hubungannya dengan kakak sepupunya, yaitu Yasunosuke daripada dengan kakak kandungnya sendiri.
Setelah menikah dengan Oyone, Sosuke tinggal dan hidup berpisah dari keluarga Saeki, dan Korokupun tidak ikut serta tinggal dengan kakaknya, ia tetap tinggal dengan keluarga Saeki. Sõsuke hanya sesekali berkunjung ke keluarga Saeki untuk mengetahui keadaan adiknya, Koroku serta keluarga Saeki. Setiap kali berkunjung tidak pernah sampai menginap, terlihat sepertinya Sõsuke tidak merasa nyaman dan ingin cepat-cepat meninggalkan tempat itu. Hal seperti itupun dialami oleh paman Saeki.
Semuanya berjalan dengan lancar, sampai pada suatu saat, ketika paman Saeki meninggal dunia, dan tiba-tiba Koroku datang mengunjungi kakaknya dan membawa berita bahwa ia tidak dapat melanjutkan sekolahnya karena tidak ada biaya seperti yang telah dikatakan oleh bibinya. Hal itu membuat Sõsuke terkejut, karena ia merasa bahwa harta peninggalan orang tuanya lebih dari cukup untuk membiayai sekolah Koroku. Sõsuke berjanji kepada Koroku untuk mengurus hal itu dan berencana akan bertemu dengan bibinya dalam waktu dekat untuk membicarakannya.
mempunyai kakak kandung, maka merupakan kewajiban Sõsuke lah untuk membiayai sekolah adiknya.
Mendengar penjelasan bibinya, segeralah Sõsuke terdiam dan merasa bingung dengan hal itu. Sesampainya di rumah, Sõsuke segera berunding dengan istrinya membicarakan biaya sekolah Koroku. Sebagai seorang kakak Sõsuke merasa bahwa merupakan tanggung jawabnya lah membiayai sekolah ataupun memberi uang saku setiap bulannya. Namun, keadaan ekonomi Sõsuke hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ia dan istrinya pun hidup sederhana karena hal itu. Maka akan makin beratlah kehidupan Sõsuke jika ia harus membiayai Koroku.
Seperti pada umumnya orang Jepang, Sõsuke bekerja selama tujuh hari dalam seminggu. Hari liburnya hanyalah hari Minggu. Setiap harinya, ia harus pergi ke kantor pagi-pagi dan pulang ke rumah malam hari. Begitulah rutinitasnya, oleh karena itu ia menjadi kurang dapat bersosialisasi dengan tetangga maupun dengan keluarganya. Ia menjadi kehilangan gairah untuk menikmati hidup ataupun merasakan adanya perubahan di sekitar tempat tinggalnya. Di setiap hari Minggu, yang dilakukannya adalah bangun lambat dari biasanya, kemudian pergi ke pemandian umum di sekitar rumahnya dan menghabiskan waktunya di rumah, berbincang-bincang dengan istrinya. Terkadang, pada sore harinya ia pergi berjalan-jalan menikmati suasana sore dan akan kembali untuk makan malam yang telah disediakan oleh istrinya. Sõsuke tidak mempunyai hobi atau kesenangan pada suatu hal atau benda tertentu. Hari-harinya dihabiskan untuk bekerja.
diperkuat dengan menghilangnya Yasui tanpa kabar berita ketika pernikahan mereka berlangsung. Sampai sekarang ini, Sõsuke juga tidak mengetahui keadaan ataupun dimana Yasui tinggal. Kerengangan hubungan antara Sõsuke dan Yasui tidak diketahui oleh Oyone. Sõsuke pun tidak pernah menceritakan hal itu kepada istrinya.
Sõsuke tinggal mengontrak di sebuah rumah milik keluarga Sakai. Suatu hari, Sõsuke diundang oleh keluarga Sakai untuk makan malam di rumah mereka. Rumah keluarga Sakai ramai dengan tawa anak-anak, berbeda sekali dengan suasana rumah Sõsuke yang sepi. Sõsuke seperti menemukan suasana baru. Akhirnya ia sering berkunjung ataupun memenuhi undangan keluarga Sakai untuk makan malam ataupun hanya untuk minum the. Mereka berbincang banyak hal dan hubungan merekapun menjadi dekat.
Sampai suatu hari, ketika Sõsuke berkunjung ke rumah Sakai, ia diberitahu bahwa anak keluarga Sakai akan datang dengan temannya yang bernama Yasui untuk menginap dan merayakan tahun baru bersama. Sakai juga mengatakan bahwa teman anaknya adalah seorang sarjana lulusan universitas Kyoto dan sudah pernah berkunjung. Tetapi belum pernah bertemu dengan Sõsuke. Mendengar hal itu, Sõsuke terkejut dan merasa tidak nyaman berada di rumah Sakai, apalagi Sakai mengundang Sõsuke untuk makan malam dengan anaknya serta Yasui. Untungnya, Sakai tidak menanyakan dari universitas mana Sõsuke dulu belajar, sehingga Sakai tidak menaruh curiga karena tiba-tiba Sõsuke terburu-buru pulang dengan alasan ia sedikit merasa capek.
Adanya masalah biaya sekolah Koroku dan masa lalunya dengan Yasui membuat Sõsuke bingung, gelisah dan takut menghadapi hal tersebut. Ketika pergi ke kantor, di atas kereta api ia bertemu dengan seseorang yang sedang membaca buku tentang Zen. Sõsuke tertarik dengan buku itu, dan menanyakan apakah orang itu menjalankan ajaran Zen. Namun, ternyata orang itu hanya sedang mencoba memahami ajaran Zen lewat buku yang dibacanya. Atas anjurannya, jika Sõsuke ingin mengenal lebih jauh tentang Zen maka ia bisa memberikan nama dan alamat seorang rahib di sebuah kuil Zen.
kuil itu dan senang sekali atas kedatangan Sõsuke. Di kuil itu Sõsuke yang buta sama sekali tentang Zen diberi penjelasan tentang Zen dan menjalankan aktivitas sebagaimana layaknya seorang penganut Zen, seperti bermeditasi (zazen), koan,
mondo serta mendapat pengalaman baru yang belum pernah dikenalnya sekarang ini. Ia banyak mendengar cerita Gido tentang satori yang didapatkannya, tentang bagaimana pekerjaan dan kegiatan sehari-hari seorang rahib Zen.
Tidak banyak hal yang didapat Sõsuke selama tinggal di kuil Zen. Ia pun tidak mendapatkan satori sebagai output Zen, namun ia belajar untuk mengendalikan dirinya dan belajar berani menghadapi segala masalah yang ada.
Setelah pulang dari kuil, Sosuke terlihat lebih tenang dan yang terpenting ia berani untuk bertemu dengan Yasui, namun ternyata Yasui tidak jadi datang ke rumah keluarga Sakai. Persoalan biaya sekolah Koroku akhirnya terpecahkan. Yasunosuke akan berbagi biaya sekolah Koroku dengan Sõsuke jika Sõsuke memintanya. Sõsuke pun setuju dengan keputusan itu dan akhirnya segala permasalahan terselesaikan dengan baik. Atas ketekunan kerjanya selama ini, Sõsuke menerima kenaikan gaji yang membuatnya lebih bersemangat untuk menatap masa depannya.
5 Sinopsis 『 は か い 』Hakai11 (Melanggar Nasihat) karya 島 崎藤 村
Shimazaki Tôson12
Ushimatsu Segawa berencana pindah tempat penginapan dari jalan Takaju ke kuil Rengeji. Penyebab dia merencanakan pindah adalah karena Ohinata, seorang Eta kaya berasal dari distrik, dikucilkan. Ohinata tinggal bersama dengan Ushimatsu.
11「破戒は か い」長編小説。島崎藤村作。明治め い じ三 九 年 刊さんきゅうねんかん。明治め い じ中期ちゅうきの 信 州しんしゅうを舞台ぶ た いに、被ひ差別さ べ つ
部落ぶ ら くしゅっしん出 身 の小 学 校しょうがっこうきょういん教 員瀬川せ が わ丑松うしまつが、社会的しゃかいてき偏見へんけんと虚偽き ょ ぎに抵抗ていこうし、父ちちの 戒いましめを破やぶ って自分じ ぶ んの素性すじょうを告白こくはくするに至いたる苦悩く の うに満みちた 姿すがたを描えがく。
12ほんみょう本 名春 樹 。 長 野 県 出 身 。明治め い じ学院卒がくいんそつ。 キリスト教き り す と き ょ うの 洗礼せんれいを 受うけ る 。 北村きたむら透谷とうこく・
平田禿木ひ ら た は げ きらと「文学界ぶんがくかい」を創刊そうかん。明治め い じ三〇年「若菜集わかなしゅう」を 出 版しゅっぱんし、浪漫ろうまん主義し ゅ ぎ詩人し じ んとし ての地位ち いを確立かくりつ。のち散文さんぶんに転てんじ、同三九年には自然し ぜ ん主義し ゅ ぎ文学ぶんがくの先駆的せ ん く て き作品さくひん「破戒は か い」 を刊行かんこう、つづいて自伝的じ で ん て き作品さくひん「春はる」「家いえ」「新生しんせい」などを 発 表はっぴょう、自己じ こ解剖かいぼうにより 内面的
ないめんてき 真実 しんじつ
Berita bahwa Ohinata adalah Eta membuat penginapan menjadi gempar, dan para penghuni penginapan menuntut kepada wanita pemilik penginapan agar Ohinata dikeluarkan dan mencela Ohinata sebagai “tidak jujur“. Ushimatsu merasa kasihan pada Ohinata dan Ushimatsu merasa ketakutan, karena dia pun merasakan senasib dengan Ohinata. Dia pun seorang Eta, seorang ”rakyat jelata“, berasal dari kelas masyarakat yang terbuang. Yang mereka tahu bahwa Ushimatsu adalah pemuda berasal dari Shinshu Utara, seorang pemuda yang tumbuh diantara tebing-tebing Chiisagata.
Pada usia dua puluh dua tahun, Ushimatsu lulus dari Sekolah Guru di Nagano dan mengajar di Iiyama. Meskipun Ushimatsu adalah Eta, tak seorang pun yang mengetahuinya. Ushimatsu tetap teguh pada pesan ayahnya untuk merahasiakan jati dirinya.
Peristiwa Ohinata keluar dari tempat penginapan memberikan kepedihan dalam diri Ushimatsu. Kepergian Ohinata merupakan kemenangan bagi para penghuni penginapan, penghinaan yang kejam, kebencian untuk Ohinata yang pasti mengutuk takdir yang diterimanya, takdir yang tak dapat dielakkan, bahwa Eta dapat dikenali cepat atau lambat, dan juga tidak mungkin terjadi pada diri Ushimatsu sebagai Eta.
Kenyataan dirinya sebagai Eta mermbuatnya mengagumi karya-karya Inoko Rentaro yang ingin merubah nasib Eta. Inoko Rentaro adalah mantan gurunya di sekolah guru Nagano yang terusir karena Rentaro adalah Eta. Ushimatsu mengagumi perjuangan Rentaro yang gigih merubah nasib Eta sama dengan manusia lainnya. Itu sebabnya ia selalu membeli buku-buku karya Inoko Rentaro secara diam-diam maupun membaca karya-karya Rentaro membuatnya merasakan kepahitan, bahwa dia pun Eta.
Selesai pemakaman ayahnya, Rentaro mengunjungi di Rezu. Rentaro menceritakan banyak hal pada Ushimitsu, tentang kampanye pemilihan calon Diet (DPR) yang diikuti oleh Ichiimura dan Takayanagi Risaburo, menantu seorang Eta kaya yang menikah karena uang. Rentaro takkan membiarkan orang licik seperti Takayanagi menang dalam pemilihan. Mereka menjadi sahabat, menghabiskan waktu bersama-sama dan selama itu
Ushimatsu masih merasakan keraguan dalam dirinya kepada Rentaro. Ushimatsu tidak berani melanggar perintah ayahnya semasa hidupnya meski di dalam hatinya Ushimatsu ingin menceritakan kepada Rentaro bahwa dia pun juga Eta.
Setelah dua minggu berada di Nezu, Ushimatsu ke Iiyama. Dalam perjalan kembali ke Iiyama, dia bertemu dengan Takayanagi Risaburo, calon anggota Diet (DPR) yang menikah dengan putri Rokuzaemon, seorang Eta kaya. Karena takut seandainya Ushimatsu yang mengetahui rahasia istrinya tersebut, Takayanagi meminta pada Ushimatsu untuk tidak membocorkan rahasia kepada istrinya yang Eta dan mengancam akan membeberkan rahasia Ushumatsu, seandainya Ushimatsu membocorkan rahasia dirinya. Ushimatsu tidak menghiraukan perkataan Takayanagi, Ushimatsu mengatakan bahwa dia tidak mengenal Takayanagi dan istrinya.
Berita tentang kedatangan Takayanagi Risaburo dan para dewan kota, serta berita kedatangan Ichimura dengan Inoko Rentaro sebagai juru bicaranya telah tersebar di kota Iiyama. Ushimatsu berkeinginan untuk menemui Rentaro. Namun berita lain lebih mengejutkan Ushimatsu, Rentaro diserang dan ditemukan tergeletak dipinggir jalan dekat gerbang Hofukuji, Ichimura menemukan Rentaro dalam keadaan tewas. Kemataian Rentaro membuka mata hati Ushimatsu. Ushimatsu menyesali diri, karena selama ini dia tidak mengatakan sejujurnya kepada Rentaro, bahwa dia adalah Eta.
Ushimatsu mengucapkan salam perpisahan dan meminta maaf kepada murid-muridnya karena selama ini dia tidak jujur pada mereka.
Seusai acara kremasi Rentaro, Ushimatsu mengadakan acara perpisahan dengan para sahabatnya, Ginnosuke, O-Shio yang dicintainya selama ini didalam hati. Ushimatsu merencanakan pergi ke Texas bersama Ohinata untuk memulai hidup baru. Kepergian Ushimatsu diiringi oleh sahabat-sahabat dan murid-muridnya yang tetap menyayangi gurunya meskipun gurunya adalah seorang Eta.
6 Sinopsis 『家』Ie13 (Keluarga) (1911) karya 島崎藤村Shimazaki Tôson
Pada saat makan malam, seperti biasa tradisi yang masih berlaku dalam keluarga besar Hashimoto Tatsuo adalah karyawan dan para pesuruh selalu melakukan makan malam bersama dengan seluruh keluarga karena mereka dianggap menjadi bagian keluarga Hashimoto Tatsuo. Sebagai seorang kepala keluarga, Tatsuo bertanggung jawab atas usaha keluarga, ia sering menghabiskan waktunya untuk kepentingan keluarga, Ia sering mengawasi dan terjun secara langsung mengurusi perusahaan obat milik keluarga supaya semangat para karyawannya tetap tinggi. Sekilas orang menganggap Tatsuo adalah seorang figur kepala keluarga yang sempurna, meskipun tidak ada seorang pun manusia yang sempurna.
Shota adalah pewaris keluarga Hashimoto dan ia merupakan anak laki-laki satu-satunya dari pasangan Hashimoto Tatsuo dan Otane, apalagi adik perempuannya bernama Ozen pada waktu kecil menderita sakit demam yang sangat tinggi sehingga menjadi cacat mental. Sebagai orang tua, Tatsuo dan Otane sangat resah dengan tingkah laku Shota, meskipun Shota merupakan cerminan Tatsuo pada waktu muda, yaitu sama-sama memberontak terhadap kekangan keluarga. Mereka ingin Shota menjadi penerus keluarga Hashimoto. Dalam hal memilih istri pun harus sesuai dengan kedudukan keluarga dan harus mematuhi aturan-aturan keluarga. Namun Shota adalah pemberontak dan pelamun yang hampir-hampir menghancurkan keluarga besar Hashimoto. Dalam keluarga
13ちょうへん長 編しょうせつ小 説。島崎藤村作。明治め い じ四三~四四年 発 表はっぴょう。封建的ほうけんてき大家族だ い か ぞ く制度せ い どのゆがみと内部な い ぶ
Hashimoto status sosial masih menjadi pertimbangan untuk menentukan seseorang calon istri untuk Shota. Pilihan sendiri dianggap tidak memenuhi sarat tersebut. Meskipun aturan seperti itu tidak disukai Shota, tetapi ia harus mematuhi aturan tersebut.
Tetapi ketika Tatsuo sedang pergi berdagang, ia terpikat oleh seorang Geisha, dan Tatsuo mulai kehilangan kendali sehingga ia memilih pergi dengan Geisha tersebut dan meninggalkan keluarganya dan tidak pernah kembali lagi. Kepergian tersebut membuat keluarga Hashimoto menjadi berantakan, walaupun begitu ia masih tetap dihormati oleh keluarganya meskipun mereka tahu Tatsuo pergi dengan seorang Geisha. Sejak kepergian Tatsuo, semua kepentingan ditanggung oleh saudara-saudaranya yang masih mampu memberikan uluran tangan, meskipun hal itu terasa menjadi beban yang sangat berat.
Shota dididik dengan cermat dan selalu diingatkan akan tugas-tugasnya sebagai penerus keluarga Hashimoto tanpa harus menyalahkan ayahnya. Untuk kepentingan keluarga, Shota terpaksa harus meninggalkan sekolahnya di Tokyo dan ia menikah dengan Toyose, seorang gadis pilihan keluarganya. Setelah berita kepergian Tatsuo yang tidak bertanggung jawab diketahui oleh keluarga Toyose, keluarga Toyose melarangnya untuk menemui Shota. Toyose menghadapi pilihan yang sulit yaitu memilih keluarga atau suaminya. Pada akhirnya Toyose lebih memilih suaminya.
Setelah kepergian Tatsuo, Shota harus menggantikan tugas ayahnya untuk membangun kembali perusahaan yang hampir bangkrut. Meskipun ia sendiri tidak menyukai pekerjaan itu, karena menanggung beban keluarga yang berat itu, dan tidak memikirkan kesehatannya sendiri mengakibatkan ia menderita sakit yang cukup parah dan akhirnya membuat ia meninggal karena sakit.
7 Sinopsis 『網走まで』Abashiri Made (Sampai Abashiri) karya 志賀直哉
Shiga Naoya14
14宮城県み や ぎ け ん生うまれ。明治め い じ四三年「白樺しらかば」創刊そうかん以後い ご、 中 心ちゅうしん作家さ っ かの一人として、鋭敏えいびんな感覚かんかくと
強固 きょうこ
Pada bulan Agustus pada saat panas-panasnya musim panas, Aku pergi ke tempat kawannya di Nikko dengan naik kereta api yang berangkat siang pukul 4 lebih 20 menit. Di Ueno, Aku naik kereta api menuju Aomori. Karena banyak orang yang mau naik maka Aku naik di gerbong paling depan. Dan tanpa diduga ternyata masih kosong. Sebelum kereta api diberangkatkan, petugas stasiun yang memakai topi berpita merah menyuruh penumpang yang belum naik untuk segera naik. Tak lama kemudian seorang ibu berambut tipis, berkulit putih, berumur sekitar 26 tahun menggendong seorang anak dan menuntun tangan seorang bocah masuk ke gerbong dimana Aku berada.
Perempuan itu mengambil tempat duduk di samping jendela berhadapan dengan Aku, menghadap ke cahaya matahari sore. Dan anak laki-lakinya yang baru berumur 7 tahun ingin duduk disitu. Ibu anak itu melarangnya karena kalau kepanasan nanti pusing sedangkan perjalanan masih jauh. Walaupun begitu anak itu tetap ingin duduk di samping jendela. Akhirnya, Aku mempersilakan anak itu mendekat ke jendela duduk di samping tokoh aku biar tidak kepanasan. Aku merasa aneh melihat anak itu karena telinga dan hidung anak itu dijejali kapas.
Setelah tiba di Urawa, perempuan itu mendapat tempat duduk di depanku dan menyuruh anaknya pindah di sebelahnya. Karena kepindahan ibunya, bayi yang dari tadi terlelap tidur akhirnya terbangun dan menangis. Perempuan itu
membujuk bayinya agar diam dengan memberinya kue “embun taman”. Tetapi bayinya masih belum berhenti menangis. Sehingga perempuan itu kemudian menyusui bayinya. Ketika bayinya sudah tidak rewel, gantian anaknya yang berumur tujuh tahun membuatnya repot lagi. Tapi ibu itu dengan sabar mengurus kedua anaknya. Dan ketika tokoh aku turun di stasiun Utsunomiya, ibu itu menitipkan dua lembar kartu pos kepada Aku untuk dimasukkan ke kotak pos. Sebelum memasukkan ke kotak pos, Aku sempat melihat bahwa kartu pos itu yang satu ditujukan untuk laki-laki dan yang satu untuk perempuan.
8 Sinopsis 『かみ そり 』Kamisori (Pisau Cukur) karya 志 賀 直 哉 Shiga
Naoya
Akibat masuk angin Yoshisaburo terbaring di tempat tidur di tokonya
Tatsudoko di daerah Azabu, Roppongi. Ia terus memikirkan Gen dan Kenta, yang sebulan lalu ia usir dari toko cukur miliknya. Gen dan Kenta adalah rekan sesama magang di toko cukur ini. Usia Yoshisaburo lebih tua dua- tiga tahun. Majikan mereka sangat mengagumi keahlian Yoshisaburo dalam menggunakan pisau cukur. Karena itu majikannya memberikan anak perempuan satu-satunya untuk untuk dipersunting oleh Yoshisaburo. Selain itu ia memberikan toko cukur miliknya kepada Yoshisaburo.
Yoshisaburo terkenal akan keterampilannya menggunakan pisau cukur. Sebenarnya ia adalah orang yang tidak sabaran, tetapi dalam hal mencukur, ia sangat teliti, ia merasa tidak puas jika dagu orang yang ia cukur apabila diraba terasa masih kasar. Para langganan mengatakan bahwa hasil cukuran Yoshisaburo awet.
Setelah dua tahun lalu diusir oleh Yoshisaburo, Gen dan Kenta datang lagi. Yoshisaburo sulit menolak permohonan dari mantan rekan magangnya untuk bekerja di toko cukur miliknya itu. Tetapi ternyata dalam dua tahun, sifat Gen semakin buruk. Ia bekerja tidak sungguh-sungguh dan ia pun sering mengajak Kenta untuk main-main ke tempat perempuan nakal di daerah Kazumi, langganan para tentara. Selain itu, Kenta yang sebelumnya adalah orang yang jujur terbujuk juga oleh Gen untuk mencuri uang milik toko. Sebenarnya Yoshisaburo sangat kasihan kepada Kenta, tetapi kalau sudah ketidak-jujuran masalah uang, rasanya tidak perlu lagi yang ada dimaafkan. Karena itu keduanya diusir lagi dari toko cukur. Saat ini, yang bekerja membantu di toko cukur adalah Kanejiro, seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun bermuka pucat, dan selalu tampak tidak bersemangat. Selain Kanejiro, yang membantu di tok cukur adalah Gin berusia 13 tahun berkepala benjol.
badan yang tinggi. Istri Yoshisaburo, Oume menghangatkan bubur dan memberikannya pada Yoshisaburo
Yoshisaburo selama ini tidak pernah membuat goresan luka dimuka pelanggannya. Tetapi pada suatu hari ketika dia mencukur tenggorokan salah satu pelanggannya hingga terluka. Yoshisaburo merasakan dari ujung rambut sampai kepala ujung kaki ada sesuatu yang lewat dengan sangat cepat. Ternyata yang lewat dengan sangat cepat adalah keletihan dan kejemuan dirinya. Seluruh jiwa dan ragnya seperti terhisap oleh luka yang dibuatnya. Ia memegang pisau cukur dengan bagian tajamnya di bawah, kemudian menusukkannya ke bagian tenggorokan pelanggan. Mata pisau menancap dalam dan si pelanggan tidak bergerak lagi. Yoshisaburo hampir tak sadarkan diri badannnya ambruk. Ia tertidur dengan lelap.
9 Sinopsis 『ちじんの愛』Chijin no Ai (Cinta Bodoh) karya 谷崎潤一郎
Tanizaki Junichiro15
Kawai Joji, adalah seorang suami yang sangat mencintai istrinya, yaitu Naomi. Pertemuan mereka kali pertama terjadi pada tahun 1918 di sebuah kafe, dimana Naomi (15 tahun) bekerja sebagai salah seorang pelayan dan Joji (28 tahun) adalah seorang insinyur yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Naomi berasal dari keluarga miskin dimana keluarganya tidak perduli kepadanya. Orang tua Naomi hendak menjadikannya sebagai geisha, namun dia menolak dan memilih bekerja sebagai pelayan di kafe. Sedangkan Joji berasal dari keluarga cukup berada yang mampu menyekolahkannya sampai lulus Universitas.
Joji tertarik kepada Naomi karena kepolosan, wajah dan tubuh Naomi yang tidak seperti wanita Jepang pada umumnya karena Naomi lebih cenderung sebagai wanita Barat. Joji meminta pada Naomi untuk berhenti bekerja, sebagai gantinya Joji mengajak Naomi untuk tinggal bersamanya dan membiayai kursus
15とうきょう東 京しゅっしん出 身。 東 京とうきょう帝国ていこく大学だいがくちゅうたい中 退。第二次だ い に じ「新思潮しんしちょう」同人どうじん。耽美的た ん び て き・悪魔あ く ま主義的し ゅ ぎ て きな傾向けいこう
の作品さくひんを 発 表はっぴょう。関東大かんとうだい震災しんさいを機きに関西かんさいに移住いじゅう、以後い ご、古典的こ て ん て き・伝統的でんとうてきな日本美に ほ ん びに傾倒けいとう、 独自ど く じの新境地しんきょうちをひらく。戯曲ぎきょく・随筆ずいひつにもすぐれたものを残のこす。作品さくひん「刺青いれずみ」「痴人ち じ んの 愛
あい
Bahasa Inggris dan musik. Mereka kemudian tinggal serumah dan diantara mereka terjalin hubungan persahabatan yang akrab. Joji memenuhi kebutuhan Naomi dan Naomi mengurusi semua urusan rumah tangga Joji.
Akibat sering bertemu, Joji akhirnya mencintai Naomi dan kemudian menikahinya. Setelah menikah, ternyata Naomi menjadi malas dan tidak memperdulikan urusan rumah tangganya, melainkan lebih mementingkan kehidupan di luar rumah. Dia menyukai gaya hidup mewah dan kebarat-baratan. Naomi memaksa Joji untuk bersama-sama mengambil kelas dansa untuk mengenal lebih kebudayaan Barat. Selain itu selama menikah dengan Joji, Naomi selalu menuntut Joji untuk membeli barang-barang mahal untuknya demi memperindah penampilannya. Selain itu, Naomi kurang melayani Joji, bahkan sebaliknya Jojilah yang mengerti melayani Naomi seperti memandikan Naomi, mencukur bulu-bulu Naomi dan sebagainya.
Naomi jarang berada di rumah. Kendati demikian, Joji kurang mengetahui kegiatan Naomi di luar rumah. Kemudian Joji mengetahui bahwa ternyata Naomi berselingkuh dengan dua orang teman kursus dansanya bernama Kumagai dan Hanaga. Kedua orang tersebut usianya hampir sama dengan Naomi.
Joji sangat marah megetahui hal tersebut, namun karena rasa cintanya yang sangat besar kepada Naomi, dia bersedia memaafkan Naomi dan menerima kembali dengan syarat bahwa Naomi tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut dan memutuskan hubungan dengan teman selingkuhnya tersebut .Pada awalnya Naomi menunjukkan rasa penyesalannya dengan lebih banyak tinggal di rumah dan lebih menurut kepada Joji. Namun karena kurang percaya kepada Naomi, Joji tetap mengawasi Naomi dan kemudian dia mengetahui bahwa Naomi masih tetap menjalin hubungannya dengan Hamada. Joji benar-benar marah dan mengusir Naomi dari rumahnya. Naomi merengek-rengek kepada Joji untuk meminta maaf namun usaha tersebut tidak dihiraukan oleh Joji. Akhirnya Naomi meninggalkan rumah dan selama meninggalkan rumah, Naomi tinggal di rumah temannya, seorang berkebangsaan Amerika yang kemudian diketahui merupakan salah satu teman kencan atau selingkuhannya.
Namun, walaupun dia berusaha dengan keras untuk melupakan Naomi dan berusaha memperbaiki hidupnya tanpa Naomi, namun dia gagal. Joji merasa benar-benar tersihir dan terpikat oleh Naomi. Kumudian dia berusaha mencari Naomi, namun gagal.
Pada suatu hari, Naomi datang ke rumah untuk mengambil barang-barangnya. Rupanya dia memang sengaja tidak menyuruh orang lain untuk mengambil barang-barangnya, karena dia ingin menggoda dan mempermainkan perasaan Joji. Setelah datang berkali-kali, Joji akhirnya meminta Naomi untuk kembali padanya karena Joji masih mencintainya. Naomi bersedia kembali lagi kepada Joji dengan syarat bahwa Joji tidak lagi mengekang Naomi dengan memberikannya kebebasan bergaul dengan siapa saja, serta memberikannya kepercayaan penuh dan terus–menerus memenuhi hidupannya. Joji menyetujui semaua syarat–syarat yang diberikan oleh Naomi. Namun sikap dan perilakunya terhadapnya tidak berubah. Dia masih saja berhubungan dengan pria lain. Bahkan dia juga menolak ketika Joji mengajaknya membentuk rumah tangga yang sebenarnya yaitu dengan mempunyai seorang anak. Naomi tidak ingin terbebani oleh kehadiran seorang anak. Bagi Naomi hubungannya dengan Joji lebih cenderung kepada hubungan persahatan yang akrab, bukan hubungan suami–istri.
10 Sinopsis 『春琴抄』Shunkinshô16 (Wajah Shunkin) (1933) karya 谷崎潤一
郎Tanizaki Junichiro
Shunkin adalah anak perempuan keluarga Mozuya pedagang obat-obatan di Dosho Machi Osaka. Shunkin, gadis kecil yang cerdas, cantik dan tingkah lakunya seperti bangsawan. Setelah mengalami kebutaan pada usia 8 tahun, Shunkin yang semula belajar menari, beralih belajar musik koto, samisen dan segala macam bentuk seni suara. Dia sangat tekun berlatih dan meskipun dia berguru musik, tetapi karena bakatnya dia mampu menjadi pemusik yang handal.
Sasuke adalah pelayan keluarga Mozuya. Sejak usia dua belas tahun, Sasuke telah dipercaya untuk menjadi pengurus Shunkin. Seringkali Shunkin
16「 春 琴 抄はることしょう」昭和しょうわ八年はっぴょう発表。盲目も う も くの琴三弦こ と さん げ ん師匠し し ょ う春琴は る こ とに対するた い す る弟子で し佐助さ す けの異常い じ ょ うなまでの
献身
け んしん
memperlakukan Sasuke dengan sangat keras dan kasar. Setiap hari Sasuke mengantar Shunkin untuk belajar musik di rumah guru musik terkenal, Shunsho. Makin lama Sasuke pun tertarik untuk belajar musik koto dan samisen. Diam-diam Sasuke belajar memetik samisen yang dibelinya dari uang yang dikumpulkannya. Dia hanya mampu membeli samisen yang murah harganya.
Setelah lama Sasuke belajar tanpa sepengetahuan orang, akhirnya diketahui oleh majikannya. Setelah mendengarkan permainan samisen Sasuke, Shunkin tertarik untuk mengajari Sasuke. Shunkin melatihnya dengan keras, bahkan sering kali memukulnya sampai terluka dan menangis bila Sasuke melakukan kesalahan. Orang tua Shunkin merasa cemas akan sikap dan watak Shunkin yang demikian.
Sebagai pelayan, Sasuke sangat sabar dalam mengurus Shunkin, sehingga orang tua Shunkin pernah menyarankan agar Shunkin menikah dengan Sasuke, tapi Shunkin menolak keras. Sampai suatu hari Shunkin hamil tapi dia tidak mau mengakui siapa ayah bayinya. Semua orang menduga Sasukelah yang telah menghamili Shunkin. Shunkin menyangkal dan dengan sombongnya dia berkata bahwa dia tidak mau menikah dengan pelayan. Setelah bayi itu lahir, terbukti wajah bayi itu mirip dengan Sasuke, tapi Shunkin tetap tidak mengakui bahwa ayah bayi itu adalah Sasuke. Shunkin bahkan tidak mau merawat bayinya itu dan memberikannya pada orang lain.
Setelah kematian gurunya, Shunkin pun menjadi guru. Dia lalu meninggalkan orang tuanya, berpindah tempat tinggal di Yodoyabashi. Sasuke turut serta untuk tetap menjadi perawat Shunkin. Shunkin terkenal sebagai guru yang sangat terkenal sifat kerasnya. Meskipun hidup bersama dengan Sasuke, tapi Shunkin menolak untuk menikah dengan Sasuke secara resmi. Ia sangat tegas dan keras menempatkan kedudukan Sasuke sebagai pelayan.
cacat. Shunkin sangat malu dan dia tidak mau wajahnya dilihat oleh orang lain termasuk Sasuke. Shunkin melarang Sasuke untuk melihat wajahnya. Dan Sasuke pun berjanji lagi pula Sasuke tidak mau melihat perubahan wajah Shunkin yang selama ini sangat dia kagumi. Untuk itu Sasuke lalu menusuk matanya dengan jarum berulang-ulang sampai akhirnya dia menjadi buta. Pengorbanan Sasuke yang demikian besar membuat Shunkin sadar bahwa Sasuke adalah orang yang selama ini benar-benar setia dan sangat menyayanginya.
11 Sinopsis 『夢の浮き橋』Yume no Ukihashi (Jembatan Impian) karya谷崎
潤一郎Tanizaki Junichiro
Tadasu adalah anak tunggal dalam sebuah keluarga yang berkecukupan. Ayahnya adalah seorang direktur di sebuah bank di kota. Masa kecil Tadasu dilalui dengan sangat indah. Hal ini karena kasih sayang ibunya, Chinu yang sangat menyayangi Tadasu. Kemesraan dan kebersamaan bersama ibunya, tidak berlangsung lama. Chinu meninggal saat usia Tadasu baru 4 tahun saat mengandung adik Tadasu. Selain itu penyakit radang rahim yang dideritanya menjadi penyebab kematian Chinu.
Seiring dengan kematian Chinu, maka kasih sayang dan kemesraan yang didapatkan Tadasu juga pergi. Tidak ada lagi orang yang mampu untuk menggantikan peran Chinu, bahkan ayah dan pengasuhnya, Okane. Bayang-bayang akan kemesraan ibunya selalu terngiang dan hadir dalam kepala Tadasu seiring dengan bunyi keletak bumbung bambu yang terpasang di halaman rumahnya. Kerinduan Tadasu akan kehadiran Chinu seakan tidak pernah berhenti, terutama saat malam hari menjelang tidur.
dengan Chinu, maka Tadasu seperti memiliki kembali ibu kandung. Kebiasaan menetek sebelum tidur yang selalu dilakukannya bersama ibu kandungnya dulu, kini hal tersebut mampu diulanginya. Kebiasaan yang dilakukan Tadasu tersebut, berlangsung sampai Tadasu menjelang dewasa, hingga Tsuneko mengandung setelah sebelas tahun perkawinannya dengan ayah Tadasu. Kehamilan tersebut membuat Tsuneko merasa malu, sehingga saat bayi itu lahir dan diberi nama Takeshi, segera dititipkan pada keluarga ayah Tadasu.
Saat ayah Tadasu mulai terganggu kesehatannya karena penyakit TBC dan terlihat makin parah, ayah Tadasu berpesan pada Tadasu agar Tadasu bisa menjadi penggantinya mendampingi Tsuneko. Selain itu untuk menghindari pembicaraan negatif, ayah Tadasu juga meminta pada Tadasu untuk menikah dengan putri kajikawa, Sawako. Kajikawa adalah tukang kebun dalam keluarga Tadasu.
Setelah upacara pemakaman ayahnya, Tadasu menikah dengan Sawako yang sebenarnya tidak terlalu ia sukai. Perkawinannya dengan Sawako menimbulkan pergunjingan dalam keluarga dan tetangga Tadasu. Ini terlihat sejak rencana ayahnya untuk menikahkan Tadasu dengan Sawako. Saat upacara pernikahanpun keluarga Tadasu tidak ada yang hadir, hanya sanak kerabat kajikawa dan keluarga DR. Kato, dokter pribadi keluarga Tadasu.
Setelah perkawinannya, Sawako yang memiliki keahlian memijat tersebut tinggal dalam rumah keluarga Tadasu. Satu hari pada saat Sawako memijit Tsuneko, tiba-tiba Tsuneko menjerit kesakitan. Ternyata hal tersebut disebabkan karena ada seekor kaki seribu yang menggigit bagian dadanya dekat jantung. Kecelakaan tersebut membuat diri Tsuneko yang sebelumnya lemah jantung membuatnya meninggal dunia.
Kematian Tsuneko membuat Tadasu merasa terpukul. Semenjak itu Tadasu menjadi lebih pendiam dan sedikit berprasangka buruk bahwa Sawako berperan dalam kematian ibunya.
kemiripan fisik maupun psikis dengan ibu tirinya Tsuneko untuk tinggal bersamanya dalam rumah yang baru.
12 Sinopsis 『 か っ ぱ 』Kappa17 (1927) karya 芥 川 竜 之 介 Akutagawa
Ryuunosuke18
Di sebuah rumah sakit jiwa, pasien yang tinggal di kamar nomor 23 mempunyai cerita aneh mengenai kehidupan Kappa19. Pada saat mendaki gunung Hodaka tiga tahun yang lalu, saat cuaca berkabut, ia terus berjalan sampai kelelahan, dan saat istirahat untuk melepaskan lelah, dari kaca arloji yang dipakainya terpantul wajah seekor Kappa. Merasa penasaran, ia mengejar Kappa, namun akhirnya ia terjatuh dan masuk kedalam lubang.
Ketika sadar, ia telah berada di dunia Kappa yang kehidupan di sana mirip dengan kehidupan manusia, dan ia diperlakukan sebagai penduduk istimewa. Mulai saat itu, ia tinggal di dunia Kappa dan bersahabat dengan beberapa Kappa, misalnya Bag si nelayan, Craback yaitu dokter yang telah merawatnya, Gael seorang direktur pabrik gelas, dan Pep yang semuanya mempunyai pekerjaan yang berbeda-beda.
17 Kappa adalah makhluk gaib legenda masyarakat Jepang, berwajah seperti harimau namun
moncongnya seperti paruh burung. Potongan rambutnya bergaya “bob” dan di atas tempurung kepalanya terdapat lubang datar seperti piring yang selalu berisi air. Jika air tersebut berkurang, makhluk ini akan kekurangan tenaga gaib sewaktu berada di daratan. Piring ini akan makin mengeras ketika makhluk ini semakin tua. Sekujur tubuh makhluk ini tertutup isik berwarna hijau kebiru-biruan, dan tubuhnya sellau dalam keadaan basah karena dilumuri oleh cairan yang lengket serta barbau amis. Semua jari-jemari tangan maupun kakinya terkai satu sama lain oleh selaput seperti yang dimiliki seekor katak. Sendi-sendi tungkainya sangat lentur sehingga dapat digerkakkan ke segala arah. Walaupun tubuhnya berwarna hijau, ia dapat berubah warna seperti bunglon. Berntuk tubuhnya mirip dengan anak manusia berumur 12 sampai 13 tahun (Danandjaja,1997:175)
18とうきょう東 京生うまれ。別号べつごう澄江堂す み え ど う主人しゅじん、我鬼われおに。第三次だ い さ ん じ、第だい四次よ ん じの「新思潮しんしちょう」同人どうじん。「鼻はな」が
夏目な つ め漱石そうせきに 認みとめ ら れ 、 文壇ぶんだん出世作しゅっせさくと な る 。しょうわ昭和二年に ね ん七月しちがつ自殺じ さ つ。 作品さくひん「 羅生門らしょうもん」 「地獄変じ ご く へ ん」「歯車はぐるま」「或ある阿呆あ ほ うの一生」「西方の人」など。(一八九二~一九二七)
19そうぞうじょう想 像 上の動物どうぶつ。水陸すいりくりょうせい両 棲で、四よん、五歳ご さ いの子どもこ ど もくらいの大おおきさをし、口先くちさきがとがり、
背せには甲羅こ う らや 鱗うろこがあり、手足て あ しには水かきがある。 頭あたまには皿さらと呼ばれる 少 量しょうりょうの水みずの はいっているくぼみがあり、その水みずがあるうちは 陸 上りくじょうでも 力ちからが強くつ よ く、なくなると 死ぬし ぬ。 水 中すいちゅうに他たの動物どうぶつを引き入れ、その生血い き ちを吸う。河童か っ ぱ小僧こ ぞ う。かわたろう。がたろ。 川立ち男
か わ だ ち お と こ
Pasien nomor 23 setiap hari mempelajari bahasa Kappa hingga akhirnya ia dapat dengan lancar berbahasa Kappa, dan melakukan hal lain bersama-sama temannya seperti menonton konser, datang ke pertemuan super Kappa dan sebagainya. Pasien nomor 23 juga mempelajari kehidupan Kappa, seperti industri dan teknologi Kappa yang lebih maju dibandingkan dengan teknologi manusia, tingkah laku Kappa saat jatuh cinta dan tentang agama yang dianut Kappa.
Di negeri ini ia mengalami banyak kejadian aneh, diantaranya ketika istri Bag akan melahirkan. Bayi yang akan dilahirkan ditanya, apakah ia mau dilahirkan atau tidak. Jika calon bayi menjawab tidak, maka calon bayi itu lenyap. Selain itu, melalui Lap, seorang mahasiswa ia berkenalan dengan Tock Sang penyair. Tock memperkenalkannya kepada dunia para seniman di dunia Kappa, ternyata para seniman Kappa mempunyai kehidupan yang sangat bebas tanpa ada ikatan moral.
Kehidupan asmara di dunia Kappa sangat berbeda dengan kehidupan asmara manusia. Di dunia Kappa betinalah yang mengejar Kappa jantan dengan segala macam cara. Bahkan teman pasien nomor 23, Lap menjadi cacat karena dikejar-kejar Kappa betina.
Para musikus di dunia Kappa sering mengalami penjegalan. Misalnya ketika Crabarck sedang mengadakan konser, tiba-tiba polisi datang untuk menghentikan konser tersebut. Gael sang kapitalis memperkenalkan pasien nomor 23 pada dunia perindustrian Kappa. Akibat kemjuan teknologi yang cepat, banyak pekerja tergeser sehingga menjadi pengangguran. Kemudian pengangguran ini dibantai untuk menghindari masalah sosial yang akan timbul.
Pasien nomor 23 pernah kehilangan vulpen. Sebulan kemudian, ia bertemu dengan pencuri itu, tetapi dia gagal menyeret pencuri itu ke pengadilan karena ternyata ia hanya suruhan seseorang, dan orang yang menyuruhnya mencuri telah meninggal, sehingga dia tidak bisa diajukan kepengadilan, dan ini sudah dianut dalam perundang-undangan Kappa.
hidup bahagia, mereka harus percaya akan sesuatu yang lebih Besar dari Kappa. Perkataan Mag, menyebabkan Pasien nomor 23 berpikir tentang agama. Ia mencari tahu agama para Kappa, ternyata seperti halnya para manusia di dunia Kappa pun terdapat bermaca-macam agama.
Peristiwa kematian Tock yang bunuh diri, membuat pasien nomor 23 murung dan ingin pulang ke dunia manusia. Berkat pertolongan Kappa tua, pasien nomor 23 dapat pulang ke dunia manusia. Namun setelah kembali ke dunia manusia, pasien nomor 23 ini menjadi gila dan masuk rumah sakit jiwa.
13 Sinopsis 『 羅 生 門 』 Rashomon karya 芥 川 竜 之 介 Akutagawa
Ryuunosuke
Pada suatu senja di hari hujan seorang laki-laki sedang berdiri sendirian menunggu redanya hujan di sebuah gerbang bernama Rashomon di Kota Kyõto. Gerbang Rashomon yang kini terlupakan telah menjadi sarang bintang buas dan para perampok sekaligus penyamun. Bahkan mayat-mayat tak bertuan banyak berserakan di Gerbang tersebut sehingga ketika gelap tempat tersebut menjadi amat menyeramkan sehingga orang-orang tak berani mendekatinya. Bencana yang bertubi-tubi telah membuat perekonomian menjadi terpuruk. Akibatnya laki-laki itupun harus diberhentikan oleh juragannya, seorang samurai tempat dimana ia telah mengabdi bertahun-tahun. Ia tak tahu lagi harus kemana dan melakukan apa. Tak berdaya menghadapi nasib buruk yang sedang menimpanya. Dia pun harus memilih diantara dua, mati kelaparan di tempat yang penuh binatang buas dan sarang penyamun ini atau pergi dari sini dan menjadi pencuri. Berkali-kali dua pilihan tersebut menghantuinya hingga menekan dirinya.
Nenek Tua itupun menceritakan tentang kehidupan orang-orang di Kota Kyõto yang sangat sulit dan serba menghalalkan segala cara demi sesuap nasi agar mampu bertahan di tengah keterpurukan ekonomi akibat berbagai bencana di kota tersebut. Terdorong oleh cerita Nenek Tua yang memperbolehkan menghalalkan segala cara itulah maka Tokoh Gennin pun atau laki-laki tadi memutuskan untuk menjadi pencuri. Sebagai langkah awal Tokoh Gennin pun merampok pakaian Nenek Tua tersebut lalu dengan kasar menendangnya hingga jatuh ke bawah Gerbang. Sementara dia sendiri pergi melarikan diri entah kemana.
14 Sinopsis『蜘蛛の糸』Kumo no Ito(Jaring Laba-Laba)karya 芥川竜之
介Akutagawa Ryuunosuke
Pada suatu hari Sang Budha berjalan-jalan sendirian di tepi kolam teratai di taman surga. Bunga-bunga teratai bermekaran di kolam itu berwarna putih bagaikan mutiara dengan putik bunga keemasan dan benang sari di tengah-tengahnya yang menebarkan aroma memenuhi udara.Saat itu hari masih pagi di surga. Sejenak Sang Budha berdiri di tepi kolam, melalui celah terbuka di antara dedaunan yang menutupi permukaan air tiba-tiba terpampang sebuah pemandangan.Karena dasar neraka terhampar di bawah kolam teratai surga, sungai bercabang tiga yang menuju kegelapan abadi dan puncak Gunung Jarum dapat terlihat melalui kristal permukaan air, bagaikan sebuah teropong.
Ketika memandang ke neraka, Sang Budha teringat bagaimana Kandata telah menyelamatkan kehidupan seekor laba-laba. Dan sebagai balasan atas perbuatan baiknya itu, dia ingin membantunya keluar dari neraka. Untunglah, saat dia menatap sekelilingnya, tampak seeokr laba-laba surga sedang membuat sarang indah keperak-perakan yang terbentang di antara dedaunan bunga teratai. Sang Budha dengan tenang mengambil seutas jaring laba-laba dengan tangannya. Dijatuhkannya benang itu ke dasar neraka yang terhampar di antara bunga-bunga teratai yang berwarna seputih mutiara.
Kandata tengah terpuruk di dasar neraka bersama para pendosa lainnya. Di sana gelap gulita menyelimuti sekeliling. Kalaupun ada yang berkilau dalam kegelapan, itu berasal dari kilauan puncak Gunung Jarum yang menakutkan. Kesunyian mencekam di mana-mana. Satu-satunya yang terdengar hanyalah ratapan samar-samar para pendosa. Mereka telah mengalami siksaan hebat di neraka sehingga tak mampu lagi menjerit dengan suara nyaring.
Perampok ulung itu, Kandata, terbenam dalam genangan darah, tak bisa berbuat apa-apa selain berjuang agar tak tenggelam di kolam itu seperti seekor kodok sekarat. Namun saatnya telah tiba. Hari ini, ketika Kandata mengangkat kepalanya secara kebetulan dan menatap langit di atas Kolam Darah, ia melihat seutas jaring laba-laba berwarna keperakan menjulur ke arahnya dari arah surga yang tinggi, berkilat-kilat dalam kegelapan yang sunyi, seolah-olah menakut-nakuti mata manusia.
Saat dia melihat benda itu, Kandata bertepuk kegirangan. Jika dia bisa bergantung pada jaring itu dan memanjat setinggi mungkin, maka dia bisa membebaskan diri dari neraka. Jika semuanya berjalan lancar, dia bahkan bisa mencapai surga. Itu berarti dia akan terbebas dari Gunung Jarum dan Kolam Darah. Secepat pikiran itu melintas di benaknya, diraihnya jaring itu dan digenggamnya erat-erat dengan kedua tangannya. Ia mulai memanjat dengan segenap kemampuannya. Bagi seorang mantan perampok ulung, pekerjaan semacam itu bukanlah hal asing baginya.
dan tak mampu beranjak lebih tinggi lagi, biarpun hanya seinci. Dia berhenti memanjat dan beristirahat, bergantung pada jaring itu seraya memandang jauh ke bawah. Setelah memanjat setinggi itu Kolam Darah tampak tersembunyi di balik kegelapan dan Gunung Jarum hanya berpendar samar-samar di bawahnya. Jika dia bisa memanjat lebih tinggi lagi, dia pasti akan terbebas dari neaka.
Dengan tangan tergantung pada jaring laba-laba, Kandata tertawa dan berteriak nyaring, pertama kalinya setelah bertahun-tahun sejak dia terpuruk di tempat itu. “Berhasil!” teriaknya. Namun tiba-tiba dia memandang ke bawah jaring itu dilihatnya para pendosa lainnya berduyun-duyun memanjat penuh semangat mengikuti jejaknya, naik dan terus naik, bagaikan upacara para semut.
Saat melihat hal itu, Kandata terbelalak sejenak dengan mulut ternganga. Bagaimana mungkin jaring laba-laba yang tipis itu dapat menahan beban sebanyak itu, sementara untuk menahan beban tubuhnya sendiripun nyaris putus? Jika jaring itu sampai putus, maka dia akan jatuh kembali ke dasar neraka setelah berhasil mencapai titik sejauh itu.
Namun sementara itu, ratusan bahkan ribuan pendosa merayap naik dari kegelapan Kolam Darah dan memanjat sekuat tenaga. Jika dia tak melakukan sesuatu dengan cepat, jaring itu pasti akan putus dan jatuh, pikirnya. Maka Kandata menghardik dengan suara lantang. “Hei, kalian para pendosa! Jaring laba-laba ini milikku. Siapa yang memberi izin kalian naik? Turun! Turun!”
Tepat pada saat itu, seutas jaring tipis itu, yang sejauh ini tak menunjukkan tanda-tanda akan putus, tiba-tiba putus tepat di titik Kandata tengah bergantung. Tanpa sempat menjerit, dia meluncur deras ke arah kegelapan, terus melayang, berputar dan berputar. Setelah semuanya usai, hanya sisa jaring laba-laba surga itu saja yang tampak bergoyang berkilat-kilat tergantung di langit tak berawan.
Bunga-bunga putih bak mutiara itu bergoyang-goyang di dekat kaki Sang Budha. Saat mereka bergoyang perlahan, dari putik-putik bunga berwarna keemasan di tengah-tengahnya, meruap aroma memenuhi udara. Saat itu hari telah menjelang siang di surga.
15 Sinopsis 『武蔵』Musashi (Jilid I) karya 芳川英治 Yoshikawa Eiji20
Takezo adalah putra dari Shimmen Munisai, seorang samurai di Miyamoto. Sejak kecil, Takezo ditinggal oleh ibunya yang menikah lagi dengan laki-laki lain. Ibunya tak tahan menghadapi sikap kasar ayahnya. Takezo kemudian hidup bersama ayah dan kakak perempuanya Ogin. Sebagai seorang anak yang kekurangan kasih seorang ibu dan perlakuan kasar ayahnya, membuat Takezo menjadi anak yang nakal dan seringkali bertindak sekehendak hatinya. Bahkan kemudian sering membuat onar di kampungnya.
Teman baik Takezo hanyalah Matahachi, anak dari Hon’iden yang juga keluarga samurai di kampungya. Ketika terjadi perang di Sekigahara yang merupakan babak awal dari peralihan kekuasaan ke tangan pemerintahan Tokugawa, kedua bersahabat itu ikut pula ke medan perang. Di dalam hati Takezo, saat itu terutama ingin membuktikan bahwa ia juga seorang anak samurai yang pemberani. Meski menderita kekalahan, keduanya sanggup meloloskan diri dari maut dan berhasil melarikan diri dari kejaran anak buah Tokugawa yang selalu berpatroli mencari dan menahan sisa pasukan musuhnya.
Hingga akhirnya nasib mempertemukan mereka dengan ibu dan seorang anaknya, Oko dan Akemi. Matahachi yang kemudian terbujuk oleh rayuan dan kecantikan Oko kemudian menikah dengan Oko dan tinggal di propinsi lain padahal di kampungnya, Otsu tunangan Matahachi, serta keluarganya bahwa sebenarnya Matahachi masih hidup dan tinggal di propinsi lain bersama Oko dan Akemi.
20神奈川県か な が わ け んしゅっしん出 身。 本 名ほんみょう英次。少年時代じ だ いより各種かくしゅの 職 業しょくぎょうを転々てんてんとする。伝奇で ん きしょうせつ小 説・
求 道 きゅうどう
小 説 しょうせつ
・叙事的じ ょ じ て き歴史れ き ししょうせつ小 説な ど で 大 衆たいしゅう文学ぶんがくに独自ど く じの 分野ぶ ん やを 開くひ ら く。 小 説しょうせつ「 鳴門な る と 秘帖
ひちょう
Ternyata niat baik Takezo akhirnya malah membuat dirinya dibenci oleh
keluarga Hon’iden karena mereka menuduh Takezolah yang menyebabkan
anaknya hilang. Hingga Osugi dan Gonroku, ibu dan paman Matahachi mencari dan bertekad meminta pertanggungjawaban Takezo. Tetapi Takezo tidak bisa ditangkap, sehingga orang kampung dan keluarga Hon’iden semakin gusar dan terus memburunya. Segala cara dilakukan untuk menangkap Takezo tetapi sia-sia, hingga akhirnya Takuan, seorang pendeta zen, siap menyerahkan Takezo hidup-hidup dalam waktu tiga hari. Dengan cara yang halus akhirnya Takuan dan Otsu berhasil menangkap Takezo.
Takezo diikat pada sebuah pohon tinggi dan dibiarkan terkena panas dan hujan sampai berhari-hari. Otsu yang menyaksikan penderitaan Takezo menjadi iba dan berniat melepaskan Takezo, hingga pada suatu malam, pada saat hujan deras Otsu berhasil menyelamatkan Takezo dan keduanya melarikan diri bersama-sama.
Otsu merasa Takezo adalah tempatnya bergantung setelah Matahachi harapan satu-satunya menghilang, sehingga ia rela ikut kemanapun Takezo pergi, tetapi Takezo ingin menyelamatkan kakaknya hingga Otsu tidak boleh ikut. Akhirnya mereka berpisah di celah Nakayama dengan janji bahwa mereka akan bertemu lagi di jembatan Hanada di pinggiran Himeji21. Otsu berjanji akan menanti Takezo berapapun lamanya.Takezo kemudian melanjutkan perjalanannya kembali untuk mencari di mana Ogin ditahan.
Seminggu berlalu sejak ia bersumpah akan bertemu kembali dengan Otsu di jembatan Hanada. Takezo terkadang datang ke tempat tersebut secara sembunyi-sembunyi agar tidak dikenali orang. Akan tetapi hati kecilnya menjadi risau karena Otsu belum juga muncul. Pada suatu saat Takezo bertemu kembali dengan pendeta Takuan. Takezo yang selama ini dianggap perusuh dan musuh bagi kebanyakan orang di kampungnya akhirnya bisa dijinakkan oleh Takuan. Takuan membawa Takezo pergi ke puri Himeji untuk bertemu dengan Yang
21兵庫県ひょうごけん南西部な ん せ い ぶの地名ち め い。播磨は り ま平野へ い やの中央部ちゅうおうぶにあり、瀬戸内海せ と な い か いに面する。古代こ だ い、播磨は り ま国の