• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH SASTRA dalam sejarah JAWA.pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SEJARAH SASTRA dalam sejarah JAWA.pptx"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH

(2)

ZAMAN DINASTI MATARAM

KUNO

(3)

Karya Sastra yang tertua adalah Serat Candrakarana yang dibuat pada zaman Dinasti Syailendra yang berkuasa sekitar tahun 700 Caka. Serat ini ditulis di atas daun rontal berisi tentang ajaran moral, seni tembang, tata bahasa, dan kamus.

Pada Zaman ini juga ditulis terjemahan

Kakawin Ramayana pada tahun 825 Caka atau 903 Masehi, yang merupakan terjemahan Kitab Ramayana karangan Walmiki. Isi

(4)

1. BALA KANDHA

Berisi cerita tentang Prabu Dasarata, raja di negerin Kosala yang

beribukota di Ayodya. Dalam Lakon Sayembara Widekadirja atau

Sayembara Mantili, Dewi Sinta, putri Prabu Janaka disunting oleh Rama.

2. AYODYA KANDHA

Berisi kisah Rama, Sinta, dan Lesmana yang disingkirkan di hutan

(5)

3. ARANYA KANDHA

Berisi kisah Sinta yang diculik Rahwana (Lakon Rama Gandrung)

4. SUNDARA KANDHA

Berisi tentang kisah kepahlawanan Anoman yang berhasil berjumpa dengan Dewi Sinta di Alengka (Lakon Rama Gandrung)

5.KISKENDHA KANDHA

Beris tentang kisah Rama yang

(6)

6. YUDHA KANDHA

Berisi kisah peperangan antara tentara Alengka dengan tentara Rama, yang

berakhir dengan kemenangan Rama Sinta ke Ayodya (Lakon Brubuh Alengka).

7. UTTARA KANDHA

Berisi kisah Rama Sinta kembali ke Ayodya. Rakyat Ayodya menyangsikan kesucian

(7)

ZAMAN

KERAJAAN

JAWA TIMUR

•KERAJAAN MEDANG

(8)

Sang Hyang Kamahayanikan banyak berbahasa Sansekerta yang dideskripsikan dalam bentuk bahasa Jawa Kuno.

Cerita Dewa-dewanya mirip dengan relief candi Borobudur, sedangkan Cerita

Brahmandapurana berisi tentang

(9)

Setelah pemerintahan Empu

Sindok, yaitu pada masa Prabu Dharmawangsa Teguh yang

memerintah antara tahun 913-929 Caka atau 991-1007 Masehi pustaka sastra Jawa berkembang pesat. Karya sastra yang

(10)

KERAJAAN KAHURIPAN

Pengganti Dharmawangsa Teguh adalah Airlangga, nama Medang diganti menjadi Kahuripan. Pada masa ini Empu Kanwa menulis

(11)

KERAJAAN KEDIRI

(12)

Fenomena kontemporer masyarakat awam sering merujuk pada ramalan Prabu Jayabaya, tanpa berpikir ramalan tersebut benar atau tidak.

(13)

Karya sastra pada masa Kerajaan Kediri ini adalah karya Empu Trihuna (pada masa Prabu Warsajaya) yaitu Kakawin Krsnayana. Cerita Krsnayana ini bisa dibandingkan dengan relief Candi Panataran di Blitar Jawa Timur. Selain itu,

Kakawin Sumanasantaka karya Empu Manoguna, dan Kakawin Smaradahana dan Bhomakawya

karya Empu Dharmaja.

(14)

KERAJAAN SINGOSARI

Pada masa pemerintahan Ken Arok, Empu Tanakung mengarang Kitab

(15)

KERAJAAN MAJAPAHIT

(16)

Karya sastra lain yang dihasilkan pada zaman Majapahit ini adalah Kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca (pada masa Raja Hayamwuruk, masa keemasan Majapahit dimana Majapahit berhasil mempersatukan nusantara). Kata Pancasila juga berasal dari Kitab

Negarakertagama. Kitab Arjunawijaya dan Kitab Sutasoma (Purusadasanta atau

(17)

ZAMAN DEMAK-PAJANG

(18)

Kitab-kitab yang terbit pada periode ini karena

terpengaruh agama Islam:

Het Book van Bonang

Eem Javaans Geschrift uit de 16 Eeuw

Suluk Sukarsa Koja-kojahan Suluk Wujil

(19)

Nitisruti Nitipraja Sewaka Menak

Rengganis Manikmaya Ambiya

(20)

KERAJAAN DEMAK

(21)

1. MAULANA MALIK IBRAHIM

Maulana Malik Ibrahim mempunyai beberapa nama, yaitu

-Maulana Magribi -Syekh Magribi -Sunan Gresik

(22)
(23)

2. SUNAN AMPEL

Lahir tahun 1401. Nama kecilnya Raden Rakhmat. Beliau mempunyai 4 putra-putri:

-Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) -Syarifudin (Sunan Drajat)

-Putri Nyai Ageng Maloka

- Dewi Sarah (istri Sunan Kalijaga)

(24)

•Untuk menghormati jasa-jasa Sunan Ampel dalam menyiarkan agama Islam namanya diabadikan oleh IAIN Sunan Ampel di Surabaya.

(25)

3. SUNAN BONANG

Putra sulung Sunan Ampel. Nama lainnya adalah Raden Makdum atau Maulana Makdum Ibrahim. Dalam bidang sastra budaya sumbangan beliau:

-mendirikan Mesjid Demak

-Dakwah melalui pewayangan

-Menyempurnakan istrumen gamelan, bonang, kenong, kempul.

(26)
(27)

4. SUNAN DRAJAT

Sunan Drajat adalah putra Sunan Ampel. Nama lainnya Syarifudin.

Hidup sekitar 1478 Masehi. Jasanya dalam bidang sastra budaya:

-Berpartisipasi dalam pembangunan mesjid Demak

(28)

5. SUNAN KALIJAGA

Merupakan wali yang paling populer di kalangan orang Jawa. Bahkan sebagian orang Jawa menganggapnya sebagai guru agung dan suci di tanah Jawa. Sunan Kalijaga mempunyai nama kecil Raden Mas Syahid.

(29)

. Karya-karya beliau adalah:

-Tiang mesjid Demak -Gamelan Nagawilaga -Gamelan Guntur Madu -Gamelan Nyai Sekati -Gamelan Kyai Sekati -Wayang Kulit Purwa -Baju Takwa

(30)

Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak. Ajaran Sunan Kalijaga tentang makna

kehidupan:  

Urip iki ing donya tan lami

Upamane jibeng menyang pasar Tan langgeng neng pasar wae

Tan wurung nuli mantuk

(31)

Ing mengko aja samar Sangkan paraning

Ing mengko padha weruh

Yen asale sangkan paran duking nguni Aja nganti kesasar

 

Yen kongsia kesasar dening pati Dadya tiwas uripe kesasar

Tanpa pencokan sukmane

(32)

saparan-saparan nglangut kadya mega katut ing angin wekasan dadi udan

mulih marang banyu

dadi bali witing bradhag

ing wajibe suksma tan kena ing pati langgeng donya akhirat

(33)

Artinya:

Hidup itu tidak lama ibarat orang ke pasar tak abadi di pasar saja kemudian juga pulang pada rumah asalnya itu nantinya jangan cemas asal mulanya tadi

pada saatnya sama tahu

(34)

Jika sampai kesasar oleh mati hidupnya menjadi tersesat

tanpa pijakan sukmanya kemana saja ngelantur

seperti awan tertiup angin lalu jadi hujan

kembali ke air jadi badan lagi

(35)

6. SUNAN GIRI

(36)

Tepatnya di daerah Gresik. Beliau hidup 1365-1428) Ayahnya bernama Maulana Ishak dari

Pasai.

Nama kecil Sunan Giri adalah Jaka Samudra. Kemudian menjelang dewasa berguru pada

Sunan Ampel dan diberi gelar Sunan Paku.

Sunan Paku ini mendirikan pesantren di Giri, Gresik sehingga disebut Sunan Giri. Dakwah Islamnya menggunakan jalur budaya.

(37)

Sunan Giri menciptakan: -Permainan Jetungan

-Jamuran -Gula Ganti

-Cublak-Cublak Suweng -Tembang Asmarandana -Tembang Pocung

(38)

Lir ilir tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo

Tak sengguh temanten anyar

Bocah angon penekna blimbing kuwi

Lunyu-lunyu penekna kanggo masuh dodotiro Dodotiro kumitir bedhah ing pinggir

Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore

(39)

Terjemahan:

Lir ilir tanaman sudah bersemi

nampak menghijau ibarat pengantin baru wahai penggembala, panjatlah blimbing itu meski licin panjatlah untuk mencuci kain

kain yang sedang robek pinggirnya

jahitlah dan tamballah untuk menghadapi nanti sore

(40)

Lagu ilir-ilir memberikan rasa optimis kepada seseorang yang sedang melakukan amal

(41)

7. SUNAN KUDUS

Sunan Kudus atau Jaffar Shaddiq adalah salah satu wali sanga yang bertugas melakukan syiar Islam di Jawa Tengah. Sunan Kudus menciptakan karya sastra dan budaya:

-Tembang Maskumambang -Tembang Mijil

(42)

8. SUNAN MURIA

Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga. Disebut Sunan Muria karena wilayah syiar Islamnya di sekitar Gunung Muria. Karyanya:

-Tembang Sinom -Tembang Kinanthi

Sunan Muria ikut memindahkan pesantren Ampeldenta ke Demak. Pengaruh Sunan Muria

Lir ilir tanaman sudah bersemi

nampak menghijau ibarat pengantin baru wahai penggembala, panjatlah blimbing itu meski licin panjatlah untuk mencuci kain

kain yang sedang robek pinggirnya

jahitlah dan tamballah untuk menghadapi nanti sore

(43)

9. SUNAN GUNUNG JATI

Masyarakat Cirebon dan sekitarnya sangat menghormati Sunan Gunung Jati. Banyak peziarah yang mendatangi makamnya. Nama lain Sunan Gunung Jati.

-Fatahillah -Falatehan

-Syarif Hidayatullah

-Syekh Nuruddim Ibrahim Ibnu Maulana Ismail -Said Kamil

(44)

Beliau lahir di Aceh dan merantau ke kerajaan Demak di Jawa. Akhirnya beliau diambil menantu oleh Sultan Trenggana.

Ekspansi Portugis ke Jawa Barat kurang berkenan di hati kerajaan Demak. Di bawah pimpinan Syarif Hidayatullah Demak berhasil membendung Portugal di Jawa Barat. Fatahillah Juga berhasil Menguasai Sunda Kelapa.

Fatahillah ini kemudian tinggal di Cirebon untuk melakukan syiar Islam. Beliau meningggal di Gunung Jati 1950. Oleh karena itu disebut Sunan Gunung Jati. Beliau salah satu peletak fondasi syiar Islam di Jawa Barat.

Referensi

Dokumen terkait