SEJARAH
ZAMAN DINASTI MATARAM
KUNO
Karya Sastra yang tertua adalah Serat Candrakarana yang dibuat pada zaman Dinasti Syailendra yang berkuasa sekitar tahun 700 Caka. Serat ini ditulis di atas daun rontal berisi tentang ajaran moral, seni tembang, tata bahasa, dan kamus.
Pada Zaman ini juga ditulis terjemahan
Kakawin Ramayana pada tahun 825 Caka atau 903 Masehi, yang merupakan terjemahan Kitab Ramayana karangan Walmiki. Isi
1. BALA KANDHA
Berisi cerita tentang Prabu Dasarata, raja di negerin Kosala yang
beribukota di Ayodya. Dalam Lakon Sayembara Widekadirja atau
Sayembara Mantili, Dewi Sinta, putri Prabu Janaka disunting oleh Rama.
2. AYODYA KANDHA
Berisi kisah Rama, Sinta, dan Lesmana yang disingkirkan di hutan
3. ARANYA KANDHA
Berisi kisah Sinta yang diculik Rahwana (Lakon Rama Gandrung)
4. SUNDARA KANDHA
Berisi tentang kisah kepahlawanan Anoman yang berhasil berjumpa dengan Dewi Sinta di Alengka (Lakon Rama Gandrung)
5.KISKENDHA KANDHA
Beris tentang kisah Rama yang
6. YUDHA KANDHA
Berisi kisah peperangan antara tentara Alengka dengan tentara Rama, yang
berakhir dengan kemenangan Rama Sinta ke Ayodya (Lakon Brubuh Alengka).
7. UTTARA KANDHA
Berisi kisah Rama Sinta kembali ke Ayodya. Rakyat Ayodya menyangsikan kesucian
ZAMAN
KERAJAAN
JAWA TIMUR
•KERAJAAN MEDANG
Sang Hyang Kamahayanikan banyak berbahasa Sansekerta yang dideskripsikan dalam bentuk bahasa Jawa Kuno.
Cerita Dewa-dewanya mirip dengan relief candi Borobudur, sedangkan Cerita
Brahmandapurana berisi tentang
Setelah pemerintahan Empu
Sindok, yaitu pada masa Prabu Dharmawangsa Teguh yang
memerintah antara tahun 913-929 Caka atau 991-1007 Masehi pustaka sastra Jawa berkembang pesat. Karya sastra yang
•
KERAJAAN KAHURIPAN
Pengganti Dharmawangsa Teguh adalah Airlangga, nama Medang diganti menjadi Kahuripan. Pada masa ini Empu Kanwa menulis
•
KERAJAAN KEDIRI
Fenomena kontemporer masyarakat awam sering merujuk pada ramalan Prabu Jayabaya, tanpa berpikir ramalan tersebut benar atau tidak.
Karya sastra pada masa Kerajaan Kediri ini adalah karya Empu Trihuna (pada masa Prabu Warsajaya) yaitu Kakawin Krsnayana. Cerita Krsnayana ini bisa dibandingkan dengan relief Candi Panataran di Blitar Jawa Timur. Selain itu,
Kakawin Sumanasantaka karya Empu Manoguna, dan Kakawin Smaradahana dan Bhomakawya
karya Empu Dharmaja.
•
KERAJAAN SINGOSARI
Pada masa pemerintahan Ken Arok, Empu Tanakung mengarang Kitab
•
KERAJAAN MAJAPAHIT
Karya sastra lain yang dihasilkan pada zaman Majapahit ini adalah Kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca (pada masa Raja Hayamwuruk, masa keemasan Majapahit dimana Majapahit berhasil mempersatukan nusantara). Kata Pancasila juga berasal dari Kitab
Negarakertagama. Kitab Arjunawijaya dan Kitab Sutasoma (Purusadasanta atau
ZAMAN DEMAK-PAJANG
Kitab-kitab yang terbit pada periode ini karena
terpengaruh agama Islam:
Het Book van Bonang
Eem Javaans Geschrift uit de 16 Eeuw
Suluk Sukarsa Koja-kojahan Suluk Wujil
Nitisruti Nitipraja Sewaka Menak
Rengganis Manikmaya Ambiya
KERAJAAN DEMAK
1. MAULANA MALIK IBRAHIM
Maulana Malik Ibrahim mempunyai beberapa nama, yaitu
-Maulana Magribi -Syekh Magribi -Sunan Gresik
2. SUNAN AMPEL
Lahir tahun 1401. Nama kecilnya Raden Rakhmat. Beliau mempunyai 4 putra-putri:
-Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) -Syarifudin (Sunan Drajat)
-Putri Nyai Ageng Maloka
- Dewi Sarah (istri Sunan Kalijaga)
•Untuk menghormati jasa-jasa Sunan Ampel dalam menyiarkan agama Islam namanya diabadikan oleh IAIN Sunan Ampel di Surabaya.
3. SUNAN BONANG
Putra sulung Sunan Ampel. Nama lainnya adalah Raden Makdum atau Maulana Makdum Ibrahim. Dalam bidang sastra budaya sumbangan beliau:
-mendirikan Mesjid Demak
-Dakwah melalui pewayangan
-Menyempurnakan istrumen gamelan, bonang, kenong, kempul.
4. SUNAN DRAJAT
Sunan Drajat adalah putra Sunan Ampel. Nama lainnya Syarifudin.
Hidup sekitar 1478 Masehi. Jasanya dalam bidang sastra budaya:
-Berpartisipasi dalam pembangunan mesjid Demak
5. SUNAN KALIJAGA
Merupakan wali yang paling populer di kalangan orang Jawa. Bahkan sebagian orang Jawa menganggapnya sebagai guru agung dan suci di tanah Jawa. Sunan Kalijaga mempunyai nama kecil Raden Mas Syahid.
. Karya-karya beliau adalah:
-Tiang mesjid Demak -Gamelan Nagawilaga -Gamelan Guntur Madu -Gamelan Nyai Sekati -Gamelan Kyai Sekati -Wayang Kulit Purwa -Baju Takwa
Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak. Ajaran Sunan Kalijaga tentang makna
kehidupan:
Urip iki ing donya tan lami
Upamane jibeng menyang pasar Tan langgeng neng pasar wae
Tan wurung nuli mantuk
Ing mengko aja samar Sangkan paraning
Ing mengko padha weruh
Yen asale sangkan paran duking nguni Aja nganti kesasar
Yen kongsia kesasar dening pati Dadya tiwas uripe kesasar
Tanpa pencokan sukmane
saparan-saparan nglangut kadya mega katut ing angin wekasan dadi udan
mulih marang banyu
dadi bali witing bradhag
ing wajibe suksma tan kena ing pati langgeng donya akhirat
Artinya:
Hidup itu tidak lama ibarat orang ke pasar tak abadi di pasar saja kemudian juga pulang pada rumah asalnya itu nantinya jangan cemas asal mulanya tadi
pada saatnya sama tahu
Jika sampai kesasar oleh mati hidupnya menjadi tersesat
tanpa pijakan sukmanya kemana saja ngelantur
seperti awan tertiup angin lalu jadi hujan
kembali ke air jadi badan lagi
6. SUNAN GIRI
Tepatnya di daerah Gresik. Beliau hidup 1365-1428) Ayahnya bernama Maulana Ishak dari
Pasai.
Nama kecil Sunan Giri adalah Jaka Samudra. Kemudian menjelang dewasa berguru pada
Sunan Ampel dan diberi gelar Sunan Paku.
Sunan Paku ini mendirikan pesantren di Giri, Gresik sehingga disebut Sunan Giri. Dakwah Islamnya menggunakan jalur budaya.
Sunan Giri menciptakan: -Permainan Jetungan
-Jamuran -Gula Ganti
-Cublak-Cublak Suweng -Tembang Asmarandana -Tembang Pocung
Lir ilir tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar
Bocah angon penekna blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekna kanggo masuh dodotiro Dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore
Terjemahan:
Lir ilir tanaman sudah bersemi
nampak menghijau ibarat pengantin baru wahai penggembala, panjatlah blimbing itu meski licin panjatlah untuk mencuci kain
kain yang sedang robek pinggirnya
jahitlah dan tamballah untuk menghadapi nanti sore
Lagu ilir-ilir memberikan rasa optimis kepada seseorang yang sedang melakukan amal
7. SUNAN KUDUS
Sunan Kudus atau Jaffar Shaddiq adalah salah satu wali sanga yang bertugas melakukan syiar Islam di Jawa Tengah. Sunan Kudus menciptakan karya sastra dan budaya:
-Tembang Maskumambang -Tembang Mijil
8. SUNAN MURIA
Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga. Disebut Sunan Muria karena wilayah syiar Islamnya di sekitar Gunung Muria. Karyanya:
-Tembang Sinom -Tembang Kinanthi
Sunan Muria ikut memindahkan pesantren Ampeldenta ke Demak. Pengaruh Sunan Muria
Lir ilir tanaman sudah bersemi
nampak menghijau ibarat pengantin baru wahai penggembala, panjatlah blimbing itu meski licin panjatlah untuk mencuci kain
kain yang sedang robek pinggirnya
jahitlah dan tamballah untuk menghadapi nanti sore
9. SUNAN GUNUNG JATI
Masyarakat Cirebon dan sekitarnya sangat menghormati Sunan Gunung Jati. Banyak peziarah yang mendatangi makamnya. Nama lain Sunan Gunung Jati.
-Fatahillah -Falatehan
-Syarif Hidayatullah
-Syekh Nuruddim Ibrahim Ibnu Maulana Ismail -Said Kamil
Beliau lahir di Aceh dan merantau ke kerajaan Demak di Jawa. Akhirnya beliau diambil menantu oleh Sultan Trenggana.
Ekspansi Portugis ke Jawa Barat kurang berkenan di hati kerajaan Demak. Di bawah pimpinan Syarif Hidayatullah Demak berhasil membendung Portugal di Jawa Barat. Fatahillah Juga berhasil Menguasai Sunda Kelapa.
Fatahillah ini kemudian tinggal di Cirebon untuk melakukan syiar Islam. Beliau meningggal di Gunung Jati 1950. Oleh karena itu disebut Sunan Gunung Jati. Beliau salah satu peletak fondasi syiar Islam di Jawa Barat.