KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013 15
Ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan I tahun 2013 tumbuh sebesar 4,17% (yoy), mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,18% (yoy).
Pertumbuhan positif terjadi di seluruh sektor ekonomi terkecuali sektor Pertambangan dan penggalian.
Kinerja Sektor Pertanian menunjukkan peningkatan tipis dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu dari 3,18% (yoy) menjadi 3,35% (yoy). Peningkatan pertumbuhan ini sejalan dengan minimnya laporan gagal panen di berbagai sentra produksi gabah di Aceh.
Meski tumbuh melambat, sektor PHR berpotensi untuk makin tumbuh besar terlihat dari maraknya pembukaan toko waralaba, pembangunan pusat-pusat perbelanjaan dan hotel di Banda Aceh.
Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi tahunan (yoy) triwulan laporan bersumber dari perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga serta pertumbuhan negatif komponen ekspor dan impor.
Rendahnya pertumbuhan nilai tambah di komponen konsumsi rumah tangga disinyalir sebagai dampak rendahnya realisasi belanja Pemerintah pada triwulan laporan yang tercatat terkoreksi sebesar minus 4,55%.
1.1 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DARI SISI PENAWARAN
Gambar 1.1 Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Aceh Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan I tahun 2013 sebesar 4,17% (yoy), mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,18% (yoy). Sementara pertumbuhan ekonomi Aceh tanpa migas tercatat tumbuh lebih tinggi sebesar 5,7% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh pada triwulan laporan tercatat masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhannya selama dua tahun terakhir (5,06%). Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
8,947 9,097 9,199 9,356 9,376 7,959 8,113 8,223 8,382 8,412 5.12 5.28 5.24 5.18 4.79 6.00 6.02 6.11 6.10 5.70 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 6,000 8,000 10,000 I II III IV I 2012 2013
PDRB dg migas PDRB tanpa migas yoy_PDRB dg migas yoy_PDRB tanpa migas
16 KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013
Pertumbuhan positif terjadi di seluruh sektor ekonomi terkecuali sektor Pertambangan dan penggalian. Namun demikian, seluruh sektor ekonomi dominan tercatat mengalami perlambatan dibanding pertumbuhan tahunan triwulan sebelumnya kecuali sektor Pertanian yang meningkat tipis. Secara sektoral, sumbangan tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi Aceh di triwulan laporan bersumber dari sektor Perdagangan, diikuti sektor Jasa-jasa dan sektor Pertanian dengan sumbangan berturut-turut sebesar 1,73%; 0,92% dan 0,90%.
Struktur ekonomi Aceh menurut PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan laporan masih didominasi oleh sektor primer yaitu sektor Pertanian dengan porsi hampir 27%. Namun demikian, sektor sekunder yang terdiri dari sektor Perdagangan, hotel dan restoran; sektor Pengangkutan dan komunikasi dan sektor Bangunan tercatat terus mengalami peningkatan porsi. Hal ini menunjukkan bahwa struktur perekonomian Provinsi Aceh perlahan-lahan mulai bergeser dari sektor primer kepada sektor sekunder.
Gambar 1.2 Struktur Perekonomian Provinsi Aceh
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
Kinerja Sektor Pertanian menunjukkan peningkatan tipis dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu dari 3,18% (yoy) menjadi 3,35% (yoy). Peningkatan pertumbuhan ini sejalan dengan minimnya laporan gagal panen di berbagai sentra produksi gabah di Aceh. Suatu hal yang juga cukup menggembirakan adalah pertumbuhan penyaluran kredit Pertanian oleh Perbankan di Aceh yang terus mengalami peningkatan.
Pertanian 26.99% Pertamban gan 10.83% Ind.Pengol ahan 8.54% Listrik,gas, air 0.47% Bangunan 11.14% Perdagang an,hotel,re st 17.25% Pengangku tan,komuni kasi 11.26% Keu,Sewa, Jasa perush 2.90% Jasa-jasa 10.63%
KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013 17 Gambar 1.3 Pertumbuhan Sektor Pertanian dan PHR
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
Kinerja sektor Perdagangan, hotel dan restoran (PHR) mengalami perlambatan pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu dari 8,96% menjadi 8,2% (yoy), seiring minimnya stimulus konsumsi di awal tahun. Namun demikian, pada triwulan laporan, penyaluran kredit perbankan untuk sektor PHR tercatat mengalami peningkatan yang ditengarai sebagai indikasi belum jenuhnya sektor ini atau dengan kata lain, sektor PHR merupakan sektor yang berpotensi untuk terus berkembang, terutama di kota-kota seperti Banda Aceh dan Lhokseumawe. Menariknya sektor PHR terlihat dari maraknya pembukaan toko waralaba, pembangunan pusat-pusat perbelanjaan dan hotel di Banda Aceh. Kredit perbankan sektor PHR pada triwulan laporan tercatat tumbuh 25,3% (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 18,42% (yoy).
Gambar 1.4 Perkembangan Kr.Sektor Pertanian Gambar 1.5 Perkembangan Kredit Sektor PHR
Sumber : Laporan Bank Umum, diolah 8.15 5.92 5.34 3.44 3.41 5.50 7.16 8.97 9.37 7.79 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 500 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 I II III IV I 2012 2013 Pertanian PHR yoy_pertanian yoy_PHR 163 368 408 425 560 16.56 164.30 168.84 177.16 243.52 0 50 100 150 200 250 300 100 200 300 400 500 600 3 6 9 12 3 2012 2013 Pertanian yoy_tani 3,417 4,527 3,905 4,141 4,281 2.16 32.58 10.46 18.42 25.30 0 5 10 15 20 25 30 35 500 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 3,500 4,000 4,500 5,000 3 6 9 12 3 2012 2013 Perdagangan yoy_dagang
18 KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013
Gambar 1.6 Pertumbuhan Sektor Sekunder Industri Pengolahan pada triwulan I tahun 2013 masih tumbuh positif meski mengalami perlambatan yaitu dari 0,78% menjadi 0,59%. Pertumbuhan positif sektor ini terlihat dari penyaluran kredit yang tercatat mengalami kenaikan tajam. Penyaluran kredit ke sektor Industri Pengolahan tumbuh 70,43% (yoy) pada Maret 2013.
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
Masih tumbuh positifnya sektor industri pengolahan juga tampak dari hasil survei industri oleh BPS yang memperlihatkan bahwa industri besar dan sedang di Aceh mengalami pertumbuhan 6,65% (yoy) dan peningkatan konsumsi listrik golongan industri yang tumbuh 20,95% (yoy).
Gambar 1.7 Konsumsi Listrik Industri Gambar 1.8 Perkembangan Kredit Sektor Industri Pengolahan
Sumber : PLN Provinsi Aceh, diolah Sumber : Laporan Bank Umum, diolah
Tabel 1.1 Perkembangan Industri Besar Sedang (IBS) di Provinsi Aceh
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
895 898 898 903 900 0.87 1.58 1.08 0.78 0.59 0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20 1.40 1.60 1.80 890 892 894 896 898 900 902 904 I II III IV I 2012 2013 Ind.Pengolahan yoy_ind.olah 0.10 16.10 5.30 13.30 20.95 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 0 2,000,000 4,000,000 6,000,000 8,000,000 10,000,000 12,000,000 14,000,000 16,000,000 18,000,000 I II III IV I II III IV I 2011 2012 2013 yoy,% kWh Kons.listrik Industri g_kons.listrik Industri
889 1,010 927 1,017 1,516 -15.56 -8.31 -11.23 -2.85 70.43 -20 0 20 40 60 80 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400 1,600 3 6 9 12 3 2012 2013
Industri Pengolahan yoy_ind.olah
I-2012 IV-2012 I-2013 I-2012 IV-2012 I-2013
1 Industri Makanan dan Minuman -4.47 0.55 -1.59 10.1 8.43 8.02
2 Kimia dan barang-barang dari bahan kimia 0.36 1.58 6.75 26.19 -3.84 0.75
3 Industri karet, barang dari karet & plastik n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Provinsi Aceh -1.37 1.44 2.78 24.21 -2.31 6.65
Nasional n/a 7.65 -2.25 n/a 11.09 8.94
No Jenis Industri Pertumbuhan qtq(%) Pertumbuhan yoy (%)
KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013 19 1.2 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DARI SISI PERMINTAAN
Tabel 1.2 Pertumbuhan Ekonomi Tahunan Provinsi Aceh (yoy,%)
Sumber : Laporan Bank Umum, data diolah
Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi tahunan (yoy) triwulan laporan bersumber dari perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga serta pertumbuhan negatif komponen ekspor dan impor. Sementara itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulanan (qtq) bersumber dari seluruh komponen kecuali komponen ekspor yang justru tercatat mengalami peningkatan.
Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Aceh masih bergantung pada konsumsi, baik konsumsi pemerintah maupun konsumsi rumah tangga. Karena itu, peningkatan atau penurunan di kedua komponen tersebut sangat mempengaruhi geliat perekonomian Aceh. Kesimpulan awal, rendahnya realisasi belanja Pemerintah Aceh menjadi salah satu penyebab rendahnya multiplier effect bagi komponen konsumsi rumah tangga selama triwulan I tahun 2013.
Gambar 1.9 Struktur PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Triwulan IV-2012
Sumber : BPS Provinsi Aceh, data diolah
Grafik 1.10 Struktur PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Triwulan I-2013
Sumber : BPS Provinsi Aceh, data diolah
2012 2013
IV I IV-12 I-13 IV-12 I-13
Konsumsi Rmh Tangga 3,631,790 3,667,288 5.30 5.11 1.29 0.98 Konsumsi Pemerintah 2,480,081 2,367,297 7.29 9.41 8.97 -4.55 PMTB (investasi) 1,577,142 1,545,309 5.04 5.29 3.10 -2.02 Perubahan Stok 441,463 468,041 196.36 22.38 15.18 6.02 Ekspor 2,196,465 2,248,943 (9.24) (5.69) (8.14) 2.39 Impor 971,353 921,284 3.75 (2.00) 0.55 -5.15 PDRB 9,355,588 9,375,594 5.18 4.79 1.70 0.21 yoy,% qtq,% KOMPONEN Konsu msi Rmh Tangga 40,83% Konsu msi Pemeri ntah 25,09% PMTB (investa si) 20,26% Net Ekspor 13,82% Konsu msi Rmh Tangga 41.41% Konsu msi Pemeri ntah 24.10% PMTB (investa si) 19.59% Net Ekspor 14.90%
20 KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013 1.2.1. KONSUMSI
Belanja rumah tangga erat kaitannya dengan belanja Pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung. Disebut berkaitan erat karena 14% lebih belanja Pemerintah dialokasikan untuk pembayaran gaji Pegawai Negeri Sipil serta hampir 50% lainnya digunakan untuk belanja barang dan jasa. Pada triwulan laporan, pertumbuhan tahunan konsumsi rumah tangga mencapai 5,11% atau melambat dari triwulan sebelumnya yang sebesar 5,3% (yoy). Sementara secara triwulanan konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 0,98% (qtq). Rendahnya pertumbuhan nilai tambah di komponen ini disinyalir sebagai dampak rendahnya realisasi belanja Pemerintah pada triwulan laporan yang tercatat terkoreksi sebesar minus 4,55%.
Gambar 1.11 Sisi Permintaan PDRB Aceh
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
Indikator yang dapat menjelaskan melambatnya konsumsi masyarakat pada triwulan ini adalah perlambatan kredit konsumsi peningkatan simpanan perbankan perorangan. Pertumbuhan kredit konsumsi sebagai salah satu sumber pembiayaan konsumsi masyarakat tumbuh melambat dari 8,58% menjadi 2,94% (yoy). Sementara itu, dana simpanan perbankan perorangan yang biasanya juga menjadi sumber pembiayaan untuk konsumsi tercatat tumbuh meningkat sebesar 9,03% atau mengindikasikan bahwa masyarakat memilih untuk menahan konsumsinya di triwulan II sebagai persiapan menghadapi kebutuhan ajaran tahun baru sekolah, musim liburan atau persiapan menghadapi Ramadhan di awal Juli.
Di sisi lain, penurunan penjualan mobil baru dan motor baru menjadi indikasi bahwa tetap tumbuhnya konsumsi masyarakat di triwulan laporan karena masyarakat memilih mengkonsumsi barang tahan lama (durable goods).
5.17 5.06 4.82 5.30 5.11 0.73 1.96 3.68 7.29 9.41 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 500 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 3,500 4,000 I II III IV I 2012 2013 % Rp-miliar
Kons. Rumah Tangga Kons. Pemerintah
KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013 21 Gambar 1.12 Kredit Konsumsi Gambar 1.13 DPK Perorangan
Sumber : Laporan Bank Umum, diolah Sumber : Laporan Bank Umum, diolah
Gambar 1.14 Konsumsi Listrik Rumah Tangga Gambar 1.15 Penjualan Mobil Baru
Sumber : PLN Provinsi Aceh, diolah Sumber : Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Keuangan Aceh, diolah
Gambar 1.16 Penjualan Motor Baru
Sumber : Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Keuangan Aceh, diolah 12,006 11,763 11,830 12,155 12,359 18.94 10.39 8.01 8.58 2.94 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 11,400 11,700 12,000 12,300 12,600 3 6 9 12 3 2012 2013 Konsumsi yoy_kons 10,882 11,530 11,819 13,592 11,865 2.38 14.75 7.68 4.80 9.03 0 2 4 6 8 10 12 14 16 0 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 16,000 3 6 9 12 3 2012 2013
Simpanan Perorangan yoy_simp.orang
13.05 16.40 22.48 14.59 -8.81 -15.00 -10.00 -5.00 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 220,000,000 230,000,000 240,000,000 250,000,000 260,000,000 270,000,000 280,000,000 290,000,000 300,000,000 310,000,000 I II III IV I 2012 2013 yoy,% kWh
Kons.listrik Rmh Tangga g_kons.listrik RT
15.49% 15.95% 37.43% 19.32% 55.90% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 0 500 1,000 1,500 2,000 2,500 I II III IV I 2012 2013
Mobil dll (pribadi) g_mobil_yoy (ka)
-10.8% -3.4% -12.5% -25.2% -17.2% -30% -25% -20% -15% -10% -5% 0% 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 I II III IV I 2012 2013
22 KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013 Gambar 1.17 Perkembangan Volume Penjualan
Semen
Masih rendahnya pertumbuhan belanja pemerintah pada triwulan ini terlihat dari turunnya konsumsi semen seperti grafik disamping. Bahkan konsumsi semen tercatat mengalami penurunan pertumbuhan baik secara tahunan maupun secara triwulanan. Data per 1 April 2013, pengumuman pemenang tender proyek Pemerintah baru tercapai 2%.
Sumber : Asosiasi Semen Indonesia, diolah
Sementara itu, secara tahunan terlihat bahwa pertumbuhan belanja pemerintah mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 9,41%, meningkat dari triwulan sebelumnya yang sebesar 7,29% (yoy). Peningkatan pertumbuhan konsumsi pemerintah ini diperkirakan lebih disebabkan oleh faktor base effect.
1.2.2. INVESTASI
Gambar 1.18 Perkembangan PMTB
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
Kegiatan investasi di Aceh yang dicerminkan dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada triwulan berjalan mengalami pertumbuhan yang cenderung moderat dari 5,04% (yoy) menjadi 5,29%. Menurut data yang diperoleh dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), selama
222,182 201,389 238,535 245,511 183,883 12.13% -1.17% 13.60% 1.55% -17.24% -20% -15% -10% -5% 0% 5% 10% 15% 20% 0 50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 300,000 I II III IV I 2012 2013
konsumsi semen (ton) pertumbuhan (yoy,%)
1,468 1,497 1,530 1,577 1,545 2.78 3.79 4.50 5.04 5.29 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 1,400 1,420 1,440 1,460 1,480 1,500 1,520 1,540 1,560 1,580 1,600 I II III IV I 2012 2013 PMTB yoy_PMTB (ka)
KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013 23 triwulan I tahun 2013 telah terjadi realisasi investasi sebesar Rp. 1.562 miliar dimana 97% diantaranya berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau sebesar Rp. 1.522 miliar.
Tabel 1.3 Perkembangan Realisasi Investasi PMA di Aceh (Juta US$)
Sumber : www.bkpm.go.id, diolah
*) Data dalam Juta US$ kecuali posisi tw. I tahun 2013 dalam Rp-miliar
Tabel 1.4 Perkembangan Realisasi Investasi PMDN di Aceh (Juta US$)
Sumber : www.bkpm.go.id, diolah
*) Data dalam Juta US$ kecuali posisi tw. I tahun 2013 dalam Rp-miliar
Penyaluran kredit perbankan untuk kredit investasi juga tercatat mengalami peningkatan pertumbuhan, yaitu dari 10,34% menjadi 18,72% (yoy). Kondisi baik seperti ini diharapkan dapat terus ditingkatkan agar struktur perekonomian Aceh lebih berimbang, tidak lagi didominasi oleh konsumsi.
Gambar 1.19 Perkembangan Kredit Investasi
Sumber : Laporan Bank Umum, diolah
I-2012 II-2012 III-2012 IV-2012 I-2013
Aceh 67.8 3.9 100.1 0.5 40.4 Sumut 154.8 158.8 122.4 209.3 175.3 Nasional 5,727.1 6,238.8 6,286.1 6,312.7 7,048.2
Lokasi I-2012 II-2012 III-2012 IV-2012 I-2013
Aceh 22 1 - 38 1,522 Sumut 1,424 277 158 691 1,991 Nasional 19,702 20,772 25,208 26,499 27,498 1,097 1,212 1,177 1,191 1,303 12.73 13.54 5.53 10.34 18.72 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 950 1,000 1,050 1,100 1,150 1,200 1,250 1,300 1,350 3 6 9 12 3 2012 2013 Investasi yoy_inv
24 KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013 1.2.3. EKSPOR IMPOR
Pada triwulan I tahun 2013, baik kinerja ekspor maupun impor Aceh masih terkoreksi. Pertumbuhan ekspor Aceh pada periode laporan tercatat tumbuh minus 5,69% (yoy), sedikit lebih baik dibanding pertumbuhan triwulan lalu yang minus 9,24%. Sementara itu, impor tumbuh minus 2% (yoy) atau jauh menurun dibandingkan periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,75%.
Gambar 1.5 Perkembangan Ekspor Impor Aceh
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
Masih dominannya ekspor LNG pada nilai ekspor Aceh secara keseluruhan, membuat ekspor Aceh kian terpuruk ketika produksi LNG sudah jauh berkurang. Hingga saat ini belum ada komoditi lain, terutama tentunya komoditi non migas yang bisa menjadi andalan untuk menggeliatkan ekspor Aceh. Meski Pupuk memiliki porsi besar dalam ekspor nonmigas Aceh, namun nilainya kurang dari lima persen dari total ekspor Aceh.
Tabel 1.6 Perkembangan Perdagangan Luar Negeri Aceh
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
Berdasarkan negara tujuan, ekspor luar negeri Aceh untuk komoditi nonmigas pada Januari hingga Februari tahun 2013 masih didominasi ditujukan untuk Filipina, Thailand dan Hongkong. Sementara itu, seluruh impor Aceh pada periode yang sama berasal dari China.
2013 I II III IV I Ekspor 2,384,603 2,410,165 2,391,038 2,196,465 2,248,943 Impor 940,074 946,964 966,033 971,353 921,284 g_ekspor (3.69) 2.97 (4.76) (9.24) -5.69 g_impor 3.18 3.94 6.91 3.75 -2.00 2012 2013 TW I TW II Tw III Tw IV TW I Ekspor 442,218,776 328,235,337 279,009,611 207,928,169 101,374,004 - migas 415,670,665 315,601,377 264,120,788 201,851,045 99,083,567 - nonmigas 26,548,111 12,633,960 14,888,823 6,077,124 2,290,437 Impor 6,088,118 38,033,929 101,028 41,089,615 601,600 - migas 962,106 0 3,028 3,879,687 0 - nonmigas 5,126,012 37,815,429 98,000 37,209,928 601,600 Net Ekspor 436,130,658 290,201,408 278,908,583 166,838,554 100,772,404
KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. ACEH | TRIWULAN 1-2013 25 Tabel 1.7 Ekspor Nonmigas Menurut Kelompok Barang
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
Tabel 1.8 Ekspor Menurut Negara Tujuan Tabel 1.9 Impor Menurut Negara Asal
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
Tabel 1.10 Impor Nonmigas Menurut Kelompok Barang
Sumber : BPS Provinsi Aceh, diolah
US$ yoy,%
Ikan dan udang 10,460 19,550 87%
Bahan nabati untuk anyam-anyaman 0 0
Bijih, Kerak, Abu Logam 2,040,192 0 -100%
Bahan Kimia anorganik 3,175,111 2,179,014 -31%
Pupuk 15,533,774 0 -100%
Lainnya 0 91,873
Total 20,759,537 2,290,437 -89.0%
Kelompok Jan-Feb 2012(US$) Jan-Feb 2013
US$ yoy,% Hongkong 7,000 7,000 0.0% Korea 2,334,453 0 Taiwan 5,114,853 0 China 2,040,192 0 Thailand 5,115,871 14,440 -99.7% Filipina 6,107,888 561,000 -90.8% Lainnya 0 1,707,997 Total 20,720,257 2,290,437 -89% Jan-Feb 2013 Negara Tujuan
Ekspor Jan-Feb 2012(US$) US$ yoy,%
Cina 1,732,709 601,600 -65.28% Thailand 39,355 0 Malaysia 15,817 0 Vietnam 2,668,000 0 Lainnya 0 0 Total 4,455,881 601,600 -86.5% Jan-Feb 2013 Negara Asal
Impor Jan-Feb 2012(US$)
US$ yoy,% Gandum-ganduman 2,668,000 0 Plastik&barang dr plastik 15,817 0 Mesin/pesawat mekanik 422,369 160,400 -62.02% Mesin/peralatan listrik 636,839 0 Perangkat optik 709,133 297,200 -58.09% Lainnya 3,723 144,000 3767.85% Total 4,455,881 601,600 -86.5%