• Tidak ada hasil yang ditemukan

Editor : Dra. Marzuqoh, M.A. Tim Penulis : Muhammad Nurrian, dkk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Editor : Dra. Marzuqoh, M.A. Tim Penulis : Muhammad Nurrian, dkk"

Copied!
176
0
0

Teks penuh

(1)

Editor :

Dra. Marzuqoh, M.A

Tim Penulis :

(2)

TIM PENYUSUN

Tunas Bangsa dari Mekarjaya

Buku ini adalah laporan hasil kegiatan kelompok KKN-PpMM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 di Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

ISBN 978-602-6670-51-9 Tim Penyusun

Editor Dra. Marzuqoh, M.A

Penyunting Muhammad Syarif Nasution, SH.I

Penulis Muhammad Nurrian, Gilang Wisnu Saputra, Aninda Aghnia Isnaini, Yayah Kusnariah Hidayanti, Diah Ayu Nurchasanah Layout Muhammad Nurrian, Yayah Kusnariah Hidayanti

Design Cover Muhammad Nurrian, Gilang Wisnu Saputra

Kontributor Muhammad Nurrian, Gilang Wisnu Saputra, Aninda Aghnia Isnaini, Yayah Kusnariah Hidayanti, Jamaludin, Ubaidillah, Fahd Altaf Marchelio, Yeyet Rohilah

Diterbitkan atas kerjasama Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PMM)-LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dengan Kelompok KKN TUIMBE

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

Buku Laporan Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok KKN Nomor: 115 di Desa Mekarjaya yang berjudul Tunas Bangsa dari Mekarjaya telah diperiksa dan disahkan pada tanggal 6 Agustus 2017.

Dosen Pembimbing Koord. Program KKN-PpMM

Dra. Marzuqoh, M.A Eva Nugraha, M. Ag

NIP. 196809011994032002 NIP. 19710217 199803 1 002 Mengetahui,

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Djaka Badranaya, ME

(4)

iv | TUIMBE

“Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam

hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu

mewujudkannya.”

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan buku Laporan Hasil KKN-PpMM 2016 ini. Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad shallahu alayhi wassalam beserta para sahabat dan keluarganya.

Buku ini disusun setelah kami menyelesaikan kegiatan KKN yang dilaksanakan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Laporan ini dapat kami selesaikan tidak lepas dari pihak-pihak yang memberikan bimbingannya. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Prof. Dede Rosyada, MA selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, karena telah merealisasikan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan program kuliah kerja nyata.

2. Bapak Djaka Badranaya, ME, selaku Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah mengadakan program kuliah kerja nyata untuk para mahasiswa. 3. Bapak Eva Nugraha, M.Ag, selaku Koordinator Program

KKN-PpMM UIN Syarif Hidayatullah yang telah membimbing, memotivasi dan mengarahkan kami dalam pelaksanaan kuliah kerja nyata.

4. Dra. Marzuqoh, M.A selaku Dosen Pembimbing KKN 115 - Tuimbe 2016 yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam kegiatan KKN.

5. Bapak Cecep Ropiudin, S.Ag selaku Kepala Desa Mekarjaya yang telah menerima kedatangan kami dengan tangan terbuka dan telah memberikan kami ijin untuk melakukan kegiatan KKN di Desa Mekarjaya.

6. Bapak Nemin dan Umi selaku orang tua asuh kami selama tinggal di Desa Mekarjaya yang telah membimbing kami dalam segala aspek selama satu bulan.

7. Bapak Ryan, Bapak Adung dan Bapak Komar selaku aparat desa yang selalu membantu kami memberikan arahan tentang lokasi KKN.

(6)

vi | TUIMBE

8. Bapak Kukun Kepala Sekolah SDN Cidokom 01 yang telah menerima kami untuk membantu memberikan pengajaran untuk siswa-siswi SDN Cidokom 01.

9. Seluruh warga Desa Mekarjaya yang telah menerima kedatangan kami dengan tangan terbuka dan partisipasi yang baik dalam setiap kegiatan pengabdian masyarakat yang kami lakukan di sana.

10. Orang tua kami yang tidak pernah lelah untuk selalu mendo’akan, melimpahkan kasih sayang dan memberikan dukungan moril serta materil.

11. Teman-teman mahasiswa KKN 115 - Tuimbe 2016 yang telah bekerjasama dengan sangat baik dan saling memberikan motivasi satu sama lain dalam kegiatan KKN ini.

12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang turut membantu dalam hal materil maupun non-materil.

Kami menyadari dalam penyusunan laporan ini tidak terlepas dari kesalahan maupun kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.

Ciputat, 17 Juli 2017 Tim Penyusun KKN-PpMM kelompok 115

Ttd Tim Penyusun

(7)

DAFTAR ISI

TIM PENYUSUN ... ii

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xi

TABEL IDENTITAS KELOMPOK ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A.Dasar Pemikiran ...1

B. Kondisi Umum Desa Mekarjaya ... 2

C. Permasalahan ... 3

D. Profil Kelompok KKN-PpMM 115 ... 4

E. Prioritas Program dan Kegiatan ... 6

F. Sasaran dan Target ... 7

G. Jadwal Pelaksanaan Program ... 9

H. Pendanaan dan Sumbangan... 10

I.Sistematika Penyusunan ... 11

BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM... 13

A. Metode Intervensi Sosial ... 13

B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat ... 14

BAB III KONDISI DESA MEKARJAYA KECAMATAN RUMPIN ... 17

A.Sejarah Singkat Desa Mekarjaya ... 17

B. Letak Geografis Desa Mekarjaya ... 17

C. Struktur Penduduk ... 19

1. Keadaan Penduduk menurut Jenis Kelamin ... 19

2. Keadaan Penduduk menurut Agama ... 20

3. Keadaan Penduduk menurut Mata Pencaharian ... 20

4. Keadaan Penduduk menurut Tingkat Pendidikan ... 21

5. Sarana dan Prasarana ... 21

BAB IV DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN ... 23

A.Kerangka Pemecahan Masalah ... 23

B. Faktor-faktor Pencapaian Hasil ... 44

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ... 47

A.Kesimpulan ...47

B. Rekomendasi ... 48

EPILOG ... 51

(8)

viii | TUIMBE

B. Penggalan Kisah Inspiratif ... 53

Muhammad Nurrian ... 53

Aninda Aghnia Isnaini ... 62

Yayah Kusnariah Hidayati ... 70

Gilang Wisnu Saputra ... 78

Diah Ayu Nurchasanah ... 86

Firdaus Nuzula ... 94

Yeyet Rohilah ...102

Kamilina Khidmati ... 110

Jamaludin ... 118

Ubaidillah ... 125

Fahd Altaf Marchelio ... 133

BIOGRAFI SINGKAT ... 141

DAFTAR PUSTAKA... 146

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. 1: Fokus dan Prioritas Program ... 7

Tabel 1. 2: Sasaran dan Target Program Pengabdian kepada Masyarakat ... 8

Tabel 1. 3: Jadwal Program Pra-KKN-PpMM ... 9

Tabel 1. 4: Jadwal Pelaksanaan Program di Lokasi KKN ... 10

Tabel 1. 5: Jadwal Laporan dan Evaluasi Program ... 10

Tabel 1. 6: Pendanaan... 10

Tabel 1. 7: Sumbangan ... 11

Tabel 3. 1: Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin ... 19

Tabel 3. 2: Keadaan Penduduk Menurut Agama ... 20

Tabel 3. 3: Keadaan Penduduk menurut Mata Pencaharian ... 20

Tabel 3. 4: Keadaan Penduduk menurut Tingkat Pendidikan ... 21

Tabel 4. 1: Matrik SWOT Bidang Pendidikan ... 25

(10)

x | TUIMBE

“Satu bulan bukanlah waktu yang sebentar, KKN tahun

ini bukan hanya satu bulan mengabdi di masyarakat

pedesaan. Tetapi proses panjang dari pertemuan yang

tidak saling mengenal satu sama lain, dan harus menjadi

sosok yang mengenal lebih dekat untuk kepentingan

bersama.”

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3. 1: Peta Kabupaten Bogor ... 18

Gambar 3. 2 Peta Desa Mekarjaya ... 18

Gambar 3. 3 Denah Lokasi Desa Mekarjaya ... 19

Gambar 3. 4: Luas Wilayah Berdasarkan Peruntukan ... 21

Gambar 3. 5: Jumlah Fasilitas Umum yang Ada ... 22

Gambar 4. 1: Foto Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Cidokom 01 ... 29

Gambar 4. 2: Foto Kegiatan Pemutaran Film Edukasi ... 30

Gambar 4. 3: Foto Kegiatan English Class ... 32

Gambar 4. 4: Foto Kegiatan Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya Ke-71 di SDN ... 33

Gambar 4. 5: Foto Kegiatan Pelatihan Kerajinan Tangan Kain Flanel ... 35

Gambar 4. 6: Foto Kegiatan Sosialisasi Kesehatan ... 36

Gambar 4. 7: Foto Kegiatan Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya Ke-71 di Wilayah RW 005, 006 dan 007 ... 38

Gambar 4. 8: Foto Kegiatan Pembuatan Tugu Perbatasan Desa ... 39

Gambar 4. 9: Foto Kegiatan Minggu Bersih ... 41

Gambar 4. 10: Foto Kegiatan Lomba Tumpeng Antar RT (Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya di Kantor Desa Mekarjaya) ... 42

(12)

xii | TUIMBE

“Mekarjaya, semoga dirimu selalu mekar dan

berjaya seperti namamu. Mekarjaya, kau tak akan

pergi dari hati dan tak akan hilang dari kenangan

ini.”

(13)

TABEL IDENTITAS KELOMPOK

Kode 01/Bogor/Rumpin/115 Desa Mekarjaya [01] Kelompok Tuimbe Dana Rp16.000.000,-J. Mahasiswa 11 Orang J. Kegiatan 11 Kegiatan J.Pembangunan Fisik

2 kegiatan: Pembangunan Tugu Desa dan Pengadaan Alat-alat HUT RI

01.04.44

.115

(14)

xiv | TUIMBE

“Masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan hari

ini.”

(15)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Buku ini disusun berdasarkan hasil kegiatan KKN-PpMM di Desa Mekarjaya selama 32 hari. Ada 11 orang mahasiswa yang terlibat di kelompok ini, yang berasal dari 7 fakultas yang berbeda. Kami beri nama kelompok ini dengan nama Tuimbe dengan nomor kelompok 115. Kami dibimbing oleh Ibu Dra. Marzuqoh, M.A, beliau adalah dosen Sejarah di Fakultas Ushuludin. Tidak kurang dari 11 kegiatan yang kami lakukan di desa tersebut, yang sebagian besar merupakan pelayanan kepada masyarakat dan sebagian kecilnya adalah pemberdayaan. Dengan fokus pada 3 RW, kegiatan-kegiatan yang kami lakukan menghabiskan dana sekitar Rp16.000.000,-. Sumbangan tersebut kami dapatkan dari iuran anggota kelompok KKN sebesar Rp11.000.000,- lalu dana penyertaan Program Pengabdian pada Masyarakat oleh Dosen (PpMD) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rp5.000.000,-.

Dari hasil kegiatan yang kami lakukan, terdapat sejumlah keberhasilan yang telah kami raih yaitu:

1. Meningkatnya peran masyarakat dalam membangun desa.

2. Bertambahnya motivasi peserta didik di SD untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya bahkan hingga kuliah.

3. Bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

4. Terselenggaranya bimbingan belajar PAI, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pengetahuan Sosial, Seni Budaya, Pendidikan Kesejahatan Jasmani, Pendidikan Kewarganegaraan dan pelatihan PBB untuk siswa/i SDN Cidokom 01.

5. Terselenggaranya pelatihan Kerajinan Tangan dari kain flanel, Sosialisasi Kesehatan, pembelajaran English Class dan kegiatan Minggu Bersih.

6. Bertambahnya pembangunan fisik yaitu Tugu Batas Desa.

Saat merencanakan dan implementasi kegiatan, terdapat sejumlah kendala yang kami hadapi, antara lain:

1. Kurangnya waktu untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik internal anggota kelompok, dosen pembimbing, pihak sponsor dan desa.

2. Kurangnya dana yang bisa terkumpul untuk memaksimalkan rencana kegiatan yang telah disusun.

(16)

xvi | TUIMBE

3. Sejumlah masyarakat kurang merespon kegiatan kami karena banyak warga setempat yang merantau ke kota.

4. Minimnya fasilitas yang memadai untuk terselenggaranya program-program yang ada.

Namun, sekalipun demikian, kami pada akhirnya bisa merampungkan sebagian besar rencana kegiatan kami. Adapun kekurangan-kekurangannya adalah:

1. Sedikitnya ide dan program dalam kegiatan pemberdayaan dan pelayanan.

(17)

PROLOG

Alhamdulillah puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah karena berkat rahmat dan hidayat-Nya KKN TUIMBE dapat menyelesaikan bakti nyata di Desa Mekarjaya, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kelompok KKN TUIMBE terdiri dari 11 anggota, yang terdiri dari 5 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Perpaduan dari 7 fakultas, yaitu dua mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dua mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, satu mahasiswa Fakultas Ushuludin, dua mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, satu mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Nama TUIMBE berasal dari judul lagu dari musisi Endah N Rhesa yang diambil dari Bahasa Swahili di Afrika yang berarti “let’s sing” atau “Mari bernyanyi”. Dengan makna tersebut, kelompok KKN TUIMBE berharap dalam pengabdiannya selama satu bulan dapat dilakukan dengan selalu berbahagia dan bernyanyi bersama. TUIMBE juga merupakan akronim dari Tulus Ikhlas Membantu Sesama. Pengakroniman tersebut agar sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan oleh kelompok KKN 115 untuk mengabdi di Desa Mekarjaya.

Kelompok KKN TUIMBE mendapat kesempatan untuk melakukan pengabdian masyarakat di Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Dengan mengusung tema yang juga sama seperti singkatan dari TUIMBE yaitu “Tulus Ikhlas Membantu Sesama”. Kelompok KKN yang saya bimbing melakukan pengabdian masyarakat selama 30 hari. Pengabdian yang bukan saja bertujuan sebagai salah satu syarat kelulusan, tetapi juga untuk mengabdi kepada masyarakat.

Logo kelompok KKN TUIMBE yang berwarna dasar biru dengan gradasi hijau di ujung kiri, dikelilingi lingkaran berwarna hijau, serta sayap merah putih juga manusia dengan tiga warna memiliki makna sebagai berikut, keterangan :

1. Lingkaran Hijau, mengartikan kedamaian untuk Desa Mekarjaya.

2. Sayap Merah Putih, mengartikan pengabdian kepada bangsa sebagai bentuk nasionalisme.

(18)

xviii | TUIMBE

3. Warna dasar biru gradasi hijau, mengartikan kekayaan alam yang ada di Desa Mekarjaya dan keanekaragaman masyarakat Desa Mekarjaya.

4. Manusia dengan warna hijau, kuning dan biru, mengartikan keceriaan dari warga Desa Mekarjaya.

Bagian I dalam buku ini terdiri dari Prolog, yang berisi tentang kelompok KKN TUIMBE yang melaksanakan pengabdian di Desa Mekarjaya, filosofi logo, dan tema yang diusung oleh kelompok KKN TUIMBE. Bagian II adalah BAB I, berupa pendahuluan yang merupakan ringkasan kegiatan KKN-PpMM yang telah dilakukan oleh KKN TUIMBE. Bagian III adalah BAB II, berupa penjelasan mengenai metode intervensi yang digunakan oleh kelompok KKN TUIMBE saat melakukan pengabdian di Desa Mekarjaya, serta penjelasan yang membahas tentang Desa Mekarjaya dari semua sumber tulisan yang kami dapat.

Bagian IV adalah BAB III, berupa penjelasan mengenai kondisi Desa Mekarjaya dari sisi geografis dan keadaan penduduknya dalam berbagai aspek, seperti profesi, agama, dan lain-lain. Bagian V adalah BAB IV, bab ini merupakan penjelasan inti dari hasil kegiatan KKN-PpMM TUIMBE yang diawali dengan kerangka pemecahan masalah yang kami gunakan yang berupa SWOT dari Desa Mekarjaya. Kemudian hasil pelayanan dan pemberdayaan, terakhir dijelaskan beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program yang dijalankan oleh KKN TUIMBE.

Bagian VI adalah Penutup, yang berisi kesimpulan dan rekomendasi bagi beberapa pihak terkait dengan keberlanjutan kegiatan KKN-PpMM di Desa Mekarjaya. Bagian VII adalah Epilog, bagian ini menjelaskan sejumlah kesan dan pesan yang diterima oleh masyarakat Desa Mekarjaya terhadap keberadaan kelompok KKN-PpMM TUIMBE juga kesan dan pesan dari setiap anggota kelompok selama menjalankan KKN-PpMM ini.

Saya sebagai dosen pembimbing tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih atas semua yang turut membantu kelompok KKN 115 ini dalam menyelesaikan buku ini. Semoga buku ini dapat berguna untuk semua yang membaca khususnya warga Desa Mekarjaya. Buku ini mencakup semua kegiatan yang telah dijalani dan dilewati oleh kami selama satu bulan lamanya di Desa Mekarjaya.

Akhir kata, semoga buku ini dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi pembaca. Tentunya kami mohon saran-saran dan juga kritik

(19)

yang positif dari pihak-pihak terkait yang berkepentingan, bila ada kekurangan dan kekhilafan kami mohon maaf dan kami mengucapkan banyak terima kasih.

Ciputat, 20 Juni 2017

Dra. Marzuqoh, M.A NIP. 196809011994032002

(20)

xx | TUIMBE

“KKN adalah mempelajari bagaimana berpandai-pandai

menghadapi masyarakat yang mungkin memiliki sifat

antagonis tetapi masih menjunjung tinggi sikap sopan

dan santun.”

(21)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuan didirikannya negeri ini yang tercantum dalam alinea penutup pembukaan undang-undang dasar 1945. Berbagai macam cara dilakukan setiap pihak untuk mewujudkan tujuan Bangsa Indonesia itu. Sebagai lembaga pendidikan berbasis Agama Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah turut serta mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia tersebut melalui berbagai programnya baik yang diselenggarakan oleh para tenaga pengajarnya maupun para peserta didiknya.

Melalui lembaga Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis pengabdian masyarakat untuk para mahasiswa yang tersebar di 8 fakultas. Kegiatan KKN ini dilaksanakan di desa-desa yang tersebar di wilayah Bogor, Tangerang dan Tangerang Selatan yang sekiranya masih membutuhkan uluran tangan untuk menerima bantuan mengembangkan desa tersebut.

Selain itu, program KKN ini menjadi wadah untuk para mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama di bangku perkuliahan baik dalam bentuk teori ataupun praktik, serta sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Penerapan ilmu yang kami berikan pada saat pelaksanaan KKN yaitu perpaduan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama.

Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi salah satu desa yang dijadikan tempat pengabdian oleh tim PPM untuk mahasiswa. Kami dari kelompok 115 ditugaskan untuk mengabdi di desa tersebut selama satu bulan. Desa Mekarjaya merupakan desa pemekaran dari Desa Cidokom yang baru berdiri sejak 16 Agustus 2012. Mayoritas masyarakat Desa Mekarjaya berprofesi sebagai petani, tidak sedikit pula yang bekerja sebagai buruh. Namun, untuk beberapa wilayah di Desa Mekarjaya, banyak masyarakatnya yang merantau ke kota untuk mengadu nasib. Selain itu, masyarakat Desa Mekarjaya juga banyak yang tidak berpendidikan tinggi, hal ini dibutuhkan motivasi pendidikan untuk para anak-anak dan juga para orang tua mereka.

(22)

2 | TUIMBE

Dengan demikian, kami dari kelompok KKN 115 yang bertugas di desa tersebut telah merancang berbagai rencana program untuk turut membantu mengembangkan potensi dan memberikan pelayanan dan pelatihan untuk mengabdi di desa tersebut selama satu bulan. Mulai dari program pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi kreatif serta bidang administratif pemerintahan telah kami persiapkan untuk mengambangkan Desa Mekarjaya menjadi desa yang maju dan makmur.

Melalui buku ini, kami mengharapkan dapat memberikan gambaran kepada pembaca betapa banyaknya potensi yang masih perlu dikembangkan di Desa Mekarjaya. Kekayaan alam yang melimpah, niat belajar anak-anak yang tinggi, serta semangat gotong royong para warga untuk mengembangkan potensi yang ada di Desa Mekarjaya menjadikan desa ini sebagai salah satu penopang kemajuan bangsa di masa yang akan datang. Untuk itu, kami memberi judul “Tunas Bangsa dari Mekarjaya” dengan harapan dapat memberikan manfaat untuk Indonesia melalui sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Desa Mekarjaya.

B. Kondisi Umum Desa Mekarjaya

Desa Mekarjaya merupakan salah satu desa di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Seperti halnya desa di Bogor pada umumnya, Desa Mekarjaya memiliki hawa yang sejuk, hal ini dikarenakan Desa Mekarjaya yang berada di perbukitan dan masih banyak perkebunan dan pepohonan yang berdiri tegak di sana. Namun, sejuknya Desa Mekarjaya tidak seperti di Puncak Bogor yang berhawa sejuk dan dingin.

Jumlah penduduk di Desa Mekarjaya 12.000 jiwa yang tersebar dalam 7 Rukun Warga (RW) dan 25 Rukun Tetangga (RT). Sebagian keyakinan penduduk menganut Agama Islam dan sebagian kecil menganut Agama Kristen. Sedangkan sebagian besar mata pencaharian penduduk desa adalah petani dan pedagang. Daerah Desa Mekarjaya yang masih banyak perkebunan singkong dan sayur mayur menjadikan warga Desa Mekarjaya mayoritas berprofesi sebagai petani. Namun, tidak sedikit masyarakat yang bekerja sebagai buruh bangunan dan merantau ke kota.

Tingkat pendidikan penduduk di Desa Mekarjaya kurang merata dan dengan tidak meratanya kondisi pendidikan yang terjadi ini, menjadi salah satu masalah di Desa Mekarjaya yang tingkat penganggurannya masih tinggi di kalangan masyarakat usia produktif. Ada warga desa yang sudah mengenyam pendidikan yang tinggi, ada yang hanya sebatas pendidikan

(23)

jenjang SD, SMP dan SMA bahkan ada yang tidak merasakan pendidikan sama sekali. Hal ini dikarenakan kurangnya fasilitas pendidikan khususnya bangunan sekolah dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

C. Permasalahan

Masalah biasanya dianggap sebagai suatu keadaan yang harus diselesaikan. Adapun permasalahan berdasarkan hasil survei di Desa Mekarjaya yang belum terselesaikan cukup banyak. Maka dari itu, kami membagi permasalahan ke dalam beberapa bidang, yaitu: Bidang Pendidikan, Bidang Sarana dan Prasarana, Bidang Lingkungan Hidup, Bidang Kesehatan, dan Birokrasi.

1. Bidang Pendidikan

Masih banyaknya warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal setingkat SLTP dan SMU dan masih jarang pendidikan setingkat SLTP dan SMU di sekitar Desa Mekarjaya.

2. Bidang Sarana dan Prasarana

Sarana jalan belum memadai seperti belum adanya lampu penerangan jalan, nama dan petunjuk jalan dan batas desa juga jalanan yang belum teraspal.

3. Bidang Lingkungan Hidup

Kurang adanya kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan. Hal ini terlihat dari hampir tidak adanya tempat pembuangan sampah di sudut jalan dan masih banyaknya sampah berserakan di tepi jalan.

4. Bidang Kesehatan

Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) yang biasa dijadikan tempat berobat masyarakat yang berada di Desa Mekarjaya sangat tidak layak. Baik tempat maupun pelayanan, secara tempat, lokasi POSYANDU berada di samping kantor desa, di mana berada diatas bukit dan jauh dari areal perumahan warga. Selain itu, jarang ada bidan yang menjaga di POSYANDU tersebut, hal itu dikarenakan akses jalan yang sulit sehingga sulit untuk mendatangkan bidan dan diperkerjakan di POSYANDU tersebut. Pemahaman warga akan pentingnya kesehatan pun masih kurang.

5. Birokrasi

Desa Mekarjaya yang baru berdiri empat (4) tahun, membuat sistem birokrasi di kantor desa tersebut kurang tertata dengan baik. Sarana dan prasarana yang kurang memadai ditambah dengan Sumber Daya Manusia

(24)

4 | TUIMBE

yang tidak sesuai menjadi faktor utama sistem birokrasi yang tidak berjalan dengan efektif.

D. Profil Kelompok KKN-PpMM 115 1. Pesan Nama dan Logo TUIMBE

Arti Nama

Nama kelompok yang kami pilih adalah TUIMBE. TUIMBE adalah kata dalam Bahasa Swahili yang mempunyai arti yang lets sing atau mari bernyanyi, namun kelompok kami menyepakati bahwa TUIMBE adalah akronim dari Tulus Ikhlas Membantu Sesama. Kata TUIMBE kami pilih karena sangat sesuai dengan program KKN yang di mana mahasiswa dituntut untuk terjun langsung ke masyarakat dan membantu masyarakat dengan tulus dan ikhlas.

Arti Lambang

Gambar 1. 1 Logo TUIMBE

Keterangan :

1. Lingkaran Hijau, mengartikan kedamaian untuk Desa Mekarjaya.

2. Sayap Merah Putih, mengartikan pengabdian kepada bangsa sebagai bentuk nasionalisme.

3. Warna dasar biru gradasi hijau, mengartikan kekayaan alam yang ada di Desa Mekarjaya dan keanekaragaman masyarakat Desa Mekarjaya.

(25)

4. Manusia dengan warna hijau, kuning dan biru, mengartikan keceriaan dari warga Desa Mekarjaya.

2. Kompetensi Anggota Kelompok

Muhammad Nurrian adalah mahasiswa Jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang manajemen, akuntasi dan bisnis manajemen. Tidak hanya itu, ia juga berkompeten di bidang lainnya seperti komputer, pemrograman, design, mengajar, matematika, public speaking dan administrasi dokumentasi. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah sebagai Ketua.

Firdaus Nuzula adalah mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ia memiliki kompetensi akademik di bidang hukum, ilmu sosial dan diplomatik. Tidak hanya itu, Ia juga berkompeten di bidang umum yaitu olahraga dan komputer. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah Sekretaris.

Aninda Aghnia Isnaini adalah mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris di Fakultas Adab dan Humaniora. Ia memiliki kompetensi akademik di bidang Bahasa dan Sastra Inggris. Tidak hanya itu, Ia juga berkompeten di bidang umum lainnya yaitu fashion design, mengajar dan menyanyi. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah Bendahara.

Yeyet Rohilah adalah mahasiswi Jurusan Manajemen Dakwah di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Ia memiliki kompetensi akademik di bidang dakwah dan manajemen haji. Tidak hanya itu, Ia juga berkompeten di bidang umum seperti mengajar dan ilmu sosial. Ia juga memiliki keterampilan di bidang public speaking dan ceramah. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah Divisi Acara.

Diah Ayu Nurchasanah adalah mahasiswi Jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memiliki kompetensi akademik di bidang manajemen, bisnis dan kewirausahaan. Tidak hanya itu, Ia juga berkompeten di bidang umum seperti mengajar dan fashion design. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah sebagai Divisi Humas.

Gilang Wisnu Saputra adalah mahasiswa Jurusan Sistem Informasi di Fakultas Sains dan Teknologi. Ia memiliki kompetensi akademik di bidang ilmu komputer, pemrograman, database dan design grafis. Tidak hanya itu, Ia juga berkompeten di bidang umum seperti olahraga. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah sebagai Divisi PUBDEKDOK (Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi)

(26)

6 | TUIMBE

Kamilina Khidmati adalah mahasiswi Jurusan Hukum Syariah di Fakultas Syariah dan Hukum. Ia memiliki kompetensi akademik di bidang hukum pidana, hukum syariah dan hukum perdata. Tidak hanya itu, Ia juga berkompeten di bidang umum seperti mengajar dan kesehatan. Ia juga memiliki keterampilan dalam hal memasak. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah sebagai Divisi Logistik.

Yayah Kusnariah Hidayati adalah mahasiswi Jurusan Sistem Informasi di Fakultas Sains dan Teknologi. Ia memiliki kompetensi akademik di bidang teknologi, database, dan pemrograman. Tidak hanya itu, Ia juga berkompeten di bidang umum seperti seni budaya, mengajar dan sastra. Ia juga memiliki keterampilan dalam hal kerajinan tangan dan memasak. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah sebagai Divisi Logistik.

Jamaludin adalah mahasiswa Jurusan Tarjamah di Fakultas Adab dan Humaniora. Ia memiliki keterampilan di bidang kajian al-Qur’an dan Hadist serta Bahasa Arab. Tidak hanya itu, ia juga berkompeten di bidang umum lainnya seperti mengajar dan ilmu sosial. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah sebagai Divisi Perlengkapan.

Ubaidillah adalah mahasiswa Jurusan Tafsir Hadist di Fakultas Ushuludin. Ia memiliki kompetensi akademik pada bidang Pendidikan Keagamaan terutama kajian al-Qur’an. Selain itu, Ia juga berkompeten pada bidang umum seperti olahraga dan mengajar. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah sebagai Divisi Perlengkapan.

Fahd Altaf Marchelio adalah mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga di Fakultas Syariah dan Hukum. Ia memiliki kompetensi akademik di bidang ilmu hukum dan keluarga. Selain itu, Ia juga berkompeten di bidang umum lainnya yaitu olahraga. Posisi Ia di kelompok KKN TUIMBE adalah Divisi Sponsorship and Fundraising.

E. Prioritas Program dan Kegiatan

Sub ini bertujuan untuk menjelaskan bidang apa saja yang menjadi prioritas dan program apa saja yang bisa menjadi prioritas pada kelompok ini. Bidang-bidang permasalahan yang akan diselesaikan dikaitkan dengan kemampuan kelompok berdasarkan kompetensi di poin D di atas. Sedangkan program prioritas disusun berdasarkan tingkat kemungkinan kelompok untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam setiap program akan berisi sejumlah kegiatan yang dilakukan, baik oleh kelompok maupun

(27)

individu dalam kelompok. Berdasarkan dari permasalahan yang sudah ada di Desa Mekarjaya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, maka fokus dan kegiatan Kuliah Kerja Nyata kelompok KKN TUIMBE terbagi dalam beberapa bidang yaitu:

Tabel 1. 1: Fokus dan Prioritas Program

Fokus Permasalahan Prioritas Program & Kegiatan

Bidang Pendidikan

Pintar Bersama TUIMBE

Kegiatan Pelayanan Belajar Mengajar (KBM) SD

Pemutaran Film Edukasi English Class

Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya di SDN Cidokom 01

Bidang Sosial dan Kemasyarakatan

TUIMBE Peduli Sesama

Pelatihan Kerajinan Tangan Kain Flanel Sosialisasi Kesehatan

Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya Pembangunan Tugu Perbatasan Minggu Bersih

Lomba Tumpeng Tingkat Desa Pemberian Bibit Tanaman

F. Sasaran dan Target

Penyusunan pada sub ini lebih ditekankan pada melanjutkan argumen sub bab E. Fokus dan Prioritas Kegiatan. Pemaparan sasaran dan target dibuat dalam tabel yang berisi kolom nomor, kegiatan, sasaran, dan target.

Sasaran yang dimaksud lebih pada obyek yang didasari dari suatu kegiatan. Hal itu bisa berupa warga, siswa, lokasi, dan lain-lain. Adapun target adalah sasaran yang lebih spesifik beserta apa yang dicapai oleh sasaran dimaksud. Uraian kalimat pada target menimbulkan adanya jumlah obyek sasaran yang menunjukkan apa yang akan diperoleh. Karena itulah, target menjadi indikator pencapaian dari hasil sebuah kegiatan. Hasil kegiatan yang baik adalah sesuai dengan sasaran dan target. Hasil baru dapat dikatakan sukses apabila melampaui target. Adapun sasaran peserta dari kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) yaitu :

(28)

8 | TUIMBE

Tabel 1. 2: Sasaran dan Target Program Pengabdian kepada Masyarakat

No. Kegiatan Sasaran Target

1 Kegiatan Pelayanan Belajar Mengajar (KBM) SD Guru SDN Cidokom 01 di Desa Mekarjaya terbantu dalam kegiatan belajar mengajar 10 orang guru SDN Cidokom 01 di Desa Mekarjaya terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa dan siswinya

2 Pemutaran Film Edukasi Anak-anak di Desa Mekarjaya 40 anak-anak di Desa Mekarjaya menerima pesan tentang pentingnya pendidikan Agama Islam melalui penayangan film Syamil dan Dodo di Desa Mekarjaya

3 English Class Anak-anak di

Desa Mekarjaya

50 anak-anak di Desa Mekarjaya mendapatkan materi tambahan dalam Bahasa Inggris

4 Peringatan HUT

RI Desa

Mekarjaya di SDN Cidokom 01

Siswa dan siswi SDN Cidokom 01 4 perlombaan dalam rangka HUT RI ke 71 berhasil terselenggara di SDN Cidokom 01 5 Pelatihan Kerajinan Tangan Kain Flanel Ibu-ibu di Desa Mekarjaya 50 ibu-ibu di Desa Mekarjaya mendapatkan pelatihan mengenai cara pembuatan kerajinan tangan dari kain flanel. 6 Sosialisasi Kesehatan Ibu-ibu di Desa Mekarjaya 50 ibu-ibu Desa Mekarjaya mendapatkan materi tentang penanganan korban darurat medis 7 Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya Warga RW 05, 06, dan 07 di Desa Mekarjaya 500 warga dari RW 05, 06 dan 07 terbantu dalam menyelenggarakan

(29)

perlombaan HUT RI ke 71 di Desa Mekarjaya 8 Pembangunan Tugu Perbatasan Tugu pembatas desa di Desa Mekarjaya

Satu tugu pembatas desa di Desa Mekarjaya berhasil dibangun di

perbatasan Desa

Mekarjaya dan Desa Cidokom

9 Minggu Bersih Warga RW 05, 06 dan 07 di Desa Mekarjaya 100 warga di Lingkungan RW 05, 06 dan 07 di Desa Mekarjaya berpartisipasi dan terbantu dalam kerja bakti membersihkan lingkungan 10 Lomba Tumpeng Tingkat Desa Perlombaan tumpeng di Desa Mekarjaya Satu perlombaan

tumpeng dalam rangka HUT RI ke 71 berhasil terselenggara 11 Pemberian Bibit Tanaman Masyarakat di Desa Mekarjaya 100 masyarakat di Desa Mekarjaya mendapatkan bibit tanaman Mangga, Jambu dan Rambutan

G. Jadwal Pelaksanaan Program

Sub bab ini dibagi ke dalam 3 bagian, pertama: pra KKN-PpMM, kedua: Implementasi Program di Lokasi KKN, dan ketiga: Laporan dan Evaluasi Program.

1. Pra-KKN PpMM 2016 (Mei – Juli 2016)

Tabel 1. 3: Jadwal Program Pra-KKN-PpMM

No Uraian kegiatan Waktu

1. Pembentukan kelompok 3 Mei 2016

2. Penyusunan Proposal 9 Mei – 21 Mei 2016

(30)

10 | TUIMBE

4. Survei 9 Mei, 17 Mei, 2 Juni, 22 Juli

2016

5. Pelepasan 25 Juli 2016

2. Pelaksanaan Program di Lokasi KKN (25 Juli -25 Agustus) Tabel 1. 4: Jadwal Pelaksanaan Program di Lokasi KKN

No. Uraian kegiatan Waktu

1. Pembukaan di Lokasi KKN 25 Juli 2016 2. Pengenalan Lokasi dan Masyarakat 25 Juli 2016

3. Implementasi Program 27 Juli-25 Agustus 2016

4. Penutupan 25 Agustus 2016

5. Kunjungan Dosen Pembimbing

25 Juli 2016 14 Agustus 2016 25 Agustus 2016

3. Laporan dan Evaluasi Program (September-Desember 2016)

Tabel 1. 5: Jadwal Laporan dan Evaluasi Program

No Uraian kegiatan Waktu

1. Penyusunan Buku Laporan Hasil

KKN-PpMM 1 September-15 Juni 2017

2. Penyelesaian dan Pengunggahan Film Dokumenter

1 September-15 November 2016 3. Pengesahan dan Penerbitan Buku

Laporan Agustus 2017

4. Pengiriman Buku Laporan Hasil

KKN-PpMM Disesuaikan

H. Pendanaan dan Sumbangan 1. Pendanaan Tabel 1. 6: Pendanaan No Keterangan Nominal 1 11 Anggota @Rp1.000.000,- Rp11.000.000,- 2 Anggaran KKN Dosen Rp5.000.000,- Jumlah Rp16.000.000,-

(31)

2. Sumbangan

Tabel 1. 7: Sumbangan

No Keterangan Nominal

1 Pusat Pembibitan IPB 200 Bibit

I. Sistematika Penyusunan

Sub bab ini menjelaskan tentang kerangka logis pembaban dalam buku. Dimulai dari Prolog hingga Epilog. Buku ini disusun dalam tujuh bagian. Bagian 1 adalah Prolog. Prolog berisi refleksi dosen pembimbing selaku editor buku dalam melihat pelaksanaan KKN-PpMM tahun 2016. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi para pihak terkait agar program KKN selanjutnya menjadi lebih baik.

Bab I Pendahuluan. Bagian ini berisi gambaran umum tentang pelaksanaan KKN-PpMM dari kelompok 115 yang bertujuan untuk menjelaskan dasar pemikiran, kondisi umum Desa Mekarjaya, permasalahan, profil kelompok KKN-PpMM 115, fokus dan prioritas program, sasaran dan target, jadwal pelaksanaan program serta pendanaan dan sumbangan.

Bab II Metode Pelaksanaan Program. Bagian ini berisi tentang metode yang dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat. Pada bab ini, penulis menjelaskan tentang metode intervensi sosial dan pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat.

Bab III Kondisi Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin. Pada bab ini, penulis menjelaskan tentang sejarah singkat Desa Mekarjaya, letak geografis dan struktur penduduk.

Bab IV Deskripsi Hasil Pelayanan dan Pemberdayaan. Pada bab ini, penulis menjelaskan tentang kerangka pemecahan masalah menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats), bentuk dan hasil kegiatan pelayanan pada masyarakat dan faktor-faktor pencapaian hasil (faktor pendukung dan faktor penghambat).

Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi. Pada bab ini, penulis menjelaskan tentang kesimpulan dari laporan KKN ini dan juga rekomendasi untuk berbagai pihak seperti pemerintah Desa Mekarjaya dan jajaran, pusat pengabdian masyarakat UIN Jakarta, pemangku kebijakan di tingkat kecamatan dan kabupaten serta tim KKN-PpMM yang akan mengadakan KKN di Desa Mekarjaya.

(32)

12 | TUIMBE

Bagian terakhir adalah Epilog. Epilog berisi kesan masyarakat atas pelaksanaan KKN-PpMM 115 dari kepala Desa Mekarjaya dan juga tokoh masyarakat dan penggalan kisah inspiratif KKN dari anggota KKN 115.

(33)

BAB II

METODE PELAKSANAAN PROGRAM

A. Metode Intervensi Sosial

Intervensi sosial merupakan metode yang digunakan dalam praktik di lapangan pada bidang pekerjaan sosial dan kesejahteraan sosial kepada masyarakat. Metode intervensi sosial dapat dikatakan sebagai perubahan terencana agar upaya bantuan yang diberikan dapat dievaluasi dan diukur keberhasilannya, di mana upaya yang dilakukan dalam metode ini untuk memperbaiki fungsi sosial dan kelompok.1 Intervensi sosial bertujuan

untuk memperbaiki fungsi sosial suatu kelompok masyarakat. Intervensi sosial dianggap berhasil jika fungsi sosial seseorang berfungsi dengan baik. Hal ini diasumsikan bahwa kondisi sejahtera akan semakin mudah dicapai. Kondisi sejahtera suatu masyarakat dapat terwujud jika jarak antara harapan dan kenyataan tidak terlalu lebar. Melalui intervensi sosial, masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat akan teratasi. Sebab, intervensi sosial berupaya memperkecil jarak antara harapan lingkungan dengan kondisi masyarakat.2

Dengan berbekal pemahaman kami mengenai intervensi sosial seperti yang dijelaskan di atas maka kami mencoba untuk menerapkannya pada permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Mekarjaya, Rumpin, Kabupaten Bogor. Untuk langkah awal, kami menganalisis apa saja masalah yang dihadapi oleh masyarakat sebagai acuan awal kegiatan apa saja yang dapat dilaksanakan di desa yang bermanfaat untuk mereka. Tentu saja kegiatan ini kami sesuaikan dengan kondisi desa, baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, kondisi geografis dan lain-lain. Diharapkan dengan kesesuaian masalah dan bantuan dari kami yang diwujudkan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti pelatihan ibu-ibu dan program-program yang lainnya dapat membuat kesejahteraan masyarakat di desa dapat meningkat dan dapat menjadikan fungsi sosial di masyarakat dapat berjalan dengan lebih baik lagi.

1 Frank, M and Ralph Dolgoff. The Practice of Sosial Intervention: Goals, Roles, and Strategies.

(Itaca: FE Peacock Publisher Inc), h. 3-12.

2 Adi, Isbandi Rukminto. Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial: Pengantar Pada

(34)

14 | TUIMBE

B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat

Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan KKN kami di Desa Mekarjaya yaitu problem solve approach. Metode pemecahan (Problem Solving) masalah adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan atau jawabannya oleh siswa. Metode pemecahan masalah (Problem Solving) ini sering dinamakan atau disebut juga dengan eksperimen method, reflective thinking method, atau scientific method. Pendekatan problem solve lebih menekankan pada para mahasiswa untuk dapat menganalisis masalah yang ada dengan cara mengidentifikasi dan menelusuri kondisi atau keadaan suatu masyarakat untuk dapat ditemukan masalah yang sedang dihadapi, setelah dianalisis masalah yang ada kemudian mencari langkah-langkah pemecahan untuk permasalahan tersebut dan menghasilkan solusi sebagai langkah penyelesaian.3

Literatur yang digunakan ialah literatur pendekatan pengembangan masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan tingkat kehidupan dan berorientasi komunitas sehingga pengembangan masyarakat ialah pembangunan alternatif yang komprehensif dan berbasis komunitas. 4

Berikut ini merupakan pendekatan yang digunakan dalam mendekati kondisi desa dan masyarakat di Desa Mekarjaya. Pendekatan komunitas menekankan pada tiga elemen penting yaitu kolektivitas masyarakat, lokasi geografis, dan pelembagaan yang memberikan identitas khusus pada komunitas yang meliputi pendekatan pemecahan masalah sebagai makhluk sosial.

Kami menggunakan pendekatan ini untuk dapat berbaur dengan masyarakat sekitar sehingga dapat lebih mengerti kondisi komunitas yang ada untuk mengetahui lebih jauh tentang keadaan mereka. Melalui pemahaman yang lebih baik dan berkualitas maka akan menghasilkan suatu pemecahan masalah yang lebih baik pula, banyak kegiatan selama KKN yang dibuat berdasarkan data dari pemahaman ini, di antaranya adalah mengenai kondisi siswa SD di Desa Mekarjaya yang memiliki

3Sudirman, dkk. Ilmu Pendidikan. (Bandung: Remadja Karya, 1987)

4 Muldi, Ali. Model-Model Pengembangan Masyarakat. Diakses pada 29 September 2016 dari

(35)

semangat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi masih rendah sehingga mendorong kami untuk memberikan motivasi dan semangat agar mereka memiliki semangat belajar yang tinggi.

(36)

16 | TUIMBE

“Hiduplah seperti kamu akan mati esok dan

berbahagialah seperti kamu akan hidup selamanya.”

B. J. Habibie

(37)

BAB III

KONDISI DESA MEKARJAYA KECAMATAN RUMPIN

A. Sejarah Singkat Desa Mekarjaya

Desa Mekarjaya adalah perpecahan dari Desa Cidokom yang dimekarkan menjadi Kecamatan Rumpin. Desa Cidokom dipisahkan menjadi Desa Mekarjaya sejak tahun 2012. Desa Mekarjaya termasuk salah satu desa yang ikut terbawa ke dalam Kecamatan Rumpin yang berbatasan dengan Desa Cidokom dan Desa Gobang di bagian Utara, Kecamatan Cibungbulang dan Kecamatan Leuwiliang di bagian Timur, Desa Leuwibatu di bagian Selatan, dan Desa Cidokom di bagian Barat. Untuk pejabat yang menjabat kepala Desa Mekarjaya ialah Cecep, S.Ag yang menjabat sampai sekarang.5

B. Letak Geografis Desa Mekarjaya

Desa Mekarjaya terletak di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Desa Mekarjaya merupakan desa pemekaran dari Desa Cidokom. Desa Mekarjaya memiliki luas wilayah sekitar 400 Ha. Berada di sebelah Selatan Desa Cidokom. Berbatasan langsung dengan Kecamatan Leuwiliang yang dipisahkan oleh Sungai Cikaniki.

Batas wilayah Desa Mekarjaya berbatasan dengan Desa Cidokom dan Desa Gobang di bagian Utara, Kecamatan Cibungbulang dan Kecamatan Leuwiliang di bagian Timur, Desa Leuwibatu di bagian Selatan, dan Desa Cidokom di bagian Barat.

Jarak yang ditempuh untuk menuju Desa Mekarjaya dari Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah 57 Km dan membutuhkan waktu 2 jam perjalanan, baik menggunakan motor ataupun mobil. Di Desa Mekarjaya terdapat 25 Rukun Tetangga (RT) dan 7 Rukun Warga (RW).

Lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilingkup oleh Kelompok 115 (TUIMBE) adalah RW 05, 06 dan 07 Kampung Parung Panjang, Kampung Hegarmana dan Kampung Kemang yang memiliki banyak sawah dan perkebunan yang digunakan oleh masyarakat.

5 Mekar Jaya, Rumpin, Bogor, diakses pada 5 Juni 2017 dari

(38)

18 | TUIMBE

Gambar 3. 1: Peta Kabupaten Bogor6

Gambar 3. 2 Peta Desa Mekarjaya7

6Kabupaten Bogor. Diakses pada 20 Juli 2017 dari

http://www.ayambangkok.top/2013/07/peta-bogor-map-untuk-kota-bogor-dan-kabupaten-bogor.html

(39)

Gambar 3. 3 Denah Lokasi Desa Mekarjaya8

C. Struktur Penduduk

1. Keadaan Penduduk menurut Jenis Kelamin9

Tabel 3. 1: Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Uraian Keterangan

Jumlah laki-laki 2.488 orang

Jumlah perempuan 2.256 orang

Jumlah Kepala Keluarga 3.247 orang

Jumlah total 12.987 orang

Berdasarkan data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk di Desa Mekarjaya menurut jenis kelamin secara keseluruhan berjumlah 12.987 dengan laki-laki berjumlah 2.488 orang dan perempuan berjumlah 2.256 orang dengan kepala keluarga yang berjumlah 3.247 orang.

8Peta Desa Mekarjaya” Catatan Observasi Lapangan tanggal 25 Juli 2016

9Profil Desa Mekarjaya tahun 2012, dokumen hard copy yang diberikan oleh Sekretaris Desa

(40)

20 | TUIMBE

2. Keadaan Penduduk menurut Agama

Tabel 3. 2: Keadaan Penduduk Menurut Agama10

Agama Keterangan

Islam 12.964 orang

Non-Islam 23 orang

Jumlah total 12.987 orang

Berdasarkan data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa hampir 99% penduduk di Desa Mekarjaya beragama Islam, hanya ada 23 orang saja yang bergama selain islam, seperti Kristen, Hindu dan Budha.

3. Keadaan Penduduk menurut Mata Pencaharian

Tabel 3. 3: Keadaan Penduduk menurut Mata Pencaharian11

Jenis Pekerjaan Jumlah Penduduk

Petani 199 orang

Pedagang/wiraswasta 150 orang

Pegawai Negeri 12 orang

TNI/Polri -

Pensiunan 2 orang

Pegawai Swasta 96 orang

Buruh Tani 722 orang

Pensiunan 11 orang

Jasa 50 orang

Pengrajin 9 orang

Tukang 75 orang

Lain-lain 3.713 orang

Berdasarkan data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa keadaan penduduk di Desa Mekarjaya menurut mata pencaharian terdapat sebanyak 722 orang memiliki profesi sebagai buruh tani, 199 orang memiliki

10Profil Desa Mekarjaya tahun 2012, dokumen hard copy yang diberikan oleh Sekretaris Desa

Mekarjaya pada tanggal 2 Agustus 2016

11Profil Desa Mekarjaya tahun 2012, dokumen hard copy yang diberikan oleh Sekretaris Desa

(41)

profesi sebagai petani, dan 96 orang memiliki profesi sebagai pegawai swasta.

4. Keadaan Penduduk menurut Tingkat Pendidikan Tabel 3. 4: Keadaan Penduduk menurut Tingkat Pendidikan12

Tingkat Pendidikan Jumlah Penduduk

Tamat SD/Sederajat 421 orang

Tamat SLTP/Sederajat 193 orang

Tamat SLTA/Sederajat 93 orang

Tamat Akademik/Sarmud/D1,D2 dan D3 6 orang Tamat Perguruan Tinggi/S1 4 orang

Berdasarkan data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk di Desa Mekarjaya menurut tingkat pendidikan yang tamat SD dan sederajat memiliki jumlah terbanyak yaitu sebanyak 421 orang, disusul dengan yang tamat SLTP dan sederajat yang berjumlah 193 orang, dan tamat SLTA dan sederajat sebanyak 93 orang.

5. Sarana dan Prasarana

Gambar 3. 4: Luas Wilayah Berdasarkan Peruntukan13

12 Profil Desa Mekarjaya tahun 2012, dokumen hard copy yang diberikan oleh Sekretaris Desa

Mekarjaya pada tanggal 2 Agustus 2016

13Profil Desa Mekarjaya tahun 2012, dokumen hard copy yang diberikan oleh Sekretaris Desa

Mekarjaya pada tanggal 2 Agustus 2016

60 34 90

15

Luas Wilayah Berdasarkan

Peruntukan

(42)

22 | TUIMBE

Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa luas wilayah di Desa Mekarjaya yang menempati urutan paling besar adalah Perkebunan.

Gambar 3. 5: Jumlah Fasilitas Umum yang Ada

Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa fasilitas umum yang paling banyak terdapat di Desa Mekarjaya adalah Mushala dengan presentase sebesar 41.17%.14

14Profil Desa Mekarjaya tahun 2012, dokumen hard copy yang diberikan oleh Sekretaris Desa

Mekarjaya pada tanggal 2 Agustus 2016

23.52% 2.94% 2.94% 2.94% 17.64% 41.17% 8.82%

Jumlah Fasilitas Umum yang

Ada

Sekolah

Balai Pertemuan Warga

(43)

BAB IV

DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN

A. Kerangka Pemecahan Masalah

Dalam rangka melaksanakan program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu program rutin yang diselenggarakan oleh Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kami melewati serangkaian tahap persiapan dalam kurun waktu cukup lama. Setelah mendaftar secara online di Academic Information System (AIS) dan mendapatkan lokasi KKN. Lokasi pengabdian masyarakat kami berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, beberapa anggota kami langsung melakukan survei pertama untuk melihat kondisi Desa Mekarjaya.

Untuk mengetahui kondisi Desa Mekarjaya secara real dan mendalam, kami melakukan survei sebanyak 9 kali, terhitung mulai akhir Juni 2016. Ketika survei, kami terjun langsung ke dalam masyarakat desa. Hal ini ditujukan sebagai upaya mendalami kondisi, kebutuhan, sarana dan prasarana desa, keagamaan serta sosial masyarakat desa. Setiap setelah melakukan survei, kami melakukan perumusan proposal KKN. Fokus utama proposal kami adalah untuk menetapkan program kerja yang sesuai dengan kondisi dan permasalahan di desa.

Berdasarkan hasil survei peserta KKN15, dialog dengan para aparatur

desa, serta pendekatan langsung kepada warga Desa Mekarjaya, teridentifikasi berbagai permasalahan di antaranya belum adanya pembatas antar desa sehingga sedikit menyulitkan untuk mengenali desa. Selain itu juga keterbatasan sarana yang menunjang pendidikan anak-anak seperti terbatasnya bangunan sekolah di sekitar Desa Mekarjaya. Hanya terdapat 1 Sekolah Dasar, serta tidak adanya gedung sekolah SMP dan SMA. Oleh karena itu, bagi pelajar SMP dan SMA yang ingin menuntut ilmu harus bersekolah di luar Desa Mekarjaya. Serta hanya terdapat 1 TK/PAUD yang hanya memiliki 1 pengajar.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang sudah dijabarkan di atas, maka KKN TUIMBE menyusun beberapa program kerja yang akan dilakukan sebagai pengabdian kepada masyarakat Desa Mekarjaya sesuai

15 Survei dilakukan pada tanggal 14 Mei 2017 di Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin,

(44)

24 | TUIMBE

dengan kondisi dan permasalahan yang dimiliki desa tempat kami KKN. Adapun program kerja disusun bertujuan untuk memberikan pelayanan dan pemberdayaan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya menjalankan kembali fungsi sosialnya. Program kerja yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Desa Mekarjaya di antaranya yaitu program mengajar di Sekolah Dasar (SD) dan mengadakan English Class untuk anak-anak. Program kerja untuk mengatasi permasalahan mengenai belum adanya batas desa yaitu dengan membuatkan tugu pembatas desa yang dapat digunakan sebagai pembatas antara Desa Mekarjaya dengan Desa Cidokom dan sebagai tanda pengenal Desa Mekarjaya. Minggu Bersih dilakukan sebagai bentuk program kerja untuk meningkatkan kebersihan di lingkungan Desa Mekarjaya serta memberikan pembelajaran kepada anak-anak tentang bahaya sampah plastik dan botol. Pembuatan Kerajinan Tangan berbahan dasar kain flanel untuk ibu-ibu Desa Mekarjaya diadakan untuk melatih kreatifitas Ibu-ibu Desa Mekarjaya serta mencoba mengajarkan peluang bisnis dari kerajinan tangan. Mengadakan Sosialisasi Kesehatan di mana warga dapat mengetahui tata cara pertolongan pertama pada kasus kedaruratan medis seperti pingsan, mimisan, hipotermia, luka terbuka atau tertutup, asma, serta pertolongan pertama pada kasus luka bakar di mana program ini dilaksanakan agar warga dapat memberikan pertolongan pertama dengan baik dan benar sesuai dengan anjuran medis. Melalui program pemutaran film edukasi yang menayangkan film-film motivasi dan edukasi yang sarat akan nilai pendidikan dan pesan moral diharapkan dapat menjadi sarana hiburan yang edukatif dan memotivasi bagi anak-anak Desa Mekarjaya. Masih terdapat banyaknya luas lahan tanah kosong di Desa Mekarjaya sehingga penanaman bibit merupakan program yang dimaksudkan agar kelak dapat bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat desa.

Sebagaimana yang dijelaskan pembekalan KKN-PpMM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2016, dibuatnya metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, and Threats) untuk mempemudah analisi terhadap setiap permasalahan desa.

(45)

Tabel 4. 1: Matrik SWOT Bidang Pendidikan

Matrik SWOT 01. Bidang Pendidikan

INTERNAL EKSTERNAL STRENGTH (S) WEAKNESS (W)  Terdapat fasilitas pendidikan di Desa Mekarjaya  Semangat yang tinggi dari anak-anak Desa

Mekarjaya untuk belajar.

 Faktor-faktor kelemahan yang ada di lingkungan dan masyarakat. 1. Masih banyak

warga desa yang belum sadar akan pentingnya pendidikan . 2. Faktor ekonomi yang menghambat pendidkan. 3. Minimnya wadah atau sarana untuk melanjutkan pendidikan. OPPORTUNITIES (O)

STRATEGY (SO) STRATEGY (WO)

 Keberadaan Mahasiswa KKN memberikan

motivasi, inovasi dan perubahan dalam bidang pendidikan kepada warga desa.

 Adanya pengajian dan proses

interaksi sosial kepada warga juga menjadi sarana bagi kami dalam memberikan informasi mengenai pendidikan dan proses penyadaran pentingnya belajar 12 tahun.  Membantu guru dalam proses belajar mengajar di

lingkungan sekolah.

 Memberikan inovasi cara mengajar yang baru.  Memberikan jasa pengajaran pelajaran tambahan di luar kelas.  Mengadakan penyadaran akan

(46)

26 | TUIMBE

pentingnya pendidikan dan wajib belajar 12 tahun.

THREATS (T) STRATEGY (ST) STRATEGY (ST)

 Ancaman yang ada dari luar desa karena media dan internet tidak terjangkau di sana.

 Memberikan inovasi cara belajar dan mengajar yang baru agar anak-anak tidak bosan dengan metode yang selama ini tidak ada.  Memberikan jasa pengajaran tambahan di luar kelas.  Memberikan

kegiatan yang jarang mereka temukan. Seperti diadakannya pendidikan dengan penyampaian audio visual dengan bahan yang diambil dari internet.

Dari matrik SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program sebagai berikut:

 KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) SD

 Pemutaran Film Edukasi

English Class

Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya di SDN Cidokom 01 Tabel 4. 2: Matrik SWOT Bidang Sosial atau Kemasyarakatan

Matrik SWOT 02. Bidang Sosial atau Kemasyarakatan

INTERNAL

EKSTERNAL

STRENGTH (S) WEAKNESS (W)

 Warga Mekarjaya antusias dalam proses pelaksaan setiap kegiatan sosial yang dilakukan mahasiswa.

 Masih banyaknya warga yang acuh karena kesibukan mereka sebagai petani dan buruh.

OPPORTUNITIES (O)

STRATEGY (SO) STRATEGY

(WO)

 Keberadaan Mahasiswa KKN

 Adanya proses interaksi sosial kepada warga juga

 Membantu para pemuka desa

(47)

membantu warga dalam kegiatan sosial.

menjadi sarana bagi kami untuk melakukan

penetrasi.

dalam menjalankan setiap acara yang bersifat sosial kepada warga masyarakat.

THREATS (T) STRATEGY (ST) STRATEGY (WT)

 Minimnya bantuan pemerintah daerah dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-71  Pendekatan secara emosional dengan warga masyarakat

 Menggunakan metode Door to Door dalam melakukan sosialisasi acara  Membuat acara yang berkaitan dengan sosial di tempat yang strategis agar warga dapat hadir secara keseluruhan. Dari matrik SWOT di atas, maka kelompok kami menyusun program sebagai berikut:

 Pelatihan Kerajinan Tangan Kain Flanel

 Sosialisasi Kesehatan

 Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya

 Pembangunan Tugu Perbatasan

 Minggu Bersih

 Lomba Tumpeng Tingkat Desa

 Pemberian Bibit Tanaman

Selama KKN-PpMM kelompok 115 berlangsung ada beberapa bentuk pelayanan masyarakat yang telah dilakukan, berikut adalah bentuk pelayanan pada masyarakat:

1. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SD

Bidang Pendidikan

Program Pelayanan Masyarakat

Nomor Kegiatan 01

Nama Kegiatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tempat Tanggal SDN Cidokom 01 pada tanggal 27 s.d 19

(48)

28 | TUIMBE

Lama Pelaksanaan 3 minggu

Tim Pelaksana Kegiatan ini dikoordinir oleh Nurrian, namun pada kegiatan melibatkan seluruh anggota kelompok dengan pembagian 2 orang pengajar pada tiap kelas.

Tujuan Membantu guru sekolah dalam kegiatan

belajar mengajar siswa dan siswi di SDN Cidokom 01 Desa Mekarjaya

Sasaran Guru SDN Cidokom 01 di Desa Mekarjaya

terbantu dalam kegiatan belajar mengajar

Target 10 orang guru SDN Cidokom 01 di Desa

Mekarjaya terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa dan siswinya

Deskripsi Kegiatan Kegiatan Belajar Mengajar ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari Senin – Sabtu dari jam 07.30 s/d 12.00 wib. Kami membantu mengajar seluruh mata pelajaran di antaranya Matermatika, IPA, IPS, Agama, PKN, Seni Budaya dan Keterampilan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan olahraga. Adapun guru bidang pelajaran yang kami bantu di antaranya Bapak Sehu, Bapa Yadi Bapak Agus, Bapak Karim dan Ibu Elsa. Selain membantu mengajar mata pelajaran umum, kami juga membantu mengajar kegiatan Pramuka yang diadakan di SDN Cidokom 01 setiap hari Sabtu setelah kegiatan belajar mengajar telah usai. Kami juga mengikuti kegiatan Upacara Bendera yang diadakan oleh SDN Cidokom 01 setiap Senin pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Hasil Pelayanan 10 orang guru SDN Cidokom 01 di Desa Mekajaya terbantu dalam kegiatan belajar mengajar siswa dan siswinya

Keberlanjutan Program

(49)

Gambar 4. 1: Foto Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Cidokom 01

2. Pemutaran Film Edukasi

Bidang Pendidikan

Program Pelayanan Masyarakat

Nomor Kegiatan 02

Nama Kegiatan Pemutaran Film Edukasi

Tempat Tanggal Kediaman RW setempat pada tanggal 6, 13 dan 20 Agustus 2016

Lama Pelaksanaan 3 hari yang dilakukan pada setiap minggunya. Tim Pelaksana Kegiatan ini dikoordinir oleh Gilang Wisnu

Saputra dan Yayah Kusnariah serta dibantu oleh anggota KKN yang lain.

Tujuan Menyampaikan pesan kepada anak-anak

tentang pentingnya pendidikan Agama Islam melalui penayangan film Syamil dan Dodo di Desa Mekarjaya

Sasaran Anak-anak di Desa Mekarjaya

Target 40 anak-anak di Desa Mekarjaya menerima

pesan tentang pendidikan Agama Islam melalui penayangan film Syamil dan Dodo di Desa Mekarjaya

Deskripsi Kegiatan Pemutaran film edukasi yang memiliki makna positif dan sarat motivasi bagi anak-anak. Adapun film yang diputar ialah Syamil dan Dodo yang mengisahkan tentang

(50)

30 | TUIMBE

pembelajaran pendidikan Agama Islam. Salah satu pembelajaran dari film tersebut yaitu kisah-kisah Islami yang dikemas dalam bentuk animasi sehingga anak-anak tertarik dalam menyaksikan film tersebut dari awal sampai akhir. Di film tersebut juga diajarkan tentang macam-macam doa sehingga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh anak-anak Desa Mekarjaya. Selain film animasi lokal, kami juga menampilkan film animasi barat yaitu Finding Nemo yang sarat akan motivasi untuk saling menjaga sesama keluarga dan memotivasi untuk tetap tegar dan semangat dalam keadaan sedih dan sulit, karena pasti akan ada jalan keluar.

Hasil Pelayanan 40 anak-anak Desa Mekarjaya menerima pesan tentang pendidikan Agama Islam melalui penayangan film Syamil dan Dodo di Desa Mekarjaya

Keberlanjutan Program Tidak berlanjut.

(51)

3. English Class

Bidang Pendidikan

Program Pelayanan Masyarakat

Nomor Kegiatan 03

Nama Kegiatan English Class

Tempat Tanggal 01 s/d 19 Agustus 2016

Lama Pelaksanaan 2 hari yang dilakukan pada setiap minggunya Tim Pelaksana Kegiatan ini dikoordinir oleh Aninda Aghnia,

dibantu oleh Yayah Kusnariah dan melibatkan seluruh anggota kelompok di setiap minggunya

Tujuan Memberikan materi tambahan pada mata

pelajaran Bahasa Inggris di Desa Mekarjaya

Sasaran Anak-anak di Desa Mekarjaya

Target 50 anak-anak di Desa Mekarjaya

mendapatkan materi tambahan dalam Bahasa Inggris

Deskripsi Kegiatan Kegiatan English Class ini kami lakukan sebanyak 2 kali dalam seminggu yaitu pada hari Rabu dan Kamis, di mana anak-anak berkumpul di salah satu rumah warga dan belajar bersama-sama di tempat tersebut. Sebanyak 50 anak di setiap pertemuan, KKN TUIMBE mengajarkan materi tambahan dalam Bahasa Inggris seperti alfabet, angka-angka dalam Bahasa Inggris, dari angka-angka 1 hingga 20, nama-nama hewan, nama-nama warna, hingga nama-nama hari dan bulan. Kami mengajar dengan lagu agar anak-anak Desa Mekarjaya mengingat yang sudah kami ajarkan sampai rentang waktu yang lama. Kami juga mengadakan tanya jawab dan perlombaan di setiap pertemuannya. Anak-anak yang berpartisipasi kami berikan hadiah sebagai simbol apresiasi atas keberanian dan keseriusan mereka dalam mendapatkan ilmu

(52)

32 | TUIMBE

dasar dalam Bahasa Inggris.

Hasil Pelayanan 50 anak-anak Desa Mekarjaya mendapatkan materi tambahan dalam Bahasa Inggris Keberlanjutan Program Tidak berlanjut

Gambar 4. 3: Foto Kegiatan English Class

4. Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya di SDN Cidokom 01

Bidang Pendidikan

Program Pelayanan Masyarakat

Nomor Kegiatan 04

Nama Kegiatan Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya di SDN Cidokom 01

Tempat Tanggal SDN Cikodom 01, 18 Agustus 2016 Lama Pelaksanaan 1 Hari

Tim Pelaksana Kegiatan ini dikoordinir oleh Diah Ayu Nurchasanah dengan melibatkan seluruh anggota kelompok KKN beserta para guru SDN Cidokom 01.

Tujuan Menyelenggarakan perlombaan HUT RI ke 71

di SDN Cidokom 01

Sasaran Siswa dan siswi SDN Cidokom 01

Target 4 perlombaan dalam rangka HUT RI ke 71 berhasil terselenggara di SDN Cidokom 01 Deskripsi Kegiatan Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama

antara KKN TUIMBE dan seluruh guru SDN Cidokom 01. Pada peringatan HUT RI Desa

(53)

Mekarjaya ke 71 diselenggarakan beberapa acara lomba seperti lomba cerdas cermat di mana anak-anak diberikan pertanyaan dari beberapa mata pelajaran baik ilmu eksak maupun non eksak dan pengetahuan umum, lomba kebersihan kelas anak-anak diberi waktu dalam beberapa hari untuk mengkondisikan agar kelas tetap dalam keadaan bersih dan rapi. Lomba adzan di mana siswa dituntut untuk bisa melafalkan suara Adzan dengan baik dan benar baik dari sisi makhorizul huruf yang digunakan dan yang terakhir lomba fashion show dalam perlombaan ini bertemakan pakaian muslim, di mana anak-anak dituntut untuk berpenampilan cantik dan tampan serta bergaya di hadapan juri.

Hasil Pelayanan 4 perlombaan dalam rangka HUT RI ke 71 berhasil terselenggara di SDN Cidokom 01 Keberlanjutan Program Tidak berlanjut

Gambar 4. 4: Foto Kegiatan Peringatan HUT RI Desa Mekarjaya Ke-71 di SDN Cidokom 01

(54)

34 | TUIMBE

5. Pelatihan Kerajinan Tangan Kain Flanel

Bidang Sosial dan Kemasyarakatan

Program Pelayanan Masyarakat

Nomor Kegiatan 05

Nama Kegiatan Pelatihan Kerajinan Tangan Kain Flanel Tempat Tanggal 6 s/d 20 Agustus 2016

Lama Pelaksanaan 4 hari yang dilakukan pada setiap minggunya Tim Pelaksana Kegiatan ini dikoordinir oleh Yayah

Kusnariah dibantu oleh Kamilina Khidmati dan beberapa anggota KKN lainnya.

Tujuan Memberikan pelatihan kerajinan tangan yang terbuat dari kain flanel kepada ibu-ibu di Desa Mekarjaya

Sasaran Ibu-ibu di Desa Mekarjaya

Target 50 ibu-ibu di Desa Mekarjaya mendapatkan pelatihan mengenai cara pembuatan kerajinan tangan kain flanel.

Deskripsi Kegiatan Pelatihan kerajinan tangan yang berbahan dasar kain flanel proses pembuatannya tergolong mudah. Dalam kegiatan ini dibuat berbagai macam bentuk dan jenis souvenir dari kain flanel. Di mana nantinya souvenir ini dapat digunakan untuk penggunaan individu, dijual ke masyarakat atau didistribusikan ke toko-toko atau pasar-pasar. Membuat suatu souvenir yang bisa dapat dimanfaatkan sebagai produk yang dapat dijual. Sasaran yang ingin dicapai dari pelatihan pembuatan souvenir ini adalah masyarakat dapat mengembangkan berbagai macam souvenir yang dapat dijual dengan memanfaatkan bahan-bahan yang sederhana. Mungkin nantinya bukan hanya membuat berbagai macam souvenir tapi juga dapat dikembangkan dengan membuat benda-benda lainnya dengan kain flanel tersebut seperti boneka, hiasan dinding,

(55)

hiasan pintu dan lain sebagainya yang dapat diperkenalkan secara luas di masyarakat. Hasil Pelayanan 50 ibu-ibu di Desa Mekarjaya mendapatkan

pelatihan mengenai cara pembuatan kerajinan tangan kain flanel.

Keberlanjutan Program Tidak berlanjut

Gambar 4. 5: Foto Kegiatan Pelatihan Kerajinan Tangan Kain Flanel

6. Sosialisasi Kesehatan

Bidang Sosial dan Kemasyarakatan

Program Pelayanan Masyarakat

Nomor Kegiatan 06

Nama Kegiatan Sosalisasi Kesehatan Tempat Tanggal 6 s/d 20 Agustus 2016

Lama Pelaksanaan 3 hari yang dilakukan pada setiap minggunya Tim Pelaksana Kegiatan ini dikoordinir oleh Kamilina

Khidmati dan dibantu oleh seluruh anggota KKN lainnya.

Tujuan Memberikan materi tentang penanganan

korban darurat medis di Desa Mekarjaya

Sasaran Ibu-ibu di Desa Mekarjaya

Target 50 ibu-ibu di Desa Mekarjaya mendapatkan materi tentang penanganan korban darurat medis

Deskripsi Kegiatan Pada dasarnya sosialisasi kesehatan yang diberikan kepada warga adalah hal yang

(56)

36 | TUIMBE

paling mendasar sekali, pertolongan pertamanya pun tergolong mudah dan sangat cepat diingat sehingga ibu-ibu dapat memahami dengan cepat, di sini kami menjelaskan sekaligus mempraktekan bagaimana menolong korban darurat medis dan luka bakar. Kemudian memberikan sesi tanya jawab dan mengulas kembali materi yang telah disampaikan. Pertolongan pertama yang kami berikan ialah seperti pada kecelakaan kecil yang sering terjadi di rumah, misalnya luka bakar atau pingsan. Kami juga menampilkan peragaan dalam menangani korban kecelakaan agar ibu-ibu tidak salah dalam menangani korban kecelakaan. Peragaan dilakukan oleh anggota KKN TUIMBE dan disaksikan oleh ibu-ibu Desa Mekarjaya.

Hasil Pelayanan 50 ibu-ibu di Desa Mekarjaya mendapatkan materi tentang penanganan korban darurat medis

Keberlanjutan Program Tidak berlanjut

Gambar

Gambar 1. 1 Logo TUIMBE
Tabel 1. 1: Fokus dan Prioritas Program
Tabel 1. 2: Sasaran dan Target Program Pengabdian kepada Masyarakat
Tabel 1. 3: Jadwal Program Pra-KKN-PpMM
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan dengan melihat dan mengeksplor tanggapan mengenai praktik kartu kredit syariah dalam hal ini aplikasi iB Hasanah Card dari berbagai sudut

Pada Gambar 7, nilai pada perlakuan kombinasi eceng gondok dan pelepah pisang menunjukan semakin banyak penambahan bahan serat maka akan semakin besar pula daya serap dan

Strategi tersebut secara umum dapat diterapkan di perusahaan, karena metode perawatan yang sudah diterapkan untuk enam jenis kerusakan tersebut mengarah ke strategi

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan dan penulisan skripsi

Pelatihan dapat meningkatkan performance kerja pada posisi jabatan yang sekarang. Kalau level of performance-nya naik/meningkat, maka berakibat peningkatan

Ekstrak biji cerakin disemprotkan pada hama ulat daun bawang yang tersedia dalam tiap wadah (10 ekor tiap wadah) untuk masing-masing konsentrasi dan dilakukan 3 kali

Gagasan utama yang direpresentasikan melalui Batu dan Täbä adalah pemeliharaan Allah dalam sejarah masyarakat setempat.. Menghidupkan kembali makna inilah yang

Berdasarkan uraian dalam latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: “Bagaimanakah Hubungan Tingkat Kepatuhan mengkonsumsi