• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjelasan Dokumen Kualifikasi analisis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penjelasan Dokumen Kualifikasi analisis"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

B E R I T A A C A R A

PENJELASAN DOKUMEN KUALIFIKASI

Nomor : 05/P.Anw/POKJA/BAPPEDA/2012

Hari/Tanggal : Rabu / 26 September 2012

Pekerjaan : Analisis Integrasi Data Kemiskinan Dengan Potensi Desa

Di Jawa Barat

Nilai HPS : Rp.

169.700.000,-Sumber Dana : APBD Provinsi Jawa Barat T ahun Anggaran 2012

Pada hari ini Rabu Tanggal Dua Puluh Enam Bulan September tahun Dua Ribu

Dua Belas, kami Pokja Jasa Konsultansi ULP Provinsi Jawa Barat , telah melaksanakan

penjelasan dokumen Kualifikasi jasa konsultansi seleksi sederhana secara elektronik

untuk Pekerjaan Analisis Integrasi Data Kemiskinan Dengan Potensi Desa Di Jawa Barat ,

dengan peserta yang mendaftar sampai tanggal 26 September 2012 sebanyak 7 peserta

Penjelasan dokumen kualifikasi sesuai jadwal dimulai dari Pukul 09.00 s.d 1 2.00

WIB, tetapi hingga berakhirnya penjelasan tidak ada pertanyaan dari peserta

(Konsultan).

Dengan demikian Pokja Jasa Konsultansi Unit Layanan Pengadaan (ULP) Prov insi

Jawa Barat mengganggap bahwa isi dokumen kualifikasi telah dipahami peserta.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

[r]

Pada hari ini Jumat tanggal Enam bulan Juni tahun Dua Ribu Empat Belas , dimulai pada pukul 09.oo wib s.d 10.00 wib kami Kelompok Kerja XLVI ULP Provinsi Sumatera Barat

Pada hari ini, Rabu tanggal dua puluh lima bulan April tahun Dua ribu dua belas , pukul 08.00 hingga 13.00 WIB, Pengadaan Barang dan Jasa Pembangunan Gedung

Jadual yang tertera dalam website untuk kegiatan ini tetap berjalan seperti biasa tanpa.. ada perubahan jadualnya yang disebabkan adanya hari

PAI\ITIA PENGAI}AAN BARANG/JASA TAHTN AFIGGARAN 2013 BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAIY MAKANAN DI

1) Dihitung jumlah tenaga ahli tetap yang memiliki tingkat pendidikan, keahlian/spesialisasi dan pengalaman sesuai dengan yang tercantum pada Lembar Data

Namun, jika ada peningkatan yang signifikan dalam persentase biaya operasional, perlu dianalisis lebih lanjut untuk memahami penyebabnya, seperti lonjakan biaya infrastruktur atau