CERITA SILAT.doc 2275KB Mar 29 2010 05:00:25 AM
Teks penuh
Dokumen terkait
Hun-tiong-sin-mo menukas dengan tertawa-tawa, “Kata-kata emas dari taysu akan kuukir dalam hati sanubari…” tiba-tiba ia merubah nadanya menjadi garang, “Tetapi sudah menjadi
DIKUMPULKAN OLEH
SERIAL PEDANG KAYU HARUM (10). SI KUMBANG
HARTA KARUN JENGHIS
mengingat bahwa puteri tunggalnya kini telah menjadi seorang gadis yang memiliki ilmu silat amat tinggi, yang tidak dapat dilawan oleh semua pengawal dan jagoan di Tung-kang maupun
pengalaman dalam pertempuran, namun ia telah mewarisi ilmu pedang tunuggal dari ayahnya, juga semenjak kecil ia telah menerima latihan lweekang hingga tidak saja ia dapat melayani
Jika Pang Tio-hoan, Peng Thian-pa dan Coat-taysu dari Siau-lim-pay mengatakan bahwa orang tertentu adalah seorang pembunuh, tidak seorang pun di dunia Kang-ouw yang akan
Panglima Manchu yang masih muda itu tidak sabar mendengarkan ocehan penunjuk jalannya itu, ia mengibaskan tangannya sebagai isyarat agar prajurit suku Biao itu diam, lalu