• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta psi or introduction

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta psi or introduction"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PSIKOLOGI OLAHRAGA

OLEH :

JOKO PURWANTO

[email protected]

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI

(2)

PENDAHULUAN

Olahraga memerlukan pendekatan psikologis.

Psikologi Olahraga sebagai cabang psikologi umum.

Tujuan Ilmu Pengetahuan :

1. Menjelaskan gejala (explanation) 2. Memahami gejala (understanding) 3. Membuat prediksi (prediction)

4. Mengontrol/mengendalikan gejala (control)

(3)

Pendekatan terpadu :

1. Pendekatan Individual 2. Pendekatan Sosiologis 3. Pendekatan Interaktif 4. Pendekatan Sistem

5. Pendekatan Multi-dimensional

Pentingnya Faktor Psikis

 Salah satu faktor yang mempengaruhi penampilan, keberhasilan

atau kegagalan atlet adalah faktor mental atau psikis.

 Ada kesulitan menentukan seberapa jauh, seberapa besar faktor

ini berpengaruh, karena ada perbedaan antara cabang olahraga yang satu dengan cabang olahraga yang lainnya, termasuk

(4)

Rumusan PSIKOLOGI OLAHRAGA

“Psikologi yang diterapkan dalam bidang olahraga, baik langsung

terhadap atlet sebagai pribadi atau dalam tim maupun faktor-faktor di luar atlet yang berpengaruh terhadap kepribadian dan

penampilan atlet”.

Manfaat Mempelajari PSIKOLOGI OLAHRAGA

 Para pelatih dan pembina dapat lebih memahami gejala-gejala

psikologis yang terjadi pada diri atlet (mempengaruhi meningkat atau merosotnya prestasi), dapat membuat prediksi (dampak psikologis yang menguntungkan atau merugikan atlet), dan dapat melakukan tindakan yang tepat sesuai dengan keadaan dan perkembangan psikologis atlet.

 Dapat dimanfaatkan untuk : eksplanatif, prediktif, dan kontrol

(5)

Tujuan Eksplanatif

Menjelaskan dan memahami gejala

tingkahlaku dan pengalaman manusia

berolahraga. Tindakan dan perbuatan yang

tampak pada hakikatnya tidak dapat

terlepas dari sikap (attitude) yang tidak

tampak yang didorong oleh banyak faktor

psikologis lainnya (sifat pribadi, motif,

(6)

Tujuan Prediktif

Meramalkan kemungkinan-kemungkinan

yang dapat terjadi dalam olahraga

sehingga lebih siap menghadapi hal-hal

yang mungkin terjadi. Prediksi yang tepat

didasarkan atas fakta-fakta atau

(7)

Tujuan Kontrol

Mengendalikan gejala tingkahlaku dalam

olahraga yang dapat menjurus ke hal-hal

yang tidak menguntungkan perkembangan

atlet. Untuk dapat mengendalikan gejala

tingkah-laku yang dapat berakibat negatif

perlu ditunjang data yang akurat dan

(8)

Upaya Meningkatkan Prestasi

Dukungan ilmuwan (kemajuan ilmu pengetahuan dan

teknologi)

pendekatan ilmiah dari berbagai disiplin

ilmu (medis, kesegaran jasmani, kemampuan fisik,

keterampilan dan aspek psikologis)

ahli-ahli fisiologi

olahraga, biomekanika olahraga, anthropometri,

teknologi olahraga, dan psikologi olahraga.

Ditangani pelatih-pelatih yang handal dan bermutu (a.l.

butuh pengetahuan tentang psikologi olahraga).

Atlet harus dilihat sebagai “aset nasional” yang perlu

(9)

Upaya untuk meningkatkan prestasi

1. Harus ditemukan calon-calon atlet berbakat dengan

menggunakan cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

2. Penyusunan program latihan harus dilakukan bersama antara pelatih dan ilmuwan.

3. Perlu diadakan penelitian untuk mendiagnosa keadaan setiap atlet.

4. Perlu terus-menerus dilakukan bimbingan dan konseling, dan pembinaan mental terhadap atlet berbakat.

5. Diadakan penelitian untuk menemukan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi meningkat atau merosotnya prestasi atlet.

Referensi

Dokumen terkait

2.2 Bimbingan sebagai proses klinis Dampak dari perkembangan psikologis terhadap bimbingan disekolah akan menggunakan pendekatan yang ikmiah.. - Pendekatan bimbingan

Sudah jelas, bahwa meluapnya lumpur panas PT Lapindo Brantas Inc yang terjadi sejak 28 Mei 2006, membawa dampak psikologis-sosial yang dalam dan berkepanjangan untuk

• Monitor intensitas dan volume latihan agar menghasilkan perkembangan prestasi atlet tanpa resiko cedera.. • Akhir dari tingkatan ini tidak ada masalah berkenaan

Sebagai contoh, Stevens (2001) menemukan bahwa prediktor utama kecenderungan agresif pada pemain basket muda termasuk persepsi perilaku agresif rekan satu tim mereka dalam

perkembangan psiko-edukatif ini berhasil dengan baik, maka akan tercapai bentuk kepribadian yang matang dan utuh (integrated personality), dan individu yang demikian akan

Untuk meraih prestasi tertinggi tidak hanya atlet dan pelatih saja yang berperan, akan tetapi peran Pengurus cabang olahraga karena dalam meraih prestasi

BERHASIL TIDAKNYA ATLET DALAM PERTANDINGAN ANTARA LAIN. DITENTUKAN OLEH KECAKAPAN ATLET

sering terjadi yaitu atlet sering terganggu penyakit, cedera, waktu istirahat atau faktor lain yang dapat menyebabkan penurunan. atau penghentian