• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinatek Juni 2012 Setya Ardhi PENGEMBANGAN ALAT PENAMPIL TULISAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Dinatek Juni 2012 Setya Ardhi PENGEMBANGAN ALAT PENAMPIL TULISAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

1

D

DiinnaammiikkaaTTeekknnoollooggii

Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa, ISSN : 1907-7327

DINAMIKA TEKNOLOGI April 2012 Vol. 5; No. 1; Hal. 1‐7 

PENGEMBANGAN ALAT PENAMPIL TULISAN

DENGAN TEKNOLOGI SPINNING TEXT LED RGB

Ir. Agus Djaja Gunawan, MSEE.

Dosen Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik Surabaya

e-mail: dwaynecrawner@yahoo.com

Setya Ardhi, S.T.,M.Kom

Dosen Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik Surabaya

e-mail: setyaardhi@stts.edu

Sangga Putra K A, S.T.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Surabaya

e-mail: gaga_fj@yahoo.com

ABSTRAK

Penyampaian informasi secara tertulis dapat berupa pesan yang biasanya terdapat pada media cetak, surat kabar, televisi, handphone, layar LCD, dot matrik, dan lain-lain. Semua media tersebut diatas memiliki daya tarik tersendiri dalam penulisannya. Biasanya daya tarik itu nampak ketika pesan tersebut mempunyai teknik manipulasi tampilan ataupun efek-efek khusus dalam penyajiannya, sehingga membuat orang tertarik untuk melihatnya. Pengembangan ini membahas tentang penulisan pesan yang ditampilkan dengan menggunakan media LED(Light Emiter Diode) yang memiliki warna RGB(Red Green Blue) sebanyak 2 sisi yang pada masing-masing sisinya terdapat 7 led disusun vertikal. Dengan bantuan dari motor DC untuk memutar rangkaian led ini dengan cepat sehingga terbentuk tampilan text dan akan membentuk tulisan dengan lintasan berputar hingga 360 derajat.

Kata kunci: Komunikasi, Media LED

ABSTRACT

The submission of written information could be messages that are usually found in printed media, newspaper, television, cell phones, LCD screens, dot matrix, and others. All media mentioned above has their own appeals in writing. Usually the attraction appears when the messages is manipulated in such a way that draws people’s attention or makes it have special effects in the presentation so that, it may attract people to see it. This explores the writing of a message that can be displayed by using two side of seven LED(Light Emiter Diode) has colour of RGB (Red Green Blue) that arranged vertical, and using help from motor DC to spin the led very fast that make the text can come into sight and make the text with spinning LED almost 360 degrees.

Keywords: Communication, Media LED

PENDAHULUAN

Penampilan pesan dalam bentuk text biasanya menggunakan media LCD, panel dot matriks, seven segment dan memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Namun pada karya ini pesan tersebut akan ditampilkan secara berbeda dari media

yang sudah ada. Media yang akan digunakan untuk menampilkan pesan adalah berupa LED (Light Emitting Dioda) yang memiliki tiga warna dasar yaitu merah, hijau, dan biru.

(5)

2

 

Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa, ISSN : 1907-7327 DDiinnaammiikkaaTTeekknnoollooggii

DINAMIKA TEKNOLOGI April 2012 Vol. 5; No. 1; Hal. 1‐7

nantinya pesan tersebut akan berwarna sehingga menarik untuk dilihat. Agar kumpulan led yang sebanyak tujuh buah tersebut dapat menampilkan sebuah pesan maka, dibutuhkan bantuan putar motor DC yang cepat untuk dapat mengelabui mata orang yang melihat, mengingat mata tidak dapat mengikuti gerakan putar motor. Jadi nantinya seolah-olah pesan tersebut dapat terbentuk.

TEKNIK SCANNING

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai teori– teori yang menjadi landasan dalam pengembangan alat penampil. Bagian ini menjelaskan mengenai pengenalan teknik scanning..

Teknik scanning pada alat ini sebenarnya terinspirasi dari scanning gambar yang dilakukan oleh TV (televisi). Bila pada TV khususnya pada film kartun, untuk membuat gambar animasi tersebut dapat bergerak dan dilihat oleh mata manusia dibutuhkan sekitar 25 gambar tiap detiknya.

Bila pada alat ini, gambar tersebut dapat diumpamakan sebagai putaran. Maka, dalam 1 detik dibutuhkan sekitar 25 putaran agar suatu kalimat dapat terbentuk dengan baik. Berarti setiap putaran membutuhkan waktu sekitar 40ms (dari 1/25). Jika satuan waktu tersebut dibawa ke menit maka akan diperoleh, 1 menit = 60 detik, maka 60 detik x 25 putaran = 1500 putaran per menit (RPM).

Dari hasil perhitungan inilah yang menjadi patokan untuk menemukan motor yang mempunyai kecepatan putar sebesar 1500 RPM karena pada alat ini menggunakan 2 sisi led maka kecepatan putar motor yang dibutuhkan hanya setengah dari yang dibutuhkan apabila menggunakan 1 sisi led jadi putaran motor yang dibutuhkan hanya ±750 RPM.

Selanjutnya berarti untuk mencapai target ini (25 putaran/1 detik) maka setiap putaran membutuhkan waktu :

T = 1/25 = 0,04 sec per detik = 40 ms per detik

Dari hasil ini sudah dapat diketahui waktu yang dibutuhkan untuk penyalaan antar kolom led adalah :

T = 0,04/180 = 0,000222 sec

= 222 us

Angka 180 didapat dari karakter yang dapat ditampung oleh moving sign berputar ini yang hanya 30 karakter. Sementara itu untuk penulisan sebuah karakter membutuhkan 6 kolom led termasuk 1 kolom untuk padamnya led sehingga terdapat 30 x 6 = 180 kolom dalam 1 putaran. Padam led diberikan agar tiap karakter mempunyai jeda waktu dan tidak berhimpitan satu dengan lainnya.

Apabila scanning ini dilakukan per kolom dari pembentukan huruf, dan misalkan huruf yang akan dibuat adalah huruf ‘H’ maka, pada posisi kolom C1 data yang di-output-kan ke led display adalah 0x7F kemudian pada posisi kolom C2, C3, dan C4 data yang di keluarkan adalah 0x08, dan yang terakhir yaitu kolom C5 data yang di keluarkan adalah 0x7F.

Hal tersebut diatas yang dilakukan adalah contoh pemetaan dari huruf “H” yang dituliskan dalam bilangan hexadecimal. Sisa karakter yang lain nantinya juga akan dipetakan satu per satu juga dalam bilangan hexadecimal. Jadi bila diuraikan menjadi bentuk bilangan biner maka yang akan terjadi adalah kolom tersebut secara tidak langsung akan membentuk huruf “H”.

Bila kolom tersebut bergerak dengan cepat dari kiri ke kanan, maka huruf “H” tersebut akan terbentuk. Dengan catatan tiap kolom led display led diberi waktu delay untuk penyalaan led, sehingga terlihat agak lama dan dapat diamati oleh mata. dengan berbekal 1 kolom dengan 7 buah led dan bantuan motor DC maka, nantinya setiap karakter yang dituliskan akan terlihat secara utuh. Teknik scanning untuk penulisan karakter secara perlahan dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Teknik Scanning Huruf

(6)

3

D

DiinnaammiikkaaTTeekknnoollooggii

Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa, ISSN : 1907-7327

DINAMIKA TEKNOLOGI April 2012 Vol. 5; No. 1; Hal. 1‐7 

prakteknya pada alat ini hanya menggunakan 7 buah lampu led saja. Bila proses scanning ini dilakukan dengan cepat dan terus menerus maka, yang akan tampak pada alat ini adalah sesuai bilangan biner-nya, yaitu huruf “H”.

KARAKTERISTIK TAMPILAN

Karakteristik tampilan pada penampil teks berputar dengan LED RGB ini diperlihatkan pada gambar 2. Karena alat ini mampu berputar penuh sebesar 360º maka, huruf yang dapat ditampilkan juga banyak, berkisar antara ± 30 karakter, dimulai dari start awal ditampilkannya huruf pertama sampai dengan posisi start awal lagi. Hal inilah yang membuat dapat menampung banyak huruf. Selain karena itu juga, tergantung dari panjang tuasnya. Dengan kata lain panjang tuas berbanding lurus dengan huruf yang dapat ditampilkan.

Gambar 2. Karakteristik Tampilan

FONDASI DASAR

Fondasi papan yang kuat sangat dibutuhkan untuk menopang motor DC ini berikut rangkaiannya, mengingat motor yang digunakan mempunyai kecepatan yang cukup cepat dan punya torsi yang besar. Bahan untuk fondasi dasar yang digunakan terbuat dari kayu biasa.Kayu ini berbentuk persegi yang mempunyai ukuran 50cm x 50cm dan tebalnya mencapai 2,5cm.

Sedangkan kerangka sebagai tempat dudukan motornya terbuat dari lempengan plat besi yang mempunyai ketebalan sekitar 3mm. Plat tersebut di bentuk sedemikian rupa (berbentuk tabung) agar kuat dan tahan terhadap momen putar yang dihasilkan oleh motor itu. Pada bagian bawah tabung tersebut diberi penampang lingkaran yang berbentuk seperti cincin dan dipermukaannya dilubangi untuk tempat baut. Sedangkan motor DC-nya ditempatkan didalam tabung tersebut sehingga, tidak akan terlihat dari luar. Fondasi dasar untuk alat ini diperlihatkan pada gambar 3 berikut.

Gambar 3. Fondasi Dasar Dan Kerangka Motor

TUAS AKRILIK

Pemakaian bahan akrilik ini dipilih karena selain mempunyai kontur lebih ringan dan kuat juga karena terlihat lebih bersih. Tuas akrilik yang berbentuk menyerupai huruf ‘T’ ini nantinya akan digunakan sebagai penyangga tempat rangkaian elektronik utama.

Tuas yang berbahan dari akrilik ini mempunyai panjang total 60 cm dengan ketebalan 1 cm dan lebar 4 cm. Kemudian di bagian ujung akrilik ini dipotong sepanjang 10 cm sebanyak 2 buah, sehingga lempengan ini menyisakan tuas sepanjang 40 cm.

Dari kedua potongan lempengan tuas yang mempunyai panjang 10 cm tersebut kemudian pada titik tengahnya di beri lem khusus akrilik sepanjang 4 cm untuk ditempelkan pada ujung-ujung tuas utama tersebut.Setelah rekat kemudian ditengahnya diberi sekrup sebanyak 2 buah yang dihubungkan pada tuas utama agar lebih kuat dan tidak mudah lepas. Bila telah usai maka, tuas utama ini akan berbentuk menyerupai huruf double “T”. Proses pembuatan tuas akrilik ini terdapat pada gambar 4 berikut.

Gambar 4. Tampilan Tuas Utama

(7)

4

 

Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa, ISSN : 1907-7327 DDiinnaammiikkaaTTeekknnoollooggii

DINAMIKA TEKNOLOGI April 2012 Vol. 5; No. 1; Hal. 1‐7

tuas utama agar lebih aman dalam penggunaan nya. Supaya tuas utama ini lebih kuat maka perlu diberi siku dari bahan plat besi dengan ketebalan 1 mm yang dibentuk segitiga sama kaki. Kemudian di ketiga ujung segitiga tersebut di lubangi untuk penempatan sekrup.Setelah selesai kemudian tempelkan pada ujung samping tuas utama yang telah berbentuk huruf “T” tadi dan disekrup pada ketiga ujung segitiga yang telah berlubang tersebut.

Di tengah-tengah tuas lurus sepanjang 40 cm ini terdapat poros/titik tengah untuk dihubungkan langsung ke poros motor. Menghubungkan keporos motor dengan bantuan alat yang bernama “Tee Nut” yang berbentuk lingkaran. Di tengah-tengah tuas utama akrilik tersebut dihubungkan pada Tee Nut dan dilubangi 4 mm pada kedua bagian itu sebanyak 4 buah dan kemudian keduanya dibaut.

Agar sewaktu motor berputar tuas ini tidak lepas dari tempatnya saat berputar maka, pada bagian poros Tee Nut perlu diberi pengunci atau penjepit berupa baut yang digunakan untuk mengunci poros dari motor DC. Rangkaian penguat untuk tuas akrilik ini diperlihatkan pada gambar 5 berikut.

Gambar 5. Tuas Utama Setelah Dengan Penguat

PROSES SCANNING

Proses scanning dilakukan dengan cara memutar LED RGB display yang berbentuk kolom ini dengan kecepatan putar yang cepat sehingga, kolom led tersebut tidak lagi terlihat oleh mata dimana tentunya dengan bantuan sensor pendeteksi titik awal (photo dioda).

Sensor tersebut selain digunakan sebagai penanda titik awal juga dapat dan terus menghitung putaran

tatakan led per satu putaran. Jadi dengan begitu nyala lampu led per satu putaran setelah melewati sensor ini tidak lagi sama. Sensor tersebut diletakkan tepat dibawah tuas dan sensor tersebut dapat dilihat pada gambar 6 berikut.

Gambar 6. Letak Sensor Pendeteksi Titik Awal

Bila semua rangkaian telah terpasang dengan baik pasti akan terdapat perbedaan berat antara ujung yang terdapat led dengan ujung yang lainnya. Untuk mengetesnya sebelum dipasang pada Tee Nut ada baiknya di timbang terlebih dahulu, cara paling konvesional adalah dengan menggunakan obeng, boleh plus atau minus karena yang akan terpakai adalah bagian batangnya. Batang obeng tersebut diletakkan tepat ditengah-tengah tuas. Dari hasil timbangan tersebut akan diperoleh hasil bahwa sisi yang terdapat lampu led akan lebih berat daripada sisi lainnya.

Uji coba dilakukan untuk mengetahui konsumsi daya yang terpakai, arus yang diperlukan oleh motor, kecepatan putar yang di hasilkan juga torsi yang digunakan untuk memutar alat moving sign berputar ini.Pada dasarnya percobaan dilakukan sebelum dan sesudah ada beban untuk mengetahui perbedaan data yang terbaca.Semua uji coba dilakukan dengan menggunakan transformator berarus 5 Ampere dan gambar keseluruhan secara mekanik bisa dilihat pada gambar 7.

(8)

5

D

DiinnaammiikkaaTTeekknnoollooggii

Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa, ISSN : 1907-7327

DINAMIKA TEKNOLOGI April 2012 Vol. 5; No. 1; Hal. 1‐7 

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

Pada bagian ini akan menjelaskan mengenai peralatan elektronika (hardware) dari alat ini secara lengkap termasuk skematik rangkaiannya. Pada dasarnya tampilan alat ini menyerupai moving sign yang telah banyak beredar, pada kebanyakan moving sign disajikan dengan menggunakan seven segmen, dot matrik, ataupun dengan penggunaan led dengan jumlah yang banyak dengan satu warna.

Gambar 8 . Blok Diagram Rangkaian

Rangkaian elektronik untuk alat ini dibagi menjadi 5 bagian penting, diantaranya adalah :

1. Rangkaian utama yang merupakan otak

pengendali untuk alat ini.

2. Rangkaian pemancar inframerah

3. Rangkaian penerima inframerah dan

pendeteksinya.

4. Rangkaian sensor putar motor sebagai

counter atau penghitung putaran

5. Rangkaian display yaitu bagian yang

mengurusi masalah tampilan.

Rangkaian utama dalam hal ini adalah rangkaian dasar mikrokontroller yaitu ATmega64 yang bertindak sebagai ‘otak’ pengendali untuk alat ini. Chip tipe ini dipilih karena mikrokontroller ini sudah dilengkapi dengan fitur EEPROM juga karena memiliki kapasitas memori yang besar yaitu sebesar 64 Kilo Byte.

Rangkaian pemancar inframerah dalam alat ini berupa modul remote control yang sudah jadi. Penggunaan remote control berperan untuk menuliskan kata-kata pada alat ini. Remote control yaitu, SONY. Jadi dengan remote control TV buatan Sony ini maka teks yang ditampilkan dapat di-edit atau diganti-ganti karakternya berikut warnanya sesuai dengan keinginan pengguna.

Rangkaian penerima sinyal inframerah sangat dibutuhkan karena alat ini menggunakan media

remote control sebagai pemancar inframerahnya sehingga perlu adanya penerima yang sanggup untuk mendeteksi keberadaan sinyal inframerah yang telah dipancarkan oleh remote tersebut.Rangkaian ini sangat sederhana karena sudah berupa modul dan hanya perlu untuk merangkaianya dengan resistor dan kapasitor saja.

Sensor pendeteksi titik awal juga dapat bertindak sebagai sensor putar motor. Sensor putaran dapat juga bertindak sebagai counter karena sensor ini dapat menghitung setiap putaran selama motor ini terus bergerak. Sensor putar ini juga dapat berfungsi untuk penanda bahwa gerakan putar motor telah mencapai satu putaran penuh. Jadi, jika satu putaran telah tercapai maka mikrokontroller akan mengeluarkan data display mulai dari awal lagi. Jadi, dengan kata lain data yang keluar setelah melewati sensor ini akan selalu berbeda dari sebelumnya. Kejadian ini akan terus berulang dengan sangat cepat sehingga timbulah tulisan atau kata-kata yang dapat terbaca.

Sesuai namanya rangkaian display diperuntukkan untuk menampilkan pesan/kalimat yang telah dibuat. Rangkaian ini sangat sederhana karena dibentuk hanya dengan tujuh buah led RGB yang disusun secara kolom (vertikal), dan kolom itu berjumlah satu buah. Tampilan yang hanya menggunakan 1 kolom ini dapat terjadi karena rangkaian ini akan diputar oleh motor DC yang terdapat dibawahnya sehingga, nampak seperti ketika menggunakan media papan.

PERANGKAT LUNAK

Dalam pembuatan perangkat penampil teks berputar ini tentunya dibutuhkan peralatan hardware, salah satunya yang paling penting adalah IC, karena IC adalah otak utama dari alat ini. IC yang digunakan disini adalah keluaran dari vabrikan ATMEL dengan seri ATMEGA64.

Setelah mengetahui cara kerja program dari alat ini, untuk mempermudah maka secara garis besar alur kerja alat ini dapat digambarkan dengan flowchart. Flowchart tersebut adalah seperti yang nampak pada gambar 9 .

(9)

6

 

Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa, ISSN : 1907-7327 DDiinnaammiikkaaTTeekknnoollooggii

DINAMIKA TEKNOLOGI April 2012 Vol. 5; No. 1; Hal. 1‐7

ditekan maka program akan menunggu hingga tombol ‘enter’ ditekan, bila enter tidak ditekan maka akan dianggap masih melakukan proses penekanan tombol (meng-edit).

Gambar 9 . Flow Chart Alur Kerja

Bagian-bagian utama tersebut antara lain : 1. Prosedur inisialisasi

Prosedur ini berisikan program yang digunakan untuk pengaturan agar sistem ini dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

2. Prosedur deteksi start awal putaran

Adalah prosedur yang digunakan untuk mendeteksi putaran motor apakah telah mengalami satu putaran penuh, jika sudah maka prosedur dapat dapat memulai lagi menampilkan huruf pertama.

3. Prosedur pembentukan karakter atau huruf

Prosedur ini menunjukkan cara dari bagian-bagian huruf tersebut dibentuk sehingga, bisa dikenali sebagai huruf yang utuh. Dengan kata lain untuk mengenali huruf yang akan ditampilkan harus mengenali satu per satu. Pengenalannya dengan cara memetakan setiap huruf.

4. Prosedur delay

Prosedur ini terdiri atas delay kolom, delay untuk spasi huruf dan delay untuk pembacaan dari remote. Delay disini deperlukan agar tulisan dapat ditampilkan dengan baik.

5. Prosedur baca data dari remote control

Adalah suatu prosedur yang berisikan program yang diberikan untuk mengidentifikasi data yang ditransmisikan oleh remote control sehingga, dapat diketahui datanya setiap penekanan tombol.

6. Prosedur main program

Adalah prosedur utama yang sangat penting. Karena tanpa adanya main program maka alat ini tidak dapat bekerja. Main program sangat penting karena prosedur ini dapat memanggil semua prosedur yang telah dibuat sebelumnya.

7. Prosedur animasi tampilan

Sesuai dengan namanya, prosedur animasi tampilan adalah suatu prosedur yang diciptakan untuk mengurusi variasi dalam penampilan. Jadi nantinya tampilan yang disajikan berupa teks ini mempunyai banyak model/variasi. Animasi ini mempunyai 8 varian. Yang kesemuanya dituliskan dalam bentuk mode 0 hingga mode 7.

UJI COBA

Motor DC yang digunakan adalah dari buatan negara Amerika dengan merk Ametek dan mempunyai spesifikasi sebagai berikut:

Voltage : 43 Volt

Speed : 1050 RPM

Current : 1.8 Ampere

Untuk mengetahui daya yang digunakan beserta besar torsinya maka dilakukan perhitungan sebagai berikut :

Rumus daya (P) adalah :

P = V . I maka,

P = 43 V . 1,8 A = 77,4 Watt

Sedangkan untuk mengetahui besar torsi yang dipakai perhitungannya sebagai berikut:

Rumus torsi (T) adalah :

P = T . ω dimana,

ω = 2 . π . n/60 maka,

= 2.3,14.1050/60 = 109,9 rad/sec Keterangan : n = Kecepatan putar motor.

Sehingga didapat:

T = P/ ω

= 77.4 W / 109,9 rad/sec = 0,704 Nm

Pada tabel 1 dibawah ini berisikan seluruh data yang telah dihitung seperti pada perhitungan diatas.

(10)

7

D

DiinnaammiikkaaTTeekknnoollooggii

Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa, ISSN : 1907-7327

DINAMIKA TEKNOLOGI April 2012 Vol. 5; No. 1; Hal. 1‐7 

Setelah alat ini menyala untuk memasukkan kata-kata yang ingin ditampilkan pertama-tama yang dilakukan adalah menekan tombol ‘text’. Supaya lebih jelas dalam pemahaman, metode ini telah digambarkan pada gambar 10 berikut.

Gambar 10 . Metode Display Karakter

Jika ada metode penulisan pasti ada metode penghapusan, dan langkah untuk menghapus

karakter yang telah ditampilkan Berikut adalah

ilustrasi gambarnya 11.

Gambar 11 . Metode Erase Karakter

Dan berikut adalah tampilan alat saat dijalankan dan diberi input berupa tulisan dan input warna yang berbeda-beda.

Gambar 11 . Tampilan Saat Dijalankan

KESIMPULAN

Adapun beberapa kesimpulan yang didapatkan antara lain:

1. Dengan penggunaan 2 sisi led pada alat ini bila

dibandingkan dengan alat sebelum yang hanya menggunakan satu sisi led alat ini hanya membutuhkan putaran motor yang lebih pelan dibandingkan dengan alat sebelumnya.

2. Dengan tambahan penggunaan PWM pada

rangkaian mikro ini membuat warna yang

dihasilkan pada led ini dapat menjadi lebih banyak hingga 256 macam warna.

3. Dengan menggunakan Atmega64 maka pada

pembuatan alat ini tidak dibutuhkan hingga 2 IC Atmega32 karena pada Atmega64 sudah terdapat 6 PWM sedangkan bila menggunakan Atmega32 hanya ada 3 PWM sehingga harus menggunakan 2 IC

4. Dengan penggunaan sisi led yang semakin

banyak dapat mengurangi kebutuhan akan kemampuan motor akan RPM yang tinggi, tiang yang sebelumnya hanya menggunakan 2 sisi dapat dijadikan menjadi 4 sisi led.

5. Penggunaan IC Atmega64 dapat diganti

dengan menggunakan IC FPGA dimana IC tersebut dapat dibuat output PWM sebanyak-banyaknya sehingga tiap led dapat memilik PWM sendiri-sendiri untuk mengontrol warnanya hingga dapat menampilkan image.

DAFTAR PUSTAKA

1. Admin, Karakteristik Motor DC, 17 November

2008,

http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?vie w=article&catid=16%3Amikroprocessorkontrol ler&id=305%3Amotordc&option=com_content &Itemid=15, Juni 23, 2009.

2. Kadir, Abdul, Pemrograman Dasar Turbo C

Untuk IBM PC, ANDI, Yogyakarta, 2003.

3. MacKenzie, I. Scott, The 8051 Microcontroller,

3rd ed, Prentice-Hall, New Jersey, 1999.

4. Pont, Michael J., Embedded C, 2002,

University of Leicester.

5. Pont, Michael J., Patterns for time-triggered embedded sysem, 2008, University of Leicester.

6. Seerdn, Paul, LPC2000 ADC Code Example,

2006

7. Shukusky, Chris, Gonzalez, Federico,

Programmable RGB Spinning Led,

http://courses.cit.cornell.edu/ee476/FinalProject s/s2009/fg33_cas247/fg33_cas247/Main.html, Oktober 12, 2009.

8. Tuck, Kimberly and Young, John, The

MMA73x0L Analog Output Accelerometer Evaluation Boards, http://www.freescale.com/ , 2007.

9. William, Sir Lyons Road, Keil C for LPC

ARM, 2006, University Of Warwick Science Park.

10.Wixey Digital Angle Gauge,

(11)

Gambar

Gambar 1. Teknik Scanning Huruf
Gambar 3. Fondasi Dasar Dan Kerangka Motor
Gambar 7 . Letak Sensor Pendeteksi Titik Awal
Gambar 8 . Blok Diagram Rangkaian
+3

Referensi

Dokumen terkait

Kajian ini memfokuskan wacana hujahan ‘luahan rasa’ yang digunakan dalam surat akhbar berbahasa Tamil untuk membincangkan isu masyarakat minoriti di negara ini.. Objektif utama

Dengan demikian, upaya mengenalkan kebudayaan daerah melalui kegiatan yang terintegrasi dan terorganisir dengan baik dalam hal ini ektrakurikuler berbasis kearifan

Akan tetapi, jika bayi anda cenderung sering menendang ketika memakai brace, pasang sepatu pada kaki yang lebih baik dulu karena bayi akan cenderung untuk menendang dalam sepatu

Merumuskan Gaussian Model Line Source dengan memodifikasi persamaan Gaussian Plume Model untuk mengetahui pola dispersi polutan CO di pintu masuk tol Dupak 3, Surabaya..

Selama aktiva tetap dimiliki dan dipergunakan dalam operasi normal perusahaan agar tidak terjadi kerusakan dari umur yang telah ditetapkan dan untuk menambah umur dari

Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi politik masyarakat dalam perencanaan pembangunan khususnya pada forum musrenbang desa masih rendah, hal ini disebabkan karena

PENENTUAN KADAR ASAM BENZOAT DALAM MINUMAN RINGAN PENENTUAN KADAR ASAM BENZOAT DALAM MINUMAN

Setelah pengolahan data dan menganasilsa mesin Press di PT.XYZ dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectivenss ( OEE ), pada bulan Agustus 2019, maka