• Tidak ada hasil yang ditemukan

21096 25121 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " 21096 25121 1 PB"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

MATHEdunesa

Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017

ISSN :2301-9085

PROFIL PENGETAHUAN KONSEPTUAL SISWA

DALAM MENYELESAIKAN SOAL SEGITIGA DAN SEGIEMPAT

Berlin Dwi Rahmawati

Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya, e-mail: [email protected]

Mega Teguh Budiarto

Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya, e-mail: [email protected]

Abstrak

Pengetahuan konseptual merupakan bagian penting dari pembelajaran matematika. Belajar matematika siswa harus menguasai pengetahuan konseptual agar soal-soal terkait dapat diselesaikan dan mampu mengaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pengetahuan konseptual siswa dalam menyelesaikan soal matematika.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tulis dan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada kelas VII-A SMP Tunas Buana Surabaya tahun ajaran 2016/2017 kepada 4 siswa yang dijadikan subjek penelitian berdasarkan ragam jawaban yang dominan. Pengetahuan konseptual siswa dianalisis berdasrkan subtipe pengetahuan konseptual menurut taksonomi Bloom yaitu subtipe pertama yang terdiri dari klasifikasi dan kategori, subtipe kedua berupa prinsip dan generalisasi, serta subtype ketiga teori, model dan struktur. Dilakukan wawancara kepada 4 siswa yang telah dipilih sebagai subjek penelitian untuk menggali lebih dalam tentang pengetahuan konseptual yang dimiliki dan digunakan dalam menyelesaian soal segitiga dan segiempat.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan konseptual yang dimunculkan siswa sebagai subjek penelitian beragam. Pengetahuan konseptual siswa tipe klasifikasi dan kategori memunculkan indiator menggolongkan jenis-jenis bangun datar dengan menyebutkan atau menggambarkan bangun datar tersebut sesuai ciri-ciri informasi yang disajikan. Pengetahuan konseptual siswa tipe prinsip dan generalisasi memunculkan indikator mengaitkan antara sejumlah pengetahuan atau informasi dasar tentang bangun datar dari yang disajikan, merangkum atau menyebutkan fakta-fakta yang spesifik dari suatu bangun datar yang disajikan dan menyelesaian permasalahan dengan proseur-prosedur dan informasi tentang bangun datar yang disajikan. Pengetahuan konseptual siswa tipe teori, model dan struktur memunculkan indikator mengaitkan antar fenomena bangun datar yang disajikan untuk mendapat kejelasan, Membuat rencana atau representasi untuk menyelesaikan suatu persoalan bangun datar, dan membuat susunan penyelesaian dari unsur-unsur bangun datar yang disajikan.

Kata Kunci: pengetahuan konseptual, klasifikasi dan kategori, prinsip dan generalisasi, teori, model dan struktur, segitiga dan segiempat.

Abstract

(2)

for clarity, Creating a plan or representation to solve a two dimensional figure problem, and making the completion arrangement of the two dimensional figure waking elements which presented.

Keywords: conceptual knowledge, classification and category, principle and generalization, theory, model, and structure, triangle and quadrilateral.

.

PENDAHULUAN

Matematika adalah ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern dan mempunyai peran penting dalam memajukan daya pikir manusia (Depdiknas, 2006). Selain itu, matematika menurut Suherman (2003: 65) merupakan ilmu yang mendasari pembentukan sikap dan pola pikir siswa. Berdasarkan definisi matematika di muka, maka dapat dinyatakan bahwa matematika adalah ilmu universal yang mendasari pembentukan pola pikir siswa. Oleh karena itu, pembelajaran matematika dalam kelas penting dilakukan untuk membentuk pola pikir siswa.

Pembelajaran matematika, menurut Bruner (Hudoyo, 1998 : 56) mempelajari serta mencari hubungan antara struktur dan konsep matematika yang terdapat dalam sebuah materi. Cobb (Suherman, 2003:71) menambahkan bahwa, proses yang secara aktif melibatkan siswa dalam mengkontruksi pengetahuan matematika dapat disebut dengan pembelajaran matematika. Berdasarkan definisi pembelajaran matematika di muka, maka pembelajaran metematika dapat dinyatakan adalah belajar hubungan antara konsep dan struktur matematika yang melibatkan siswa secara aktif mengkonstruksi pengetahuan matematika.

Penelitian ini melihat tujuan pendidikan dari dimensi pengetahaun (knowladge dimension). Pengetahuan menurut taksonomi Bloom (Anderson et al, 2001) menekankan pada proses mental dalam mengingat dan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah siswa peroleh secara tepat sesuai dengan apa yang telah mereka peroleh sebelumnya. Informasi-informasi yang dimaksud disini berkaitan dengan simbol-simbol matematika, terminologi dan peristilahan, fakta-fakta, keterampilan dan prinsip-prinsip. Selanjutnya berdasarkan taksonomi Bloom (Anderson et al, 2001: 27) pengetahuan dibagi menjadi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif. Berdasarkan pendapat di muka pengetahuan adalah proses mental dalam mengingat dan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah siswa peroleh secara tepat, berkaitan dengan simbol-simbol matematika. Satu diantara pengetahuan yang harus dimiliki siswa dalam mempelajari matematika yaitu pengetahuan konseptual.

Pengetahuan tentang konsep ini perlu ditanamkan pada siswa secara mendalam, khususnya pada pelajaran matematika yang bersifat abstrak. Pengetahuan konseptual merupakan bagian penting dari pembelajaran

matematika, seperti yang disampaikan oleh Zulkardi mengaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki.

Berdasarkan uraian diatas maka pertanyaan penelitian sebagai berikut; bagaimanakah profil pengetahuan konseptual siswa dalam menyelesaikan soal segitiga dan segiempat?

Sedangkan tujuan penelitiannya adalah untuk mendeskripsikan profil pengetahuan konseptual siswa dalam menyelesaikan soal segitiga dan segiemapat.

METODE

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2008:42), penelitian kualitatif sebagai sebuah prosedur dasar penelitian yang mendeskripsikan data melalui kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Tujuan Penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan konseptual dan kemampuan prosedural sislam menyelesaikan soal matematika.

Pengambilan data dilaksanakan di SMP Tunas Buana Kota Surabaya pada semester genap tahun ajaran 2016/2017, tepatnya pada bulan Mei 2017.

Penelitian ini dilakukan terhadap siswa SMP tunas Buana Surabaya kelas VII-A semester genap tahun ajaran 2016/2017. Subjek penelitian terdiri dari empat siswa yang dipilih berdasarkan variasi jawaban siswa. Alasan pengambilan empat subjek penelitian dari hasil jawaban tes tulis dengan variasi yang banyak muncul untuk mendapatkan keragaman dan gambaran yang utuh dari soal tes pengetahuan konseptual siswa. Hasil pengambilan empat subjek penelitian tersebut dikonsultasikan dengan guru bidang studi matematika, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana ketepatan dan kesesuaian empat siswa yang dijadikan subjek penelitian, selain itu dapat dinilai bagaimana argument yang dikomunikasikan secara lisan oleh siswa terpilih mengenai pekerjaannya.

(3)

Volume 2 No.6 Tahun 2017, Hal 355-359 mempermudah hal tersebut maka perlu dilakukan

penyusunan prosedur.

Penelitian ini menggunakan prosedur antara lain sebagai berikut:

1. Tahap persiapan

Tahap ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a) Pembuatan proposal penelitian.

b) Pengesahan judul dilanjutkan dengan penyusunan proposal dan diajukan kepada pembimbing.

c) Pembuatan instrumen. Terdiri dari 4 soal uraian untuk mengukur pengetahuan konseptual siswa disetiap subtipe pengetahuan konseptual pada materi segi empat dan segitiga, serta pedoman wawancara untuk digunakan pada waktu wawancara.

d) Mempersiapkan perangkat pengambilan data. Perangkat ini berupa perekam suara yang terdapat pada ponsel digunakan untuk merekam data hasil wawancara.

e) Perizinan di lembaga yang bersangkutan. Dalam penelitian ini permohonan izin diajukan kepada Kepala SMP Tunas Buana Surabaya untuk mengadakan penelitian di sekolah tersebut. f) Pemilihan subjek penelitian.

Memilih 4 siswa yang telah mendapatkan materi segi empat dan segitiga, berdasarkan pertimbangan hasil jawaban tes tulis serta keterbukaan dan kelancaran siswa dalam berkomunikasi.

2. Tahap pengumpulan data

Tahap ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a) Pemberian tes.

b) Tes tertulis diberikan kepada 1 kelas VII-A SMP Tunas Buana Surabaya.

c) Wawancara

Wawancara dilakukan untuk memperjelas jawaban siswa dan untuk memperoleh data yang lebih dalam mengenai pengetahuan konseptual siswa pada materi segi empat dan segitiga. 3. Analisis data

Tahap ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a. Analisis data tes tulis.

Kegiatan analisis data tes tulis mengacu pada indikator-indikator yang peneliti buat.

b. Analisis data hasil wawancara.

Analisis data wawancara dilakuan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

4. Penyusunan laporan hasil penelitian

Laporan hasil penelitian disusun dalam proses yang meliputi penyusunan laporan awal, konsultasi dengan

dosen pembimbing, perbaikan atau revisi laporan awal, penyusunan laporan akhir, dan penggandaan laporan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tes tulis matematika digunakan untuk memilih subjek penelitian. Tes tulis matematika diberikan kepada siswa kelas VII sebagai calon subjek penelitian dengan jumlah 39 siswa sehingga akan diperoleh subjek penelitian yang memiliki jawaban beragam dan paling bbanyak muncul. Setelah tes tulis matematika diberikan, diperoleh hasil pekerjaan siswa. Kemudian hasil tersebut disajikan dalam Tabel 1 setelah diperiksa dan dianalisis. Berikut hasil tersebut:

Tabel 1 Hasil Tes Tulis Matematika Siawa No Inisial Siswa Kategori Kode Subjek

(4)

No Inisial Siswa Kategori Kode Subjek

Berdasarkan jawaban tes tulis matematkia siswa yang telah diperiksa, terdapat empat ragam jawaban yang dominan muncul dari 39 siswa yang mengerjakan tes tulis matematika, dengan kategori A, B, C dan D untuk pemetaan ragam jawab yang mucul. Hasil pengelompokan jawaban beragam telah disajikan pada tabel 4.2 dimuka, maka dari hasil tersebut peneliti mengambil subjek penelitian sebanyak 4 siswa dari 39 siswa yang mengerjakan tes tulis. Subjek penelitian diambil dari pemilihan satu subjek tiap ragam jawaban. Berikut rincian nama siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini:

Tabel 2 Subjek Penelitian

No Inisial Siswa Kategori Kode Subjek

1 AS A S1

2 PAH B S2

3 MNR C S3

4 DRAA D S4

Diperoleh hasil penelitian yang didasarkan dari analisis data pada Tabel 1. Pengetahuan konseptual siswa tipe klasifikasi dan kategori memunculkan indiator menggolongkan jenis-jenis bangun datar dengan menyebutkan atau menggambarkan bangun datar tersebut sesuai ciri-ciri informasi yang disajikan hal tersebut ditunjukan oleh siswa dengan menggambarkan tiga bangun datar segiempat dari informasi yang terdapat pada soal nomor 1.

Pengetahuan konseptual siswa tipe prinsip dan generalisasi memunculkan indikator sebagai berikut: a. Mengaitkan antara sejumlah pengetahuan atau informasi dasar tentang bangun datar dari yang disajikan hal tersebut ditunjukan oleh siswa dengan mengaitkan bangun datar dua segitiga sama kaki menjadi bangun datar layangng-layang dalam penyelesaian soal nomr 2; b. Merangkum atau menyebutkan fakta-fakta yang spesifik dari suatu bangun datar yang disajikan hal tersebut ditunjukan oleh siswa dengan menyebutkan banyak sisi

yang berpasangan dengan panjang sama, banyak besar sudut yang berpasangan sudut yang memiliki besar sama, banyak sumbu simetri, kedudukan diagonal layang-layang dalam penyelesaian soal nomor 2 ; c. Menyelesaian permasalahan dengan proseur-prosedur dan informasi tentang bangun datar yang disajikan hal tersebut ditunjukan oleh siswa untuk menentukan keliling dari layang-layang dalam penyelesaian soal nomor 2.

Pengetahuan konseptual siswa tipe teori, model dan struktur memunculkan indikator sebagai berikut: a. Mengaitkan antar fenomena bangun datar yang disajikan untuk mendapat kejelasan hal tersebut ditunjukan oleh siswa dengan menerapkan rumus bangun datar segitiga untuk menentukan luas dalam penyelesaian soal nomor 3; b. Membuat rencana atau representasi untuk menyelesaikan suatu persoalan bangun datar yang disajikan hal tersebut ditunjukan oleh siswa dengan mengambarkan persegi panjang dan persegi karena untuk membantu menyelesaikan soal kontekstual dalam penyelesaian soal nomor 4; c. Membuat susunan penyelesaian dari unsur-unsur bangun datar yang disajikan hal tersebut ditunjukan oleh siswa dengan menuliskan kembali informasi seperti diketahui dan ditanyakan untuk menyelesaikan soal nomor 4.

PENUTUP Simpulan

Pengetahuan konseptual siswa pada penyelesaian soal segitiga dan segiempat sebagai berikut: Pengetahuan konseptual siswa tipe klasifikasi dan kategori memunculkan indiator menggolongkan jenis-jenis bangun datar dengan menyebutkan atau menggambarkan bangun datar tersebut sesuai ciri-ciri informasi yang disajikan.

Pengetahuan konseptual siswa tipe prinsip dan generalisasi memunculkan indikator mengaitkan antara sejumlah pengetahuan atau informasi dasar tentang bangun datar dari yang disajikan, merangkum atau menyebutkan fakta-fakta yang spesifik dari suatu bangun datar yang disajikan dan menyelesaian permasalahan dengan proseur-prosedur dan informasi tentang bangun datar yang disajikan.

Pengetahuan konseptual siswa tipe teori, model dan struktur memunculkan indikator mengaitkan antar fenomena bangun datar yang disajikan untuk mendapat kejelasan, Membuat rencana atau representasi untuk menyelesaikan suatu persoalan bangun datar, dan membuat susunan penyelesaian dari unsur-unsur bangun datar yang disajikan.

Saran

(5)

Volume 2 No.6 Tahun 2017, Hal 355-359 subjek penelitian cenderung sudah memilikinya hanya

beberapa ada yang masih rendah dalm pengetahuan konseptual yang dimiliki. Selain karena subjek yang tidak mampu dalam menggunakan pengetahuannya dengan maksimal, tetapi juga karena minimnya pengetahuan yang diberikan serta keinginan untuk mencari tahu atau mempelajari sendiri. Dengan demikian guru lebih memberikan contoh latihan untuk dikerjakan agar siswa mampu mencari tahu sendiri dengan petunjuk berbentuk soal latihan untuk mengasah pengetahuan konseptual siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Mohammad. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian 1 Ilmu Pendidikan Teoritis. Bandung: Imperial Bhakti Utama.

Anderson, L. W., Krathwohl, D.R., Airasian, P.W., Cruikshank, K.A., Mayer, R.E., Pintrich, P.R., et al. 2001. A Taxonomy for learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York: Longman. Bell, F. H. 1978. Teaching and Learning Mathematics (In

Secondary School). Iowa: Wm. C. Brown Company Publisher.

Depdiknas. 2006. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Depdiknas.

Gardiner, A.D and Borovik, A.V. 2006. Mathematical Abilities and Mathematical Skills, (Online), (http://www.maths.manchester.ac.uk/~avb/pdf/abilitie s2007.pdf, diakses tanggal 23 Februari 2017). Hudojo, Herman. 2005. Pengembangan Kurikulum dan

Pembelajaran Matematika. Cetakan I. Malang : Universitas Negeri Malang (UM Press)

Hudoyo , Herman. 1998. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud.

Latipah, Eva. 2009. Strategi Pengenalan Potensi Anak, (Online),

(jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/vie w/43/32, diakses tanggal 17 Februari 2017).

Moleong, L.J. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif.

Bandung : Remaja Rosdakarya.

Mulyadi. 2010. Sistem Akutansi. Yogyakarta: Salemba Empat.

Ngalim, Purwanto. 2008. Psikologi Pendididkan. Bandung: PT Remaja Rosdakaya.

Notoadmojo, Soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Puspitawati, Lilis dan Anggadini, Sri Dewi. 2011. Sistem Informasi Akutansi. Jakarta: Graha Ilmu.

Soekamto, Soedjono. 1987. Pengertian Pengetahuan. (http://syarifuddinteta.wordpress.com/2009/04/07.defi nisi-sikap). Online. Di aksespada tanggal 24 Februari 2017.

Suherman, Dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Suherman, Erman. 2003. Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung: JICA. UPI.

Sunardi, 2009. Strategi Belajar Mengajar Matematika, Jember : UNEJ

Suriasumantri, Jujun S. 1993. Filsafatt Ilmu Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Suwarto. 2013. Pengembangan Tes Diagnostik dalam Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Utomo, Dwi Priyo. 2010. Pengetahuan Konseptual dan Prosedural Dalam Pembelajaran Matematika. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Malang.

Gambar

Tabel 1 Hasil Tes Tulis Matematika Siawa
Tabel 2 Subjek Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan tesis meliputi, pengajuan judul; penetapan judul; bimbingan; seminar; perbaikan; penyerahan proposal yang sudah disetujui.. Format dan tata tulis penulisan

Persiapan dalam perngertian yang sempit adalah kegiatan pembuatan program kerja guru yang meliput penyusunan kegiatan pembelajaran selama satu tahun, program

Dilanjutkan langkah-langkah atau tahap- tahap konsep pembuatan model matematika sebagai berikut: (1) menentukan masalah yang diselesaikan, Pada tahap ini peneliti

Pada tahap pembuatan prototipe, kegiatan yang dilakukan adalah menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar

Pada tahap perencanaan terdiri dari kegiatan penyusunan rencana pembelajaran, penyusunan instrumen penelitian, pada tahap tindakan meliputi kegiatan pemberian

HALAMAN PENGESAHAN Proposal penelitian ini diajukan oleh : Nama : Sri Rahayu NIM : 20210910170076 Program Studi : S-1 Ilmu Keperawatan Judul Proposal : Prevalensi Kecemasan Pasien

LEMBAR PENGESAHAN Proposal Penelitian ini diajukan oleh: Nama : Nenny Budiarti Rakhim NIM : 20210910170109 Program Studi : Sarjana Keperawatan Judul Penelitian : Prevalensi Tingkat

iii LEMBAR PENGESAHAN Proposal ini diajukan oleh : Nama : Naraswari Ramadhiastuti Apriwibowo NPM 11020140188 Program Studi : Fakultas Kedokteran Umum Judul Skripsi : Uji