• Tidak ada hasil yang ditemukan

385 tembus pasar turki desain batik harus diperkuat 97

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "385 tembus pasar turki desain batik harus diperkuat 97"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Tembus pasar Turki, desain batik harus diperkuat

Written by Artikel

Wednesday, 21 July 2010 10:13 -

JAKARTA Batik Indonesia masih perlu perjuangan optimal untuk memasuki pasar Turki dengan memanfaatkan peluang dari sisi desain, sebab dari nilai seni, negara tersebut masih lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Lutfi Canie, pemilik rumah fashion dan desain Azio di Jakarta, mengemukakan jika Indonesia ingin masuk pasar Turki melalui produk batik, yang harus diperkuat adalah desain maupun pe-wamaannya agar lebih selaras dengan kultur negeri itu.

"Kalau kita mau mengunggulkan produk batik, tenun, maupun buatan tangan, nilai karya seni mereka masih lebih tinggi diban-dingkan Indonesia. Kalau kita memasarkan batik lembaran, mereka justru tidak tertarik," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Pada awal Juli 2010, Lutfie mengikuti pameran bersama beberapa perajin dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) batik Indonesia ke-istanbul. Turki. Meski transaksi cukup tinggi, dia menyarankan agar perajin maupun pelaku usaha mempertimbangkan kekuatan komoditasnya.

Kekuatan tersebut dari sisi desain maupun pewarnaan. Sebab, batik bagi masyarakat Turki, khususnya di kota Istanbul, belum dikenal secara detail tentang komoditasnya. Baik yang dihasilkan secara manual maupun industri mesin.

Karena itu Luh imenyarankanjika pelaku UKM Indonesia ingin menjadikan Turki menjadi pasar produk batik maupun garmen lain, supaya memahami lebih dulu kultur Turki.

"Saya sarankan, jangan pernah membawa batik lembaran untuk dipasarkan di sana."

Berdasarkan diskusi yang dilakukannya dengan beberapa desainer Turki, disarankan agar harus memahami desain yang digemari masyarakat di sana. Dengan demikian, pemasaran komoditas batik bisa diterima oleh masyarakatnya.

Prijadi Atmadja, Asisten Deputi Urusan Ekspor dan Impor Kementerian Koperasi dan UKM membenarkan argumentasi yang disampaikan Lutfi, bahwa pemasaran batik ke Turki masih perluperjuangan ekstra.

"Kalau kita bicara tentang kain tenun misalnya, hasil tenunan mereka jauh iebih bagus dibandingkan dengan tenun yang dihasilkan perajin UKM kita. Tenunan Pasmina mereka, misalnya, lebih dulu dikenal dunia internasional."

Adapun penyesuaian yang harus dilakukan, a.l. penggunaan warna pada batik. Sebab, batik Indonesia cenderung dengan dominasi warna cokelat, sedangkan produksi garmen Turki sangat berwarna.

Untuk membandingkan tingginya nilai seni Turki,kata Prijadi, bisa dibandingkan dengan seni keramik negara lain, termasuk Indonesia. Seni keramik yang dimiliki Turki sudah dikenal secara internasional.

(2)

Tembus pasar Turki, desain batik harus diperkuat

Written by Artikel

Wednesday, 21 July 2010 10:13 -

Sumber : Bisnis Indonesia

Referensi

Dokumen terkait